Posts Tagged ‘ujian’

Hanya kematian yang memisahkan kami

November 23, 2015

i_love_you_heart_animation

Ketika aku tiba di rumah malam itu, tatkala istriku menghidangkan makan malam dan kami sama-sama makan, aku memegang tangannya dan berkata, aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu. Ia duduk dan makan dengan tenang. Sekali lagi aku amati kepedihan di kedua matanya. Mendadak aku tidak tahu bagaimana membuka mulutku. Tapi, aku harus tega membiarkan ia tahu apa yang sedang aku pikirkan. Aku menginginkan perceraian. Aku mulai membahas topik ini dengan tenang.

Tampaknya ia tidak terganggu oleh kata-kataku. Sebaliknya, ia bertanya dengan lembut, mengapa? Aku menghindar menjawab pertanyaannya. Ini membuat ia marah. Ia melempar sumpit dan berteriak kepadaku, kamu bukan seorang laki-laki! Malam itu, kami tidak saling berbicara. Ia menangis. Aku tahu ia ingin merenung untuk menemukan apa yang telah terjadi terhadap perkawinan kami. Akan tetapi, aku tidak bisa memberinya sebuah jawaban yang memuaskan; ia telah kehilangan hatiku yang telah berpaling ke Jane. Aku tidak mencintainya lagi. Aku hanya kasihan dia!

Dengan rasa bersalah yang dalam, aku membuat draf surat persetujuan perceraian, yang menyatakan bahwa ia dapat memiliki rumah kami, mobil kami, dan 30% saham perusahaanku. Sekilas ia memandang surat itu lalu merobeknya sampai carikan-carikan kecil. Wanita yang menghabiskan sepuluh tahun hidupnya bersama aku telah menjadi orang asing. Aku merasa kasihan atas waktu, sumber daya, dan energinya yang terbuang. Tapi, aku tidak bisa mengambil kembali apa yang telah aku katakan kepada Jane, pacarku, bahwa aku sangat mencintainya. Akhirnya ia menangis tersedu-sedu di depanku. Hal yang tidak aku harapkan terjadi. Gagasan bercerai yang membuat aku terobsesi beberapa minggu ini menjadi lebih kuat dan lebih jelas sekarang.

gibran_art_g105.www.inner-growth.info.Love

Lukisan Kahlil Gibran

Keesokan harinya, aku amat terlambat pulang ke rumah dan menemukan dia sedang menulis sesuatu di meja. Aku tidak makan malam tapi langsung pergi tidur dan amat cepat nyenyak tertidur. Karena, aku amat capek setelah seharian penuh bermesraan dengan Jane. Ketika aku terbangun, ia masih duduk depan meja sambil menulis. Aku jelas tidak peduli. Aku membalikkan badan dan tertidur lagi.

Pagi-pagi ia mengajukan syarat-syarat perceraian. Ia tidak menginginkan apapun dari aku. Tapi, ia membutuhkan pemberitahuan satu bulan sebelum perceraian. Ia minta agar dalam satu bulan ini, kami berdua mencoba hidup senormal mungkin. Alasannya untuk persyaratan ini sederhana. Anak lelaki kami akan maju ujian satu bulan ke depan dan ia tidak ingin mengganggunya dengan perkawinan kami yang hancur berantakan.

Aku setuju persyaratan ini. Namun, ia ajukan satu persyaratan lagi. Ia minta aku mengingat kembali bagaimana aku menggendongnya ke kamar pengantin kami pada hari pernikahan kami. Ia minta agar tiap hari selama satu bulan aku menggendongnya keluar dari kamar tidur kami ke pintu depan setiap pagi. Aku pikir dia nyaris gila. Hanya untuk membuat hari-hari terakhir kami bersama-sama terpikulkan, aku menerima permintaannya yang aneh ini.

Aku sampaikan kepada Jane tentang persyaratan perceraian yang diajukan istriku. Ia tertawa keras dan berpikir, ini benar-benar tidak masuk akal, absurd. Tidak peduli trik yang istriku terapkan, Jane berujar dengan cemooh, ah dia toh akan terpaksa menghadapi perceraian.

