Posts Tagged ‘petani’

SMK Pertanian St Pius X Bitauni, Insana di Timor: Model sekolah berasrama yang nyaris gratis

Agustus 22, 2014

Sekolah berasrama termurah di tanah air berkat unit produksi yang sukses

Jalan menuju Gua Maria Bitauni

Jalan masuk menuju Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Bitauni, Insana, Timor

 

Kamis subuh, 30 Juli 2014 saya dan istri terbang dari Jakarta, transit di Bandara Juanda Surabaya, dan melanjutkan penerbangan ke Kupang. Dari Kupang kami menuju Nenuk, 10 km sebelum Kota Atambua, ibu kota Kabupaten Belu (yang berbatasan dengan Timor Leste) untuk berpartisipasi dalam seminar Pendidikan yang dihadiri uskup, para imam, dan pengurus yayasan persekolahan Katolik Keuskupan Atambua. Keuskupan ini meliputi 3 kabupaten, yaitu Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Kabupaten Belu, dan kabupaten pemekaran yang baru, yaitu Kabupaten Malaka. Dalam perjalanan ini kami singgah untuk mengunjungi SMK Pertanian Pius X di Bitauni, Kiupukan, Insana, Kabupaten TTU, sekitar 23 km selepas Kota Kefamenanu, ibu kota Kabupaten TTU ke arah Atambua.

Mengapa kami mengunjungi SMK Pertanian berasrama ini? Dalam benak kami, menjelang presentasi dalam seminar pendidikan pada 31 Juli di Nenuk, kami akan menyampaikan pentingnya mempertahankan, menambah, dan meningkatkan pendidikan sekolah berasrama di tanah Timor khususnya dan NTT umumnya. Mengapa? Sekolah berasrama seperti seminari, SMP, SMA, dan SPG berasrama di tanah Timor sejak dimulainya pendidikan missi telah terbukti mampu meningkatkan mutu dan relevansi pendidikan. Yang lebih penting lagi adalah sekolah berasrama mampu menumbuhkembangkan nilai-nilai pendidikan karakter yang tangguh, tahan banting, dan pantang menyerah sebagai bekal lulusan melanjutkan pendidikan dan berkiprah dalam kehidupan profesi dan bermasyarakat.

Sekolah berasrama di Timor khususnya dan NTT umumnya telah terbukti menjadi pintu mobilitas sosial individu dan menjadi agen perubahan masyarakat Timor dan NTT.  Tak terbayangkan ketertinggalan masyarakat Timor dan NTT tanpa eksistensi sekolah berasrama.

Di sekolah berasrama selama 24 jam tiap hari pendidikan anak berlangsung. Disiplin belajar, kemahiran menggunakan waktu, kemandirian mencuci dan menyeterika pakaian, bekerja tangan (opus manuale) menyapu dan mengepel sekolah dan asrama, membersihkan kamar mandi, toilet, dan got, menyiangi rerumputan, menanam dan menyirami tanaman, bahkan menggunting rambut. Waktu mengikuti ibadah, pelajaran, makan, istirahat dan tidur, studi mandiri, berolahraga dan bekerja tangan, berlatih bakat bermain musik, berolah vokal, melukis, membuat patung dan kerajinan tangan, bermain drama, menanam dan memelihara tanaman, membudidayakan unggas dan ternak telah diatur mengikuti jadwal yang ketat. Pada jam studi mandiri diterapkan aturan silentium yang keras (harus diam, tenang, tidak boleh berisik) sehingga ibarat bila ada jarum yang jatuh ke lantai pasti terdengar bunyinya.

Pola asuh seperti ini hanya bisa dilakukan di oase “keluarga buatan” yang bernama sekolah berasrama. Dukungan aktivitas belajar dan pendidikan karakter siswa belum mampu dilakukan orang tua dalam keluarga secara baik dan benar. Kamar belajar siswa yang tenang dan dilengkapi meja belajar dan pencahayaan yang memadai (listrik) umumnya belum mampu disediakan orang tua baik di pedesaan maupun di perkotaan. Pengaturan waktu belajar dan istirahat siswa serta aktivitas olahraga dan bermain sulit disinkronkan dengan aktivitas orang tua, keluarga, dan lingkungan masyarakat setempat.

Selain itu, faktor pengaruh negatif lingkungan semakin meresahkan. Misalnya, kebiasaan pesta adat berhari-hari, kebiasaan konsumsi minuman keras, mabuk-mabukan, perjudian, pelecehan dan kejahatan seksual, konsumsi narkoba, pergaulan remaja dan muda-mudi yang berdampak penularan penyakit seksual dan kehamilan usia muda semakin meresahkan orang tua dalam mendidik anak-anaknya.

Namun, pembiayaan anak di sekolah berasrama yang mahal sulit ditanggung orang tua yang berprofesi petani, nelayan, supir, buruh, dan pegawai negeri biasa tanpa jabatan tinggi. Kemampuan ekonomi orang tua umumnya belum meningkat secara signifikan sehingga sekolah berasrama dipandang sebagai alternatif pendidikan yang mewah. Faktor ini mengakibatkan sejumlah sekolah berasrama terpaksa menutup asrama, tinggal menjadi sekolah biasa.

Memasuki kompleks SMK Pertanian Bitauni kami melihat para siswa pria sedang bermain bola kaki dan para siswa wanita dan pria yang lain menonton. Sesaat kemudian permainan berhenti dan mereka berjalan menuju asrama. Kami disapa sekian banyak siswa yang mengucapkan selamat sore dengan ramah. Romo Vinsen Manek Mau (kepala sekolah), Romo Yerem Seran, dan Romo Agus Klau serta Uskup emeritus Anton Pain Ratu yang tinggal di sebuah kamar di SMK ini sudah pergi ke Nenuk. Kami hanya bisa bertanya kepada beberapa siswa yang sempat ditemui.

Pertandingan bola kaki SMK Bitauni vs Desa Bitauni 2

Para penonton pertandingan bola kaki antara siswa SMK Pertanian Bitauni dengan pemuda Desa Bitauni dalam rangka perayaan hari Proklamasi 17 Agustus

Pertandingan bola kaki SMK Bitauni vs Desa Bitauni 3

Pertandingan bola kaki SMK Bitauni vs Desa Bitauni

 

Pertanyaan pertama kami kepada siswa-siswa itu adalah apakah semua siswa wajib tinggal di asrama. Jawabannya ya. Berapa uang asrama yang harus dibayar siswa per bulan? Jawabannya Rp 15 ribu per bulan. Waduh, ini benar-benar mengagetkan. Masa’ Rp 15 ribu per bulan. Apakah siswa masak sendiri untuk makan 3 x sehari? Jawabannya ya. Apakah masak pakai kompor? Jawabannya, ada yang pakai kompor, ada yang pakai kayu api. Agar pekerjaan memasak tak terlalu menyita waktu  belajar, mereka atur masak dalam kelompok-kelompok pertemanan dengan giliran memasak secara bergilir. Apakah siswa membawa bekal dari rumah. Jawabannya ya, bawa bekal beras dari rumah. Lalu, kami bertanya lagi, kalau makan lauknya apa? Jawabannya ya kami makan dengan sayur yang kami tanam sendiri di bedeng individu tiap siswa. Lauk yang lain bisa sup kacang hijau, ikan teri, daging dendeng kering, telur kalau ada. Kalau sudah tak ada lauk lagi ya makan dengan supermie. He he he. Mereka tampak bangga bisa makan dari usaha sendiri dan tidak memberatkan beban keuangan orang tua.

Mayoritas orang tua yang berprofesi petani sulit mendapatkan uang tunai tapi mereka memiliki beras dan jagung yang disimpan di lumbung untuk konsumsi keluarga selama satu tahun atau lebih. Kalau siswa tinggal di rumah ya orang tua harus menjamin terpenuhinya kebutuhan makan anak 3 x sehari. Kalau mereka diwajibkan tinggal di asrama dan masak sendiri ya jatah makanan yang dimakan di rumah tinggal dialihkan menjadi bekal yang dapat dibawa ke asrama. Beban ini terasa tidak terlalu memberatkan.

 

Dua siswa SMK Pertanian Bitauni bangga atas hasil kerjanya 3 - Copy

Bangga menunjukkan hasil kerja dengan keringat sendiri, sambil menunjukkan tanda victory, kemenangan.

Dua siswa SMK Pertanian Bitauni bangga atas hasil kerjanya 2 - Copy

 

Berapa besar uang sekolah (SPP) yang harus dibayar tiap siswa? Jawabannya Rp 50 ribu per semester. Waduh, tambah kaget lagi. Kalau tiap semester itu 6 bulan berarti tiap orang tua siswa membayar uang sekolah tiap siswa per bulan hanya sekitar Rp 8 500 + uang asrama Rp 15 000 = Rp 23 500 per bulan. Dengan demikian, dalam setahun orang tua hanya mengeluarkan biaya Rp 282 000 bagi anaknya di sekolah berasrama ini. Angka ini benar-benar berbeda antara bumi dan langit jika dibandingkan dengan biaya uang sekolah dan uang asrama dari sekolah berasrama, dalam hal ini SMA berasrama yang terkenal di Jabodatabek. Di sini orang tua harus membayar total Rp 70 juta s.d. Rp 100 juta per tahun bergantung kepada reputasi sekolah itu, apakah sekolah internasional, sekolah nasional plus atau sekolah nasional. Padahal, jika dibandingkan kualitas pendidikan karakter  di SMK Pertanian Bitauni apa yang dialami siswa di kampung itu mungkin jauh lebih bermakna daripada yang dialami siswa di sekolah berasrama supermahal itu.

Kami benar-benar kaget mendengar informasi betapa murah uang sekolah dan uang asrama di SMK Pertanian Bitauni karena sejauh informasi yang kami ketahui, tak ada sekolah berasrama di tanah air yang semurah ini. Nyaris gratis. Slogan sekolah negeri gratis telah dilaksanakan sekolah swasta berasrama ini. Kami belum menemukan model sekolah seperti ini yang lain di tanah air dan di negara-negara lain yang pernah kami kunjungi.

Kami bertanya lagi, apakah siswa wajib ikut misa (ibadah harian biasanya di pagi hari)? Jawabannya ya. Bangun pagi jam berapa? Jam 5.00 pagi. Apakah siswa berolahraga di sore hari? Jawabannya ya, diatur cabang olahraga yang mana digilir antar-siswa. Yang penting semboyan “mens sana in corpore sano” (jiwa yang sehat dalam tubuh yang sehat) diterapkan dalam kehidupan keseharian mereka.

