Posts Tagged ‘MBS’

Video anak-anak SD di tanah Batak bermain jual-beli

November 10, 2010

Gambar dari video

Batak primary school children of Sipoholon, North Tapanuli in North Sumatra, Indonesia play buy and sell game in traditional market in an outdoor school assembly.

 

Anak-anak SD Garaga di Sipoholon, Tapanuli Utara bermain jual-beli di pasar dalam school assembly di lapangan. Ini adalah salah satu contoh kegiatan dalam upaya pengembangan SD model dalam manajemen berbasis sekolah (MBS) dan belajar aktif (PAKEM) pada 3 SD di Sipoholon, Tapanuli Utara, Sumatra Utara yang disponsori Penrbit Erlangga.

Please click this video!

http://www.youtube.com/watch?v=jzYxUZi54Es&feature=BF&list=UL&index=5

Selamat menyaksikan!

Iklan

From Flores with love: Sebuah contoh kebijakan inovasi untuk meningkatkan mutu siswa NTT yang terpuruk

Mei 14, 2010

Beratraksi menyilangkan tangan membentuk tanda kali, membentuk tanda tambah, kurang, dan bagi saambil menggunakan 1o jari tangan untuk melakukan operasi bilangan, sambil bergoyang badan.

Membuat hipotesis dan melakukan percobaan “Melayang, terapung, dan tenggelam” di tepi pantai.

Besoknya siswa guru langsung mempraktikkan ide baru yang kemarin dipelajari dalam inhouse training. Siswa membuat hipotesis dan melakukan perocobaan “Melayang, terapung, dan tenggelam”.

Hari-hari ini orang NTT di provinsi ini dan di luar NTT, bahkan sampai di mancanegara diliputi rasa malu luar biasa karena hasil UN SMA & SMK serta SMP tahun 2010 ini benar-benar mencapai titik nadir setelah presentase kelulusan siswanya berbeda amat jauh dari provinsi yang menduduki ranking ke-32 nasional sebelum NTT pada ranking ke-33. Sebenarnya proses kemerosotan ini telah berlangsung sekian lama. Dan, sekarang ternyata lebih jelek dari Papua yang biasa dikenal dulu menempati urutan ekor!

Salah satu faktor penyebabnya adalah mutu pendidikan SD yang amat rendah. Hasil penelitian kemampuan baca-tulis-hitung (Calistung) siswa SD pada sejumlah kabupaten di NTT, yang dilakukan para dosen FKIP Universitas Nusa Cendana Kupang, menunjukkan bahwa banyak siswa kelas 3 SD masih pada taraf menggambar huruf dan angka.

Basis pendidikan SD yang amat buruk akan tercermin dalam prestasi belajar siswa SMP dan SMA & SMK. Jika Calistung sebagai learning tools tak terbenahi bagaimana mengharapkan peningkatan mutu di sekolah menengah?

Para guru melakukan pelatihan di tepi pantai. Angin laut kaya oksigen dan deburan ombak meningkatkan kinerja otak.

Dari hasil analisis faktor penyebab amat rendahnya mutu pendidikan, salah satu langkah yang kami tempuh bersama World Vision Indonesia (WVI) adalah melakukan inhouse training di sekolah model. Salah satu upaya yang diprioritaskan adalah membenahi kemampaun Calistung melalui implementasi belajar aktif yang didukung kemampuan manajemen berbasis sekolah kepala sekolah dan ketua komite sekolah. Setelah para kepala sekolah dan guru SD model diberi contoh bagaimana melakukan inhouse training, diharapkan mereka meneruskan kebiasaan inhouse training melalui saling melatih antar-mereka secara internal di sekolah.

Dari hasil penelitian di Amerika Serikat, terbukti bahwa para siswa sekolah di slum areas yang melakukan inhouse training dalam waktu 4 tahun akan mengalahkan prestasi belajar siswa sekolah favorit di kota besar. Dalam inhouse training kontinu di sekolah, kepala sekolah, guru, dan fasilitas tidak diganti. Tetap. Siswanya juga tetap, demikian pula tingkat kemampuan ekonomi orang tuanya. Hanya dengan intervensi inhouse training, mutu sebuah sekolah yang terpuruk dapat diperbaiki dalam rentang waktu 2 s.d. 4 tahun.

