Posts Tagged ‘otak kanan’

Mau membuat anak Anda brilian? Cerdas? Belajar musik

April 4, 2011

Guna mendapatkan gambaran lengkap tentang hubungan musik dengan kecerdasan dan otak, silahkan klik file powerpoint berikut ini!

Belajar musik anak lebih cerdas

Terapkan di keluarga Anda, di sekolah Anda, di lingkungan Anda setelah membaca file ini. Pasti anak lebih cerdas dan lebih kreatif.

Kunjungi pula posting:

https://sbelen.wordpress.com/2011/04/04/konduktor-orkestra-berusia-3-tahun/

Seorang anak berusia 3 tahun mampu menjadi konduktor orkestra yang hebat.

Iklan

Cowok di tengah hadirin

Hepatitis

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

sano-sembuhkan-hepatitis

Kartu nama Yuni 2

Iklan

Ingin anak Anda pintar? Buatlah tempat bermain pasir & biarkan anak mandi hujan

Desember 25, 2009

Sehari sebelum Natal 2009 saya mengunjungi sebuah keluarga. Alangkah gembiranya melihat seorang anak berusia belum genap 2 tahun yang sudah hampir 1 jam bermain air di waskom plastik besar! Jika dibiarkan ia pasti betah bermain air sampai 2 jam.

Mengapa seorang bayi atau bocah mungil betah bermain air sampai 2 jam? Karena, bayi atau anak amat senang bermain dengan benda alamiah, dalam hal ini air.

Tanti gembira bermain air

Tanti amat senang berinteraksi dengan air, benda ciptaan alam

Dengan benda-benda alamiah apa lagi seorang anak senang bermain? Pasir, tanah, batu, kayu, dedaunan, rerumputan. Coba amati seorang bocah bermain dengan benda mainan buatan pabrik. Berapa lama ia bertahan? Tidak lama. Dalam sehari atau paling lama seminggu ia sudah bosan bermain dengan mainan buatan pabrik.

Berdasarkan pendapat ini, saya usulkan kepada ayah dan ibunya serta kakeknya untuk membuat sebuah tempat main pasir karena kita hidup di kota besar metropolitan, yang untuk ke Pantai Ancol saja kita harus membayar mahal pada setiap pintu masuk. Karena, Pantai Ancol telah direbut oleh kapitalis. Padahal, seharusnya setiap insan metropolitan punya hak, punya akses gratis untuk mencapai pantai, mencapai laut, untuk bermain di pasir dan untuk berenang di laut. Segera kami kerja bakti mencari pasir, batu bata, dan karung goni bekas. Dan, dalam waktu kurang dari 1 jam, selesailah tempat main pasir itu.

Tanti pun langsung bermain pasir di tempat main pasir mungil

Modal untuk membuat tempat bermain ini amat kecil, sedangkan manfaatnya amat besar bagi seorang anak

Ia asyik bermain sendiri karena anak pada usia kurang dari 2 tahun masih senang bermain soliter, sendirian

Mainan plastik lainnya digunakan Tanti untuk bereksplorasi, membuat beragam bentuk dengan pasir. Tanti berkreasi sesuai dengan pikiran dan imajinasinya. Saat Tanti asyik bermain pasir, turun hujan. Kakaknya dan teman kakaknya dilarang bermain tatkala hujan dengan alasan nanti terkena pilek (flu). Diskusi dengan orang tua dan kakeknya kami lanjutkan.

Seperti Tanti, anak usia SD pun senang bermain dengan benda alamiah. Bermain ketika hujan lebat amat menyenangkan anak-anak. Siraman air hujan yang membasahi tubuhnya membuat anak aktif. Anak pun bisa bermain dengan lumpur, membuat model sungai yang airnya mengalir dengan lancar. Anak tak mudah terkena pilek atau flu karena tubuhnya masih kuat. Orang dewasa dan orang tua-lah yang mudah terkena flu jika kehujanan. Anak masih memiliki stamina dan badannya masih bertumbuh-kembang. Sel-sel tubuhnya berkembang pesat. Tubuh anak itu kuat. Mengapa kita samakan kondisi tubuh anak dengan tubuh kita yang sedang merosot?

Rian (berbaju kuning), kakak Tanti, dan temannya Aan gembira bermain di hujan karena bebas beraksi dan berinteraksi dengan air hujan sebagai salah satu benda alamiah.

Melalui aktivitas bermain dengan benda-benda alamiah seperti air, termasuk air hujan, pasir, tanah, lumpur, bebatuan, kayu, dedaunan, dan rerumputan, anak-anak:

  • Berinteraksi dengan alam
  • Bereksplorasi dengan alam
  • Mengembangkan kreativitas mencipta
  • Mereguk kegembiraan saat bermain dengan benda alamiah

Hasilnya adalah berkembangnya belahan kanan otak anak. Dan, itu berarti berkembangnya kecerdasan-kecerdasan belahan otak kanan, yaitu kecerdasan:

  • Intrapribadi
  • Antarpribadi (sosial)
  • Visualvisual-spasial
  • Natural/indrawi
  • Kinestetik (gerak tubuh)
  • Kreatif/mencipta disain, cerita, simfoni, permainan
  • Spiritual/mencari makna kehidupan
  • Tahan banting

Aan & Rian berpose dalam keceriaan menikmati hujan, hadiah alam bagi anak-anak

Kecerdasan otak kanan yang berkembang akan merangsang dan mendinamisasi proses perkembangan kecerdasan otak kirinya, yang terdiri dari kecerdasan bahasa (verbal), kecerdasan numerik, kecerdasan logika-matematika.