Kamis 21 Juli 2014 pada Pesta Santo Pius X, sekolah ini merayakan pesta perak (25 tahun usia) sekolah ini, yang didirikan tahun 1989. Lahan sekolah ini seluas sekitar 26,5 hektar. Tanah ini dulunya bersifat asam sehingga kurang diminati penduduk. Setelah ditanami aneka- pohon dan dibudidaya kini tanah menjadi subur.   Kepada para siswa, pembina sering mendengungkan semboyan bahwa di atas batu karang tanaman dapat tumbuh subur dan akhirnya menghasilkan cukup makanan, asalkan anda tidak hanya mau bekerja keras tapi juga bekerja cerdas. Biji sesawi itu adalah biji yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar daripada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya.

Kini SMK ini menampung 469 siswa yang tersebar dalam tiga program studi, yaitu Agronomi, Teknologi Hasil Pertanian, dan Budidaya Ternak. Enrolmen meningkat dari tahun ke tahun dan tahun ini diterima 309 siswa baru. Siapa pun siswa yang datang dari latar belakang suku dan agama apa pun diterima tanpa tes seleksi. Didukung kehidupan berasrama yang menjamin disiplin belajar siswa, praktik teori yang dapat dilanjutkan di sore hari dan hari libur, dan bimbingan para guru dan pamong asrama, kelulusan 100% dalam ujian nasional merupakan prestasi siswa sekolah ini. Tahun ajaran 2012, 120 siswa kelas III mengikuti ujian nasional dan kelulusannya 100%. Ujian nasional tahun 2013 diikuti 112 peserta sedangkan tahun 2014 diikuti 72 peserta dan semuanya lulus 100%. Tak ada yang tercecer.

Dalam olimpiade sains terapan SMK 2014 tingkat Provinsi NTT, siswa sekolah ini merebut juara I bidang studi Fisika dan Kimia dan akan ikut lomba olimpiade sains terapan tingkat nasional di Jakarta. Minggu kedua Agustus siswa SMK ini mengikuti lomba di Kupang dan dua siswa merebut juara I Biologi dan Fisika dan satu siswa merebut juara III Kimia. Pada minggu ketiga Agustus dua siswa ikut lomba kompetensi siswa bidang pertanian dan peternakan di Kupang dan berhasil merebut juara II. Dalam rangka perayaan 17 Agustus para siswa ikut perlombaan kesenian, olahraga, dll. dan merebut juara I bola kaki putra dan juara I bola voli putri.

Inilah indikator dan sekadar contoh prestasi siswa SMK Bitauni yang secara umum menggambarkan mutu dan relevansi sekolah ini. Mengapa bisa begitu? Ya, karena pendidikan yang berkualitas dan karakter yang ditumbuhkembangkan melalui revolusi mental di sekolah berasrama ini.

Belajar biologi, kimia, fisika tidak semata teoritis tapi dipraktikkan untuk memecahkan masalah dalam aktivitas bertani dan beternak melalui eksperimentasi dan inovasi. Pelajaran akademis melalui pemecahan masalah dan kreativias berproduksi divariasikan dengan pengembangan potensi kinestetik melalui olahraga dan kreativitas berkesenian serta pengembangan kecerdasan spiritual melalui ibadah dan sosialisasi dengan sesama teman serta guru dan pembina.

Teknologi penanaman, pengolahan, pemupukan, pemberian makanan yang terbaru diterapkan. Siswa per kelompok program studi menghasilkan produk berupa aneka-sayuran, bawang merah, cabe, dan tomat. Siswa pun membuat anggur dari buah dan kulit pisang dan dijual seharga Rp 15 ribu per botol. Siswa pun memelihara unggas (ayam) dan menjual ayam dan telur. Siswa juga memelihara babi yang sudah bisa dijual dengan harga Rp 2,5 juta s.d. Rp 3,5 juta bergantung kepada beratnya. Babi divaksinasi dan diberi makanan sehat yang mampu menggemukkan babi dan bisa dijual setelah berusia 6 – 7 bulan. Pasar babi di Timor khususnya dan NTT umumnya menjanjikan karena daging babi menjadi bagian dari adat pesta berbagai suku. Kalau terjadi kekurangan babi di Timor, orang akan impor dari Flores atau sebaliknya. Kalau Sumba kekurangan babi akan diimpor dari Flores dan Timor. Produk unit produksi siswa dijual ke pasar, juga ke Kupang, dan ada yang sudah diekspor ke Jawa dan Kalimantan. Ada juga penjual di pasar yang datang sendiri ke sekolah membeli produk sekolah ini.

 

Embung penampung air hujan di SMK Pertanian Bitauni Timor

Segala aktivitas budidaya tanaman, unggas, dan ternak mengandalkan cadangan air dari satu-satunya embung di sekolah ini. Air tidak dialirkan melalui pipa tapi ditimba siswa dan dibawa untuk menyirami tanaman dan memberi minuman kepada unggas dan ternak.

Bedeng sayuran, tomat, cabe di SMK Pertanian Bitauni Timor

Bedeng sayuran, tomat, cabe di SMK Pertanian Bitauni Timor 4

Embung dan bedeng sayur di SMK Pertanian Bitauni Timor 2

Embung dan bedeng sayur di SMK Pertanian Bitauni Timor

 

Romo Vinsen Manek mengatakan, menjelang perayaan ulang tahun perak sekolah ini, tanaman sayur brokoli, tomat, dan bawang merah siap panen.

Brokoli

Kebun Tomat

bawang merah

Melalui penjualan produk yang dihasilkan siswa per kelompok program studi, siswa memberikan sumbangan pembiayaan sekolah melalui pendapatan asli sekolah (PAS). Dengan demikian, secara tidak langsung sebenarnya siswa mensubsidi dirinya sendiri sehingga uang sekolah per semester dan uang asrama per bulan bisa ditekan semurah mungkin. Selain produk hasil belajar siswa, dana BOS sebesar Rp 500 ribu per siswa per tahun membantu pembiayaan sekolah. Beasiswa bagi siswa “miskin” sebesar Rp 1 juta per tahun juga membantu sehingga uang sekolah bisa ditekan seminimal mungkin. Selain itu, ada bantuan dana juga dari yayasan lokal dan bantuan pengembangan kapasitas dari Plan International. Pengelolaan dana sekolah yang dilakukan secara transparan, akuntabel, dan kredibel memungkinkan sekolah ini membayar gaji guru secara memadai, lebih besar dari gaji guru SMK dan SMA swasta lain di Timor khususnya dan NTT umumnya.  Bahkan gaji guru sekolah ini lebih tinggi dari gaji dosen universitas swasta. Jumlah guru sekolah ini yang merangkap tenaga lapangan sebanyak 30 orang dan karyawan 11 orang. Jumlah guru dapat ditekan menjadi minimal karena tiap guru berperan juga sebagai tenaga lapangan. Tidak dipisahkan status guru dan status tenaga lapangan seperti di SMK yang lain.

Kisah sukses SMK Pertanian Bitauni tidaklah jatuh dari langit, tapi melalui perjuangan konsisten dan tekun selama 25 tahun. Faktor lain yang tak kalah mendukung adalah pimpinan gereja, dalam hal ini uskup memberi perhatian dan bantuan langsung. Baik uskup Dominikus Saku kini dan uskup Anton Pain Ratu (sekarang dalam status uskup emeritus, pensiun) membantu melalui pemanfaatan networking untuk pengembangan SDM (sumber daya manusia), tenaga pendidik di sekolah ini. Kehadiran uskup emeritus Anton Pain Ratu langsung di tempat yang hidup dalam komunitas kecil dengan tiga romo di sana menjadi motivasi yang tak ternilai bagi ketekunan memecahkan masalah yang dihadapi. Ketiga romo yang bertugas di sana menunjukkan passion mendidik anak-anak remaja untuk menjadi petani teladan.

Uskup emeritus Anton Pain Ratu memilih tinggal di SMK Pertanian ini setelah beliau pensiun. Banyak imam dan warga umat terheran-heran mengapa beliau memilih tinggal di sebuah kamar sederhana di sekolah ini. Dalam obrolan di meja makan selama seminar di Nenuk, kami katakan kepada Mgr Anton Pain Ratu mengapa beliau tetap sehat dan berumur panjang. Tiap hari beliau melihat anak-anak tumbuh dan berkembang menjadi petani teladan. Ini membuatnya berumur panjang. Di forum seminar, kami katakan bahwa melihat kamar sederhana uskup tituler, bukan kaul kemiskinan tapi kaul kemelaratan yang diterapkan. Dari obrolan di meja makan, baru saya tahu bahwa selama jadi uskup aktif, beliau hanya tidur di atas papan tanpa kasur. Suatu kali datang keluarga dari Adonara, Flores Timur berkunjung dan menangis melihat opa uskup kok tidur tidak pakai kasur, hanya beralas papan dan tikar. Keluarga langsung ke Atambua membeli kasur. Sejak waktu itu ia terpaksa pakai kasur agar tidak mengecewakan keluarga. Waktu umat mendengar bahwa Paus Fransiskus hidup sederhana, sambil bercanda umat bilang, oh pasti bapa paus meniru kesederhanaan uskup Anton Pain Ratu. He he he.

Setelah saya bercerita kepada teman-teman tentang kisah sukses SMK Pertanian Bitauni, Pak Fidelis Waruwu, pakar pendidikan karakter dan pendidikan nilai menyatakan: “Kelihatannya kita membutuhkan revolusi mental, kita bisa belajar bagaimana memanfaatkan semua lahan yang ada, beternak dan berkebun. Kalau ini kita lakukan, kelihatannya pemberdayaan seluruh masyarakat sedang terjadi. Saya ingat pepatah China kuno yang selalu dikutip melawan kebijakan pemerintah yang gemar memberi ‘Bantuan Langsung Tunai’ — ‘Beri seseorang ikan, Anda memberinya makan sehari; ajari dia mengail, Anda menghidupinya seumur hidupnya.; — Jadi yang dilakukan sekolah ini adalah memberi anak-anak itu kail.”

 

Kiprah alumni, kita bisa, dan unit produksi di sekolah umum

 

Lulusan sekolah ini ada yang melanjutkan ke fakultas pertanian di universitas atau ke politeknik pertanian di Kupang dan di luar Timor. Ada pula yang telah menjadi dosen universitas. Namun terbanyak terjun menjadi petani yang dapat menjadi teladan kepada sesama petani di lingkungannya.

Betapa cocok dan relevan para penggagas dan pembina memilih jenis SMK yang sesuai dengan potensi pertanian lahan kering dan peternakan Timor. Mereka tidak memilih SMK perhotelan atau bisnis dan akuntansi yang membuat anak Timor tercerabut dari habitatnya. Sukses sekolah ini mendorong orang tua untuk lebih memilih menyekolahkan anaknya di SMK daripada di SMA lalu melanjutkan ke universitas, lalu pulang ke kampung menjadi penganggur.

Di tanah air, bahkan di NTT sendiri sekolah ini tidak banyak dikenal. Namun, reputasinya telah dikenal pemerintah Timor Leste yang telah menjalin kerja sama dengan sekolah ini. Para guru di Timor Leste telah datang dan belajar dari sekolah ini.