Di Flores Timur, WVI ADP Flores Timur telah memilih 3 SD untuk dikembangkan menjadi SD model. Setelah model ini jadi, ke-3 sekolah ini bertanggung jawab mengembangkan 3 SD model yang lain. Tinggal direkrut kepala sekolah dan guru-guru yang menunjukkan kinerja yang hebat untuk mengembangkan sekolah lain dan berperan sebagai fasilitator penataran tingkat kecamatan / kabupaten dan dalam kegiatan kelompok kerja guru (KKG) di tingkat gugus sekolah.

Bekerja kelompok: Siswa berdiskusi dan belajar mengemukakan pendapat dalam suasana santai

Langkah terobosan WVI ini hendaknya diikuti langkah yang sama pada jenjang SMP serta SMA dan SMK. Di sinilah peran dinas pendidikan untuk mendorong dan membiayai proses inovasi untuk meningkatkan mutu.

Untuk memberi gambaran apa yang kami lakukan, perkenankan men-download file powerpoint ini. Inhouse training kali ini masih dalam bentuk gabungan dengan penataran karena diundang para kepala dinas pendidikan kecamatan, pengawas, kepala sekolah, dan guru dari 5 kecamatan dalam inhouse training di SD Lewotobi di kaki Gunung Lewotobi, Flores Timur, NTT.

Selahkan klik file powerpoint ini!

Guru-guru Flores mengubah diri

Siswa-siswa menari dalam school assembly di SD Lewotobi. Orang tua diundang menyaksikan pentas putra-putrinya.

Iklan

407c0438

heart-attack

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

https://sbelen.wordpress.com/2013/04/15/sano-ramuan-herbal-berkhasiat-mulai-bisnis-di-usia-62-tahun/

Gambar spanduk Sano

sano-kolesterol-tinggi

Kartu nama Yuni

Bermain dengan pasir mengembangkan kreativitas anak. Mulailah dengan guru!

Januari 26, 2010

Anak-anak SD Geraga, Sipoholon, Tapanuli Utara ini bermain dengan pasir tanpa disuruh. Mereka memanfaatkan pasir yang dipersiapkan bagi para guru untuk membuat model IPS dalam penataran.

Bermain-main memanipulasi benda alamiah lebih menarik minat anak daripada mainan buatan pabrik.

Buat apa ini, nak? Ungkapan spontan budaya Batak?

Acara terakhir penataran Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dan belajar aktif  pendidik dari 3 SD model ditambah guru dan kepala sekolah dari 7 SD lain di Kecamatan Sipoholon tanggal 19 – 22 Januari 2010 diisi dengan kegiatan membuat model lokasi wisata yang pernah dikunjungi.

Penataran ini adalah kegiatan terakhir dari program 6 bulan pengembangan SD model melalui pendampingan lewat inhouse training dari akhir Juli 2009 s.d. akhir Januari 2010. Ibu Nia Susanti bekerja secara kontinu selama 6 bulan mendampingi para guru dan kepala sekolah pada 3 SD ini. Kami datang secara berkala untuk membantu pendampingan ini. Ini adalah program bantuan keluarga Gunawan Hutauruk, pemilik Penerbit Erlangga.

Berikut ini kami sajikan foto-foto kegiatan membuat model dari pasir dan peta dari objek-objek pada model yang dihubungkan dengan tali rafia. Ini adalah salah satu ide kegiatan belajar IPS.

Giliran para guru berkreasi sesuai dengan imajinasinya

Hands-on experience atau pengalaman langsung membuat model akan menstimulasi kerja otak. Praktik ini akan mendorong para guru untuk menerapkannya kepada anak-anak

Bekerja sama adalah salah satu ciri penerapan pendekatan belajar aktif

Kelompok ini sedang membentuk Danau Toba dan Pulau Samosir di tengahnya

Anak perempuan ini tertarik memperhatikan betapa para guru gembira bermain pasir. Jika orang dewasa senang memanipulasi pasir, apalagi anak-anak.

Ibu kepala sekolah ini terlibat membuat model. Tanpa dorongan kepala sekolah mustahil diharapkan kemajuan inovasi di sekolah yang dilakukan para guru.

Teori belajar konstruktivisme menandaskan bahwa belajar adalah mengalami.

Berkotor tangan adalah kebiasaan yang perlu ditanamkan bagi para guru dalam melaksanakan kegiatan belajar.

Menghubungkan objek pada model dengan gambar simbol / legenda pada peta.

Guru saja bangga terhadap hasil pekerjaannya, apalagi para siswa.

