Posts Tagged ‘matematika’

Ateisme Stephen Hawking dan debat kami tentang eksistensi Tuhan

Maret 16, 2018

Inilah 2 buku Stephen Hawking yang kami beli di London waktu studi di sana. Baca juga ceramah-ceramahnya di berbagai negara karena kami debat soal eksistensi Tuhan dengan orang-orang Inggris dan China daratan yang tidak percaya Tuhan.

Argumen yang mereka gunakan a.l. pandangan-pandangan Stephen Hawking. Debat selalu tidak bisa meyakinkan mereka. Akhirnya kami sepakat untuk tidak sepakat. Hehehe.

Ini teman-teman ateis ini bilang hidup saya diteruskan anak-anak saya. Ya sudah, saya mati ya selesai. Sama seperti babi, hidup babi diteruskan anak-anak babi. Ya sesudah babi mati ya selesai. Apakah babi masuk surga atau neraka? Ya, manusia kan seperti babi saja. Mati ya selesai.

Waktu kakak saya meninggal teman-teman ateis ini menghibur saya dengan bilang ya saya tidak percaya Tuhan, tapi andaikan Tuhan itu ada, ya saya harap kakakmu masuk surga. Hehehe. Walau tidak percaya Tuhan tapi cinta kasih dalam hidup sehari-hari mereka oke banget.

Kalau dengan mahasiswa China daratan, mereka bilang kamu percaya Tuhan karena dari kecil sudah dicekoki Tuhan itu ada. Lha, kami di China sejak kecil tidak pernah diajari tentang Tuhan. Ya, tambah belajar ilmu-ilmu sains segala ini ya semakin yakin bahwa Tuhan tidak ada. Waduh.

Waktu kakak laki-laki sulung meninggal di Timor, yang memperjuangkan ke British Council agar saya pulang dengan biaya mereka adalah orang Inggris yang tidak percaya Tuhan. Dia juga perjuangkan agar ditambah uang untuk diberi kepada mama.

Pulang dari tanah air, satu lagi orang Inggris yang ateis di The Institute of Education University of London sudah rencanakan agar saya diberi tugas mengantar rombongan dosen Indonesia yang kursus 3 bulan keliling London. Nah, untuk itu saya diberi honor cukup besar.

Satu lagi teman yang ateis bilang, Belen, kami mengerti sekali kesedihanmu. Kalau kamu sedih telepon saja dan datang main-main ke rumah. Kami masak makanan Indonesia sebisanya untuk kamu. Itulah compassion orang ateis yang kami alami.

Kemarin, kami mulai baca-baca lagi buku A Brief History of Time: From the Big Bang to Black Holes, karya Stephen Hawking.

Ia menyatakan bahwa konsep waktu tidak punya arti sebelum penciptaan alam semesta.

Ini pertama kali dikemukakan Agustinus (dari Hippo). Ketika ditanya: Apa yang Tuhan lakukan sebelum Dia menciptakan alam semesta? Agustinus tidak menjawab: “Dia sedang menyiapkan neraka bagi orang yang mengajukan pertanyaan seperti itu.”

Sebagai gantinya ia mengatakan bahwa waktu adalah satu khasanah alam semesta yang Tuhan ciptakan, dan tidak ada waktu sebelum Tuhan menciptakan alam semesta.

Apakah ada causa prima, penyebab pertama? Kalau ada causa prima lalu sebelum causa prima itu, ada apa? Wah, kepala mulai pening. Saya berhenti dulu meneruskan membaca buku ini.

Hayo, sebelum ada alam semesta ini, yang ada apa?

Lalu sebelum penciptaan, Tuhan kerja apa?

Hawking bilang ya ada penciptaan atau tidak ada penciptaan (forever), alam semesta ini sudah ada terus berkembang dan nanti akan menyusut.

Tampaknya ia lebih yakin, Tuhan tidak perlu ada. Konsep Tuhan cenderung hanyalah rekaan manusia, yang terpesona mengamati alam semesta, dan tidak mengerti bekerjanya hukum alam.

Perubahan alam semesta, seperti tabrakan bintang, bintang punah cocok dengan teori evolusi Darwin yang disetujui Hawking.

Cogito ergo sum. Saya ada jadi saya berpikir. Ada yang bilang sebaliknya, Sum ergo cogito. Saya ada maka saya berpikir. Coba kalau gak ada, ya bagaimana kita bisa berpikir.

Satu kelebihan Hawking dari Einstein adalah dia lebih menguasai matematika. Einstein mengaku kurang serius belajar Matematika sehingga telat membuat persamaan relativitas. Kalau beristri, keduanya sama-sama kawin 2 x. Hehehe

Dari segi rasional tanpa ajaran agama, ya Tuhan ibarat gajah yang diraba orang-orang buta.

Si buta A meraba gading ya gajah itu seperti kayu yang melengkung.

Si buat B yang pegang ekor, ya gajah itu ya seperti ular-lah.

Si buta C yang meraba kaki gajah mengatakan ya gajah seperti batang pohon pendek yang kasar.

Apa pun, gambaran gajah menurut tiap orang buta, gajah ya gajah yang satu dan sama yang kita ketahui.

Apa pun pemahaman Tuhan oleh manusia, ya ibarat orang-orang buta meraba dan menggambarkan gajah berdasarkan apa yang dirabanya.

Betapa pun gambaran Tuhan menurut beragam manusia dari berbagai agama dan kepercayaan, Tuhan ya tetaplah Tuhan yang satu dan sama.

Epilog Sang Maestro Stephen Hawking: Akhirnya percaya eksistensi dan peran Tuhan serta hidup setelah mati?

Apakah suatu bentuk kesadaran (atau suatu bentuk kecerdasan) berada di balik penciptaan alam semesta? Itu adalah hal yang amat mungkin. Itulah pernyataan Stephen Hawking pada tahun 2017.

Setelah berpulangnya sang maestro ini, berita-berita dan ulasan serta video membahas bahwa ia tidak percaya Tuhan. Ia mengaku sebagai seorang ateis. Namun, pernyataan Stephen Hawking mengindikasikan bahwa ia memberi ruang, memberi peluang terhadap faktor Tuhan dalam penciptaan dan kehidupan setelah kematian manusia.

