Posts Tagged ‘pujian’

Doa seorang tentara tak dikenal

Mei 5, 2014

ton

eminem-toy-like-soldier-o

kneeling modern 4

Aku mohon kepada Tuhan kekuatan yang dapat kuraih.

Malah aku dibuat lemah agar dapat belajar taat dengan rendah hati.

Aku mohon kesehatan agar dapat melakukan hal-hal yang hebat.

Malah aku diberi kelemahan agar dapat melakukan hal-hal yang lebih baik.

Aku mohon kekayaan agar aku dapat bahagia.

Malah aku diberi kemiskinan agar bisa bijaksana.

Aku mohon kekuatan agar mendapatkan pujian orang.

Malah aku diberi kelemahan agar dapat merasa membutuhkan Tuhan.

Aku mohon semua hal agar aku bisa menikmati hidup.

Malah aku diberi kehidupan lebih lama agar dapat menikmati segala hal.

Aku tak mendapatkan apa pun yang telah kupinta,

tapi malah mendapatkan apa pun yang kuharapkan.

Hampir semua doaku yang tak terucapkan-lah yang telah dijawab.

Di antara semua orang, ternyata aku adalah orang yang paling terberkati.

 

warrior_at_prayer_1

the-prayer

h333FDF45

h90913D6B

hDF3E0C99

band-of-brothers-o

 

Sumber: The Link Between Religion, Prayer, and Health: Research Articles

Anoka-Ramsey College

http://www.slideshare.net/vlis/module-6-7-link-between-religion-prayer-health#

 

Iklan

Pujian bagi opa tercinta

Juli 20, 2010

Opa Medon & Oma Timu

Tanggal 5 Juni 2010 Opa Medon Lawotan wafat pada usia 80 tahun di Wailebe, Adonara, Flores. Pada tanggal 15 Juli 2010 Opa Pater Yan Lali wafat pada usia 92 tahun di Jakarta. Untuk mengenang jasa kedua opa ini, kami persembahkan puisi ini bagi kedua opa yang telah berbuat baik bagi banyak orang semasa hidupnya melalui profesi masing-masing dengan caranya sendiri.

Eulogy for My Grandfather

God saw you getting tired
And a cure was not to be,
So He put His arms around you
And whispered “Come with Me.”
With tearful eyes we watched you suffer
And saw you fade away.
Although we love you dearly,
We could not make you stay.
A golden heart stopped beating,
Laying loving hands to rest.
God broke our hearts to prove to us
He only takes the best.
(Anon.)

Sumber: http://www.vikingkarwur.com/blog/archives/general/index.php

Pujian untuk Opaku

Tuhan melihatmu kian capek

Dan ketika pengobatan sudah tak memungkinkan

Maka Ia merangkulmu dengan lengan-lenganNya

Dan berbisik “Datanglah bersamaKu.”

Dengan linangan air mata kami menyaksikan engkau menderita

Dan melihatmu pergi untuk selamanya.

Walau kami amat mencintaimu,

Kami tidak dapat menahanmu tetap tinggal.

Sebuah jantung emas berhenti berdetak,

Dengan tangan-tangan kasih yang terkulai beristirahat.

Tuhan menyakiti hati kita untuk membuktikan kepada kita

Ia hanya mengambil yang terbaik.

(Anonim)