Mungkin ini pengalaman pertama yang mereka alami dalam penataran yang biasanya didominasi ceramah. Penataran yang diisi dengan ceramah dan ceramah membuat apa yang masuk dari telinga kiri langsung keluar lewat telinga kanan.

Inilah hasil karya kami!

Dari imajinasi ke arah model lewat aktivitas melakukan. Agar tahu tentang model dan peta, praktikkan membuat model dan peta.

We are the best!

Keceriaan adalah emosi senang yang turut memotivasi belajar.

Inilah hasil maksimal yang telah kami buat!

Iklan

134845588186362_animate

Asam urat yang menyakitkan

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

sano-sembuhkan-asam-urat-anda

Kartu nama Yuni 2

10 tahun MBS-Pakem, Move forward, no retreat. Maju terus pantang mundur

Desember 8, 2009

Kumpulan kata-kata bijak ini terdiri dari pepatah, sayings, wise words, dan pandangan para ahli. Kata-kata bijak ini dipilih dari sudut pandang pendekatan belajar aktif. Karena itu, ada yang langsung dan ada yang tak langsung berhubungan dengan belajar aktif. Urutannya disusun secara acak. Sedangkan, kata kunci pada tiap kutipan diketik dengan warna biru.

Bocah Papua ini seharusnya masih berada di sekolah. Namun saat “bersenang kedua” (istirahat), ia memilih pulang ke rumah dan bermain di pantai. Mengapa? Guru masih memukul siswa? Pelajaran membosankan? Duduk, dengar, catat, hafal?

Manfaat kata-kata bijak ini adalah sebagai bahan refleksi tentang mengapa belajar aktif itu penting dan manfaat apa saja yang dapat diraih jika diterapkan pendekatan belajar aktif. Koleksi kata bijak ini kami kumpulkan untuk merayakan dalam refleksi peringatan 10 tahun dimulainya “MBS-Pakem” (Manajemen Berbasis Sekolah-Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan). Upaya beberapa “orang gila” membangkitkan kembali pendekatan CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif) yang “mati suri” akibat kebijakan pejabat di Depdiknas waktu itu yang kurang mengerti makna belajar aktif ditandari dengan penataran (TOT) awal kepada para pendidik yang mewakili 3 provinsi, yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan di Pacet, Mojokerto, Jawa Timur  pada akhir 1999 yang diselenggarakan Depdiknas (Pusat Kurikulum Balitbang & Direktorat Dikdas Ditjen Dikdasmen, bekerja sama dengan Unicef dan Unesco. Setelah 10 tahun sejak awal gerakan ini dimulai, kini “MBS-Pakem” telah masuk ke dalam sistem nasional karena telah menjadi program Depdiknas, dinas provinsi, berbagai NGO, yayasan persekolahan, dan sejumlah lembaga pendidikan guru.

Tiap instansi dan lembaga atau organisasi mengembangkan manajemen berbasis sekolah dan pendekatan belajar aktif menurut penekanan dan corak serta gaya sendiri-sendiri. Namun, semua upaya tak kenal lelah dan tak kenal menyerah ini berhasil mengarusutamakan kreativitas berpikir dan bertindak yang perlu ditumbuhkembangkan dalam diri anak didik agar menjadi insan kreatif yang mandiri dan mampu memecahkan masalah untuk menghadapi masa depan yang kian kompetitif dan sulit diprediksi.

Salam MBS-Pakem

S.Belen

Silahkan klik file word berikut ini! Anda tak akan menyesal.

Kata bijak ttg belajar aktif 3

Iklan

big love dance

Sakit asam urat

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

sano-sembuhkan-asam-urat-anda

Kartu nama Yuni 2

Anak-anak SD dari tepian Danau Toba say “Horas!”

Desember 8, 2009

 


Anak-anak SD Lumban Soit, Sipoholon, Tapanuli Utara menari dan bernyanyi dalam school assembly. They say “Horas!” for all of Indonesian children.

 

Anak-anak SD Lumban Soit dalam sebuah pentas waktu school assembly yang rutin dilaksanakan sekali dalam 2 minggu.

