Posts Tagged ‘seni’

Kata mutiara bahasa Latin tentang kesehatan

April 12, 2014

hospital-o

Ab ovo usque ad mala – Dari telur sampai ke buah-buahan. (Horace). Dari Horace, Satire 1.3. Berarti dari awal sampai ke akhir, berdasarkan menu makanan orang Romawi yang biasanya dimulai dengan makan telur dan berakhir dengan makan buah-buahan. Konotasi arti: ketelitian, kesungguhan, konsistensi.

Acclinis falsis animus meliora recusat – Niat pikiran akan penampilan yang palsu menolak mengakui hal-hal yang lebih baik. Niat pikiran menipu atau munafik cenderung menolak hal-hal yang lebih baik. (Horace)

Ad mores natura recurrit damnatos, fixa et mutari nescia – Alam kembali meluruskan hal-hal yang menyimpang, kerja alam itu pasti dan tak bisa diubah. (Juvenal)

sheldon-s-sick-o

Aegrescit medendo – Dirawat, diobati kok malah tambah sakit.

Aegroto, dum anima est, spes esse dicitur – Bagi yang sakit, selama masih ada jiwa (kehidupan), dikatakan selalu ada harapan. Bagi orang sakit, selama masih hidup selalu masih ada harapan. (Cicero)

Aequam memento rebus in arduis servare mentem, non secus in bonis ab insolenti temperatam laetitia – Dalam situasi sulit ingatlah menjaga ketenangan jiwamu, dan sama halnya pada saat-saat sejahtera janganlah terlalu bergembira. (Horace)

Bene diagnoscitur, bene curatur – Didiagnosis dengan baik, diobati dengan baik.

Bona diagnosis, bona curatio – Diagnosis baik, pengobatan baik.

Bona valetudo melior est quam maximae divitiae – Kesehatan yang baik lebih berharga daripada kekayaan terbesar.

Coniecturalem artem esse medicinam – Pengobatan adalah seni menebak. (Medicine is the art of guessing). (Aulus Cornelius Celsus)

Credula vitam spes fovet et melius cras fore semper dicit – Harapan yang dilandasi kepercayaan mendukung kehidupan dan selalu mengatakan bahwa hari esok akan lebih baik. (Tibullus).

Crudelius est quam mori semper timere mortem – Lebih tersiksa selalu merasa takut mati daripada mati itu sendiri. Selalu takut mati lebih buruk daripada kematian itu sendiri. (Seneca)

i-love-lucy-medicine-gif-o

Cuivis dolori remedium est patientia – Kesabaran adalah obat untuk siapa pun yang menderita.

Cura nihil aliud nisi ut valeas – Perawatan, bukan hal lain, agar anda sehat. (Cicero). Yang penting adalah anda terfokus ke perawatan yang menyembuhkan anda, bukan ke hal lain yang tidak relevan.

Cura ut valeas – Hati-hati agar anda baik-baik saja. Take care. Hati-hati.

Curae leves loquuntur ingentes stupent – Derita ringan dapat kita bicarakan namun derita berat membuat kita terdiam. (Seneca)

Damnant quod non intellegunt – Mereka mempersalahkan apa yang mereka tidak mengerti. (Anonim, tapi lihat Quintillian Institutions 10.1.20)

Deus et natura non faciunt frusta – Tuhan Allah dan alam tidak membuat potongan-potongan terpisah. Tuhan dan alam tidak membuat yang sia-sia. Kerja Tuhan dan alam tidak bertentangan. Kerja sama Tuhan dan alam tidaklah sia-sia.

Donec eris sospes multos numerabis amicos. Tempora si fuerint nubila, solus eris. Selama Anda sehat, Anda akan memiliki banyak teman. Ketika datang waktu sulit, Anda akan ditinggal sendirian.

Dum spiro, spero – Selama saya masih bernapas, saya berharap.

Dum vita est, spes est – Selama masih hidup, masih ada harapan.

Durate et vosmet rebus servate secundis – Bertahanlah dan selamatkan dirimu untuk hari-hari yang lebih baik. (Dari Aeneid oleh Virgilius)

Est autem fides credere quod nondum vides; cuius fidei merces est videre quod credis – Iman adalah percaya apa yang tidak anda lihat; imbalan atas iman itu adalah melihat apa yang anda percaya. (St. Augustine)

Faber est suae quisque fortunae – Tiap orang adalah tukang nasibnya sendiri. (Appius Claudius Caecus)

Fac ut vivas – Berbuatlah agar Anda hidup.

Haec olim meminisse iuvabit – Suatu hari, ini akan meyenangkan sebagai kenangan. Waktu menyembuhkan semua hal, seperti luka, penyakit, sakit hati.

Ipsa scientia potestas est – Ilmu itu sendiri adalah kekuatan, kekuasaan. (Bacon)

Male secum agit aeger, medicum qui heredem facit– Buruklah bagi seorang yang sakit yang memilih dokter menjadi ahli warisnya. (Publilius Syrus, Sententia 626)

Malum quidem nullum esse sine aliquo bono – Yakinlah, pada tiap keburukan selalu ada sesuatu yang baik. (Pliny the Elder)

Medice, cura te ipsum! – Wahai dokter, sembuhkan dirimu sendiri! (Versio Vulgata)

Medici graviores morbos asperis remediis curant – Dokter menangani penyakit berat dengan obat keras. (Curtius Rufus)

Medicus curat, natura sanat – Dokter merawat, alam menyembuhkan.

Mens sana in corpore sano. Jiwa sehat dalam tubuh yang sehat.

Mors ultima linea rerum est – Kematian adalah batas terakhir segala hal. (Horace)

Mors ultima ratio – Kematian adalah perhitungan, pertimbangan yang terakhir.

ill-o 2

Nam et ipsa scientia potestas es – Pengetahuan adalah kekuatan, kekuasaan. Knowledge is power. (Sir Francis Bacon)

Nascentes morimur – Sejak kita lahir, kita mulai menuju kematian.

Natura in minima maxima – Alam itu mahabesar dalam hal-hal terkecil.

Natura nihil fit in frustra – Alam tidak bekerja sia-sia.

Nemo liber est qui corpori servit – Siapa yang menjadi budak tubuhnya tak akan menjadi manusia yang bebas.

