Posts Tagged ‘Maluku Utara’

Emi, bocah cilik 2 tahun & lingkungan yang bersih

Oktober 31, 2009

IMG_1636

Si Emi, putri cilik Ternate, Maluku Utara menyapu halaman rumah. Kebetulan rumah Emi berhadapan dengan kantor World Vision Indonesia (WVI) Ternate. Saya sempat mengajak omong dengan Emi yang sudah tahu berbicara ramah dengan orang lain.

IMG_1637

Emi belajar memindahkan sampah ke “pengki” agar mudah dibuang ke bak sampah

IMG_1638

Lingkungan rumah Emi sejuk karena ditumbuhi dua pohon jambu air, namun ia harus rajin menyapu agar halaman rumahnya tetap bersih.

IMG_1639

Emi bangga sudah bisa menyapu dan membuang sampah pada tempatnya. Emi mempermalukan kita orang dewasa yang suka membuang sampah di sembarang tempat. Bahkan, sering saya saksikan penumpang mobil sedan mewah membuang sampah dari mobil ke jalan raya. Ini adalah orang “kampung” rezeki kota.

Iklan

Cerita & anak, insan terimajinatif

Mei 13, 2009

Cerita & imajinasi anak

Anak-anak SD Negeri Tarau, Ternate, Maluku Utara duduk melingkar untuk mendengarkan gurunya membaca cerita.

Di sekolah ini tiap hari dalam seminggu anak-anak satu kelas diminta membaca di perpustakaan sekolah. Anak adalah insan yang paling senang mendengarkan cerita karena mereka adalah manusia yang paling suka berimajinasi.

Sumber foto: 123 RF dan koleksi Fujiono (Save the Children)

School assembly: Cerita dari Kalumata, Ternate, Maluku Utara

Mei 5, 2009

Sejak Maret 2009, sebagai konsultan Save the Children, bersama Pak Miftahudin, education specialist Save the Children Jakarta, kami berupaya mengembangkan 5 SD model dalam pendekatan belajar aktif dan MBS (Manajemen Berbasis Sekolah). Pengembangan ini dilakukan melalui pendampingan langsung berupa inhouse training langsung di sekolah. Lima SD yang terpilih adalah SDN Maliaro, SDN Kalumata I, dan SDN Tarau di Pulau Ternate, SDN Cobodoe di Pulau Tidore, dan SD Inpres Babang di Pulau Bacan (Kabupaten Halmahera Selatan). Pimpinan Staf Save the Children Maluku Utara yang mendampingi kami adalah Wilson Sitorus, Harun Anggo, dan Mahyuddin, sedangkan staf pendamping antara lain Nia Susanti, Fujiono, Erwin, Kartini, Agi, dan Jaelani.

dsc_0005

Anak-anak SD Cobodoe, Pulau Tidore sedang bekerja kelompok dalam pelajaran IPA.

dscn3255

Guru-guru SD Inpres Babang sedang berpraktik membuat model kapal setelah kunjungan observasi ke kapal di dermaga Babang yang hanya berjarak 300 m dari sekolah

Walaupun pengembangan SD model ini hanya berlangsung 3 bulan, gejala-gejala perubahan mulai tampak pada kinerja kepala sekolah, staf guru, dan aktivitas belajar anak-anak. Bagi saya pribadi, senyuman yang tampak pada wajah anak-anak polos di “udik” Indonesia ini memberikan semangat bagi tim kami untuk terus mencari solusi bersama para kepala sekolah dan guru untuk melakukan terobosan inovasi.

dscn3150

Seorang anak membaca puisi dalam school assembly di SD Inpres Babang, Bacan, Kabupaten Halmehera Selatan

Salah satu bentuk aktivitas yang diperkenalkan adalah school assembly yang dilakukan sekali seminggu, biasanya pada hari Sabtu. Pada sekali kesempatan kegiatan ini diikuti anak-anak kelas 1, 2, dan 3 dan kesempatan minggu depan anak-anak kelas 4, 5, dan 6. Jika ruang memungkinkan, kegiatan dapat dilakukan seluruh kelas.