Dalam presentasi di hadapan mahasiswa di Universitas Cambridge, ilmuwan terkenal di dunia ini menyatakan bahwa tahun-tahun penelitiannya tentang penciptaan kosmos telah membawanya untuk mengisolasi faktor ilmiah aneh yang menurutnya bertentangan dengan hukum fisika universal.

Berikut ini penjelasan tentang pernyataan itu.

Fisikawan dan kosmolog teoretis Inggris, Stephen Hawking, mengejutkan komunitas ilmuwan minggu lalu saat dia mengumumkan dalam sebuah pidato di Universitas Cambridge bahwa dia percaya bahwa “suatu bentuk kecerdasan” sebenarnya berada di balik penciptaan Alam Semesta.

Fenomena aneh inilah yang dia namakan faktor Tuhan, menjadi asal mula proses penciptaan dan akan memainkan peran penting dalam menentukan bentuk alam semesta yang sebenarnya.

Ilmuwan terkenal di dunia ini mengakui bahwa pengalaman kematian di dekat saudaranya, yang meninggal secara klinis selama 43 menit setelah serangan jantung pada Oktober 2017 lalu, mengubah pandangannya secara radikal tentang sifat kesadaran manusia dan alam semesta secara keseluruhan.

(Saudaranya ini adalah Edward Hawking, yang diadopsi ayah dan ibu Stephen Hawking).

“Saudaraku selalu menjadi teladan bagiku. Pikirannya yang rasional, cerdik, dan tidak sadar telah membentuk kepribadian saya menjadi pribadi saya hari ini dan telah membawa saya ke dalam studi tentang dunia fisika yang menakjubkan. Tapi sejak kecelakaan itu pada bulan Oktober yang lalu, dia telah kembali menjadi orang yang berubah”, kenangnya.

“Dia mengatakan kepada saya tentang keberadaan makhluk hidup, dunia lain yang tidak diketahui manusia, dia  mengatakan kepada saya tentang Tuhan”, ujarnya kepada hadirin, yang tampak terkejut mendengarkan penegasan tersebut.

“Ilmu pengetahuan modern bergantung kepada persepsi bahwa kesadaran terletak di dalam otak manusia, tapi apa yang dialami saudara laki-laki saya selama kematian klinisnya, saya tidak dapat menjelaskannya. Apakah kesadaran berada di luar tubuh manusia? Apakah otak manusia hanyalah reseptor, yang mampu menerima “gelombang kesadaran” karena radio AM / FM menerima gelombang radio? Ini adalah pertanyaan sains modern yang belum terjawab dan bisa mendefinisikan kembali pandangan kita tentang alam semesta dan fisika modern sepenuhnya”, akunya.

Sumber:

http://worldnewsdailyreport.com/stephen-hawkins-admits-intelligent-design-is-highly-probable/

Video: BREAKING NEWS: HAWKING ADMITS GOD DOES EXIST! Pada https://www.youtube.com/watch?v=Ae39R98577Q

Suatu bentuk kesadaran di balik penciptaan mirip dengan pandangan Henri Bergson, filsuf Prancis

PANDANGAN HENRI BERGSON TENTANG PERAN ELAN VITAL DALAM PENCIPTAAN & KESADARAN YANG BERLANJUT SETELAH KEMATIAN

Henri Bergson, 1927

Henri Bergson adalah filsuf Prancis yang amat terkenal di zamannya dan pandangan-pandangannya amat berpengaruh pada abad 19 dan 20, dan bahkan sampai sekarang.

Henri Bergson lahir di Paris, Prancis pada 18 Oktober 1859 dan meninggal akibat sakit bronkitis juga di Paris, pada 4 Januari 1941 (81 tahun).

Pada Januari 1913 Bergson pertama kali berkunjung ke AS untuk memberikan kuliah pertamanya di Columbia University, berjudul Spiritualitas dan Libertas (Kebebasan). Seminggu sebelumnya, The New York Times menerbitkan sebuah artikel panjang tentang Bergson. Artikel ini mendorong banyak orang menyerbu tempat kuliahnya, mengakibatkan kemacetan lalu lintas, kemacetan lalu lintas pertama dalam sejarah Broadway.

Bergson berpendapat bahwa impuls vital atau élan vital itu yang berperan pada awal penciptaan. Selanjutnya, dalam evolusi kreatif, melalui konsep pelipatgandaan (multiplicity), divergensi, dan diferensiasi terjadilah evolusi anekatumbuhan dan hewan. Kemudian, selain insting, intuisi memungkinkan manusia menggunakan impuls kreatif asli untuk memecahkan berbagai hambatan yang muncul dalam upaya mencapai pengetahuan yang benar.

Dari baca-baca di internet tentang Henri Bergson, kami tertarik terhadap pernyataannya, “all the brain was in the mind but not all the mind was in the brain.” Kata “mind” ini sulit diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Karena, maknanya melebihi pikiran. Untuk sementara kita artikan pikiran saja dulu. Jadi terjemahan pernyataan Bergson itu, seluruh otak berada dalam “pikiran” tetapi tidak semua pikiran berada dalam otak”.

Pandangannya tentang ketaktergantungan (independensi) pikiran terhadap tubuh membawa dia mengajukan probabilitas eksistensi pribadi yang berlanjut setelah kematian.

Bergson merahasiakan kegiatannya seperti bermain jailangkung. Namun kemudian diketahui bahwa suatu kesempatan, ia mencoba berkomunikasi dengan arwah temannya yang telah meninggal, juga dengan koleganya filsuf William James, namun gagal.

Seperti dinyatakan William James sebelumnya, Bergson mempertimbangkan hipotesis kehidupan yang terus berlangsung dalam konteks riset telepati dan berkomunikasi lewat perantara (mediumship).

Olah pikir Bergson akhirnya sampai ke gagasan bahwa conscience qui déborde l’organisme, kesadaran meluap melampaui organisme. Gagasan ini membuat ide kehidupan sesudah kematian tampak alamiah (natural) dan mungkin (probable). Akan tetapi, pandangannya ini tidak bisa disamakan dengan hipotesis roh arwah dalam permainan seperti jailangkung.

Henri Bergson meraih Hadiah Nobel Sastra tahun 1927 untuk menghargai gagasan-gagasannya yang kaya dan menghidupkan serta keterampilannya yang brilyan. Ia dianugerahi banyak award yang lain.

