Posts Tagged ‘saham’

Anda ingin jadi orang kaya, milyarder? Apa saja faktor suksesnya?

Juni 14, 2016

pikiran milyarder 1

Thomas J Stanley mengirim kuesioner dan melakukan interview mendalam terhadap 733 milyarder di Amerika Serikat. Dari daftar faktor sukses menjadi milyarder dipilih 100 faktor. Kemudian, ke-100 faktor itu disaring lagi menjadi 30 faktor sukses yang penting.

Apakah anda memiliki pikiran milyarder? Inilah 10 faktor sukses yang didaftar sendiri oleh para milyarder yang amat penting yang menentukan sukses mereka:

  1. Jujur terhadap semua orang

jujur, tidak nyontek

Ogah nyontek seperti anak ini

tolak uang

.

2. Disiplin

disiplin-waktu

.

3. Mudah bergaul dengan orang lain

pergaulan

.

4. Punya pasangan hidup yang mendukung

true-love

????????????????????????????????????

.

5. Bekerja keras lebih dari kebanyakan orang

Kerja keras

.

6. Mencintai apa yang dikerjakan (mencintai karier / bisnisnya)

Mencintai pekerjaan

.

7. Memiliki ciri-ciri kepemimpinan yang kuat

great leader

.

8. Memiliki semangat /kepribadian yang amat kompetitif

marathon

.

9. Mengelola kehidupan dengan baik (amat terorganisasi)

Atur jadwal kegiatan

.

10. Mampu menjual gagasan / produknya

jual obat

Jual obat di keramaian

.

Delapan dari 10 faktor sukses milyarder justru menyangkut ciri-ciri karakter individual, kecuali No. 4 Punya pasangan hidup (istri atau suami) yang mendukung dan No. 10 Mampu menjual gagasan / produknya.

Walau demikian, memilih pasangan hidup juga mencerminkan ciri karakter yang berhati-hati, penuh perhitungan, tidak sembarangan. Dan, ia memilih pasangan hidup yang mendukung karena ia mudah bergaul dengan orang lain. Ia memilih pasangan hidup yang tepat dari teman-teman gaulnya. Demikian pula, mampu menjual gagasan / produknya didukung ciri karakter mudah dan pandai bergaul dengan orang lain, mencintai karier atau bisnisnya, dan memiliki semangat dan kepribadian yang amat suka bersaing.

karakter

Orang yang berpikiran milyarder itu amat percaya diri, percaya atas kemampuan dirinya. Memiliki mentor yang baik justru berada pada urutan ke-15 dan memiliki penasihat investasiyang hebat pada urutan ke-29.

sumo anak kecil percaya diri

Anak kecil ini amat percaya diri

faktor sukses

Berapa banyak faktor sukses menurut pendapat anda? Berapa banyak faktor yang amat penting menurut pendapat anda?

Energi

Memiliki energi luar biasa dan memiliki tubuh yang sehat agar fit secara fisik dimasukkan dalam daftar 30 faktor sukses milyarder.

pikiran milyarder 5

Kesehatan adalah anugerah terbesar, kebahagiaan adalah kekayaan terbesar, kesetiaan adalah relasi yang terbaik

pikiran milyarder 6

Kekayaan terbesar anda adalah kesehatan anda

.

Inilah faktor sukses yang tersisa lainnya:

pikiran milyarder 7

.

  1. Membuat investasi yang bijaksana

Investasi

.

12. Melihat peluang yang tidak dilihat orang lain

Melihat peluang

.

13. Senang menjadi bos untuk diri sendiri

Bos

.

14. Suka mengambil risiko finansial yang memberikan keuntungan yang bagus

ambil risiko

.

15. Memiliki mentor yang baik

Mentoring

.

16. Memiliki dorongan untuk dihargai dengan baik

Lionel Messi

.

17. Berinvestasi di bisnisnya sendiri

Investasi bisnis

.

18. Mendapatkan kesempatan yang menguntungkan

peluang profit

.

19. Memiliki energi yang luar biasa

Energi

.

20. Sehat secara fisik

Lari pagi

.

21. Memiliki kecerdasan IQ / kecerdasan intelektual yang tinggi

Ketik

.

22. Memiliki spesialisasi

Expert

.

23. Studi di universitas atau perguruan tinggi papan atas

??????????????????????????????????????????????????????????

.

24. Tidak peduli kritik para pengacau

puji dan kritik

.

25. Hidup di bawah standar kekayaannya

hitung budget

.

26. Memiliki iman religius yang kuat

meditasi-teta

.

27. Beruntung

lucky

.

28. Berinvestasi pada saham perusahaan publik

Bursa efek Indonesia

.

29. Memiliki penasihat investasi yang hebat

Penasihat investasi

.

30. Juara kelas atau meraih ranking top di kelas

Juara kelas

.

pikiran milyarder 8

733 milyarder disurvei Dr. Thomas J. Stanley

pikiran milyarder 9

Stanley adalah pengarang, dosen, dan peneliti yang melakukan studi tentang milyarder sejak tahun 1973. Ia menulis beberapa buku best selling, termasuk “The Millionaire Next Door,” (Milyarder di Rumah Sebelah) “Marketing to the Affluent,” (Memasarkan kekayaan), dan “The Millionaire Mind” (Pikiran Milyarder).

Orang-orang superkaya, milyarder AS terbanyak bukan terpintar atau juara kelas. Mereka adalah orang the average level, biasa-biasa saja, tidak menonjol secara akademis. Karena tak berprestasi mereka mudah bergaul agar survive. Mereka juga tamat dari sekolah atau perguruan tinggi biasa, bukan yang ngetop atau favorit. Itulah hasil penelitian Thomas J Stanley terhadap 733 milyarder AS.

tak naik kelas

.

Hasil penelitian Thomas J Stanley, PhD mungkin akan mengubah apa yang anda percayai.

Ringkasan / catatan dari buku The Millionaire Mind yang ditulis bwillett555 tahun 2014

Thomas Stanley Ph D menulis buku The Millionaire Next Door tahun 1996.  Buku ini menonjolkan bagaimana para milyarder mengumpulkan kekayaan mereka; mereka mengklasifikasi milyarder sebagai orang yang memiliki rata-rata kekayaan lebih dari 1 juta dollar atau Rp 13 milyar. Lanjutan buku ini adalah buku The Millionaire Mind yang terbit tahun 2000.

The Millionaire Mind.

Berikut ini sejumlah hal yang perlu ditonjolkan dari buku The Millionaire Mind oleh Thomas Stanley PhD.

Statistik tentang 733 milyarder ini:

Rumah Warren Buffett

Rumah tinggal orang terkaya dunia, Warren Buffett

  • Kebanyakan tinggal di rumah tua yang dibangun tahun 1950-an dan bahkan ada yang dibangun tahun 1940-an di lingkungan pemukiman dan kota yang mapan.
  • 92% milyarder ini kawin dan 1 dari 4 milyarder kawin dan hidup setia dengan pasangannya rata-rata sudah 28 tahun. Hanya 3% yang menjadi duda atau janda. Dan, hanya 2% yang tidak pernah kawin.
  • 95% milyarder itu memiliki anak dan rata-rata memiliki 3 anak.
  • Rata-rata mereka memiliki kekayaan 9,2 juta dollar atau sekitar Rp119,6 milyar atau median sekitar 4.3 juta dollar atau Rp55,9 milyar.
  • Pendapatan 749 000 dollar atau Rp9,7 milyar; median 436 000 dollar atau Rp5,7 milyar per tahun.
  • Mereka rata-rata tidak pernah membeli mobil mahal yang berharga lebih dari Rp41 000 atau sekitar Rp533 juta.
  • Mereka tidak pernah membeli cincin kawin lebih dari $4 500 atau Rp58,5 juta.
  • Tidak suka menggunting rambut dengan harga mahal.
  • Tidak pernah membeli rumah seharga $340 ribu atau Rp 4,42 milyar.
  • Hanya 2% yang memiliki rumah warisan.
  • 61% tidak pernah mendapatkan warisan atau pemberian dari orang lain untuk mengumpulkan kekayaannya.
  • Hanya 1 dari 4 yang membeli rumah seharga Rp13 milyar.
  • 1 dari 3 milyarder adalah pemilik perusahaan bisnis. Merekalah yang terkaya.
  • 1/5 merupakan eksekutif senior pada sebuah perusahaan.
  • 1/10 adalah pengacara.
  • 1/10 adalah dokter.
  • 1/3 adalah middle managers, sales professionals, insinyur, dan profesor.
  • 50% istri mereka tidak bekerja di luar rumah.
  • 90% adalah tamatan perguruan tinggi.
  • 50% memiliki gelar lanjutan (data tentang tingkat pendidikan ini wajar untuk AS yang telah mencapai tingkat partisipasi pendidikan yang tinggi).
  • Rata-rata berusia 54 tahun.

Buku ini menonjolkan 8 bidang yang amat penting bagi para milyarder, untuk menjadi milyarder dan akhirnya memiliki apa yang disebut pengarang buku ini “The Millionaire Mind”, pikiran milyarder.

 

  1.  Faktor sukses

faktor sukses

.

Ke-733 milyarder ini diminta membuat urutan 30 faktor sukses. Ke-30 faktor sukses ini berasal dari 100 faktor sukses yang diciptakan pengarang setelah melakukan interview dan riset lain terhadap kelompok-kelompok milyarder ini.

Dari ke-30 faktor sukses pada urutan teratas adalah kejujuran, disiplin, dan keterampilan sosial. Saya kira ada sesuatu di sini yang akan membuat kita kaget.

Mengenai 3 faktor sukses tertinggi, para milyarder memberi komentar berikut ini:

  • Integritas bukanlah tanda gagal belajar.
  • Milyarder tidak menunggu orang mengatakan kepada mereka apa yang harus dikerjakan dalam pekerjaan, dalam kehidupan pribadi mereka atau dalam hal yang lain. Mereka menentukan agendanya sendiri. Mereka menciptakan tujuannya sendiri.
  • Saya adalah penyelesai atau orang yang menyelesaikan dalam masyarakat orang yang memulai, para pemrakarsa.
  • Mengambil kredit mobil Mercedes tidak akan membuatmu kaya.
  • Menemukan sumber disiplin bila anda menemukan bahwa anda kurang disiplin. Kata mereka, kami kadang-kadang kurang disiplin, tapi perbedaannya adalah orang yang berpikiran milyarder menyadari kekurangannya dan mencari solusi mendisiplinkan diri bila diperlukan.
  • 94% milyarder menempatkan kepandaian bergaul dengan orang sebagai satu faktor paling penting agar menjadi kaya.
  • Para milyarder mengakui bahwa mereka harus memiliki sikap bersyukur dan sadar bahwa kita semua saling membutuhkan untuk mencapai apa yang kita inginkan.
  • Menjadi pemimpin di tempat kerja, kita harus memiliki keterampilan sosial dan kemampuan bergaul dengan orang lain. Ini tidak hanya penting jika kita ingin bertumbuh di perusahaan dan mendapatkan promosi, tapi juga perlu agar kita mampu membuat apa yang direncanakan itu terlaksana, yang akan membuat kita dapat menyelesaikan pekerjaan, diperhatikan, dan dipromosikan. Jika anda adalah pemilik perusahaan, keterampilan sosial adalah satu keharusan untuk menumbuhkembangkan perusahaan anda.
  • Akhirnya, disiplin melakukan apa yang tidak ingin anda lakukan, ketika anda tahu pekerjaan itu harus dilaksanakan. Inilah mindset orang yang berpikiran milyarder.

.

  1. Sekolah

anak papua ke sekolah

.

Kebanyakan milyarder yang disurvei tidak mengakui nilai yang bagus yang diperoleh di sekolah atau universitas, perguruan tinggi tempat mereka belajar berperan menentukan dalam kemampuan mereka mengumpulkan kekayaan.

  • Mereka mempertanyakan status quo dan norma-norma sebagai sejumlah keterampilan yang memungkinkan orang mengumpulkan kekayaan.
  • Hanya 2% milyarder yang disurvei tamat dari perguruan tinggi dengan indeks pretasi tertinggi.
  • Hanya 3 dari 10 milyarder mendapatkan nilai A lebih banyak daripada nilai B, C, dan D.
  • 90% tamat dari perguruan tinggi dengan indeks prestasi biasa-biasa saja.

Sekolah itu penting tapi tidak terlalu perlu. Walaupun 90% milyarder yang disurvei tamat sarjana (S1), mereka semua mengatakan bahwa itu bukanlah satu-satunya hal yang berkontribusi terhadap kekayaan mereka. Mereka menempatkan pada urutan faktor sukses yang amat rendah. Memiliki kecerdasan IQ / kecerdasan intelektual yang tinggi pada urutan No. 21, Studi di universitas atau perguruan tinggi papan atas pada urutan No. 23, dan Juara kelas atau meraih ranking top di kelas pada urutan No. 30.

.

  1. Hubungan antara keberanian dan kekayaan

berani ambil risiko

Semua milyarder yang disurvei mengatakan dituntut keberanian untuk mengumpulkan kekayaan. Guna mengumpulkan kekayaan, anda harus berani mengambil risiko keuangan, demikian pula risiko yang menyertai tantangan terhadap status quo.

  • Seorang milyarder menandaskan: Bekerja untuk orang lain menempatkan anda pada risiko yang lebih besar daripada bekerja untuk diri sendiri. Hanya memiliki satu sumber pendapatan adalah risiko yang lebih besar daripada mengambil risiko untuk diri anda sendiri. Saya tidak sadari hal ini sebelumnya, tapi betapa benar hal ini.
  • Menjadi kaya sebenarnya hanya merupakan satu permainan pikiran (a mind game). Anda harus mengatasi rasa takut dan cemas anda. Mengatasi rasa takut adalah satu langkah dalam proses mengumpulkan kekayaan.
  • Bagaimana anda dapat mengatasi rasa takut anda: Percayalah dirimu sendiri.
  • Hampir semua milyarder yang disurvei mengatakan bahwa percaya diri adalah jalan nomor satu untuk mengumpulkan kekayaan. Mereka tidak selalu percaya diri, tapi mereka punya jalan untuk menemukan percaya diri, bahkan ketika mereka tidak percaya diri.
  • Sulitlah dimotivasi dan memotivasi orang lain jika anda tidak percaya kepada diri anda sendiri.
  • Rasa takut dan cemas tidak pernah bisa serta merta ditaklukkan. Percaya diri dibangun melalui proses.