Non mortem timemus, sed cogitationem mortis – Kami tidak takut kematian tapi takut pikiran tentang kematian. Pikiran tentang kematian lebih menakutkan daripada kematian itu sendiri. (Seneca)

Non omnis moriar. Non omnia moriar. – Tidak semua dari diriku akan mati. (Horace). Walaupun seseorang telah mati tapi hasil karya atau kebaikannya tak ikut mati, tetap dikenang dan dihargai.

Nulla res carius constat quam quae precibus empta est – Tak ada yang mahal jika anda membeli sesuatu yang anda benar-benar inginkan. (Seneca)

4a962ca7_771382cf_4a94a84d_58770434_1245515314_200906210131032906222601_01

Omnia mors aequat – Kematian menyamakan semuanya. Kematian membuat tiap manusia itu sama.

Pecunia est non omnis in omnibus sed sine pecunia inveniemus difficultates in omnibus. Uang bukan segala-galanya tapi tanpa uang susah segala-galanya. (S Belen)

Perfer et obdura; dolor hic tibi proderit olim – Sabar dan tabah; suatu hari derita ini akan berguna bagi anda. (Ovid)

Pericla timidus etiam quae non sunt videtOrang yang takut bahkan melihat bahaya yang tidak ada. (Publilius Syrus, Sententia 452)

Primum non nocere – Pertama-tama, janganlah melakukan yang merugikan. (Hippocrates, sekitar tahun 460-377 BC)

Quod natura non sunt turpia – Apa yang alami tidak buruk. Yang alami itu tidak jelek. Sesuatu yang tak melawan alam cenderung mempertahankan hal yang baik sepanjang zaman.

Scientia non habet inimicum nisp ignorantem – Ilmu tidak punya musuh tapi orang bodoh.

Scio me nihil scire – Saya tahu bahwa saya tidak tahu apa pun (tentang suatu hal, persoalan). (Socrates)

Scire tuum nihil est, nisi te scire hoc sciat alter – Pengetahuanmu itu sia-sia jika tak ada orang yang tahu bahwa anda mengetahui hal itu.

Semper inops quicumque cupit – Siapa pun yang rakus selalu merasa kekurangan, tak berdaya, miskin. (Claudian)

Si post fata venit gloria non propero – Jika kemuliaan datang setelah kematian, saya tidak akan terburu-buru. Jika orang memuliakan saya setelah saya mati, saya tak mau cepat mati.

Timor mortis conturbat me – Rasa takut mati membuat saya kacau (bangkrut).

Ubi mel ibi apes – Di mana ada lebah di sana ada madu. Yang mirip dengan peribahasa ini adalah “Anda menangkap lebih banyak lebah dengan madu daripada dengan cuka. Perlakukanlah orang dengan ramah dan mereka akan balik memperlakukan anda dengan ramah.

Ubicumque homo est, ibi benefici locus est – Di mana pun ada manusia, di sana ada tempat untuk berbuat baik.

Usus magister est optimus. Pengalaman adalah guru yang terbaik. Atau: Praktik adalah guru terbaik.

Ut desint vires, tamen est laudanda voluntas – Walaupun kekuatan berkurang, namun kemauan patutlah dipuji. Walau sudah tidak kuat, kemauan yang masih ada patutlah dipuji. (Ovid)

Vis medicatrix naturae – Kekuatan alam menyembuhkan. Kemampuan, kekuasaan alam menyembuhkan. The healing power of nature.

Sumber:

http://www.inrebus.com/latinphrases.php

https://sbelen.wordpress.com/2008/09/01/kata-kata-bijak-peribahasa-latin/

https://sbelen.wordpress.com/2014/04/06/kata-mutiara-latin-tentang-keadilan-uang-korupsi-hukum-kesehatan-penguasa-cinta-perang-pidato-i-have-a-dream-martin-luther-king-jr/

https://sbelen.wordpress.com/2008/11/26/mutiara-kata-ihwal-kehidupan-kata-mutiara-bahasa-latin/

https://sbelen.wordpress.com/2008/08/31/ungkapan-populer-bahasa-latin/

 

Animation_of_the_sick_distributed_Bupparai_traditional_ceremony

Topik posting yang berhubungan:

 Queen

 

https://sbelen.wordpress.com/2014/04/06/kata-mutiara-latin-tentang-keadilan-uang-korupsi-hukum-kesehatan-penguasa-cinta-perang-pidato-i-have-a-dream-martin-luther-king-jr/

https://sbelen.wordpress.com/2008/11/26/mutiara-kata-ihwal-kehidupan-kata-mutiara-bahasa-latin/

https://sbelen.wordpress.com/2008/09/01/kata-kata-bijak-peribahasa-latin/

https://sbelen.wordpress.com/2008/08/31/ungkapan-populer-bahasa-latin/

https://sbelen.wordpress.com/2008/08/13/peribahasa-latin-tentang-cinta/

 

Gladiator_Thumb_Down_01

Advertorial

alam penyembuh compressed (2)

Desain polo shirt putih crop 2

Anda ingin tahu tentang ramuan herbal ini. Silahkan kunjungi posting:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Kartu nama Yuni pemesanan 2.

Khasiat FIDES & HP pemesanan

Kunjungilah:

https://sbelen.wordpress.com/2015/06/11/habbatussauda-jintan-hitam-bawang-putih-jahe-lemon-madu-diabetes-stroke-penyakit-komplikasi-sembuh-tubuh-sehat/

Iklan

Kata mutiara Latin tentang keadilan, uang, korupsi, hukum, kesehatan, penguasa, cinta, perang & Pidato “I have a dream” Martin Luther King Jr

April 6, 2014

fly-to-your-heart-selena-gomez-o

Ab honesto virum bonum nihil deterret – Tak ada yang menakutkan (menggetarkan) orang baik yang melaksanakan kewajiban / tugasnya dengan jujur.

Abite nummi, ego vos mergam, ne mergar a vobis – Pergilah wahai uang, saya akan menenggelamkan kamu, sehingga kamu tidak bisa menenggelamkan saya.

Accipere quam facere praestat injuriam –Lebih baik menerima dampak kesalahan orang lain apa adanya daripada sendiri melakukan kesalahan itu. Lebih baik menderita ketidakadilan daripada berbuat ketidakadilan.

Ad astra per aspera – Mencapai bintang melalui pengorbanan, rintangan, kesulitan.

Ad augusta per angusta – Mencapai tempat tinggi melalui jalan-jalan sempit.

Ad maiorem dei gloriam (AMDG) – Untuk kemuliaan Allah yang lebih besar.