Sumber:

https://psi-encyclopedia.spr.ac.uk/articles/henri-bergson

https://en.wikipedia.org/wiki/Henri_Bergson

https://plato.stanford.edu/entries/bergson/

Iklan

Bagaimana ujian nasional (UN) di Belanda?

April 20, 2013

EINDEXAMEN-VWO-NEDERLANDS

Siswa Belanda sedang mengerjakan ujian nasional

The Legatum Institute melaporkan bahwa 87% warga Belanda puas dengan sistem pendidikan negaranya dan 94% penduduk percaya bahwa para siswa memiliki kesempatan untuk belajar dan bertumbuh di sekolah.

Para pengambil keputusan sistem pendidikan Belanda dan negara-negara di Eropa sedang mengintip sistem pendidikan Finlandia yang ngetop di negara-negara OECD dan untuk meniru mereka tak terlalu sulit karena kondisinya tak jauh berbeda. Apalagi, dalam European Union negara-negara di Eropa sedang berproses ke “The United States of Europe“. Sistem kurikulum dan ujian nasional mereka mungkin tak lama lagi akan mengikuti pola Finlandia, yang menghapus ujian nasional di SD dan sekolah menengah dan hanya menyisakan tes matrikulasi untuk masuk ke jurusan di universitas yang sesuai dengan bakat dan minat siswa.

Di Belanda, ujian nasional SD bersifat optional, sekolah boleh memilih ikut atau tidak ikut. Hal ini dinyatakan oleh orang-orang dari CITO (The National Institute for Educational Measurement, semacam Puspendik Balitbang Dikbud di kita) tahun 2001, waktu diundang Pusat Kurikulum. Namun, banyak SD di sana tak mau ketinggalan, ramai-ramai ikut UN agar dihargai masyarakat dan lulusannya mulus masuk sekolah menengah. CITO menyatakan bahwa sekitar 85% SD ikut UN ini.

school_children1

Siswa SD Belanda sedang mengerjakan ujian nasional

Gambaran struktur pendidikan Belanda dapat dilihat pada gambar berikut ini,

Sistem pendidikan Belanda

Tujuan UN SD adalah dasar bagi siswa untuk memilih tiga jalur, yaitu (1) sekolah menengah akademis (VWO) 6 tahun yang merupakan jalur bergengsi masuk universitas. Ya, gymnasium biasanya masuk kategori ini; (2) sekolah menengah umum (HAVO) 5 tahun yang berciri sekolah komprehensif seperti sekolah GCSE di Inggris, semacam gabungan SMP dan SMA di Indonesia; dan (3) sekolah menengah vokasional / kejuruan (VMBO) 4 tahun, semacam SMK di Indonesia. Pada akhir program 3 jalur ini siswa mengikuti ujian nasional tapi nilai yang tercantum di ijasah diambil dari hasil ujian internal sekolah 50% dan 50% dari hasil ujian nasional. Siswa cenderung hanya mengikuti ujian nasional 2 atau 3 mata pelajaran saja. Tidak seperti di Indonesia, siswa SMP harus mengikuti ujian semua mata pelajaran yang diujikan dan siswa SMA harus mengiuti ujian semua mata pelajaran yang diujikan pada jurusan IPA, IPS atau Bahasa SMA.

Pada 2 tahun pertama di sekolah menengah siswa dapat berpindah jalur kalau merasa tidak cocok. Hasil ujian SD juga tidak mutlak menentukan jalur sekolah menengah yang dipilih karena siswa dan orang tua punya kebebasan untuk memilih jenis sekolah yang diinginkan.

Bahasa Inggris menjadi mata pelajaran wajib di SD dan di sekolah menengah akademis dan umum ditambah pilihan mata pelajaran bahasa asing lainnya. Bahasa asing lain yang populer dipilih adalah bahasa Jerman dan Prancis.

Di samping UN, CITO menerbitkan tes-tes pilihan dalam mata-mata pelajaran, seperti Bahasa Belanda, Bahasa Inggris, Matematika, mata-mata pelajaran IPA dan IPS yang dapat diikuti siswa agar guru bisa memantau kemajuan belajar siswa. Tes-tes ini berciri diagnostik dan hasil diagnosis guru dapat digunakan untuk meningkatkan pembelajaran dan membantu siswa.

Ujian nasional di Belanda bukan seperti di Indonesia yang mendewakan tes pilihan ganda. Di sana berbagai bentuk alat penilaian digunakan, yaitu tes lisan, tertulis (tes jawaban terbuka atau esai dan tes pilihan ganda), serta praktik. Pendewaan tes pilihan ganda ternyata berdampak kepada upaya contek-mencontek, kebocoran soal melalui beredarnya kunci jawaban, guru bahkan pengawas membantu siswa mengerjakan ujian, dan pernah malah diterjunkan Densus 88 untuk menggerebek siswa yang sedang mengikuti UN.

Exames_Image7

Ujian nasional SMA di Belanda tidak dibuat seram alias genting. Siswa boleh bawa kamus dan rumus. Tapi, soalnya berbentuk esai sehingga mungkin tidak sempat buka kamus dan lihat rumus. Yang penting, kecurangan bisa ditekan seminimal mungkin agar tidak membuayarkan buah pendidikan karakter yang dibina sekian lama.

 

Untuk mengatasi kebocoran soal dan karut marut ini diintroduksi 20 jenis kertas ujian yang berdampak kepada keterlambatan pencetakan dan pengiriman bahan ujian ke sekolah. Belum lagi jika dipersoalkan apakah 20 jenis kertas ujian itu memiliki validitas kesetaraan. Mungkin ada benarnya kata para pengusaha, “Kalau pemerintah itu suka mempersulit apa yang sebenarnya mudah dikerjakan, tapi kalau pengusaha suka mempermudaha apa yang sulit dikerjakan.”

Kalau kita belum bisa mengikuti sistem pendidikan Finlandia yang menghapus ujian nasional, paling tidak kita bisa mengikuti format ujian nasional yang dicontohkan Belanda dan juga negara-negara lainnya.