.

  1.  Pekerjaan sebagai panggilan (vocation)

people_arrows

Memilih satu pekerjaan adalah satu dari alasan-alasan penting demi mencapai keberhasilan milyarder ini. Walaupun banyak milyarder setuju tentang pengasuhan yang stabil, cinta pasangan hidup dan kehangatan keluarga itu kritis dalam sukses, bergairah (kranjingan atau memiliki passion) terhadap apa yang dikerjakan sehari-hari adalah satu faktor sukses yang penting.

  • Pemilik bisnis, perusahaan adalah kategori milyarder terbanyak, setelah dokter, pengacara, dan eksekutif senior perusahaan.
  • Segala rasa percaya diri itu dimulai dari rumah, keluarga.
  • Hanya 55% milyarder mengatakan, mereka memilih kariernya atau pekerjaan karena mereka mencintainya. Tapi, dengan berjalannya waktu lebih dari 80% mengatakan bahwa karena mereka mencintai pekerjaan, pekerjaan itu yang membuat mereka dapat mengumpulkan kekayaan.
  • 58% memilih bidang kerja karena pekerjaan itu menunjukkan peluang mengumpulkan kekayaan.
  • 2 dari 3 milyarder tidak pensiun bahkan walaupun secara finansial mereka bisa, karena mereka mencintai pekerjaannya.
  • 81% milyarder memilih kariernya karena pekerjaan itu memberi peluang penggunaan penuh keterampilan, passion, dan kemampuan-kemampuannya.
  • Spesialisasi dalam satu bidang tertentu adalah satu jalan menjadi seorang milyarder.
  • 46% milyarder mengatakan bahwa intuisi-lah yag membawa mereka ke lorong menunju kekayaan dan peluang.
  • Ada lebih dari 22 000 peluang berbeda dalam bidang-bidang bisnis yang ada.

.

  1. Memilih pasangan hidup

siap nikah

Bagaimana tentang status perkawinan yang memungkinkan pasangan suami-istri mengumpulkan kekayaan?

  • Dengan dua sumber pendapatan, dari suami dan dari istri, atau dengan bahasa sekarang dengan 2 ATM, kemampuan mengambil risiko finansial lebih besar. Ini dapat mengantar kita ke bisnis yang sukses dan investasi lebih besar.
  • Dukungan dari pasangan kekasih amat menentukan ketika keadaan tak berjalan dengan baik. Dengan dukungan pasangan hidup, anda mampu melewati masa yang berat.
  • Milyarder dan orang yang berpikiran milyarder memiliki kemampuan memilih pasangan hidup. Mereka mampu memilih pasangan hidup yang memiliki kesabaran dan kebiasaan caring, merawat dengan perhatian.
  • 96% baik suami maupun istri percaya bahwa mengatakan kebenaran itu penting.
  • Untuk tiap 100 milyarder yang mengatakan pasangan hidupnya tidak penting dalam mengumpulkan kekayaan, ada 1317 orang yang mengatakan pasangan hidupnya benar-benar amat penting.

.

  1.  Rumah tangga yang produktif secara ekonomis

investasi-bagus130624c

Semua milyarder yang disurvei menjalankan rumah tangga yang produktif yang banyak orang tak perkirakan akan dilakukan milyarder umumnya. Hal-hal seperti:

  • Memperbaiki atau memoles perabot rumah sebagai ganti membeli yang baru.
  • Tak pernah membeli telepon untuk transaksi bisnis.
  • Menggunakan kupon.
  • Membeli produk kebutuhan rumah tangga dalam jumlah besar untuk penggunaan lebih lama.
  • Lebih memilih sepatunya disol daripada membeli yang baru.

Statistik menarik tentang para milyarder berdasarkan data sekitar tahun 2000 dengan standar hidup Amerika Serikat yang tinggi: Sebuah rumah tangga rata-rata membelanjakan makanan sebanyak $10 000 per tahun atau jika digunakan kurs $1 dollar = Rp13 000 berkisar Rp130 juta per tahun. Ini sama dengan sekitar $400 000 – $600 000 atau Rp5,2 milyar – 7,8 milyar sepanjang hayat. Untuk standar AS, ini adalah belanja klas menengah AS yang biasa, yang sederhana. Dengan menggunakan kupon belanja anda dapat memotong 5% biaya, sekitar $25 000 atau hemat sekitar $25 000 atau Rp325 juta sepanjang hayat. Jika anda menginvestasi uang ini dalam dana investasi yang diperdagangkan oleh satu badan yang beranggotakan banyak pemilik saham, uang anda akan berbiak menjadi setengah juta dollar atau sekitar Rp6,5 milyar.

  • Para milyarder terfokus ke masa depan.
  • Para milyarder tidak menghabiskan waktu untuk hal-hal yang mereka tidak bisa kerjakan dengan baik. Misalnya, memasang pemanas air (water heater). Lebih baik membayar orang yang bisa daripada mengerjakan sendiri. Anda mungkin berpikir jika ia mengerjakan sendiri, ia bisa menghemat. Yang benar adalah mereka tahu ada peluang menghemat. Namun, bila dikerjakan sendiri, mereka akan kehilangan kesempatan untuk mencari dan menambah bisnis baru atau keterampilan yang akan mendatangkan lebih banyak uang.
  • Para milyarder akan berhemat jika mereka perlu melakukannya. Melakukan sendiri tidak selalu lebih murah. Lebih baik mendapatkan pendapatan dari pekerjaan anda daripada melakukan sendiri pekerjaan sepele.
  • Tanyakan diri anda: apakah ini lebih baik dalam penggunaan waktu saya.
  • 4 dari 10 milyarder lebih baik memakai pakaian lama secara bergantian daripada membeli pakaian baru.

.

  1.  Bagaimana para milyarder memilih rumah mereka

beli rumah on sale

  • Rata-rata harga rumah yang dibeli $560 ribu atau Rp7,28 milyar dan harga ini biasanya bertahan selama lebih dari 10 tahun. Untuk standar hidup AS, harga rumah demikian itu termasuk murah.
  • 53% milyarder tidak pindah rumah selama 10 tahun terakhir ini.
  • Laporan atau neraca kekayaan versus neraca pendapatan dan pengeluaran pada satu waktu tertentu, misalnya dalam setahun. Betapa berbeda bagi para milyarder. Ada banyak orang yang bisa mengumpulkan banyak uang (neraca pendapatan dan pengeluaran tahunan) tapi mereka belanjakan semua uangnya. Laporan atau neraca kekayaan milyarder dibandingkan dengan neraca pendapatan dan pengeluaran tahunannya menunjukkan betapa aset dan ragam investasi lain milyarder bernilai amat tinggi.

Para milyarder menggunakan pedoman ini dalam memilih rumahnya:

  1. Suka memilih rumah yang memungkinkan ia hanya berjalan kaki untuk membuat deal bisnis kapan saja.
  2. Tidak mau menerima harga rumah yang awalnya ditawarkan. Jika anda pernah membayar harga rumah yang pertama kali ditawarkan, amat mungkin anda tak akan jadi milyarder.
  3. Tidak pernah mencoba membeli sebuah rumah mendadak dalam jangka waktu yang amat pendek.
  4. Mencari rumah yang ditawarkan murah (estate sale), pemilik rumah lagi butuh uang atau khawatir rumahnya disita jika tak segera dijual.
  5. Hanya 27% milyarder yang membeli rumah yang siap digunakan. Satu dari 5 milyarder pernah membeli rumah spesifik atau khusus yang sengaja dibangun untuk menarik pembeli.
  6. Selalu membeli rumah yang mampu dibayar. Harga rumah yang dibeli mampu dibayar cicilannya dengan mudah.

Apa arti mampu dibayar? Asumsikan bahwa pendapatan tahunan anda dipotong separuh setelah anda membeli sebuah rumah. Apakah anda masih mampu membayar? Jika tidak, berarti harga rumah ini tidak mampu anda bayar.

.

  1.  Gaya hidup

main dengan cucu

Ke-733 milyarder yang disurvei ditanya kegiatan apa saja yang dilakukan dalam 30 hari terakhir.

Ada 27 kegiatan gaya hidup yang mereka lakukan. Inilah 3 kegiatan gaya hidup yang banyak dilakukan para milyarder dalam 1 bulan terakhir.

  1.  Bergaul (bersosialisasi) dengan anak-anak dan cucu-cucu.
  2.  Menyenangkan atau entertaining teman-teman dekat.
  3. Merencanakan investasi.
  • Milyarder tidak menggunakan uang agar mereka senang. Mereka tidak membeli kapal pesiar. Mereka tidak mengambil liburan yang menyenangkan.
  • Terbanyak milyarder bukanlah tipe manusia yang mengerjakan sendiri apa yang diperlukan. Rata-rata mereka menghasilkan uang $325 atau Rp4,2 juta per jam. Mereka tidak akan memindahkan sendiri rak-rak atau lemari di rumahnya, ketika mereka dapat mengerjakan sesuatu yang menghasilkan $325 atau Rp4,2 juta per jam.
  • Golf menempati urutan ke-13 dalam daftar kegiatan gaya hidup mereka. Terbanyak milyarder mengatakan bahwa golf bukan hanya kegiatan rekreasi, tapi juga kegiatan bisnis yang merupakan satu faktor sukses yang mengantar mereka ke jalan untuk mengumpulkan kekayaan.
  • Terbanyak milyarder dalam studi ini rata-rata membayar pajak lebih dari $300 ribu atau Rp 3,9 milyar. Satu dari 5 milyarder membayar pajak 1 juta dollar atau Rp13 milyar per tahun. Satu kegiatan yang mereka semua lakukan selama 30 hari terakhir adalah bertemu dengan konsultan pajak profesional.
  • Jangan pinjam uang untuk memulai satu bisnis baru. Mulai satu bisnis baru dengan dana seminimal mungkin dari sumber dana yang ada.
  • Mengikuti kegiatan keagamaan.

meditasi-teta

Meditasi, satu kegiatan religius

Sumber:

https://mariadorfner.wordpress.com/2013/10/20/top-10-healthy-millionaire-mind-success-factors/

https://selfdevelopmentaddict.com/2014/12/20/the-millionaire-mind-book-summarynotes/

.

Advertorial

Gambar disfungsi ereksi

Gambar disfungsi ereksi 4

Anda mengalami disfungsi ereksi atau impotensi? Anda mengalami masalah frigiditas (dingin, tak punya libido)? Kini ada VIGOR, sirup herbal yang terdiri dari 17 bahan dan bumbu dapur, guna mengatasi penyebab, bukan sekadar menanggulangi akibat. Apakah ada jamu atau obat kuat di Indonesia dan mancanegara yang terdiri dari sekian banyak bahan? Tidak ada. VIGOR membawa harapan dan optimisme bagi anda. Sudah terbukti manjur.

Kunjungilah posting: https://sbelen.wordpress.com/2016/03/13/vigor-sirup-herbal-17-bahan-untuk-mengatasi-disfungsi-ereksi-pria-dan-frigiditas-wanita/

Info dan pesan CV SANO

Iklan

Hanya kematian yang memisahkan kami

November 23, 2015

i_love_you_heart_animation

Ketika aku tiba di rumah malam itu, tatkala istriku menghidangkan makan malam dan kami sama-sama makan, aku memegang tangannya dan berkata, aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu. Ia duduk dan makan dengan tenang. Sekali lagi aku amati kepedihan di kedua matanya. Mendadak aku tidak tahu bagaimana membuka mulutku. Tapi, aku harus tega membiarkan ia tahu apa yang sedang aku pikirkan. Aku menginginkan perceraian. Aku mulai membahas topik ini dengan tenang.

Tampaknya ia tidak terganggu oleh kata-kataku. Sebaliknya, ia bertanya dengan lembut, mengapa? Aku menghindar menjawab pertanyaannya. Ini membuat ia marah. Ia melempar sumpit dan berteriak kepadaku, kamu bukan seorang laki-laki! Malam itu, kami tidak saling berbicara. Ia menangis. Aku tahu ia ingin merenung untuk menemukan apa yang telah terjadi terhadap perkawinan kami. Akan tetapi, aku tidak bisa memberinya sebuah jawaban yang memuaskan; ia telah kehilangan hatiku yang telah berpaling ke Jane. Aku tidak mencintainya lagi. Aku hanya kasihan dia!

Dengan rasa bersalah yang dalam, aku membuat draf surat persetujuan perceraian, yang menyatakan bahwa ia dapat memiliki rumah kami, mobil kami, dan 30% saham perusahaanku. Sekilas ia memandang surat itu lalu merobeknya sampai carikan-carikan kecil. Wanita yang menghabiskan sepuluh tahun hidupnya bersama aku telah menjadi orang asing. Aku merasa kasihan atas waktu, sumber daya, dan energinya yang terbuang. Tapi, aku tidak bisa mengambil kembali apa yang telah aku katakan kepada Jane, pacarku, bahwa aku sangat mencintainya. Akhirnya ia menangis tersedu-sedu di depanku. Hal yang tidak aku harapkan terjadi. Gagasan bercerai yang membuat aku terobsesi beberapa minggu ini menjadi lebih kuat dan lebih jelas sekarang.

gibran_art_g105.www.inner-growth.info.Love

Lukisan Kahlil Gibran

Keesokan harinya, aku amat terlambat pulang ke rumah dan menemukan dia sedang menulis sesuatu di meja. Aku tidak makan malam tapi langsung pergi tidur dan amat cepat nyenyak tertidur. Karena, aku amat capek setelah seharian penuh bermesraan dengan Jane. Ketika aku terbangun, ia masih duduk depan meja sambil menulis. Aku jelas tidak peduli. Aku membalikkan badan dan tertidur lagi.

