Posts Tagged ‘pencipta’

Berpikir dan bertindak out of the box dalam mengembangkan ramuan herbal

November 30, 2017

Image may contain: drink, food and indoor

Pengembangan dan produksi 8 sirup herbal kita membawa angin baru, pola pikir atau mindset baru dalam pengobatan herbal yang dilakukan ribuan produsen herbal (termasuk jamu) lain.

Kita berpikir dan bertindak out of the box dalam mengembangkan ramuan herbal.

Dibandingkan dengan produsen herbal lain, kita memiliki kelebihan sbb:

1. Tiap produk kita (total 8 produk) mampu menyembuhkan sekitar 100 jenis penyakit. Produk herbal lain tidak menyembuhkan sebanyak tiap produk kita.

2. Tiap produk kita memiliki keunggulan menyembuhkan penyakit tertentu berdasarkan testimoni yang masuk. Misalnya,

Sano untuk sakit jantung.

Fides untuk anemia (kurang darah), bahkan anemia aplastik dengan trombosit nol atau amat rendah.

VCO Plus unggul untuk HIV Aids dan bisul.

Xanthi unggul untuk TBC dan PPOK (Penyakit Paru-paru Obstruktik Kronik).

Vigor untuk disfungsi ereksi dan masalah organ-organ reproduksi.

Fit Brain unggul untuk masalah kemampuan berpikir, autisme, pendarahan otak, penuaan dini.

Credo unggul untuk sakit ginjal, maag, asam lambung, saraf terjepit.

Liber unggul untuk sakit kanker dan tumor.

3. Satu produk kita mampu mengatasi 6 atau lebih penyakit yang sudah berkomplikasi.

4. Pada prinsipnya konsumen hanya konsumsi 1 x per hari. Kekecualian bisa 2 x bila sakit lagi parah atau terserang penyakit lain seperti flu dan batuk-batuk.

5. Jumlah bahan untuk membuat Fit Brain 14 bahan, Credo 14 bahan, Vigor 17 bahan, Liber 18 bahan. Jumlah bahan sebanyak ini jarang sekali atau tidak dibuat produsen lain di Indonesia atau negara-negara lain.

Segalanya ini dapat kita kembangkan karena alam kita ini luar biasa kaya tumbuhan herbal, ciptaan Sang Mahapencipta.

Kita buktikan bahwa kita berpartisipasi dalam menciptakan bersama Sang Mahapencipta. Kita jadi co-creator demi kebaikan bagi sesama manusia. Kita menjadi perpanjangan tangan Sang Mahatabib yang menyembuhkan manusia melalui tangan kita.

Iklan

I have a dream. Saya memiliki sebuah impian

November 30, 2017

I HAVE A DREAM. Saya memiliki sebuah impian,

Agar suatu hari kelak, masyarakat kita kembali ke alam, back to nature, untuk mencegah dan menyembuhkan penyakit-penyakit yang menakutkan.

Agar hari demi hari berlalu, bulan demi bulan berlalu, tahun demi tahun berlalu, dan masyarakat kita akhirnya sadar, bahwa anekatumbuhan di alam dan alam tubuh kita-lah yang menyembuhkan diri kita, bukan dokter.

Agar masyarakat kita makin sadar, bahwa semesta spektrum penyembuhan, ciptaan Sang Maha-Pencipta itu teramat luas.

Janganlah kita terbelenggu kepada cara-cara terbatas yang ditawarkan dunia medis modern.

Kita mesti yakin, bahwa spektrum penyembuhan alami jauh lebih luas. Tugas kita adalah melakukan inovasi melalui eksperimentasi sambung-menyambung, tak kenal henti.

Agar, sinar-sinar fajar harapan penyembuhan alami semakin sering menghangatkan hati kita, menggetarkan hati kita, menatap masa depan yang membebaskan.

Titik biru pucat di alam semesta, refleksi tentang bumi rumah kita

November 27, 2015

buzz-aldrin-moon-landing-easep-apollo-11

Tanggal 20 Juli 1969, Neil Amstrong dan Buzz Aldrin adalah dua manusia yang pertama kali menginjakkan kaki di bulan. Keduanya berada hanya dua setengah jam di luar pesawat ruang angkasa yang dipiloti Michael Collins. Keduanya berhasil mengumpulkan material bulan seberat 21,5 kg untuk dibawa pulang ke Bumi. Di sebuah museum Geologi di London, pernah kami lihat satu batu bulan sekecil kuku jari kelingking, secercah bagian dari material yang dibawa ketiga astronot itu ke bumi.

