Posts Tagged ‘nenek’

Hanya kematian yang memisahkan kami

November 23, 2015

i_love_you_heart_animation

Ketika aku tiba di rumah malam itu, tatkala istriku menghidangkan makan malam dan kami sama-sama makan, aku memegang tangannya dan berkata, aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu. Ia duduk dan makan dengan tenang. Sekali lagi aku amati kepedihan di kedua matanya. Mendadak aku tidak tahu bagaimana membuka mulutku. Tapi, aku harus tega membiarkan ia tahu apa yang sedang aku pikirkan. Aku menginginkan perceraian. Aku mulai membahas topik ini dengan tenang.

Tampaknya ia tidak terganggu oleh kata-kataku. Sebaliknya, ia bertanya dengan lembut, mengapa? Aku menghindar menjawab pertanyaannya. Ini membuat ia marah. Ia melempar sumpit dan berteriak kepadaku, kamu bukan seorang laki-laki! Malam itu, kami tidak saling berbicara. Ia menangis. Aku tahu ia ingin merenung untuk menemukan apa yang telah terjadi terhadap perkawinan kami. Akan tetapi, aku tidak bisa memberinya sebuah jawaban yang memuaskan; ia telah kehilangan hatiku yang telah berpaling ke Jane. Aku tidak mencintainya lagi. Aku hanya kasihan dia!

Dengan rasa bersalah yang dalam, aku membuat draf surat persetujuan perceraian, yang menyatakan bahwa ia dapat memiliki rumah kami, mobil kami, dan 30% saham perusahaanku. Sekilas ia memandang surat itu lalu merobeknya sampai carikan-carikan kecil. Wanita yang menghabiskan sepuluh tahun hidupnya bersama aku telah menjadi orang asing. Aku merasa kasihan atas waktu, sumber daya, dan energinya yang terbuang. Tapi, aku tidak bisa mengambil kembali apa yang telah aku katakan kepada Jane, pacarku, bahwa aku sangat mencintainya. Akhirnya ia menangis tersedu-sedu di depanku. Hal yang tidak aku harapkan terjadi. Gagasan bercerai yang membuat aku terobsesi beberapa minggu ini menjadi lebih kuat dan lebih jelas sekarang.

gibran_art_g105.www.inner-growth.info.Love

Lukisan Kahlil Gibran

Keesokan harinya, aku amat terlambat pulang ke rumah dan menemukan dia sedang menulis sesuatu di meja. Aku tidak makan malam tapi langsung pergi tidur dan amat cepat nyenyak tertidur. Karena, aku amat capek setelah seharian penuh bermesraan dengan Jane. Ketika aku terbangun, ia masih duduk depan meja sambil menulis. Aku jelas tidak peduli. Aku membalikkan badan dan tertidur lagi.

Pagi-pagi ia mengajukan syarat-syarat perceraian. Ia tidak menginginkan apapun dari aku. Tapi, ia membutuhkan pemberitahuan satu bulan sebelum perceraian. Ia minta agar dalam satu bulan ini, kami berdua mencoba hidup senormal mungkin. Alasannya untuk persyaratan ini sederhana. Anak lelaki kami akan maju ujian satu bulan ke depan dan ia tidak ingin mengganggunya dengan perkawinan kami yang hancur berantakan.

Aku setuju persyaratan ini. Namun, ia ajukan satu persyaratan lagi. Ia minta aku mengingat kembali bagaimana aku menggendongnya ke kamar pengantin kami pada hari pernikahan kami. Ia minta agar tiap hari selama satu bulan aku menggendongnya keluar dari kamar tidur kami ke pintu depan setiap pagi. Aku pikir dia nyaris gila. Hanya untuk membuat hari-hari terakhir kami bersama-sama terpikulkan, aku menerima permintaannya yang aneh ini.