Pagi-pagi ia mengajukan syarat-syarat perceraian. Ia tidak menginginkan apapun dari aku. Tapi, ia membutuhkan pemberitahuan satu bulan sebelum perceraian. Ia minta agar dalam satu bulan ini, kami berdua mencoba hidup senormal mungkin. Alasannya untuk persyaratan ini sederhana. Anak lelaki kami akan maju ujian satu bulan ke depan dan ia tidak ingin mengganggunya dengan perkawinan kami yang hancur berantakan.

Aku setuju persyaratan ini. Namun, ia ajukan satu persyaratan lagi. Ia minta aku mengingat kembali bagaimana aku menggendongnya ke kamar pengantin kami pada hari pernikahan kami. Ia minta agar tiap hari selama satu bulan aku menggendongnya keluar dari kamar tidur kami ke pintu depan setiap pagi. Aku pikir dia nyaris gila. Hanya untuk membuat hari-hari terakhir kami bersama-sama terpikulkan, aku menerima permintaannya yang aneh ini.

Aku sampaikan kepada Jane tentang persyaratan perceraian yang diajukan istriku. Ia tertawa keras dan berpikir, ini benar-benar tidak masuk akal, absurd. Tidak peduli trik yang istriku terapkan, Jane berujar dengan cemooh, ah dia toh akan terpaksa menghadapi perceraian.

Istriku dan aku tidak melakukan kontak, hubungan badan sejak niat cerai aku telah diungkapkan secara jelas, eksplisit. Karena itu, ketika aku menggendongnya ke luar pada hari pertama, kami berdua tampak canggung. Putra kami bertepuk tangan di belakang kami sambil berujar, ayah menggendong ibu. Dari kamar tidur ke ruang tamu, lalu ke pintu, aku berjalan lebih 10 meter sambil membopongnya dengan lengan-lenganku. Ia menutup matanya dan berkata dengan lembut, jangan bilang anak kita tentang perceraian. Aku mengangguk sambil merasa agak kesal. Aku menurunkannya di luar pintu. Ia lalu pergi menunggu bus ke tempat kerjanya. Aku menyetir mobil sendirian ke kantor.

Di hari kedua, kami berdua jauh lebih mudah melakukannya. Ia merebahkan diri ke dadaku. Aku dapat mencium harum mewangi blusnya. Aku sadar bahwa lama sekali aku tidak memandang wanita ini dengan saksama. Aku tersadar, ia sudah tidak muda lagi. Ada kerutan-kerutan halus di wajahnya. Rambunya mulai beruban! Perkawinan kami telah membuat ia berkorban. Satu menit aku bertanya-tanya apa yang telah aku lakukan terhadapnya.

Pada hari keempat, ketika aku mengangkatnya, aku merasakan bahwa suatu perasaan kemesraan muncul kembali. Inilah wanita yang telah mengorbankan 10 tahun kehidupannya bagiku. Pada hari kelima dan keenam, aku tersadar bahwa perasaan kemesraan kami bertumbuh lagi. Aku tidak memberitahu Jane tentang hal ini. Semakin mudah aku menggendong istriku tatkala hari demi hari bulan ini berlalu. Mungkin latihan tiap hari membuat aku lebih kuat.

Suatu pagi ia memilih busana yang akan dipakai. Ia mencobakan beberapa gaun tapi tidak menemukan satu pun yang cocok. Sambil menghela napas ia berujar, semua pakaianku bertambah longgar. Tiba-tiba aku tersadar, ia semakin kurus. Itulah alasannya mengapa aku dapat lebih mudah membopongnya. Mendadak hal ini menghentakku. Ia telah menguburbenamkan sedemikian banyak rasa sakit dan kepahitan dalam hatinya. Tanpa sadar aku mengulurkan tangan dan menyentuh kepalanya.

Saat itu anak kami muncul dan berkata, Ayah, sudah waktunya menggendong mama ke luar. Bagi anak kami, melihat ayahnya menggendong ibunya ke luar telah menjadi bagian amat penting dalam kehidupannya. Istriku memberi isyarat kepada anak kami agar mendekat dan memeluknya dengan erat. Aku memalingkan wajahku karena takut aku bisa saja berubah pikiran pada menit-menit terakhir. Lalu, aku membopongnya dengan kedua lenganku, berjalan dari kamar tidur melewati ruang tamu, ke teras. Tangannya mengalungi leherku dengan lembut dan alami. Aku memeluk tubuhnya dengan erat, sama seperti yang aku lakukan pada hari pernikahan kami.

Namun, badannya yang kini jauh lebih ringan membuatku sedih. Pada hari terakhir, ketika menggendongnya dengan kedua tanganku, aku hampir tidak dapat bergerak satu langkah. Anak kami telah pergi ke sekolah. Aku memeluknya dengan erat dan berkata, aku tidak perhatikan bahwa kehidupan kita kurang mesra. Aku menyetir mobil ke kantor dan terburu-buru melompat ke luar mobil tanpa sempat mengunci pintu mobil. Aku takut bahwa satu penundaan apapun dapat membuat aku berubah pikiran. Aku berjalan ke lantai atas. Jane membuka pintu dan aku katakan kepadanya, Maaf Jane, aku tidak ingin lagi bercerai.

Ia memandangku, terheran-heran, dan kemudian menyentuh dahiku. Apakah kamu demam? Ia bertanya. Aku memindahkan tangannya dari kepalaku. Maaf Jane, aku katakan, aku tidak ingin bercerai. Kehidupan perkawinanku membosankan, mungkin karena ia dan aku tidak memperhatikan, tidak menghargai hal-hal kecil dalam kehidupan kami, bukan karena kami tidak saling mencintai lagi. Sekarang aku sadar bahwa sejak aku menggendongnya ke dalam rumahku pada hari pernikahan kami, seharusnya aku memeluknya sampai kematian memisahkan kami.

Tampaknya Jane tiba-tiba tersadar. Ia menampar wajahku dengan keras dan kemudian membanting pintu dan menangis. Aku berjalan menuruni tangga dan menyetir mobil pulang ke rumah. Dalam perjalanan aku mampir di toko bunga, memesan satu karangan bunga untuk istriku. Gadis penjual bertanya kepadaku apa yang harus ditulis pada kartu. Aku tersenyum dan menulis, “Aku akan menggendongmu tiap pagi sampai maut memisahkan kita.”

Sore itu aku tiba di rumah dengan bunga di kedua tanganku sambil tersenyum. Aku berlari naik tangga, hanya menemukan istriku di tempat tidur – meninggal.

Istriku berjuang melawan kanker selama berbulan-bulan dan aku sedemikian berasyik mesra dengan Jane sehingga tidak menghiraukannya. Ia tahu bahwa ia akan segera meninggal dan ia ingin menyelamatkan aku dari reaksi negatif apapun dari putra kami, andaikan kami terpaksa bercerai. Setidak-tidaknya, di mata putra kami – aku adalah seorang suami yang penuh kasih.

love1

Pesan moral: Hal-hal kecil, sepele dalam kehidupan kita itulah yang justru bermakna dalam hubungan kita. Yang berarti itu bukanlah rumah gedongan, properti, uang di bank. Hal-hal sepele itulah yang menciptakan lingkungan yang mendukung (kondusif) kebahagiaan walaupun hal-hal kecil itu tidak memberi kebahagiaan dari dirinya. Karena itu, carilah waktu agar menjadi teman pasanganmu dan saling lakukan hal-hal kecil yang membangun kemesraan. Dan, raihlan kebahagiaan perkawinan yang nyata.

Sign of love

Tambahan penterjemah: Satu menu ‘makanan’ pokok yang dibutuhkan otak manusia adalah kasih sayang. Menu ‘makanan’ pokok lain yang dibutuhkan otak adalah oksigen, nutrisi atau gizi, dan informasi. Lihat posting: https://sbelen.wordpress.com/2008/11/28/otak-sang-pengendali-anda-berilah-%E2%80%9Cmakanan%E2%80%9D-yang-ia-butuhkan/

 

Makhluk manusia mana yang paling berbahagia di muka bumi ini? Bayi! Orang senang melihat dan mengamati bayi. Orang bermurah senyum kepada bayi. Orang-orang dekat ingin menggendong, mencium, membelai, serta mengajaknya tersenyum dan tertawa. Waktu masih berusia balita, anak-anak kecil pun mendapat perlakuan mirip bayi walaupun frekuensinya secara bertahap berkurang.

Semakin anak bertumbuh-kembang waktu memasuki masa remaja, ayah mulai mengambil jarak dengan anak perempuannya. Dan, ibu pun relatif melakukan hal yang sama terhadap anak lelakinya. Apalagi, adat ketimuran yang ketat semakin membatasi perlakuan kasih sayang melalui sentuhan (kecupan, belaian) orang tua kepada anak remaja, apalagi anak yang telah memasuki fase adolesens.

Defisit sentuhan itu mendapatkan kompensasi ketika orang-orang muda mulai berpacaran. Karena adat yang ketat, sentuhan antara pria dan wanita yang berpacaran malah diusahakan secara sembunyi-sembunyi. Saru, tidak sopan bila dilihat orang.

Memasuki hidup perkawinan: Kasih sayang antara suami-istri itu bukan sekadar mengatakan, Aku mencintaimu Atau kan, pasanganku tahu bahwa aku mengasihinya. Dalam kehidupan perkawinan, frekuensi sentuhan melalui pelukan, ciuman, belaian mungkin tanpa disadari, semakin berkurang seiring berjalannya waktu. Dari pihak wanita, teman-temanku di Inggris mengatakan, bagi aku sebagai istri, hugging (memeluk sambil mengusap-usap bahu) bahkan lebih penting, lebih menyenangkan, membahagiakan daripada hubungan seks dengan suami.

Hasil riset otak menunjukkan, ternyata kasih sayang itu harus disalurkan, diekspresikan juga melalui sentuhan (touching) agar otak bayi, otak anak sekolah, mahasiswa bertumbuh kembang dengan bagus. Ekspresi kasih sayang melalui sentuhan dari suami kepada istri dan dari istri kepada suami itu amat dibutuhkan dalam merawat kehidupan perkawinan. Ekspresi kasih sayang melalui sentuhan itu dibutuhkan pula oleh orang lansia yang semakin uzur termakan umur.

Pamanku, seorang bruder biarawan yang hidup selibat menjalani dua kali operasi di sebuah rumah sakit terkenal di Surabaya. Usianya waktu itu 93 tahun. Belum pernah aku menyentuh om kecuali berjabat tangan. Setelah operasi yang kedua, aku mengusap-usap dahinya, membelai kedua pipi dan tangannya sambil mendorong agar om tegar menghadapi rasa sakit dan cepat pulih. Ternyata sentuhan-sentuhanku ini membuat semangat om bertambah dan proses penyembuhan berlangsung cepat.

Dari pengalaman ini, kami menyimpulkan, dari bayi sampai dengan orang lansia membutuhkan sentuhan-sentuhan agar kinerja otak bagus dan merasa senang dalam meraih kebahagiaan.

Dari kisah “Hanya kematian yang memisahkan kami” ini, dapatlah kita menarik kesimpulan, bahwa hal-hal kecil, seperti sentuhan melalui ciuman, usapan, dan belaian, dalam kehidupan rumah tangga ini makin lama makin berkurang dan akhirnya sirna, lenyap. Padahal, sentuhan ini adalah garam atau  bumbu penyedap kemesraan dalam hidup perkawinan. “Kemesraan ini janganlah cepat berlalu ….” Lirik lagu populer ini mungkin dapat mengingatkan kita untuk merawat hidup perkawinan kita melalui berbagai kiat. Tapi, jangan lupa ekspresi kasih sayang melalui sentuhan. Semoga berhasil. Good luck!

Om Bruder Paskalis pada HUT 95 tahun 2

Om-ku Bruder Paskalis pada usia ke-95 tahun di Ruteng, Flores

.

grandparents on bed

Kakek dan nenek tak lupa sentuhan kemesraan

,

bitch-ass-nerd-granpa-n-ma-o

Sumber: http://www.moralstories.org/until-death-do-us-apart/

Dikirim oleh Nicole Cauley

Terjemahan S Belen

Apa saja ‘batu karang’, ‘batu kerikil’, ‘pasir’ dalam kehidupan Anda?

November 20, 2015

Tumpukan batu karang

Batu karang

Kerikil batu

Batu kerikil

Tumpukan pasir

Tumpukan pasir

.

Guru berdiri di depan kelas …

beberapa benda di depannya.

Sambil diam, ia mengambil ember besar, kosong …

ember kosong

Kemudian, ia mulai mengisinya dengan batu-batu karang sampai penuh. Ia bertanya kepada siswa, “Apakah ember sudah penuh?” Siswa menjawab, “Iya!”

Guru lalu memasukkan batu-batu kerikil ke dalam ember.

Ia menggoyang-goyang ember …. Batu-batu kerikil mengisi ruang-ruang kosong dalam ember. Para siswa tersenyum, beberapa tertawa. Guru lalu bertanya lagi, “Apakah ember sudah penuh?” Para siswa menjawab, “Iya!” Ember itu benar-benar penuh sekarang.

Batu kerikil pasir

.

 

Guru lalu menuangkan pasir ke

dalam ember … yang jelas akan mengisi

semua ruang kosong di mana pun dalam

ember.

toples berisi batu dan pasir

 

“Sekarang!”, kata guru, “Saya ingin membayangkan bahwa inilah KEHIDUPANMU.”

