Posts Tagged ‘Tidore’

Benarkah Pulau Flores bisa tenggelam, seperti jatuh ke dalam laut?

Februari 17, 2011

Pulau Flores sebagai bagian Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terletak di antara garis lintang selatan 8°4′ dan 8° 58′, dan di antara garis bujur timur 119° 48′ dan 123° 1’30’, terbentang sepanjang 360 km, di sebelah Barat laut Australia. Flores adalah salah satu pulau di wilayah Indonesia timur, termasuk dalam jajaran kepulauan Nusa Tenggara yang di antaranya termasuk pulau Timor dan Sumba.

Inilah peta NTT yang dibuat ahli Belanda zaman dulu. Apakah foto satelit masih menunjukkan bentuk pulau seperti ini?

Inilah Pulau Flores yang menujukkan letaknya pada garis bujur timur dan lintang selatan. (http://duniageologi.blogspot.com/)

Beberapa hari ini saya berpikir dan mencari-cari di internet soal geologi Pulau Flores setelah Robert Eppedando “memprovokasi” pembaca di Milis Allesaja tempat kami pun menjadi anggota perihal apakah aktivitas penambangan di Flores dapat mengakibatkan  pulau ini tenggelam atau tetap berdiri kokoh. Segera saya bertanya kepada Robert dan dalam pembicaraan telepon ia menjelaskan, bahwa Flores itu adalah sebuah pulau yang ekstrim dengan huruf T. Ujung barat dan timur menggantung sedangkan bagian tengah Flores mulai dari Nagekeo s.d. sebagian Ende itu yang tertanam seperti tiang beton sosro bahu jalan layang.

Diskusi merembet melibatkan para anggota milis forum Sahabat Flobamora. Selang pendapat menjadi ramai. Ada yang mengusulkan agar seluruh aktivitas pertambangan di Flores harus segera dihentikan dan dipersilahkan ahli geologi mengemukakan pendapatnya dalam sebuah forum ilmiah dan forum para pengambil keputusan di NTT.

Bayangannya kok seperti bagian barat dan timur itu menggantung di atas dasar laut. Inilah kira-kira gambaran Robert berdasarkan ingatan penjelasan dalam seminar tahun 2005 oleh seorang ahli geologi (ipar Jenderal Try Sutrisno?) yang membunyikan sirene tanda bahaya. Apa itu? Kalau dilakukan penambangan mineral di Pulau Flores yang kecil, lama-lama pulau ini bisa runtuh tenggelam ke dasar laut. Karena menurut ahli geologi itu, Flores adalah salah satu pulau yang ekstrim seperti ada pulau-pulau ekstrim di bumi ini. Di Amerika katanya, kita naik mobil di jalan raya tapi sebenarnya tanahnya menggantung, di bawahnya adalah laut.

Pernyataan menantang ini membuat kami mencari jawaban dengan membaca situs-situs yang relevan di internet. Dari bacaan itu tak ada indikasi bahwa sebuah pulau bisa jatuh tenggelam seperti yang dikemukakan Robert.

Akhirnya dengan kata-kata search “can an island sink” kami menemukan penjelasan, bahwa sebuah pulau itu merupakan satu kesatuan dengan dasar lapisan bebatuan, listosfer sehingga tak mungkinlah sebuah pulau itu bisa jatuh tenggelam seperti kita jatuh ke dalam sungai atau laut.

Istilah pulau tenggelam itu selama ini dimaksudkan naiknya permukaan air laut akibat melelehnya lapisan es, lapisan gletser di kutub utara sehingga pulau-pulau yang rendah di atas permukaan laut bisa tertutupi air laut.

Letusan Gunung Krakatau yang begitu hebat dan spektakuler tidak membuat gunung itu jatuh tenggelam. Yang terjadi adalah bagian gunung itu rusak porak-poranda dan dibuang materialnya sehingga tersisa bagian gunung yang muncul sedikit di atas permukaan laut yang kini dinamai Anak Krakatau.

Mungkin saja gempa mahahebat dan tsunami bisa membuat sebuah pulau kecil luruh, atau material atau bagian pulau itu longsor atau meluncur bebas ke bagian laut / samudera yang lebih dalam. Contoh seperti ini bisa terjadi mungkin pada Pulau Banda, yang langsung dikitari pantai yang curam, tak ada hamparan pasir. Menurut kami Pulau Banda itu tampaknya merupakan bagian puncak gunung sedangkan kaki gunung tertanam jauh di bawah laut. Ciri seperti ini kami lihat mirip dengan Pulau Ternate dan Tidore. Laut di pantai itu langsung dalam.

