Posts Tagged ‘Kreativitas’

Analisis SWOT Kurikulum 2013 Semua Jenjang & Solusi Kita

Januari 16, 2014

Anak tendang guru

Guru kencing berdiri, siswa kencing berlari

Perkembangan kurikulum Indonesia

Sejak merdeka sampai sekarang telah berlaku 10 kurikulum di Indonesia. Menurut pendapat saya, kurikulum terbaik adalah Kurikulum 1947 yang berorientasi dan menekankan model sekolah kerja (Arbeit Schule, Do School). Contoh sekolah kerja yang terkenal di tanah air adalah Indonesische Nederland School (INS) di Kayu Tanam (sekitar 60 km utara Kota Padang di pinggir jalan dari Padang menuju Bukittinggi) yang didirikan Mohamad Syafei pada tanggal 31 Oktober 1926.  Pelajaran di sekolah ini menggunakan bahasa Melayu (kemudian menjadi bahasa Indonesia) dan bahasa Inggris. Visi M Syafei adalah bangsa Indonesia bisa memenangkan persaingan dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Model sekolah seperti inilah yang dicita-citakan para penyusun Kurikulum 1947 seperti tampak pada dokumen kurikulum yang amat tipis tapi kaya gagasan dan amat substantif menatap masa depan Indonesia. Pelaksanaan belajar aktif pada model sekolah kerja tidak hanya terbatas pada pelajaran rutin tapi sampai kepada menghasilkan produk kerajinan tangan dan prakarya oleh siswa sendiri di bawah bimbingan guru. Implementasi Kurikulum Satuan Pendidikan (KTSP) 2006 dan desain Kurikulum 2013 tidak menganut orientasi ini. Hanya terbatas pada belajar aktif dalam pelajaran rutin. Sedangkan, pendidikan kewirausahaan sebagai wadah praktik konsep sekolah kerja kurang ditekankan. Gagasan sekolah kerja ternyata masih konsisten dilaksanakan di Finlandia. Siswa belajar membuat kerajinan tangan, menjahit, membuat makanan, membuat barang dari logam, mengutak-atik mesin, belajar fotografi, membuat kreasi dengan menggunakan teknologi informasi. Model sekolah kerja yang telah dimodifikasi sesuai dengan tuntutan zaman menyebabkan prestasi siswanya unggul dalam tes-tes internasional. Strengths (Kekuatan) Kurikulum 2013

  • Pendekatan tematik dilanjutkan ke kelas IV – VI SD. Penetapan ini tepat karena siswa usia SD masih berpikir holistik dan dampaknya adalah penghematan waktu dan tenaga serta pengurangan pengulangan dan tumpang tindih. Hanya harus diingat: Tetap ada mata pelajaran tersendiri karena tidak semua kompetensi dasar (KD) dapat seutuhnya diajarkan melalui pendekatan tematik. Mata pelajaran tersendiri, terutama Bahasa Indonesia dan Matematika harus diajarkan tersendiri juga karena tidak semua KD dapat seutuhnya diajarkan melalui pendekatan tematik. Jika semua KD diajarkan melalui pendekatan tematik, akan terjadi pendangkalan penguasaan kompetensi, terutama kompetensi membaca dan menulis siswa akan lemah. Inilah pelajaran atau hikmah dari implementasi KTSP 2006 yang melalaikan pelajaran tersendiri terutama untuk Bahasa Indonesia dan Matematika.
  • SMP: IPA dan IPS diajarkan / dipelajari secara terpadu. Tidak seluruh KD mata pelajaran dapat diajarkan secara terpadu. Ada KD yang tak bisa dipadukan. Perlu diajarkan tersendiri sebagai mata pelajaran terpisah. Tampaknya pembelajaran terpadu ini sulit dilaksanakan karena guru hanya disiapkan mengajar satu mata pelajaran selama studi di lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK).
  • Penjurusan (dengan istilah peminatan pada Kurikulum 2013) di SMA langsung dimulai dari awal kelas I (kelas X). Kebijakan ini memungkinkan siswa lebih mendalami mata-mata pelajaran jurusan. Namun, porsi jam pelajaran per minggu pada Kelompok A (Wajib) dan Kelompok B (Wajib) yang bersifat umum (bukan peminatan / jurusan) mencapai  24 jam atau 50% dari seluruh beban jam pelajaran per minggu (48 jam). Porsi jam pelajaran per minggu Kelompok C (Peminatan) adalah 24 jam atau 50% dari total jam pelajaran per minggu di SMA. Maksud penjurusan sejak awal untuk mengurangi beban belajar siswa ternyata tidak tercapai.
  • Dimasukkan Pancasila sehingga Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) pada KTSP berubah nama menjadi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn).
  • Pelajaran Sastra di SMA dan SMK lebih diperhatikan.
  • Pramuka ditekankan.
  • Imbauan dan dorongan melaksanakan kurikulum melalui belajar aktif karena kurikulum ini menekankan proses.
  • Pendidikan kewirausahaan masuk di SMA dan SMK dalam mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan dengan porsi waktu 2 jam pelajaran per minggu.