Anak-anak Batak berbakat musik dan nyanyi. Kami sedang melatih para guru di SD Lumban Soit menyanyikan lagu “Nasihat Jari”, di luar anak-anak langsung menyanyikan lagu ini dan waktu pulang dari sekolah mereka ramai-ramai bernyanyi, “Ini namanya jari jempol, ini namanya jari jempol, apa kata jari jempol, sayang, kalau belajar jangan ngobrol. Apa kata jari klingking, … jangan nangis …

Anak-anak SD Garaga, Sipoholon, Tapanuli Utara sedang membuat pajangan hasil karyanya dibimbing Bu Guru

 

Anak-anak itu menunjukkan pajangan karyanya dalam school assembly

 

Anak-anak SD Lumban Baringin, Sipoholon, Tapanuli Utara memerankan isi cerita yang dibacakan Bu Guru

 

Berlatih ekspresi amat cocok dengan anak-anak kelas II SD yang lebih polos dan tampil apa adanya

 

Guru-guru dari 3 SD model Manajemen Berbasis Sekolah dan Belajar Aktif, yaitu SD Lumban Soit, SD Garaga, dan SD Lumban Baringin kini gemar berlatih mengoperasikan komputer dan mencari bahan untuk mengajar dari Internet.

Inilah oleh-oleh dari Tano Batak, dari 3 SD model yang pengembangannya disponsori keluarga Gunawan Hutauruk, pemilik Penerbit Erlangga, sejak akhir Juli 2009 dalam rangka membantu kampung halaman. Siapa menyusul membantu inovasi bagi perkembangan optimal anak-anak kita?

Silahkan klik video permainan jual-beli yang dilakukan anak-anak SD Garaga, Sipoholon berikut ini!

http://www.youtube.com/watch?v=jzYxUZi54Es

Selamat menyaksikan

Anak-anak Batak berlatih sikat gigi

Oktober 24, 2009

SD Lumban Soit Taput

Sejak Juli 2009 keluarga Gunawan Hutauruk memprakarsai pengembangan 3 SD model Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dan PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan) di Kecamatan Sipoholon, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara. Ke-3 SD model itu adalah SD Lumban Soit, SD Garaga, dan SD Lumban Baringin.

Pengembangan model dilakukan melalui pendampingan langsung ke sekolah melalui inhouse training. Tenaga pengembang yang bekerja sehari-hari di sana adalah Nia Susanti sedangkan kami hanya datang melatih setiap bulan.Selama 1 bulan Kartini Tongo-tongo telah membantu pendampingan di sana.

Gambar anak-anak kelas I di atas memperlihatkan betapa sehatnya anak-anak yang sebelumnya tampak kurang gizi. Untuk meningkatkan gizi diadakan program minum susu 4 x dan makan bubur kacang hijau 1 x per minggu untuk anak-anak kelas I dan II. Setelah berlangsung 3 bulan, anak-anak tampak lebih sehat, lebih hidup-hidup, dan lebih gesit bergerak.

Selain itu, anak-anak dilatih pula cara menggosok gigi, mencuci tangan, dan membasuh wajah dengan benar. Silahkan klik file powerpoint ini!

Cara anak gosok gigi & cuci muka

Silahkan klik juga video tentang permainan jual-beli anak-anak SD Garaga, Sipoholon sebagai salah satu acara school assembly yang dilakukan di lapangan berikut ini!

http://www.youtube.com/watch?v=jzYxUZi54Es

Selamat menyaksikan!

Iklan

Sikat kepala

Tubuh bugar berstamina

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

sano-tingkatkan-stamina-kebugaran-tubuh

Kartu nama Yuni 2

School assembly: Cerita dari Kalumata, Ternate, Maluku Utara

Mei 5, 2009

Sejak Maret 2009, sebagai konsultan Save the Children, bersama Pak Miftahudin, education specialist Save the Children Jakarta, kami berupaya mengembangkan 5 SD model dalam pendekatan belajar aktif dan MBS (Manajemen Berbasis Sekolah). Pengembangan ini dilakukan melalui pendampingan langsung berupa inhouse training langsung di sekolah. Lima SD yang terpilih adalah SDN Maliaro, SDN Kalumata I, dan SDN Tarau di Pulau Ternate, SDN Cobodoe di Pulau Tidore, dan SD Inpres Babang di Pulau Bacan (Kabupaten Halmahera Selatan). Pimpinan Staf Save the Children Maluku Utara yang mendampingi kami adalah Wilson Sitorus, Harun Anggo, dan Mahyuddin, sedangkan staf pendamping antara lain Nia Susanti, Fujiono, Erwin, Kartini, Agi, dan Jaelani.

