Posts Tagged ‘Pakem’

Video anak-anak SD di tanah Batak bermain jual-beli

November 10, 2010

Gambar dari video

Batak primary school children of Sipoholon, North Tapanuli in North Sumatra, Indonesia play buy and sell game in traditional market in an outdoor school assembly.

 

Anak-anak SD Garaga di Sipoholon, Tapanuli Utara bermain jual-beli di pasar dalam school assembly di lapangan. Ini adalah salah satu contoh kegiatan dalam upaya pengembangan SD model dalam manajemen berbasis sekolah (MBS) dan belajar aktif (PAKEM) pada 3 SD di Sipoholon, Tapanuli Utara, Sumatra Utara yang disponsori Penrbit Erlangga.

Please click this video!

http://www.youtube.com/watch?v=jzYxUZi54Es&feature=BF&list=UL&index=5

Selamat menyaksikan!

Iklan

10 tahun MBS-Pakem, Move forward, no retreat. Maju terus pantang mundur

Desember 8, 2009

Kumpulan kata-kata bijak ini terdiri dari pepatah, sayings, wise words, dan pandangan para ahli. Kata-kata bijak ini dipilih dari sudut pandang pendekatan belajar aktif. Karena itu, ada yang langsung dan ada yang tak langsung berhubungan dengan belajar aktif. Urutannya disusun secara acak. Sedangkan, kata kunci pada tiap kutipan diketik dengan warna biru.

Bocah Papua ini seharusnya masih berada di sekolah. Namun saat “bersenang kedua” (istirahat), ia memilih pulang ke rumah dan bermain di pantai. Mengapa? Guru masih memukul siswa? Pelajaran membosankan? Duduk, dengar, catat, hafal?

Manfaat kata-kata bijak ini adalah sebagai bahan refleksi tentang mengapa belajar aktif itu penting dan manfaat apa saja yang dapat diraih jika diterapkan pendekatan belajar aktif. Koleksi kata bijak ini kami kumpulkan untuk merayakan dalam refleksi peringatan 10 tahun dimulainya “MBS-Pakem” (Manajemen Berbasis Sekolah-Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan). Upaya beberapa “orang gila” membangkitkan kembali pendekatan CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif) yang “mati suri” akibat kebijakan pejabat di Depdiknas waktu itu yang kurang mengerti makna belajar aktif ditandari dengan penataran (TOT) awal kepada para pendidik yang mewakili 3 provinsi, yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan di Pacet, Mojokerto, Jawa Timur  pada akhir 1999 yang diselenggarakan Depdiknas (Pusat Kurikulum Balitbang & Direktorat Dikdas Ditjen Dikdasmen, bekerja sama dengan Unicef dan Unesco. Setelah 10 tahun sejak awal gerakan ini dimulai, kini “MBS-Pakem” telah masuk ke dalam sistem nasional karena telah menjadi program Depdiknas, dinas provinsi, berbagai NGO, yayasan persekolahan, dan sejumlah lembaga pendidikan guru.

Tiap instansi dan lembaga atau organisasi mengembangkan manajemen berbasis sekolah dan pendekatan belajar aktif menurut penekanan dan corak serta gaya sendiri-sendiri. Namun, semua upaya tak kenal lelah dan tak kenal menyerah ini berhasil mengarusutamakan kreativitas berpikir dan bertindak yang perlu ditumbuhkembangkan dalam diri anak didik agar menjadi insan kreatif yang mandiri dan mampu memecahkan masalah untuk menghadapi masa depan yang kian kompetitif dan sulit diprediksi.

Salam MBS-Pakem

S.Belen

Silahkan klik file word berikut ini! Anda tak akan menyesal.

Kata bijak ttg belajar aktif 3

Iklan

big love dance

Sakit asam urat

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

sano-sembuhkan-asam-urat-anda

Kartu nama Yuni 2

Anak-anak SD dari tepian Danau Toba say “Horas!”