Ad praesens ova cras pullis sunt meliora – Telur sekarang lebih baik daripada anak ayam besok. Contoh yang mirip: Seekor burung di tangan lebih berharga daripada dua ekor burung di semak-semak, hutan.

Altissima quaeque flumina minimo sono labi – Aliran sungai yang terdalam mengalir tenang (dengan bunyi terkecil).

Amantium irae amoris integratio est – Amarah antar-kekasih memadukan, mempersatukan cinta. Pertengkaran antar-kekasih memperbarui cinta. (Terence)

Amare et sapere vix deo conceditur – Bahkan dewa pun sulit mencintai dan bijaksana sekaligus (pada waktu bersamaan).

Amor animi arbitrio sumitur, non ponitur – Cinta dipilih melalui pertimbangan pikiran, tidak berlaku untuk berhenti mencintai. Saya memilih mencintai, tapi saya tidak memilih untuk berhenti mencintai. (Publilius Syrus)

Amor est vitae essentia – Cinta adalah hakikat kehidupan. Cinta adalah esensi kehidupan. (Robert B Mackay)

Amor ordinem nescit – Cinta tidak mengenal aturan. (St. Jerome)

Animus facit nobilem – Semangat melahirkan hal yang mulia.

Astra inclinant, non necessitant – Bintang mengarahkan, tidak menentukan.

Audio, video, disco – Saya dengar, saya lihat, saya belajar.

Audio, video, facio, intellego – Saya dengar, saya lihat, saya membuat, saya mengerti. (S Belen)

Audio, video, intellego – Saya dengar, saya lihat, saya mengerti. (S Belen)

Avarus animus nullo satiatur lucro – Pikiran rakus tidak puas dengan keuntungan berapa pun.

Bellum omium contra omnes – Perang semua orang melawan semua orang. (Thomas Hobbes)

secretary-of-education-gun-o

Si vis pacem, para bellum. Jika anda menginginkan perdamaian, siapkan perang.

Beneficium accipere libertatem est vendere – Menerima kebaikan sama dengan menjual kebebasan. (Publilius Syrus)

Bis repetita placent – Apa pun yang menyenangkan diulangi dua kali. Yang menyenangkan menuntut pengulangan. (Horatius)

Bis vincit qui se vincit in victoria – Siapa yang menang atas dirinya menang dua kali. (Syrus)

conquest-of-space2-1954-o

Manusia mampu menaklukkan ruang angkasa melalui pendaratan manusia di bulan dan pengiriman pesawat sampai ke planet Mars, tapi manusia jauh lebih sulit menaklukkan dirinya.

Bis vivit qui bene vivit – Siapa yang hidup baik hidup dua kali.

Bonum vinum laetificat cor hominis – Anggur yang baik menyenangkan hati manusia.

Caeca invidia est – Iri hati itu buta. (Livy)

Caeci caecos ducentes – Orang buta membimbing orang buta.

Caelum non animum mutant qui trans mare currunt – Siapa yang menyeberangi laut mengubah langit, bukan jiwanya. (Horatius)

selena-gomez-fly-to-your-heart-o

Mengubah langit atau mengubah jiwa?

Canis timidus vehementius latrat quam mordet – Anjing penakut menggonggong lebih keras dari gigitannya. (Curtius Rufus)

Cave ab homine unius libri – Hati-hati dengan orang yang hanya memiliki atau membaca satu buku. (Latin Epigram)

Cave quid dicis, quando, et cui – Berhati-hatilah terhadap apa yang anda katakan, dan kepada siapa.

Commune periculum concordiam parit – Bahaya bersama membawa harmoni.

Concordia res parvae crescent – Kesepakatan menumbuhkan yang kecil menjadi besar. Bekerja sama menghasilkan lebih banyak.

Coniecturalem artem esse medicinam – Pengobatan adalah seni menebak. (Medicine is the art of guessing). (Aulus Cornelius Celsus)

Corruptio est extraordinarium crimen. Corruptio est incredibile crimen. (S Belen). Korupsi adalah kejahatan luar biasa.

Corruptio optimi pessima – Korupsi apa yang terbaik itu amat buruk.

Cotidie damnatur qui semper timet – Yang tiap hari menuduh adalah orang yang selalu takut. Orang yang selalu takut (penakut) tiap hari menuduh. (Syrus)

Credite amori vera dicenti – Percayalah bahwa cinta mengatakan hal-hal yang benar. Percayalah, cinta mengatakan kebenaran. (St. Jerome)

Credula vitam spes fovet et melius cras fore semper dicit – Harapan yang dilandasi kepercayaan mendukung kehidupan dan selalu mengatakan bahwa hari esok akan lebih baik. (Tibullus)

Crescit amor nummi, quantum ipsa pecunia crevit – Cinta uang bertumbuh sejalan dengan bertambahnya uang. Semakin banyak mendapatkan uang, semakin bertambah cinta anda kepada uang. (Juvenalis)

Crudelius est quam mori semper timere mortem – Lebih kejam selalu takut mati daripada kematian itu sendiri. Selalu takut mati lebih buruk daripada kematian itu sendiri. (Seneca)

Cui peccare licet peccat minus – Siapa yang diizinkan berdosa, dosanya lebih kecil. (Ovid)

fry-mud-o

Tradisi menyakiti diri dalam perlawanan tanpa kekerasan kepada penguasa juga masih hidup pada beberapa etnis di Indonesia, termasuk bergolek dalam lumpur.

Cuiusvis hominis est errare; nullius nisi insipientis in errore perseverare – Manusia siapa pun berbuat salah; hanya orang yang tidak bijaksana (bodoh) yang terus saja berbuat salah.

Cum audio, obliviscor, cum video, memoro, et cum facio, intellego. Bila Saya dengar, saya lupa; bila saya lihat, saya ingat, dan bila saya melakukan saya mengerti. (S Belen)

Cum catapultae proscriptae erunt tum soli proscript catapultas habebunt – Bila katapel dilarang (hukum), hanya penjahat yang memiliki katapel.

Cum tacent, clamant – Bila mereka diam, sebenarnya mereka berteriak. Diam adalah teriakan dalam bentuk lain. Diam berbicara lebih keras dari kata-kata. (Cicero)

Cum tormenta proscripta erunt tum soli proscript tormenta habebunt – Bila senjata dilarang (hukum), hanya penjahat yang memiliki senjata. (S Belen)

De duobus malis, minus est semper eligendum – Dari dua hal yang jahat, harus selalu dipilih yang kurang jahat. (Thomas a Kempis)

De minimis non curat praetor – Walikota tidak mempedulikan hal yang paling sedikit. Penguasa (raja, ratu, presiden) tidak mempedulikan hal-hal yang tidak penting. (Prinsip “De minimis non curat praetor” sering digunakan di bidang hukum. Misalnya, hakim menolak mengadili si terdakwa yang hanya mencuri seekor ayam. Atau, pengadilan menolak perkara gugatan kekurangan Rp 100 000 dalam perjanjian jual-beli 1 milyar rupiah).