Ini adalah salah satu bentuk nyata upaya menciptakan kesempatan bagi anak-anak untuk belajar menampilkan hasil karya belajarnya selama 1 s.d. 2 minggu. Ini adalah kesempatan berpentas untuk melatih anak meningkatkan rasa percaya diri, berani tampil di depan banyak orang, dan berbagi pengalaman dengan sesama siswa. Berbagai kompetensi siswa, seperti berdeklamasi, bermain drama, bermain musik, bernyanyi, memimpin lagu, menari, bercerita, dan berpidato dapat ditumbuhkembangkan dalam acara berkala ini. Kepala sekolah dan guru secara bergantian bercerita atau membaca cerita yang menarik bagi siswa. Pada acara ini berbagai pesan sarat makna dapat disampaikan dalam suasana santai dan ceria. Orang tua dan komite sekolah terkadang diundang untuk menyaksikan acara ini.

dscn3152

Anak-anak SD Inpres Babang menyanyikan lagu yang teksnya dikarang kelompok ini sambil diiringi alat-alat musik dalam school assembly

pic_1625

Anak-anak SDN Maliaro di Ternate sedang mementaskan musik kasidah dalam school assembly di sekolah ini.

Berikut ini, kami sajikan “Cerita dari Kalumata” yang ditulis Nia Susanti. Silahkan klik di sini! school-assembly_kalumata_nia1

Advertorial

Animation_of_the_sick_distributed_Bupparai_traditional_ceremony

Sakit stroke

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

sano-sembuhkan-stroke

Kartu nama Yuni 2

Mengapa minuman botol & kaleng mengganti air masakan sendiri?

Desember 3, 2008

Gugatan ini makin kuat ketika berhari-hari saya di Pulau Bacan di Maluku Utara, 8 jam pelayaran dari Ternate, tak pernah minum air yang berasal dari tanah Bacan. Mulai dari kapal laut, di Dermaga Biru, Labuha, di rumah makan, di hotel, di tempat pelatihan guru, di kantor, dan di pantai selalu saya terpapar dengan minuman air mineral yang kata orang bukan berasal dari Sukabumi, Jawa Barat, tetapi dari Manado, Sulawesi Utara. Beberapa kali saya minta air masakan sendiri di hotel tapi pemilik hotel tak peduli. Malah mereka heran mengapa saya tak puas saja dengan minuman botol air mineral dari Manado itu! Bahkan, di pantai ketika menyaksikan anak-anak SD berenang, mereka malah minum minuman kaleng produksi Jawa.


anak-bacan-minuman-kaleng

Makanan dan minuman yang cenderung kita gemari adalah yang kita konsumsi waktu masih kecil, masih kanak-kanak. Apa jadinya generasi Indonesia masa depan jika mereka ogah memasak air sendiri dan minum air dari tanah tempat mereka berpijak?


anak-bacan-dan-minuman-kaleng

Lebih mudah mencari minuman botol dan minuman kaleng daripada mencari buku di Pulau Bacan. Tak ada toko buku atau kios buku di Kota Labuha, Pulau Bacan. Bahkan di Kota Ternate saja tak ada toko buku. Mana ada penerbit yang mau merintis toko buku di pulau terpencil seperti ini jika penduduknya lebih suka membeli minuman impor dan membayar pulsa HP anaknya daripada membeli buku?