Sumber:

http://www.ncee.org/programs-affiliates/center-on-international-education-benchmarking/top-performing-countries/netherlands-overview/netherlands-instructional-systems/

http://myinternationaladventure.com/01/live-in-the-netherlands/4/

 

Kunjungilah posting yang berkaitan:

https://sbelen.wordpress.com/2013/04/17/sedih-menyaksikan-amburadulnya-ujian-nasional-un-tahun-ini/

https://sbelen.wordpress.com/2010/05/08/ganti-sistem-ujian-nasional-dengan-menerapkan-sistem-open-book-test-dan-tes-terstandar/

https://sbelen.wordpress.com/2008/12/29/belajar-aktif-pakem-ujian-nasional-un-ibarat-air-dengan-minyak/

https://sbelen.wordpress.com/2011/08/08/mengapa-mutu-pendidikan-finlandia-terbaik-di-dunia/

https://sbelen.wordpress.com/2011/05/15/mengapa-peringkat-kelulusan-un-2011-siswa-smantt-tetap-di-nomor-buntut/

https://sbelen.wordpress.com/2011/01/11/3-tahun-banyak-siswa-tak-lulus-un-pecat-guru/

https://sbelen.wordpress.com/2008/07/30/tes-remidial-di-sd-sma-dan-sma-itu-salah-kaprah/

https://sbelen.wordpress.com/2008/07/09/mengapa-kita-memaksa-siswa-mempelajari-semua-mata-pelajaran/

https://sbelen.wordpress.com/2011/05/16/hasil-un-ntt-jeblok-tas-anak-sekolah-ntt-kempes/

 

 

 

Iklan

Naik kambing

Sakit kanker

 

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

https://sbelen.wordpress.com/2013/04/15/sano-ramuan-herbal-berkhasiat-mulai-bisnis-di-usia-62-tahun/

Gambar spanduk Sano

sano-serang-sel-kanker

Kartu nama Yuni 3

Mau membuat anak Anda brilian? Cerdas? Belajar musik

April 4, 2011

Guna mendapatkan gambaran lengkap tentang hubungan musik dengan kecerdasan dan otak, silahkan klik file powerpoint berikut ini!

Belajar musik anak lebih cerdas

Terapkan di keluarga Anda, di sekolah Anda, di lingkungan Anda setelah membaca file ini. Pasti anak lebih cerdas dan lebih kreatif.

Kunjungi pula posting:

https://sbelen.wordpress.com/2011/04/04/konduktor-orkestra-berusia-3-tahun/

Seorang anak berusia 3 tahun mampu menjadi konduktor orkestra yang hebat.

Iklan

Cowok di tengah hadirin

Hepatitis

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

sano-sembuhkan-hepatitis

Kartu nama Yuni 2

Omong kosong menatar belajar aktif melalui ceramah tentang belajar aktif!

Februari 1, 2009

51885388hoderoschmetterlinghttpwwwpbasecomerichmanglimage51885388

Proyek demi proyek penataran guru dan kepala sekolah setiap tahun hanya menghamburkan dana negara. Ini terjadi karena umumnya pelatihan guru didominasi ceramah para tutor, bahkan ada yang dimulai dari Pukul 9.00 pagi sampai dengan Pukul 9.00 malam. Kerja individual atau kelompok dalam porsi waktu terbatas cenderung tertuju ke membuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) dan silabus. Itu memang perlu tapi hanya demi kepentingan administratif.

Padahal, jumlah tetek-bengek urusan administrasi guru sudah mencapai angka 24. Gila benar cara kerja orang Indonesia! Sepengetahuan saya belum ada negara lain di dunia yang “mengalahkan” rekor beban administrasi guru Indonesia. Tugas administratif menjadi fokus kepala sekolah, pengawas, dan pembina Dinas Pendidikan di daerah untuk mempermainkan tongkat komando penanda cengekraman kekuasaannya kepada guru, sang pahlawan tanpa tanda jasa. Pengawas yang datang ke sekolah tidak masuk ke ruang kelas untuk mengamati cara guru mengajar dan memberi advis yang relevan. Malah, yang diminta pertama kali adalah di mana RPP sesuai KTSP? Tunjukkan! Dan, mengalirlah serapah kritik tak berujung pangkal! Itu hanyalah demonstrasi inkompetensi pengawas!


larangan-2sbelen1

Dampaknya adalah pola mengajar tradisional guru malah memperkuat kesalahan yang dibuat orang tua dalam mendidik anak seperti terlihat pada gambar ini.

Tradisi pengajaran tradisional zaman baheula tak bisa dihentikan. Karena itu, beberapa tahun lalu, dalam penataran guru, kepala sekolah, dan pengawas sering saya lontarkan guyonan: “Kita goreng saja para pengawas di wajan dengan minyak panas. Lalu, kita keluarkan dan mudah-mudahan mereka menjadi manusia baru.” Di Inggris pada awal tahun 1990-an, profesi pengawas dihapus dalam sistem pendidikan Inggris. Karena, pengawaslah yang menjadi penghambat inovasi, padahal job description tugasnya adalah membina guru.

Pengawaslah yang menjadi “penghalang” gelombang semangat guru melakukan pendekatan belajar aktif yang sudah dimulai sejak tahun 1970-an. Jika seorang pengawas tidak berkunjung ke sekolah, kata guru-guru Inggris: “Nobody says, I miss my supervisor!” (Tak ada guru yang bilang ia kangen pengawas agar cepat berkunjung ke sekolah). Pemerintah Inggris memutuskan, OK, siapa yang mau menjadi pengawas silahkan. Tapi, pemerintah tak mau membayar. Kalau guru dan kepala sekolah merasa Anda seorang yang ahli dan kompeten, mereka dipersilahkan mengundang dan membayar Anda. Nah, dipilihlah mantan pengawas sekitar 200 orang yang berkedudukan di ibukota dan tugas mereka hanyalah melakukan audit keuangan sekolah sekali per tahun. Tamatlah profesi pengawas di Inggris.

imagesphphttpimageskompascomimagesphppathctz2img_1439

Perilaku pengawas kita cenderung seperti terlihat di dunia militer.

Di Indonesia banyak pengawas yang telah bertransformasi menjadi fasilator bagi guru setelah mendapatkan bantuan profesional melalui program Sistem Pembinaan Profesional (SPP) CBSA yang dimulai di Cianjur pada tahun 1979, kerja sama ODA Pemerintah Inggris melalui The British Council dengan Pusat Kurikulum Balitbang Depdikbud. Gelombang gerakan ini terhenti pada awal tahun 1990-an karena kesalahpahaman yang terjadi di internal Depdikbud. Gerakan ini kembali dihidupkan melalui program Manajemen Berbasis Sekolah (MBS)-Pakem (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan) di tingkat SD, yang digerakkan oleh Unicef dan Unesco bekerja sama dengan Depdiknas sejak tahun 1999. Kini berbagai LSM internasional seperti US-Aid, Aus-aid, Save the Children, World Vision, Plan International, Compassion Indonesia, Bank Dunia, dan sederet LSM lain telah berkiprah mendorong gelombang gerakan inovasi ini. Dan, gerakan ini telah masuk ke dalam sistem beberapa unit utama Depdiknas dan dinas pendidikan di wilayah sasaran.