Batu karang adalah hal-hal PENTING dalam kehidupanmu … keluarga, kesehatan, pendidikan, teman, mitra, anak-anak, … hal-hal yang SEDEMIKIAN penting bagi Anda. Jika hal-hal itu hilang, Anda bisa saja hancur, berantakan, tak bahagia yang menyedihkan, tak bisa bergerak dalam hidup … trauma emosional yang dalam.

Batu kerikil adalah hal-hal lain dalam kehidupan yang penting, tetapi dalam skala yang lebih kecil… mewakili hal-hal seperti pekerjaan, rumah, mobil, hewan piaraan, liburan, investasi properti untuk disewarkan, reksadana, saham di perusahaan go public, asuransi, studi lanjut S3, menulis buku.

batu pasir

Pasir adalah segala sesuatu dalam hidupmu … ‘hal-hal tetek bengek’ … komputer, handphone, sepatu, pakaian, i-pad, televisi, alat transpor, gerak tari, main internet, membaca koran & majalah, operasi plastik, perhiasan emas, parfum, kolam ikan, mode rambut.

Mode busana

Jika pertama kali Anda memasukkan pasir atau kerikil ke dalam ember, tak ada ruang untuk batu karang. Hal yang sama berlaku dalam kehidupanmu. Jika Anda menggunakan waktu dan energi Anda untuk ‘hal-hal yang remeh-temeh’ (tetek bengek) … Anda tak akan pernah memiliki ruang untuk hal-hal yang benar-benar amat penting. Tangani lebih dahulu BATU KARANG.

Operasi plastik

Operassi plastik

.

3D Illustration of a Bucket of Sand

3D Illustration of a Bucket of Sand

‘Karena itu … berilah perhatian kepada hal-hal yang kritis dalam dan bagi kehidupanmu. Jaga kesehatan … lakukan check up … makanlah makanan yang sehat … lakukan senam. Bermainlah dengan anak-anak … usahakan cari waktu untuk membacakan cerita menjelang tidurnya. Perlakukan istri … manjakan suami … nikmatilah kehidupan keluargamu … gunakan waktu bersama mereka … jangan abaikan mereka atau teman-temanmu.

Tangga dalam hidup

Rawatlah kehidupan rohanimu dengan beribadah, berdoa, melakukan refleksi atau meditasi, membaca buku-buku spiritual.

Pilihlah sekolah yang bermutu bagus yang relevan sebagai bekal mempersiapkan anak untuk kehidupan masa depan. Usahakanlah membeli buku pelajaran bermutu, buku bacaan yang mendidik. Penuhilah kebutuhan pendidikan anakmu.

Selalu ada waktu untuk bekerja, main internet, menelepon perusahaan asuransi, berpesta, membersihkan rumah, menonton TV.

sibuk main hp

Pertimbangkanlah makna cerita ini. Pikirkan tentang baru karang, kerikil, dan pasir dalam kehidupan Anda. Bahaslah dengan pasangan hidup atau teman yang baik.

Buatlah daftar dalam 3 kolom. Kolom pertama: Tulislah contoh-contoh “batu karang” (hal-hal penting yang menentukan kebahagiaan, kedamaian hati, dan ketenangan hidup Anda). Kolom kedua: Tulislah contoh-contoh “batu kerikil” (hal-hal penting tapi dalam skala lebih kecil dalam hidup Anda). Kolom ketiga: Tulislah contoh-contoh “pasir” (hal-hal tetek bengek yang menyita perhatian, waktu, dan uang Anda).

Bacalah daftar ini berkali-kali dan renungkan apakah yang Anda lakukan selama ini sudah benar dan tepat! Misalnya:

Hal-hal apakah yang paling gampang diubah?

Apakah Anda ingin mengubah suatu hal besar (“batu karang”)?

Mengapa ada hal-hal yang berbeda sebagai “batu karang” bagi orang yang berbeda?

Apakah hal yang sama dapat menjadi sebuah “batu karang”, sebuah “kerikil” atau sebutir “pasir” bagi orang yang berbeda?

Apakah mungkin menangani kehilangan atau perubahan beberapa “batu karang” dalam kehidupan?

Yang terpenting adalah take action, bertindak untuk menata hidup Anda secara bertahap menurut prioritas Anda.

Sumber: Robert Fisher, Story for Thinking dalam File ppt Filsafat untuk Anak, P4C, Philosophy for Children, Diolah S Belen

Stories for thinking

 

 

 

 

Mengapa dan bagaimana mendidik anak agar meraih kebebasan finansial nanti?

Desember 22, 2014

get-out-of-credit-card-debt

Rabu, 10 Desember 2014 kami menjadi narasumber seminar sehari tentang ITPreneurship, entrepreuship siswa memanfaatkan teknologi informasi bersama para kepala sekolah dan guru SMP dan SMA Jakarta di Toko Buku Gramedia, Matraman, Jakarta Pusat. Topik presentasi kami adalah “Gagasan ITPreneur dalam kerangka Edupreneurship di sekolah”. Dalam seminar itu para peserta melakukan pula kegiatan praktik wirausaha siswa yang berhubungan dengan mata pelajaran. Dalam acara itu, Nico Sembiring, anak muda jebolan Sekolah Tinggi Pariwisata / Perhotelan Sahid menceritakan pengalaman dia dan teman-temannya merintis usaha desain dan produksi busana dengan nama “ArtAddict” sejak dari bangku kuliah sampai sekarang setelah tamat. Cita-cita lulusan sekolah tinggi pariwisata / perhotelan adalah bekerja di kapal pesiar karena gajinya tinggi. Tapi, berapa puluh ribu lulusan yang tamat dan melamar bekerja di kapal pesiar? Persaingan amat ketat. Lalu, setelah tidak bekerja di kapal pesiar, mau kerja apa dan di mana? Kalau menjadi karyawan hotel berarti menjadi jongos hotel dan tamu.

Tampaknya banyak lulusan PT berbagai bidang terbentur menjadi PNS atau memang tidak ingin menjadi pekerja yang disuruh orang. Mereka memilih terjun berbisnis. Kata mereka, kuliah di fakultas atau jurusan apa saja, eh ujung-ujungnya terjun bisnis untuk mencari nafkah dengan visi inovasi agar mandiri secara finansial.

20141210_101104

20141210_114118

Seminar sehari tentang ITPreneurship di Toko Buku Gramedia Matraman. Sayang kami tak mengabadikan kegiatan praktik wirausaha yang dilakukan peserta.

20141210_114128

Nico Sembiring bercerita tentang usaha mandiri desain dan produksi busana ArtAddict yang menyasar anak-anak muda

Masih hangat dengan ide-ide edupreneurship, kami tampilkan satu seri posting di status Facebook kami tentang pendidikan kewirausahaan itu. Karena tampak ada benang merah, kami rangkum seri posting FB itu menjadi satu posting dengan judul di atas.

Selamat membaca!

 

4 cara menciptakan atau menghasilkan uang

 rich-dadddy-poor-daddy

Buku masterpiece Robert Kiyosaki

Rich dad poor dad Robert Koyasaki

Terjemahannya dalam bahasa Indonesia

robert_kiyosaki_cash_flow_quadrant_rich_dads_guide_financial_freedom_abridged_compact_discs2

Bukut Robert Kiyosaki berikutnya yang diterjemahkan dalam berbagai bahasa dunia dan laris manis

the-cashflow-quadrant-robert-t-kiyosaki-cover

Terjemahannya dalam bahasa Indonesia

Buku Robert Kiyosaki berjudul RICH DAD, POOR DAD menjadi karya agungnya (masterpiece). Sukses terjual jutaan eksemplar yang diterjemahkan ke berbagai bahasa dunia. Dalam buku ini Kiyosaki menceritakan tentang dua ayahnya, yaitu ayah pertama adalah ayah biologisnya yang dijuluki “poor dad” (ayah miskin) dan ayah seorang sahabatnya yang dijuluki “rich dad” (ayah kaya). Kedua ayah ini mengajarkan Robert Kiyosaki bagaimana meraih cita-cita atau tujuan keuangannya dan mencapai sukses tapi dengan pendekatan yang berbeda.

Ayahnya yang miskin menggunakan sedemikian banyak waktu untuk bersekolah dan mencapai gelar Doktor (Ph D) akhirnya mendarat pada pekerjaan yang memberinya gaji tinggi kepala dinas pendidikan Negara Bagian Hawai. Namun, kariernya berakhir dengan banyak tagihan yang sulit dibayar dan akhirnya meninggal sebelum lunas membayar hutang-hutangnya. Sementara, ayahnya yang kaya keluar dari sekolah ketika berusia 13 tahun tapi berakhir dengan memiliki sebuah kerajaan bisnis. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Lihat saja ide-ide kontras yang diyakini tiap ayah.

Ayahnya yang miskin berkata: “SAYA TIDAK DAPAT MEMBELI / MEMBAYARNYA!” sementara ayahnya yang kaya berkata: “BAGAIMANA SAYA DAPAT MEMBELI / MEMBAYARNYA?”

Ayahnya yang miskin berkata: “UANG ADALAH AKAR DARI SEMUA KEJAHATAN!” sementara ayahnya yang kaya berkata: “KEKURANGAN UANG ADALAH AKAR DARI SEMUA KEJAHATAN!”

Dengan memandang dua ide kontras ini, otak ayahnya yang miskin berhenti bekerja bila ia mengatakan kedua pendapat itu, membunuh prakarsanya dan meningkatkan sikap negatif sementara otak ayahnya yang kaya tetap memikirkan cara-cara menciptakan inisiatif dan meningkatkan optimisme. Yang mana yang terbaik? Tentu saja, tak terbantahkan, ide-ide ayahnya yang kaya.

Robert Kiyosaki menggunakan istilah LOMBA TIKUS. Ini adalah perlombaan antara PENDAPATAN (INCOME) dan PENGELUARAN kita sepanjang hidup. Kita menerima pendapatan kita secara teratur dan kita membelanjakan jumlah uang yang sama untuk membayar tagihan-tagihan dan memuaskan keinginan-keinginan kita. Sekarang kita terperangkap dalam lomba tikus ini. Kita menjalani kehidupan kita untuk membayar tagihan harian kita! Sekarang , bagaimana kita dapat lolos dari perangkap lomba tikus ini? Ya, melalui memahami Kuadran aliran uang tunai – Panduan Ayah Kaya ke Kebebasan Finansial (The Cashflow Quadrant – Rich Dad’s Guide to Financial Freedom). Buku berikutnya yang terbit dan diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dunia dan laris manis terjual berjudul: The Cashflow Quadrant yang menjelaskan 4 cara menciptakan / menghasilkan uang.

 

ebsi

Kuadran Robert Kiyosaki 3

Kuadran cara cari uang & contoh 2

Inilah gambar-gambar Kuadran Aliran Uang Tunai (The CASHFLOW Quadrant) atau 4 cara menciptakan / menghasilkan uang menurut Robert Kiyosaki (pengusaha AS terkenal, generasi keempat imigran Jepang di AS, asal Hawai seperti Presiden Barrack Obama).

Robert Tiyosaki

Robert Kiyosaki: Selalu optimis menatap masa depan

Paparan ini mengantar kita ke pemahaman di mana income (pendapatan) kita mengalir? Dibagi ke dalam 2 bagian utama. Bagian kiri disebut “Income Aktif”dan bagian kanan disebut “Income Pasif.” Apa bedanya? Income Aktif berkata “Anda bekerja untuk uang” sedangkan Income Pasif berkata “Uang bekerja untuk anda.”

Selanjutnya dua bagian ini dibagi lagi ke dalam 4 kuadran. Kuadran 1 disebut Employee, pekerja. Kuadran 2 disebut Self Employed (Self Employee), pekerja untuk diri sendiri. Kuadran 3 disebut Business Owner, pemilik perusahaan. Kuadran 4 disebut Investor. Dari 4 kuadran ini, anda termasuk di mana? Dari posisi sekarang, apa cita-cita atau rencana anda untuk beralih ke kuadran mana suatu saat nanti?

Kuadran 1 (kotak kiri atas): E atau Employee: Mungkin banyak dari kita masuk dalam kuadran ini. Kita punya satu pekerjaan tetap. Kita harus bekerja keras, mengikuti perintah boss dan atasan atau mandor kita dan untuk itu kita dibayar. Kita tidak sepenuhnya menguasai waktu kita. Kita termasuk orang-orang yang mengejar rasa aman atau jabatan. Mereka adalah orang-orang yang bekerja keras untuk menapaki jenjang jabatan perusahaan / kantor. Semakin tinggi mereka menaiki tangga jabatan, semakin tinggi bayaran yang diberikan. Sayang, semakin tinggi bayaran, semakin tinggi pula pajak pendapatan. Lalu, kecenderungan manusia adalah semakin besar pendapatan, semakin meningkat pula keinginan / kebutuhan. Dan, bukanlah mereka yang jadi makin kaya. Yang makin kaya adalah boss mereka. Yang makin kaya adalah perusahaan mereka.

Akan tiba waktunya, mereka akan merasa capek. Badan mereka akan rontok dimakan usia. Dan, tatkala mereka berhenti bekerja, mereka akan berhenti menerima pendapatan dan hanya tertinggal pensiun kalau diterapkan sistem pensiun di perusahaan / kantor mereka. Yang jelas, pensiun itu lebih kecil dari gaji waktu mereka masih aktif bekerja.

Contoh employee atau pekerja adalah pegawai negeri sipil (PNS), anggota TNI, karyawan perusahaan / instansi swasta, buruh pabrik, buruh tani.

Kuadran 2 (kotak kiri bawah): S Self Employed (self employee): Anda bekerja untuk diri sendiri. Perbedaan dengan employee atau pekerja adalah self employed (self employee) mengatur waktunya sendiri karena mereka tidak punya atasan. Mereka dapat mengambil keputusan sendiri. Mereka adalah orang-orang yang suka independensi, tidak suka ketergantungan. Mereka tidak suka bekerja untuk orang lain. Sebagai gantinya, mereka suka bekerja untuk dirinya sendiri.