Para siswa sekolah banyak yang belum memiliki buku pelajaran gara-gara janji manis pemerintah tentang buku gratis, buku murah, atau Buku Sekolah Elektronik (BSE). Penerbit swasta tak mau bunuh diri menjual buku pelajaran dengan harga eceran tertinggi Rp 20 000 di luar Pulau Jawa. Mengapa buku pelajaran penerbit swasta dikatakan mahal, padahal jika tiap hari dikumpulkan Rp 3000 s.d. Rp 5000, pada akhir tahun siswa mampu membeli buku pelajaran. Buku pelajaran dikatakan mahal karena dibeli sekaligus pada awal tahun ajaran. Mengapa orang tua memboros uang untuk membeli minuman buatan pabrik di Manado dan di Jawa lalu mengeluh tentang harga buku pelajaran? Mengapa orang tua tak merasa keberatan membeli pulsa untuk HP anaknya tetapi bersungut-sungut bila harus membeli buku yang dibutuhkan anaknya demi masa depan mereka? Mengapa gaya hidup boros ini tidak segera kita koreksi? Mengapa dana negara yang disalurkan melalui DAU dalam hitungan hari mengalir kembali ke Pulau Jawa umumnya dan Jakarta khususnya melalui pola hidup yang bergantung kepada produk impor? Dana yang tersedot ke Jawa itu langsung lari juga ke negara-negara maju yang memegang lisensi minuman impor itu. Mengapa kita begitu bodoh?


botol-minuman-plastik

Masalah ikutan lain adalah sampah plastik yang mencemari tanah yang subur dan laut yang indah Pulau Bacan dan pulau-pulau kecil di Kepulauan Maluku, dan di seluruh penjuru Indonesia. Mengapa kita begitu bodoh?

botol-air-mineral

Meneguk minuman air dalam botol plastik hanya diperlukan beberapa menit. Namun, sampah botol plastik yang dibuang itu akan terurai habis di alam selama belasan tahun. Menurut informasi yang saya peroleh dari seorang yang tahu seluk beluk botol plastik ini, jika botol ini digunakan 2 x saja dapat menyebabkan penggunanya kemudian mendapatkan penyakit kanker. Mengapa kita begitu getol menentang konsumsi rokok tapi kita malah tak menganggap botol plastik bekas yang digunakan lagi dan sampah plastik ini sebagai masalah yang amat gawat?


minuman-kaleng-dan-masakan-sendiri

Minuman kaleng ini cukup lama mengecoh saya karena pada kalengnya tertulis mengandung elektrolit. Apa benar? Mengapa saya tak minum jus jeruk dan makan pisang saja untuk memenuhi kebutuhkan elektrolit tubuh? Sudah berapa rupiah yang terbuang percuma?


minuman-botol-dan-teh-buatan-sendiri

Mari kita kembali minum teh buatan ibu kita sendiri, buatan istri sendiri, buatan kita sendiri! Marilah kita lestarikan kebiasaan minum teh di pagi dan sore hari. Bukankah teh mengandung lebih banyak zat antioksidan daripoada jeruk dan apel?

Advertorial

900x900px-LL-8d8e2d85_tumblr_mblglzouFq1qkg5u5o1_500

Hepatitis

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

 

Gambar spanduk Sano

sano-sembuhkan-hepatitis

Kartu nama Yuni

From Bacan with love: swimming children on the beach. Dari Bacan dengan cinta: anak-anak berenang di pantai.

November 17, 2008

map_malukuhttpbp1bloggercom_lf7q3-sepbysdiv_hh78niaaaaaaaaaekfeil8wmjbcws1600-hmap_maluku1

The map of Maluku archipelago, Indonesia. (Peta Kepulauan Maluku, Indonesia)

httpuploadwikimediaorgwikipediacommonsddekarta_id_maluku_isl1

The map of Maluku Islands. Look at the Bacan Island in the south of Ternate! (Pulau Bacan di selatan Ternate).

Bacan in the afternoon. Beautiful scenery from Talaga Biru beach of Bacan Island.

Bacan in the afternoon. Beautiful scenery from Dermaga Biru beach of Bacan Island.