Namun, tak mungkinlah sebuah pulau sebesar Flores bisa tenggelam seperti jatuh ke dalam laut. Kita terjebak oleh imajinasi seolah permukaan Pulau Flores ini berada di atas sebuah lempeng jalan layang yang ditopang tiang beton Flores bagian tengah itu (Nagekeo – sebagian Ende).

Latar belakang pandanganku ini dipengaruhi bacaan tentang bentuk geomorfologi dasar laut pada tepian lempeng aktif di lepas pantai barat Sumatra dan selatan Jawa. Ini adalah contoh bentuk geomorfologi zona penunjaman (subduksi) yang terbaik di dunia.

“Proses geodinamika global (More et al, 1980), selanjutnya berperan dalam membentuk tatanan tepian pulau-pulau Nusantara tipe konvergen aktif (Indonesia maritime continental active margin), di mana bagian luar Nusantara merupakan perwujudan dari zona penunjaman (subduksi) dan atau tumbukan (kolisi) terhadap bagian dalam Nusantara, yang akhirnya membentuk fisiografi perairan Indonesia (Gambar 1).”

http://www.mgi.esdm.go.id/content/bentuk-geomorfologi-dasar-laut-pada-tepian-lempeng-aktif-di-lepas-pantai-barat-sumatera-dan-selatan-Jawa

Subduksi atau penunjaman tepian lempeng aktif benua dan samudera-lah yang kira-kira dapat membuat bagian pulau luruh, longsor atau meluncur ke dasar laut yang lebih dalam semisal palung laut.

Gambarannya dapat dilihat pada kutipan ini.

“Hasil identifikasi bentuk dasar laut dari beberapa lintasan seismik, citra seabeam dan foto dasar laut maka dapat dikenali beberapa bentuk geomorfologi utama yang umum terdapat pada kawasan subduksi lempeng aktif. Empat bentuk morfologi utama dapat diidentifikasi, yaitu zona subduksi, palung laut, prisma akresi, dan cekungan busur muka. Gambaran bentuk geomorfologi dasar laut ini kemungkinan merupakan contoh morfologi dasar laut yang terbaik di dunia karena batas-batasnya yang jelas dan mudah dikenali.”

Bacalah teks berikut ini.

Geomorfologi Palung Laut

“Palung laut merupakan bentuk paritan memanjang dengan kedalaman mencapai lebih dari 6.500 meter. Umumnya palung laut ini merupakan batas antara kerak samudera India dengan tepian benua Eurasia sebagai bentuk penunjaman yang menghasilkan celah memanjang tegak lurus terhadap arah penunjaman (Gambar 4).”

http://www.mgi.esdm.go.id/content/bentuk-geomorfologi-dasar-laut-pada-tepian-lempeng-aktif-di-lepas-pantai-barat-sumatera-dan-

Kris Budiono dari Puslitbang Geologi Kelautan menulis pada Jurnal Geologi Indonesia Vol. 4 No. 1 Maret 2009, halaman 9 -17 dengan judul “Identifikasi longsoran bawah laut berdasarkan penafsiran seismik pantul di perairan Flores, berdasarkan penelitiannya pada bagian Laut Flores di utara Kabupaten Sikka perihal faktor penyebab tsunami Flores atau dikenal sebagai ‘tsunami Maumere”. Gempa dan tsunami itu terjadi pada 12 Desember 1992 dengan pusat gempa pada 40 km sebelah barat Maumere. Kris Budiono menyimpulkan berikut ini.

Longoran sebelum tsunami itu terletak pada morfologi sangat curam dengan kemiringan lereng antara 38 – 40%. Pada peta sebaran struktur geologi perairan Maumere terlihat bahwa keberadaan struktur geologi tersebut berdekatan denan lokasi terjadinya longsoran bawah laut. Lokasi longsoran hanya berjarak sekitar 2 – 3 km dari pusat gempat. Dengan demikian, longsoran bawah laut perairan Flores mungkin sekali disebabkan oleh gempa bumi. Longoran bawah laut amat mungkin terjadi pada daerah dengan kemiringan lereng yang curam, berintensitas tektonik dan juga terjadi akibat gempa bumi yang cukup besar. Semakin besar gempa bumi, semakin besar longsoran yang akan terjadi. Dengan demikian, mungkin sekali longsoran bawah laut itu berpotensi menimbulkan tsunami yang merusak.