Senam push up

Weaknesses (Kelemahan) Kurikulum 2013

  • Penekanan pengembangan karakter siswa melalui pembelajaran. Padahal yang paling efektif melalui proses peneladanan dan pembiasaan, bukan melalui proses pembelajaran. Betapa pun, hal ini cukup baik agar guru tak lupa memperhatikan pengembangan karakter siswa.
  • Mengapa jam pelajaran agama ditambah? Di SD dari 3 menjadi 4 jam dan di SMP, SMA, dan SMK dari 2 menjadi 3 jam. Padahal, seperti pendidikan karakter, pendidikan agama lebih efektif dilakukan melalui proses peneladanan dan proses pembiasaan. Proses pembelajaran hanya mendukung kedua proses itu. Karena itu, sebenarnya untuk pembelajaran agama cukup 2 jam karena hanya dibatasi pada kegiatan belajar agar siswa lebih mendalami ajaran agama. Praktiknya lebih terfokus kepada proses peneladanan dan proses pembiasaan.
  • Memperkuat mata pelajaran perekat bangsa -> OK setuju. Tapi mengapa hanya dibatasi pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, PKn, Agama, dan Matematika? Mengapa IPS, terutama Sejarah tidak masuk? Malah digabungkan ke PPKn? Kalau Matematika sebagai mata pelajaran universal yang berlaku untuk semua bangsa di dunia masuk, mengapa IPA tak dimasukkan padahal IPA adalah mata pelajaran universal juga?
  • Alasan Mendikbud mengubah kurikulum (KTSP 2006) adalah deradikalisasi bangsa Indonesia yang terjebak dalam konflik vertikal dan horisontal dan ancaman terorisme. Namun, penekanannya justru kepada mata-mata pelajaran “perekat bangsa” tanpa didukung dan diikat oleh konsepsi substantif, seperti pendidikan lintas budaya atau pendidikan multikultural (multicultural education). Tak mungkin tercipta kehidupan yang damai di Indonesia jika masih ada konflik antar-agama dan konflik antar-aliran dalam satu agama.  Motif deradikalisasi malah dilakukan melalui penambahan jam pelajaran agama, bukan melalui membuka peluang bagi siswa untuk mengenal tradisi agama-agama lain selain agamanya agar menghargai agama lain. Bahkan, Kompetensi 1 yang harus mewarnai berbagai KD semua mata pelajaran malah menekankan agar siswa menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang dikutip dari Kakawin Sutasoma karangan Mpu Tantular sekitar abad ke-14 Masehi justru mengajarkan toleransi antara umat Hindu Siwa dengan umat Buddha. Buddha dan Siwa merupakan dua zat yang berbeda, tetapi bagaimanakah bisa dikenali? Sebab kebenaran Jina (Buddha) dan Siwa adalah tunggal. Terpecah belahlah itu, tetapi satu jugalah itu. Tidak ada kerancuan dalam kebenaran. Apakah isi kurikulum pendidikan agama 2013 menekankan toleransi dengan penganut agama lain?
  • Menambah jumlah jam pelajaran per minggu: SD 4 jam, SMP 6 jam, SMA 2 jam, dan SMK menjadi 48 jam per minggu (24 jam atau 50% untuk kelompok mata pelajaran A dan B) -> Alasan tak jelas. Perbandingan antar-negara tidak jelas. Finlandia malah nomor I di dunia padahal jumlah jam pelajarannya sedikit. Yang penting pelajaran menyenangkan atau tidak. Faktor metodologi lebih penting daripada lamanya waktu. Indonesia: Jumlah hari belajar efektif termasuk yang tertinggi di dunia, sama dengan Korea Selatan.
  • Jumlah mata pelajaran masih banyak. Dikurangi tapi mengapa jumlah jam per minggu ditambah menjadi tertinggi di dunia? Di SD jumlah mata pelajaran dikurangi dari 10 menjadi 8 tapi jumlah jam per minggu ditambah dari 32 menjadi 36 jam (ditambah 4 jam di kelas IV, V, dan VI). Kalau tambahan 4 jam ini dikonversi dengan patokan 1 mata pelajaran 2 jam per minggu, jadinya jumlah mata pelajaran dalam pelaksanaan konkret di lapangan ditambah 2 mata pelajaran sehingga sama saja dengan 10  mata pelajaran dalam KTSP 2006. Jadinya bertambah 2 mata pelajaran dari sudut pandang waktu dalam Kurikulum 2013. Di SMP jumlah mata pelajaran dikurangi dari  12 menjadi 10 mata pelajaran tapi jumlah jam per minggu ditambah dari 32 menjadi 38 jam (ditambah 6 jam). Kalau tambahan 6 jam ini dikonversi dengan patokan 1 mata pelajaran dengan 2 jam per minggu, jadinya jumlah mata pelajaran dalam pelaksanaan konkret di lapangan ditambah 3 mata pelajaran sehingga sama saja dengan 13 mata pelajaran. Jadinya bertambah 1 mata pelajaran dari sudut pandang waktu dalam Kurikulum 2013. Di SMA jumlah mata pelajaran dikurangi dari  18 menjadi 16 dan 15 mata pelajaran tapi jumlah jam per minggu ditambah dari 38 menjadi 42 jam di kelas II dan III (ditambah 4 jam). Kalau tambahan 4 jam ini dikonversi dengan patokan 1 mata pelajaran 2 jam per minggu, jadinya jumlah mata pelajaran dalam pelaksanaan konkret di lapangan ditambah 2 mata pelajaran sehingga menjadi 18 dan 17 mata pelajaran. Jadinya di SMA sebenarnya jumlah mata pelajaran hampir sama dari sudut pandang waktu dalam Kurikulum 2013. Di SMK jumlah jam pelajaran per minggu bertambah dari 42 atau 44 menjadi 48 jam per minggu (ditambah 6 atau 4 jam). Kalau dikonversi jadinya bertambah 3 atau 2 mata pelajaran.

Total jam pelajaran berbagai negara

Total jam pelajaran di Finlandia sedikit, nomor 2 tersedikit namun prestasi siswanya unggul di peringkat atas pada tes-tes internasional. Non multa sed multum (makin sedikit makin baik) Mengapa Kurikulum 2013 menambah jam pelajaran? Apakah dengan belajar lebih lama anak Indonesia akan lebih pintar?

Finnish lessons

Pelajaran dari Finlandia:

“Lebih sedikit tes, lebih banyak belajar”

“Lebih banyak kreativitas, lebih kurang standardisasi”

“Pencegahan, bukan perbaikan”

“Anak-anak harus bermain”

  • Dengan dihapuskannya muatan lokal pada Kurikulum SD 2013, jam muatan lokal yang biasa diisi dengan pelajaran bahasa Inggris kehilangan kapling. Ini adalah satu kemunduran karena semakin banyak negara di dunia telah memasukkan pelajaran bahasa Inggris sejak SD, seperti Korea Selatan, Jepang, RRC, Arab Saudi, Suriah, Israel, Belanda, Prancis, dan Jerman.
  • Khusus mengenai bahasa asing kedua atau bahasa asing lainnya di SMA, pada Kurikulum 2006 bahasa asing lain selain bahasa Inggris, seperti bahasa Jerman, bahasa Prancis, Bahasa Jepang atau bahasa Mandarin diajarkan selama tiga tahun, dari kelas X s.d. XII. Sayang, dalam Kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa asing lainnya itu dihilangkan Hanya diajarkan untuk peminatan bahasa. Ini amat merugikan negeri kita dalam persaingan global di abad ke-21. Di negara lain yang selama ini memenangkan persaingan ekonomi global, bahasa asing kedua, bahkan ketiga diajarkan selama 3 tahun di SMA. Dampak lainnya adalah pemecatan guru-guru bahasa asing lain di SMA. Nanti jika kurikulum berubah, sekolah sulit lagi mencari guru bahasa asing lain.
  • Pada sejumlah mata pelajaran, umumnya materi / kompetensi cenderung“sama” dengan Kurikulum 2006 (KTSP). Pertanyaan yang wajar diajukan adalah mengapa diganti?
  • Dari segi jumlah KD pada KTSP 2006 dalam Kurikulum 2013 terjadi “pembengkakan” jumlah KD. Jumlah KD total menjadi bertambah sebagai akibat digantikannya standar kompetensi dengan 4 kompetensi inti.
  • Kompetensi inti I yang berciri religius, yaitu menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya harus tercermin pada beragam KD mata-mata pelajaran membawa konsekuensi yang serius. Misalnya, contoh KD Biologi SMA. Kelas X: 1.1 Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang keanekaragaman hayati, ekosistem, dan lingkungan hidup. Kelas XI: 1.1 Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang struktur dan fungsi sel, jaringan, organ penyusun sistem dan bioproses yang terjadi pada makhluk hidup. Kelas XII: 1.1 Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang struktur dan fungsi DNA, gen dan kromosom dalam pembentukan dan pewarisan sifat serta pengaturan proses pada makhluk hidup. Dalam pembelajaran Biologi misalnya dibahas tentang teori evolusi Charles Darwin yang berkaitan dengan asal usul manusia. Dari mana manusia berasal? Bagaimana proses penciptaan manusia? Nah, di sini bisa timbul persoalan jika guru Biologi membawa interpretasi agama guru yang bersangkutan. Kita tahu bahwa ajaran tentang penciptaan manusia itu berbeda-beda menurut agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Siswa yang tidak kritis dapat mengalami konflik kognitif karena terpengaruh oleh pandangan agama guru yang berbeda agama.
  • Kewirausahaan kurang ditekankan. Hanya eksplisit di SMA dan SMK dengan alokasi waktu 2 jam per minggu. Tidak tergambar dalam tujuan jenjang sekolah, tujuan kurikuler mata pelajaran. Walaupun hanya 2 jam per minggu pendidikan kewirausahaan sebenarnya dapat diintegrasikan dengan mata-mata pelajaran yang relevan. Misalnya, siswa memelihara ikan, ayam, kambing. Atau, siswa menanam sayur mayur atau tanaman penghasil buah. Praktik pendidikan kewirausahaan dapat diambil dari jam pelajaran Biologi dan Kimia sebagai aplikasi proses biologis dan kimiawi, dari jam pelajaran Ekonomi dan Akuntansi sebagai aplikasi konsep kebutuhan dan harga, promosi produk, dan pembukuan, serta jam pelajaran Matematika untuk menghitung selisih modal dan keuntungan. Orientasi ini tidak tampak dalam KD berbagai mata pelajaran.
  • Di SD penggabungan IPA ke terutama Bahasa Indonesia dan IPS ke terutama PPKn di kelas I – III bermasalah karena mengurangi penguasaan kompetensi siswa dalam mata pelajaran IPA dan IPS. Pengintegrasian semua mata pelajaran ke dalam tema-tema dengan menganut pendekatan tematik dari kelas I s.d. VI baik untuk mengurangi pengulangan dan tumpang tindih KD yang tak perlu. Namun, karena pemilihan tema dilakukan Pusat dan tema-tema yang dipilih masih umum serta tema-tema itu dituangkan ke dalam buku pelajaran, adaptasi dengan tema-tema dari lingkungan sekitar siswa menjadi terhambat. Padahal, di berbagai Negara pemilihan tema konkret dilakukan guru kelas atau guru mata pelajaran.
  • Mata pelajaran IPA dan IPS SMP yang terintegrasi menurunkan penguasaan siswa. Padahal, gurunya adalah spesialis mata pelajaran terpisah sesuai dengan jurusan studinya di fakultas keguruan universitas. Seharusnya dibenahi lebih dulu kurikulum di lembaga pendidikan tenaga kependidikan barulah dilakukan perubahan di lapangan.