Karena itu, jika Anda ingin anak Anda pintar, cerdas mengikuti pelajaran di sekolah, ciptakan dan berilah kesempatan anak bermain dengan benda-benda alamiah. Biarkan anak bermain air, bermain pasir, bermain di luar waktu hujan lebat.

Iklan

Goyang kepala

Gagal ginjal

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

sano-sembuhkan-ginjal

Kartu nama Yuni 2

SD St Theresia Surabaya mendidik siswa mencintai lingkungan hidup

September 28, 2008

Sekolah dasar ini terletak di tengah Kota Surabaya yang penuh sesak, gerah, dan pengap. Terbanyak siswa dari keluarga menengah atas. Mereka adalah generasi ‘manja’ yang tak suka berkotor tangan dan bergantung kepada pembantu. Anak-anak tak terbiasa menanam tumbuhan dan merawat tanaman. Hidupnya mencerminkan perilaku masyarakat kota yang suka membuang sampah sembarangan. Belum berbudaya lingkungan, cenderung boros air, listrik, bahan bakan minyak. Menjadi penyumbang terbesar sampah plastik serta botol dan pembungkus makanan kecil dan siap saji! Guna mengubah perilaku salah ini, sekolah memilih melaksanakan Program Adiwiyata.

Ibu Noor Indrastuti, ahli kurikulum IPA dan Biologi dari Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas sedang mengamati dan mendengarkan penjelasan siswa di green house. Siswa bangga menjelaskan hasil karyanya. Ibu Noor adalah salah seorang konseptor Program Adiwiyata yang digagas dan disebarkan Kementerian Lingkungan Hidup.

Program “Adiwiyata” digagas Kementerian Lingkungan Hidup dan dikembangkan bekerja sama dengan Depdiknas.Prinsip dasar: Partisiatif & berkelanjutan.
Indikator & kriteria:
1. Pengembangan kebijakan sekolah peduli &
berbudaya lingkungan.
2. Pengembangan kurikulum berbasis lingkungan.
3. Pengembangan kegiatan berbasis partisipatif.
4. Pengembangan dan/atau pengelolaan sarana
pendukung sekolah.

Sasarannya antara lain: Hemat energi, hemat air, dan ramah lingkungan.

Inilah SD St Theresia tampak depan. Sekolah ini berupaya merindangkan sekolah dan membuatnya tampak asri.

Dibagi atas tempat sampah organik dan non-organik


Siswa yang dibiasakan membuat sampah pada tempatnya bahkan dapat menegur orang tuanya yang membuang sampah sembarangan.

Salah satu langkah membuat kompos.

Salah satu langkah membuat kertas daur ulang. Siswa dilatih agar berhati-hati menggunakan alat elektronik.

Salah satu langkah membuat kertas daur ulang.

Bahan dan peralatan perlu disimpan pada tempatnya.

Membuat karya kerajinan tangan dengan menggunakan barang bekas.

Contoh pemanfaatan barang bekas.

Salah satu pajangan hasil kerja siswa.

Contoh buku hasil kerja siswa yang memanfaatkan kertas daur ulang buatan sendiri.

Pajangan kerajinan tangan yang bisa dijual.


Walaupun lahan sekolah sempit, pimpinan sekolah berusaha membuat green house untuk praktik menanam. Amat penting bagi siswa yang tinggal di kota besar.

Contoh minuman dari kunyit yang dapat dibuat siswa.

Alat bantu pelajaran Permainan Ular Tangga untuk pendidikan lingkungan hidup. Dibuat dengan kertas daur ulang produksi siswa.

Sempitnya ruang kelas tidak dijadikan alasan untuk tidak mengaktifkan siswa dalam kegiatan belajar. Siswa dapat melakukan kegiatan belajar di gang dan halaman sekolah.

Ruang apa pun di sekolah, termasuk dinding luar digunakan untuk memajangkan hasil kerja siswa. Secara fisik tercipta suasana yang mendorong siswa belajar.

Sekolah dapat mengundang orang tua ke bazar sekolah. Apresiasi bagi siswa.

Kegiatan belajar di halaman sekolah. Semakin banyak siswa bergerak dan menghirup oksigen waktu belajar semakin baik kinerja otaknya.

Kampanye melestarikan lingkungan hidup pada Hari Bumi. Siswa dilatih hidup berdemokrasi. Setelah mempraktikkan kepedulian dan budaya lingkungan di sekolah, layaklah siswa mengajak masyarakat. Siswa dilatih hidup berdemokrasi.