Yang termasuk kuadran ini adalah dokter yang tidak bekerja di rumah sakit tapi membuka praktik sendiri. Juga, penulis buku yang menulis buku di rumah, menyerahkan naskah ke penerbit yang akan menerbitkan bukunya dan kemudian ia mendapatkan royalti. Yang juga termasuk kuadran ini adalah guru yang tak mengajar di sebuah sekolah tapi membuka les untuk siswa di rumahnya atau mendatangi siswa di rumah mereka. Atau, anda membuka bengkel service sepeda motor atau mobil, warung atau restoran, salon kecantikan, menjadi tukang bakso, tukang sate, penjaja keliling, usaha fotokopi, toko alat tulis, toko busana, toko kelontong.

Mayoritas penduduk Indonesia yang termasuk kuadran ini adalah para petani kita yang memiliki lahan dan bekerja sebagai petani sawah atau petani ladang. Juga, peternak kita yang menggembalakan sapi, kerbau, kuda, kambing dan domba di padang sabana atau yang membudidaya dan beternak sapi, kerbau, kambing, domba, babi, ayam, bebek, angsa, dan ikan air tawar. Juga, nelayan yang punya perahu dan alat tangkap sendiri, pembuat garam, penambak ikan dan udang serta usahawan rumput laut di laut pesisir pantai.

Anda bekerja sendiri dan juga mempekerjakan orang dalam usaha anda tapi usaha anda masih bertaraf mirko atau kecil, belum punya sistem, belum menjadi perusahaan berbentuk CV atau PT, belum diwajibkan membayar pajak kepada negara, belum punya manajer atau CEO yang bekerja untuk anda. Anda masih terjun cukup penuh dalam usaha anda. Dalam bahasa awam atau bahasa klise kuadran Self Employed ini dapat disebut wirausahawan yang membuka usaha sendiri dan bekerja sendiri dan mungkin mempekerjakan tenaga kerja terbatas.

Contoh yang lain adalah pengacara, aktor / aktris, wartawan freelance, pedagang, dan beragam usaha jasa lain. Mereka adalah pekerja untuk dirinya sendiri. Dan, jika mereka berhenti bekerja, mereka akan berhenti menerima pendapatan.

Kuadran 3 (kotak kanan atas): B atau Business Owner: Mereka adalah insan yang suka mendelegasikan tugas. Mereka lebih memusatkan perhatiannya pada aktivitas yang menghasilkan keuntungan terbanyak. Mereka mempekerjakan orang-orang yang lebih pintar dari mereka untuk melakukan pekerjaan untuk mereka. Mereka membangun sistem bagus, yang solid dan mereka memiliki sistem itu. Mereka membangun sumber-sumbernya (modal, gedung produksi, pabrik, bengkel, hotel, mobil, serta peralatan dan fasilitas) agar memungkinkan sistem ini berjalan. Dan, mereka dapat meninggalkan perusahaannya untuk berlibur dan terkadang meninggalkan pekerjaannya tapi tetap menghasilkan uang karena ada orang-orang yang bekerja untuk mereka. Contohnya kuadran ini adalah para taipan, konglomerat, dan pengusaha waralaba (franchisers) yang telah membangun bisnis yang solid.

Apakah anda termasuk kuadran ini yang menjadi pemilik perusahaan yang dibangun dengan sistem, dengan struktur organisasi yang rapi dan jelas, dengan karyawan yang terbagi dalam divisi-divisi dan bertahap berkembang membuka cabang atau agen yang menjangkau wilayah pemasaran yang lebih luas? Semula anda masih bekerja penuh waktu tapi secara bertahap anda mendelegasikan tugas kepada karyawan anda. Setelah perusahaan berkembang menjadi besar mungkin anda mempekerjakan eksekutif atau manajer atau bahkan CEO yang menjalankan dan mengelola perusahaan anda. Mungkin anda hanya duduk sebagai penasihat atau komisaris perusahaan yang hanya mengawasi dan hanya terjun bila dibutuhkan. Sebagai pemilik perusahaan, perusahaan anda yang dikelola manajer atau CEO memberikan keuntungan bagi anda. Perusahaan anda telah menjadi aset anda yang amat bermurah hati mendatangkan duit demi duit ke dalam kocek atau rekening pribadi anda. Kalau anda punya dua perusahaan dan ingin fokus ke satu perusahaan, mungkin anda menjual satu perusahaan dan mendapatkan keuntungan dari hasil penjualan ini.

Kuadran 4 (kotak kanan bawah): I atau Investor:Inilah orang-orang yang telah membangun aset-asetnya dan tidak bekerja untuk mencari uang lagi. Sebagai gantinya, aset-aset yang telah mereka kumpulkan bekerja untuk mereka, memberi pendapatan tetap bahkan bila mereka tidak bekerja. Inilah insan-insan yang disebut “hidup dari bunga uangnya”. Mereka dinafkahi aset dan investasinya. Uang bekerja untuk mereka. Mereka menginvestasikan uangnya untuk mendapatkan lebih banyak uang. Mereka bisa membedakan mana yang merupakan aset dan mana yang merupakan kewajiban (liability). Contohnya adalah investor di pasar saham dan real estate.

Yang termasuk kuadran ini adalah orang-orang yang menginvestasikan uang mereka dengan ikut bermain valas di bursa efek melalui pialang berpengalaman dan hebat, menanam saham di perusahaan lain atau membangun dan menyewakan gudang, mobil travel, rumah untuk dikontrak, membeli apartemen untuk dikontrakkan atau membeli tanah untuk disewakan. Termasuk kagegori ini adalah orang yang menabung uangnya dalam bentuk deposito atau membeli saham perusahaan yang telah go public. Ada investor yang bermain dalam bisnis properti. Ia beli rumah dengan harga murah pada masa resesi dn menjual kembali rumah itu dengan harga tinggi waktu ekonomi membaik. Hasil penjualan rumah ini digunakan lagi untuk membeli rumah atau apartemen lain lalu menjualnya waktu harganya melambung tinggi. Begiut seterusnya uang hasil investasinya diputar dan membuat mereka kaya raya. Aset yang anda miliki membayar ‘gaji bulanan” anda. Anda bisa memutuskan pensiun dini dan tinggal duduk ongkang-ongkang kaki dan aset anda-lah yang tetap “menggaji” anda.

Apakah anda melihat perbedaan antara ke-4 kuadran ini? Satu-satunya jalan agar lolos dari lomba tikus adalah dengan beralih dari income aktif ke income pasif, dari employee (pekerja) atau self employee (pekerja untuk diri sendiri) ke business owner (pemilik perusahaan) atau investor.

Robert Kiyosaki mengatakan: “Orang kaya membeli aset-aset. Orang miskin hanya membelanjakan uangnya. Klas menengah membeli liabilities (kewajiban membayar asuransi, kredit rumah tinggal, kredit mobil pribadi) dan mereka berpikir bahwa itu adalah aset. Orang miskin dan klas menengah bekerja untuk mendapatkan uang. Orang kaya memiliki uang yang bekerja untuk mereka.”

Menurut Robert Kiyosaki, kalau memilih menjadi employee / pekerja / karyawan atau menjadi self employee / kerja sendiri, anda berada di jalan yang tak akan mengantar anda menjadi orang kaya benaran. Kalau memilih menjadi business owner / pemilik perusahaan / pengusaha atau investor, anda berada di jalan yang mengantar anda menjadi orang kaya benaran. Kaya benaran berarti anda bebas secara finansial, mencapai financial freedom, independen dalam soal keuangan, mencapai financial independence untuk memenuhi kebutuhan hidup sendiri dan keluarga sekarang dan di masa depan, tanpa merasa khawatir tidak punya cukup uang. Aset-aset anda yang membayar atau menggaji anda.

Lihat juga:

http://www.millionaireacts.com/48/robert-kiyosaki-rich-dad-poor-dad-cashflow-quadrant.html

Dari posisi anda sekarang, jalan mana yang akan anda pilih dari 4 kuadran ini? Selamat menjadi orang kaya benaran. Anak anda akan menyebut anda Rich Dad, Rich Mum atau Poor Dad, Poor Mum (ayah / ibu miskin atau ayah / ibu kaya). Beralih dari pekerja dan mulai berwirausaaha sebagai self employee yang bekerja sendiri  lalu berkembang sampai ke memiliki perusahaan yang punya sistem sendiri tidak bergantung umur berapa dan pendidikan sampai tingkat apa. Entrepreneur atau pengusaha yang memiliki perusahaan dengan sistem yang jelas muncul dari golongan umur mana pun dan dari tingkat pendidikan apa pun. Kalau sekarang anda berada di posisi sebagai employee yang bekerja untuk organisasi atau perusahaan orang lain atau sebagai self employee yang bekerja sendiri mencari nafkah, apakah anda ingin anak anda mengikuti jejak anda menjadi employee atau self employee? Anda ingin anak anda memilih atau terjun pertama kali ke kuadran yang mana dari ke-4 kuadran ini? Teladan anda dalam bekerja dan pola asuh anak yang anda pilih dan tempuh dalam keluarga anda akan mempengaruhi pilihan anak anda di kemudian hari.

 

Kalau anda memilih menjadi employee (pekerja, karyawan yang bekerja pada kantor atau perusahaan orang lain) atau menjadi self employed (kerja sendiri seperti wartawan freelance, penulis buku, dokter yang buka praktik sendiri atau jadi guru les privat, usahawan kecil, penjaja keliling), kemungkinan besar anda akan dipusingkan dengan ATM yang saldonya pas-pasan, bingung karena belum membayar kartu kredit anda, jengkel karena uang kurang untuk melakukan service menyeluruh terhadap mobil anda atau hidup belum tenang karena belum punya rumah sendiri, masih kontrak.

Kalau nasib menerjunkan anda menjadi pengusaha atau investor yang punya aset yang “menggaji” anda, mungkin sekali anda tak dibuat pusing seperti yang dialami employee atau self employee. Namun hidup ini harus hati-hati. Kata Robert Kiyosaki pada ke-4 jalan menciptakan / mendapatkan uang ini peluang bangkrut itu bisa hinggap di semua jalan itu.

 

 

Pensiun itu bukanlah masalah umur tapi masalah pendapatan

Anda mau membuka restoran Padang “SEDERHANA” di tempat anda? Anda mau membuka supermarket Indomart atau Alfamart di jalan raya dekat rumah anda? Anda mau menjadi agen JNE di payilyun rumah anda yang kebetulan letaknya strategis? Nah, anda membeli format bisnis pengusaha lain yang sudah kaya dan anda pun bisa jadi orang kaya juga. Anda harus membayar fee kepada pengusaha kaya itu dari keuntungan yang anda raih.

Atau, anda sendiri mau membuka usaha sendiri? Lalu, usaha anda itu berkembang menjadi perusahaan berbentuk CV atau PT yang kian maju dan akhirnya merambah ke berbagai daerah di Indonesia, bisa saja anda menjual format bisnis anda, mengajak orang di daerah menjadi franchise anda. Cabang atau agen lain di daerah akan membayar fee kepada anda. Kalau sudah sampai ke taraf itu, mungkin anda mulai berpikir untuk pensiun dini. Tiap bulan tinggal anda dapat setoran dari franchises anda yang tersebar di mana-mana.

Kalau anda sudah punya banyak bidang tanah, banyak rumah, gudang, mobil travel, apartemen yang siap dikontrak, nah aset anda itu akan “menggaji” anda tiap bulan. Mungkin telah tiba saatnya anda memilih pensiun dini, tinggal momong cucu dan ajak cucu berlibur ke destinasi wisata di mana pun yang terjangkau kocek anda.

 

Anda sekarang sudah mendapatkan pekerjaan dan gaji anda dibayar pemerintah atau perusahaan tiap bulan. Mungkin sebagai PNS anda mendapat gaji ke-13 dan honor tambahan atau sebagai karyawan perusahaan mendapat bonus tahunan. Syukurlah anda beruntung.

Namun, apakah persoalan uang itu sudah selesai? Semakin bertambah gaji atau bonus atau penghasilan total per bulan atau per tahun biasanya kebutuhan anda cenderung meningkat dan tidak match antara pendapatan dan pengeluaran.

Waktu? Sebagai karyawan, waktu anda ditentukan kantor atau perusahaan. Datang dan pulang kerja jam berapa. Kapan boleh ambil cuti. Waktu mungkin menjadi masalah anda. Orang lain yang mengatur waktu anda, bukan anda yang sepenuhnya mengatur waktu anda.

Biaya kesehatan? Kalau anda punya Askes sebagai PNS atau perusahaan anda mendaftarkan anda pada sebuah perusahaan asuransi kesehatan, mungkin masalah harus berobat atau dioperasi tak menjadi masalah besar bagi anda. Namun, ada banyak biaya lain selain yang ditanggung Askes atau perusahaan asuransi. Ada obat mahal yang tidak ditanggung asuransi. Ongkos keluarga bolak-balik ke rumah sakit tidak ditanggung asuransi. Kalau penyakit anda itu hanya bisa diobati di rumah sakit di Singapura, Amerika Serikat atau Jerman misalnya, nah anda bisa pusing karena asuransi kesehatan hanya berlaku di dalam negeri.

Memang, pekerjaan bukan segala-galanya, tapi tanpa pekerjaan susah segala-galanya. Sudah punya pekerjaan pun, susah itu bisa datang karena faktor uang yang kurang, waktu yang tak bisa anda atur sendiri, dan kesehatan yang tak ditanggung sepenuhnya oleh perusahaan asuransi.