(Bacan tatkala mentari terbenam). (Photographer: Ayok)

jembatan-perenang

Wooden bridge of Labuha beach in Bacan Island. (Jembatan kayu di Labuha, Kota Bacan, ibukota Kabupaten Halmahera Selatan). (photographer: S Belen)

pic_1165

Chidren are swimming on the seabeach of Labuha in the little town of Bacan (taken by S Belen). (Anak-anak SD berenang di pantai Labuha di Kota Bacan).

preparing-for-jumping

Preparing for making salto jump into the seawater (taken by S.Belen). (Bersiap membuat loncatan salto).

salto-jump

Salto jump to the seawater. (Lompatan salto ke air laut).

melayang-01

“I rule the waves!”

These children are learning a lifeskill of safety by their own choice. In school they are never taught how to swim. Their teachers are busy to make syllabi dan lesson plans based on government-driven curriculum. Many schools located along beaches of Indonesia, especially in urban areas neglect to provide this type of lifeskill education. (“Saya menguasai laut!” Anak-anak ini belajar kecakapan hidup tentang keselamatan, kegiatan belajar pilihan mereka sendiri. Di sekolah mereka tidak diajarkan berenang. Guru-gurunya sibuk membuat silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran / RPP sesuai dengan KTSP. Banyak sekolah di pesisir pantai Indonesia, terutama di wilayah perkotaan lupa atau bahkan alpa memberikan pendidikan kecakapan hidup berenang).

standing-child

I do master swimming competence!

During the time of emergency like tsunami in Aceh, mathematics competencies will not help me. This swimming competence will save my life. And we learn this competence without any teacher, any lesson plan, any book, any teaching aid, any budget. Hi, our teachers (throughout Indonesia), do you help us? Or, do you even destroy our future? (Saya benar-benar menguasai kompetensi berenang! Jika tiba-tiba datang bencana tsunami seperti di Aceh, kompetensi matematika tak akan mampu menolong saya. Kompetensi berenanglah yang akan menyelamatkanhidupkan. Dan kami belajar kompetensi ini tanpa guru, tanpa RPP, tanpa buku, tanpa alat peraga, tanpa dana. Wahai, guru,guru (di seluruh Indonesia), apakah kalian membantu kami? Atau, apakah kalian bahkan menghancurkan masa depan kami?)

flying-to-the-future

Flying to the future.

Childhood is a golden time for learning to face unpredictable life in the future. Child’s brain will develop faster  if  the child makes lots of movements, swims and conduct a variety of chid traditional games. (Terbang ke masa depan. Masa kanak-kanak adalah masa keemasan untuk belajar menghadapi masa depan yang tak terduga. Otak anak akan berkembang pesat jika anak banyak bergerak, berenang, dan melakukan aneka-ragam permainan tradisional.)

siap-terjun-02

I’m courageous to face the waves. Do teachers encourage children to solve problems? Problemsolving is a key concept of lifeskill education. (Saya berani menghadapi gelombang. Apakah guru-guru mendorong anak-anak memecahkan masalah? Pemecahan masalah adalah salah satu konsep kunci pendidikan kecakapan hidup).

thirsty-child

“Welcome the unpredictable future!”

The standing kid on the wooden bridge is holding a softdrink, produced by a company in Java, under license of a multinational corporation. Indonesian children, especially in the cities, face a problem of obecity due to softdrinks and junk food. Bacan people prefer mineral water produced by companies in Java than healthy water from the soil of Bacan. This is a wrong life style which should be changed by teachers. (“Selamat datang, masa depan yang tak dapat diramalkan!” Anak yang berdiri di atas jembatan kayu sambil memegang minimuman kaleng, produksi sebuah perusahaan di Jawa yang mendapatkan lisensi dari salah satu multinational corporation. Anak-anak Indonesia, terutama di kota-kota besar, sedang menghadapi masalah obesitas sebagai dampak minuman ringan dan makanan serba-instan. Penduduk Bacan lebih senang mengkonsumsi air mineral produksi perusahaan di Jawa daripada minum air sehat dari tanah Bacan. Inilah gaya hidup salah yang harus diubah guru-guru).

jumping-quieu

Make a quieu for jumping. Children can organise themselves. (Mengantri untuk melompat. Anak-anak dapat mengatur dirinya sendiri.

flying-in-the-air

“I’m coming! Accept me, please!” (“Saya datang!. Silahkan terimalah saya!”

brave-jump

Exploring into the sea.