IIbu Noor Indrastuti sedang mengapresiasi hasil kerja siswa.

Belahan otak kanan siswa perlu dikembangkan melalui seni tari yang disertai musik dan lagu. Kegiatan ekstrakurikuler yang beragam mendorong pengembangan kreativitas siswa. Tampaknya untuk sekolah di Indonesia berlaku sebuah penunjuk mutu berikut ini: Semakin bagus kegiatan ekstrakurikuler sebuah sekolah, semakin bermutu sekolah itu.

Bersama siswa sekolah menetapkan tata tertib kantin yang memperhatikan kebersihan, kesehatan, dan penghematan sumber daya alam.

Siswa dibiasakan menghemat air dan mencuci tangan dengan sabun. Salah satu penunjuk apakah kepala sekolah dan staf guru memperhatikan kesehatan dan kebersihan adalah menyediakan sabun untuk mencuci tangan. Di bandara internasional dan domestik di Indonesia sering tak disediakan sabun di toilet.

Kapan sekolah Anda mulai? Please, take action now! And be the best!

Catatan: Post ini direvisi total karena lampiran file powerpoint tak dapat di-download pengunjung. Foto dan narasi langsung ditampilkan di halaman depan. Maaf & terima kasih).

Sumber foto: Koleksi Noor Indrastuti.

Iklan

900x900px-LL-92a6f817_girls-football-trick-animation

Klik gambar kalau belum bergerak

Tekanan darah tinggi

Kunjungilah posting kami ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

sano-darah-tinggi

Kartu nama Yuni 3

900x900px-LL-6f6a3862_17841067f0927d0c1694b2cde86c8adf_large

Apa gaya belajarku? Otak kiri, otak kanan, atau kombinasi?

Agustus 12, 2008


Klik 2 x pada foto penari di atas agar tampak bergerak! Amatilah beberapa menit, lalu jawablah pertanyaan berikut ini!

Apa yang Anda lihat? Apakah Anda melihat penari ini berputar ke arah kanan (searah jarum jam) atau ke arah kiri (berlawanan dengan arah jarum jam)?

Jika Anda melihat ia berputar ke kanan, berarti Anda lebih banyak menggunakan belahan kanan otak Anda. Sedangkan, jika Anda melihat ia berputar ke kiri, berarti Anda lebih banyak menggunakan belahan kiri otak Anda.

Terbanyak dari kita akan melihat penari berputar ke kiri. Walaupun, Anda dapat mencoba melihat dengan serius, penuh konsentrasi, dan terfokus dan mengubah pendapat Anda. Apakah Anda dapat melakukannya? Klik 2 x pada gambar sekali lagi!

Inilah hanyalah tes awal untuk menggugah Anda berpikir. Untuk mencari tahu kira-kira Anda bergaya belajar otak kiri, otak kanan, atau kombinasi.

Fungsi-fungsi (tugas) dasar belahan otak kiri dan kanan


(Sumber gambar: www.ideachampions.com)

Amatilah gambar ini! Gambar ini memperlihatkan perbedaan antara otak belahan kiri dan otak belahan kanan.

Sekarang, amatilah perbedaan antara fungsi otak kiri dan otak kanan berikut ini!

Otak kiri ANALITIS : Terpecah jadi detail-detail & bagian-bagian komponen. Tidak peduli kepada keseluruhan.

Otak kanan PANDANGAN UMUM: Melihat seluruh gambar besar. Mengaitkan seluruh situasi. Tidak memandang detail. Memadukan.

Otak kiriFOKUS: Memusatkan perhatian kepada detail kecil. Membidik ke area aktivitas yang kecil.

Otak kanan MENYEBAR: Ke seluruh area yang luas. Tak terkonsentrasi di satu tempat.

Otak kiri SERIAL: Sepotong demi sepotong, berurutan. Auditif. Logika. Bahasa. Matematika.

Otak kanan SIMULTAN: Hubungan spasial. Visual. Manajerial. Mengerjakan banyak pekerjaan serentak.

Otak kiri COBA: Kontrol & berupaya secara sadar. Ego. Ekspresi. Perjuangan.

Otak kanan REFLEKS: Insting pertahanan diri. Impuls. Bawah sadar. Reseptif (menerima).

Otak kiri MEMERINCI: Memahami sesuatu langkah demi langkah & bagian demi bagian.

Otak kanan SINTESIS: Menyatukan segala sesuatu bersama-sama untuk membentuk keseluruhan.

Otak kiri TEMPORAL (WAKTU): Memperhatikan waktu, meruntut sesuatu satu demi satu.

Otak kanan NON-TEMPORAL: Tak mau tahu tentang waktu.

Otak kiri LOGIS: Menarik kesimpulan berdasarkan logika; urutan logis misalnya pada sebuah teori matematika atau karangan.

Otak kanan INTUITIF: Membuat lompatan wawasan & berpikir, sering berdasarkan pola tak lengkap, prasangka, perasan, atau citra visual.