tz-intro-o

Albert Einstein pernah tidak lulus ujian nasional SMA sehingga ia terpaksa tinggal kelas. Ketika berbaring di sakit ia diberi hadiah sebuah kompas. Dari sini bermula rasa ingin tahu Einstein tentang hukum yang mengatur alam semesta dan akhirnya mengantarnya meraih hadiah nobel Science dan menemukan Teori Relativitas yang menjadikannya sebagai tokoh ilmuwan terhebat selama milineum kedua. Sanggupkah kita menumbuhkembangkan “ilmuwan muda” (young scientist) jika kurikulum IPA kurang mendapatkan prioritas di SD dan SMP?

  • Pendekatan komunikatif pembelajaran bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sejak Kurikulum 1994 sampai dengan KTSP 2006 diganti dengan pendekatan teks, padahal pendekatan teks itu adalah satu bagian dari pendekatan komunikatif. Dampaknya adalah penguasaan keterampilan-keterampilan berbahasa akan menurun. Padahal, di berbagai negara yang maju di bidang pendidikan, pendekatan komunikatif tetap dipakai.
  • Keberatan silabus kembali disusun oleh Pusat dalam pengembangan Kurikulum 2013 adalah wajar. Mengapa tugas guru mengembangkan silabus diambil alih oleh Pusat? Padahal, pada Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) 2003 dan KTSP 2006 telah 10 tahun guru dibiasakan. Di berbagai negara yang maju di dunia silabus tidak disusun Pusat tapi diserahkan kepada guru agar disesuaikan dengan kemampuan dan konteks siswa.
  • Instruktur Kurikulum 2013 SMK di DIY, Aragani Mizan Zakaria menyatakan, banyak guru SMK menilai isi materi buku pelajaran Bahasa Indonesia dan Sejarah terlalu sederhana. Guru SMK kelas X untuk 2 mata pelajaran ini menilai isi buku itu tidak sebanding dengan tujuan pembelajaran. Para guru dituntut mendorong siswa SMK membangun pola pikir untuk memecahkan masalah, mengelola kelompok kerja, dan menginisiasi penemuan baru. “Mereka menilai isinya terlalu biasa-biasa saja,” kata Kepala SMKN 2 Depok, Sleman. (http://koran.tempo.co/konten/2013/07/30/317395/Guru-Kritik-Panduan-Kurikulum-2013)

1243328602_school-abuse

Opportunities (Peluang) Kurikulum 2013

  • Kurikulum 2013 melanjutkan penekanan kepada metodologi belajar aktif yang telah dimulai sejak Kurikulum 1984, diteruskan pada Kurikulum 1994, Kurikulum Berbasis Kompetensi 2003, dan KTSP 2006. Kompetensi inti ketiga dan keempat mewadahi penekanan ini yang tercermin pada rumusan KD berbagai mata pelajaran. Kalau pendekatan ini konsisten dilakukan guru dari TK, SD sampai dengan SMA / SMK, para guru sebagai pemegang monopoli informasi dalam paradigma  pembelajaran berpusat kepada guru akan beralih ke peran guru sebagai fasilitator dalam paradigma pembelajaran berpusat kepada siswa. Harapan ini bisa tercapai jika lembaga pendidikan tenaga kependidikan menerapkan metodologi belajar aktif dan para guru dibina secara berkelanjutan melalui inservice training yang menekankan praktik langsung tanpa teori berlebihan.
  • Penetapan IPA dan IPS di SMP diajarkan / dipelajari secara terpadu dalam jangka panjang akan mendorong fakultas keguruan mengubah kurikulumnya agar calon guru IPA dan IPS disiapkan sebagai guru bidang studi, bukan guru spesialis mata pelajaran tersendiri.
  • Pejurusan di SMA dari awal kelas I (kelas X) memungkinkan siswa lebih mendalami mata-mata pelajaran peminatan. Yang masih mengganggu adalah porsi mata-mata pelajaran Kelompok A dan B yang bersifat umum yang masih mencakup 50% waktu. Saran kami adalah kepala sekolah dan guru dapat memodifikasi alokasi waktu yang ditetapkan secara nasional dalam Kurikulum 2013 dan dapat pula mengajarkan dengan sistem blok, misalnya Sejarah diajarkan secara intensif dalam waktu 1 – 2  bulan saja sehingga waktu yang tersisa dapat digunakan untuk memperdalam penguasaan mata pelajaran peminatan.
  • Penekanan kegiatan ekstrakurikuler Pramuka amat efektif untuk mengembangkan karakter siswa asalkan dilaksanakan secara serius dan konsisten.
  • Munculnya kewirausahaan dalam mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan di SMA dan SMK merupakan langkah awal agar sekolah mulai memperhatikan pendidikan kewirausahaan yang dapat dilakukan dengan melibatkan guru-guru mata pelajaran yang relevan, seperti Biologi, Kimia, Ekonomi dan Akuntansi, dan Matematika serta mata-mata pelajaran yang relevan di SMK.