Desember 8, 2009

 


Anak-anak SD Lumban Soit, Sipoholon, Tapanuli Utara menari dan bernyanyi dalam school assembly. They say “Horas!” for all of Indonesian children.

 

Anak-anak SD Lumban Soit dalam sebuah pentas waktu school assembly yang rutin dilaksanakan sekali dalam 2 minggu.

Anak-anak Batak berbakat musik dan nyanyi. Kami sedang melatih para guru di SD Lumban Soit menyanyikan lagu “Nasihat Jari”, di luar anak-anak langsung menyanyikan lagu ini dan waktu pulang dari sekolah mereka ramai-ramai bernyanyi, “Ini namanya jari jempol, ini namanya jari jempol, apa kata jari jempol, sayang, kalau belajar jangan ngobrol. Apa kata jari klingking, … jangan nangis …

Anak-anak SD Garaga, Sipoholon, Tapanuli Utara sedang membuat pajangan hasil karyanya dibimbing Bu Guru

 

Anak-anak itu menunjukkan pajangan karyanya dalam school assembly

 

Anak-anak SD Lumban Baringin, Sipoholon, Tapanuli Utara memerankan isi cerita yang dibacakan Bu Guru

 

Berlatih ekspresi amat cocok dengan anak-anak kelas II SD yang lebih polos dan tampil apa adanya

 

Guru-guru dari 3 SD model Manajemen Berbasis Sekolah dan Belajar Aktif, yaitu SD Lumban Soit, SD Garaga, dan SD Lumban Baringin kini gemar berlatih mengoperasikan komputer dan mencari bahan untuk mengajar dari Internet.

Inilah oleh-oleh dari Tano Batak, dari 3 SD model yang pengembangannya disponsori keluarga Gunawan Hutauruk, pemilik Penerbit Erlangga, sejak akhir Juli 2009 dalam rangka membantu kampung halaman. Siapa menyusul membantu inovasi bagi perkembangan optimal anak-anak kita?

Silahkan klik video permainan jual-beli yang dilakukan anak-anak SD Garaga, Sipoholon berikut ini!

http://www.youtube.com/watch?v=jzYxUZi54Es

Selamat menyaksikan

From Papua with love. Dari Papua dengan cinta

Desember 6, 2009

Mengharapkan uluran tangan untuk mengaktulisasi potensi kecerdasannya

Pada tanggal 29 November pagi kami pertama kali menginjakkan kaki di Kota Merauke. Orang Merauke ingin meralat lagu “Dari Sabang sampai Merauke”. Seharusnya “Dari Merauke sampai Sabang”. Mengapa karena Merauke-lah yang pertama kali disinari mentari pagi dan Sabang-lah yang terakhir.

Tanggal 30 November s.d. 4 Desember 2009 kami menjadi fasilitator lokakarya MBS (Manajemen Berbasis Sekolah) – Pakem (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan) atau belajar aktif bagi guru dan kepala SD dari 4 distrik di Kabupaten Merauke, termasuk distrik di pedalaman. Pelatihan ini diselenggarakan oleh World Vision Indonesia (WVI) ADP Merauke.

Para pendidik di wilayah terujung timur Indonesia ini amat tertinggal dalam perkembangan inovasi pendidikan. Padahal, Prof Yohanes Surya sudah berhasil menemukan beberapa anak jenius di Papua. Tuhan memang adil!

Jika Anda berminat bagaimana membuat anak kreatif, amatilah file powerpoint ini!

Hari pertama tiba di Merauke

Iklan

900x900px-LL-92a6f817_girls-football-trick-animation

Prostat

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

https://sbelen.wordpress.com/2013/04/15/sano-ramuan-herbal-berkhasiat-mulai-bisnis-di-usia-62-tahun/

Gambar spanduk Sano

sano-sembuhkan-penyakit-prostat

Kartu nama Yuni 2

Anak-anak Batak berlatih sikat gigi

Oktober 24, 2009

SD Lumban Soit Taput

Sejak Juli 2009 keluarga Gunawan Hutauruk memprakarsai pengembangan 3 SD model Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dan PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan) di Kecamatan Sipoholon, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara. Ke-3 SD model itu adalah SD Lumban Soit, SD Garaga, dan SD Lumban Baringin.

