Posts Tagged ‘SD model’

Anak-anak Batak berlatih sikat gigi

Oktober 24, 2009

SD Lumban Soit Taput

Sejak Juli 2009 keluarga Gunawan Hutauruk memprakarsai pengembangan 3 SD model Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dan PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan) di Kecamatan Sipoholon, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara. Ke-3 SD model itu adalah SD Lumban Soit, SD Garaga, dan SD Lumban Baringin.

Pengembangan model dilakukan melalui pendampingan langsung ke sekolah melalui inhouse training. Tenaga pengembang yang bekerja sehari-hari di sana adalah Nia Susanti sedangkan kami hanya datang melatih setiap bulan.Selama 1 bulan Kartini Tongo-tongo telah membantu pendampingan di sana.

Gambar anak-anak kelas I di atas memperlihatkan betapa sehatnya anak-anak yang sebelumnya tampak kurang gizi. Untuk meningkatkan gizi diadakan program minum susu 4 x dan makan bubur kacang hijau 1 x per minggu untuk anak-anak kelas I dan II. Setelah berlangsung 3 bulan, anak-anak tampak lebih sehat, lebih hidup-hidup, dan lebih gesit bergerak.

Selain itu, anak-anak dilatih pula cara menggosok gigi, mencuci tangan, dan membasuh wajah dengan benar. Silahkan klik file powerpoint ini!

Cara anak gosok gigi & cuci muka

Silahkan klik juga video tentang permainan jual-beli anak-anak SD Garaga, Sipoholon sebagai salah satu acara school assembly yang dilakukan di lapangan berikut ini!

http://www.youtube.com/watch?v=jzYxUZi54Es

Selamat menyaksikan!

Iklan

Sikat kepala

Tubuh bugar berstamina

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

sano-tingkatkan-stamina-kebugaran-tubuh

Kartu nama Yuni 2

Iklan

Guru masuk bui. Pertanyaan tentang UU Perlindungan Anak.

Agustus 29, 2009

04gusurp

Anak adalah insan yang harus dilindungi, bukan manusia mungil yang dipukul orang tua di rumah dan guru di sekolah.

Dalam mengembangkan SD model Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) & Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAKEM) atau belajar aktif melalui inhouse training atau pendampingan langsung kepada para guru dan kepala sekolah, kami menekankan penghentian kekerasan kepada anak. Kekerasan tidak hanya terbatas kepada kekerasan fisik tetapi juga kekerasan verbal melalui bentakan dan hardikan kepada anak.

Pada tanggal 24 – 27 Agustus kami menatar para guru, kepala sekolah, pengawas SD, kepala dinas pendidikan kecamatan, dan pimpinan yayasan di Hokeng, Flores Timur, yang diselenggarakan World Vision Indonesia (WVI). Di tempat penataran yang sama, berlangsung pelatihan bagi petani penggerak dari berbagai daerah di NTT mengenai pertanian organik.

Khusus mengenai kekerasan kepada anak, kami memanggil 10 anak SD dari kelas III dan V dari 2 SD dekat tempat pelatihan. Anak-anak ini membuat gambar tubuh (body mapping) dan menuliskan pada organ tubuh yang mana mereka mendapatkan pukulan, tamparan, cubitan, jeweran, lemparan dengan penghapus, atau disuruh berlutut. Pada tiap kekerasan pada tiap organ tubuh dituliskan alasan mengapa mereka mendapatkan perlakuan kekerasan fisik serta perasaan yang dirasakan badan dan hati (batin). Setelah itu, dilakukan body mapping para peserta dengan merefleksikan dan menggambar serta menulis kekerasan fisik yang dulu mereka alami di SD tempo dulu.

Ternyata rantai kekerasan belum terputus. Sama seperti orang yang melakukan sodomi adalah korban sodomi waktu kecil, para guru hanya meneruskan tradisi kekerasan.

Pada hari terakhir, kami mengumpulkan para petani penggerak yang dilatih di tempat yang sama untuk melihat gambar dan tulisan kekerasan baik yang dialami anak SD sekarang dan yang dialami pendidik di SD tempo dulu. Anehnya, dalam diskusi masih ada petani (orang tua murid) yang mendukung pukulan kepada anak di sekolah.

Kami berkomentar, mengapa Anda berani hanya kepada anak-anak kecil yang tak berdaya, yang tak kuasa melawan, yang berada dalam kekuasaan Anda. Mengapa Anda tidak berani berhadapan laki-laki sama laki-laki ditantang berkelahi karena sama-sama jantan? Mengapa Anda hanya berani dengan anak-anak yang sebenarnya tidak dilahirkan sebagai anak nakal atau anak bodoh, yang harus Anda lindungi dan kasihi?