4a962ca7_771382cf_4a94a84d_58770434_1245515314_200906210131032906222601_01

Threats (Ancaman) Kurikulum 2013

  • Yang terpenting adalah pembenahan sistem pendidikan secara menyeluruh. “Quality is the result of the system”. Mutu adalah hasil dari sistem. (Edward Demings). Kalau sistem pendidikan guru, rekrutmen guru, prioritas alokasi dana bagi daerah dan sekolah yang tertinggal, manajemen kepala sekolah dan dinas pendidikan, format evaluasi dan ujian nasional, inservice training bagi guru tidak dibenahi, perubahan kurikulum hanyalah isapan jempol, akan sia-sia.
  • Peningkatan mutu pendidikan, prestasi belajar siswa tidak hanya bergantung kepada perubahan kurikulum. Yang lebih penting adalah mengubah mindset guru, paradigma dan kebiasaan guru dari guru sebagai pusat menjadi siswa sebagai pusat dalam proses pembelajaran. Harapan ini akan tercapai jika induksi inovasi ditekankan pada lembaga pendidikan tenaga kependidikan dan sistem inservice training guru dan kepala sekolah dilakukan secara kontinu dengan menekankan praktik dan dilanjutkan dengan inhouse training guru dan kepala sekolah di tiap unit sekolah.
  • Kurikulum yang dikendalikan buku teks (textbook-driven curriculum) dalam pelaksanaan yang selama ini dianut sampai dengan pencetakan buku pelajaran pemerintah yang berbarengan dengan pengembangan kurikulum akan membuat guru kurang kreatif, hanya berperan sebagai penyampai isi buku pelajaran. Padahal, implementasi kurikulum yang berhasil didukung oleh pemanfaatan beragam sumber belajar, seperti pengalaman siswa, lingkungan sekitar, produk cetakan, program audiovisual, serta internet. Buku pelajaran hanyalah satu sumber belajar.
  • Format ujian nasional yang masing berkutat kepada bentuk soal pilihan ganda akan mengkerdilkan capaian kurikulum. Karena, guru cenderung memilih jalan termudah dengan menekankan hafalan dan latihan soal kepada siswa. Belajar aktif yang didengungkan Kurikulum 2013 akan ditinggalkan para guru demi mengejar target lulus ujian nasional. Hanya kompetensi pada tingkat kognitif rendah yang ditekankan para guru. Pengembangan kompetensi psikomotor serta sikap dan nilai akan diselepekan para guru.
  • Walaupun guru adalah ujung tombak pendidikan, tanpa kepala sekolah yang baik ujung tombak itu akan tumpul dan tak akan mengenai sasaran. Tanpa pemberdayaan kemampuan kepemimpinan dan manajemen kepala sekolah, inovasi yang dibawa Kurikulum 2013 hanyalah isapan jempol. Tanpa dukungan manajemen berbasis sekolah yang menekankan transparansi, akuntabilitas, sikap demokratis, kerja sama, dan saling percaya, implementasi kurikulum akan berakhir pada capaian pas-pasan (mediocre).

Struktur program kurikulum Berikut ini disajikan perbandingan struktur program kurikulum SD, SMP, SMA, dan SMK menurut KTSP 2006 dan Kurikulum 2013.

Perbandingan struktur program kurikulum SD 2006 dan 2013

Struktur kurikulum SD 2006 dan 20013

Jumlah mata pelajaran berkurang dari 10 menjadi 8 tetapi jumlah jam pelajaran per minggu bertambah 4, 5, dan 6 jam. Pendekatan tematik yang sebelumnya hanya di kelas I, II, dan III kini diteruskan di kelas IV, V, dan VI. Yang mengkhawatirkan kemampuan berkompetisi di dunia glogal adalah dimasukkannya Ilmu Pengetahuan Alam terutama ke Bahasa Indonesia dan Ilmu Pengetahuan Sosial terutama ke Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di kelas I – III SD. Tak ada negara di dunia yang mengambil kebijakan konyol seperti ini.

conquest-of-space2-1954-o

Perbandingan struktur program kurikulum SMP 2006 dan 2013

Struktur kurikulum SMP 2006 dan 2013

Jumlah mata pelajaran berkurang dari 12 menjadi 10 tetapi jumlah jam pelajaran per minggu bertambah 6 jam.

Struktur program kurikulum SMA menurut KTSP 2006

Mata pelajaran SMA Kelas 1 KTSP 2006

Jumlah mata pelajaran 18 dan jumlah jam pelajaran per minggu 38.

Mata pelajaran SMA Jurusan IPA Kelas XI dan XII

Mata pelajaran SMA Jurusan IPS Kelas XI dan XII

Mata pelajaran SMA Jurusan Bahasa Kelas XI dan XII

Mata pelajaran SMA Jurusan Keagamaan Kelas XI dan XII

Khusus mengenai bahasa asing, Kurikulum 2006 mewajibkan siswa SMA mempelajari bahasa asing kedua di samping bahasa Inggris. Mata pelajaran bahasa asing kedua ini hilang dalam Kurikulum 2013. Apakah ini adalah dampak kerja terburu-buru menyusun Kurikulum 2013?

science-o 5

Struktur program kurikulum sekolah menengah Kurikulum 2013

Mata pelajaran pendidikan menengah

7621300-looking-at-difficult-complex-mathematics-equation-on-balckboard

Struktur program Kurikulum 2013 SMA

Struktur program Kurikulum SMA 2013

Struktur program peminatan Kurikulum SMA 2013

Di SMA jumlah mata pelajaran dikurangi dari  18 menjadi 16 dan 15 mata pelajaran tapi jumlah jam per minggu ditambah dari 38 menjadi 42 jam di kelas II dan III (ditambah 4 jam). Kalau tambahan 4 jam ini dikonversi dengan patokan 1 mata pelajaran 2 jam per minggu, jadinya jumlah mata pelajaran dalam pelaksanaan konkret di lapangan ditambah 2 mata pelajaran sehingga menjadi 18 dan 17 mata pelajaran. Jadinya di SMA sebenarnya jumlah mata pelajaran hampir sama dari sudut pandang waktu dalam Kurikulum 2013.

Struktur program Kurikulum 2013 SMK 3 tahun

Mata pelajaran umum SMK 3 tahun Kurikulum 2013

Struktur program Kurikulum 2013 SMK 4 tahun

Mata pelajaran umum SMK 4 tahun Kurikulum 2013

Di SMK jumlah jam pelajaran per minggu bertambah dari 42 atau 44 menjadi 48 jam per minggu (ditambah 6 atau 4 jam). Kalau dikonversi jadinya bertambah 3 atau 2 mata pelajaran. Proporsi waktu untuk mata pelajaran umum (Kelompok A dan B) 24 jam dan untuk kelompok C peminatan 24 jam. Perbandingannya 50% : 50%.

Struktur program Kurikulum 2013 SMK bidang keahlian teknologi dan rekayasa

Mata pelajaran bidang keahlian teknologi dan rekayasa

Struktur program Kurikulum 2013 SMK bidang keahlian teknologi dan informasi

 Mata pelajaran bidang keahlian teknologi dan informasi

Struktur program SMK Kurikulum 2013 bidang keahlian kesehatan

Mata pelajaran bidang keahlian kesehatan

weird-science-o 4 Kesehatan

Struktur program SMK Kurikulum 2013 bidang keahlian agribisnis dan agriteknologi

Mata pelajaran bidang keahlian agribisnis dan agriteknologi

296

Struktur program SMK Kurikulum 2013 bidang keahlian perikanan dan kelautan

 Mata pelajaran bidang keahlian perikanan dan kelautan

Struktur program SMK Kurikulum 2013 bidang keahlian bisnis dan manajemen

Mata pelajaran bidang keahlian bisnis dan manajemen

education-connection-o 2

Struktur program SMK Kurikulum 2013 bidang keahlian pariwisata

 Mata pelajaran bidang keahlian pariwisata

Struktur program SMK Kurikulum 2013 bidang keahlian seni rupa dan kriya

Mata pelajaran bidang keahlian seni rupa dan kriya

high-school-musical-3-1-o

Struktur program SMK Kurikulum 2013 bidang keahlian seni pertunjukan

 Mata pelajaran bidang kealian seni pertunjukan

  Apa solusi kita?

Rincian berikut ini bukanlah peluang Kurikulum 2013. Walaupun kurang ditekankan atau dilalaikan dalam dokumen Kurikulum 2013, sekolah dapat menciptakan sendiri peluang sesuai dengan tuntutan zaman. Ini adalah contoh berpikir di luar kotak (thinking outside the box).