Look at the sea instead of looking at the land. The future of Indonesia, especially the future of North Maluku, depends on the vision of maritime excellence. Primary teachers can start with the local content curriculum to be integrated in relevant topics. They will solve the problem of fish bribery by the Thailand fishboats and the use of tigger trawl by rich fishermen and the use of dinamite which destroys sea wealth and treasure of North Maluku. (Menjelajahi laut. Menghadaplah ke laut, bukan menghadap ke darat. Masa depan Indonesia, terutama masa depan Maluku Utara, bergantung kepada visi keunggulan maritim. Guru-guru SD dapat memulai dengan kurikulum muatan lokal yang diintegrasikan ke dalam topik-topik belajar yang relevan. Anak-anak ini di masa depan akan memecahkan masalah pencurian ikan oleh kapal-kapal ikan Thailand, masalah penggunaan pukat harimau dan dinamit yang menghancurkan kekayaan dan harta karun laut Maluku Utara.)

pic_11311

From Ternate to Bacan island, 8 hour journey to Bacan Island. Bacan, where are you? (Dari Ternate ke Pulau Bacan, 8 jam pelayaran di malam hari. Bacan, di manakah engkau?

pic_1196

The head of Halmahera Selatan education office is addressing teachers during the opening of the workshop of master tutors for developing school level curriculum accross the district on 10th of November 2008. This workshop is conducted by Save the Children. From left to right: Mr Ramli, the division head of primary education of the district, the head nof education office, Mr Mifta from Save the children and me. (Kepala Dinas Kabupaten Halmahera Selatan sedang memberi pengarahan dalam acara pembukaan Lokakarya Pelatih Pengembangan KTSP pada 10 November 2008. Dari kiri ke kanan: Pak Ramli, Kepala Dinas, Pak Mifta dari Save the Children, dan saya).

pic_1200

Training participants are listening to the opening address. (Peserta lokakarya mendengarkan arahan).

pic_1206

Icebreaker pasangan melepas tali. Tertawa melancarkan kerja otak. (The icebreaker of releasing the holding strings by a pair. Laughing stimulates brain).

pic_1207

Masih sungkan saling melepas tali yang mengikat pasangan. (Being still uneasy to release the holding strings of this pair)

pic_1189

Bacan, earlly in the morning. (Bacan di pagi hari)

pic_11371

Dermaga Biru, Bacan, menjelang maghrib. (Bacan during the sunset)

pic_1158

Benteng Portugis “Bernaveld” di Pulau Bacan. Bacan dan Maluku Utara yang kaya rempah-rempah, hasil bumi, dan hasil hutan menarik penjajah Portugis, Belanda, dan Inggris datang untuk mengeruk kekayaan wilayah ini. (Portuguese Bernaveld Castle in Bacan Island. The wealth spices, agricultural and forest commodities attracted Portuguese, British and Dutch colonialists to exploitate the natural wealth of this area).

bacan-in-the-afternoon1

Good bye, Bacan! From Bacan with love to children, teachers, people and its natural wealth. (Selamat tinggal, Bacan! Dari Bacan dengan cinta kepada anak-anaknya, guru-gurunya, penduduknya, dan kekayaan alamnya.)

bacan-children-on-becak

Hello, Indonesia! Warm wishes from us, the children of Bacan! (Hallo, Indonesia! Salam hangat dari kami, anak-anak Bacan!)

bacan-little-girls

Original smile of Bacan litte girls. (Senyuman asli gadis-gadis cilik Bacan)

we-are-the-champions

We are the champions!