De mortuis nil nisi bonum – Tentang orang mati, bicaralah hal-hal yang baik saja. (Chilon)

Deus et natura non faciunt frusta – Tuhan Allah dan alam tidak membuat potongan-potongan terpisah. Kerja Tuhan dan alam tidak bertentangan. Kerja Tuhan dan alam tidaklah sia-sia.

Difficile est longum subito deponere amorem – Sulitlah tiba-tiba menghentikan cinta yang telah lama berlangsung. (Catullus)

Draco dormiens nunquam titillandus – Jangan mengganggu (kili-kili) naga yang sedang tidur. (Motto di alma mater Harry Potter)

Dulce bellum inexpertis – Perang itu harum (‘enak’) bagi yang belum mengalaminya. (Pindaros)

Dulce et decorum est pro patria mori – Harum dan mulia mati demi tanah air. (Horatius)

Eventus stultorum magister – Kejadian, peristiwa adalah guru orang-orang bodoh. Pengalaman adalah guru orang-orang bodoh.

Facilius est multa facere quam diu – Lebih gampang membuat banyak hal daripada satu hal dalam jangka panjang. (Quintilianus)

Facta, non verba – Perbuatan, bukan kata-kata. (Actions speak louder than words, tindakan berbicara lebih keras dari kata-kata).

Falsus in uno, falsus in omnibus – Salah dalam satu hal, salah semuanya.

Fama crescit eundo – Rumor (gosip, kabar burung) berkembang, menyebar ke mana-mana. (Vergilius)

Fama nihil est celerius – Tak ada yang lebih cepat daripada rumor (gosip, kabar burung).

Fama volat – Rumor (gosip, kabar burung) terbang. Rumor (gosip, kabar burung) memiliki sayap-sayap. (Vergilius)

Fas est et ab hoste doceri – Tepatlah diajarkan bahkan oleh musuh. Tepatlah belajar bahkan dari musuh. (Ovid)

Fiat justitia (et ruat caelum) – Biarlah keadilan tegak (walaupun langit runtuh).

Fortes fortuna adiuvat – Nasib baik, keberuntungan menolong orang yang kuat. Nasib baik, keberuntungan berpihak kepada orang yang berkuasa. (Terence)

Fortiter in re, suaviter in modo – Tegas dalam masalah (substansi), lembut dalam cara.

Gutta cavat lapidem, non vi sed saepe cadendo – Tetesan air menghilangkan batu, bukan dengan kekuatan tapi dengan sering jatuh menimpa. (Ovid)

117ah5v

Hukum Tuhan dan hukum alam tidak bertentangan karena hukum alam diciptakan Tuhan.

Historia est vitae magistra – Sejarah adalah guru kehidupan.

Hoc est vivere bis vita posse priore frui – Orang yang mengambil hikmah dari hidup sebelumnya hidup dua kali.

Hoc tempore obsequium amicos, veritas odium parit – Pada zaman sekarang, orang mendapatkan teman melalui pemberian pelayanan (service), kebenaran malah menimbulkan kebencian. (Terence)

Homines libenter quod volunt credunt – Orang lebih mudah percaya apa yang mereka inginkan. (Terentius)

Honores mutant mores – Gila hormat mengubah perilaku.

Ignorantia juris neminem excusat – Ketidaktahuan hukum tidak memaafkan siapa pun.

Imperium in imperio – Pemerintah dalam pemerintah. Dalam bahasa populer sering dikatakan “negara dalam negara.”

In alio pediculum, in te ricinum non vides – Anda melihat kutu pada orang lain, tidak melihat kerudung pada dirimu. (Petronius). Mirip pepatah: Kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tak tampak.

900x900px-LL-118f1987_Shock

Mata adalah pelita hati

In dubiis non est agendum – Dalam kebimbangan janganlah bertindak.

In medio stat virtus – Kebajikan berada di tengah. (Horatius)

In medio tutissimus ibis – Anda aman jika berada di tengah. Aman mengambil jalan tengah. (Ovid)

In necessariis unitas, in dubiis libertas, in omnibus caritas – Dalam keadaan terjepit, persatuan, dalam kebimbangan, kebebasan, dalam semuanya cinta kasih.

Iniqua nunquam regna perpetuo manent – Kerajaan yang tidak adil tidak pernah bertahan selamanya. (Seneca)

Inter arma silent leges – Di antara senjata, diamlah hukum. Di waktu perang hukum tidak berlaku.

Inter caecos regnat strabo – Di antara orang buta, orang bermata juling-lah yang memerintah. (Erasmus)

fall-from-chair-o

Hidup manusia penuh risiko. Musibah datang tiba-tiba, tanpa diundang.

Ius est ars boni et aequi – Hukum adalah seni kebaikan dan keadilan.

Labor omnia vincit – Kerja mengalahkan semuanya. (Virgilius)

Legum servi sumus ut liberi esse possimus – Kita adalah hamba hukum agar kita menjadi orang bebas. Kita adalah budak hukum agar kita dapat meraih kebebasan. (Cicero)

Libertas inaestimabilis res est – Kebebasan adalah sesuatu yang tak ternilai (harganya tak terhitung). (Corpus Iuris Civilis)

Lupus est homo homini – Manusia adalah serigala bagi manusia lain.

Mater artium necessitas – Kebutuhan adalah ibu kesenian

Mea mihi conscientia pluris est quam omnium sermo – Hati nurani saya bernilai lebih banyak daripada semua kotbah. (Cicero)

Medicus curat, natura sanat – Dokter merawat, alam menyembuhkan.

science-blows-minds-o

Mendacem memorem esse oportet – Pembohong harus memiliki ingatan yang kuat. (Quintilianus)

Multi famam, conscientiam pauci verentur – Banyak orang takut nama baik (reputasi), hanya segelintir orang yang takut suara hatinya. (Pliny)

Nam et ipsa scientia potestas es – Pengetahuan adalah kekuatan, kekuasaan. Knowledge is power. (Sir Francis Bacon)

Natura in minima maxima – Alam itu mahabesar pada hal-hal yang amat kecil.