Perbandingan orang bergaya belajar otak kiri dan orang yang bergaya belajar otak kanan

Amatilah perbandingan kecenderungan antara orang bertipe otak kiri dan orang bertipe otak kanan ini! Cobalah, terapkan kepada diri Anda! Apakah Anda tergolong orang bergaya belajar otak kiri atau bergaya belajar otak kanan? Gaya belajar ini sebenarnya cerminan dari gaya berpikir Anda dan semuanya akan terekspresi dalam gaya bekerja Anda.

Sebelumnya, perlu Anda camkan bahwa semua gaya belajar itu baik, tak ada yang buruk. Tiap gaya memiliki kekuatan dan kelemahan. Karena tiap orang itu makhluk spesial, justru perbedaan itulah yang memperkaya dan memperindah kehidupan ini.

Tipe otak kiri cenderung tidak suka berbicara banyak, sedangkan tipe otak kanan adalah orang yang komunikatif dan dapat dijuluki ”mesin bicara” atau ”kotak bicara.”

Tipe otak kiri cenderung mengepak berhari-hari sebelum berangkat, sedangkan tipe otak kanan mengepak pada menit-menit terakhir.

Tipe otak kiri suka membuat rencana dan persiapan, sedangkan tipe otak kanan tak suka perencanaan, malah cenderung tak ada yang direncanakan, dipersiapkan, atau dipikirkan.

Tipe otak kiri senang kepada kerangka / daftar / grafik, sedangkan tipe otak kanan suka pemetaan pikiran (mindmapping) / ringkasan / ikhtisar.

Tipe otak kiricenderung kompulsif (suka memaksa) / akurat, sedangkan tipe otak kanan cenderung puas dengan apa yang sudah dicapai dan kurang teliti.

Tipe otak kiri cenderung kompetitif (suka bersaing), sedangkan tipe otak kanan cenderung kooperatif dan fleksibel.

Tipe otak kiricenderung sangat teratur dan rapi, sedangkan tipe otak kanan cenderung tidak teratur dan tidak rapi.

Tipe otak kiri biasanya tepat menyelesaikan tugas / tepat waktu, sedangkan tipe otak kanan cenderung suka menunda, tampak ’kacau’, dan biasa datang terlambat.

Tipe otak kanan cenderung mengikuti pola yang sudah ada, sedangkan tipe otak kanan suka menjelajah atau melakukan eksplorasi.

Tipe otak kiriadalah orang yang perfeksionis (menuntut yang sempurna), sedangkan tipe otak kanan sering mengatakan, saya tak menuntut 100% dan kalau ada yang salah tak apalah.

Tipe otak kiri suka menyalahkan orang lain, sedangkan tipe otak kanan suka mengatakan, ”Tak apa-apalah, semuanya selalu bisa ditingkatkan.”

Tipe otak kiri biasanya bisa cepat membuat keputusan, sedangkan tipe otak kanan cenderung tidak bisa memutuskan / terombang-ambing.

Tipe otak kiri cenderung selektif dalam memilih kawan, sedangkan tipe otak kanan senang bersosialisasi / memiliki banyak teman.

Tipe otak kirisuka tidak percaya, butuh bukti, sedangkan tipe otak kanan suka cepat mempercayai dan tak perlu bukti.

Tipe otak kiricenderung mudah khawatir / stres, sedangkan tipe otak kanan suka tak merasa khawatir / tidak mudah stres.

Tipe otak kiri suka bekerja selangkah demi selangkah (mengikuti prosedur dan sistematis), sedangkan tipe otak kanan suka melakukan improvisasi dan loncatan kreatif.

Tipe otak kiri cenderung berpikiran tunggal kepada tugas, sedangkan tipe otak kanan berpikiran yang bercabang-cabang saat mengerjakan berbagai hal.

Tipe otak kiri suka melakukan satu tugas pada satu waktu, sedangkan tipe otak kanan suka melakukan beberapa tugas sekaligus pada waktu yang sama.

Tipe otak kiri suka memperhatikan detail , sedangkan tipe otak kanan suka ikhtisar, gambaran garis besar.

Tipe otak kirisuka / butuh instruksi terinci, sedangkan tipe otak kanan lebih suka pengarahan umum

Tipe otak kiri suka mengikuti resep saat masak, sedangkan tipe otak kanan adalah koki kreatif, suka mengubah-ubah resep.

Tipe otak kirisuka rapi dan teratur mengatur barang (kamar, lemari, dan meja kerjanya rapi), sedangkan tipe otak kanan adalah orang yang kurang rapi dan tak teratur (kamar, lemari, dan meja kerjanya berantakan).

Tipe otak kiri cenderung logis dan suka merenung, sedangkan tipe otak kanan biasanya intuitif dan suka bertindak spontan.

Tipe otak kiricenderung serius / bersungguh-sungguh, sedangkan tipe otak kanan suka bersenang-senang, cenderung pelupa.

Tipe otak kiricenderung menjadi spesialis, sedangkan tipe otak kanan cenderung menjadi generalis.

Termasuk tipe atau gaya belajar apakah Anda?