Aku sampaikan kepada Jane tentang persyaratan perceraian yang diajukan istriku. Ia tertawa keras dan berpikir, ini benar-benar tidak masuk akal, absurd. Tidak peduli trik yang istriku terapkan, Jane berujar dengan cemooh, ah dia toh akan terpaksa menghadapi perceraian.

Istriku dan aku tidak melakukan kontak, hubungan badan sejak niat cerai aku telah diungkapkan secara jelas, eksplisit. Karena itu, ketika aku menggendongnya ke luar pada hari pertama, kami berdua tampak canggung. Putra kami bertepuk tangan di belakang kami sambil berujar, ayah menggendong ibu. Dari kamar tidur ke ruang tamu, lalu ke pintu, aku berjalan lebih 10 meter sambil membopongnya dengan lengan-lenganku. Ia menutup matanya dan berkata dengan lembut, jangan bilang anak kita tentang perceraian. Aku mengangguk sambil merasa agak kesal. Aku menurunkannya di luar pintu. Ia lalu pergi menunggu bus ke tempat kerjanya. Aku menyetir mobil sendirian ke kantor.

Di hari kedua, kami berdua jauh lebih mudah melakukannya. Ia merebahkan diri ke dadaku. Aku dapat mencium harum mewangi blusnya. Aku sadar bahwa lama sekali aku tidak memandang wanita ini dengan saksama. Aku tersadar, ia sudah tidak muda lagi. Ada kerutan-kerutan halus di wajahnya. Rambunya mulai beruban! Perkawinan kami telah membuat ia berkorban. Satu menit aku bertanya-tanya apa yang telah aku lakukan terhadapnya.

Pada hari keempat, ketika aku mengangkatnya, aku merasakan bahwa suatu perasaan kemesraan muncul kembali. Inilah wanita yang telah mengorbankan 10 tahun kehidupannya bagiku. Pada hari kelima dan keenam, aku tersadar bahwa perasaan kemesraan kami bertumbuh lagi. Aku tidak memberitahu Jane tentang hal ini. Semakin mudah aku menggendong istriku tatkala hari demi hari bulan ini berlalu. Mungkin latihan tiap hari membuat aku lebih kuat.

Suatu pagi ia memilih busana yang akan dipakai. Ia mencobakan beberapa gaun tapi tidak menemukan satu pun yang cocok. Sambil menghela napas ia berujar, semua pakaianku bertambah longgar. Tiba-tiba aku tersadar, ia semakin kurus. Itulah alasannya mengapa aku dapat lebih mudah membopongnya. Mendadak hal ini menghentakku. Ia telah menguburbenamkan sedemikian banyak rasa sakit dan kepahitan dalam hatinya. Tanpa sadar aku mengulurkan tangan dan menyentuh kepalanya.

Saat itu anak kami muncul dan berkata, Ayah, sudah waktunya menggendong mama ke luar. Bagi anak kami, melihat ayahnya menggendong ibunya ke luar telah menjadi bagian amat penting dalam kehidupannya. Istriku memberi isyarat kepada anak kami agar mendekat dan memeluknya dengan erat. Aku memalingkan wajahku karena takut aku bisa saja berubah pikiran pada menit-menit terakhir. Lalu, aku membopongnya dengan kedua lenganku, berjalan dari kamar tidur melewati ruang tamu, ke teras. Tangannya mengalungi leherku dengan lembut dan alami. Aku memeluk tubuhnya dengan erat, sama seperti yang aku lakukan pada hari pernikahan kami.

Namun, badannya yang kini jauh lebih ringan membuatku sedih. Pada hari terakhir, ketika menggendongnya dengan kedua tanganku, aku hampir tidak dapat bergerak satu langkah. Anak kami telah pergi ke sekolah. Aku memeluknya dengan erat dan berkata, aku tidak perhatikan bahwa kehidupan kita kurang mesra. Aku menyetir mobil ke kantor dan terburu-buru melompat ke luar mobil tanpa sempat mengunci pintu mobil. Aku takut bahwa satu penundaan apapun dapat membuat aku berubah pikiran. Aku berjalan ke lantai atas. Jane membuka pintu dan aku katakan kepadanya, Maaf Jane, aku tidak ingin lagi bercerai.