Natura nihil fit in frustra – Alam itu satu kesatuan, tidak terpisahkan

Natura, artis magistra – Alam, guru kesenian.

Nec mortem effugere quisquam nec amorem potest – Tak ada orang yang dapat melarikan diri dari kematian dan cinta.

Nemo autem regere potest nisi qui et regi – Tak ada orang yang mampu memerintah sekarang kalau ia tidak pernah diperintah. (Seneca)

Nemo propheta in patria sua – Tak ada nabi di tanah airnya sendiri.

Nemo surdior est quam is qui non audiet – Tak ada yang lebih tuli daripada orang yang tidak mendengarkan.

Nemo timendo ad summum pervenit locum – Tak ada penakut yang mencapai puncak, tempat tertinggi. (Syrus)

b-a-s-e-jump-o

Nervos belli, pecuniam. (Nervus rerum.) – Saraf perang, uang. Uang adalah saraf perang. (Cicero)

Nihil sub sole novum – Tak ada yang baru di bawah matahari

Nihil tam munitum quod non expugnari pecunia possit – Tiada benteng yang sedemikian kuat yang tidak dapat ditaklukkan dengan uang. (Cicero)

Non est ad astra mollis e terris via – Tak ada jalan mulus dari bumi ke bintang-bintang. (Seneca)

Non est vivere sed valere vita est – Hidup itu sia-sia jika tidak bermakna.

Non mortem timemus, sed cogitationem mortis – Kami tidak takut kematian tapi takut pikiran tentang kematian. Pikiran tentang kematian lebih menakutkan daripada kematian itu sendiri. (Seneca)

Non omne quod nitet aurum est – Tidak semua yang berkilau itu emas.

Non omnes qui habemt citharam sunt citharoedi – Tidak semua yang memiliki sitar adalah pemain sitar. Tidak semua orang yang memiliki alat musik adalah musisi. (Bacon)

Non teneas aurum totum quod splendet ut aurum – Jangan anggap emas setiap benda yang bersinar seperti emas.

science-o 3

Jangan terjebak menilai kemilau emas, intan, dan permata tanpa menyelidiki keasliannya. Jangan menilai orang dari penampilan lahiriahnya.

Non uno die roma aedificata est – Roma tidak dibangun dalam satu hari.

Nulla regula sine exceptione – Tidak ada peraturan tanpa kekecualian.

Nullum magnum ingenium sine mixtura dementiae – Tak ada kejeniusan hebat tanpa tercampur dengan kegilaan.

Nullum saeculum magnis ingeniis clausum est – Tak ada generasi yang berakhir tanpa orang jenius yang hebat. (Seneca)

Numquam aliud natura, aliud sapientia dicit – Tak pernah alam berkata lain dan kebijaksanaan berkata lain.

Omnia vincit amor; et nos cedamus amori – Cinta menaklukkan semua hal; marilah kita pun menyerah kepada cinta. (Vergilius)

Pecunia est non omnis in omnibus sed sine pecunia inveniemus difficultates in omnibus. Uang bukan segala-galanya tapi tanpa uang susah segala-galanya. (S Belen)

mm-democracy-o

Crescit amor nummi, quantum ipsa pecunia crevit – Cinta uang bertumbuh sejalan dengan bertambahnya uang.

Pecunia potest aperire omnia ostia nisi ostium caeli. Uang dapat membuka semua pintu, kecuali pintu surga. (S Belen)

Primus edere deinde philosophari. Pertama-tama makan dulu baru berfilsafat.

poland-apple-o

Perut lapar tak bisa berfilsafat

Primus laborare deinde philosophari. Pertama-tama bekerja dulu baru berfilsafat. (S Belen)

Tantum eruditi sunt liberi – Hanya orang terdidik yang bebas. (Epictetus)

Tantum religio potuit suadere malorum – Betapa hebatnya agama sampai bisa mendorong orang melakukan perbuatan jahat. (Lucretius)

Tempora mutantur, nos et mutamur in illis – Waktu berubah, dan kita berubah bersamanya. (John Owen)

Timor mortis conturbat me – Rasa takut mati membuat saya kacau (bangkrut)

Ubi amor, ibi oculus – Di mana ada cinta, di situ ada mata. Di mana ada cinta, di situ orang mampu melihat kecantikan / kegantengan / kebaikan orang yang dicintai.

Sumber: http://www.inrebus.com/latinphrases_t.php

snsd-run-devil-run-o

Mater artium necessitas est – Kebutuhan adalah ibu kesenian

E pluribus unum – Dari yang banyak, satu. Persatuan dari banyak yang beranekaragam. (Motto Amerika Serikat). Mirip “Bhinneka Tunggal Ika.

Bangsa Amerika Serikat (AS) membutuhkan ratusan tahun untuk mewujudkan motto ini. Banyak tokoh yang berhasil menoreh tonggak perjuangan menegakkan kesamaan hak warga negara. Tokoh yang menonjol adalah Presiden Abraham Lincoln yang menghapus sistem perbudakan.

Di zaman modern tokoh pejuang hak asasi manusia yang melegenda adalah Martin Luther King Junior.

martin-luther-king-jr

Martin Luther King Jr (15 Janauari 1929 – 4 April 1968), pendekar perjuangan hak-hak sipil warga kulit hitam AS dengan menggunakan strategi pembangkangan sipil tanpa kekerasan. mengucapkan pidato yang terkenal “I have a dream” pada tanggal 28 Agustus 1963 di Washington DC, di hadapan ratusan ribu pencinta keadilan yang berdemonstrasi menuntut pemenuhan hak-hak sipil. Pidato bersejarah ini menobatkan Martin Luther King sebagai seorang orator ulung AS.

Tanggal 14 Oktober 1964 King menerima Hadiah Nobel Perdamaian atas perjuangan tanpa kekerasan menentang diskriminasi rasial. Pada akhir hidupnya King memperluas fokus perjuangan dengan memasukkan isu kemiskinan dan Perang Vietnam. Tahun 1968  King merencanakan pendudukan Washington DC dengan sebutan Poor People’s Campaign ketika ia dibunuh pada 4 April 1968 di Memphis, Tennessee.  Pembunuhannya memicu kekacauan di banyak kota besar AS. Pengadilan tahun 1999 menetapkan bahwa pembunuhnya James Earl Ray merencanakan bersama agen-agen pemerintah dalam konspirasi melawan King.