Pengembangan model dilakukan melalui pendampingan langsung ke sekolah melalui inhouse training. Tenaga pengembang yang bekerja sehari-hari di sana adalah Nia Susanti sedangkan kami hanya datang melatih setiap bulan.Selama 1 bulan Kartini Tongo-tongo telah membantu pendampingan di sana.

Gambar anak-anak kelas I di atas memperlihatkan betapa sehatnya anak-anak yang sebelumnya tampak kurang gizi. Untuk meningkatkan gizi diadakan program minum susu 4 x dan makan bubur kacang hijau 1 x per minggu untuk anak-anak kelas I dan II. Setelah berlangsung 3 bulan, anak-anak tampak lebih sehat, lebih hidup-hidup, dan lebih gesit bergerak.

Selain itu, anak-anak dilatih pula cara menggosok gigi, mencuci tangan, dan membasuh wajah dengan benar. Silahkan klik file powerpoint ini!

Cara anak gosok gigi & cuci muka

Silahkan klik juga video tentang permainan jual-beli anak-anak SD Garaga, Sipoholon sebagai salah satu acara school assembly yang dilakukan di lapangan berikut ini!

http://www.youtube.com/watch?v=jzYxUZi54Es

Selamat menyaksikan!

Iklan

Sikat kepala

Tubuh bugar berstamina

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

sano-tingkatkan-stamina-kebugaran-tubuh

Kartu nama Yuni 2

Omong kosong menatar belajar aktif melalui ceramah tentang belajar aktif!

Februari 1, 2009

51885388hoderoschmetterlinghttpwwwpbasecomerichmanglimage51885388

Proyek demi proyek penataran guru dan kepala sekolah setiap tahun hanya menghamburkan dana negara. Ini terjadi karena umumnya pelatihan guru didominasi ceramah para tutor, bahkan ada yang dimulai dari Pukul 9.00 pagi sampai dengan Pukul 9.00 malam. Kerja individual atau kelompok dalam porsi waktu terbatas cenderung tertuju ke membuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) dan silabus. Itu memang perlu tapi hanya demi kepentingan administratif.

Padahal, jumlah tetek-bengek urusan administrasi guru sudah mencapai angka 24. Gila benar cara kerja orang Indonesia! Sepengetahuan saya belum ada negara lain di dunia yang “mengalahkan” rekor beban administrasi guru Indonesia. Tugas administratif menjadi fokus kepala sekolah, pengawas, dan pembina Dinas Pendidikan di daerah untuk mempermainkan tongkat komando penanda cengekraman kekuasaannya kepada guru, sang pahlawan tanpa tanda jasa. Pengawas yang datang ke sekolah tidak masuk ke ruang kelas untuk mengamati cara guru mengajar dan memberi advis yang relevan. Malah, yang diminta pertama kali adalah di mana RPP sesuai KTSP? Tunjukkan! Dan, mengalirlah serapah kritik tak berujung pangkal! Itu hanyalah demonstrasi inkompetensi pengawas!


larangan-2sbelen1

Dampaknya adalah pola mengajar tradisional guru malah memperkuat kesalahan yang dibuat orang tua dalam mendidik anak seperti terlihat pada gambar ini.

Tradisi pengajaran tradisional zaman baheula tak bisa dihentikan. Karena itu, beberapa tahun lalu, dalam penataran guru, kepala sekolah, dan pengawas sering saya lontarkan guyonan: “Kita goreng saja para pengawas di wajan dengan minyak panas. Lalu, kita keluarkan dan mudah-mudahan mereka menjadi manusia baru.” Di Inggris pada awal tahun 1990-an, profesi pengawas dihapus dalam sistem pendidikan Inggris. Karena, pengawaslah yang menjadi penghambat inovasi, padahal job description tugasnya adalah membina guru.