Ia memandangku, terheran-heran, dan kemudian menyentuh dahiku. Apakah kamu demam? Ia bertanya. Aku memindahkan tangannya dari kepalaku. Maaf Jane, aku katakan, aku tidak ingin bercerai. Kehidupan perkawinanku membosankan, mungkin karena ia dan aku tidak memperhatikan, tidak menghargai hal-hal kecil dalam kehidupan kami, bukan karena kami tidak saling mencintai lagi. Sekarang aku sadar bahwa sejak aku menggendongnya ke dalam rumahku pada hari pernikahan kami, seharusnya aku memeluknya sampai kematian memisahkan kami.

Tampaknya Jane tiba-tiba tersadar. Ia menampar wajahku dengan keras dan kemudian membanting pintu dan menangis. Aku berjalan menuruni tangga dan menyetir mobil pulang ke rumah. Dalam perjalanan aku mampir di toko bunga, memesan satu karangan bunga untuk istriku. Gadis penjual bertanya kepadaku apa yang harus ditulis pada kartu. Aku tersenyum dan menulis, “Aku akan menggendongmu tiap pagi sampai maut memisahkan kita.”

Sore itu aku tiba di rumah dengan bunga di kedua tanganku sambil tersenyum. Aku berlari naik tangga, hanya menemukan istriku di tempat tidur – meninggal.

Istriku berjuang melawan kanker selama berbulan-bulan dan aku sedemikian berasyik mesra dengan Jane sehingga tidak menghiraukannya. Ia tahu bahwa ia akan segera meninggal dan ia ingin menyelamatkan aku dari reaksi negatif apapun dari putra kami, andaikan kami terpaksa bercerai. Setidak-tidaknya, di mata putra kami – aku adalah seorang suami yang penuh kasih.

love1

Pesan moral: Hal-hal kecil, sepele dalam kehidupan kita itulah yang justru bermakna dalam hubungan kita. Yang berarti itu bukanlah rumah gedongan, properti, uang di bank. Hal-hal sepele itulah yang menciptakan lingkungan yang mendukung (kondusif) kebahagiaan walaupun hal-hal kecil itu tidak memberi kebahagiaan dari dirinya. Karena itu, carilah waktu agar menjadi teman pasanganmu dan saling lakukan hal-hal kecil yang membangun kemesraan. Dan, raihlan kebahagiaan perkawinan yang nyata.

Sign of love

Tambahan penterjemah: Satu menu ‘makanan’ pokok yang dibutuhkan otak manusia adalah kasih sayang. Menu ‘makanan’ pokok lain yang dibutuhkan otak adalah oksigen, nutrisi atau gizi, dan informasi. Lihat posting: https://sbelen.wordpress.com/2008/11/28/otak-sang-pengendali-anda-berilah-%E2%80%9Cmakanan%E2%80%9D-yang-ia-butuhkan/

 

Makhluk manusia mana yang paling berbahagia di muka bumi ini? Bayi! Orang senang melihat dan mengamati bayi. Orang bermurah senyum kepada bayi. Orang-orang dekat ingin menggendong, mencium, membelai, serta mengajaknya tersenyum dan tertawa. Waktu masih berusia balita, anak-anak kecil pun mendapat perlakuan mirip bayi walaupun frekuensinya secara bertahap berkurang.

Semakin anak bertumbuh-kembang waktu memasuki masa remaja, ayah mulai mengambil jarak dengan anak perempuannya. Dan, ibu pun relatif melakukan hal yang sama terhadap anak lelakinya. Apalagi, adat ketimuran yang ketat semakin membatasi perlakuan kasih sayang melalui sentuhan (kecupan, belaian) orang tua kepada anak remaja, apalagi anak yang telah memasuki fase adolesens.