I have a dream that one day this nation will rise up and live out the true meaning of its creed: ‘We hold these truths to be self-evident: that all men are created equal.’

I have a dream that one day on the red hills of Georgia the sons of former slaves and the sons of former slave owners will be able to sit down together at the table of brotherhood.

I have a dream that one day even the state of Mississippi, a state sweltering with the heat of injustice, sweltering with the heat of oppression, will be transformed into an oasis of freedom and justice.

I have a dream that my four little children will one day live in a nation where they will not be judged by the color of their skin but by the content of their character.

I have a dream today.
I have a dream that one day, down in Alabama, with its vicious racists, with its governor having his lips dripping with the words of interposition and nullification; one day right there in Alabama, little black boys and black girls will be able to join hands with little white boys and white girls as sisters and brothers.

I have a dream today.

 

Terjemahan pidato:

Saya punya sebuah mimpi bahwa suatu hari bangsa ini akan bangkit dan menghidupi makna kepercayaannya (kredonya): “ Kita memegang kebenaran yang sudah jelas: bahwa semua manusia diciptakan setara.”

Saya punya sebuah mimpi bahwa suatu hari di bukit merah Georgia anak-anak mantan budak dan anak-anak mantan pemilik budak akan dapat duduk bersama di meja persaudaraan.

Saya punya sebuah mimpi bahwa suatu hari negara bagian Mississippi, sebuah negara bagian yang diteriki panas ketidakadilan, diteriki panas penindasan, akan ditransformasi ke dalam sebuah oase kebebasan dan keadilan.

Saya punya sebuah mimpi bahwa empat anak kecilku suatu hari akan hidup dalam sebuah bangsa di mana mereka tidak akan dinilai menurut warna kulitnya tapi menurut isi karakternya.

Saya punya sebuah mimpi hari ini.

Saya punya sebuah mimpi bahwa suatu hari, nun di Alabama, dengan para rasis yang ganas, dengan gubernur yang bibirnya mengeluarkan kata-kata penempatan dan pembatalan; suatu hari tepat di sana di Alabama, anak kecil lelaki dan perempuan hitam akan dapat berjabat tangan dengan anak kecil lelaki dan perempuan putih sebagai saudari dan saudara.

Saya punya sebuah mimpi hari ini.

(Terjemahan S Belen)

martin-luther-king-jr-o 3

 Sumber:

http://en.wikipedia.org/wiki/Martin_Luther_King,_Jr.

Topik posting yang berhubungan:

 Queen

https://sbelen.wordpress.com/2014/04/12/kata-mutiara-bahasa-latin-tentang-kesehatan/

https://sbelen.wordpress.com/2008/11/26/mutiara-kata-ihwal-kehidupan-kata-mutiara-bahasa-latin/

https://sbelen.wordpress.com/2008/09/01/kata-kata-bijak-peribahasa-latin/

https://sbelen.wordpress.com/2008/08/31/ungkapan-populer-bahasa-latin/

https://sbelen.wordpress.com/2008/08/13/peribahasa-latin-tentang-cinta/

 

Advertorial

alam penyembuh compressed (2)

Desain polo shirt putih crop 2

Sano adalah ramuan herbal pencegah dan penyembuh beragam penyakit. Kunjungilah posting:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Kartu nama Yuni Juni 2015

.

Khasiat FIDES & HP pemesanan

Kunjungilah: https://sbelen.wordpress.com/2015/06/11/habbatussauda-jintan-hitam-bawang-putih-jahe-lemon-madu-diabetes-stroke-penyakit-komplikasi-sembuh-tubuh-sehat/

Filsafat tentang permainan & permainan menurut riset otak

Desember 27, 2009

Bung Martin Bhisu dari Paraguay mengingatkan tulisan Fritz Lake di majalah ACADEMIA, milik Senat STFK Ledalero, Maumere, Flores tentang pemikiran seorang filsuf Belanda. (saya tidak tahu namanya). Menurut filsuf ini, semua kebudayaan berasal dari permainan. Benar, analisis Anda, permainan menanamkan kreativitas, dan semua kebudayan adalah ekspresi dari kreativitas manusiawi.

Saya telepon Fritz Lake tapi teleponnya tak bisa dihubungi, hanya sms menanyakan siapa nama filsuf Belanda itu. Sambil menanti sms balasan, iseng-iseng saya coba browse di google, dan menemukan nama filsuf itu, yaitu Johan Huizinga yang menulis buku Homo Ludens atau “Man the Player” (“Playing Man”), terbit tahun 1938. Beliau sendiri wafat tahun 1945. Lihat http://en.wikipedia.org/wiki/Homo_Ludens_%28book%29.

Huizinga berpendapat bahwa permainan adalah awal pertama dan merupakan suatu kondisi yang perlu bagi lahirnya sebuah kebudayaan. Binatang-lah yang pertama-tama bermain dalam ulasannya tentang kerangka evolusi permainan. Salah satu aspek permainan yang amat signifikan (manusiawi dan kultural) adalah kesenangan. (It is fun). Permainan adalah fungsi manusiawi paling fundamendal yang melahirkan semua kebudayaan sejak dari awal.

Lima ciri khas permainan menurut Huizinga adalah:

  1. Bermain itu bebas, ia dalam kenyataannya adalah kebebasan.
  2. Permainan bukanlah kehidupan yang “biasa” atau “riil”.
  3. Permainan berbeda dari kehidupan “sehari-hari” menurut tempat dan lamanya (durasi).
  4. Permainan menciptakan aturan dan ia adalah aturan itu sendiri. Permainan menuntut keteraturan mutlak dan tertinggi.
  5. Permainan tidak berhubungan dengan kepentingan material dan tak ada keuntungan (profit) yang dapat diperoleh darinya.

Kata dan gagasan tidak lahir dari pemikiran ilmiah atau logis tapi dari bahasa yang kreatif. Dari sekian banyak istilah permainan, terutama dari ludus dalam bahasa Latin, ia menunjukkan persamaan permainan dengan “perjuangan yang serius” dan aplikasi erotis.

Kebudayaan lahir dalam bentuk permainan sejak awal mula. Kehidupan sosial yang lebih tinggi berhubungan dengan bentuk-bentuk suprabiologis, dalam bentuk permainan yang meningkat nilainya. Ia tidak memaknai bahwa permainan berubah menjadi kebudayaan. Ia mensejajarkan permainan dan kebudayaan dan membahasnya sebagai sebuah kesatuan bayi kembar, namun ia menegaskan bahwa permainan-lah yang muncul lebih dulu dari kebudayaan.