Pengawaslah yang menjadi “penghalang” gelombang semangat guru melakukan pendekatan belajar aktif yang sudah dimulai sejak tahun 1970-an. Jika seorang pengawas tidak berkunjung ke sekolah, kata guru-guru Inggris: “Nobody says, I miss my supervisor!” (Tak ada guru yang bilang ia kangen pengawas agar cepat berkunjung ke sekolah). Pemerintah Inggris memutuskan, OK, siapa yang mau menjadi pengawas silahkan. Tapi, pemerintah tak mau membayar. Kalau guru dan kepala sekolah merasa Anda seorang yang ahli dan kompeten, mereka dipersilahkan mengundang dan membayar Anda. Nah, dipilihlah mantan pengawas sekitar 200 orang yang berkedudukan di ibukota dan tugas mereka hanyalah melakukan audit keuangan sekolah sekali per tahun. Tamatlah profesi pengawas di Inggris.

imagesphphttpimageskompascomimagesphppathctz2img_1439

Perilaku pengawas kita cenderung seperti terlihat di dunia militer.

Di Indonesia banyak pengawas yang telah bertransformasi menjadi fasilator bagi guru setelah mendapatkan bantuan profesional melalui program Sistem Pembinaan Profesional (SPP) CBSA yang dimulai di Cianjur pada tahun 1979, kerja sama ODA Pemerintah Inggris melalui The British Council dengan Pusat Kurikulum Balitbang Depdikbud. Gelombang gerakan ini terhenti pada awal tahun 1990-an karena kesalahpahaman yang terjadi di internal Depdikbud. Gerakan ini kembali dihidupkan melalui program Manajemen Berbasis Sekolah (MBS)-Pakem (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan) di tingkat SD, yang digerakkan oleh Unicef dan Unesco bekerja sama dengan Depdiknas sejak tahun 1999. Kini berbagai LSM internasional seperti US-Aid, Aus-aid, Save the Children, World Vision, Plan International, Compassion Indonesia, Bank Dunia, dan sederet LSM lain telah berkiprah mendorong gelombang gerakan inovasi ini. Dan, gerakan ini telah masuk ke dalam sistem beberapa unit utama Depdiknas dan dinas pendidikan di wilayah sasaran.

Bulan November 2008 lalu, kami terlibat dalam program Save the Children untuk menatar guru, kepala sekolah, dan pengawas di Pulau Bacan, Maluku Utara. Di bulan Januari 2009 ini kami menatar lagi guru dan kepala sekolah dari wilayah Pulau Seram dan Ambon bersama Pak Mohammad Miftahudin dan Ibu Alison Peareth dari Save the Children. Para pengawas kali ini tak ikut karena mereka telah mengikuti penataran terdahulu.

Berikut ini kami sajikan oleh-oleh foto sebagai bahan refleksi dan pemercik gagasan kita bersama.

p1000871

Menggunakan balon, sedotan, lem, dan spidol untuk menciptakan sebuah objek yang indah menurut kelompok.

p1000772

Lebih baik menggunakan kartu untuk belajar matematika daripada berjudi.

p10005511

Lokakarya mengembangkan kurikulum berbasis sekolah yang dikenal dengan nama Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang berciri pendekatan belajar aktif.

p1000721

Variasi dalam bentuk lingkaran besar juga penting dilakukan, terutama untuk kegiatan icebreaker.

p1000698

Kerja sama kelompok antara yang tua dan yang muda, antara kepala sekolah dan guru, antara laki-laki dan wanita, dan antara orang yang beragama berbeda.

p1000870

Setiap orang berpartisipasi memberikan sumbangan gagasan dan uluran tangan menciptakan suatu objek atau bangunan yang indah.