Road to financial freedom

Mungkin banyak dari kita adalah “korban” mindset yang ditanamkan orang tua kita sejak kecil. Bersekolah sampai sarjana agar mudah mendapatkan pekerjaan sebagai pegawai negeri. Setelah jadi pegawai negeri, masa depan terjamin karena ada pensiun. Kalau tidak lolos tes pegawai negeri, ya paling tidak bisa menjadi pegawai perusahaan swasta. Sekarang pun banyak perusahaan yang telah memberi pensiun kepada karyawannya. Nafkah terjamin, masa depan cerah. Makin tinggi tingkat pendidikan, makin besar penghasilan. Dengan kata lain, makin tinggi tingkat pendidikan, makin kaya.

Apakah mindset ini benar? Tingkat pendidikan saya sampai S3 dan meraih gelar Doktor atau gelar Ph D tamatan London, Inggris. Kalau pandangan orang tua saya benar, harusnya saya lebih kaya dari tamatan S2, S1, SMA / SMK. Ternyata tidak. Sebagai PNS, saya juga nyambi kerja sebagai self employee dengan menulis buku dan memberi jasa konsultasi pendidikan. Ternyata untuk ini saya dibayar pengusaha yang hanya tamat SMA atau bahkan SMP. Tragis. Dan, ternyata di dunia ini mayoritas pengusaha tidak tamat SMP. Saya juga sudah bertemu dengan beberapa pengusaha kaya yang hanya tamat SD dan bahkan hanya sampai kelas III SD. Ada yang mampu membeli pulau dan menjual ikan ke Tiongkok, Jepang, dan negara lain. Banyak sekali kota di dunia ini yang telah ia kunjungi. Pengusaha yang kurang pendidikan itulah yang menggaji karyawannya yang bergelar Doktor, Magister, Sarjana. Mereka adalah rich dads, ayah kaya yang tidak telah terbebas dari lomba tikus, mirip dengan rich dad Tiyosaki. Nasib saya mirip poor dad, ayah biologis Kiyosaki yang meraih gelar Doktor tapi dalam hidupnya ikut perlombaan lari tikus, perlombaan tak berkesudahan antara pendapatan dan pengeluaran yang sering tidak match. Lebih besar pengeluaran.

Sejak tahun 2013 nasib mengantar saya terjun berwirausaha, membuat dan menjual. Usaha berkembang dan jumlah agen terus bertambah. Usaha itu sekarang sudah menjadi perusahaan yang wajib membayar pajak kepada negara. Kalau dulu kantor atau orang membayar gaji saya, sekarang saya membayar gaji dan honor karyawan. Kalau dulu ingin memberi uang kepada orang yang membutuhkan, saya harus berpikir 2 x sambil memastikan apakah dalam waktu dekat akan mendapatkan honor. Sekarang, lebih ikhlas bila mau memberi kepada orang yang membutuhkan bantuan. Keuntungan mulai masuk dan barulah di usia 62 tahun kami mulai merasakan makna financial freedom (kebebasan finansial). Gelar Doktor ternyata tidak membuat kami merasakan apa itu kebebasan, independensi finansial karena terperangkap dalam lomba tikus, kejar-kejaran antara pemasukan dan pengeluaran. Terkadang saya merasa malu dengan diri sendiri. Apa yang saya lakukan sekarang hanya perlu bekal pendidikan maksimal tamat SMA. Ironis.

Apakah sebagai orang tua atau guru kita masih terus menanamkan mindset yang mendorong anak untuk belajar sampai minimal tamat D3 atau sarjana agar menjadi pegawai negeri atau pegawai perusahaan? Apakah dengan langkah ini kita mengantar anak ke jalan yang benar dan tepat menuju kebebasan finansial? Atau, kita keliru mengarahkan anak yang bakal terperangkap ke dalam lomba tikus? Berapa juta sarjana penganggur sekarang dari kota besar sampai pedesaan yang tidak mau lagi bertani, beternak atau menangkap ikan? Mengapa uang untuk biaya kuliah tidak digunakan sebagai modal usaha, mulai terjun berwirausaha, menjadi pekerja untuk diri sendiri dan kalau nasib untung bisa jadi pengusaha, pemilik perusahaan? Apakah sebagai orang tua atau guru, kita terus menciptakan utopia bagi anak yang mengejar mimpi palsu menjadi pekerja dengan janji surga menjadi orang yang terbebas secara finansial?

 

10 kunci kebebasan finansial

Robert-Kiyosaki-Picture-Quote-Poor-To-Rich

Robert Kiyosaki mengemukakan 10 kunci mencapai kebebasan finansial berikut ini.

1. Ambil tanggung jawab penuh atas neraca keuangan anda dalam mengambil keputusan pembelian dan penjualan yang mempengaruhi rencana keuangan di waktu mendatang. Lakukan evaluasi berkala tentang semua tindakan keuangan anda.
2. Kontrol atau kendalikan pengeluaran karena mengatur pengeluaran amat mempengaruhi neraca keuangan anda. Berpikirlah dua kali sebelum membelanjakan uang anda.

Develop-Financial-Literacy-Step-6

3. Membuat anggaran (budget) dan menghabiskan sesuai anggaran sangat penting untuk membatasi pengelolaan pendapatan dan mengontrol pengeluaran anda. Anggaran akan mendorong akuntabilitas anda.

Budget

4. Bayarlah diri anda sendiri melalui menabung sebagian uang guna membuat anda makin kaya dan mencegah anda jatuh miskin. Menabung sekarang untuk berinvestasi di masa depan.

5. Jangan pernah berhutang. Anda tidak pernah akan merasa diri kaya bila masih terbebani hutang. Berkaitan dengan bank dan kartu kredit, janganlah anda berhutang ke bank sehingga terjerat ke kewajiban membayar hutang dan bunga hutang. Tabunglah uang anda di bank, misalnya dalam bentuk deposito sehingga bank-lah yang membayar bunga tabungan anda.

Hutang baik dan buruk

Kami teringat prinsip Pak P K Oyong sebagai seorang pendiri Harian Kompas dan PT Gramedia yang diulas Kompas setelah wafatnya pada 31 Mei 1980 pada usia 59 tahun. Waktu awal mendirikan Kompas tahun 1965, bersama Pak Jakob Oetama, mereka meminjam uang ke bank. Namun dalam waktu singkat hutang bank itu langsung dibayar lunas. Selanjutnya, sejak awal sebagian keuntungan Kompas ditabung di bank sehingga bukan Kompas yang membayar ke bank tapi bank yang membayar ke Kompas. Prinsip ini kami terapkan dalam usaha kami yang belum genap 2 tahun. Beberapa bank menawarkan kredit tapi kami tolak. Usaha harus maju bertahap sesuai dengan kemampuan modal yang dimiliki. Bukan kami yang harus membayar ke bank tapi bank-lah yang harus membayar usaha kami.

6. Sediakan dana darurat yang cukup untuk hidup selama 3 bulan agar anda terhindar dari keterpaksaan berhutang bila terjadi peristiwa yang tidak diinginkan, misalnya untuk perbaikan besar kendaraan, biaya kesehatan bila anda jatuh sakit, atau tertimpa musibah lainnya. Cara terbaik adalah membuka rekening baru untuk mulai menabung dana darurat. Cara ini mencegah anda dari kemungkinan jatuh miskin dan membuat hidup anda itu tenang.

Dana darurat

7. Jangan berhenti belajar tentang industri keuangan dan cara industri itu bekerja serta menambah pengetahuan tentang keuangan sebanyak mungkin agar anda semakin cerdas mengelola keuangan.

Buku tentang keuangan

8. Tentukan tujuan keuangan secara jelas dan ringkas misalnya untuk memulai pendirian perusahaan anda sendiri atau menjadi investor. Atau, dalam skala kecil misalnya memutuskan renovasi rumah, membeli kendaraan baru atau membeli pesawat televisi yang baru. Tuangkan tujuan keuangan ke dalam rencana keuangan yang jelas agar anda termotivasi mewujudkan impian anda.

Tujuan keuangan

9. Bangunlah jaringan (network) pemasaran untuk melatih kemampuan bisnis dan beralih dari status sebagai karyawan menjadi pengusaha. Ini akan mengurangi biaya investasi untuk perusahaan yang baru.

peta-pengiriman-sano

10. Sederhanakan hidup anda. Janganlah terjebak hasrat mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya untuk mendukung meningkatnya kebutuhan anda. Hilangkan dari pikiran anda kebutuhan yang mengada-ada. Turunkan kebutuhan anda agar tidak melebihi kemampuan pengeluaran anda.

Kunci mencapai kebebasan finansial amat mudah. Ubahlah pendapatan tetap anda menjadi pendapatan pasif (portofolio) sehingga aset-aset anda “menggaji” anda tiap bulan, tiap tahun.

Sumber:

http://addicted2success.com/success-advice/robert-kiyosakis-10-keys-to-financial-freedom/

https://www.cekaja.com/info/10-kunci-kebebasan-finansial-ala-robert-kiyosaki/

 PK-OJONG-PEGANG-KORAN-631x1024

P K Oyong: Bukan Kompas yang membayar bank tapi bank-lah yang membayar Kompas

 

Penerapan kunci ini kepada anak

Orang tua dan guru perlu mengarahkan anak agar membuat anggaran sendiri, misalnya dari uang jajan bulanan yang diberikan orang tua dan uang lainnya. Anggaran ini bisa dituangkan ke kebiasaan mencatat uang masuk dan uang keluar per minggu misalnya. Dorong anak untuk menabung di celengan atau kalau sudah cukup umur menabung sendiri di bank terdekat guna membeli atau membayar apa yang ia “cita-citakan” atau untuk memenuhi kebutuhan yang tak terduga. Larang anak berhutang kepada orang tua, kakak atau adiknya atau teman-temannya di sekolah. Literasi keuangan (financial literacy) hendaknya diajarkan guru di sekolah melalui pelajaran IPS atau ekonomi serta melalui tema lintas kurikulum (mata-mata pelajaran yang relevan) melalui diskusi dan latihan praktik.

Anak menabung

Tentu saja yang terpenting adalah teladan orang tua dan guru dalam menerapkan 10 kunci ini. Teladan berbicara lebih keras daripada kata-kata.

mm-democracy-o

Literasi keuangan (financial literacy)

Berbagai survei di berbagai negara maju dan sedang berkembang menunjukkan bahwa literasi keuangan penduduk tertinggal dari perkembangan industri dan bisnis keuangan di dunia global dewasa ini. Bila kita kurang memahami bagaimana uang bekerja di dunia, kita cenderung menjadi korban. Uang yang kita miliki dapat membuat kita jatuh miskin, melarat karena industri keuangan justru “mencuri” uang anda. Karena itu, berbagai organisasi di banyak negara dan lintas-negara berupaya mendidik masyarakat soal literasi keuangan. Kelompok sasaran yang diutamakan adalah kaum perempuan, para ibu rumah tangga yang amat berperan dalam mengelola keuangan keluarga, aneka-kelompok yang rentan dikelabui institusi keuangan terutama di pedesaan sampai ke para siswa di sekolah. Literasi keuangan telah menjadi isu di dunia dan akan semakin diperlukan menghadapi perkembangan pesat abad ke-21 ini.

Literasi finansial adalah kemampuan memahami bagaimana uang bekerja di dunia: bagaimana seseorang mengelola keuangan, mulai dari bagaimana mendapatkan atau menciptakan uang, bagaimana mengelolanya, bagaimana menginvestasikan, dan bagaimana menyumbang untuk membantu orang lain. Secara spesifik, literasi finansial mengacu ke serangkaian keterampilan dan pengetahuan yang memungkinkan seorang individu mengambil keputusan yang efektif tentang semua sumber keuangannya. Meningkatkan bunga uang pribadi kini menjadi satu fokus program pemerintah di berbagai negara, termasuk Australia, Kanada, Jepang, Amerika Serikat, dan Inggris.

Pernah dilakukan survei terhadap konsumen perempuan pada 14 negara di Asia-Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika (Asia Pacific Middle East Africa; APMEA) perihal manajemen uang, perencanaan dan investasi keuangan. Pada laporan survei itu yang terbit tahun 2011, urutan APMEA Women MasterCard’s Financial Literacy Index adalah:

  1. Thailand 73.9
  2. New Zealand 71.3
  3. Australia 70.2
  4. Vietnam 70.1
  5. Singapura 69.4
  6. Taiwan 68.7
  7. Filipina 68.2
  8. Hong Kong 68.0
  9. Indonesia 66.5
  10. Malaysia 66.0
  11. India 61.4
  12. China (60.1)
  13. Jepang
  14. Korea Selatan

Hasil survei ini menunjukkan bahwa di kalangan kaum perempuan Indonesia menduduki ranking ke-9 dari 14 negara. Posisi perempuan Indonesia lebih baik dari Malaysia, India, China, Jepang, dan Korea Selatan, namun masih kalah dari perempuan Thailand yang mencapai ranking terbaik, Vietnam, Singapura, dan Filipina. Temuan yang mencengangkan adalah ternyata kaum perempuan Thailand lebih jago dalam mengelola keuangan dibandingkan dengan sesama kaumnya di Singapura, Jepang, dan Korea Selatan, 3 macan ekonomi Asia.

Sumber: http://timesofindia.indiatimes.com/india/Indian-women-surpass-Chinese-in-financial-literacy/articleshow/7602651.cms?referral=PM

Tahun 2012 pertama kali dilakukan tes internasional literasi keuangan dalam tes PISA yang diikuti siswa berusia 15 tahun (SMP) dari 18 negara di dunia untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan dan pemahaman serta keterampilan keuangan mereka.

Kerangka penilaian literasi keuangan PISA

Materi tes ini meliputi uang dan transaksi, perencanaan dan pengelolaan uang, risiko dan imbalan, dan lanskap keuangan. Proses tes ini meliputi mengidentifikasi informasi keuangan, menganalisis informasi dalam konteks keuangan, dan menerapkan pengetahuan dan pemahaman keuangan. Konteks tes ini adalah pendidikan dan pekerjaan, rumah dan keluarga, individu, dan masyarakat.

