Posts Tagged ‘menari’

Ekspresi gerak tubuh manusia: Tersenyumlah kalau tak mau ketawa!

Desember 7, 2013

Image

Maksudnya apa, mbak?

Image

Oh, bocah

Image

Apa yang salah dengan anda?

900x900px-LL-1d7e4ea7_bqlQ0

Ha ha ha ha!

900x900px-LL-63c7c508_Britney_Spears_Japanese_Candy-4

Ngomong apa ini orang?

Image

Itu, yang angkat tangan di belakang sana!

Image

Belah bola basket, dapat apa?

Image

Jreng – jreng – jreng!

Image

Uji adrenalin ….

Image

Love it!

Image

Kelinci oon!

Image

Kamu, kamu, kamu!

Image

Waaau

Image

Gue berani! Loe?

900x900px-LL-8a7cf11f_funny-gif-Japanese-show-crazy

Waduuh!

Image

Saya bisa!

Image

Apa tuh?!

900x900px-LL-09c23a74_ofv9xw

Berani? Sini dong! He he he

Image

Anda butuh bantuan!

Image

Ngapain ini anak? Ganggam style?

iklan

heart-attack

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

gambar spanduk sano

Kartu nama Yuni

Iklan

Prinsip konstruktivisme dalam belajar

Januari 9, 2010

Konstruktivisme adalah bangunan teori yang melandasi pendekatan belajar aktif (active learning approach). Menurut konstruktivisme, belajar bukanlah transmisi pengetahuan dari guru kepada siswa. Belajar adalah mengalami. Belajar yang bermakna adalah mengalami apa yang dipelajari. Anaklah yang membangun makna melalui mengalami. Siswalah yang membangun makna melalui mengalami. Mahasiswalah yang membangun makna melalui mengalami.

Melalui aktivitas mengalami, anak, siswa atau mahasiswa melakukan proses asimilasi dengan kerangka (skemata) pengetahuan yang telah dimiliki dalam dunia fisik, sosial, dan budayanya dan melakukan proses akomodasi terhadap skemata tatkala ia terpapar atau mengalami sesuatu yang baru atau lain. Semuanya ini terjadi dalam proses mencari equilibrium (keseimbangan) dan untuk mencapai equilibrium, siapa pun yang belajar melakukan proses asimilasi dan akomodasi secara terus-menerus. Proses asimilasi dan akomodasi tidak terjadi secara berurutan tetapi lebih seperti zig-zag, ke sana ke mari sesuai dengan perkembangan pengetahuannya.

Anak-anak SD di Merauke sedang belajar Matematika.

Guna menyelami makna konstruktivisme berikut ini dikemukakan sebuah daftar pernyataan (menurut abjad).

Knowing mathematics is “doing mathematics”. (Agar tahu matematika, “lakukanlah” matematika).

Knowing science is “doing science”. (Agar tahu  sains, praktikkan sains).

Knowing social studies is “doing social studies”. (Agar tahu IPS, praktikkan IPS).

Agar tahu akuntansi, praktikkan akuntansi.

Agar tahu aljabar, berpraktiklah aljabar.

Agar tahu antropologi, beranropologilah.

Agar tahu bahasa Indonesia, berbahasalah bahasa Indonesia.

Anak-anak SD Sumbersono, Mojokerto sedang mengamati dan membuat deskripsi tentang tanaman.

Aga tahu bahasa Inggris, berbahasalah bahasa Inggris.

Agar tahu bakar sate, bakarlah sate.

Agar tahu berbicara bahasa Inggris, berbicaralah bahasa Inggris.

Agar tahu berdoa, berdoalah.

Agar tahu berenang, berenanglah.

Anak-anak di Pulau Bacan, Maluku Utara sedang berenang.

Aga tahu bermain bola kaki, bermainlah bola kaki.

Agar tahu bermain catur, bermainlah catur.

Agar tahu bermain volley, bermainlah volley.

Agar tahu berpidato, berpidatolah.

Agar tahu bikin kue, bikinlah kue.

Agar tahu budi pekerti, praktikkanlah budi pekerti.

Agar tahu drama, bermainlah drama.

Amak-anak kelas I SD Kalumata Ternate sedang bermain drama.

Agar tahu ekonomi, praktikkan ekonomi.

Agar tahu filsafat, berfilsafatlah.

Agar tahu fotografi, praktikkan fotografi.

Agar tahu geografi, praktikkan geografi.

Agar tahu geometri, praktikkan geometri.

Agar tahu gosok gigi, gosoklah gigi.

Anak-anak SD Lumban Baringin, Sipoholon, Kabupaten TApanuli Utara, Sumatera Utara sedang berpraktik menggosok gigi dalam school assembly.

Agar tahu kedokteran, praktikkan kedokteran.

Agar tahu makanan sehat, makanlah makanan yang sehat.