  • Orientasi kepada berpikir kritis dan memecahkan masalah, komunikasi dan kolaborasi, rasa ingin tahu dan imajinasi, kreativitas dan inovasi, inisiatif dan kewirausahaan, serta pengembangan karakter melalui proses peneladanan dan proses pembiasaan.
  • Peralihan dari time-based education kepada penekanan metodologi belajar aktif. Alokasi waktu dalam struktur program Kurikulum 2013 dapat dimofikasi kepala sekolah dan guru guna memenuhi kebutuhan dan kepentingan belajar siswa. Caranya dengan mengurangi jam pelajaran mata pelajaran tertentu dan menambah jam pelajaran lain dan juga memunculkan mata pelajaran yang dinilai amat penting yang tidak ada dalam Kurikulum 2013.
  • Dari orientasi ilmu kepada kecakapan hidup (life skills).
  • Dari pencari kerja ke pencipta kerja melalui integrasi pendidikan kewirausahaan dalam kurikulum yang berlaku.
  • Dari mendidik anak menjadi konsumen ke arah menjadi produsen.
  • Dari pengajaran berbasis buku teks ke beragam sumber belajar, termasuk teknologi informasi dan komunikasi.
  • Dari penekanan potensi otak kiri ke penekanan potensi otak kanan melalui pengembangan kreativitas sebagai hasil sinergi otak kiri dan kanan.
  • Penerapan hasil penelitian otak ke arah belajar berbasis otak (brain-based learning).
  • Grup perusahaan besar pun diharapkan ikut terlibat merancang kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). “Misalnya kita kontak Astra. Kita nggak mau SMK kita belajar sesuatu yang tidak dipakai pabrik otomotif di sini. Lebih baik kontak dengan mereka kamu pengen kurikulum seperti apa,” jelas Ahok di Balai Kota DKI, Selasa (20/8/2013).
  • Ahok: Bagian Pemprov DKI menyediakan sekolah dan guru. Kurikulumnya diserahkan kepada grup perusahaan otomotif, disesuaikan dengan kebutuhannya. “Daihatsu, Toyota, mobil Eropa seperti apa. Kelas ini urusan Toyota misalnya. Kita adakan kurikulum SMK,” lanjutnya.
  • Kurikulum yang ada masih terlalu umum. Perusahaan masih harus mengadakan pelatihan kepada pekerja barunya.
  • http://news.detik.com/read/2013/08/20/092739/2334759/10/ahok-ingin-gandeng-perusahaan-besar-untuk-rancang-kurikulum-smk
  • Penerapan konsep link & match bisa lebih ditingkatkan dalam penerapan kurikulum SMK.

Berantam

Pendidikan karakter & perkembangan otak Pada Kurikulum 2013 tampak penekanan berlebihan kepada proses pembelajaran sebagai wahana pendidikan karakter. Kurang ditekankan pendidikan karakter melalui proses peneladanan dan proses pembiasaan kepada siswa. Padahal, menurut hasil riset otak terbaru, perkembangan otak anak itu dimulai dari belakang, dari cerebellum untuk koordinasi fisik, lalu ke tengah, yaitu nucleus accumbens untuk memunculkan motivasi dan kemudian amygdala sebagai pusat emosi, dan terakhir prefrontal cortex yang berperan melakukan penilaian dan keputusan benar-salah dan baik-buruk.

 perkembangan otak mulai dari belakang

Otak dan bagiannya

Perkemangan otak judgment terakhir

Perkemangan otak 24 tahun seimbang

Seorang muslim ketika dewasa rajin melakukan sholat dan taat berpuasa pada bulan puasa. Mengapa ia mampu melakukan perbuatan baik itu? Karena, sejak kanak-kanak ia telah dibiasakan melakukan sholat dan belajar berpuasa. Proses pembiasaan ini didukung oleh teladan orang tua. Dari kebiasaan barulah secara bertahap muncul motivasi dan perasaan senang melakukan kebiasaan ini. Hal ini berlaku untuk kebiasaan beribadah pada semua agama.

Perubahan perilaku mulai dari kaki sesuai otak

Apakah anak TK, siswa SD dan SMP telah menyadari kebaikan perbuatan ini? Menurut hasil penelitian otak, pada umumnya orang mampu menilai dan mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan benar-salah dan baik-buruk secara sadar baru pada usia 24 tahun. Ini berarti setelah menjadi sarjana dan mulai bekerja. Karena itu, pendidikan karakter melalui proses pembelajaran bisa terpeleset ke kebiasaan guru memberi nasihat berulang kali kepada siswa agar melakukan perbuatan baik, kebiasaan baik yang dituntut pendidikan karakter. Yang lebih penting adalah siswa dibiasakan melakukan perbuatan dan kebiasaan yang mencerminkan nilai-nilai karakter yang baik. Pembiasaan ini akan berhasil jika didukung teladan dari guru, kepala sekolah, dan orang tua. Dalam dokumen Kurikulum 2013 banyak sekali nilai-nilai pendidikan karakter yang diharapkan ditumbuhkembangkan dalam diri siswa. Kompetensi inti – diambil contoh kompetensi inti 1 dan 2 SMP – tampak penekanan kepada pendidikan karakter. 1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya. 2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya. Kompetensi religius (kompetensi inti pertama) mengandung banyak sekali nilai-nilai religius pada tiap agama. Kompetensi sosial (kompetensi inti kedua) menekankan nilai kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, dan percaya diri. Hal ini dapat menyulitkan guru karena dalam pikirannya berseliweran sekian banyak nilai dan bisa bingung mau menerapkan nilai yang mana. Guna memudahkan guru, kami melakukan simulasi dengan para guru dengan latar belakang agama yang berbeda. Kami gunakan 12 nilai kehidupan (living values) yang digunakan di banyak negara di dunia. Dengan guru-guru yang beragama yang sama, dilakukan curah pendapat nilai mana yang merupakan sebab dan nilai mana yang merupakan akibat. Ditarik garis panah dari nilai penyebab ke nilai akibat.

Hubungan sebab akibat antar nilai kehidupan

Cinta inti nilai kehidupan

Hasil simulasi dengan kelompok guru beragama Islam, kelompok guru beragama Kristen, kelompok guru beragama Katolik, kelompok guru beragama Buddha, kelompok guru beragama Hindu, dan kelompok guru beragama Konghucu ternyata sama. Nilai cinta terpilih sebagai nilai hakiki yang menjadi penyebab, pendorong berkembangnya 11 nilai kehidupan yang lain. Ini berarti guru tak perlu bingung dengan sekian banyak nilai yang dituntut. Asalkan guru dan sekolah terfokus kepada tumbuh-kembang nilai cinta sebagai nilai hakiki, proses tumbuh kembang nilai-nilai karakter yang lain akan lebih mudah dan akan tertanam lebih kuat dalam diri siswa. Pendidikan lintas budaya Karena Kurikulum 2013 tidak berorientasi kepada pendidikan lintas budaya atau multikultural, kepala sekolah dan guru dapat mengintegrasikan kompetensi-kompetensi dasar pada mata-mata pelajaran yang relevan dengan menggunakan pendekatan pendidikan lintas budaya. Tiap siswa tidak hanya belajar mengenal identitas dirinya seperti agama dan budayanya tetapi juga mengenal identitas temannya yang berbeda agama dan budaya dengannya. Selanjutnya, pengenalan ini ditingkatkan melalui proses peneladanan dan proses pembiasaan menghargai agama dan budaya orang lain melalui tindakan dan praktik konkret di sekolah. Saling mengenal dan menghargai orang yang berbeda agama dan budaya dapat tercapai jika siswa memahami dan menyadari bahwa toleransi, persatuan, dan perdamaian tak mungkin dicapai tanpa keadilan dan kasih sayang. Keadilan adalah memberi hak kepada orang yang berhak sedangkan kasih sayang adalah memberi apa yang bukan menjadi hak orang lain.