p1010097

Menggambar orang-orangan pada kertas lebar yang dilem sebagai starting point tema “Diri Saya”

p1010083

Sebelumnya, buatlah garis-garis berpetak untuk menghitung luas tubuh.

p10100961

Kepala sekolah ini tak jaga gengsi. Ia langsung membuat garis-garis dengan spidol besar.

p10008891

Peserta bebas memilih tempat mengerjakan tugas kelompok. Kalau bisa belajar di luar kelas, mengapa memaksa anak duduk manis, dengar, catat, dan hafal di dalam kelas?

p1000967

Versi teks gubahan guru dari lirik lagu “Naik-naik ke puncak gunung” untuk mengajarkan matematika.

p1000959

Guru dilatih membuat poster yang dipajang di ruang kelas. Inilah poster lagu “Oh Maluku” yang digubah untuk mendorong rekonsiliasi masyarakat Maluku pasca-kerusuhan!

p1000932

Ibu Poppy Siahaya dari Masohi, Seram sedang menilai kompetensi menanam tanaman dalam pot dengan menggunakan indikator-indikator kompetensi.

p1000933

Dimulai dari mengamati dan menilai daun, kemudian batang, tanah, tunas, dan keserasian tanaman dengan pot.

p1000579

Sabar, Pak. Main gitarnya nanti ya! Sekarang bekerja dulu.

p1000853

Langsung catat pada pajangan sebelum lupa.

p10005801

Kelompok ini paling senang memilih bekerja di pondok mungil yang indah di area Baguala Resort.

p1000881

Melakukan wawancara di cafe untuk mencatat data perkembangan keuntungan cafe di sebelah kolam renang ini.

p1000905

Melaporkan hasil kerja kelompok melatih berbagai kompetensi berkomunikasi.

pic_1414

Pengalaman dari penataran akan mendorong guru meminta anak tampil di depan kelas guna melatih keberanian anak.

Ruang di depan kelas hendaknya tidak digunakan untuk menghukum anak bernyanyi, atau menyetrap anak, atau dipermalukan melalui kritik guru yang menjatuhkan semangat anak. Karena, dampaknya adalah disuruh maju ke depan akan menjadi ‘doa’ anak setiap hari agar jangan sampai ia dipanggil untuk dipermalukan di depan teman-temannya.

p1000920

Peserta melepas kepenatan dengan berenang di kolam renang satu-satunya yang dibangun di Baguala untuk anak-anak Kota Ambon. Pemilik hotel ini mengabdikan diri untuk mendorong perlindungan hak-hak anak. Dangke Ibu!

pic_1447

Pohon sagu tidak pernah ditanam. Tumbuh sendiri. Manusia hanya diminta mengolahnya menjadi aneka-makanan. Tanaman pakis yang berharga mahal di Jakarta tumbuh seperti rerumputan di hutan. Mau buat sayur tinggal ambil saja di belakang rumah. Ikan-ikan di laut Maluku begitu beragam dan berlimpah. Manusia hanya diminta menangkap, memasak, dan menghindangkan di meja makan. Air berlimpah selalu berada di areal tanaman sagu. Namun, mengapa orang-orang Maluku beralih makan nasi, daging ayam ras, dan junk food serba instan serta minum air mineral dalam botol plastik? Apa yang salah pada bangsa ini?

pic_1445

Kalau kita inginkan anak berekspresi bebas, mulailah mendorong ekspresi bebas peserta pelatihan. Marie, Wia, dan Lia, nona-nona Ambon manise su siap manyanyi dan badangsa. Kapan katong makan papeda lai? Eh, ternyata makan “lem” pung enak lai! He hehe.

pic_1443

Lihatlah tanaman dengan matamu, ciumlah baunya, rabalah ranting dan daunnya! Semakin banyak indra dipakai semakin lancar kerja otak, semakin mudah kita membangun konsep, membangun makna. Dorong anak agar lebih sering menggunakan tangan kiri untuk memberi stimulus kepada belahan otak kanan!