Sumber: jurnal20090102

Jika struktur geologi pada garis pantai Pulau Flores amat panjang memiliki struktur geologi seperti gambar 10 di atas yang menggambarkan struktur geologi Maumere dan sekitarnya, yang bisa terjadi adalah longsoran pada bagian yang cukup besar pada Pulau Flores. Dengan demikian, bayangan bahwa Pulau Flores berbentuk T itu dengan bagian barat dan timur menggantung itu tampaknya kurang masuk akal.

Meskipun demikian, para ahli geologi, ahli kegempaan perlu melakukan penelitian lebih lanjut seperti yang dilakukan Kris Budiono pada pantai Maumere dan sekitarnya. Penelitian ini perlu dilakukan walaupun penelitian morfologi dasar laut tampaknya membutuhkan biaya besar dengan peralatan teknologi yang canggih seperti yang dilakukan pada dasar laut pantai barat Sumatera s.d. selatan Jawa.

Untuk sementara kekhawatiran Pulau Flores akan runtuh ke dasar laut kurang masuk akal. Atau, adakah penjelasan lain yang lebih meyakinkan?

Sumber:

http://duniageologi.blogspot.com/

http://en.wikibooks.org/wiki/The_Geology_of_Indonesia/The_lesser_Sunda_Islands

http://www.dim.esdm.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=245&Itemid=282

http://www.mgi.esdm.go.id/content/bentuk-geomorfologi-dasar-laut-pada-tepian-lempeng-aktif-di-lepas-pantai-barat-sumatera-dan-

http://www.mgi.esdm.go.id/content/bentuk-geomorfologi-dasar-laut-pada-tepian-lempeng-aktif-di-lepas-pantai-barat-sumatera-dan-

jurnal20090102

Jika Anda ingin mendapatkan copy file lengkap untuk disimpan. Silahkan klik file berikut ini!

Benarkah Pulau Flores bisa jatuh ke dasar laut

Advertorial

1349816165214603_animate

heart-attack

Kunjungilah psoting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

Sano darah tinggi

Kartu nama Yuni

School assembly: Cerita dari Kalumata, Ternate, Maluku Utara

Mei 5, 2009

Sejak Maret 2009, sebagai konsultan Save the Children, bersama Pak Miftahudin, education specialist Save the Children Jakarta, kami berupaya mengembangkan 5 SD model dalam pendekatan belajar aktif dan MBS (Manajemen Berbasis Sekolah). Pengembangan ini dilakukan melalui pendampingan langsung berupa inhouse training langsung di sekolah. Lima SD yang terpilih adalah SDN Maliaro, SDN Kalumata I, dan SDN Tarau di Pulau Ternate, SDN Cobodoe di Pulau Tidore, dan SD Inpres Babang di Pulau Bacan (Kabupaten Halmahera Selatan). Pimpinan Staf Save the Children Maluku Utara yang mendampingi kami adalah Wilson Sitorus, Harun Anggo, dan Mahyuddin, sedangkan staf pendamping antara lain Nia Susanti, Fujiono, Erwin, Kartini, Agi, dan Jaelani.

dsc_0005

Anak-anak SD Cobodoe, Pulau Tidore sedang bekerja kelompok dalam pelajaran IPA.

dscn3255

Guru-guru SD Inpres Babang sedang berpraktik membuat model kapal setelah kunjungan observasi ke kapal di dermaga Babang yang hanya berjarak 300 m dari sekolah

Walaupun pengembangan SD model ini hanya berlangsung 3 bulan, gejala-gejala perubahan mulai tampak pada kinerja kepala sekolah, staf guru, dan aktivitas belajar anak-anak. Bagi saya pribadi, senyuman yang tampak pada wajah anak-anak polos di “udik” Indonesia ini memberikan semangat bagi tim kami untuk terus mencari solusi bersama para kepala sekolah dan guru untuk melakukan terobosan inovasi.

dscn3150

Seorang anak membaca puisi dalam school assembly di SD Inpres Babang, Bacan, Kabupaten Halmehera Selatan

Salah satu bentuk aktivitas yang diperkenalkan adalah school assembly yang dilakukan sekali seminggu, biasanya pada hari Sabtu. Pada sekali kesempatan kegiatan ini diikuti anak-anak kelas 1, 2, dan 3 dan kesempatan minggu depan anak-anak kelas 4, 5, dan 6. Jika ruang memungkinkan, kegiatan dapat dilakukan seluruh kelas.