Permainan itu menjelma dalam 3 bentuk tuntutan hukum yang didahului masyarakat purba, yaitu the game of chance, kontes, dan perang kata.

Orang dapat menyebut masyarakat sebagai sebuah permainan dalam arti formal jika diingat bahwa sebuah permainan adalah prinsip hidup semua peradaban. Tanpa kehadiran semangat peradaban sebagai permainan tak mungkinlah lahir peradaban.

Bagi manusia purba, berbuat atau melakukan dan keberanian adalah power, tetapi mengetahui adalah kekuatan magis. Mengetahui apa pun berhubungan langsung dengan aturan kosmos itu sendiri.

Puisi lahir dari permainan kata sudah sejak era penyair purba. Karena efek matafora terdiri dari deskripsi hal-hal atau kejadian-kejadian yang berhubungan dengan kehidupan dan gerakan, kita berada di jalan menuju personifikasi. Merepresentasi hal yang bukan jasmaniah dan benda mati sebagai seorang manusia pribadi adalah jiwa seluruh mitos dan hampir semua puisi.

Permainan berhubungan juga dengan musik dan tarian. Arsitek, pematung, pelukis, kartunis, seniman keramik, dan seniman dekorasi walaupun memiliki impuls kreatif, dikuasai, diatur oleh disiplin, “selalu menjadi subjek terhadap keterampilan dan ketangkasan dalam menggunakan tangan.”

Peradaban pada tahap awal tidak datang dari permainan seperti seorang bayi lahir dari rahim ibu, tapi ia lahir dalam dan sebagai permainan dan tidak pernah meninggalkan permainan itu.

Dalam politik zaman modern faktor permainan hadir dalam semua aturan pemilihan umum bahkan lebih jelas. Jauh sebelum sistem dua partai di Amerika Serikat, pemilihan umum di Amerika berkembang seperi sebuah olahraga nasional (national sport).

Kata mutiara:

“Biarlah permainanku menjadi belajarku, dan belajarku menjadi permainanku.”

“Anak tertawa: Permainan adalah kebijaksanaanku dan cintaku.” “Anak muda bernyanyi: Cinta adalah kebijaksanaanku dan permainanku.” “Orang tua diam: Kebijaksaan adalah cintaku dan permainanku.” (Lucian Blaga, 3 wajah).

Bermain mencerdaskan otak anak

Dari segi riset otak disimpulkan bahwa:

  1. DUNIA FISIK ADALAH DUNIA TEMPAT SEMUA AKTIVITAS BELAJAR BERASAL. Gerakan kepala mengarahkan organ indrawi kita – mata, telinga, hidung, dan lidah) terhadap input dari lingkungan.
  2. GERAKAN AMAT VITAL BAGI SEMUA TINDAKAN BELAJAR, pemahaman kita, dan diri kita. Gerakan janin dalam kandungan adalah awal pengetahuan dan pengalaman bagi manusia tentang hukum gravitasi.

“Gerakan adalah pintu menuju aktivitas belajar” (Paul Dennison). Gerakan membangkitkan dan mengaktifkan kapasitas mental kita. Gerakan duduk, berdiri, berjalan, dan berlari waktu bayi membantu kita kelak menciptakan karya seni yang indah lewat proses yang rumit.

Gerakan membuat kita mampu mengungkapkan kesedihan, amarah, kebahagiaan, dan cinta. Menulis angka dan huruf mengikuti gerakan yang dituntut agar terbaca waktu kita melihatnya dengan indra mata. Gerakan yang terpadu dengan pengindraan membuat kita mampu bermain, menghubungkan, dan menciptakan pemahaman baru.

Melalui gerakan kita dapat menyalurkan pikiran dan perasaan kita ke dalam kata-kata dan mimik serta ekspresi tubuh.

Kompetensi dokter, seniman, musikus, ilmuwan, dan profesi lainnya berkembang dalam jaringan internal yang rumit antara PIKIRAN, OTOT, dan EMOSI.

Dalam proses belajar, amat penting membiarkan seseorang bergerak, mengeksplorasi gerakan, dan keseimbangan dalam lingkungannya. Apakah berjalan di titian, memanjat pohon, menyeberangi banjir, berenang, melompati kursi, koprol, berlari, berlutut, merangkak, atau melempar. Karena itu, dalam kegiatan belajar sebaiknya siswa melakukan kegiatan pengamatan atau memegang benda 3 dimensi, membuat gambar 2 dimensi, lalu membuat tulisan 2 dimensi.

Tahapan memperkenalkan tulisan kata kepada anak kelas 1 SD adalah:

☻    Mengamati / memegang buah apel

☻    Menggambar buah apel

☻    Menulis kata apel

Jika seorang anak mengalami ketertinggalan dalam pelajaran di sekolah, karena mengalami hambatan mental atau kesulitan belajar yang serius, solusinya adalah menambah permainan dalam aktivitas bimbingan guru. Anak itu bisa membuat loncatan quantum, misalnya dari tidak bisa membaca, menulis, atau pun berkomunikasi pada level kelas 2 SD sampai ke level kemampuan anak kelas 5 SD yang bisa membaca, menulis, dan berkomunikasi jika ditambahkan gerakan dalam kegiatan sehari-hari, yang dijelmakan dalam bentuk permainan. LONCATAN KEMAMPUAN YANG TIBA-TIBA ITU DISEBABKAN OLEH TAMBAHAN GERAKAN DALAM KEGIATAN SEHARI-HARINYA. Gerakan itu bisa dalam bentuk kegiatan, seperti:

☻    Senam otak

☻    Sepak bola

☻    Seni; dan

☻    Musik.

Ulasan tentang filsafat permainan Huizinga dan paparan hasil riset otak dapatlah disimpulkan pada gambar berikut ini.

Seluruh aktivitas manusia dikendalikan dan bergantung kepada kinerja otak. Imajinasi yang berkembang pada otak mendorong kreativitas berpikir dan bertindak (berbuat). Kreativitas selanjutnya dilaksanakan melalui beragam tindakan manusia yang lahir dari gerakan tubuh. Dari seluruh gerakan tubuh ada gerakan yang diwujudkan dalam bentuk permainan. Ditinjau dari pandangan filsafat Huizinga dapatlah dikatakan bahwa aneka-ragam tindakan (actions) manusia melahirkan kebudayaan. Namun, permainan berperan menciptakan kondisi yang perlu bagi lahirnya sebuah kebudayaan. Mengapa? Karena permainan mengalun mengikuti irama kreativitas dan kreativitas mengalun mengikuti irama imajinasi.