Istriku dan aku tidak melakukan kontak, hubungan badan sejak niat cerai aku telah diungkapkan secara jelas, eksplisit. Karena itu, ketika aku menggendongnya ke luar pada hari pertama, kami berdua tampak canggung. Putra kami bertepuk tangan di belakang kami sambil berujar, ayah menggendong ibu. Dari kamar tidur ke ruang tamu, lalu ke pintu, aku berjalan lebih 10 meter sambil membopongnya dengan lengan-lenganku. Ia menutup matanya dan berkata dengan lembut, jangan bilang anak kita tentang perceraian. Aku mengangguk sambil merasa agak kesal. Aku menurunkannya di luar pintu. Ia lalu pergi menunggu bus ke tempat kerjanya. Aku menyetir mobil sendirian ke kantor.

Di hari kedua, kami berdua jauh lebih mudah melakukannya. Ia merebahkan diri ke dadaku. Aku dapat mencium harum mewangi blusnya. Aku sadar bahwa lama sekali aku tidak memandang wanita ini dengan saksama. Aku tersadar, ia sudah tidak muda lagi. Ada kerutan-kerutan halus di wajahnya. Rambunya mulai beruban! Perkawinan kami telah membuat ia berkorban. Satu menit aku bertanya-tanya apa yang telah aku lakukan terhadapnya.

Pada hari keempat, ketika aku mengangkatnya, aku merasakan bahwa suatu perasaan kemesraan muncul kembali. Inilah wanita yang telah mengorbankan 10 tahun kehidupannya bagiku. Pada hari kelima dan keenam, aku tersadar bahwa perasaan kemesraan kami bertumbuh lagi. Aku tidak memberitahu Jane tentang hal ini. Semakin mudah aku menggendong istriku tatkala hari demi hari bulan ini berlalu. Mungkin latihan tiap hari membuat aku lebih kuat.

Suatu pagi ia memilih busana yang akan dipakai. Ia mencobakan beberapa gaun tapi tidak menemukan satu pun yang cocok. Sambil menghela napas ia berujar, semua pakaianku bertambah longgar. Tiba-tiba aku tersadar, ia semakin kurus. Itulah alasannya mengapa aku dapat lebih mudah membopongnya. Mendadak hal ini menghentakku. Ia telah menguburbenamkan sedemikian banyak rasa sakit dan kepahitan dalam hatinya. Tanpa sadar aku mengulurkan tangan dan menyentuh kepalanya.

Saat itu anak kami muncul dan berkata, Ayah, sudah waktunya menggendong mama ke luar. Bagi anak kami, melihat ayahnya menggendong ibunya ke luar telah menjadi bagian amat penting dalam kehidupannya. Istriku memberi isyarat kepada anak kami agar mendekat dan memeluknya dengan erat. Aku memalingkan wajahku karena takut aku bisa saja berubah pikiran pada menit-menit terakhir. Lalu, aku membopongnya dengan kedua lenganku, berjalan dari kamar tidur melewati ruang tamu, ke teras. Tangannya mengalungi leherku dengan lembut dan alami. Aku memeluk tubuhnya dengan erat, sama seperti yang aku lakukan pada hari pernikahan kami.

Namun, badannya yang kini jauh lebih ringan membuatku sedih. Pada hari terakhir, ketika menggendongnya dengan kedua tanganku, aku hampir tidak dapat bergerak satu langkah. Anak kami telah pergi ke sekolah. Aku memeluknya dengan erat dan berkata, aku tidak perhatikan bahwa kehidupan kita kurang mesra. Aku menyetir mobil ke kantor dan terburu-buru melompat ke luar mobil tanpa sempat mengunci pintu mobil. Aku takut bahwa satu penundaan apapun dapat membuat aku berubah pikiran. Aku berjalan ke lantai atas. Jane membuka pintu dan aku katakan kepadanya, Maaf Jane, aku tidak ingin lagi bercerai.

Ia memandangku, terheran-heran, dan kemudian menyentuh dahiku. Apakah kamu demam? Ia bertanya. Aku memindahkan tangannya dari kepalaku. Maaf Jane, aku katakan, aku tidak ingin bercerai. Kehidupan perkawinanku membosankan, mungkin karena ia dan aku tidak memperhatikan, tidak menghargai hal-hal kecil dalam kehidupan kami, bukan karena kami tidak saling mencintai lagi. Sekarang aku sadar bahwa sejak aku menggendongnya ke dalam rumahku pada hari pernikahan kami, seharusnya aku memeluknya sampai kematian memisahkan kami.