Bulan November 2008 lalu, kami terlibat dalam program Save the Children untuk menatar guru, kepala sekolah, dan pengawas di Pulau Bacan, Maluku Utara. Di bulan Januari 2009 ini kami menatar lagi guru dan kepala sekolah dari wilayah Pulau Seram dan Ambon bersama Pak Mohammad Miftahudin dan Ibu Alison Peareth dari Save the Children. Para pengawas kali ini tak ikut karena mereka telah mengikuti penataran terdahulu.

Berikut ini kami sajikan oleh-oleh foto sebagai bahan refleksi dan pemercik gagasan kita bersama.

p1000871

Menggunakan balon, sedotan, lem, dan spidol untuk menciptakan sebuah objek yang indah menurut kelompok.

p1000772

Lebih baik menggunakan kartu untuk belajar matematika daripada berjudi.

p10005511

Lokakarya mengembangkan kurikulum berbasis sekolah yang dikenal dengan nama Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang berciri pendekatan belajar aktif.

p1000721

Variasi dalam bentuk lingkaran besar juga penting dilakukan, terutama untuk kegiatan icebreaker.

p1000698

Kerja sama kelompok antara yang tua dan yang muda, antara kepala sekolah dan guru, antara laki-laki dan wanita, dan antara orang yang beragama berbeda.

p1000870

Setiap orang berpartisipasi memberikan sumbangan gagasan dan uluran tangan menciptakan suatu objek atau bangunan yang indah.

p1010097

Menggambar orang-orangan pada kertas lebar yang dilem sebagai starting point tema “Diri Saya”

p1010083

Sebelumnya, buatlah garis-garis berpetak untuk menghitung luas tubuh.

p10100961

Kepala sekolah ini tak jaga gengsi. Ia langsung membuat garis-garis dengan spidol besar.

p10008891

Peserta bebas memilih tempat mengerjakan tugas kelompok. Kalau bisa belajar di luar kelas, mengapa memaksa anak duduk manis, dengar, catat, dan hafal di dalam kelas?

p1000967

Versi teks gubahan guru dari lirik lagu “Naik-naik ke puncak gunung” untuk mengajarkan matematika.

p1000959

Guru dilatih membuat poster yang dipajang di ruang kelas. Inilah poster lagu “Oh Maluku” yang digubah untuk mendorong rekonsiliasi masyarakat Maluku pasca-kerusuhan!

p1000932

Ibu Poppy Siahaya dari Masohi, Seram sedang menilai kompetensi menanam tanaman dalam pot dengan menggunakan indikator-indikator kompetensi.

p1000933

Dimulai dari mengamati dan menilai daun, kemudian batang, tanah, tunas, dan keserasian tanaman dengan pot.

p1000579

Sabar, Pak. Main gitarnya nanti ya! Sekarang bekerja dulu.

p1000853

Langsung catat pada pajangan sebelum lupa.

p10005801

Kelompok ini paling senang memilih bekerja di pondok mungil yang indah di area Baguala Resort.

p1000881

Melakukan wawancara di cafe untuk mencatat data perkembangan keuntungan cafe di sebelah kolam renang ini.

p1000905

Melaporkan hasil kerja kelompok melatih berbagai kompetensi berkomunikasi.

pic_1414

Pengalaman dari penataran akan mendorong guru meminta anak tampil di depan kelas guna melatih keberanian anak.

Ruang di depan kelas hendaknya tidak digunakan untuk menghukum anak bernyanyi, atau menyetrap anak, atau dipermalukan melalui kritik guru yang menjatuhkan semangat anak. Karena, dampaknya adalah disuruh maju ke depan akan menjadi ‘doa’ anak setiap hari agar jangan sampai ia dipanggil untuk dipermalukan di depan teman-temannya.

p1000920

Peserta melepas kepenatan dengan berenang di kolam renang satu-satunya yang dibangun di Baguala untuk anak-anak Kota Ambon. Pemilik hotel ini mengabdikan diri untuk mendorong perlindungan hak-hak anak. Dangke Ibu!

pic_1447

Pohon sagu tidak pernah ditanam. Tumbuh sendiri. Manusia hanya diminta mengolahnya menjadi aneka-makanan. Tanaman pakis yang berharga mahal di Jakarta tumbuh seperti rerumputan di hutan. Mau buat sayur tinggal ambil saja di belakang rumah. Ikan-ikan di laut Maluku begitu beragam dan berlimpah. Manusia hanya diminta menangkap, memasak, dan menghindangkan di meja makan. Air berlimpah selalu berada di areal tanaman sagu. Namun, mengapa orang-orang Maluku beralih makan nasi, daging ayam ras, dan junk food serba instan serta minum air mineral dalam botol plastik? Apa yang salah pada bangsa ini?

pic_1445

Kalau kita inginkan anak berekspresi bebas, mulailah mendorong ekspresi bebas peserta pelatihan. Marie, Wia, dan Lia, nona-nona Ambon manise su siap manyanyi dan badangsa. Kapan katong makan papeda lai? Eh, ternyata makan “lem” pung enak lai! He hehe.

pic_1443

Lihatlah tanaman dengan matamu, ciumlah baunya, rabalah ranting dan daunnya! Semakin banyak indra dipakai semakin lancar kerja otak, semakin mudah kita membangun konsep, membangun makna. Dorong anak agar lebih sering menggunakan tangan kiri untuk memberi stimulus kepada belahan otak kanan!

pic_1441

Ibu-ibu kepala sekolah ini sedang mengamati tanaman dan menjadikan tiang sebagai alas buku catatan. Inilah yang persis akan dilakukan anak di sekolah.

pic_1440

Seumur hidup baru kali ini guru meninggalkan dulu buku pelajaran dan langsung mengamati tanaman di alam. Sambil menghirup oksigen segar, kerja otak lebih lancar.