Jika lebih banyak ciri tipe otak kiri cocok dengan Anda, berarti Anda adalah orang yang bergaya belajar otak kiri. Jika sebaliknya, lebih banyak ciri otak kanan cocok dengan Anda, berarti Anda adalah orang yang bergaya belajar otak kanan. Namun, mungkin juga hampir seimbang ciri tipe otak kiri dan kanan cocok dengan Anda. Berarti Anda adalah orang yang bergaya belajar kombinasi. Kombinasi otak kiri dan otak kanan.

Analoginya kira-kira begini. Kalau ada makanan enak di sebelah kiri, Anda ke kiri. Tapi, lihat-lihat eh ada makanan enak di sebelah kanan, Anda beralih pindah ke kanan. Di proyek sebelah kiri dibagikan honor tinggi, Anda lari ke kiri. Eh, ternyata di proyek sebelah kanan dibagikan juga honor yang malah lebih tinggi. Anda langsung berlari ke kanan. Orang bergaya belajar kombinasi biasanya lebih memahami orang bertipe kiri dan bertipe kanan. Dan, banyak jenius justru adalah orang bertipe kombinasi.

Sumber: Diolah dari berbagai sumber & literatur tentang otak. Banyak gagasan yang memperjelas dari Robert Zenhausen, dikutip Barbara Prashnig, The Power of Learning Styles, 1998, 2007.

Sumber foto ‘dancer’: www.news.com.au

Iklan


alison-brie-high-five

Parkinson

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

sano-sembuhkan-parkinson

Kartu nama Yuni

Krisis kasih sayang, ujian Doktor, dan kembali menulis buku pelajaran

Agustus 12, 2008

Tanggal 9 Juli 2008, saya mulai dengan permainan kreativitas yang baru di Internet. Merintis blog pribadi www.sbelen.wordpress.com. Tadi malam jumlah posts mencapai angka 42. Jadi rata-rata 1,3 post per hari diterbitkan. Semakin banyak orang berkunjung. Kemarin tercatat rekor tertinggi. Terbanyak posts tentang pendidikan. Namun aneh, hanya sedikit pengunjung. Mungkin guru-guru masih sibuk awal tahun ajaran.

Yang paling sering dikunjungi adalah posts tentang otak kiri dan otak kanan, opini pesawat Adam Air tidak meledak di udara, dan ihwal cinta dan perkawinan. Ihwal terakhir ini yang paling sering dikunjungi. Konsisten menunjukkan grafik naik. Sebenarnya, soal cinta dan perkawinan ini saya ramu dari perpektif kebutuhan utama otak. Makanan pokok atau menu utama otak adalah ONKI (Oksigen, Nutrisi atau makanan bergizi, Kasih sayang, dan Informasi).

Menu inilah yang harus diperhatikan orang tua dan guru agar terpenuhi bagi anak. Soal oksigen tak bermasalah, soal nutrisi bisa ditingkatkan, soal informasi tak terlalu bermasalah di era informasi ini. Yang bermasalah justru, kasih sayang. Apakah sudah cukup asupan kasih sayang orang tua dan guru bagi anak? Ini masalah besar. Nah, untuk memenuhi kebutuhan kasih sayang anak, orang tua dan guru pun harus mengembangkan dan mencerahkan kasih sayang pribadi dan keluarganya. Atas dasar ini, saya bahas soal cinta dan perkawinan.

Krisis kita dewasa ini, bukan sekadar krisis pangan, krisis energi, krisis teknologi, krisis politik… Krisis utama kita sekarang adalah krisis kasih sayang. Kalau kebutuhan kasih sayang anak terpenuhi, lancarlah kerja otak anak, lancarlah kegiatan belajarnya, lancarlah aktivitas bermain dan rekreasinya. Anak Indonesia bisa tersenyum setiap hari. Dan, dunia ini akan lebih menyenangkan jika kita menyaksikan anak-anak tersenyum.


Dr.Sri Sumarni

Kapan tiba waktunya anak-anak Indonesia tersenyum? Pertanyaan ini mendapatkan pencerahan setelah saya menghadiri Ujian Terbuka Ibu Sri Sumarni 8 Agustus 2008. Ia adalah dosen PGSD Universitas Negeri Sriwijaya (Unsri) Palembang. Ujian ini untuk memperoleh gelar Doktor dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Judul disertasinya adalah “Peningkatan Kecerdasan Jamak Anak Usia Dini melalui Bermain di TK Kids 19 Kayu Putih Jakarta.” Ibu Sri Sumarni saya bimbing dalam penulisan tesis S2 bersama Prof.Dr.L.J.Molleong, M.A. Gelar S2 ia raih dengan nilai amat bagus tahun 1999. Untuk penulisan disertasi saya hanya di-consult secara informal karena tema yang dipilih menarik bagi saya.