Tampaknya Jane tiba-tiba tersadar. Ia menampar wajahku dengan keras dan kemudian membanting pintu dan menangis. Aku berjalan menuruni tangga dan menyetir mobil pulang ke rumah. Dalam perjalanan aku mampir di toko bunga, memesan satu karangan bunga untuk istriku. Gadis penjual bertanya kepadaku apa yang harus ditulis pada kartu. Aku tersenyum dan menulis, “Aku akan menggendongmu tiap pagi sampai maut memisahkan kita.”

Sore itu aku tiba di rumah dengan bunga di kedua tanganku sambil tersenyum. Aku berlari naik tangga, hanya menemukan istriku di tempat tidur – meninggal.

Istriku berjuang melawan kanker selama berbulan-bulan dan aku sedemikian berasyik mesra dengan Jane sehingga tidak menghiraukannya. Ia tahu bahwa ia akan segera meninggal dan ia ingin menyelamatkan aku dari reaksi negatif apapun dari putra kami, andaikan kami terpaksa bercerai. Setidak-tidaknya, di mata putra kami – aku adalah seorang suami yang penuh kasih.

love1

Pesan moral: Hal-hal kecil, sepele dalam kehidupan kita itulah yang justru bermakna dalam hubungan kita. Yang berarti itu bukanlah rumah gedongan, properti, uang di bank. Hal-hal sepele itulah yang menciptakan lingkungan yang mendukung (kondusif) kebahagiaan walaupun hal-hal kecil itu tidak memberi kebahagiaan dari dirinya. Karena itu, carilah waktu agar menjadi teman pasanganmu dan saling lakukan hal-hal kecil yang membangun kemesraan. Dan, raihlan kebahagiaan perkawinan yang nyata.

Sign of love

Tambahan penterjemah: Satu menu ‘makanan’ pokok yang dibutuhkan otak manusia adalah kasih sayang. Menu ‘makanan’ pokok lain yang dibutuhkan otak adalah oksigen, nutrisi atau gizi, dan informasi. Lihat posting: https://sbelen.wordpress.com/2008/11/28/otak-sang-pengendali-anda-berilah-%E2%80%9Cmakanan%E2%80%9D-yang-ia-butuhkan/

 

Makhluk manusia mana yang paling berbahagia di muka bumi ini? Bayi! Orang senang melihat dan mengamati bayi. Orang bermurah senyum kepada bayi. Orang-orang dekat ingin menggendong, mencium, membelai, serta mengajaknya tersenyum dan tertawa. Waktu masih berusia balita, anak-anak kecil pun mendapat perlakuan mirip bayi walaupun frekuensinya secara bertahap berkurang.

Semakin anak bertumbuh-kembang waktu memasuki masa remaja, ayah mulai mengambil jarak dengan anak perempuannya. Dan, ibu pun relatif melakukan hal yang sama terhadap anak lelakinya. Apalagi, adat ketimuran yang ketat semakin membatasi perlakuan kasih sayang melalui sentuhan (kecupan, belaian) orang tua kepada anak remaja, apalagi anak yang telah memasuki fase adolesens.

Defisit sentuhan itu mendapatkan kompensasi ketika orang-orang muda mulai berpacaran. Karena adat yang ketat, sentuhan antara pria dan wanita yang berpacaran malah diusahakan secara sembunyi-sembunyi. Saru, tidak sopan bila dilihat orang.

Memasuki hidup perkawinan: Kasih sayang antara suami-istri itu bukan sekadar mengatakan, Aku mencintaimu Atau kan, pasanganku tahu bahwa aku mengasihinya. Dalam kehidupan perkawinan, frekuensi sentuhan melalui pelukan, ciuman, belaian mungkin tanpa disadari, semakin berkurang seiring berjalannya waktu. Dari pihak wanita, teman-temanku di Inggris mengatakan, bagi aku sebagai istri, hugging (memeluk sambil mengusap-usap bahu) bahkan lebih penting, lebih menyenangkan, membahagiakan daripada hubungan seks dengan suami.

Hasil riset otak menunjukkan, ternyata kasih sayang itu harus disalurkan, diekspresikan juga melalui sentuhan (touching) agar otak bayi, otak anak sekolah, mahasiswa bertumbuh kembang dengan bagus. Ekspresi kasih sayang melalui sentuhan dari suami kepada istri dan dari istri kepada suami itu amat dibutuhkan dalam merawat kehidupan perkawinan. Ekspresi kasih sayang melalui sentuhan itu dibutuhkan pula oleh orang lansia yang semakin uzur termakan umur.