Gagasan unit produksi di SMK mendorong kami dalam beberapa tahun ini membawa ide ini untuk diterapkan di sekolah umum (SD, SMP, dan SMA) melalui pendidikan kewirausahaan siswa. Saran ini kami ulangi lagi dalam penataran Kurikulum 2013 di SMA Surya di Atambua pada 1 Agustus 2014 yang dihadiri 120 guru dan kepala sekolah dari 7 sekolah. Biarlah anak-anak Timor bisa jadi wirausahawan di negeri sendiri. Masa’ warung dimiliki orang Padang dan orang Jawa, lalu orang Timor jadi konsumen sepanjang masa. Orang Timor menjual murah daging sapi, lalu orang Jawa bikin bakso, kita beli lebih mahal. Aneh tapi nyata.

20140801_082206

Menata ulang kelas dari duduk berbaris ke duduk dalam kelompok di SMA Surya untuk memudahkan interaksi dan komunikasi guru – siswa- siswa dalam melaksanakan belajar aktif.

20140801_082157

Pada tanggal 2 Agustus pagi saya dan istri dari Kupang terbang ke Pulau Sumba dan tiba di Bandara Tambolaka dan segera ke Seminari (SMP dan SMA) Sinar Buana, di Waitabula, ibu kota Kabupaten baru, Sumba Barat Daya. Dari Senin 4 Agustus s.d. Rabu 6 Agustus kami menatar para guru seminari tentang Kurikulum 2013 melalui belajar aktif sekaligus mengajak menemukan solusi pendidikan kewirausahaan siswa dan unit usaha apa yang cocok bagi seminari untuk menciptakan sumber dana baru agar seminari ini mampu meraih financial freedom, kebebasan finansial dalam menyelenggarakan dan mengelola sekolah. Tradisi seminari itu mandiri, berdiri di atas kaki sendiri, tidak mengandalkan bantuan pemerintah walaupun bantuan itu bersumber dari pajak rakyat. Di mana-mana di dunia ini, pengelolaan sekolah swasta itu cenderung efisien dan umumnya sekolah swasta-lah yang lebih bermutu dan mampu menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman. Betapa pun besar dukungan dana pemerintah, sekolah negeri di mana-mana cenderung kalah bersaing dalam mutu dan relevansi serta pendidikan karakter siswa dibandingkan sekolah swasta.

IMG-20140806-04083

IMG-20140806-04082

Belajar tidak selalu harus di dalam ruang kelas. Siswa SMP dan SMA Seminari Sinar Buana Sumba belajar matematika, IPA, IPS, bahasa, bahkan agama di luar kelas, di alam. Sirkulasi darah lebih lancar, stimuli dari pepohonan, bebatuan, awan, pemandangan, dan manusia sekitar meningkatkan kreativitas dan kelancaran kinerja otak.

IMG-20140806-04088

IMG-20140806-04106

Impian kami adalah menerapkan model sekolah kerja (Arbeit Schule, Do School) seperti INS Kayu Tanam di Sumatera Barat pada zaman penjajahan dan gagasan kunci Kurikulum 1947, ide sekolah kerja pada awal kemerdekaan. Tampaknya model sekolah kerja ini telah diterapkan SMK Pertanian Bitauni dan pasti dapat diterapkan pada sekolah umum (SD, SMP, dan SMA) melalui pendidikan kewirausahaan yang memadukan kegiatan kurikuler mata-mata pelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler.

SMK Pertanian ini hanya mengandalkan satu embung yang menampung air hujan tatkala musim hujan dan dipakai selama 1 tahun, termasuk di musim kemarau. Siswa menimba air dari embung dan menyirami aneka tanaman tiap kelas dan tiap siswa (bedeng pribadi). Selama ini air di embung masih cukup. Untuk keperluan mencuci pakaian, memasak, dan mandi digunakan air tanah. Lahan yang dulunya berciri asam dan gersang kini telah memiliki cadangan air tanah yang memadai.

 

 Embung dan bedeng sayur di SMK Pertanian Bitauni Timor 2

 

Siswa SMK Bitauni menari dalam pertemuan kakak alumni

Suasana pesta reuni alumni SMK Pertanian Bitauni

Romo Vincent Kepala SMK Pertanian Pius X Bitauni

Kepala sekolah Romo Vinsen Manek (tengah) sedang memimpin rapat alumni sebagai persiapan perayaan ulang tahun sekolah

Reuni alumni SMK Bitauni 4

Suasana rapat alumni

Alumni SMK Pertanian Bitauni bermusik dan menyanyikan anggur merah

Suasana perayaaan temu alumni

Alumni SMK Bitauni reuni di sekolahnya Agustus 2013

Alumni SMK Bitauni di sekolahnya Agustus 2013

Acara reuni alumni SMK Bitauni nostalgia

Tarian siswa SMK Bitauni pada acara reuni

Acara reuni alumni SMK Bitauni nostalgia 2

Betapa pun tantangan yang dihadapi, kita bisa

 

Timor khususnya dan Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah salah satu wilayah yang berada di garda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan 22 kabupaten/kota karena berbatasan langsung dengan Timor Leste dan bertetangga dekat dengan Australia. NTT juga menjadi salah satu daerah “3T” (Terluar, Terpencil, dan Terdepan), saya tambahkan satu “T” lagi, Tertinggal. Meskipun kata-kata itu kedengarannya sangat menyayat hati, tetapi itulah kenyataan yang harus kita hadapi. NTT tertinggal dalam banyak hal, seperti ekonomi, kesehatan, pendidikan dan lain sebagainya.

Dalam bidang pendidikan NTT masih tertinggal jauh dari provinsi lain di Indonesia. Pada tahun 2013 yang lalu, persentase kelulusan hasil ujian nasional (salah satu indikator keberhasilan bidang pendidikan) NTT berada di urutan ke-29 dari 33 propinsi, lebih baik dari tahun sebelumnya urutan ke-33. Hasil ini mencerminkan keprihatinan bidang pendidikan di NTT. Banyak hal yang menjadi biang dari masalah itu. Salah satunya adalah minimnya sarana dan prasarana pendidikan. Ini juga sebagai sumbangsih dari masalah politik, dan kesejahteraan rakyat. Isu yang paling sering diangkat juga adalah kita tertinggal jauh dalam hal teknologi informasi dan modernisasi.

Namun, di tengah pesimisme ini, muncul fajar menyingsing dari Bitauni, Kecamatan Insana, di tengah tanah Timor. SMK Pertanian Bitauni telah membuktikan bahwa melalui revolusi mental yang ditunjang manajemen dan kepemimpinan para pembina yang memiliki passion, gairah luar biasa pengabdian, di atas batu karang Pulau Timor dapat dibuat mujizat. Tanah berbatu karang dapat menghasilkan tanaman dan ternak melalui pembinaan karakter siswa yang melandasi mutu pendidikan yang terandalkan. Para pembina terus menanamkan kepercayaan diri siswa melalui slogan, kita bisa, kita bisa. Tak ada yang mustahil dalam hidup ini kalau kita selalu berprinsip, kita bisa.

Pengalaman keterampilan karakter

&

Pengalaman keterampilan karakter 2

Kami coba browse facebook alumni SMK Pertanian Santo Pius X Bitauni, Timor Tengah Utara, NTT dan mendapatkan ungkapan seorang alumnus, Alex Tikneon yang menilai sekolahnya ini pada status facebook-nya dalam rangka reuni alumni sekolah ini sbb:

“Di dalam nama grup ini, yaitu SMK ST PIUS X BITAUNI, mental saya dibentuk untuk kemudian menjadi orang yang bermental kerja keras, tanggung jawab, berkarismatik, dan hal-hal positif dalam mengarungi hidup ini…. Di sekolah ini, aku diajar untuk menghargai waktu, di sekolah ini, aku diajar tentang bagaimana hidup mandiri kelak, dan di sekolah ini tidak diajarkan suatu saat menjadi PNS melainkan pekerja, di sekolah ini, aku diajarkan bagaimana mendekatkan diri dengan Tuhan…. Akhirnya Puji Tuhan, dengan bekal yang diberikan sekolah ini, aku bisa menjalankan hidup ini dengan berdiri di atas kaki sendiri…. Salam semua alumni sekolah ini. Tuhan memberkati kalian semua.”

 

Alex Tikneon alumnus SMK Pertanian Bitauni dan istri

Alex Tikneon dan istri

Alex Tikneon dan keluarga, seorang alumnus SMK Pertanian Bitauni

Alex Tikneon di tengah keluarga

Alex Tikneon alumnus SMK Pertanian Bitauni dengan foto latar belakang rumahnya

Mengarungi masa depan dengan rasa percaya diri dan optimisme

Selama 25 tahun usia sekolah ini, telah dihasilkan sekian banyak alumni, terbanyak terjun menjadi petani di lingkungan masyarakatnya. Ada yang tidak duduk diam dan menyaksikan karut marut politik yang berciri transaksi pragmatis. Pengamatan kemiskinan yang masih membelit penduduk mendorong sejumlah alumni untuk mewarnai pertarungan politik melalui terjun langsung.

Para pembina sekolah ini sering mengingatkan para siswa bahwa jika kita berikhtiar, mujizat Tuhan, kemahamurahan hati Tuhan bisa terjadi dan terjadi lagi. Dari semula dua ekor ikan dan lima potong roti akhirnya kita bisa memberi makan kepada lima ribu orang dan sisanya bisa dijual.

Dalam obrolan dengan siswa kelas II SMK ini anak-anak remaja itu dengan bangga bercerita tentang aktivitas belajarnya menanam dan memelihara ternak. Mereka tampak optimis menghadapi masa depan. Ketika ditanya, selesai sekolah mau jadi apa umumnya mengatakan bercita-cita menjadi petani teladan.

Unit produksi di sekolah umum melalui pendidikan kewirausahaan

Khusus untuk NTT umumnya dan Timor khususnya, kami mengidam-idamkan sekolah berasrama yang bisa hidup melalui unit produksi, tidak hanya SMK tapi juga SMP dan SMA berasrama dan juga SD tanpa asrama. Sekolah berasrama sering terbayangkan sebagai sekolah mahal karena uang asrama yang cenderung tinggi sehingga hanya orang tua yang mampu dapat menyekolahkan anaknya di sekolah berasrama. Ternyata, SMK Pertanian Bitauni telah membuktikan bahwa sekolah berasrama tidak mesti mahal, bisa murah, bahkan demikian murahnya sehingga dikatakan nyaris gratis.