If Obama’s brain was able to develop by the support of tempe and tohu during his life in Jakarta, we can be better, because fish is our daily food menu. Provide us wtth a variety of access and we are ready to make a quantum leap! Thank you, Save the Children. You come to encourage us to move forward on our own feet. (Kami adalah pemenang! Jika otak Obama mampu berkembang dengan dukungan tahu dan tempe selama hidupnya di Jakarta, kami dapat lebih baik, karena ikan adalah menu makanan harian kami. Berilah kami kesempatan melalui berbagai akses dan kami siap membuat loncatan kuantum. Terima kasih, LSM Save the Children. Kalian datang untuk mendorong kami melangkah maju dengan kaki kami sendiri.

Salam hangat dari Pulau Bacan, Maluku Utara!

Koleksi Foto: Ayok dan S.Belen

Iklan

alison-brie-shirlet-dance-1

Osteoartritis pengapuran tulang

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

Sano sembuhkan pengapuran tulang

Kartu nama Yuni

Belajar aktif dalam Pelatihan Pendidikan di Masa Darurat: Oleh-oleh dari Makassar

Agustus 1, 2008

Tanggal 16 – 21 Juni 2008 kami mengikuti Pelatihan Pendidikan di Masa Darurat di Makassar, bersama teman-teman aktivis LSM Save the Children UK, aktivis LSM lokal, dan pejabat dinas pendidikan dari Maluku Utara, Maluku, Jogjakarta, dan NTT, dan pengembang kurikulum dari Pusat Kurikulum Balitbang, Jakarta. Fokus pelatihan adalah mengenal dan mendalami ciri-ciri keadaan darurat akibat bencana alam seperti tsunami, gempa bumi, banjir dan tanah longsor serta bencana sosial akibat kerusuhan dan perang. Bantuan apa dan bagaimana bantuan pendidikan harus segera diberikan kepada anak-anak. Sasaran yang diprioritaskan adalah anak balita dan anak SD, yang paling rentan terhadap risiko kekurangan gizi, terserang penyakit menular, dan terutama terkena trauma psikis serta pelecehan seksual, bahkan perkosaan.

Pelatihnya adalah trainers dari Save the Children UK yang sudah berpengalaman terjun ke daerah bencana, seperti Kabupaten Belu, NTT (pengungsi Timor Timur), Ambon, Aceh, Maluku Utara, dan Jogjakarta. Mereka pun berpengalaman membantu penanganan bantuan pendidikan, berupa dimulainya Safe Place Area (SPA) atau tempat khusus yang aman, sekolah darurat atau sekolah tenda, dan proses pemulihan kembali ke kondisi pendidikan formal yang normal.

Penyajian foto-foto pada lampiran dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa pendekatan belajar aktif seyogianya diterapkan dalam pelatihan orang dewasa. Hal ini sesuai dengan prinsip andragogi (pendidikan orang dewasa). Belajar aktif tidak hanya tepat diterapkan dalam proses belajar-mengajar di sekolah dalam kondisi normal dan pada pendidikan di masa darurat tetapi juga dalam pelatihan orang dewasa untuk beragam tema. Tanpa itu, pelatihan yang didominasi ceramah bakal tak berdampak karena suara yang masuk lewat telinga kiri akan langsung keluar melalui telinga kanan. Boros, percuma, sia-sia. Ingin melihat foto-foto? Silahkan klik di sini! kenangan-foto-dari-makassar

Bernyanyi sambil bergerak sebagai selingan laporan kegiatan. Sikap jaga jarak pejabat dinas pendidikan tertanggalkan dengan sendirinya

Advertorial

296

Migren & vertigo

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

sano-sembuhkan-migren-vertigo

Kartu nama Yuni