Baca juga Rules, Play and Culture: Towards an Aesthetic of Games, oleh Frank Lantz & Eric Zimmerman dalam

http://www.ericzimmerman.com/texts/RulesPlayCulture.htm

Iklan

Sepeda jatuh di kolam

Sakit herpes

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

sano-sembuhkan-herpes

Kartu nama Yuni 2

Rumah terowongan di Houston, AS

Desember 21, 2008

tunnel-house-01httpwwwfoundshitcominverted-tunnel-house-dan-havel-and-dean-ruck1

tunnel-house-02httpwwwfoundshitcominverted-tunnel-house-dan-havel-and-dean-ruck1

tunnel-house-03httpwwwfoundshitcominverted-tunnel-house-dan-havel-and-dean-ruck1

tunnel-house-04httpwwwfoundshitcominverted-tunnel-house-dan-havel-and-dean-ruck

Sumber: tunnel-house-01.httpwww.foundshit.cominverted-tunnel-house. Dan Havel and Dean Ruck

Hidup dalam warna di Jepang

Desember 21, 2008

reversible-apartments-01httpwwwfoundshitcommitaka-japan-loftsliving-in-color-by-by-arakawa-madeline-gins

reversible-apartments-02httpwwwfoundshitcommitaka-japan-loftsliving-in-color-by-by-arakawa-madeline-gins

Sumber: reversible-apartments-01.httpwww.foundshit.commitaka-japan-lofts.Living in color by by Arakawa & Madeline Gins

Rumah menyerang rumah

Desember 21, 2008

erwin-wurm-house-01httpwwwfoundshitcomcategoryamazingpage3house-attack-by-by-erwin-wurm1

erwin-wurm-house-02httpwwwfoundshitcomcategoryamazingpage3house-attack-by-by-erwin-wurm1

Sumber: erwin-wurm-house-01.httpwww.foundshit.comcategoryamazingpage3.House Attack by by  Erwin Wurm

Perbanyak gunakan tangan kiri untuk mengembangkan otak kanan!

Agustus 30, 2008

Menurut neurosains, tangan kiri kita dikontrol belahan kanan otak. Sedangkan, tangan kanan kita dikontrol belahan kiri otak.

Terbanyak manusia lebih banyak menggunakan tangan kanannya untuk melakukan aktivitas atau kegiatan. Anak-anak di negeri-negeri Barat lebih beruntung karena mereka boleh memberi kepada orang lain dan menerima dari orang lain dengan tangan kiri. Di negeri-negeri Timur, apalagi di Indonesia memberi dan menerima dengan tangan kiri dipandang tak sopan. Nasihat rutin ibu dan ayah waktu anak berjabat tangan atau memberi dan menerima adalah memakai tangan kanan. Mengapa kita begitu menyepelekan tangan kiri? Apa gerangan kesalahan tangan kiri? Bukankah Tuhan memberikan kepada manusia dua tangan untuk dipakai tanpa pesan bahwa tangan kanan lebih baik dari tangan kiri?

Dibandingkan dengan tangan kanan, tangan kiri terlalu sering menganggur. Tidak sering digunakan. Apa akibatnya terhadap perkembangan otak?

Jika kita terlalu sering menggunakan tangan kanan, stimulus atau rangsangan selalu diberikan kepada belahan kiri otak. Potensi otak kiri seperti kecerdasan matematika, kecerdasan logika, kecerdasan bahasa, dan kecerdasan intelektual terlalu sering mendapatkan stimulus. Otak kiri lebih sering bekerja dan amat terbebani. Yang berkembang pesat dan cukup maksimal adalah potensi kecerdasan otak kiri.

Patung saja memakai tangan kiri. Mengapa kita terlalu sering menggunakan tangan kanan?

Jika kita harapkan kreativitas berpikir, kemampuan memecahkan masalah, kecerdasan seni, kecerdasan spiritual, bahkan kecerdasan seksual berkembang maksimal, satu kiat yang amat murah dan mudah adalah memperbanyak atau melipatgandakan penggunaan tangan kiri. Karena, potensi tersebut berada di belahan kanan otak. Dengan cara ini belahan kanan otak diberi lebih banyak stimulus.

Nah, kita menginginkan anak-anak kita kreatif, mampu memecahkan masalah, berdaya cipta dalam bidang seni, menjadi anak yang memiliki kehidupan rohani yang baik, dan bahkan mampu mengendalikan dorongan seksual tatkala remaja. Potensi tersebut terletak di belahan kanan otak anak. Dan, hasil riset menunjukkan bahwa sukses terbanyak manusia dalam pekerjaan dan kehidupan justru disumbangkan oleh potensi belahan kanan otak tersebut. Sumbangan EQ (kecerdasan emosional) dan SQ (kecerdasan spiritual) serta kecerdasan otak kanan lainnya terhadap sukses dalam pekerjaan dan kehidupan sekitar 95%. Sumbangan IQ atau potensi belahan kiri otak hanya sekitar 5%. Sudah pasti kita mengharapkan anak-anak kita berhasil dalam pekerjaan dan kehidupannya nanti. Baca juga post saya pada www.sbelen.wordpress.com dengan judul:

  • Gaya belajar otak kiri dan otak kanan
  • Kinerja otak dan belajar aktif
  • Apa yang mendorong orang bertindak?
  • Apa gaya belajarku? Otak kiri, otak kanan, atau kombinasi?


Nah, doronglah anak agar lebih sering menggunakan tangan kirinya. Sebagai guru atau orang tua, tunjukkan contoh, teladan lebih sering menggunakan tangan kiri. Atau, perlukah kita ikat tangan kanan anak ke badannya sehingga ia terpaksa memakai tangan kiri? Boleh saja, tapi lebih tepat sasaran jika kita ikat dulu tangan kanan guru dan orang tua agar mereka lebih sering menggunakan tangan kiri.

Meningkatkan frekuensi penggunaan tangan kiri dapat dimulai dengan selalu menyisir rambut dengan tangan kiri. Bisa juga bila mengambil barang, dahulukan memakai tangan kiri. Setelah terbiasa, yang lebih sulit adalah membiasakan menulis dengan tangan kiri.

Iklan

book-of-mormon-dance

Osteoporosis

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

Sano sembuhkan osteoporosis

Kartu nama Yuni 2