Apollo_11_first_step

Ada astronom yang mengingatkan bahwa pada missi luar angkasa yang menghebohkan itu, baru pertama kali manusia bisa melihat Bumi dari luar angkasa, dari bulan. Itulah prestasi umat manusia yang luar biasa.

Delapan tahun kemudian, NASA mengirimkan pesawat robot ruang angkasa Voyager 1, yang diluncurkan pada 5 September 1977 (berat 722 kg) untuk missi mempelajari luaran sistem surya dan akhirnya ruang antar-bintang.

Voyager 1

 

Dua puluh satu tahun sejak manusia pertama kali mampu melihat Bumi dari bulan, pada tanggal 14 Februari 1990, pesawat ruang angkasa Voyager 1 dapat mengambil foto Bumi, sebagai bagian dari seri foto keluarga sistem surya dari jarak sekitar 6 milyar km dari Bumi.

Tatkala Voyager 1 yang telah menyelesaikan misi utamanya sedang meninggalkan sistem tata surya, pesawat robot ruang angkasa itu diperintahkan NASA untuk membalikkan kameranya dan mengambil satu foto terakhir Bumi di hamparan mahaluas jagat raya, atas permintaan astronom dan penulis Carl Sagan.

Bagaimana Bumi tampak pada foto itu? Bumi hanya tampak seperti A Pale Blue Dot, satu titik biru pucat di jagat raya. Inilah pertama kali manusia dapat melihat Bumi melalui foto yang diambil dari luar tata surya.

Pada foto ini, ukuran Bumi tampak lebih kecil dari 1 pixel (1 noktah pada foto); planet ini tampak seperti satu titik kecil dalam kemahaluasan ruang alam semesta, di antara berkas-berkas cahaya mentari yang tersebar oleh optik kamera.

Pale_Blue_Dot

.

Pada gambar di atas, garis elips berwarna hijau menunjukkan lokasi Voyager 1 yang terdekat saat foto Bumi itu diambil.

.

Voyager blue dot svg

.

Dari foto yang dikirim dari jarak sekitar 6 milyar km dari Bumi, Bumi tampak seperti satu titik kecil (titik putih kebiruan sekitar separuh jalur coklat sebelah kanan) dalam kegelapan jagat raya.

PaleBlueDot

Sagan menekankan, “semua sejarah manusia terjadi pada satu noktah kecil”, terlihat pada lingkaran biru pada gambar, “yang merupakan satu-satunya rumah kita.” (pidato di Universitas Cornell, 13 Oktober 1994).

Carl Sagan memberi judul kepada bukunya yang terbit tahun 1994 “Pale Blue Dot: A Vision of the Human Future in Space. (“Titik Biru Pucat: Sebuah Visi Masa Depan Manusia di Alam Semesta). Dalam buku ini, ia mengekspresikan pandangannya tentang makna lebih mendalam foto itu. Inilah hasil refleksi Carl Sagan.

.

TITIK BIRU PUCAT DI ALAM SEMESTA

 

Dari sudut pandang manfaat yang jauh ini,

Bumi mungkin sama sekali tidak menarik perhatian.

Tapi bagi kita, hal itu berbeda.

Perhatikan lagi titik itu.

Yang ada di sini.

Itulah rumah.

Itulah kita.

Di sini setiap orang yang Anda cintai,

setiap orang yang Anda ketahui,

setiap orang yang pernah Anda dengar,

setiap manusia yang pernah ada,

menghidupi kehidupannya.

Segenap sukacita dan penderitaan,

ribuan agama, ideologi, dan doktrin ekonomi yang diyakini,

setiap pemburu dan penjelajah,

setiap pahlawan dan pengecut,

setiap pencipta dan perusak peradaban,

setiap raja dan petani,

setiap pasangan belia yang jatuh cinta,

setiap ibu dan ayah,

anak pemberi harapan,

penemu dan penjelajah,

setiap guru moral,

setiap politisi korup,

setiap “superstar,”

setiap “pemimpin tertinggi,”

setiap orang kudus dan pendosa

dalam sejarah spesies kita

tinggal di sana – pada setitik debu

yang melayang pada secercah sinar mentari.