Apa kata Panda

kucing hitam putih asia

Membenci dan menghina agama lain, apalagi melakukan kekerasan terhadap penganut agama lain itu absurd.  Saya ini juga putih, hitam, dan Asia. Tiap orang mengasihi saya. Wahai manusia, hentikan saling membenci dan mulailah saling mencintai.

anjing dan kucing 5

Kami, kucing dan anjing sering mendengar hardikan antar-manusia, “Eh, kamu kayak kucing dan anjing!” Kamu, manusia berpikir bahwa dari kodratnya kami ini bermusuhan. Siapa bilang? Kami, kaum binatang bisa saling menyayangi melalui peneladanan dan pembiasaan. Wahai manusia, belajarlah dari kami!

kucing dan anjing 4

“Kami bisa saling menolong. Belajarlah gotong royong dan Bhinneka Tunggal Ika dari kami!”

Belajar aktif Belajar aktif sebagai metodologi mengajar ditekankan sejak Kurikulum 1984. Tetapi, sampai sekarang metodologi ini belum tertanam sebagai kebiasaan di dunia persekolahan Indonesia. Kurikulum 2013 kembali menekankan proses pembelajaran aktif. Guru pun tidak bisa melaksanakan belajar aktif jika tidak ditatar dengan metodologi belajar aktif. Demikian pula, harapan belajar aktif menjadi kebiasan hanyalah khayalan belaka jika lembaga pendidikan guru tidak menerapkan belajar aktif dalam proses perkuliahan.

Belajar efektif = mengalami

Dari pengalaman kami mengembangkan sekolah model dan menatar para guru di berbagai daerah, belajar aktif mengandung unsur-unsur seperti terlihat pada gambar berikut ini.

Unsur belajar aktif

Belajar aktif yang berciri learning is fun tidak mengorbankan kedalaman penguasaan materi dan kompetensi siswa. Bahkan, belajar aktif mendorong penguasaan siswa yang mendalam, mendorong pencapakain hasil belajar yang bermutu.

 Hasil belajar bermutu

Hasil belajar bermutu 3

Hasil belajar bermutu 2

 

Agar menjadi kebiasaan belajar aktif tak mungkin dilaksanakan guru hanya melalui satu-dua kali penataran. Harus dilakukan penataran berkala secara berkelanjutan. Penataran pun tidak boleh satu arah yang diisi ceramah sambil menayangkan slides powerpoint dan dilanjutkan dengan diskusi dan tugas membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Penataran harus diisi dengan porsi kegiatan praktik lebih banyak, termasuk praktik mengajar dengan siswa. Berikut ini dikemukan gambar dari pelatihan belajar aktif bagi guru SD dan praktik belajar aktif siswa di Flores.

 Guru Flores mengubah diri

Belajar di luar kelas

Belajar matematika dengan gerakan 2

Belajar di alam 2

Melayang terapung tenggelam

School assembly anak Flores

Belajar aktif disesuaikan dengan konteks daerah, sekolah, dan siswa. Berikut ini dikemukakan foto contoh praktik belajar aktif siswa di sekolah di wilayah perkotaan, dalam hal ini TK, SD, SMP, dan SMA Kristoforus di Grogol, Jakarta Barat dan di Palem, Cengkareng. Belajar aktif bisa diterapkan persekolahan ini karena yayasan melihat tantangan agar sekolah bertahan adalah melalui peningkatan mutu. Yayasan mengalokasikan dana untuk pelatihan guru. Bersama pembina yayasan kami membantu mendampingi inovasi metodologi belajar guru dan mendorong kepala sekolah agar mendukung proses inovasi.

Belajar aktif TK Kristoforus Grogol

Anak-anak TK senang belajar sambil bermain

Belajar aktif TK Kristoforus Grogol 2

Belajar yang manjur bagi anak TK adalah melalui melakukan, memanipulasi benda, bermain dengan beragam benda alamiah dan buatan pabrik

Belajar aktif TK Kristoforus Palem Cengkareng

Bernyanyi sambil bergerak berirama

Belajar aktif TK Kristoforus Palem Cengkareng 2

Belajar aktif TK dan SD Kristoforus Grogol School Assembly

School assembly TK dan SD Kristoforus

Belajar aktif TK dan SD Kristoforus Grogol School Assembly 2

School assembly TK dan SD Kristoforus. School assembly sebagai wahana pengembangan karakter siswa yang umum dilakukan di negara-negara Barat kami introduksi di sekolah-sekolah yang kami bina, seperti di Tapanuli Utara, Jakarta, Yogyakarta, NTT, Maluku, Maluku Utara sampai di Merauke, Papua.

Belajar aktif IPS SD Kristoforus Grogol

Anak SD membuat peta timbul dengan koran dan kanji

Belajar aktif SD Kristoforus Grogol

Anak SD belajar tentang daun dalam kelompok

Belajar aktif SMP Kristoforus Grogol 2

Belajar aktif siswa SMP

Belajar aktif SMP Kristoforus Grogol

Belajar aktif siswa SMP

Belajar aktif SMA Kristoforus Grogol

Belajar aktif Kimia siswa SMA

Belajar aktif SMA Kristoforus Grogol 2

Belajar aktif SMA Kristoforus Grogol 3

Observasi membandingkan ciri-ciri tumbuhan monokotil dan dikotil

Creativity and success

Guna memudahkan guru dalam melaksanakan belajar aktif, guru hendaknya menyadari bahwa hakikat dan inti belajar aktif itu adalah kreativitas. Jika kita ingin menyiapkan anak-anak kita menghadapi tantangan globalisasi abad ke-21, satu jalan yang paling manjur adalah berorientasi dan menekankan kreativitas dalam seluruh aktivitas sekolah.

Kreativitas berbagai bidang

Kreativitas sebagai pensinergi otak kiri dan kanan akan berhasil jika sekolah menekankan hal-hal seperti tertulis pada gambar ini.

Kecerdasan majemuk dan kreativitas

Kreativitas adalah pensinergi potensi otak kiri dan otak kanan siswa yang tercermin pada multi-kecerdasan menurut Howard Gardner, yaitu kecerdasan bahasa (word smart), kecerdasan  logika-matematika (logic smart), kecerdasan visual-spasial (picture smart), kecerdasan kinestetik (body smart), kecerdasan musikal (music smart), kecerdasan natural (nature smart), kecerdasan antarpribadi (people smart), dan kecerdasan intrapribadi (self smart). Dalam pembelajaran dan seluruh aktivitas sekolah, guru hendaknya menerapkan pengembangan tidak hanya kecerdasan intelektual tapi semua jenis kecerdasan dalam konsepsi multi-kecerdasan.

tototo-o

Tanpa imajinasi, kreativitas siswa tidak berkembang. Sejauh mana guru-guru kita mendorong daya imajinasi siswa?

Pendidikan kewirausahaan Satu langkah maju dalam Kurikulum 2013 adalah munculnya mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan di SMP, SMA, dan SMK. Sayang tidak muncul secara eksplisit di SD. Sejak beberapa tahun lalu, kami masukkan gagasan unit produksi yang biasa dilakukan d SMK pada sekolah umum, mulai dari TK, SD, SMP sampai dengan SMA. Unit produksi merupakan wadah praktik wirausaha siswa, bukan hanya melalui mata pelajaran keterampilan, prakarya, atau kewirausahaan saja. Tetapi juga, diterapkan dalam kaitan dengan mata-mata pelajaran yang relevan dan dalam kerja sama dengan guru mata pelajaran seperti IPA, Biologi, Kimia, Fisika, IPS, Ekonomi dan Akuntansi, Kesenian dan dalam beragam kegiatan ekstrakurikuler yang relevan. Berikut ini dikemukakan gambar dari pelatihan unit produksi bagi guru-guru di Flores dan di Yogya.