Pamanku, seorang bruder biarawan yang hidup selibat menjalani dua kali operasi di sebuah rumah sakit terkenal di Surabaya. Usianya waktu itu 93 tahun. Belum pernah aku menyentuh om kecuali berjabat tangan. Setelah operasi yang kedua, aku mengusap-usap dahinya, membelai kedua pipi dan tangannya sambil mendorong agar om tegar menghadapi rasa sakit dan cepat pulih. Ternyata sentuhan-sentuhanku ini membuat semangat om bertambah dan proses penyembuhan berlangsung cepat.

Dari pengalaman ini, kami menyimpulkan, dari bayi sampai dengan orang lansia membutuhkan sentuhan-sentuhan agar kinerja otak bagus dan merasa senang dalam meraih kebahagiaan.

Dari kisah “Hanya kematian yang memisahkan kami” ini, dapatlah kita menarik kesimpulan, bahwa hal-hal kecil, seperti sentuhan melalui ciuman, usapan, dan belaian, dalam kehidupan rumah tangga ini makin lama makin berkurang dan akhirnya sirna, lenyap. Padahal, sentuhan ini adalah garam atau  bumbu penyedap kemesraan dalam hidup perkawinan. “Kemesraan ini janganlah cepat berlalu ….” Lirik lagu populer ini mungkin dapat mengingatkan kita untuk merawat hidup perkawinan kita melalui berbagai kiat. Tapi, jangan lupa ekspresi kasih sayang melalui sentuhan. Semoga berhasil. Good luck!

Om Bruder Paskalis pada HUT 95 tahun 2

Om-ku Bruder Paskalis pada usia ke-95 tahun di Ruteng, Flores

.

grandparents on bed

Kakek dan nenek tak lupa sentuhan kemesraan

,

bitch-ass-nerd-granpa-n-ma-o

Sumber: http://www.moralstories.org/until-death-do-us-apart/

Dikirim oleh Nicole Cauley

Terjemahan S Belen

Iklan

Mutiara kata ihwal kehidupan & kata mutiara bahasa Latin

November 26, 2008

girlpointingwithpen-1

Aegroto dum anima est, spes est. Selama seorang yang sakit masih sadar, masih ada harapan. Atau: Selama masih ada kehidupan, ada harapan.

Aneh: Manusia memang aneh: ingin di depan waktu dibagikan uang, di tengah waktu berjalan di malam gelap, dan di belakang waktu di medan pertempuran.

Damai: Damai mulai dengan sebuah senyuman.

Doa: Doa dapat menjadi satu cara untuk menyiapkan hati dan pikiran kita untuk apa yang sebenarnya kita sudah tahu aa yang harus kita lakukan.

Doa: Jangan beri instruksi kepada Tuhan – laporkan saja kewajiban yang telah Anda laksanakan!

rainmage1

Donec eris sospes multos numerabis amicos. Tempora si fuerint nubila, solus eris.Selama Anda sehat, Anda akan memiliki banyak teman. Ketika datang waktu sulit, Anda akan ditinggal sendirian.

Dum spiro, spero. Selama saya masih bernapas, saya berharap.

Dum vita est, spes est. Selama masih hidup, masih ada harapan.

Godaan: Kesempatan mungkin mengetuk pintu depan hanya sekali, tetapi godaan selalu menggedor pintu depan selama-lamanya.

Harapan: Daripada membuang energi karena amarah, investasikanlah energi itu dalam harapan.

2449084-travel_picture-rapid_city

Kalah: Jangan pernah menyerah: Dikalahkan hanyalah sementara sedangkan menyerah kalah itu menetap, permanen.

Kejadian: Kejadian yang terjadi bersamaan (koinsidensi) adalah ketika Tuhan memilih untuk tetap tidak dikenal atau anonim.

Khawatir: Jika masalah-masalahmu tidaklah cukup besar untuk didoakan, tentulah masalah-masalah itu tidak cukup besar untuk dikhawatirkan.

seastorm

Khawatir: Rasa bersalah tidak dapat mengubah masa lampau sama seperti kekhawatiran tidak dapat mengubah masa depan.

Lucu: Manusia itu lucu; di bus ingin di depan, di jalan ingin di tengah, dan di rumah ibadah ingin di belakang.