pic_1441

Ibu-ibu kepala sekolah ini sedang mengamati tanaman dan menjadikan tiang sebagai alas buku catatan. Inilah yang persis akan dilakukan anak di sekolah.

pic_1440

Seumur hidup baru kali ini guru meninggalkan dulu buku pelajaran dan langsung mengamati tanaman di alam. Sambil menghirup oksigen segar, kerja otak lebih lancar.

pic_1437

Serius sekali ibu guru muda ini menggambar tanaman yang diamati. Tugas yang jelas dengan batasan waktu yang pasti membuat siswa memanfaatkan waktu secara efisien.

pic_1436

Pak guru muda ini tak banyak berbicara selama pelatihan. Tetapi, begitu ada kegiatan praktik, ia langsung bertindak dan amat tekun bekerja. Belajar tanpa berbuat sama dengan bercinta tanpa menyentuh. Trims, Pak, su bawa air kasi beta waktu haus, tarlalu lama manyanyi!

pic_1435

Rambut bapak kepala sekolah ini sudah banyak beruban. Tapi, ia benar-benar menunjukkan teladan rajin bekerja dalam kegiatan individual dan berperan serta aktif dalam kegiatan kelompok.

p1010193

Mengajar tidak berarti memberi tahu tetapi membawa anak mendekat, mengamati, dan meraba objek yang dipelajari serta memanipulasinya dalam kegiatan percobaan.

pic_1415

Anak turunan Jawa, anak Papua, dan anak Maluku bekerja sama tanpa prasangka rasial dan agama.

pic_1409

Kegiatan belajar yang baik adalah yang berhasil membuat anak terfokus dan terkonsentrasi berpikir melalui pelibatan aktivitas fisik.

p1010170

Jajan yang dijual di sekolah hendaknya memperhatikan kecukupan gizi anak, bersih, dan tak dihinggapi lalat. Selamat makan, nona!

p1010228

Jika Anda mendambakan generasi masa depan memperhatikan pelestarian lingkungan hidup, mulailah dengan hal sederhana, seperti melatih tiap anak menanam tanaman di pot yang setiap hari disiram! Dan, jangan lupa sediakan tempat cuci tangan dan sabun untuk melatih anak hidup bersih dan sehat!

p1010215

Salam belajar aktif dari katong, anak-anak Maluku!

Foto-foto koleksi Miftahudin & S.Belen

Iklan


1243328602_school-abuse

Asam urat yang menyakitkan

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

https://sbelen.wordpress.com/2013/04/15/sano-ramuan-herbal-berkhasiat-mulai-bisnis-di-usia-62-tahun/

Gambar spanduk Sano

sano-sembuhkan-asam-urat-anda

Kartu nama Yuni 2

Anak-anak SD Maluku berpraktik belajar aktif

Januari 20, 2009

pak-agus-praktik-2

Pak Agus Matayani, kepala SD Inpres Siaputih / Piru, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) sedang berpraktik mengajar sebagai salah satu kegiatan lokakarya pengembangan KTSP dan belajar aktif yang diselenggarakan Save the Children. Anak-anak SDN 3 Suli yang dekat dengan Kota Ambon sedang mengamati bagian-bagian bunga.

pak-agus-praktik-1

Pak Harlin Suluki dari Save the Children di latar belakang ikut merasa gembira dalam keceriaan anak-anak pasca-kerusuhan sosial yang melanda Maluku

Belajar aktif mendorong anak-anak langsung mengamati dengan melihat, meraba, dan mencium bunga, lalu membuat deskripsi. Rasa ingin tahu anak ditanggapi. Dari mengamati, anak-anak didorong untuk melakukan percobaan menanam tanaman dengan memanipulasi variabel pencahayaan, media tanaman, jenis tanah, atau frekuensi penyiraman.

pak-agus-praktik-3

Ibu guru kelas ini sedang mengamati dari jauh dan Ibu Alison Peareth dari Save the Children Jakarta sedang mengamati bunga di luar ruang kelas.