Kami kemukakan beberapa contoh awal pendidikan kewirausahaan yang dapat berkembang menjadi unit produksi. Para siswa SMA Terpadu HTM (berasrama) di Halilulik, Kabupaten Belu telah menanam pohon naga dan buahnya yang lezat dan bergizi dimakan para siswa. Kepala sekolah bingung mau diapakan buah naga yang berlimpah yang siap panen. Dalam obrolan waktu seminar pendidikan di Nenuk, kami katakan, mengapa tidak melatih siswa memproses buah naga menjadi sirup dan selai yang bisa dijual ke Kupang, bahkan ke luar pulau? Mau tahu caranya? Tinggal googling saja di internet dan dapat ditemukan proses cara membuatnya. Kalau kurang jelas ya cari videonya di Yotube. He he he.

??????????

??????????

Para siswa SMA Seminari Lalian di Kabupaten Belu telah berwirausaha melalui menanam sayuran, memelihara ayam dan babi, dan akan memelihara sapi. Sayur yang dipanen dijual ke seminari untuk dimakan mereka sendiri. Telur dan ayam serta babi dijual ke pasar di Atambua. Selain itu, siswa membuat dan mengelola koperasi siswa sendiri.

Para siswa SMA Giovanni di Kupang belajar desain grafis dasar yang ditindaklanjuti dalam mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan. Mesin untuk sablon gelas dan baju telah dipesan. Ternyata gelas dan baju yang disablon coba dijual dan ternyata laris manis. Kini penyablonan telah menjadi cikal bakal unit produksi. Hasil penjualan dapat digunakan untuk membeli keperluan sekolah. Kata kepala sekolah, “Intinya kami ajarkan skill kepada anak agar di kemudian hari mereka bisa berkuliah sambil usaha.”

Para siswa SMP Negeri Buti di Merauke yang terletak tak jauh dari pantai dilatih membuat abon ikan dari ikan yang dibeli murah waktu musim ikan. Hasil penjualan abon ikan a.l. digunakan untuk memberi makan kepada semua siswa dan guru 2 x per minggu. Mereka pun dilatih budidaya ikan pada bekas lubang galian pasir yang disulap menjadi kolam ikan. Kemudian, siswa juga dilatih memelihara angsa dan sapi yang didatangkan dari Jayapura atas bantuan dinas pertanian Merauke. Kalau upaya ini konsisten dilakukan, sekolah ini dapat menjadi sekolah kaya.

Tiga ratus lima puluh siswa dari kelas I s.d. VI sebuah SD di Batu Raja, Sumatera Selatan telah mencoba menanam sayur pada pot hidroponik. Waktu pelatihan Kurikulum 2013 di Bandar Lampung kami memberi file tentang cara membuat pupuk padat dan cair organik dan cara menanam pada pot hidroponik dan polibag. Kepala sekolah menelepon kami mengabarkan berita gembira bahwa para siswa telah berhasil menanam sayur pada pot hidroponik dan akan panen. Saya tanya, sayur itu nanti diapakan? Jawabnya, ya siswa memasak dan makan rame-rame. Saya tantang lagi, hayo, bertahap ditingkatkan tiap siswa 2, 3, 4, dan kemudian 5 pot hidroponik dan berkembang terus akhirnya bisa diatur penjualan sayur sawi, bayam, tomat, cabe, dll. ke pasar di Batu Raja. Hasil penjualan bisa digunakan untuk membeli keperluan sekolah.

Sayur sawi di pot hidroponik

Contoh sayur sawi yang berhasil tumbuh subur pada pot hidroponik. Sayur ini mendapatkan asupan makanan dari pupuk cair yang dicampurkan dengan air. Tak perlu disiram lagi. Tidak bergantung pada hujan. Di musim kemarau pun sayur dapat ditanam.

Inspirasi dari Nenuk, Kabupaten Belu, Timor

Di Nenuk sebagai biara induk Soverdi (SVD) Timor, para calon imam dan bruder menjalani pendidikan rohani selama 2 tahun sebelum melanjutkan pendidikan filsafat dan teologi untuk menjadi imam atau pendidikan bidang lain untuk menjadi bruder. Para novis ini adalah lulusan SMA seminari atau SMA dan SMK umum.

Waktu mengikuti seminar pendidikan di Nenuk, kami sempat melihat-lihat ‘unit produksi’ sebagai media praktik para novis sebagai implementasi prinsip hidup ora et labora (berdoa dan bekerjalah). Mereka menanam dan memelihara tanaman serta beternak. Melalui upaya ini paling tidak mereka bisa makan dari apa yang diproduksi sendiri sekaligus menumbuhkembangkan semangat kewirausahaan agar sebagai imam mereka termotivasi memberdayakan kemampuan ekonomi umat dan sebagai bruder mereka bisa menempuh studi lanjut spesialisasi pertanian, peternakan atau bidang-bidang lain.

IMG-20140731-03996

Kompleks biara induk tampak depan

IMG-20140731-03994

Kamar Rektor biara tepat di sudut bangunan

IMG-20140731-03976

Panti pendidikan novis tampak belakang. Di area inilah berpusat ‘unit produksi’ peternakan dan sebagian pertanian.

IMG-20140731-03985

IMG-20140731-03986

Ternak ayam

IMG-20140731-03965

Ternak bebek

IMG-20140731-03969

IMG-20140731-03970

Ternak kambing

IMG-20140731-03967

IMG-20140731-03982

Ternak sapi

IMG-20140731-03977

Ternak burung merpati

IMG-20140731-03972

Bagian hutan tempat dibudidaya pula vanili

Kebun vanili

Tanaman vanili

Pendidikan kewirausahaan di lembaga pendidikan kejuruan atau umum di mana pun dapat dilakukan. Bidang praktik wirausaha dipilih sesuai dengan potensi dan konteks setempat. Praktik wirausaha ini dapat berkembang menjadi unit produksi sekolah jika dilakukan secara konsisten dan dikelola dengan semangat bisnis. Produk unit produksi bisa dijual untuk menambah sumber dana sekolah.

Advertorial

Diabetes

Bacalah posting kami berjudul:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Sano sembuhkan diabetes

Kartu nama Yuni 3

Iklan

29 Foto dari Rusia yang mungkin anda tidak percaya telah berusia 100 tahun

Mei 1, 2014

Fotografer Sergei Mikhailovich Prokudin-Gorskii (1863-1944) membuat survei tentang Kekaisaran Rusia yang didukung penuh oleh Tsar Nicholas II. Ia gunakan kamera khusus dengan filter warna merah, hijau, dan biru, yang memungkinkan warna-warna itu dikombinasikan kembali dan diproyeksikan dengan lentera-lentera filter sehingga menampilkan hasil foto yang hampir menunjukkan warna sebenarnya.

Foto-foto ini diterbitkan Alan White, BuzzFeed Staff pada tanggal 27 Februari 2014.

Semua foto ini diambil dari Library of Congress.

Dapat dilihat pada posting:

http://www.buzzfeed.com/alanwhite/29-photos-of-russia-you-wont-believe-are-100-years-old

 

1 Armenian woman in national costume poses for Prokudin-Gorskii on a hillside near Artvin (in present day Turkey), circa 1910Prokudin-Gorskii Collection / Library of Congress

Perempuan Armenia dalam busana nasional yang berpose untuk Prokudin-Gorskii di lereng bukit dekat Artvin (sekarang Turki), sekitar tahun 1910.

 

2 Emir Seyyid Mir Mohammed Alim Khan, the Emir of Bukhara, seated holding a sword in Bukhara, (present-day Uzbekistan), 1910Prokudin-Gorskii Collection / Library of Congress

Emir Seyyid Mir Mohammed Alim Khan, Emir dari Bukhara, duduk sambil memegang pedang di Bukhara, (sekarang Uzbekistan), 1910.

 

3 Prokudin-Gorskii self portrait beside the Karolitskhali River, in the Caucasus Mountains near Batumi Prokudin-Gorskii Collection / Library of Congress

Potret diri Prokudin-Gorskii di sisi Kali Karolitskhali, di Pegunungan Kaukasus dekat Batumi.

 

4 Kasli Iron Works, 1910Prokudin-Gorskii Collection / Library of Congress

Pandai besi di Kasli, 1910.

 

5 Prokudin-Gorskii on a handcar, outside Petrozavodsk on the Murmansk railway along Lake Onega near Petrozavodsk in 1910Prokudin-Gorskii Collection / Library of Congress

Prokudin-Gorskii di kereta mungil, di luar Petrozavodsk pada rel kereta api Murmansk sep

anjang Danau Onega dekat Petrozavodsk tahun 1910.

 

6 Sim River, part of the Volga watershed in 1910Prokudin-Gorskii Collection / Library of Congress

Sungai Sim, bagian dari waduk Volga watershed pada tahun 1910.

 

7 A chapel on the site where the city of Belozersk was founded, 1909Prokudin-Gorskii Collection / Library of Congress

Sebuah gereja kecil (kapel) di wilayah tempat didirikan kota Belozersk, 1909.

 

8 Tblisi, Georgia from the grounds of Saint David Church, circa 1910Prokudin-Gorskii Collection / Library of Congress

Tblisi, Georgia dari halaman Gereja Santo David, sekitar tahun 1910.

 

9 Isfandiyar Jurji Bahadur, Khan of the Russian protectorate of Khorezm (now a part of modern Uzbekistan), 1910Prokudin-Gorskii Collection / Library of Congress

Isfandiyar Jurji Bahadur, Khan dari protektorat Rusia (sekarang  Uzbekistan modern), 1910.

 

 10 Peasants harvesting hay, Mariinskii Canal, 1909

Prokudin-Gorskii Collection / Library of Congress

Petani memetik panen, Mariinskii Canal, 1909.

 

11 A man and woman in Dagestan, circa 1910Prokudin-Gorskii Collection / Library of Congress

Seorang pria dan perempuan di Dagestan sekitar tahun 1910.

 

12 Georgian woman, 1910Prokudin-Gorskii Collection / Library of Congress

Perempuan Georgia, 1910.

 

13 Women in Dagestan, 1910Prokudin-Gorskii Collection / Library of Congress

Perempuan di Dagestan, 1910.

 

14 Pinkhus Karlinskii, 84 years old with 66 years of service. Supervisor of Chernigov floodgate, 1909Prokudin-Gorskii Collection / Library of Congress

Pinkhus Karlinskii, 84 tahun dengan masa tugas 66 tahun sebagai Pengawas pintu air Chernigov, 1909.

 

15 Artvin (now in Turkey) from the small town of Svet, circa 1910Prokudin-Gorskii Collection / Library of Congress

Artvin (sekarang Turki) dari kota kecil Svet, sekitar tahun 1910.

 

16 Nikolaevskii Cathedral from southwest Mozhaisk in 1911Prokudin-Gorskii Collection / Library of Congress

Katedral Nikolaevskii dari barat daya Mozhaisk pada tahun 1911.

 

17 A group of Jewish children with a teacher in Samarkand, (modern Uzbekistan), 1910Prokudin-Gorskii Collection / Library of Congress

Sekelompok anak Yahudi dengan seorang guru di Samarkand, (sekarang Uzbekistan modern), 1910.