######################################

Bumi adalah satu panggung amat kecil

di gelanggang kosmik yang luas.

Pikirkan tentang sungai-sungai darah

yang ditumpahkan para jenderal dan kaisar

sehingga dalam kemuliaan dan kemenangan

mereka bisa menjadi tuan sesaat pada satu bagian kecil titik itu.

Pikirkan tentang kekejaman tanpa akhir

yang dialami penghuni salah satu sudut noktah gambar ini

yang hampir tak bisa dibedakan dari penghuni suatu sudut yang lain.

Betapa sering terjadi kesalahpahaman antar-mereka,

betapa bernafsunya mereka saling membunuh,

betapa keji kebencian mereka.

Sikap kita, bayangan kehebatan diri kita,

khayalan bahwa kita memiliki kedudukan istimewa di alam semesta,

ditantang oleh titik pucat ini.

Planet kita adalah setitik sepi

dalam selimut kegelapan kosmik yang besar.

Dalam kekaburan kita – pada semua kemahaluasan ini –

tiada petunjuk bahwa bantuan akan datang dari tempat lain

untuk menyelamatkan kita dari diri kita sendiri.

###########################################

Bumi adalah satu-satunya dunia yang dikenal, sejauh ini,

untuk menopang kehidupan.

Tiada tempat lain, setidaknya di masa depan yang dekat,

ke mana spesies kita dapat bermigrasi.

Berkunjung? Ya.

Menetap? Belum.

Suka atau tidak, untuk saat ini, Bumi adalah tempat kita berpijak.

Telah dikatakan bahwa astronomi adalah sebuah pengalaman

yang membuat kita rendah hati

dan pengalaman pembinaan karakter.

Mungkin tiada cara yang lebih baik untuk menunjukkan

betapa bodohnya kesombongan manusia

daripada gambar tampilan jauh dunia kecil kita.

Bagi saya, hal itu menggarisbawahi tanggung jawab kita

agar saling peduli lebih ramah

dan untuk melestarikan dan menghargai titik biru pucat,

satu-satunya rumah yang pernah kita kenal.

 

Sumber:

https://en.wikipedia.org/wiki/Pale_Blue_Dot

https://en.wikipedia.org/wiki/Apollo_11

Terjemahan S Belen

#############################################

Bila Anda ingin mengamati video untuk melihat ilustrasi dan mendegar suara Carl Sagan membacakan hasil refleksi bak puisi ini, silahkan kunjungi video pada Youtube

Carl Sagan – The Pale Blue Dot [Indonesian Sub] .mp4

Klik: https://www.youtube.com/watch?v=Zb-XHHn1fPQ

 

 

 

Fantastic mountains. Gunung dan tebing batu fantastis

Agustus 21, 2011

Sesuatu itu indah tergantung dari sudut pandang yang melihat

Pantulan menciptakan keindahan

Alam adalah jejak ciptaan Sang Mahapencipta

Air sumber kehidupan. Air juga bisa menjadi sumber konflik, bahkan perang.

Indah, rencanamu Tuhan. Indah, rencana Tuhan untuk setiap manusia.

Klik file pps berikut ini untuk melihat pemandangan gunung dan tebing batu yang indah di berbagai belahan dunia!

M_O_U_N_T_A_I_N_S

Kiriman Greg Atulolon SVD dari Polandia

Perumpamaan tentang pensil

Maret 21, 2009

pencils_writing_in_circle_md_wmanimatedpencilhttpwwwschoolspinellask12flusgalleryanimatedanimatedpencil

 

Pada awal mula, Pencipta Pensil berbicara kepada pensil dengan mengatakan,

 “Ada lima hal yang harus kamu ketahui sebelum aku mengirimmu ke dunia. Ingatlah itu selalu dan kamu akan menjadi pensil terbaik sesuai potensimu.“

Pertama:

Anda akan mampu melakukan banyak hal besar, tapi hanya jika Anda membolehkan dirimu dipegang dalam tangan Seseorang.

 jangka

 Kedua:

Anda akan mengalami peruncingan yang menyakitkan dari waktu ke waktu, tetapi hal ini dipersyaratkan jika Anda ingin menjadi sebuah pensil yang lebih baik.