Ia berhasil gemilang mencapai gelar Doktor dengan nilai akhir yang amat bagus. Membanggakan bagi dirinya, keluarganya, Unsri Palembang, dan saya ikut merayakan sukacita itu. Dulu ia adalah guru olahraga tamatan SMOA (SGO). Ia membuktikan, lulusan SMK bisa mencapai gelar akademis tertinggi. Ia juga membuktikan, untuk mencapai gelar Doktor tidak hanya diperlukan kecerdasan, tetapi yang lebih utama ketekunan, daya tahan banting.

Ia membuktikan melalui eksperimen, bahwa mengajar dan mendidik anak TK dengan ramah, kasih sayang, melalui pujian, pelukan, dan tepukan di bahu membuat otak mereka lancar bekerja. Dalam suasana dan kondisi kasih sayang ini, kecerdasan jamak anak – kecerdasan kinestetik, intrapersonal, interpersonal, dan terutama kecerdasan bahasa – dapat ditingkatkan secara signifikan. Ini dilakukan melalui kegiatan bermain dengan menggunakan media konkret. Congratulation bagi Bu Sri, Pak Thamrin, dan 3 putri yang cantik: Chindy, Windi, dan Ruri.


Nah, setelah ber-blogging ria selama satu bulan, menatar para guru, dan melakukan kegiatan pengembangan kurikulum, kini saya harus berkonsentrasi menulis buku. Menyelesaikan revisi buku pelajaran IPS untuk kelas 5 dan 6 SD. Editor Penerbit Erlangga sudah bosan menunggu naskah terakhirku. Setelah selesai pekerjaan ini, legalah hatiku untuk menerbitkan posts baru.

Terima kasih bagi pengunjung blog. Kalau Anda merasakan ada post yang bernilai, sampaikanlah pesannya kepada rekan-rekan Anda. Au revoar. Matur nuwun! Matur nuhun! Horas! Menjua-jua! Epang gawang!

Iklan

Jerapah berantem

Sulit hamil

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

sano-menyuburkan-wanita-juga-pria

Kartu nama Yuni 2

Apa yang mendorong orang bertindak?

Agustus 7, 2008

Banyak orang tua dan guru berpendapat keliru. Mereka amat yakin bahwa untuk mendorong anak bertindak sesuai dengan harapan, haruslah anak diberi pengertian atau pemahaman. Pandangan seperti ini terpengaruh oleh cara berpikir Barat, yang dipengaruhi filsafat yang mengagung-agungkan rasio, kemampuan berpikir selama berabad-abad.

Patung The Thinker (Pemikir) karya Auguste Rodin ini

amat terkenal di dunia (www.forcounsel.com.1942).

Kapan Anda bertindak kalau terus saja berpikir dan berpikir?

Apa pikiran yang membuat manusia bergerak, berjuang, dan berprestasi?

Konsekuensi aliran pikiran ini adalah sikap mengagung-agungkan IQ. Tradisi pendidikan kita amat menekankan pengembangan kecerdasan intelektual siswa. Kecerdasan intelektual-lah yang melahirkan ilmu dan anak kandungnya teknologi. Karena itu, untuk menguasai ilmu dan teknologi, kecerdasan intelektual-lah yang harus ditekankan. Lihat saja mata-mata pelajaran yang diuji dalam Ujian Nasional (UN)! Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, IPA, dan IPS.

(gardkarlsen.com.The_Thinker_at_Musee_Rodin)

Kita lupa, bahwa menurut hasil riset otak, yang lebih dominan berperan mendorong orang bertindak adalah hatinya. Suara hatinya! Kehendak hatinya! Bukan pikiran, bukan rasio! Nah, hati itu bermukim, bertempat tinggal, bersemayam dalam ranah emosi manusia. Nabi-nabi dari zaman ke zaman sebenarnya lebih terfokus kepada menyentuh dan mendorong hati manusia daripada rasio atau pikiran.

Namun, lihatlah pendidikan agama di sekolah-sekolah kita. Yang lebih ditekankan adalah pengetahuan dan pemahaman agama, bukan bagaimana menggarap hati anak agar menjalankan ajaran agama. Buktinya, kurikulum pendidikan agama terlalu kognitif, kurang afektif. Buku pelajarannya terlalu kognitif, kurang afektif. Apalagi, evaluasi pendidikan agama terlalu kognitif.

Akhir-akhir ini sebelum pelatihan guru, kami sering memberikan tes gaya belajar otak kiri dan otak kanan. Setiap kali hasilnya selalu sama. Jumlah guru TK, SD, SMP, SMA, dan SMK yang bergaya belajar otak kiri amat dominan. Mayoritas mutlak! Hanya sedikit sekali yang bergaya belajar otak kanan atau bergaya belajar kombinasi otak kiri dan otak kanan. Dalam populasi, sekitar 10% orang bergaya belajar otak kiri, 10% bergaya belajar otak kanan, dan 80% bergaya belajar kombinasi otak kiri dan otak kanan. Jelaslah hanya 10% siswa yang terlayani secara baik dan efektif oleh guru-guru yang mayoritas bergaya belajar otak kiri. 90% siswa menjadi pelengkap penderita. Dirugikan! Menjadi korban!