 

18 A switch operator on the Trans-Siberian Railroad, near the town of Ust Katav on the Yuryuzan River, 1910Prokudin-Gorskii Collection / Library of Congress

Seorang petugas perlintasan kereta api pada Jalur kereta Trans-Siberia, dekat kota Ust Katav pada Sungai Yuryuzan, 1910.

 

19 Workers and supervisors preparing to pour cement for sluice dam foundation across the Oka River near Belomut, 1912Prokudin-Gorskii Collection / Library of Congress

Para pekerja dan pengawas menyiapkan semen untuk pengecoran fundasi bendungan di Sungai Oka dekat Belomut, 1912.

 

20 Uzbek woman in purdah in Samarkand, Uzbekistan, circa 1910Prokudin-Gorskii Collection / Library of Congress

Perempuan Uzbek dalam busana tradisional di Samarkand, Uzbekistan, sekitar tahun 1910.

 

21 Mezhevaya Utka, 1912Prokudin-Gorskii Collection / Library of Congress

Mezhevaya Utka, 1912.

 

22 Sim River, 1910Prokudin-Gorskii Collection / Library of Congress

Sungai Sim, 1910.

 

23 Water-carrier in Samarkand (present-day Uzbekistan), circa 1910Via Prokudin-Gorskii Collection / Library of Congress

Pembawa air di Samarkand (sekarang Uzbekistan), sekitar tahun 1910.

 

24 Lake Lindozero in 1910Via Prokudin-Gorskii Collection / Library of Congress

Danau Lindozero tahun 1910.

 

25 Factory in Kyn, Russia, 1912Via Prokudin-Gorskii Collection / Library of Congress

Pabrik di Kyn, Rusia, 1912.

 

26 Russian children near White Lake, 1909Via Prokudin-Gorskii Collection / Library of Congress

Anak-anak Rusia dekat Danau Putih, 1909.

 

27 Sukhumi, Abkhazia and its bay from Cherniavskii Mountain, 1910Prokudin-Gorskii Collection / Library of Congress

Sukhumi, Abkhazia dan teluknya dari Gunung Cherniavskii, 1910.

 

28 Ural mountains, 1910Prokudin-Gorskii Collection / Library of Congress

Pegunungan Ural, 1910.

 

29 Court of Tillia-Kari mosque in Samarkand, present-day Uzbekistan, circa 1910Prokudin-Gorskii Collection / Library of Congress

Halaman masjid Tillia-Kari di Samarkand, sekarang Uzbekistan, sekitar tahun 1910.

 

Advertorial

BANNER YUNI Jatibening

Guna mengenal khasiat ramuan herbal Sano, perkenankan mengunjungi posting:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

 

Sano menyembuhkan diabetes

 

Kartu nama Yuni 3

Peribahasa, kata bijak tentang politik, demokrasi, partai politik, politisi, kampanye, presiden, wakil rakyat

April 1, 2014

 secrets-lies-politics-sex-o

Politisi dan popok (pempers) bayi harus sering diganti dan keduanya dilakukan karena alasan yang sama. ~José Maria de Eça de Queiroz, penulis realis Portugis yang terkenal.

Kita hidup di sebuah dunia di mana politik telah mengganti filsafat. ~Martin L. Gross, penulis kritis Amerika Serikat (AS) yang terkenal, A Call for Revolution, 1993.

Ada banyak manusia yang punya prinsip di partai-partai politik di sebuah negara, tapi tidak ada partai yang punya prinsip. ~Alexis de Tocqueville, sejarawan dan pemikir politik Prancis.

Kita semua yang prihatin terhadap perdamaian dan kemenangan penalaran dan keadilan harus benar-benar sadar betapa kecil pengaruh penalaran dan kemauan baik yang tulus mempengaruhi peristiwa dalam dunia politik. ~Albert Einstein, ilmuwan terhebat millenium ke-2.

Di bawah payung demokrasi satu partai selalu mencurahkan energinya yang terbesar untuk mencoba membuktikan bahwa partai lain tidak cocok untuk memerintah – dan keduanya umumnya sukses, dan benar. ~H.L. Mencken, wartawan dan kritikus budaya AS.

Lihatlah politisi kita: mereka adalah sekumpulan yoyo. Merebut posisi presiden sekarang adalah satu persilangan antara kontes popularitas dan debat anak SMA, dengan ensiklopedi yang terutama berisi kata-kata klise. ~Saul Bellow, sastrawan AS peraih hadiah nobel sastra.

politics-o 5

Inilah politik

Untuk menjadi tuan, politisi menampilkan diri seperti pelayan. ~Charles de Gaulle, Presiden Prancis.

Mereka yang terlalu cerdas untuk terlibat dalam politik dihukum melalui pemerintahan oleh mereka yang lebih bodoh. ~Plato, filsuf Yunani.

Politisi itu sama saja di mana-mana. Mereka berjanji membangun jembatan bahkan di tempat yang tidak ada sungai. ~Nikita Khrushchev, Perdana Menteri Uni Soviet.

dancing-russian-president-o

Presiden Rusia menari

George Washington adalah satu-satunya presiden yang tidak mempersalahan rezim pemerintahan sebelumnya atas masalah-masalah yang tak terselesaikan. ~Anonim

Untuk Indonesia, Soekarno adalah satu-satunya presiden yang tidak mempersalahkan rezim pemerintahan sebelumnya atas masalah yang tak terselesaikan. (Karena Bung Karno adalah presiden pertama Indonesia merdeka) ~ S Belen

Kebenaran tidak ditentukan oleh pilihan mayoritas. ~Doug Gwyn, guru Quaker Studies.

Pemilihan umum datang lagi. Perdamaian universal dikumandangkan, dan rubah (anjing utan) menunjukkan satu minat yang tulus untuk memperpanjang hidup unggas (yang menjadi santapannya). ~George Eliot, novelis Inggris, Felix Holt.

Politik adalah seni melihat masalah, menemukannya terlepas dari masalah itu ada atau tidak ada, mendiagnosisnya secara tidak tepat, dan menerapkan resep yang salah. ~Ernest Benn, penulis politik Inggris.

Hal terberat dalam kampanye politik apa pun adalah bagaimana menang tanpa membuktikan bahwa anda tidak layak untuk menang. ~Adlai Stevenson, Wakil Presiden AS.

Saya memberi musuhku satu tawaran: jika mereka berhenti mengatakan kebohongan kita, saya akan berhenti mengatakan kebenaran tentang mereka. ~Adlai Stevenson, pidato kampanye, 1952.

Alasan kurangnya politisi perempuan adalah terlalu banyak kesulitan memoles (make up) dua wajah. ~Maureen Murphy, aktor dan pelawak Australia yang terkenal di AS.

Politik adalah seni halus mendapatkan suara dari orang miskin dan dana kampanye dari orang kaya, dengan menjanjikan melindungi satu dari yang lain. ~Oscar Ameringer, penulis dan aktivis sosialis turunan Jerman di AS.

 

this-is-democracy-manifest-o

Inilah demokrasi

 

Mengapa membuang uang untuk menelusuri pohon keluargamu; terjun ke politik dan lawan-lawanmu akan melakukan hal itu untuk anda. ~Anonim

Akhirnya saya sampai kepada kesimpulan bahwa politik adalah soal yang terlalu serius untuk dibiarkan untuk dipercayakan kepada para politisi. ~Charles de Gaulle

Politisi mengatakan mereka akan meningkatkan ekonomi kita. Kebanyakan tidak bisa membedakan daging sapi dari daging babi. ~Harold Lowman

Manusia tidak pernah akan melihat berakhirnya kesulitan sampai … pencinta kebijaksanaan mendapatkan kekuasaan politik, atau pemegang kekuasaan… menjadi pencinta kebijaksanaan. ~Plato

Hal terbaik tentang kelompok calon wakil rakyat atau presiden ini adalah hanya satu dari mereka yang akan menang. ~Will Rogers, aktor film cowboy AS.

Para anggota Kongres (DPR) harus dipaksa memakai seragam seperti penyelam NASAR, sehingga kita dapat mengenali perusahaan sponsornya. ~Caroline Baum, wartawan dan penyiar radio dan TV Australia.

Beberapa orang mengubah partainya demi kepentingan prinsip; yang lain mengubah prinsip untuk kepentingan partainya. ~Winston Churchill.

Semua orang dilahirkan sama – kecuali para politisi. ~Groucho Marx, bintang film AS.

Sejarah hanyalah gosip. Tetapi skandal adalah gosip yang dibuat membosankan oleh moralitas.

Politik dianggap sebagai profesi tertua kedua (yang pertama adalah pelacur). Saya akhirnya menyadari bahwa ia adalah cermin yang amat dekat dengan yang pertama. ~Ronald Reagan.

Politik: Sebuah perjuangan kepentingan yang berkedok pertarungan prinsip. Tindakan kepentingan umum untuk kepentingan diri. ~Ambrose Bierce, wartawan dan penulis AS, The Devil’s Dictionary,1911.

Kalau pemilihan umum mengubah segala sesuatu, ia akan dinyatakan ilegal. ~Emma Goldman, filsuf politik.

Betapa tak masuk akal kita memilih hanya dari dua orang untuk menjadi presiden dan 50 untuk Miss America? ~ Anonim

top-10-miss-indonesia-o

Pemilihan Miss Indonesia

 

Kita punya banyak kepercayaan di negeri ini, tapi kita kekurangan sekali orang baik untuk ditempatkan pada kepercayaan kita. ~Will Rogers

Kita menggantung pengutil barang atau pencuri ayam dan mengangkat orang-orang besar di kantor pemerintah, ~Aesop, penulis Yunani kuno.

Politik – saya tidak tahu mengapa, tapi mereka tampaknya memiliki kecenderungan memecah belah kita, memisahkan kita satu sama lain, semenara alam selalu merupakan usaha menyatukan kita bersama-sama. ~Sean O’Casey, dramawan Irlandia.

Bukanlah hakikat politik bahwa orang terbaik harus terpilih. Orang yang terbaik malah tak berpolitik karena tidak mau mengatur para pengikutnya. ~George E. MacDonald, penulis dan penyair Skotlandia.

Kita bilang wanita bicara terlalu banyak. Jika anda pernah bekerja di DPR, anda akan tahu bahwa pidato panjang justru ditemukan oleh pria. ~Clare Boothe Luce, duta besar AS dan penulis drama.

mussolini-o

Mussolini, pemimpis fasis Italia berpidato

Seorang politisi adalah manusia yang hanya duduk dan berpikir, terbanyak hanya duduk. ~Woodrow Wilson, Presiden Amerika Serikat,

Selama kampanye, angin terisi penuh dengan pidato-pidato – dan sebaliknya pidato hanya berisi angin. ~ Anonim

Pejabat yang jelek dipilih oleh warga negara yang baik yang tidak ikut pemilihan umum. ~ George Jean Nathan,, editor dan kritikus drama.

american-politics-o

Inilah politik Amerika Serikat

Demokrasi membiarkan orang memilih calon yang ia paling kurang tidak suka. ~Robert Byrne, penulis.