Ini adalah salah satu bentuk nyata upaya menciptakan kesempatan bagi anak-anak untuk belajar menampilkan hasil karya belajarnya selama 1 s.d. 2 minggu. Ini adalah kesempatan berpentas untuk melatih anak meningkatkan rasa percaya diri, berani tampil di depan banyak orang, dan berbagi pengalaman dengan sesama siswa. Berbagai kompetensi siswa, seperti berdeklamasi, bermain drama, bermain musik, bernyanyi, memimpin lagu, menari, bercerita, dan berpidato dapat ditumbuhkembangkan dalam acara berkala ini. Kepala sekolah dan guru secara bergantian bercerita atau membaca cerita yang menarik bagi siswa. Pada acara ini berbagai pesan sarat makna dapat disampaikan dalam suasana santai dan ceria. Orang tua dan komite sekolah terkadang diundang untuk menyaksikan acara ini.

dscn3152

Anak-anak SD Inpres Babang menyanyikan lagu yang teksnya dikarang kelompok ini sambil diiringi alat-alat musik dalam school assembly

pic_1625

Anak-anak SDN Maliaro di Ternate sedang mementaskan musik kasidah dalam school assembly di sekolah ini.

Berikut ini, kami sajikan “Cerita dari Kalumata” yang ditulis Nia Susanti. Silahkan klik di sini! school-assembly_kalumata_nia1

Advertorial

Animation_of_the_sick_distributed_Bupparai_traditional_ceremony

Sakit stroke

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

sano-sembuhkan-stroke

Kartu nama Yuni 2

Kado bagi guru: Format baru silabus & RPP 1 halaman

April 28, 2009

Contoh silabus & RPP Tematik 1 halaman

Format silabus dan RPP pada prinsipnya dapat dikembangkan sendiri oleh guru. Format yang disampaikan BSNP dan Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas pada prinsipnya hanyalah tawaran yang dapat digunakan guru. Dalam pengembangan KTSP, guru diberi otonomi dan kebebasan mengembangkan kurikulum sekolah sendiri, termasuk format silabus dan RPP.  Jika format tersebut Anda rasa kurang cocok, kurang relevan, sebaiknya Anda kembangkan sendiri untuk mendapatkan format yang terbaik.

43

Berikut ini kami kemukakan format silabus & RPP mata pelajaran dan tematik dalam bentuk jaringan topik 1 halaman. Walaupun contoh ini untuk tingkat SD, guru SMP, SMA, dan SMK dapat menerapkannya sesuai dengan kompetensi dasar dalam kurikulum. Unsur tujuan pembelajaran dalam RPP kami hilangkan karena sudah terwakili pada kompetensi dasar dan indikator. Unsur metode pembelajaran juga tak perlu karena sudah terwakili dalam kegiatan pembelajaran. Dua unsur ini kurang relevan karena hanya membuat pengulangan yang tak perlu. Unsur standar kompetensi juga cenderung tak kami cantumkan karena umumnya standar kompetensi hanyalah akumulasi berbagai kompetensi dasar. Yang lebih penting dan terfokus adalah kompetensi dasar. Jika kompetensi dasar masih bersifat umum, belum spesifik, sebaiknya Anda jabarkan ke dalam kompetensi konkret. Guru-guru di Ambon, Jambi, Indramayu, Ternate, Tidore, dan Bacan senang memakai format ini. Silahkan klik di sini!

Contoh Silabus & RPP 1 halaman

Bagaimana tanggapan Anda?

DSCN5672

Seorang ibu guru di sebuah SD di Ternate, Maluku Utara sedang menulis di lantai keramik silabus & RPP 1 halaman berbentuk jaringan topik (mindmap) dalam inhouse training staf guru dan  kepala sekolah di sekolah ini. Jika tak ada kertas besar, lantai menjadi pengganti kertas.

PIC_1729

Ini adalah Silabus & RPP 1 halaman dengan tema “Kenampakan Alam”, yang dibuat Ibu Wati Lasidi, guru kelas III SD Labuha 1 di Pulau Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan.

PIC_1673 - Copy

Para siswa kelas III SD Labuha 1 yang dibimbing Ibu Wati Lasidi sedang bermain drama dokter-dokteran dalam kegiatan belajar tema Malaria yang dirancang dalam bentuk silabus & RPP 1 halaman.

Salam hangat dari Labuha, Pulau Bacan, Maluku Utara

S.Belen

Iklan

 

 

1243328602_school-abuse

heart-attack

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

https://sbelen.wordpress.com/2013/04/15/sano-ramuan-herbal-berkhasiat-mulai-bisnis-di-usia-62-tahun/

Gambar spanduk Sano

Kartu nama Yuni 6