Mengapa ada begitu banyak guru yang bergaya belajar otak kiri di sekolah? Lihat saja tesnya. Tes seleksi menjadi guru adalah Bahasa, Matematika, IPA, dan IPS. Ada juga sekolah swasta yang memasukkan pula tes IQ. Lengkaplah sudah kekeliruan kita. Yang bergaya belajar otak kiri cenderung membuat sekolah menjadi tempat yang tak nyaman dan tak menyenangkan bagi siswa. Mengapa? Karena orang yang bergaya belajar otak kiri menunjukkan ciri-ciri, antara lain:

  • Perfeksionis (selalu menuntut yang sempurna)
  • Menekankan disiplin yang keras dan kaku
  • Bertanggung jawab
  • Suka menyalahkan orang lain
  • Kurang suka bekerja bersama dengan orang lain
  • Cenderung memaksa diri dan karena itu mudah terserang stres
  • Kurang mudah menyesuaikan diri (kurang adaptif
  • Mudah memotivasi diri
  • Pikirannya lebih banyak berisi angka dan kata-kata, kurang berisi gambar, bayangan, dan citra (image)
  • Patuh kepada orang yang berkuasa atau yang memiliki otoritas

Apa yang harus kita lakukan untuk memperbaiki keadaan yang sudah parah dan memfosil ini? Kapan kita lebih berpihak kepada pengembangan hati daripada pengembangan pikiran?

Iklan

andy

Kolesterol tinggi

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

sano-kolesterol-tinggi

Kartu nama Yuni

Ciri-ciri kreativitas Albert Einstein

Juli 9, 2008

earliest-known-photo-einstein

Foto masa kanak-kanak Albert Einstein yang dikenal selama ini

Apakah Albert Einstein menunjukkan ciri-ciri manusia yang kreatif? Apakah ciri-ciri itu menunjukkan sejauh mana Einstein menggunakan potensi otak kanannya? Apakah potensi otak kirinya didukung gaya belajar otak kanan yang menyebabkan Einstein menjadi penemu hebat, ilmuwan terbesar pada millenium kedua?

KREATIVITAS EINSTEIN

Apa saja ciri kreativitas Einstein?

  1. SUKA BERKHAYAL,BERIMAJINASI

Albert Einstein di masa kecil terkenal lamban, suka berkhayal.

Ada selentingan, Einstein agak “terbelakang” waktu kanak-kanak. Ia lambat berbicara, tak banyak bicara sampai usia 3 tahun.

 

  1. SUKA MEMANIPULASI BENDA

Di usia 5 tahun waktu sakit, ia bermain dengan kompas. Ia takjub. Mengapa jarum kompas selalu menunjuk ke arah utara? Ia tak percaya, lalu coba mengakali, agar jarumnya menunjuk ke arah lain. Tapi heran, kompas menolak permainannya!

Ia senang membangun ‘proyek’. Pernah ia membangun rumah dengan menyusun kartu-kartu sampai 14 lantai.

Ia lebih senang dengan proses belajar, bukan hasil akhir.

 

  1. SENANG BELAJAR SENDIRI (OTODIDAK)

Ia sering gagal ujian sejak SD sampai sekolah menengah.

Nilai bagus hanya untuk fisika dan matematika, yang sering dipelajari di rumah. Yang lain serba-anjlok.

 

  1. SENANG KEBEBASAN, ANTI-KEKUASAAN OTORITER

Ia malas belajar karena diajari guru berlagak bos, dan memaksa disiplin kaku.

Ia ‘memberontak’, karena kurang bebas berekspresi dan belajar sesuai minat. Waktu ujian, ia sering alami kesulitan.

Di usia 9 tahun, ia pindah ke gymnasium. Ia gemar bahasa Latin. Ia tekun belajar apa yang diminati & luar biasa menguasainya.

Di usia 12 tahun, Albert berteman dengan Max, mahasiswa kedokteran. Max pinjamkan buku geometri. Albert mendalami kalkulus. Akhirnya, Max sendiri tak bisa menandinginya. Max lalu meminjamkan buku filsafat Kant yang rumit & sulit. Biar ia pusing, menyerah, lalu senang pelajari biologi dan kedokteran. Ternyata Max keliru.

 

  1. SUKA BERTANYA

Ide demi ide merasuk otaknya. Ia tak betah duduk diam mendengarkan guru. Sejak kecil, pamannya memperkenalkan aljabar.

 

  1. KRITIS

Ia tidak senang di sekolah. Tidak disenangi guru dan kepala sekolah. Dicap bodoh.

Pada usia 15 tahun, ia tinggalkan sekolah. Gagal, tak mengantongi ijasah.

Dalam memoarnya, Einstein pernah menulis, KURIKULUM SEKOLAH ADALAH PEMBOHONGAN, TIDAK RELEVAN, MEMBOSANKAN.

Karena kemampuan matematika & fisikanya hebat, ia percaya diri. Dicap sombong & kurang ajar.

Ia menderita karena usaha ayahnya 2 x bangkrut. Keluarga pindah ke Munich di Jerman, dan kemudian ke Milan, Italia.