Kampanye politik dirancang untuk pesta pora emosional yang berusaha menarik perhatian dari isu-isu riil, dan mereka sebenarnya melumpuhkan apa yang kekuatan upacara remeh temeh yang dapat secara normal diupayakan manusia. ~James Harvey Robinson, sejarawan AS, The Human Comedy, 1937.

Seorang politisi berpikir tentang pemilihan umum berikutnya; seorang negarawan berpikir tentang generasi yang akan datang. ~James Freeman Clarke, teolog dan pengarang, Sermon.

Politik hampir sama menggairahkan seperti perang, dan hampir sama berbahayanya. Dalam perang anda dapat hanya membunuh satu kali, tapi dalam politik banyak kali. ~Winston Churchill

Politik adalah perang tanpa pertumpahan darah, sementara perang adalah politik dengan pertumpahan darah. ~ Mao Zedong, pendiri dan pemimpin RRC.

Sumber: http://www.quotegarden.com/politics.html

Surat suara lebih kuat dari peluru. (The ballot is stronger than the bullet). ~ Abraham Lincoln, Presiden AS.

Paling kurang dua pertiga kemalangan kita berasal dari kebodohan manusia, kebencian manusia, dan para motivator dan hakim penentu kebencian dan kebodohan, idealisme, dogmatisme, dan penyepuhan label atas nama berhala agama atau politik. ~ Aldous Huxley, sastrawan Inggris.

Bila kita secara buta menerima sebuah agama, sebuah sistem politik, kita menjadi robot. Kita berhenti bertumbuh. ~ Anais Nin, wartawan dan penulis Prancis keturunan Kuba.

Saya selalu mengatakan bahwa dalam politik, musuh-musuhmu tak dapat menyakiti kamu, tapi teman-temanmu akan membunuhmu. ~ Ann Richards, politisi dan Gubernur Texas.

mr-president-o

Manusia dari kodratnya adalah binatang yang berpolitik. ~ Aristoteles, filsuf Yunani.

Di antara politisi penghargaan terhadap agama itu membawa keuntungan; prinsip agama itu menyulitkan. ~ Benjamin Whichcote, pendidik dan rohaniwan Cambridge, Inggris.

Ide-ide adalah anak-anak panah yang hebat, tapi harus ada sebuah busur. Dan politik adalah busur idealisme. ~ Bill Moyers, wartawan dan tokoh media AS.

Keadidlan tanpa paksaan adalah ketakberdayaan; paksaan tanpa keadilan adalah tirani. ~ Blaise Pascal, fisikawan dan filsuf Prancis.

Damai dan kesejahteraan warga negara Amerika generasi kini dan yang akan datang akan aman hanya jika kita bergantung kepada slogan patriotisme yang benar: “Negeri kita – jika benar tetap benar; jika salah dibilang benar.” ~ Carl Schurz, politisi dan Menteri Dalam Negeri AS.

global-politics-in-15-seconds-o

Arti politik global

Berpikir tentang perubahan sosial yang mendalam, kaum konservatif selalu mengharapkan bencana, sementara kaum revolusioner dengan percaya diri mengharapkan utopia. Keduanya salah. ~ Carolyn Heilbrun, tokoh feminis.

Guna mengatur dunia, pertama-tama kita harus mengatur bangsa; mengatur bangsa, pertama-tama kita harus mengatur keluarga; mengatur keluarga, pertama-tama kita harus mengembangkan kehidupan pribadi kita; pertama-tama kita harus menempatkan hati kita secara benar. ~ Konfusius, filsuf China.

Seseorang yang amat menginginkan kursi presiden sehingga ia menggunakan dua tahun mengorganisasi dan membuat kampaye untuk itu tidak boleh dipercaya untuk merebut posisi itu. ~ David Broder, wartawan, penulis, dosen.

Dua hambatan terbesar demokrasi di Amerika Serikat adalah, pertama, khayalan yang tersebar antara orang miskin bahwa kita memiliki demokrasi, dan kedua, teror kronis di antara orang kaya, paling kurang yang akan kita dapatkan. (1941). ~ Edward Dowling, sejarawan dan rohaniwan Aglikan.

winston-churchill-o

Orator ulung Perang Dunia II Perdana Menteri Inggris Winston Churchill

Mungkin baik bahwa sarana kita cukup terbatas dan kemampuan kita terbatas ketika kita hendak menekan pemerintah kita. Tapi apakah itu menjadi alasan untuk tidak melakukan apa pun? Putus asa juga bukanlah jawaban. Demikian pula pemecatan (pemakzulan). Pemecatan hanya menggiring ke sikap acuh tak acuh, yang bukanlah hanya sebuah dosa tetapi sebuah hukuman. ~ Elie Wiesel, dosen dan aktivis politik.

Pemilihan umum tak dapat memberikan kepada sebuah negeri satu perasaan terarah (a sense of direction) yang kuat jika hanya memiliki dua atau lebih partai politik nasional yang hanya berbeda nama tapi mirip dalam prinsip dan tujuan mereka seperti dua biji kacang pada satu polong. ~ Franklin Delano Roosevelt, Presiden AS.

Terlepas dari rasionalisasi etis dan kepura-puraan filosofis, sebuah kejahatan adalah sesuatu yang satu kelompok yang berkuasa memilih untuk melarang. ~ Freda Adler, kriminolog dan pendidik.

pidato-soekarno-o

Bung Karno, orator ulung yang membawa bangsa Indonesia ke pintu gerbang kemerdekaan

Kegilaan itu jarang terjadi pada individu – tapi dalam kelompok, partai politik, bangsa, dan zaman itu adalah sebuah kebiasaan (aturan). ~ Friedrich Nietzsche, filsuf.

Amat buruk bahwa semua orang yang benar-benar tahu mengurus negeri ini sibuk mengendarai taxi dan menggunting rambut. ~ George Burns, aktor, pelawak, penulis.

Pada masa pembohongan di mana-mana, mengatakan kebenaran adalah sebuah tindakan revolusioner. ~ George Orwell, sastrawan Inggris.

Apa yang diajarkan pengalaman dan sejarah adalah ini – bahwa rakyat dan pemerintah tidak pernah belajar sesuatu dari sejarah, atau bertindak berdasarkan prinsip. ~ George Wilhelm Hegel, filsuf Jerman.

party-in-the-usa-o 3

Acara kampanye di mana-mana sama saja. Di sana disco, di sini dangdut.

Tidak ada maaf bagi ilmuwan yang menyiksa binatang; biarkanlah mereka membuat percobaan dengan wartawan dan politisi. ~ Henrik Ibsen, sastrawan dan dramawan Norwegia.

Orang yang mengatakan “Saya tidak berpolitik” berada dalam bahaya besar…. Hanya yang paling kuat yang akan bertahan hidup, dan yang paling kuat adalah orang-orang yang mengerti politik kantornya. ~ Jean Hollands, pelatih kepemimpinan.

Banyak hal dalam politik terjadi lebih karena kebetulan atau kelelahan daripada karena konspirasi. ~ Jeff Greenfield, wartawan TV dan penulis.

Dalam politik, satu minoritas yang terorganisasi adalah satu mayoritas politik. ~ Jesse Jackson, aktivis HAM.

Kewajiban yang menyedihkan dalam politik adalah memperjuangkan keadilan dalam dunia yang penuh dosa. ~ Jimmy Carter, Presiden AS.

Saya mesti belajar politik dan perang agar anak-anak saya mendapatkan kebebasan untuk belajar matematika dan filsafat. Anak-anak saya harus studi matematika dan filsafat, geografi, sejarah alam, arsitektur laut, navigasi, perdagangan dan pertanian agar mewariskan hak kepada anak-anaknya untuk belajar melukis, puisi, musik, arsitektur, pembuatan patung, pembuatan kue, dan porselin. ~ John Adams, Presiden AS.

Ada bahaya dari semua manusia. Satu-satunya peribahasa tentang sebuah pemerintahan yang bebas haruslah tidak percaya kepada seorang pun yang hidup dengan kekuasaan yang membahayakan kemerdekaan publik. ~ John Adams.

Jika sebuah masyarakat bebas tidak dapat menolong banyak orang miskin, ia tidak dapat menyelamatkan segelintir orang kaya. ~ John F. Kennedy, Presiden AS.

Warga negara dapat menghidupkan kembali institusi politik dan pemerintahan, membuat mereka bertanggung jawab dan akuntabel, dan membuat mereka jujur. Tidak ada orang lain yang dapat melakukannya. ~ John Gardner, penulis.

Politik adalah seni kemungkinan. Ia terdiri dari memilih antara yang membawa bencana dan hal yang tak menyenangkan. ~ John Kenneth Galbraith, ekonom.

party-in-the-usa-o

Sembilan puluh delapan persen orang dewasa di negeri ini adalah terhormat, pekerja keras, dan jujur. Hanya sekitar dua persen yang jelek yang mendapatkan publikasi. Tetapi, kemudian kita memilih mereka. ~ Lily Tomlin, aktris, pelawak, penulis, produser film.

Satu kejelekan demokrasi yang merasuk adalah tirani partai yang sukses, dengan kekerasan atau penipuan, dalam menyelenggarakan pemilihan umum. ~ Lord Acton, sejarawan, politisi, dan penulis Inggris.

Bahwa orang miskin tidak kelihatan adalah satu hal paling penting tentang mereka. Mereka tidak hanya ditolak dan dilupakan seperti dalam retorika lama tentang reformasi; yang lebih buruk, mereka tidak dilihat. ~ Michael Harrington, aktivis politik, penulis, ilmuwan politik.

Mereka yang mengatakan agama tidak ada urusan dengan politik tidak tahu apa itu agama. ~ Mahatma Gandhi, Pemimpin India, Guru Perdamaian.