 Meruncing pensil

2429472-close-up-of-a-sharpened-pencil-and-sharpener

Ketiga:

Anda memiliki kemampuan untuk mengoreksi kesalahan apa pun yang Anda perbuat.

Koreksi penghapus

Keempat:

Bagian terpenting akan selalu berupa apa yang berada di dalam.

 bagian dalam pensil

Kelima:

Betapa pun kondisinya, Anda harus terus menulis. Anda harus selalu meninggalkan suatu tanda yang jelas, terbaca betapa pun sulitnya situasi.

 pencil story 2

pencil story

student_with_giant_pencil_anim_md_wm

Sang pensil mengerti, berjanji untuk mengingat, dan pergi ke dalam kotak. Ia benar-benar memahami maksud Penciptanya.

 pensil nongol

Sekarang tempatkan dirimu pada posisi pensil. Ingatlah selalu hal itu dan jangan pernah lupa. Dan, Anda akan menjadi orang terbaik sesuai dengan potensimu.

 e1

Satu:

Anda akan mampu melakukan banyak hal besar, tapi hanya jika Anda membolehkan dirimu dipegang oleh tangan Tuhan.

Dan, biarkan orang-orang lain bertemu denganmu untuk mendapatkan pemberian yang Anda miliki.

 Pensil dalam kotak

1201777_w_sq_s_pencils

Dua:

Anda akan mengalami peruncingan yang menyakitkan dari waktu ke waktu, dengan menghadapi berbagai masalah. Tapi, Anda akan memerlukan hal itu untuk menjadi seorang yang lebih kuat.

 PENCIL 2

Tiga:

Anda akan mampu mengoreksi berbagai kesalahan yang mungkin akan Anda perbuat agar bertumbuh melalui pelbagai kesalahan itu.

 Pensil pendek 2

Empat:

Bagian terpenting dalam dirimu selalu berupa apa yang berada di dalam.

 pencil story picture

Dan lima:

Pada permukaan apa pun yang Anda jalani, Anda harus meninggalkan tandamu. Betapa pun situasinya, Anda harus terus mengabdi Tuhan dalam segala hal.

 f

Tiap orang ibarat sebuah pensil…
diciptakan oleh Pencipta untuk suatu maksud yang unik dan spesial.

 you-are-just-like-a-pencil

Hal seperti ini pernah dikatakan Mother Theresa dalam wawancara dengan Edward Desmond dari Majalah Time tahun 1990, “Saya hanya pensil kecil di Tangan Tuhan. Dia yang berpikir. Dia yang menulis. Pensil itu tidak bisa apa-apa. Ia hanya digunakan. Saya merasa Tuhan ingin memperlihatkan kebesaran-Nya dengan menggunakan ketiadaan.”

Dengan pengertian dan usaha terus mengingat, marilah kita maju terus dalam hidup kita di bumi ini dengan memiliki sebuah tujuan yang bermakna dalam hati kita dan suatu hubungan dengan Tuhan tiap hari.

Anda diciptakan untuk melakukan hal-hal yang besar!

 e1

Bulan-bulan ini saya sibuk mendampingi para guru, kepala sekolah, dan pengawas di provinsi Maluku Utara dan Maluku. Kesibukan yang menyenangkan karena berkesempatan membantu para pendidik di wilayah terpencil melalui pelatihan dan field counstancy (pendampingan langsung di sekolah), khususnya SD, bersama Save the Children. Karena itu, sudah cukup lama post blog saya tak bertambah.

Nah, inilah sebuah icebreaker yang mungkin berguna bagi pembaca dan dapat dimanfaatkan pada berbagai kesempatan. Klik file powerpoint ini! perumpamaan-tentang-pensil

Salam dari Baguala, Salahutu, Pulau Ambon!

Advertorial

296

heart-attack

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

Sano membuat awet muda

Kartu nama Yuni

900x900px-LL-5c4a7e3f_cinemagraph-gifs-jewelry