Hasil tes literasi keuangan ini kemudian dicari korelasinya dengan hasil tes matematika dan membaca (reading) PISA yang dipandang sebagai keterampilan dasar bagi literasi keuangan. Hasil tes literasi keuangan ini menunjukkan bahwa siswa Shanghai, China menduduki ranking teratas, siswa Kolumbia terbawah, dan siswa 16 negara lain berada di posisi tengah. Hasil tes ini juga menunjukkan bahwa kemampuan literasi keuangan siswa di perkotaan lebih baik daripada siswa di pedesaan. Hasil lain yang menarik adalah literasi keuangan siswa yang menabung sendiri uang di bank lebih baik daripada siswa yang tidak menabung di bank.

Mengenalkan-Pengelolaan-Keuangan-Sejak-Dini-BCA

Kebijakan pengelola tes PISA menunjukkan bahwa kini dirasa amat penting mengintegrasikan literasi keuangan dalam kurikulum sekolah, mulai SD sampai dengan SMA dan SMK. Mungkin perkembangan ini perlu diperhatikan dalam revisi Kurikulum 2013. Walaupun kurikulum yang berlaku tidak menekankan literasi keuangan, sebagai kepala sekolah atau guru anda dapat menekankannya dalam proses belajar-mengajar.

Sumber: http://www.oecd.org/finance/2014-launch-pisa-financial-literacy-students.htm

 

Edupreneurship di keluarga dan sekolah

 

Anda ingin mendidik anak anda menjadi entrepreneur? Dorong dan latih dia memproduksi apa saja. Karena, kebiasaan memproduksi adalah faktor penting yang membuat seseorang menjadi entrepreneur. Terima kasih, Pak Simon Payong Masan yang telah mengirim foto putrinya beserta resep membuat kue-kue yang diciptakan Brigitta seperti terlihat pada gambar.

Komentar Payung Masan Terima kasih ama Belen ….

Dorongan berproduksi di keluarga sebaiknya ditindaklanjuti melalui edupreneurship di sekolah. Apalagi, bagi anak yang tidak dibiasakan memproduksi atau membantu orang tuanya memproduksi barang yang laku dijual, edupreneurship di sekolah itu amatlah penting.

Brigitta yang telah mampu membuat kue sendiri. Apakah sekolah mengizinkan dia menjual kue buatannya kepada teman-temannya di sekolah? Tidak. Seperti berlaku umum di sekolah-sekolah kita, anak dilarang berjualan di sekolah. Namun, semestinya ada pengecualian. Khusus untuk kue, minuman, suvenir atau asesori buatan anak, sekolah sebaiknya memberi peluang kepada anak untuk menjual hasil karyanya. Jika kita ingin banyak anak menjadi wirausahawan, pengusaha, pemilik perusahaan waktu mereka dewasa, sekolah hendaknya mengizinkan anak menjual hasil produksinya sendiri (bukan yang dibuat orang tua), agar terbina kebiasaan menjual dan menjual, bukan membeli dan membeli. Dengan cara ini, kita mendidik anak menjadi manusia produktif, bukan manusia konsumtif.

 

Anda ingin mendidik anak anda menjadi entrepreneur? Dorong dan beri kesempatan ia menjual kue buatan anda atau tetangga. Karena, kebiasaan menjual adalah faktor penting yang membuat seseorang menjadi entrepreneur. Percuma anda memproduksi barang tapi tak laku dijual. Terima kasih, Pak Bimas Ntb yang telah menyiarkan foto Udin. Bravo Udin. Teringat waktu kecil di Kupang. Beta tukang jual kokis keliling pagi-pagi sebelum ke sekolah dan sore hari setelah pulang sekolah di zaman susah di era Orde Lama, beberapa tahun sebelum pecah G30S/ PKI.

Kebiasaan orang tua memberi uang jajan kepada anak tidak salah karena anak belum bisa mencari uang sendiri. Namun, kalau anak bisa menyisihkan uang jajan untuk ditabung dan dari hasil tabungan ia bisa membeli barang yang diinginkan tentu ini satu latihan yang baik. Ada orang tua yang membiasakan anak yang sudah cukup besar disuruh mengerjakan pekerjaan rumah tangga tambahan (ekstra) selain tugas rutin membantu pekerjaan dalam keluarga dengan janji menambah uang jajannya. Kebiasaan ini bagus untuk mendidik anak bahwa mencari uang itu perlu dilakukan melalui bekerja.

Berbeda dengan anak-anak yang terbiasa diberi uang jajan, Udin yang terlahir dalam keluarga sederhana mendapatkan kesempatan yang amat langka dalam situasi pakaian dan panganan kecil berlimpah zaman ini. Mungkin ia dapat membantu menambah keuangan keluarga atau paling tidak ia mencari sendiri uang jajan waktu berada di sekolah. Dari kecil Udin telah diberi bekal kemampuan menjual yang akan berguna baginya bila terjun berwirausaha nanti dan bisa siapa tahu bisa berkembang menjadi pengusaha atau pemilik perusahaan.

Orang bodoh jadi boss

Dalam keluarga Udin telah dilatih bertanggung jawab untuk bekerja membantu keluarga melalui aktivitas menjual singkong dan pisang goreng. Bagi keluarga yang mampu secara ekonomis, tanggung jawab bekerja dapat dilakukan dengan membagi tugas mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Anak harus dibiasakan membenahi tempat tidurnya tiap pagi setelah bangun tidur. Tidak boleh dibiarkan berantakan dan dibereskan orang tua. Tiap anak harus menaruh pakaian kotor di ember atau keranjang khusus dan diharuskan mencuci sendiri pakaiannya.

Pekerjaan rumah tangga seperti berbelanja, memasak, mencuci piring, menyapu dan mengepel lantai, menyiram dan merawat tanaman, membersihkan kaca jendela, memperbaiki kerusakan kecil pada pintu, jendela, dan perabot rumah dibagi secara adil antar-anggota keluarga dan disepakati giliran berganti tugas. Kalau ada pembantu, pekerjaan rumah tangga sebaiknya tidak diborong pembantu tapi ada bagian pekerjaan yang harus dilakukan anak. Di masa depan tampaknya bayaran pembantu akan semakin mahal sehingga cenderung tidak tertanggungkan. Di Jepang perdana menteri sekali pun tidak mampu membayar pembantu tetap di rumahnya. Kalau perdana menteri mampu membayar pembantu dicurigai ia melakukan tindak pidana korupsi.

Latihan bagi anak agar tanggung jawab bekerja amat penting karena waktu dewasa ia tidak terlepas dari keharusan bekerja dengan tanggung jawab, entah sebagai pekerja, pekerja sendiri, pengusaha atau investor.

Sehubungan dengan pemberian cuma-cuma tanpa bekerja atau membantu mengerjakan sesuatu, ada satu aturan sekolah yang diberlakukan Romo Mangun di SD Mangunan di Desa Mangunan, Kecamatan Kalasan, Jogyakarta. Anak-anak dilarang menerima pemberian tamu yang berkunjung ke sekolah. Sekali pada kesempatan membantu para guru dan kepala SD Mangunan, kami memanggil anak-anak tertentu saat istirahat untuk memberi mereka sekadar uang jajan tambahan. Yang mengherankan, anak-anak menolak pemberian itu. Kemudian, kami sampaikan kepada para guru dan kepala sekolah bahwa baru kali ini uang yang hendak saya beri kepada anak-anak ditolak anak-anak sendiri. Mereka lalu menjelaskan, sejak awal Romo Mangun melarang anak-anak menerima pemberian uang dari tamu karena anak-anak dari keluarga “miskin” harus dibiasakan tidak menerima pemberian orang agar terhindar dari sikap bergantung kepada belas kasihan orang. Orang “miskin” harus didorong untuk bekerja mencari nafkah dengan rasa percaya diri, bukan bergantung kepada sinterklas.

Entrepreneur tidak DILAHIRKAN….
Mereka “JADI” melalui pengalaman hidup mereka! (Professor Albert Shapero, The Ohio State University)

 

Kurikulum 2013 menghapus mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sejak SD s.d. SMA / SMK. Kebijakan ini akan membuat orang Indonesia hanya sekadar menjadi pengguna teknologi informasi, bukan pencipta. Bagaimana anak bisa mencipta kalau tidak diajarkan bahasa program dan cara membuat program? Kita sulit menelurkan insan-insan pencipta teknologi informasi seperti Zainuddin Nafarin dan Arrival Dwi Santosa jika TIK dihapus sebagai mata pelajaran. Sebagai kepala sekolah anda bisa memodifikasi kurikulum yang berlaku dengan memasukkan mata pelajaran TIK. Sebagai guru anda bisa mengusulkan kepada kepala sekolah dan dewan guru agar menghidupkan mata pelajatan TIK.

KITA PERCAYA:

* Entrepreneur memiliki keanakeragaman karakterisik pribadi yang besar, satu yang umum: bertekad mengambil risiko demi mendapatkan keuntungan.

* Siapa pun dapat menjadi entrepreneur kapan pun dalam hidup seseorang.

* Tak ada tingkat pendidikan yang menjadi syarat menjadi seorang entrepreneur.

* Sukses entrepreneur bervariasi menurut tujuan seseorang, dari pendapatan paruh waktu sampai struktur korporasi yang bertumbuh cepat.

 

SEBUAH PEKERJAAN ADALAH …

kerja yang perlu dikerjakan… hingga seseorang akan membayar anda untuk melakukannya.”

mesin cuci

Komentar Kang Maman Sutarman di Facebook: Prinsipnya: Belajar untuk hidup, bukan hidup untuk belajar saja. Tapi jangan semua orang diarahkan menjadi pebisnis. Sebagian perlu dipersiapkan jadi pemikir. Itu pula latarbelakang gagasan tentang adanya SMA dan SMK…..Salam

Tanggapan kami: Kang Maman Sutarman. Persentase entrepreneur Indonesia tidak sampai 1% (0,24%, hanya memiliki 500 ribu pengusaha) dari 240,56 juta penduduk Indonesia. Malaysia sudah mencapai 2,1%, Thailand 4,1%, Korea Selatan 4%, Singapura 7,2%, Amerika Serikat 11,1%. Itulah penyebab AS menjadi adidaya dan ekonomi Singapura, negeri satu kota, lebih maju dari semua negara ASEAN lain. Edupreneurship tidak hanya mengarahkan semua anak jadi pebisnis tapi ada baiknya jika banyak anak berjiwa entrepreneur yang mampu membuat terobosan dalam berbagai bidang kehidupan. Entrepreneur jangan disamakan dengan cari uang semata. Entrepreneur adalah insan yang punya visi, punya ide kreatif, terjun mewujudnyatakan idenya, mampu membuat terobosan, mampu memimpin. Mengapa pendidikan Indonesia terseok-seok? Karena kurang pengelola dan pendidik yang berjiwa entrepreneur.

 

Di masa depan anda lebih membutuhkan sebuah rencana bisnis (business plan) daripada sebuah rencana karier (career plan). Business plan lebih penting daripada Curriculum Vitae.

Komentar Kang Maman Sutarman di Facebook: Karena terlalu mengarahkan siswa jadi wirausahawan…mangkanya lembaga pendidikan pun dijadikan ajang bisnis; lalu solidaritas dan subsidiaritas dalam dunia pendidikan diabaikan…attitude menjadi nomor sekian… yang tertanam adalah: hidup itu transaksional….

Tanggapan kami: Kang Maman Sutarman. Edupreneurship itu bila maju dan terbentuk unit produksi justru akan mensubsidi bayaran siswa. SMA Selamat Pagi Indonesia di Batu, Malang itu gratis. Siswa bercocok tanam dan berternak di sore hari dan mampu mandiri soal makanan, malah bisa menghasilkan uang tambahan yang dikirim ke adiknya di Papua, di Aceh. Tiap siswa SMK Pertanian Bitauni di pedalaman Timor bisa menyumbang dana bagi sekolah Rp 1 s.d. 1,5 juta per bulan melalui unit produksi bercocok tanam, memelihara hewan, dan membuat anggur pisang. Karena itu, tidak heran jika biaya asrama per bulan hanya Rp 15 ribu dan SPP per semester hanya Rp 50 ribu. Gaji tiap guru bisa dibayar Rp 7 – 8 juta. Banyak contoh yang lain, seperti sekolah gratis Rumah Roslin di Kupang. Sekolah-sekolah itu sama sekali tidak komersial, malah hampir gratis atau bahkan gratis. Edupreneurship menciptakan konteks agar aktivitas akademis dan pengembangan sikap atau attitude dibangun di atas landasan entrepreneurship, melibatkan semua guru mata pelajaran, menjadi sekolah kerja. Kegiatan kognitif akademis dan pembinaan sikap dikonkretkan, tidak melambung dalam teori melangit. Itulah makna contextual teaching & learning.

Komentar Tulus Sihombing: Setuju 1000% Pak Belen.

Komentar Hilda Karli: Ya Pak Belen… Saya baca buku karangan Robert Kiyosaki, ada 2 area karir. Pertama sebagai pelaku dan kedua pengelola. Area pelaku dibagi 2, menjadi pegawai (contoh dokter di rumah sakit) dan bekerja sendiri (buka praktik sendiri). Area ini tidak akan berjalan jika pelaku tidak bekerja yang berhubungan dengan sakit-penyakit. Area kedua adalah pengelola yang terbagi dua, yaitu buka sendiri usaha (buka klinik) dan investor (ada saham di rumah sakit tertentu). Area ini memperkerjakan orang lain… Nah.. Tinggal pilih area mana yang kita mau kerjakan sekarang dan di masa depan…Itu pandangan Robert Kiyosaki. Di Indonesia semua orang yang lulus sarjana baik S1, S2 maupun S3 sibuk cari kerja bukannya membuka peluang kerja. Jadilah banyak penganggur…. Kurang berani ambil risiko dan tidak kreatif…. Gaya hidup. Berlawanan dengan orang Tionghoa….