2085763115_a85fcae13c

Tak ada anak yang dilahirkan sebagai anak nakal. Kenakalan anak adalah buah kenakalan orang tua dan guru.

Bersama para pendidik yang menjadi peserta penataran kami membahas Undang-Undang Perlindungan Anak No. 23 Tahun 2002. Berikut ini kami lampirkan Pertanyaan tentang UU tersebut pada powerpoint berikut ini. Silahkan klik di sini! Pertanyaan UU Perlindungan Anak

Iklan

1349816165214603_animate

 

Osteoporosis

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

Sano sembuhkan osteoporosis

Kartu nama Yuni 2

School assembly: Cerita dari Kalumata, Ternate, Maluku Utara

Mei 5, 2009

Sejak Maret 2009, sebagai konsultan Save the Children, bersama Pak Miftahudin, education specialist Save the Children Jakarta, kami berupaya mengembangkan 5 SD model dalam pendekatan belajar aktif dan MBS (Manajemen Berbasis Sekolah). Pengembangan ini dilakukan melalui pendampingan langsung berupa inhouse training langsung di sekolah. Lima SD yang terpilih adalah SDN Maliaro, SDN Kalumata I, dan SDN Tarau di Pulau Ternate, SDN Cobodoe di Pulau Tidore, dan SD Inpres Babang di Pulau Bacan (Kabupaten Halmahera Selatan). Pimpinan Staf Save the Children Maluku Utara yang mendampingi kami adalah Wilson Sitorus, Harun Anggo, dan Mahyuddin, sedangkan staf pendamping antara lain Nia Susanti, Fujiono, Erwin, Kartini, Agi, dan Jaelani.

dsc_0005

Anak-anak SD Cobodoe, Pulau Tidore sedang bekerja kelompok dalam pelajaran IPA.

dscn3255

Guru-guru SD Inpres Babang sedang berpraktik membuat model kapal setelah kunjungan observasi ke kapal di dermaga Babang yang hanya berjarak 300 m dari sekolah

Walaupun pengembangan SD model ini hanya berlangsung 3 bulan, gejala-gejala perubahan mulai tampak pada kinerja kepala sekolah, staf guru, dan aktivitas belajar anak-anak. Bagi saya pribadi, senyuman yang tampak pada wajah anak-anak polos di “udik” Indonesia ini memberikan semangat bagi tim kami untuk terus mencari solusi bersama para kepala sekolah dan guru untuk melakukan terobosan inovasi.

dscn3150

Seorang anak membaca puisi dalam school assembly di SD Inpres Babang, Bacan, Kabupaten Halmehera Selatan

Salah satu bentuk aktivitas yang diperkenalkan adalah school assembly yang dilakukan sekali seminggu, biasanya pada hari Sabtu. Pada sekali kesempatan kegiatan ini diikuti anak-anak kelas 1, 2, dan 3 dan kesempatan minggu depan anak-anak kelas 4, 5, dan 6. Jika ruang memungkinkan, kegiatan dapat dilakukan seluruh kelas.

Ini adalah salah satu bentuk nyata upaya menciptakan kesempatan bagi anak-anak untuk belajar menampilkan hasil karya belajarnya selama 1 s.d. 2 minggu. Ini adalah kesempatan berpentas untuk melatih anak meningkatkan rasa percaya diri, berani tampil di depan banyak orang, dan berbagi pengalaman dengan sesama siswa. Berbagai kompetensi siswa, seperti berdeklamasi, bermain drama, bermain musik, bernyanyi, memimpin lagu, menari, bercerita, dan berpidato dapat ditumbuhkembangkan dalam acara berkala ini. Kepala sekolah dan guru secara bergantian bercerita atau membaca cerita yang menarik bagi siswa. Pada acara ini berbagai pesan sarat makna dapat disampaikan dalam suasana santai dan ceria. Orang tua dan komite sekolah terkadang diundang untuk menyaksikan acara ini.

dscn3152

Anak-anak SD Inpres Babang menyanyikan lagu yang teksnya dikarang kelompok ini sambil diiringi alat-alat musik dalam school assembly

pic_1625

Anak-anak SDN Maliaro di Ternate sedang mementaskan musik kasidah dalam school assembly di sekolah ini.

Berikut ini, kami sajikan “Cerita dari Kalumata” yang ditulis Nia Susanti. Silahkan klik di sini! school-assembly_kalumata_nia1

Advertorial

Animation_of_the_sick_distributed_Bupparai_traditional_ceremony

Sakit stroke

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

sano-sembuhkan-stroke

Kartu nama Yuni 2