pic_1437

Serius sekali ibu guru muda ini menggambar tanaman yang diamati. Tugas yang jelas dengan batasan waktu yang pasti membuat siswa memanfaatkan waktu secara efisien.

pic_1436

Pak guru muda ini tak banyak berbicara selama pelatihan. Tetapi, begitu ada kegiatan praktik, ia langsung bertindak dan amat tekun bekerja. Belajar tanpa berbuat sama dengan bercinta tanpa menyentuh. Trims, Pak, su bawa air kasi beta waktu haus, tarlalu lama manyanyi!

pic_1435

Rambut bapak kepala sekolah ini sudah banyak beruban. Tapi, ia benar-benar menunjukkan teladan rajin bekerja dalam kegiatan individual dan berperan serta aktif dalam kegiatan kelompok.

p1010193

Mengajar tidak berarti memberi tahu tetapi membawa anak mendekat, mengamati, dan meraba objek yang dipelajari serta memanipulasinya dalam kegiatan percobaan.

pic_1415

Anak turunan Jawa, anak Papua, dan anak Maluku bekerja sama tanpa prasangka rasial dan agama.

pic_1409

Kegiatan belajar yang baik adalah yang berhasil membuat anak terfokus dan terkonsentrasi berpikir melalui pelibatan aktivitas fisik.

p1010170

Jajan yang dijual di sekolah hendaknya memperhatikan kecukupan gizi anak, bersih, dan tak dihinggapi lalat. Selamat makan, nona!

p1010228

Jika Anda mendambakan generasi masa depan memperhatikan pelestarian lingkungan hidup, mulailah dengan hal sederhana, seperti melatih tiap anak menanam tanaman di pot yang setiap hari disiram! Dan, jangan lupa sediakan tempat cuci tangan dan sabun untuk melatih anak hidup bersih dan sehat!

p1010215

Salam belajar aktif dari katong, anak-anak Maluku!

Foto-foto koleksi Miftahudin & S.Belen

Iklan


1243328602_school-abuse

Asam urat yang menyakitkan

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

https://sbelen.wordpress.com/2013/04/15/sano-ramuan-herbal-berkhasiat-mulai-bisnis-di-usia-62-tahun/

Gambar spanduk Sano

sano-sembuhkan-asam-urat-anda

Kartu nama Yuni 2

Cara orang kaya menggunakan laptop

Desember 22, 2008

notebook008the-better-ways-to-use-your-laptop-_-funtasticuscom-humor-fun

notebook009the-better-ways-to-use-your-laptop-_-funtasticuscom-humor-fun

notebook010the-better-ways-to-use-your-laptop-_-funtasticuscom-humor-fun

Sumber:

The Better Ways to Use Your Laptop _ Funtasticus.com Humor & Fun

Perbanyak gunakan tangan kiri untuk mengembangkan otak kanan!

Agustus 30, 2008

Menurut neurosains, tangan kiri kita dikontrol belahan kanan otak. Sedangkan, tangan kanan kita dikontrol belahan kiri otak.

Terbanyak manusia lebih banyak menggunakan tangan kanannya untuk melakukan aktivitas atau kegiatan. Anak-anak di negeri-negeri Barat lebih beruntung karena mereka boleh memberi kepada orang lain dan menerima dari orang lain dengan tangan kiri. Di negeri-negeri Timur, apalagi di Indonesia memberi dan menerima dengan tangan kiri dipandang tak sopan. Nasihat rutin ibu dan ayah waktu anak berjabat tangan atau memberi dan menerima adalah memakai tangan kanan. Mengapa kita begitu menyepelekan tangan kiri? Apa gerangan kesalahan tangan kiri? Bukankah Tuhan memberikan kepada manusia dua tangan untuk dipakai tanpa pesan bahwa tangan kanan lebih baik dari tangan kiri?

Dibandingkan dengan tangan kanan, tangan kiri terlalu sering menganggur. Tidak sering digunakan. Apa akibatnya terhadap perkembangan otak?

Jika kita terlalu sering menggunakan tangan kanan, stimulus atau rangsangan selalu diberikan kepada belahan kiri otak. Potensi otak kiri seperti kecerdasan matematika, kecerdasan logika, kecerdasan bahasa, dan kecerdasan intelektual terlalu sering mendapatkan stimulus. Otak kiri lebih sering bekerja dan amat terbebani. Yang berkembang pesat dan cukup maksimal adalah potensi kecerdasan otak kiri.

Patung saja memakai tangan kiri. Mengapa kita terlalu sering menggunakan tangan kanan?

Jika kita harapkan kreativitas berpikir, kemampuan memecahkan masalah, kecerdasan seni, kecerdasan spiritual, bahkan kecerdasan seksual berkembang maksimal, satu kiat yang amat murah dan mudah adalah memperbanyak atau melipatgandakan penggunaan tangan kiri. Karena, potensi tersebut berada di belahan kanan otak. Dengan cara ini belahan kanan otak diberi lebih banyak stimulus.

Nah, kita menginginkan anak-anak kita kreatif, mampu memecahkan masalah, berdaya cipta dalam bidang seni, menjadi anak yang memiliki kehidupan rohani yang baik, dan bahkan mampu mengendalikan dorongan seksual tatkala remaja. Potensi tersebut terletak di belahan kanan otak anak. Dan, hasil riset menunjukkan bahwa sukses terbanyak manusia dalam pekerjaan dan kehidupan justru disumbangkan oleh potensi belahan kanan otak tersebut. Sumbangan EQ (kecerdasan emosional) dan SQ (kecerdasan spiritual) serta kecerdasan otak kanan lainnya terhadap sukses dalam pekerjaan dan kehidupan sekitar 95%. Sumbangan IQ atau potensi belahan kiri otak hanya sekitar 5%. Sudah pasti kita mengharapkan anak-anak kita berhasil dalam pekerjaan dan kehidupannya nanti. Baca juga post saya pada www.sbelen.wordpress.com dengan judul:

  • Gaya belajar otak kiri dan otak kanan
  • Kinerja otak dan belajar aktif
  • Apa yang mendorong orang bertindak?
  • Apa gaya belajarku? Otak kiri, otak kanan, atau kombinasi?


Nah, doronglah anak agar lebih sering menggunakan tangan kirinya. Sebagai guru atau orang tua, tunjukkan contoh, teladan lebih sering menggunakan tangan kiri. Atau, perlukah kita ikat tangan kanan anak ke badannya sehingga ia terpaksa memakai tangan kiri? Boleh saja, tapi lebih tepat sasaran jika kita ikat dulu tangan kanan guru dan orang tua agar mereka lebih sering menggunakan tangan kiri.