Defisit sentuhan itu mendapatkan kompensasi ketika orang-orang muda mulai berpacaran. Karena adat yang ketat, sentuhan antara pria dan wanita yang berpacaran malah diusahakan secara sembunyi-sembunyi. Saru, tidak sopan bila dilihat orang.

Memasuki hidup perkawinan: Kasih sayang antara suami-istri itu bukan sekadar mengatakan, Aku mencintaimu Atau kan, pasanganku tahu bahwa aku mengasihinya. Dalam kehidupan perkawinan, frekuensi sentuhan melalui pelukan, ciuman, belaian mungkin tanpa disadari, semakin berkurang seiring berjalannya waktu. Dari pihak wanita, teman-temanku di Inggris mengatakan, bagi aku sebagai istri, hugging (memeluk sambil mengusap-usap bahu) bahkan lebih penting, lebih menyenangkan, membahagiakan daripada hubungan seks dengan suami.

Hasil riset otak menunjukkan, ternyata kasih sayang itu harus disalurkan, diekspresikan juga melalui sentuhan (touching) agar otak bayi, otak anak sekolah, mahasiswa bertumbuh kembang dengan bagus. Ekspresi kasih sayang melalui sentuhan dari suami kepada istri dan dari istri kepada suami itu amat dibutuhkan dalam merawat kehidupan perkawinan. Ekspresi kasih sayang melalui sentuhan itu dibutuhkan pula oleh orang lansia yang semakin uzur termakan umur.

Pamanku, seorang bruder biarawan yang hidup selibat menjalani dua kali operasi di sebuah rumah sakit terkenal di Surabaya. Usianya waktu itu 93 tahun. Belum pernah aku menyentuh om kecuali berjabat tangan. Setelah operasi yang kedua, aku mengusap-usap dahinya, membelai kedua pipi dan tangannya sambil mendorong agar om tegar menghadapi rasa sakit dan cepat pulih. Ternyata sentuhan-sentuhanku ini membuat semangat om bertambah dan proses penyembuhan berlangsung cepat.

Dari pengalaman ini, kami menyimpulkan, dari bayi sampai dengan orang lansia membutuhkan sentuhan-sentuhan agar kinerja otak bagus dan merasa senang dalam meraih kebahagiaan.

Dari kisah “Hanya kematian yang memisahkan kami” ini, dapatlah kita menarik kesimpulan, bahwa hal-hal kecil, seperti sentuhan melalui ciuman, usapan, dan belaian, dalam kehidupan rumah tangga ini makin lama makin berkurang dan akhirnya sirna, lenyap. Padahal, sentuhan ini adalah garam atau  bumbu penyedap kemesraan dalam hidup perkawinan. “Kemesraan ini janganlah cepat berlalu ….” Lirik lagu populer ini mungkin dapat mengingatkan kita untuk merawat hidup perkawinan kita melalui berbagai kiat. Tapi, jangan lupa ekspresi kasih sayang melalui sentuhan. Semoga berhasil. Good luck!

Om Bruder Paskalis pada HUT 95 tahun 2

Om-ku Bruder Paskalis pada usia ke-95 tahun di Ruteng, Flores

.

grandparents on bed

Kakek dan nenek tak lupa sentuhan kemesraan

,

bitch-ass-nerd-granpa-n-ma-o

Sumber: http://www.moralstories.org/until-death-do-us-apart/

Dikirim oleh Nicole Cauley

Terjemahan S Belen

Iklan

Manusia global & orang kampung (1)