Negara bukanlah agen moral. Rakyat-lah agen moral, dan dapat memaksa standar modal kepada institusi yang berkuasa. ~ Noam Chomsky, linguis, filsuf, ilmuwan kognitif, aktivis politik.

my-date-with-the-president-s-d-o

Bersiap untuk kencan dengan sang presiden

Kekuasaan adalah pengaruh yang cenderung menyimpang, disalahgunakan atau tergelincir ke korupsi. Kantor presiden atau perdana menteri atau diktator sepanjang hayat bisa mengundang seseorang dengan nafsu berkuasa yang menduduki tahta kekuasaan untuk memulai penyimpangan itu. Kalau penyimpangan dimulai, mulailah awal masalah bagi yang bersangkutan. Menurut Perdana Menteri Inggris di era Perang Dunia II Winston Churchill, kekuasaan manusia telah berkembang ke segala arah, pada tiap lingkup, kecuali kepada dirinya sendiri. Kekuasaan yang melebar ke segala arah ini termasuk ke arah menguasai atau menaklukkan wanita. Kekuasaan ini dapat disalahgunakan oleh sang penguasa pria pemimpin dunia yang memiliki dorongan seks menyimpang atau yang tidak lazim, seperti memiliki banyak wanita simpanan, pesta seks, menyandera dan menggilir wanita pilihannya. Pemimpin dunia yang tergelincir ke skandal seks yang tak diketahui publik atau yang disiarkan media massa dapatlah menjadi hal yang paling sulit dikendalikan. Delapan contoh pemimpin dunia yang terlibat skandal seks menghebohkan: (1) Silvio Berlusconi, Perdana Menteri Italia, (2) Idi Amin, Presiden Uganda, (3) Moammar Gaddafi, Pemimpin Libya, (4) Kim Jong-il, Pemimpin Korea Utara, (5) Uday Hussein, putra Saddam Hussein yang disiapkan mengganti ayahnya, (6) Mao Zedong, Pemimpin RRC, (7) Moshe Katsav, Presiden Israel, dan (8) Vaclav Klaus, Presiden dan Perdana Menteri Republik Ceko. Michael Gibson pada http://www.ranker.com/list/the-sexcapades-of-the-world_s-most-corrupt-leaders/michael-gibson

Gaddafi and female bodyguards 1

Muammar Gaddafi dan pengawal pribadinya. Gadis-gadis cantik yang masih perawan dipilih dan dihujani hadiah sepatu mewah, intan permata, dan make-up mahal, dicuci otaknya, dan berjanji hidup tidak kawin, kecuali melayani nafsu seks Gaddafi dan melindungi keselamatannya.

 

Dalam sejarah nasional (AS) kita yang singkat, kita telah menembak empat presiden kita, menyusahkan lima presiden sampai mati, memakzulkan satu dan mengusir yang lain dari kursi kepresidenan. Dan bila semua yang lain gagal, kita melakukan pemilihan umum dan membunuh karakter mereka. ~ P J O’Rourke, wartawan dan penulis politik.

john-f-kennedy-assassination-o

Tertembaknya Presiden AS John F Kennedy

Mencuci tangan dari konlik antara yang berkuasa dan yang tak berkuasa berarti berpihak kepada yang berkuasa, bukan bersikap netral. ~ Paulo Freire, filsuf dan aktivis politik Brasil.

Politik mungkin adalah satu-satunya profesi yang untuk mendapatkannya tampaknya  tak perlu persiapan. ~ Robert Louis Stevenson, sastrawan dan penulis pariwisata Skotlandia.

Segala sesuatu berubah. Orang melihat komedi dengan serius dan politisi dengan lelucon. ~ Will Rogers.

Tak ada bagian pendidikan untuk seorang politisi yang lebih diperlukan daripada berjuang dalam pemilihan umum. ~ Winston Churchill, Perdana Menteri Inggris.

Sumber: http://ceomagazine.biz/hrmproverbs/politicsproverbs.htm

paris-for-president-o

Paris for President

Bellum omnium contra omnes, perang semua orang melawan semuanya. ~ Thomas Hobbes, filsuf.

Mengapa orang selalu mengharapkan pengarang menjawab pertanyaan? Saya adalah seorang pengarang karena saya ingin mengajukan pertanyaan. Jika saya punya semua jawaban, berarti saya adalah seorang politisi. ~ Eugene Ionesco, dramawan Prancis kelahiran Rumania.

Ayahku adalah seorang negarawan, saya adalah seorang wanita yang berpolitik. Ayahku adalah seorang santo. Saya bukan. ~ Indira Gandhi, Perdana Menteri India.

Pemilihan umum dimenangkan oleh pria dan wanita terutama karena kebanyakan orang memilih lebih untuk melawan seseorang daripada demi seseorang. ~ Franklin P Adams, wartawan dan kolumnis.

Kita tahu bahwa para perdana menteri dikawinkan dengan kebenaran, tapi seperti pasangan kawin yang lain, mereka kadang-kadang hidup terpisah. ~ Hector Hugh Munro (Saki), sastrawan Inggris, “The Unbearable Bassington”

Penggunaan kekerasan langsung adalah sebuah solusi yang buruk terhadap suatu masalah, itu umumnya dilakukan hanya oleh anak-anak kecil dan bangsa yang besar. ~ David Friedman, ekonom.

Sumber: http://www.dedicatio.com/categories/politics_diplomacy/

miley-cyrus-party-in-usa-o

Politik ibarat tidur sebantal, mimpi lain-lain

Kalau takut dilambung ombak, jangan berumah di tepi pantai

Kuman di seberang tampak, gajah depan mata tak tampak

kuasa_rakyat

Perut yang kosong tidak baik bagi penasihat politik. ~  Albert Einstein

“Gelombang aksi kita untuk mencapai kemerdekaan kita itu ada naiknya dan ada turunnya, tetapi jiwa kita tetap menuju ke arah cita-cita. … Sekarang tibalah saatnya kita benar-benar mengambil sikap nasib bangsa dan nasib tanah air kita di dalam tangan kita sendiri. Hanya bangsa yang berani mengambil nasib dalam tangan sendiri akan dapat berdiri dengan kuatnya.” (Pidado Soekarno sebelum membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia)

Proklamasi-presiden-soekarno-saat-pembacaan-teks-proklamasi-kemerdekaan-ri

Dalam banyak kesempatan, Bung Hatta mengingatkan, persatuan jangan sampai dimaksudkan sebagai persatean. Setidaknya, hal itu ia ungkapkan saat berseberang pendapat dengan kalangan borjuis atau ningrat ketika itu. Di saat itu, ia menyatakan, rakyat menjadi kian bingung lantaran pergerakan nasional dimabuk persatuan. Selama ini apa yang disebut persatuan, sesungguhnya tidak lain merupakan persatean. Suku-suku bangsa seolah diibaratkan daging kerbau, daging sapi, dan daging kambing yang bisa disate menjadi satu. Ini tentu tidak benar. (http://pipitimoet.blogdetik.com/page/3/)

Moh Hatta

Bung Hatta, tokoh pendiri bangsa yang sederhana, jujur, pekerja keras, dan konsisten

Duit panas dekat dengan perempuan panas

Politikus berkata saya akan melakukan ini, orang intelek berkata anda harus melakukan ini. Dan, rakyat jelata berkata: saya cuma ingin hidup dengan nyaman.

Dalam kampanye pemilihan umum legislatif, presiden, dan kepala daerah, para politisi paling getol menjual “AKAN”: AKAN membangun infrastruktur, AKAN menggratiskan sekolah, AKAN menggratiskan biaya pengobatan dan rumah sakit, AKAN membuka lapangan kerja, AKAN memberantas korupsi, AKAN mensejahterakan petani, AKAN membangun kedaulatan pangan, AKAN membangun kedaulatan energi, AKAN mempercepat pertumbuhan ekonomi, AKAN menegakkan hukum, AKAN menjamin pembangunan rumah ibadah, AKAN meningkatkan mutu pendidikan. Jualan “AKAN” ini telah saya dengar berkali-kali dalam kampanye pemilihan umum dari dulu sampai sekarang dan bahkan diucapkan oleh politisi yang sama dari partai politik yang sama. Kalau jualan “AKAN” ini benar-benar dilaksanakan, Indonesia kini telah menjadi negara adidaya yang mengalahkan Amerika Serikat dan RRC. (S Belen)

Politik adalah permainan. ~  Martin Bhisu, misionaris, aktivis politik dan sosial.

Perkenankan merenungkan puisi berikut ini:

 

Tanpa Judul

Oleh Martin Bhisu

Pada lahar-lahar Lapindo terpancang batu nisan

peristirahatan terakhir  korban takdir ulah investor

aritmatika kapitalis lebih unggul dari jiwa manusia bernasib sial

tidak lebih tidak kurang, seperti kata Khairil Anwar:

“1 x 1 moga-moga = 1”

dan hanya satulah pemenang tunggal.

 

Pada laras-laras senapan Papua adalah taruhan

nyawa-nyawa, di gunung, di sungai, dan hutan

korban dari senyawa antara militerisme dan kediktatoran

dan ketika macan tua kehilangan gigi di istana

engkau lari minta suaka sementara waktu

di bawah payung yang teduh buatan Paman Sam

dan sekarang engkau adalah ahli slogan kerakyatan

menegakkan benang basah,

dalam air bercampur oli

dan petani adalah kegelapan.

 

Masih dari Cikeas dengan cerita tentang Century,

untuk memenangkan periode kedua

tanpa rekam jejak yang baik,

kecuali maju dari korupsi ke korupsi

hingga mengimpor beras dari Vietnam

mengisi perut para petani sawah dan ladang.

 

Sekarang  ramai-ramai blusukan

hanya ketika ada bencana dan kelaparan

tapi kamu tak pernah penjadi korban

kecuali rakyat korban politik yang  busuk.

 

Guayaybi, Paraguay, 3 April 2014

 

Dampak-Lumpur-Lapindo-blog.fachrudin.web_.id_

Dampak Lumpur Lapindo

mud-o

122368_620

Sebelum kemerdekaan: “Kami adalah debu-debu ….”

Zaman kemerdekaan: “Kami adalah lumpur-lumpur ….”

Bank Century skandal

kasus century semakin menyusut_thumb[2]

 

Advertorial

Sano nature healer

Desain polo shirt putih crop 2

Apa itu Sano? Sano adalah ramuan herbal alami yang mujarab mencegah dan menyembuhkan beragam penyakit. Guna mengenal lebih jauh, perkenankan mengunjungi posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

 

Kartu nama Yuni pemesanan 2.

Khasiat FIDES & HP pemesanan

Kunjungilah:

https://sbelen.wordpress.com/2015/06/11/habbatussauda-jintan-hitam-bawang-putih-jahe-lemon-madu-diabetes-stroke-penyakit-komplikasi-sembuh-tubuh-sehat/

Jambu mete, satu gerbang kesejahteraan

Oktober 25, 2009

P1010020

Jambu mete atau jambu mente tumbuh subur di daerah gersang-tandus, seperti di NTT, NTB, dan Gunung Kidul. Manfaat jambu mete ternyata amat banyak. Namun, banyak petani jambu mete belum menyadari aneka-manfaatnya yang dapat meningkatkan pendapatan mereka. Semestinya jambu mete dapat menjadi katup pembuka menuju peningkatan kesejahteraan penduduk di wilayah yang tertinggal dari segi ekonomi penduduk.

madu_jambumete

Silahkan klik file powerpoint tentang aneka-manfaat jambu mete berikut ini! Jambu mente

Iklan

alison-brie-shirlet-dance-1

Human heart

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

sano-sembuhkan-asam-urat-anda

Kartu nama Yuni

Guru masuk bui. Pertanyaan tentang UU Perlindungan Anak.