Meningkatkan frekuensi penggunaan tangan kiri dapat dimulai dengan selalu menyisir rambut dengan tangan kiri. Bisa juga bila mengambil barang, dahulukan memakai tangan kiri. Setelah terbiasa, yang lebih sulit adalah membiasakan menulis dengan tangan kiri.

Iklan

book-of-mormon-dance

Osteoporosis

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

Sano sembuhkan osteoporosis

Kartu nama Yuni 2

Mengapa kita memaksa siswa mempelajari semua mata pelajaran?

Juli 9, 2008

Di berbagai negara maju, siswa tidak diwajibkan mengikuti semua mata pelajaran. Terutama pada jenjang SMA, siswa yang bercita-cita menjadi dokter misalnya hanya dituntut lulus ujian nasional untuk 3 mata pelajaran, misalnya Biologi, Kimia, dan Matematika. Siswa yang hendak memasuki fakultas teknik, jurusan teknik mesin misalnya, hanya mengikuti maksimal 4 mata pelajaran dalam ujian nasional. seperti Fisika, Matematika, TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi), dan Bahasa Inggris. Siswa yang berencana menjadi ahli hukum hanya memilih mengikuti ujian 3 mata pelajaran, misalnya Sosiologi, Sejarah, dan Pendidikan Kewarganegaraan.

Mengapa sistem pendidikan Indonesia seolah tidak mau peduli dan tidak mau belajar dari negara-negara lain yang telah berusaha melayani para siswa sesuai dengan perbedaan individualnya? Apakah kemampuan siswa kita jauh melampaui taraf kemampuan siswa di negara-negara maju? Mengapa kita menuntut siswa kita menjadi superman atau superwoman? Betapa”hebat” siswa Indonesia yang dituntut mempelajari sekian banyak mata pelajaran!!!

Non multa sed multum, not quantity but quality. Hukum yang berlaku dalam kenyataan di berbagai bidang, termasuk dalam dunia pendidikan, adalah jika Anda terlalu menekankan kuantitas maka kualitas akan dikorbankan. Kuantitas cenderung berbanding terbalik dengan kualitas. Jika Anda memaksa siswa mempelajari dan mengikuti ujian sekian banyak mata pelajaran, jelas dan terang benderanglah bahwa kualitas belajar siswa akan merosot. Quo vadis, pendidikan Indonesia? Are we going nowhere?

Mungkin tayangan powerpoint berikut ini dapat memperjelas apa yang kami maksudkan. Silahkan klik:

hewan-inggris-di-sekolah-indonesia

Kunjungilah posting yang berkaitan:

https://sbelen.wordpress.com/2013/04/20/bagaimana-ujian-nasional-un-di-belanda/

https://sbelen.wordpress.com/2013/04/17/sedih-menyaksikan-amburadulnya-ujian-nasional-un-tahun-ini/

https://sbelen.wordpress.com/2010/05/08/ganti-sistem-ujian-nasional-dengan-menerapkan-sistem-open-book-test-dan-tes-terstandar/

https://sbelen.wordpress.com/2008/12/29/belajar-aktif-pakem-ujian-nasional-un-ibarat-air-dengan-minyak/

https://sbelen.wordpress.com/2011/08/08/mengapa-mutu-pendidikan-finlandia-terbaik-di-dunia/

https://sbelen.wordpress.com/2011/05/15/mengapa-peringkat-kelulusan-un-2011-siswa-smantt-tetap-di-nomor-buntut/

https://sbelen.wordpress.com/2011/01/11/3-tahun-banyak-siswa-tak-lulus-un-pecat-guru/

https://sbelen.wordpress.com/2008/07/30/tes-remidial-di-sd-sma-dan-sma-itu-salah-kaprah/

https://sbelen.wordpress.com/2011/05/16/hasil-un-ntt-jeblok-tas-anak-sekolah-ntt-kempes/

 

 

Iklan

Anak tendang guru

Sakit kanker

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

sano-serang-sel-kanker

Kartu nama Yuni 3

Ciri-ciri kreativitas Albert Einstein

Juli 9, 2008

earliest-known-photo-einstein

Foto masa kanak-kanak Albert Einstein yang dikenal selama ini

Apakah Albert Einstein menunjukkan ciri-ciri manusia yang kreatif? Apakah ciri-ciri itu menunjukkan sejauh mana Einstein menggunakan potensi otak kanannya? Apakah potensi otak kirinya didukung gaya belajar otak kanan yang menyebabkan Einstein menjadi penemu hebat, ilmuwan terbesar pada millenium kedua?

KREATIVITAS EINSTEIN

Apa saja ciri kreativitas Einstein?

  1. SUKA BERKHAYAL,BERIMAJINASI

Albert Einstein di masa kecil terkenal lamban, suka berkhayal.

Ada selentingan, Einstein agak “terbelakang” waktu kanak-kanak. Ia lambat berbicara, tak banyak bicara sampai usia 3 tahun.

 

  1. SUKA MEMANIPULASI BENDA

Di usia 5 tahun waktu sakit, ia bermain dengan kompas. Ia takjub. Mengapa jarum kompas selalu menunjuk ke arah utara? Ia tak percaya, lalu coba mengakali, agar jarumnya menunjuk ke arah lain. Tapi heran, kompas menolak permainannya!

Ia senang membangun ‘proyek’. Pernah ia membangun rumah dengan menyusun kartu-kartu sampai 14 lantai.

Ia lebih senang dengan proses belajar, bukan hasil akhir.

 

  1. SENANG BELAJAR SENDIRI (OTODIDAK)

Ia sering gagal ujian sejak SD sampai sekolah menengah.

Nilai bagus hanya untuk fisika dan matematika, yang sering dipelajari di rumah. Yang lain serba-anjlok.

 

  1. SENANG KEBEBASAN, ANTI-KEKUASAAN OTORITER

Ia malas belajar karena diajari guru berlagak bos, dan memaksa disiplin kaku.

Ia ‘memberontak’, karena kurang bebas berekspresi dan belajar sesuai minat. Waktu ujian, ia sering alami kesulitan.

Di usia 9 tahun, ia pindah ke gymnasium. Ia gemar bahasa Latin. Ia tekun belajar apa yang diminati & luar biasa menguasainya.