Desember 31, 2008

manusia-global-orang-kampung1sbelen

The audacity of hope, keberanian berharap Obama

November 25, 2008

barack-obama-audacity-of-hope

Buku Obama kedua yang terkenal berjudul “The Audacity of Hope”, keberanian harapan dan buku pertama yang terkenal berjudul “Dreams from My Father”. Kedua buku ini dapat dimaknai, jika Anda ingin memiliki keberanian harapan, impian-impian dari ayahmu akan menjadi kenyataan.

dreams_from_my_father_a_story_of_race_and_inheritance_barack_obama_abridged_compact_discs1

Audacity berasal dari kata bahasa Latin audax yang berarti berani, dan turun menjadi audacia, keberanian. Makna kata audacity ini berkembang menjadi keberanian mengambil risiko untuk mencapai sesuatu yang Anda harapkan, yang Anda impi-impikan.

Pada waktu Obama diumumkan menang, Oprah Winfrey berujar sambil menitikkan air mata, “Tak ada sesuatu yang tidak mungkin!” Benar sekali! Tak ada sesuatu yang tak mungkin, jika kita berharap, tetap memiliki harapan ketika segalanya meluncur menjadi buruk. Menjadi kian berantakan!

28585927

Sang ayah Barrack Hussein Obama. Orang yang cerdas dan kawin sampai 4 x. Yang kedua dengan Ann Dunham, ibu Obama. Yang ketiga dengan wanita berkulit putih juga.

Hari-hari ini yang tertinggal bagi kami sekeluarga adalah harapan atas kesembuhan saudari sepupu mendiang istriku yang sedang berjuang mempertahankan hidup dari hari ke hari di rumah kami. Hari-hari ini kami merenungkan makna harapan yang mempengaruhi hidup manusia yang terkadang meluncur menjadi tragis, bahkan amat tragis.

andreas_fineart_candle

Lilin harapan yang masih menyala

Beruntunglah manusia karena ia diciptakan sebagai makhluk yang berharap. Jika lilin harapan masih menyala. Nyala api dari lilin harapan dapat Anda gunakan untuk menyalakan kembali lilin iman yang telah padam, lilin kasih yang telah mati, lilin damai yang telah hancur, lilin pekerjaan yang telah lepas dari tangan, atau lilin pundi-pundi yang telah kosong akibat krisis finansial dunia sekarang ini.

Kisah Obama yang di luar dugaan, perkiraan, dan pikiran akal sehat manusia, bahwa seorang warga Amerika berkulit hitam akan menjadi presiden Amerika Serikat menjadi hikmah bagi refleksi kami pada hari-hari yang menggelisahkan ini.

Mungkin Anda juga sedang merenungkan tragika hidup manusia, merenungkan nasib hidup Anda? Jika ya, mungkin foto-foto Obama yang belum dimuat dalam blog saya dapat memberikan inspirasi dan semangat keteguhan bagi Anda.

obama-toddler2_cst_feed_20070907_19_15_02_1245h282w400httpdonotcolormeblogspotcom200802family-pictures-of-obamahtml

Ngapain? Ketika `bayi di Hawaii.

obama-11

Sang ayah yang menurunkan mimpi kepada Barry.

obama-13obama-cilik-sedang-bemain-di-pantai-waikiki-sebelum-ibunya-menikah-lagi-dengan-suami-kedua-pria-indonesia-di-belakangnya-tampak-bangunan-warna-pink-hotel-yang-terkenal-di-wai

Obama kecil sedang bermain di pantai Waikiki, Hawai sebelum ibunya bertemu dengan Lolo Soetoro.


httpimgdailymailcoukipix200802_01obamaphotosr2_468x403

Obama cilik memegang pemukul baseball. Sedang bermain di pantai Hawaii.

obama-toddler3_cst_feed_20070907_19_15_10_1252h400w282httpmedia1suntimescommultimediaobama-toddler3_cst_feed_20070907_19_15_10_1252-400-282imagecontent

Memakai kaus bertuliskan “University of Hawaii”, universitas ayah dan ibunya, ayah tirinya Lolo Soetoro, dan kemudian juga universitas saudari tirinya Maya Soetoro Ng.