Tanggapan kami: Terima kasih, Bu Hilda Karli. Komentar ibu ini mendorong kami membuat posting tentang gagasan Robert Kiyosaki di blog kami. (Inilah posting yang kunjanjikan itu).

.

Entrepreneur sukses mulai dari menjual waktu kecil di rumah / sekolah. Latih dan biasakan siswa menjual (selling) secara pribadi dan kelompok. Contoh: Anak membuat „roti boy”, asesori (pin, kartu undangan, pernak-pernik), mug, kaus sablon, topi, … dan menjual ke teman-temannya, saat bazar atau Entrepreneur Day di sekolah.

Didiklah anak anda di rumah, anak-anak di sekolah anda untuk menjual dan menjual, bukan membeli dan membeli. Menjual akan memotivasi orang berproduksi, sedangkan membeli hanya menjerat orang ke budaya konsumtif.

Entrepreneur berorientasi menjadi usahawan, pengusaha yang membayar, bukan jadi pekerja / karyawan yang dibayar. Pengalaman kerja hanya sebagai batu loncatan.

Berapa pun gaji anda sebagai pekerja di profesi apa pun, sebagai CEO perusahaan multinasional, direktur Pertamina, atau presiden RI, anda tidak pernah akan merasa diri kaya walau uang anda banyak.

Anda akan merasa diri kaya bila anda terjun berbisnis dan berhasil menjadi pemilik perusahaan dan investor. Berapa pun keuntungan yang anda raih, sedikit atau superbanyak, anda akan merasa diri kaya. Anda akan memiliki kebebasan finansial, financial freedom.

Entrepreneur memiliki passion (gairah luar biasa) pada proses menghasilkan dan menjual produk, cinta produknya, selalu memecahkan masalah yang menghadang, mengubah tantangan menjadi peluang.

Inilah foto Leanna dan ayahnya. Ayahnya bilang: “Leanna adalah boss saya!”

Leanna Archer menjadi direktur perusahaan di usia amat belia, masih di SMA. Ia bercita-cita masuk universitas mengikuti kuliah untuk menjadi pengacara bidang ekonomi dengan biaya dari keuntungan usahanya.

Leanna Archer dalam foto keluarga: ayah, ibu, dan adik-adiknya.

Entrepreneur anak memanfaatkan internet untuk promosi produknya. Inilah website Leanna.

Inilah sekadar beberapa contoh betapa anak-anak ini yang masih muda belia ini telah berada di jalan yang benar dan tepat menuju kebebasan finansial, a proper road to reach financial freedom, financial independence.

Mutiara kata tentang uang

Perkenankan membaca sejumlah kata mutiara tentang uang dan kutipan yang berkaitan dengan kebebasan finansial. Mungkin ini berguna bagi anda sebagai orang tua dalam menata keuangan anda dan memberi teladan dan dorongan kepada anak anda. Mungkin ini berguna bagi anda sebagai guru yang mendorong implementasi edupreneurship di sekolah anda dan memberi inspirasi kepada siswa-siswa anda.

Penabung jadi manusia bebas. Ingin kaya? Bayar hutang!

Pemeriksaan hati 2

Orang yang menabung akan menjadi orang yang bebas. (Pepatah China)

Siapa yang membayar hutangnya menjadi kaya. (Pepatah Prancis).

Jika uang kecil tidak keluar, uang besar tidak akan masuk. (Pepatah China)

Sebuah hati yang bahagia lebih baik daripada sebuah dompet yang penuh. (Pepatah Italia)

Orang yang membeli apa yang tidak ia butuhkan mencuri dari dirinya.

Jangan terus berbaring di tempat tidur, kecuali Anda dapat membuat uang di tempat tidur. (George Burns)

Agar menjadi cukup pintar mendapatkan semua uang, seorang harus cukup bodoh membutuhkannya. (Gilbert K Chesterton)

Akhirnya saya tahu apa yang membedakan manusia dari binatang-binatang yang lain: kekhawatiran finansial. (Jules Renard)

Anda dapat menjadi orang muda tanpa uang tetapi Anda tak dapat menjadi orang yang tua tanpa uang. (Tennessee Williams)

Cara teraman melipatgandakan uangmu adalah melipatnya sekali lagi dan menaruhnya kembali ke dalam kantongmu. (Kin Hubbard)

Cinta bertahan selama uang dapat menopangnya. (William Caxton)

Jika Anda dapat menghitung uangmu, Anda tidak memilki satu milyar dollar. (Lebih dari 10 trilyun rupiah; J Paul Getty)

Penghasilan kita ibarat sepatu kita; jika terlalu kecil, ia mengganggu dan menyakiti kita; tetapi jika terlalu besar, ia membuat kita berjingkat dan mencari-cari keseimbangan (John Locke)

Saya mendapatkan banyak uang, tapi saya tidak ingin berbicara tentangnya. Saya bekerja amat keras dan saya hargai setiap sen. (Naomi Campbell)

Sebenarnya saya tidak suka uang, tapi ia menenangkan saraf-sarafku. (Joe Louis)

Bebas hutang rupiah

Siapa pun yang mengatakan bahwa uang tidak dapat membeli kebahagiaan tidak tahu di mana harus berbelanja. (Gertrude Stein)

Tak ada alasan untuk menjadi orang terkaya di kuburan. Anda tak dapat melakukan bisnis apa pun dari dalam kubur. (Colonel Sanders) Lagian, di dalam kubur anda tak bisa menikmati uangmu.

Tidaklah cukup bagimu mencintai uang – juga penting bahwa uang harus mencintaimu. (Kin Hubbard)

Uang tak dapat membeli bagimu kebahagiaan tetapi ia benar-benar membawa bagimu sebuah bentuk kemalangan yang lebih menyenangkan. (Spike Milligan)

Uang tak dapat membeli kebahagiaan; tetapi ia dapat menyewanya. (Anonim)

Dalam dunia bisnis, setiap orang dibayar dengan dua koin: uang tunai dan pengalaman. Carilah pengalaman dulu; uang tunai akan datang sesudahnya. (Harold Geneen)

Entrepreneur

Kekurangan uang adalah akar dari banyak keburukan. (George Bernard Shaw)

Penghasilan setahun duapuluh poundsterling, pengeluaran setahun 19,6, hasilnya adalah kebahagiaan. Penghasilan setahun duapuluh poundsterling, pengeluaran setahun duapuluh enam, hasilnya adalah kemalangan. (Charles Dickens)

Satu-satunya cara untuk tidak berpikir tentang uang adalah memiliki banyak uang. (Edith Wharton)

Saya pikir orang yang menerima sebuah pekerjaan agar dapat hidup – katakanlah, untuk mendapatkan uang – telah mengubah dirinya menjadi seorang hamba (Joseph Campbell)

Mata ditutup uang 100 rb

Seorang yang benar-benar kaya adalah orang yang anak-anaknya datang ke dalam rangkulan lengan-lengannya waktu tangannya kosong. (Anonim)

Seorang yang bijak harus memiliki uang di kepalanya, tetapi bukan dalam hatinya. (Jonathan Swift)

Uang dan cinta adalah dua kata yang sering membuat pusing banyak orang. (S.Belen)

Uang & cinta

Uang ibarat cinta: ia membunuh perlahan-lahan dan menyakitkan orang yang terus-menerus memegangnya, dan menghidupkan orang lain yang memberikan uangnya kepada sesama. (Kahlil Gibran)

Crescit amor nummi, quantum ipsa pecunia crevit – Cinta uang bertumbuh sejalan dengan bertambahnya uang. Semakin banyak mendapatkan uang, semakin bertambah cinta anda kepada uang. (Juvenalis)

Nihil tam munitum quod non expugnari pecunia possit – Tiada benteng yang sedemikian kuat yang tidak dapat ditaklukkan dengan uang. (Cicero)

?????????????????????????????????????????????????????????

Jika persoalannya adalah uang, semua orang beragama yang sama. (Voltaire)

Uang ibarat tahi; ia tak berguna apa pun kecuali disebarkan ke sekeliling untuk mendorong yang muda bertumbuh. (Thornton Wilder)

Sama mudahnya menjadi bahagia dengan banyak uang dengan memiliki sedikit uang. (Marvin Traub)

Uang tak pernah memulai sebuah gagasan; adalah gagasan yang mengawali uang. (W J Cameron)

Laborare omnia vincit. (Bekerja mengalahkan segalanya).

Aneh: Manusia memang aneh: ingin di depan waktu dibagikan uang, di tengah waktu berjalan di malam gelap, dan di belakang waktu di medan pertempuran.

Sumber:

https://sbelen.wordpress.com/2009/06/29/penabung-jadi-manusia-bebas-ingin-kaya-bayar-hutang/

https://sbelen.wordpress.com/2008/10/13/kata-mutiara-menggelitik-tentang-uang/

https://sbelen.wordpress.com/2008/10/13/kata-mutiara-uang-lagi-lagi-uang/

https://sbelen.wordpress.com/2014/04/06/kata-mutiara-latin-tentang-keadilan-uang-korupsi-hukum-kesehatan-penguasa-cinta-perang-pidato-i-have-a-dream-martin-luther-king-jr/

https://sbelen.wordpress.com/2008/10/13/kata-mutiara-tentang-uang/

 

Kutipan menarik Manoj Arora, pengarang buku From the Rat Race to Financial Freedom

Manoj Arora

Manoj Arora adalah seorang eksekutif terkenal di India yang pindah dari satu perusahaan yang sukses ia pimpin ke perusahaan lain yang juga sukses. Setelah beberapa kali pindah, walaupun gaji / penghasilannya sudah amat tinggi, ia tidak puas. Ia baru mencapai kepuasan, kebebasan finansial setelah merintis dan membesarkan peruhaannya sendiri yang bergerak di bidang teknologi informasi.

From Rat Race to Financial Freedom

“Keluar dari zona nyaman anda itu berat di awal, kacau di tengah, dan mengagumkan di akhir…karena di akhir, ia menunjukkan kepada anda satu dunia baru!! Cobalah berusaha…”

“Jadilah seperti bebek, mendayung dan bekerja sangat keras di dalam air, tapi apa yang orang lihat adalah satu wajah tersenyum dan tenang.”

“Rasa nyaman adalah perangkap terbesar anda dan keluar dari zona nyaman adalah tantangan terbesar Anda.”

zona-nyaman

“Untuk mencapai apa yang 1% penduduk dunia miliki (kebebasan finansial), anda harus bersedia melakukan apa yang hanya 1% orang berani lakukan, yaitu kerja keras dan ketekunan tingkat tertinggi.”

“Jangan fokus kepada uang, sebagai gantinya fokus ke masalah yang perlu dipecahkan untuk dunia, uang akan mngikuti anda sebagai produk sampingan.”

“Sebuah ide brilian ibarat bayi dalam rahim seorang ibu. Anda perlu membawanya keluar ke dunia, memeliharanya, memberi makan, membuat ia bertumbuh sampai cukup besar untuk mengurus dirinya sendiri. Jika Anda berhenti pada tahap ide itu, itu sama saja dengan ide itu tidak pernah ada.”

act

“Waktu, bukan uang, adalah aset terbesar anda dalam hidup. Anda perlu waktu untuk berinvestasi dalam hubungan (dengan diri sendiri dan keluarga anda) atau untuk mengejar kegairahan anda. Pikirkan lagi bila anda masih memanfaatkan waktu hanya demi uang. Biarkan uang anda bekerja untuk anda. Anda tidak bekerja demi uang. Itulah makna sebenarnya dari kebebasan finansial … ”

Time and money

“Siapa yang akan mengajarkan semangat juang kepada anak-anak kita jika mereka tumbuh dewasa sambil melihat kita duduk dalam zona nyaman kehidupan. Kita harus bangun dan berjuang habis-habisan pada lingkup kegairahan (passion) kita, dan menjadi teladan bagi anak-anak kita.”

“Situasi hidup ibarat satu rangkaian kartu di tangan-tanganmu. Anda tidak dapat mengubah kartu, tapi Anda pasti bisa memainkan kartu-kartu itu dengan cara anda yang unik.”

??????????????????????????????????????????????????????????????????????

“Bukan apa yang anda katakan, tapi bagaimana anda mengatakan itulah yang penting. Produk yang 99% bebas lemak tampaknya lebih sehat daripada produk yang hanya mengandung 1% lemak.”

“Kebahagiaan itu tidak dirasakan baik pada masa lalu atau pun pada masa depan. Ia benar-benar ada di sini, sekarang.”

“Pengalaman terpenting seseorang adalah yang membawanya sampai ke batas kemampuannya. Untuk belajar lebih dari itu, kita perlu mengumpulkan seluruh keberanian dan memperluas batas kemampuan kita. Seks, rasa sakit, dan cinta, semuanya adalah pengalaman yang ekstrim. Bermimpi besar pun adalah satu pengalaman yang tak kalah ekstrim.”

dreams

“Waktu perlu diinvestasi dan dikelola dengan bijaksana, jauh lebih serius daripada uang. Waktu adalah semua yang anda miliki, dan suatu hari anda akan sadar bahwa anda punya waktu lebih kurang dari apa yang anda pikirkan.”

.
“Apa yang terjadi di luar Anda, dan apa yang terjadi di dalam diri Anda – terjadi di dua dunia yang sama sekali berbeda. Anda dapat mengambil alih hanya satu dari dunia-dunia ini.”

.
“Bagi seorang pemimpi, rasa sakit dan rasa nikmat itu sinonim.”

.
Uang dan mati

Pecunia est non omnis in omnibus sed sine pecunia inveniemus difficultates in omnibus. Uang bukan segala-galanya tapi tanpa uang susah segala-galanya. (S Belen)