dsc_0005

Anak-anak SD Cobodoe, Pulau Tidore sedang bekerja kelompok dalam pelajaran IPA.

dscn3255

Guru-guru SD Inpres Babang sedang berpraktik membuat model kapal setelah kunjungan observasi ke kapal di dermaga Babang yang hanya berjarak 300 m dari sekolah

Walaupun pengembangan SD model ini hanya berlangsung 3 bulan, gejala-gejala perubahan mulai tampak pada kinerja kepala sekolah, staf guru, dan aktivitas belajar anak-anak. Bagi saya pribadi, senyuman yang tampak pada wajah anak-anak polos di “udik” Indonesia ini memberikan semangat bagi tim kami untuk terus mencari solusi bersama para kepala sekolah dan guru untuk melakukan terobosan inovasi.

dscn3150

Seorang anak membaca puisi dalam school assembly di SD Inpres Babang, Bacan, Kabupaten Halmehera Selatan

Salah satu bentuk aktivitas yang diperkenalkan adalah school assembly yang dilakukan sekali seminggu, biasanya pada hari Sabtu. Pada sekali kesempatan kegiatan ini diikuti anak-anak kelas 1, 2, dan 3 dan kesempatan minggu depan anak-anak kelas 4, 5, dan 6. Jika ruang memungkinkan, kegiatan dapat dilakukan seluruh kelas.

Ini adalah salah satu bentuk nyata upaya menciptakan kesempatan bagi anak-anak untuk belajar menampilkan hasil karya belajarnya selama 1 s.d. 2 minggu. Ini adalah kesempatan berpentas untuk melatih anak meningkatkan rasa percaya diri, berani tampil di depan banyak orang, dan berbagi pengalaman dengan sesama siswa. Berbagai kompetensi siswa, seperti berdeklamasi, bermain drama, bermain musik, bernyanyi, memimpin lagu, menari, bercerita, dan berpidato dapat ditumbuhkembangkan dalam acara berkala ini. Kepala sekolah dan guru secara bergantian bercerita atau membaca cerita yang menarik bagi siswa. Pada acara ini berbagai pesan sarat makna dapat disampaikan dalam suasana santai dan ceria. Orang tua dan komite sekolah terkadang diundang untuk menyaksikan acara ini.

dscn3152

Anak-anak SD Inpres Babang menyanyikan lagu yang teksnya dikarang kelompok ini sambil diiringi alat-alat musik dalam school assembly

pic_1625

Anak-anak SDN Maliaro di Ternate sedang mementaskan musik kasidah dalam school assembly di sekolah ini.

Berikut ini, kami sajikan “Cerita dari Kalumata” yang ditulis Nia Susanti. Silahkan klik di sini! school-assembly_kalumata_nia1

Advertorial

Animation_of_the_sick_distributed_Bupparai_traditional_ceremony

Sakit stroke

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

sano-sembuhkan-stroke

Kartu nama Yuni 2

Belajar aktif (Pakem) & Ujian Nasional (UN): Ibarat air dengan minyak

Desember 29, 2008

pakem-unsbelen

Kunjungilah posting yang berkaitan:

https://sbelen.wordpress.com/2013/04/20/bagaimana-ujian-nasional-un-di-belanda/

https://sbelen.wordpress.com/2013/04/17/sedih-menyaksikan-amburadulnya-ujian-nasional-un-tahun-ini/

https://sbelen.wordpress.com/2010/05/08/ganti-sistem-ujian-nasional-dengan-menerapkan-sistem-open-book-test-dan-tes-terstandar/

https://sbelen.wordpress.com/2011/08/08/mengapa-mutu-pendidikan-finlandia-terbaik-di-dunia/

https://sbelen.wordpress.com/2011/05/15/mengapa-peringkat-kelulusan-un-2011-siswa-smantt-tetap-di-nomor-buntut/

https://sbelen.wordpress.com/2011/01/11/3-tahun-banyak-siswa-tak-lulus-un-pecat-guru/

https://sbelen.wordpress.com/2008/07/30/tes-remidial-di-sd-sma-dan-sma-itu-salah-kaprah/

https://sbelen.wordpress.com/2008/07/09/mengapa-kita-memaksa-siswa-mempelajari-semua-mata-pelajaran/

https://sbelen.wordpress.com/2011/05/16/hasil-un-ntt-jeblok-tas-anak-sekolah-ntt-kempes/