obama-8dari-kiri-kekanan-kakek-obama-stanley-ibu-kandung-obama-ann-dunham-adik-tiri-perempuan-obama-maya-soetoro-dan-obama-berfoto-bersama-pada-awal-tahun-1970-an

Berpose bersama kakek, ibu, adik tiri Maya di Hawaii, sekembali dari Indonesia.


obamamos0202_468x649

Masa remaja di Hawaii


obama-21obama-paling-belakang-ke-3-dari-kiri-sedang-berpose-bersama-teman-teman-seangkatannya-kelas-5-di-sekolah-dasar-elementary-school-punahou-school-sekolah-swasta-yang-terk

Obama paling belakang ke 3 dari kiri. Berpose bersama teman-teman seangkatannya, kelas 5 SD Punahou yang bergengsi di Honolulu.

19064802-19064804-large

Bertanding basket.

barackobamahs

Ketika menjadi mahasiswa jurusan hukum di Harvard LawSchool. Orang hitam pertama yang menjadipresiden “Harvard Law Review”.


barack-obama-2

Mahasiswa jurusan Hukum pada Harvard Law School

obama-sarah-barack_cst_feed_20070907_19_15_02_1247h282w400httpdonotcolormeblogspotcom200802family-pictures-of-obamahtml

Mencari akar identitas. Bersama neneknya Sarah Barrack di desa, Kenya.

obama-2

Bersama sang nenek. Mencoba merasakan suka-duka kehidupan sederhana di desa di Kenya.

obama-half-siblings_cst_feed_20070907_19_15_01_1244h282w4001

Berpose bersama keluarga di Kenya.

ap_michelle_obama1_080707_ssv

Menikah dengan Michele Robinson, teman mahasiswa di Harvard, tahun 1992.

obama-wedding_cst_feed_20070907_19_15_09_1251h400w282

Berpose bersama ibu Ann Dunham di hari perkawinan.

obama-barack-michelle-kids-girls-family

Santai bersama istri Michele dan putri-putrinya, Malia dan Sasha.

obamamos0202_468x365

Dari rumah sederhana berjuang ke gedung putih, bukti the audicity of hope. Keberanian itu mekar jika didukung keluarga.

obamasmokinghttpwwwsilverstatechroniclescomwordpress20080515obama-hold-second-sweetie

Ketangkap sedang merokok untuk mengurangi stres waktu rehat di tengah perjuangan awal nominasi calon presiden Partai Demokrat. Tetapi, ia tak sembrono merokok di podium kampanye. Karena, pasti akan memberi jalan mulus untuk kemenangan lawan. Yang ini hanya sisi kemanusiaan yang sebenanya off the record.

obama-tight-head-shot-looking-up-facing-left-7064595b15d1

Ketika mengumumkan kematian neneknya di Hawaii, 2 hari sebelum Pemilu. Yang ini bukan kepura-puraan.

oba_saint

Dicerca lawan politik yang menyindirnya sebagai seorang “santo” penjual kecap yang akan membawa kerkah bagi Amerika

presiden-2joe-biden-dan-isterinya-jill

Ketika mimpi itu menjadi kenyataan. Bergandengan tangan dengan istrinya Michele, Jill dan suaminya Joe Biden.

obama-acceptance-speech-michelle-obama

Setelah pidato kemenangan. “Kami menuju Gedung Putih, lambang impian Amerika. Another battleground is waiting. But, of course you will overcome!

Bernarlah, tak ada yang tak mungkin, jika kita memiliki keberanian berharap.

Sumber:

©httpiwandahnial.wordpress.com

©httpen.wikipedia.orgwiki

©httpimg.dailymail.co.uk

©Berbagai sumber lain

Advertorial

Tempeleng

Asma

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

Sano sembuhkan asma

Kartu nama Yuni 2