Agustus 29, 2009

04gusurp

Anak adalah insan yang harus dilindungi, bukan manusia mungil yang dipukul orang tua di rumah dan guru di sekolah.

Dalam mengembangkan SD model Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) & Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAKEM) atau belajar aktif melalui inhouse training atau pendampingan langsung kepada para guru dan kepala sekolah, kami menekankan penghentian kekerasan kepada anak. Kekerasan tidak hanya terbatas kepada kekerasan fisik tetapi juga kekerasan verbal melalui bentakan dan hardikan kepada anak.

Pada tanggal 24 – 27 Agustus kami menatar para guru, kepala sekolah, pengawas SD, kepala dinas pendidikan kecamatan, dan pimpinan yayasan di Hokeng, Flores Timur, yang diselenggarakan World Vision Indonesia (WVI). Di tempat penataran yang sama, berlangsung pelatihan bagi petani penggerak dari berbagai daerah di NTT mengenai pertanian organik.

Khusus mengenai kekerasan kepada anak, kami memanggil 10 anak SD dari kelas III dan V dari 2 SD dekat tempat pelatihan. Anak-anak ini membuat gambar tubuh (body mapping) dan menuliskan pada organ tubuh yang mana mereka mendapatkan pukulan, tamparan, cubitan, jeweran, lemparan dengan penghapus, atau disuruh berlutut. Pada tiap kekerasan pada tiap organ tubuh dituliskan alasan mengapa mereka mendapatkan perlakuan kekerasan fisik serta perasaan yang dirasakan badan dan hati (batin). Setelah itu, dilakukan body mapping para peserta dengan merefleksikan dan menggambar serta menulis kekerasan fisik yang dulu mereka alami di SD tempo dulu.

Ternyata rantai kekerasan belum terputus. Sama seperti orang yang melakukan sodomi adalah korban sodomi waktu kecil, para guru hanya meneruskan tradisi kekerasan.

Pada hari terakhir, kami mengumpulkan para petani penggerak yang dilatih di tempat yang sama untuk melihat gambar dan tulisan kekerasan baik yang dialami anak SD sekarang dan yang dialami pendidik di SD tempo dulu. Anehnya, dalam diskusi masih ada petani (orang tua murid) yang mendukung pukulan kepada anak di sekolah.

Kami berkomentar, mengapa Anda berani hanya kepada anak-anak kecil yang tak berdaya, yang tak kuasa melawan, yang berada dalam kekuasaan Anda. Mengapa Anda tidak berani berhadapan laki-laki sama laki-laki ditantang berkelahi karena sama-sama jantan? Mengapa Anda hanya berani dengan anak-anak yang sebenarnya tidak dilahirkan sebagai anak nakal atau anak bodoh, yang harus Anda lindungi dan kasihi?

2085763115_a85fcae13c

Tak ada anak yang dilahirkan sebagai anak nakal. Kenakalan anak adalah buah kenakalan orang tua dan guru.

Bersama para pendidik yang menjadi peserta penataran kami membahas Undang-Undang Perlindungan Anak No. 23 Tahun 2002. Berikut ini kami lampirkan Pertanyaan tentang UU tersebut pada powerpoint berikut ini. Silahkan klik di sini! Pertanyaan UU Perlindungan Anak

Iklan

1349816165214603_animate

 

Osteoporosis

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

Sano sembuhkan osteoporosis

Kartu nama Yuni 2

Menggarap ladang

Desember 20, 2008

11_04_2008_0915892001207873846_mira_ruidohttpwwwlinkinncom_illustrator_pics_what_a_work_done_with_pics

Pohon mangga di halaman rumahku: Sebuah renungan sampai ke politik

Oktober 22, 2008


Ini adalah pohon mangga gadung yang ditanam di halaman rumahku pada Desember 2003. Tak tahu motif apa di benakku, tiba-tiba saya ingin sekali membeli anakan mangga pada hari wisuda putriku yang kedua. Hari wisuda yang kuhadiri tanpa istri yang sudah meninggal di bulan April 2003. Adikku dari luar Jawa mengganti tempat istriku agar anak tak merasa sedih tak didampingi ibunya. Adikku selalu siap datang ke Jakarta setiap kali peran pengganti seperti ini dibutuhkan. Barusan di malam inaugurasi SMA putra bungsuku adikku mendampingiku lagi sebagai pengganti ‘ibu’.

Antara hari wisuda dan hari inaugurasi terentang jangka waktu 4 ½ tahun. Adikku yang pertama kali berhak memetik buah mangga pertama yang sudah ranum. Lama sekali menunggu mangga gadung ini berbuah. Sejak dibeli penjualnya sendiri tak tahu ini mangga cangkokan atau tidak. Ia tumbuh sendiri di dekat parit air di lahan tanaman hias itu. Tiap kali kerabat dan kenalan ‘memarahi’ pohon ini, “Mangga kok lama sekali tak berbuah!” Saya sabar saja. Bahkan, ada yang menyarankan dicabut dan diganti dengan anakan yang lain. Tapi, prinsipku: sekali kutanam biarlah ia tetap tertanam di sana. Berapa tahun pun aku tetap menunggu ia berbuah. Dalam hati aku percaya, pasti akan tiba waktunya pohon mangga kenangan ini berbuah.

Tiap kali saya memandang pohon mangga yang telah berbuah ini timbul macam-macam pikiran. Tiap hari kuamati buahnya yang terbawah turun makin mendekat ke tanah. Terkenang di masa kecil waktu SD dulu. Waku itu memang zaman susah. Jarang kita sarapan pagi. Ya, karena lapar kita cari sarapan sendiri. Ya buah apa saja entah jambu air, ceri, ‘kom’, pepaya, atau mangga kita petik untuk mengisi perut keroncongan. Karena lapar tak dibedakan lagi pohon liar atau pohon milik orang. Buah mangga di pohon besar dan tinggi milik orang lain, kita curi dengan melempar batu. Syukur kalau kena, mangga yang masih muda itu pecah. Kita langsung makan dengan menggigit. Enak sekali. Memang lebih enak buah yang dicuri daripada buah yang dibeli atau terhidang di meja makan.

Sekali dengan kawanku berdua yang sudah beberapa kali mencuri mangga dikejar bapak si empunya mangga sambil berteriak mengacung-acungkan parang. Kawanku berlari di depan, saya menyusul di belakang. Karena sudah tak kuat berlari saya berhenti sambil menyerah dan berpikir wah kepalaku bakal melayang. Matilah aku! Tapi heran bin terpana, kepalaku ternyata selamat. Bapak itu ternyata mengincar kawanku. Mungkin ada sedikit dendam antar-keluarga atau menurut pendapat bapak itu, si kampiun anak nakal adalah kawanku. Kawanku tokh tak sampai tertangkap.


Mangga ini mengingatkan betapa lama petani buah menunggu tanaman jangka panjangnya berbuah. Tanaman buah mendidik petani untuk bersabar menunggu hasil. Tanaman buah atau tanaman apa pun membiasakan petani untuk memulai suatu pekerjaan, memelihara, bersabar, tabah, dan memanen hasil pada waktunya. Pekerjaan menanam membiasakan petani untuk memulai dan menyelesaikan pekerjaan. Pekerjaan apa pun ada awal, ada proses, dan ada hasil. Anak harus dididik tidak hanya untuk memulai sesuatu pekerjaan tetapi juga melanjutkan proses sampai menyelesaikan pekerjaan itu.

Buah mangga hasil tanaman sendiri rasanya nikmat sekali. Lebih nikmat dari buah yang dicuri. Pohon manggaku mengajarkan aku falsafah hidup. Jauh lebih nikmat ‘buah’ hasil karya kita sendiri daripada membeli atau mencuri ‘buah’ hasil karya orang lain! Padahal, buah mangga yang dibeli, dicuri, dan ditanam sendiri in concreto kan sebenarnya rasanya sama enak. Berarti rasa enak sebenarnya ditentukan oleh hati kita, dan kata hati adalah apa yang dibisikkan otak kita.

Mengapa banyak orang zaman sekarang cenderung tak sabar dan tak tabah menunggu hasil? Ada jarak waktu antara waktu tanam dan waktu panen. Alam sudah mengatur. Ada prasyarat jangka waktu antara apa yang anak pelajari sampai terbentuk kemampuan atau kompetensi sebagai hasil belajar yang bermakna. Mengapa orang tua cenderung mengharapkan simsalabim, memaksa anak mengikuti bimbingan belajar agar lulus ujian nasional dan ujian masuk perguruan tinggi? Apakah keterampilan berbahasa Inggris bisa disulap melalui kursus singkat? Apakah ada ahli matematika yang dihasilkan melalui bimbingan belajar atau kursus tanpa proses otodidak?

Mengapa banyak orang ingin cepat kaya dengan simsalabim, lewat jalan pintas korupsi? Mengapa petinggi partai politik cenderung mengkarbitkan istri-anak-kakak-adik-keponakan-ipar ke urutan calon legislatif (caleg) nomor jadi, padahal jam terbangnya di partai baru seumur jagung? Mengapa kerabat penguasa diterjunkan bebas dan merampas kursi jabatan di pemerintahan dengan mencuri buah karya pegawai yang meniti karier dari bawah? Mengapa mereka didorong mencuri buah karya orang lain yang sudah lama malang melintang di dunia politik dan dunia pemerintahan? Yang meniti karier dari anak tangga terbawah? Mengapa kompetisi sehat dikalahkan nepotisme, oleh jalan pintas menikmati hak istimewa, fasilitas, dan bonus negara-bangsa? Tiadanya persaingan sehat mengakibatkan kerabat menikmati keuntungan di atas pengorbanan dan penderitaan orang lain. Ini sama saja dengan penumpang becak yang berbahagia di atas penderitaan, jerih payah tukang becak. Di manakah moralitas kita ditaruh? Petinggi partai seperti ini menunjukkan bahwa mereka adalah pemimpin yang tak berkarakter. Really, he or she is not a person of character! Janganlah menyia-nyiakan satu suaramu dalam pemilu untuk mendukung partai yang tak berkarakter, partai tukang ngapusi (tipu)!

Slogan politik dan iklan politik semisal “Indonesia bisa!” “Kita memang bisa!” “Seperti burung garuda, Indonesia bisa kembali terbang tinggi!” “Pendidikan gratis!” “Kesehatan gratis!” Ini kan sama saja dengan sikap ingin memaksa pohon mangga cepat berbuah. Ini kan sikap menerabas, ingin jalan pintas. Sikap simsalabim.

Every thing has its own time; the time to plant, the time to grow, the time to  care and the time to harvest. There’s no bypass.