Marah: Orang yang membuat Anda marah, mengendalikan Anda!

Mutu: Tuhan tidak memanggil orang yang memenuhi syarat (memiliki kualifikasi), Tuhan membuat yang terpanggil agar memenuhi syarat (memenuhi kualifikasi).

Panggilan: Kita terpanggil untuk menjadi saksi, bukan pengacara atau hakim.

Pilot: Jika Tuhan adalah kopilot Anda – bertukarlah kursi!

Rahasia: Rahasia yang paling ingin Anda sembunyikan adalah satu-satunya yang paling perlu Anda ungkapkan.

jama_mental_depression_depression_jpp_01

Tanda tanya: Jangan bubuhkan tanda tanya di mana Tuhan membubuhkan tanda titik.

Tidur: Perbuatlah yang terbaik, dan sesudah itu tidurlah dalam damai. Tuhan selalu terjaga.

Ujian: Di sekolah, Anda mendapatkan pelajaran dulu baru kemudian diuji. Dalam kehidupan, Anda diuji dulu baru kemudian mendapatkan pelajaran.

Una salus victus nullam sperare salutem. (Virgil, Aeneid, II. 354). Satu-satunya cara memenangkan kesejahteraan adalah tidak mengharapkan kesejahteraan apapun. Atau: Satu-satunya cara agar selalu sejahtera adalah tidak mengharapkan kesehateraan.

bosan

Unum castigabis, centum emendabis. Jika Anda hukum satu kesalahan, Anda akan perbaiki seribu kesalahan. Jika Anda hukum satu kesalahan, Anda akan mencegah terjadinya seribu kesalahan.

Usus magister est optimus. Pengalaman adalah guru yang terbaik. Atau: Praktik adalah guru terbaik.

Veni vidi velcro. Saya datang, saya lihat, saya buntu.

Veni vidi visa. Saya datang, saya lihat, saya beli.

Veni, vidi, admiravi. Saya datang, saya lihat, saya heran. (S.Belen)

Veni, vidi, debui. Saya datang, saya lihat, saya berhutang. (S.Belen)


gina_wealth2

Veni, vidi, temptata. Saya datang, saya lihat, saya tergoda (untuk wanita). (S.Belen)

Veni, vidi, temptatus. Saya datang, saya lihat, saya tergoda (untuk pria). (S.Belen)

Veni, vidi, velli. Saya datang, saya lihat, saya renggut. (S.Belen)

Veni, vidi, vendidi. Saya datang, saya lihat, saya jual (lelang, sewakan). (S.Belen)

Veni, vidi, venii. Saya datang, saya lihat, saya dijual. (S.Belen)

Veni, vidi, versi. Saya datang, saya lihat, saya menghilang. (S.Belen)

Veni, vidi, vinxi. Saya datang, saya lihat, saya belenggu. (S.Belen)

Veni, vidi, vixi. Saya datang, saya lihat, saya hidup dengan benar. (S.Belen)

03-ps18-2hope-posters

Lebih baik menyalakan lilin daripada mengutuk kegelapan.

bwlifesaying-rain

Hidup bukanlah ihwal menunggu badai berlalu … Hidup adalah ihwal masuk ke sana dan menari bersama hujan.

rip2

Requiescat in Pace (RIP). Semoga ia beristirahat dalam damai. Posting ini kami persembahkan kepada Ibu Uji Nurwati (Utik), sepupu mendiang istri kami, guru SMA Lamaholot, Cengkareng, Jakarta Barat, yang wafat pada dini hari tanggal 26 November 2008. Jenasah dibawa untuk dikebumikan di Madiun.

copy-of-pic_02632

Dari kiri ke kanan: Yuyun, Uji Nurwati (Utik), ibunya Uji, dan tiga anakku: Flory, Intan, Deo. Foto kenangan di Kebun Strawberry, Puncak, Februari 2008.