Guru Flores membuat telur

Guru Flores membuar pocari sweat

Guru Flores membuat kripik

Guru Flores membuar abon ikan

Guru Flores membuar jagung titi emping

Guru Flores membuat ikan asin

Guru SD Mangunan membuat pupuk organik

Guru SD Mangunan membuat pupuk kompos

Guru SD Mangunan membuat menanam dalam polibag

Menanam di pot hidroponik

Wirausaha menanam pohon uang

Bacalah posting terkait:

https://sbelen.wordpress.com/2014/12/08/kelemahan-struktural-kurikulum-2013-kritik-kami-di-tweeter-facebook/

.

Advertorial

Dodgeball-tricking-headshot

Tifus

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

gambar-spanduk-sano

Sano sembuhkan tifus

Kartu nama Yuni 3.

Khasiat FIDES & HP pemesanan

Kunjungilah:

https://sbelen.wordpress.com/2015/06/11/habbatussauda-jintan-hitam-bawang-putih-jahe-lemon-madu-diabetes-stroke-penyakit-komplikasi-sembuh-tubuh-sehat/

Iklan

Mengapa mutu pendidikan Finlandia terbaik di dunia?

Agustus 8, 2011

Peta Finlandia

Sistem pendidikan Finlandia adalah yang terbaik di dunia. Rekor prestasi belajar siswa yang terbaik di negara-negara OECD dan di dunia dalam membaca, matematika, dan sains dicapai para siswa Finlandia dalam tes PISA.  Amerika Serikat dan Eropa, seluruh dunia gempar.

Untuk tiap bayi yang lahir kepada keluarganya diberi maternity package yang berisi 3 buku bacaan untuk ibu, ayah, dan bayi itu sendiri. Alasannya, PAUD adalah tahap belajar pertama dan paling kritis dalam belajar sepanjang hayat. Sebesar 90% pertumbuhan otak terjadi pada usia balita dan 85% brain paths berkembang sebelum anak masuk SD (7 tahun).

Kegemaran membaca aktif didorong. Finlandia menerbitkan lebih banyak buku anak-anak daripada negeri mana pun di dunia. Guru diberi kebebasan melaksanakan kurikulum pemerintah, bebas memilih metode dan buku teks. Stasiun TV menyiarkan program berbahasa asing dengan teks terjemahan dalam bahasa Finish sehingga anak-anak bahkan membaca waktu nonton TV.

Pendidikan di sekolah berlangsung rileks dan masuk kelas siswa harus melepas sepatu, hanya berkaus kaki. Belajar aktif diterapkan guru yang semuanya tamatan S2 dan dipilih dari the best ten lulusan universitas. Orang merasa lebih terhormat jadi guru daripada jadi dokter atau insinyur. Frekuensi tes benar-benar dikurangi. Ujian nasional hanyalah Matriculation Examination  untuk masuk PT. Sekolah swasta mendapatkan dana sama besar dengan dana untuk sekolah negeri.

Sebesar 25% kenaikan pendapatan nasional Finlandia disumbangkan oleh meningkatnya mutu pendidikan. Dari negeri agraris yang tak terkenal kini Finlandia maju di bidang teknologi. Produk HP Nokia misalnya merajai pasar HP dunia. Itulah keajaiban pendidikan Finlandia.

Ukuran kemajuan negara 2

Kemajuan sebuah bangsa lebih ditentukan oleh karakter penduduknya dan karakter penduduk dibina lewat pendidikan yang bermutu dan relevan.

Bagaimana Indonesia?

Ada yang berpendapat,  keunggulan mutu pendidikan Finlandia itu tidak mengherankan karena negeri ini amat kecil dengan jumlah penduduk sekitar 5 juta jiwa,  penduduknya homogen,  dan negaranya sudah eksis sekian ratus tahun. Sebaliknya,  penduduk Indonesia lebih dari 220 juta jiwa, amat majemuk terdiri dari beragam suku, agama, budaya, dan latar belakang sosial.  Indonesia baru merdeka 66 tahun.

Pendapat senada dikemukakan oleh tokoh-tokoh dan pemerhati pendidikan Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jepang,  dan negara-negara lain dibandingkan dengan negaranya. Yang paling malu AS karena unit cost anggaran pendidikannya jauh melebihi Finlandia tapi siswanya mencapai ranking 17 dan 24 dalam tes PISA, sedangkan siswa Shanghai China ranking 1, Finlandia 2, dan Korea Selatan 3. Soal siswa di Shanghai China juara masih diragukan karena belum menggambarkan keadaan mutu seluruh pendidikan China. Kalau Finlandia sebagai negara kecil bisa juara mengapa negara kecil yang sudah established seperti Islandia, Norwegia, New Zealand tak bisa?

Akhirnya semua mengakui bahwa sistem pendidikan Finlandia yang terbaik di dunia karena kebijakan-kebijakan pendidikan konsisten selama lebih dari 40 tahun walau partai yang memerintah berganti. Secara umum kebijakan-kebijakan pendidikan China dan Korea Selatan (dan Singapura) juga konsisten dan hasilnya terlihat sekarang.

Kebijakan-kebijakan pendidikan Indonesia cenderung tentatif, suka coba-coba, dan sering berganti.

Lalu bagaimana dengan kebijakan pendidikan Indonesia jika dibandingkan dengan Finlandia?

1. Kita masih asyik memborbardir siswa dengan sekian banyak tes (ulangan harian, ulangan blok, ulangan mid-semester, ulangan umum / kenaikan kelas, dan ujian nasional). Finlandia menganut kebijakan mengurangi tes jadi sesedikit mungkin. Tak ada ujian nasional sampai siswa yang menyelesaikan pendidikan SMA mengikuti matriculation examination untuk masuk PT.

2. Kita masih getol menerapkan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) sehingga siswa yang gagal tes harus mengikuti tes remidial dan masih ada tinggal kelas. Sebaliknya, Finlandia menganut kebijakan automatic promotion, naik kelas otomatis. Guru siap membantu siswa yang tertinggal sehingga semua naik kelas.

3. Kita masih berpikir bahwa PR amat penting untuk membiasakan siswa disiplin belajar. Bahkan, di sekolah tertentu, tiada hari tanpa PR. Sebaliknya, di Finlandia PR masih bisa ditolerir tapi maksimum hanya menyita waktu setengah jam waktu anak belajar di rumah.

bosan-1

4. Kita masih pusing meningkatkan kualifikasi guru SD agar setara dengan S1, di Finlandia semua guru harus tamatan S2.

5. Kita masih menerima calon guru yang lulus dengan nilai pas-pasan, sedangkan di Finlandia the best ten lulusan universitas yang diterima menjadi guru.

6. Kita masih sibuk memaksa guru membuat silabus dan RPP mengikuti model dari Pusat dan memaksa guru memakai buku pelajaran BSE (Buku Sekolah Elektronik), di Finlandia para guru bebas memilih bentuk atau model persiapan mengajar dan memilih metode serta buku pelajaran sesuai dengan pertimbangannya.

7. Hanya segelintir guru di tanah air yang membuat proses belajar-mengajar itu menyenangkan (learning is fun) melalui penerapan belajar aktif. Terbanyak guru masih getol mengajar satu arah dengan metode ceramah amat dominan. Sedangkan, di Finlandia terbanyak guru menciptakan suasana belajar yang menyenangkan melalui implementasi belajar aktif dan para siswa belajar dalam kelompok-kelompok kecil. Motivasi intrinsik siswa adalah kata kunci keberhasilan dalam belajar.