Agar tahu mandi, mandilah.

Agar tahu meditasi, bermeditasilah.

Agar tahu melukis, melukislah.

Agar tahu membuat patung, buatlah patung.

Agar tahu memimpin lagu, pimpinlah orang bernyanyi.

Agar tahu menanam, tanamlah tanaman.

Agar tahu menari, menarilah.

Anak-anak SD Lumban Soit, Sipoholon, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara sedang menari dalam school assembly.

Agar tahu menjahit, menjahitlah.

Anak SD Sumbersono, Mojokerto sedang belajar menjahit.

Agar tahu menulis dalam bahasa Inggris, buatlah tulisan dalam bahasa Inggris.

Agar tahu menulis puisi, tulislah puisi.

Agar tahu menulis surat, tulislah surat.

Agar tahu beryanyi, bernyanyilah.

Agar tahu olahraga, berolahragalah.

Agar tahu panjat pohon, panjatlah pohon.

Agar tahu pendidikan agama, praktikkan agama.

Agar tahu pendidikan jasmani, praktikkan pendidikan jasmani.

Agar tahu seni budaya dan keterampilan, praktikkan seni budaya dan keterampilan.

Agar tahu bermain musik, bermainlah musik.

Agar tahu sopan santun, praktikkan sopan santun.

Agar tahu sosiologi, bersosiologilah.

Agar tahu teologi, berteologilah.

Agar tahu wawancara, lakukanlah wawancara.

Makna pernyataan-pernyataan ini adalah jika Anda ingin mengetahui sesuatu, lakukanlah sesuatu itu. Atau pernyataan ini juga dapat dibalik. Jika Anda melakukan sesuatu, Anda akan tahu sesuatu itu.

Dampak terhadap evaluasi atau ujian terhadap pengetahuan yang bermakna yang dicapai siswa adalah berilah kesempatan kepada siswa itu melakukan dan Anda akan tahu sejauh mana ia tahu atau tidak tahu tentang sesuatu. Evaluasi atau ujian pengetahuan tidak bisa dilakukan melalui tes pilihan ganda atau tes esai (uraian) semata karena orang yang tahu belum tentu mampu melakukan. Namun, jika seseorang mampu melakukan dapat dijamin bahwa ia mengetahui apa yang telah dilakukan atau dipraktikkannya.

Anak-anak SD St Michael Merauke belajar di halaman sekolah.

Iklan

900x900px-LL-92a6f817_girls-football-trick-animation

Osteoporosis

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

Sano sembuhkan osteoporosis

Kartu nama Yuni 2

Anak-anak SD dari tepian Danau Toba say “Horas!”

Desember 8, 2009

 


Anak-anak SD Lumban Soit, Sipoholon, Tapanuli Utara menari dan bernyanyi dalam school assembly. They say “Horas!” for all of Indonesian children.

 

Anak-anak SD Lumban Soit dalam sebuah pentas waktu school assembly yang rutin dilaksanakan sekali dalam 2 minggu.

Anak-anak Batak berbakat musik dan nyanyi. Kami sedang melatih para guru di SD Lumban Soit menyanyikan lagu “Nasihat Jari”, di luar anak-anak langsung menyanyikan lagu ini dan waktu pulang dari sekolah mereka ramai-ramai bernyanyi, “Ini namanya jari jempol, ini namanya jari jempol, apa kata jari jempol, sayang, kalau belajar jangan ngobrol. Apa kata jari klingking, … jangan nangis …

Anak-anak SD Garaga, Sipoholon, Tapanuli Utara sedang membuat pajangan hasil karyanya dibimbing Bu Guru

 

Anak-anak itu menunjukkan pajangan karyanya dalam school assembly

 

Anak-anak SD Lumban Baringin, Sipoholon, Tapanuli Utara memerankan isi cerita yang dibacakan Bu Guru

 

Berlatih ekspresi amat cocok dengan anak-anak kelas II SD yang lebih polos dan tampil apa adanya

 

Guru-guru dari 3 SD model Manajemen Berbasis Sekolah dan Belajar Aktif, yaitu SD Lumban Soit, SD Garaga, dan SD Lumban Baringin kini gemar berlatih mengoperasikan komputer dan mencari bahan untuk mengajar dari Internet.

Inilah oleh-oleh dari Tano Batak, dari 3 SD model yang pengembangannya disponsori keluarga Gunawan Hutauruk, pemilik Penerbit Erlangga, sejak akhir Juli 2009 dalam rangka membantu kampung halaman. Siapa menyusul membantu inovasi bagi perkembangan optimal anak-anak kita?

Silahkan klik video permainan jual-beli yang dilakukan anak-anak SD Garaga, Sipoholon berikut ini!

http://www.youtube.com/watch?v=jzYxUZi54Es

Selamat menyaksikan