*********************

Topik posting yang berhubungan:

 Queen

https://sbelen.wordpress.com/2014/04/12/kata-mutiara-bahasa-latin-tentang-kesehatan/

https://sbelen.wordpress.com/2014/04/06/kata-mutiara-latin-tentang-keadilan-uang-korupsi-hukum-kesehatan-penguasa-cinta-perang-pidato-i-have-a-dream-martin-luther-king-jr/

https://sbelen.wordpress.com/2008/09/01/kata-kata-bijak-peribahasa-latin/

https://sbelen.wordpress.com/2008/08/31/ungkapan-populer-bahasa-latin/

https://sbelen.wordpress.com/2008/08/13/peribahasa-latin-tentang-cinta/

Gladiator_Thumb_Down_01

Iklan

andydwyer-lapdance

Klik gambar kalau belum bergerak

Sulit hamil

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

sano-menyuburkan-wanita-juga-pria

Kartu nama Yuni Juni 2015.

Khasiat FIDES & HP pemesanan

Kunjungilah:

https://sbelen.wordpress.com/2015/06/11/habbatussauda-jintan-hitam-bawang-putih-jahe-lemon-madu-diabetes-stroke-penyakit-komplikasi-sembuh-tubuh-sehat/

Mengapa kita memaksa siswa mempelajari semua mata pelajaran?

Juli 9, 2008

Di berbagai negara maju, siswa tidak diwajibkan mengikuti semua mata pelajaran. Terutama pada jenjang SMA, siswa yang bercita-cita menjadi dokter misalnya hanya dituntut lulus ujian nasional untuk 3 mata pelajaran, misalnya Biologi, Kimia, dan Matematika. Siswa yang hendak memasuki fakultas teknik, jurusan teknik mesin misalnya, hanya mengikuti maksimal 4 mata pelajaran dalam ujian nasional. seperti Fisika, Matematika, TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi), dan Bahasa Inggris. Siswa yang berencana menjadi ahli hukum hanya memilih mengikuti ujian 3 mata pelajaran, misalnya Sosiologi, Sejarah, dan Pendidikan Kewarganegaraan.

Mengapa sistem pendidikan Indonesia seolah tidak mau peduli dan tidak mau belajar dari negara-negara lain yang telah berusaha melayani para siswa sesuai dengan perbedaan individualnya? Apakah kemampuan siswa kita jauh melampaui taraf kemampuan siswa di negara-negara maju? Mengapa kita menuntut siswa kita menjadi superman atau superwoman? Betapa”hebat” siswa Indonesia yang dituntut mempelajari sekian banyak mata pelajaran!!!

Non multa sed multum, not quantity but quality. Hukum yang berlaku dalam kenyataan di berbagai bidang, termasuk dalam dunia pendidikan, adalah jika Anda terlalu menekankan kuantitas maka kualitas akan dikorbankan. Kuantitas cenderung berbanding terbalik dengan kualitas. Jika Anda memaksa siswa mempelajari dan mengikuti ujian sekian banyak mata pelajaran, jelas dan terang benderanglah bahwa kualitas belajar siswa akan merosot. Quo vadis, pendidikan Indonesia? Are we going nowhere?

Mungkin tayangan powerpoint berikut ini dapat memperjelas apa yang kami maksudkan. Silahkan klik:

hewan-inggris-di-sekolah-indonesia

Kunjungilah posting yang berkaitan:

https://sbelen.wordpress.com/2013/04/20/bagaimana-ujian-nasional-un-di-belanda/

https://sbelen.wordpress.com/2013/04/17/sedih-menyaksikan-amburadulnya-ujian-nasional-un-tahun-ini/

https://sbelen.wordpress.com/2010/05/08/ganti-sistem-ujian-nasional-dengan-menerapkan-sistem-open-book-test-dan-tes-terstandar/

https://sbelen.wordpress.com/2008/12/29/belajar-aktif-pakem-ujian-nasional-un-ibarat-air-dengan-minyak/

https://sbelen.wordpress.com/2011/08/08/mengapa-mutu-pendidikan-finlandia-terbaik-di-dunia/

https://sbelen.wordpress.com/2011/05/15/mengapa-peringkat-kelulusan-un-2011-siswa-smantt-tetap-di-nomor-buntut/

https://sbelen.wordpress.com/2011/01/11/3-tahun-banyak-siswa-tak-lulus-un-pecat-guru/

https://sbelen.wordpress.com/2008/07/30/tes-remidial-di-sd-sma-dan-sma-itu-salah-kaprah/

https://sbelen.wordpress.com/2011/05/16/hasil-un-ntt-jeblok-tas-anak-sekolah-ntt-kempes/

 

 

Iklan

Anak tendang guru

Sakit kanker

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

sano-serang-sel-kanker

Kartu nama Yuni 3