Tahun 1895, walaupun tanpa ijasah SMA, ia coba ikut tes masuk ETH           (Institut Politeknik Swiss) di Zurich. Tidak lulus!

Ia lalu masuk sekolah menengah di luar Zurich, persiapkan diri agar ‘tembus’ ke ETH.

3006-Young_Albert_Einstein3

 

7. SUKA BERPETUALANG, JUGA DALAM CINTA

Ia indekos di rumah gurunya. Bersama keluarga ini ia mendaki gunung.

Ia bermain biola, berduet dengan Marie, putri Pak kos yang bermain piano. Einstein tampan, berpakaian rapi, sopan, ramah. Marie jatuh cinta. Inilah pengalaman asmara pertama Einstein. Ia punya banyak teman wanita. Ia senang berlayar di Danau Zurich bersama Marie.

Berlayar dan merayu wanita adalah dua kegemarannya selama hidup. Ia gonta-ganti wanita, partner berlayarnya.

 

8. HUMORIS

Pada masa ini ia suka humor, tertawa terbahak-bahak, membuat olokan jenaka.

Dalam setahun, ia berhasil memperoleh sertifikat. Ia mencoba tes masuk lagi & diterima di ETH.

 

9. MENEKUNI APA YANG DISENANGI

Sejak 5 tahun ibunya mengajarkan bermain biola. Ia tertarik & berusaha bermain sebaik-baiknya. Sejak kecil ia senang menekuni apa yang disenangi. 4 tahun di ETH ia sering bolos. Seorang dosen menyebutnya “anjing malas.”

Ia lebih senang membaca & melakukan percobaan sendiri. Akhirnya, lulus juga, meski dengan nilai terendah di kelas.

Ia jatuh hati kepada Mileva Maric, satu-satunya mahasiswi Serbia di kelasnya. Tak begitu cantik, agak pincang, jarang tertawa. Tapi, ia teman diskusi & amat mandiri.

 

10. PANTANG MENYERAH, TAHAN BANTING

@ Einstein melamar jadi guru ETH tetapi ditolak. Akhirnya, jadi guru bantu di sekolah teknik. Gaji rendah. Terpaksa mengajar part time lain & memberi les privat.

@ Mileva hamil, mengungsi ke Serbia & melahirkan anak wanita, Lieserl. Ia sakit-sakitan,diadopsi orang lain & menghilang.

@ Tahun 1902, Einstein bekerja di kantor paten di Bern. Teknisi rendahan.

th.physik.uni-frankfurt.de.barcelona 1923

Ia pun bisa membiayai hidup & meneruskan penelitian mandiri. Ia terbitkan 3 makalah yang menghebohkan. Makalah tentang efek fotolistrik membuahkan hadiah nobel tahun 1921.

Tahun 1903, Einstein & Mileva menikah, tahun 1904 lahir Hans Albert.

Eduard, Mileva, Hans Einstein

Putri Einstein, Eduard, istirnya Mileva, dan putranya Hans

7 tahun bekerja di sana, tahun 1905 meraih gelar doktor dari Universitas Zurich. Tapi, masih susah meraih pekerjaan terhormat.

@ Tahun 1909 ia diterima jadi asisten profesor di Universitas Zurich, 1910 lahir putra kedua, Edouard, 1911 jadi dosen di Praha. Makin mashur.

Di sana ia bertemu saudara sepupunya,   Elsa Lowenthal, berusia 38 tahun, 5 tahun lebih tua, janda dengan 2 putri. Akhirnya, Einstein bercerai dengan Mileva, menikahi Elsa. Tapi, tetap senang merayu wanita. Suami yang tak setia!

elsa-einstein

Einstein dan istrinya Elsa

Ciri-ciri kreativitas inilah yang menghantar Einstein meraih yang melampaui gelar akademis apa pun.

Einstein membuktikan, betapa otak mampu menjangkau yang tak terbayangkan manusia!

Apakah Anda seorang yang kreatif?

  1. Apakah Anda suka berimajinasi?
  2. Apakah Anda suka memanipulasi objek?
  3. Apakah Anda senang belajar sendiri (otodidak)?
  4. Apakah Anda senang kebebasan, anti-kemapanan yang otoriter, melawan arus zaman, terdorong menjadi perintis?
  5. Apakah Anda suka bertanya?
  6. Apakah Anda kritis
  7. Apakah Anda suka bertualang?
  8. Apakah Anda humoris?
  9. Apakah Anda suka menekuni apa yang disenangi, dicita-citakan?
  10. Apakah Ada pantang menyerah, tahan banting?

 

th.physik.uni-frankfurt.de.einstein 1929

 

Bila anda ingin mendapatkan uraian ini dalam bentuk file powerpoint, silahkan klik dan download file ppt ini.

Kreativitas Einstein

 

 

Advertorial

900x900px-LL-ac6c238e_wtf-japan-gif-headbutt

Tekanan darah tinggi

Sano darah tinggi

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

 

Gambar spanduk Sano

Kartu nama Yuni Juli 2015