Sepulang dari lokakarya ini, Pak Agus Matayani sebagai kepala sekolah bertekad mengajar anak-anak kelas 1 s.d. 6 di sekolahnya di Pulau Seram sambil diamati semua gurunya. Setelah setiap demonstrasi mengajar dengan gaya belajar aktif (PAKEM = Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan), para guru dipersilahkan mengeritik apa saja yang masih kurang. Sesudah itu, para guru akan dilatih bersama dalam pelatihan tingkat sekolah (inhouse training) secara berkala. Dalam penerapan di masing-masing kelas, para guru akan terbuka menerima masukan kepala sekolah karena ia sendiri terbuka terhadap kritik membangun.

p1010152

Salah satu pajangan hasil kerja peserta lokakarya. Agar memahami cara belajar anak dan memiliki rasa percaya diri, para guru dan kepala sekolah mengalami kegiatan belajar seperti siswa.

Selamat berkarya terus mengembangkan potensi anak-anak Maluku! Anak-anak Maluku secara alami berotak cerdas karena banyak mengkonsumsi ikan, senang bernyanyi, bermain musik, dan berenang. Cara mengajar guru yang tradisional dengan gaya duduk-dengar-catat-hafal justru membuat potensi anak-anak berotak cerdas terhambat berkembang secara maksimal. Para guru dan kepala sekolah yang mengikuti lokakarya telah bertekad melakukan “pertobatan” untuk menghentikan kekerasan fisik dengan memukul anak atau mengeluarkan kata-kata yang mematahkan semangat anak-anak. Teman-teman, kutunggu janjimu. Janji kita belumlah putus.

p1010257

Para guru dan kepala sekolah peserta lokakarya sedang bernyanyi “Topi Saya Bundar”.

Dalam acara lokakarya, baik di ruang pelatihan maupun di cafe yang menghadap ke teluk di Tabuala Resort, kami terus-menerus bernyanyi hanya dengan modal satu gitar. Kata para guru, “Pak, jangan pancing katong manyanyi! Orang Maluku kalau su mulai manyanyi seng mau barenti.” Mohon maaf ya, katong seng jadi manyanyi dan badangsa di malam terakhir pelatihan karena teman-teman harus membuat silabus dan RPP tematik. He he he. Terima kasih atas suara merdu dan membahana menyanyikan lagu “Mama bakar sagu”, lagu Ambon favoritku.

Foto-foto: Koleksi Muhammad Miftahudin

Kisah empat lilin: kado untuk guru & pembina guru

Januari 4, 2009

animatedpencilhttpwwwschoolspinellask12flusgalleryanimatedanimatedpencil

Pendekatan belajar aktif, yang di tingkat SD disebut PAKEM (Pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan), adalah jawaban yang tepat terhadap masalah merosotnya mutu pendidikan kita.

Selain itu, evaluasi yang sejalan dengan pendekatan berbasis kompetensi atau dengan KTSP (kurikulum tingkat satuan pendidikan) menuntut penggunaan alat penilaian yang bervariasi yang lebih menekankan penilaian kualitatif. Portofolio adalah merek dagang PAKEM yang amat ditekankan.


aceh_sep_2005-028

Bocah Aceh belajar aktif pasca-bencana tsunami di sekolah tenda.

Ada sebuah prasyarat yang terlalu lama kita lupakan. Baik pendekatan belajar aktif maupunevaluasi yang sejalan dengan pendekatan itu dapat dilaksanakan secara konsisten, jika kesejahteraan guru diperhatikan.

Sebagai refleksi atas cita-cita dan semangat inovasi itu, berikut ini kami sajikan sebuah file powerpoint. Silahkan klik di sini! kisah-empat-lilin-guru

Iklan

30-rock1

Diabetes

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

sano-normalkan-gula-darah

Kartu nama Yuni 2