Di usia 12 tahun, Albert berteman dengan Max, mahasiswa kedokteran. Max pinjamkan buku geometri. Albert mendalami kalkulus. Akhirnya, Max sendiri tak bisa menandinginya. Max lalu meminjamkan buku filsafat Kant yang rumit & sulit. Biar ia pusing, menyerah, lalu senang pelajari biologi dan kedokteran. Ternyata Max keliru.

 

  1. SUKA BERTANYA

Ide demi ide merasuk otaknya. Ia tak betah duduk diam mendengarkan guru. Sejak kecil, pamannya memperkenalkan aljabar.

 

  1. KRITIS

Ia tidak senang di sekolah. Tidak disenangi guru dan kepala sekolah. Dicap bodoh.

Pada usia 15 tahun, ia tinggalkan sekolah. Gagal, tak mengantongi ijasah.

Dalam memoarnya, Einstein pernah menulis, KURIKULUM SEKOLAH ADALAH PEMBOHONGAN, TIDAK RELEVAN, MEMBOSANKAN.

Karena kemampuan matematika & fisikanya hebat, ia percaya diri. Dicap sombong & kurang ajar.

Ia menderita karena usaha ayahnya 2 x bangkrut. Keluarga pindah ke Munich di Jerman, dan kemudian ke Milan, Italia.

Tahun 1895, walaupun tanpa ijasah SMA, ia coba ikut tes masuk ETH           (Institut Politeknik Swiss) di Zurich. Tidak lulus!

Ia lalu masuk sekolah menengah di luar Zurich, persiapkan diri agar ‘tembus’ ke ETH.

3006-Young_Albert_Einstein3

 

7. SUKA BERPETUALANG, JUGA DALAM CINTA

Ia indekos di rumah gurunya. Bersama keluarga ini ia mendaki gunung.

Ia bermain biola, berduet dengan Marie, putri Pak kos yang bermain piano. Einstein tampan, berpakaian rapi, sopan, ramah. Marie jatuh cinta. Inilah pengalaman asmara pertama Einstein. Ia punya banyak teman wanita. Ia senang berlayar di Danau Zurich bersama Marie.

Berlayar dan merayu wanita adalah dua kegemarannya selama hidup. Ia gonta-ganti wanita, partner berlayarnya.

 

8. HUMORIS

Pada masa ini ia suka humor, tertawa terbahak-bahak, membuat olokan jenaka.

Dalam setahun, ia berhasil memperoleh sertifikat. Ia mencoba tes masuk lagi & diterima di ETH.

 

9. MENEKUNI APA YANG DISENANGI

Sejak 5 tahun ibunya mengajarkan bermain biola. Ia tertarik & berusaha bermain sebaik-baiknya. Sejak kecil ia senang menekuni apa yang disenangi. 4 tahun di ETH ia sering bolos. Seorang dosen menyebutnya “anjing malas.”

Ia lebih senang membaca & melakukan percobaan sendiri. Akhirnya, lulus juga, meski dengan nilai terendah di kelas.

Ia jatuh hati kepada Mileva Maric, satu-satunya mahasiswi Serbia di kelasnya. Tak begitu cantik, agak pincang, jarang tertawa. Tapi, ia teman diskusi & amat mandiri.

 

10. PANTANG MENYERAH, TAHAN BANTING

@ Einstein melamar jadi guru ETH tetapi ditolak. Akhirnya, jadi guru bantu di sekolah teknik. Gaji rendah. Terpaksa mengajar part time lain & memberi les privat.

@ Mileva hamil, mengungsi ke Serbia & melahirkan anak wanita, Lieserl. Ia sakit-sakitan,diadopsi orang lain & menghilang.

@ Tahun 1902, Einstein bekerja di kantor paten di Bern. Teknisi rendahan.

th.physik.uni-frankfurt.de.barcelona 1923

Ia pun bisa membiayai hidup & meneruskan penelitian mandiri. Ia terbitkan 3 makalah yang menghebohkan. Makalah tentang efek fotolistrik membuahkan hadiah nobel tahun 1921.

Tahun 1903, Einstein & Mileva menikah, tahun 1904 lahir Hans Albert.

Eduard, Mileva, Hans Einstein

Putri Einstein, Eduard, istirnya Mileva, dan putranya Hans

7 tahun bekerja di sana, tahun 1905 meraih gelar doktor dari Universitas Zurich. Tapi, masih susah meraih pekerjaan terhormat.

@ Tahun 1909 ia diterima jadi asisten profesor di Universitas Zurich, 1910 lahir putra kedua, Edouard, 1911 jadi dosen di Praha. Makin mashur.

Di sana ia bertemu saudara sepupunya,   Elsa Lowenthal, berusia 38 tahun, 5 tahun lebih tua, janda dengan 2 putri. Akhirnya, Einstein bercerai dengan Mileva, menikahi Elsa. Tapi, tetap senang merayu wanita. Suami yang tak setia!

elsa-einstein

Einstein dan istrinya Elsa

Ciri-ciri kreativitas inilah yang menghantar Einstein meraih yang melampaui gelar akademis apa pun.

Einstein membuktikan, betapa otak mampu menjangkau yang tak terbayangkan manusia!

Apakah Anda seorang yang kreatif?

  1. Apakah Anda suka berimajinasi?
  2. Apakah Anda suka memanipulasi objek?
  3. Apakah Anda senang belajar sendiri (otodidak)?
  4. Apakah Anda senang kebebasan, anti-kemapanan yang otoriter, melawan arus zaman, terdorong menjadi perintis?
  5. Apakah Anda suka bertanya?
  6. Apakah Anda kritis
  7. Apakah Anda suka bertualang?
  8. Apakah Anda humoris?
  9. Apakah Anda suka menekuni apa yang disenangi, dicita-citakan?
  10. Apakah Ada pantang menyerah, tahan banting?

 

th.physik.uni-frankfurt.de.einstein 1929

 

Bila anda ingin mendapatkan uraian ini dalam bentuk file powerpoint, silahkan klik dan download file ppt ini.

Kreativitas Einstein

 

 

Advertorial

900x900px-LL-ac6c238e_wtf-japan-gif-headbutt

Tekanan darah tinggi

Sano darah tinggi

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

 

Gambar spanduk Sano

Kartu nama Yuni Juli 2015