Apakah benda ini melayang, terapung atau tenggelam?

8. Di tanah air kita terseret arus mengkotak-kotakkan siswa dalam kelas reguler dan kelas anak pintar, kelas anak lamban berbahasa Indonesia dan kelas bilingual (bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar) dan membuat pengkastaan sekolah (sekolah berstandar nasional, sekolah nasional plus, sekolah berstandar internasional, sekolah negeri yang dianakemaskan dan sekolah swasta yang dianaktirikan). Sebaliknya di Finlandia, tidak ada pengkotakan siswa dan pengkastaan sekolah. Sekolah swasta mendapatkan besaran dana yang sama dengan sekolah negeri.

9. Di Indonesia bahasa Inggris wajib diajarkan sejak kelas I SMP, di Finlandia bahasa Inggris mulai diajarkan dari kelas III SD. Alasan kebijakan ini adalah memenangkan persaingan ekonomi di Eropa, membuka kesempatan kerja lebih luas bagi lulusan, mengembangkan wawasan menghargai keanekaragaman kultural.

10. Di Indonesia siswa-siswa kita ke sekolah sebanyak 220 hari dalam setahun (termasuk negara yang menerapkan jumlah hari belajar efektif dalam setahun yang tertinggi di dunia). Sebaliknya, siswa-siswa Finlandia ke sekolah hanya sebanyak 190 hari dalam satu tahun. Jumlah hari liburnya 30 hari lebih banyak daripada di Indonesia. Kita masih menganut pandangan bahwa semakin sering ke sekolah anak makin pintar, mereka malah berpandangan semakin banyak hari libur anak makin pintar.

Kreativitas sinergiser

Bagaimana kita bisa menumbuhkembangkan kreativitas siswa jika guru membombardir mereka dengan ceramah, PR, tes, drill, dan terakhir nasibnya ditentukan hasil ujian nasional yang masih doyan bentuk soal pilihan ganda?

Kunjungilah posting yang berkaitan:

https://sbelen.wordpress.com/2013/04/20/bagaimana-ujian-nasional-un-di-belanda/

https://sbelen.wordpress.com/2013/04/17/sedih-menyaksikan-amburadulnya-ujian-nasional-un-tahun-ini/

https://sbelen.wordpress.com/2010/05/08/ganti-sistem-ujian-nasional-dengan-menerapkan-sistem-open-book-test-dan-tes-terstandar/

https://sbelen.wordpress.com/2008/12/29/belajar-aktif-pakem-ujian-nasional-un-ibarat-air-dengan-minyak/

https://sbelen.wordpress.com/2011/05/15/mengapa-peringkat-kelulusan-un-2011-siswa-smantt-tetap-di-nomor-buntut/

https://sbelen.wordpress.com/2011/01/11/3-tahun-banyak-siswa-tak-lulus-un-pecat-guru/

https://sbelen.wordpress.com/2008/07/30/tes-remidial-di-sd-sma-dan-sma-itu-salah-kaprah/

https://sbelen.wordpress.com/2008/07/09/mengapa-kita-memaksa-siswa-mempelajari-semua-mata-pelajaran/

https://sbelen.wordpress.com/2011/05/16/hasil-un-ntt-jeblok-tas-anak-sekolah-ntt-kempes/

 

 

Iklan

Ciuman motor

Sakit maag

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

Sano maag

Kartu nama Yuni 3.

Khasiat FIDES & HP pemesanan

Kunjungilah:

https://sbelen.wordpress.com/2015/06/11/habbatussauda-jintan-hitam-bawang-putih-jahe-lemon-madu-diabetes-stroke-penyakit-komplikasi-sembuh-tubuh-sehat/

Helm kreatif

April 15, 2011

Kreativitas lahir dari imajinasi

Mau membuat anak Anda brilian? Cerdas? Belajar musik

April 4, 2011

Guna mendapatkan gambaran lengkap tentang hubungan musik dengan kecerdasan dan otak, silahkan klik file powerpoint berikut ini!

Belajar musik anak lebih cerdas

Terapkan di keluarga Anda, di sekolah Anda, di lingkungan Anda setelah membaca file ini. Pasti anak lebih cerdas dan lebih kreatif.

Kunjungi pula posting:

https://sbelen.wordpress.com/2011/04/04/konduktor-orkestra-berusia-3-tahun/

Seorang anak berusia 3 tahun mampu menjadi konduktor orkestra yang hebat.

Iklan

Cowok di tengah hadirin

Hepatitis

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

sano-sembuhkan-hepatitis

Kartu nama Yuni 2

Janganlah mendayung melawan arus: Didiklah anak sesuai apa maunya otak!

Mei 2, 2010

Atraksi musik biola oleh siswa SD 001 Sangata, Kutai Timur, Kalimantan Timur

Tanggal 1 Mei 2010 dalam rangka peringatan Hardiknas, diselenggarakan National Round Table Seminar dengan tema “Guruku hebat muridku luar biasa” di Sangata, Kutai Timur. Entusiasme guru hebat tapi panitia membatasi hanya menerima 2000 peserta yang datang dari seluruh kabupaten Kutai Timur.

Kami membawakan topik dengan judul seperti tertera di atas. Jika Anda ingin mengetahui ringkasan bahan yang kami sampaikan, silahkan klik file ini!

Didiklah anak sesuai kerja otak 2

Buatlah roket model baru dan lain. Membekali siswa dengan kreativitas dan kemampuan memecahkan masalah relevan untuk menantang kehidupan. Bukan menjejali mata pelajaran. Bukan anak untuk mata pelajaran.

Banyak peserta dari wilayah terpencil. Ada yang dari Sandaran, menempuh perjalanan laut dan darat 7 jam dengan mengerluarkan biaya transpsor Rp 3 juta dari kantong sendiri.

Di tengah keprihatinan dan rasa sedih yang meliputi korps pendidik karena merosotnya persentase kelulusan siswa-siswa SMA & SMK kabupaten ini yang tahun lalu mencapai 90% lebih, tahun ini terjun ke angka 55%, tema seminar ini cukup relevan. Dalam kunjungan perdana kami ke Sangata ini, kami ingin mendapatkan gambaran apakah penambangan batu bara di kabupaten ini telah menyejahterakan penduduknya. Jika Anda ingin mendapatkan gambaran suasana presentasi kami dan kesan kami soal tambang, silahkan klik file powerpoint ini!

Menyoal tambang & didik sesuai kehendak otak

Iklan

Nembak

Sakit maag

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

https://sbelen.wordpress.com/2013/04/15/sano-ramuan-herbal-berkhasiat-mulai-bisnis-di-usia-62-tahun/

Gambar spanduk Sano

Sano maag

Kartu nama Yuni 2

Filsafat tentang permainan & permainan menurut riset otak

Desember 27, 2009

Bung Martin Bhisu dari Paraguay mengingatkan tulisan Fritz Lake di majalah ACADEMIA, milik Senat STFK Ledalero, Maumere, Flores tentang pemikiran seorang filsuf Belanda. (saya tidak tahu namanya). Menurut filsuf ini, semua kebudayaan berasal dari permainan. Benar, analisis Anda, permainan menanamkan kreativitas, dan semua kebudayan adalah ekspresi dari kreativitas manusiawi.

Saya telepon Fritz Lake tapi teleponnya tak bisa dihubungi, hanya sms menanyakan siapa nama filsuf Belanda itu. Sambil menanti sms balasan, iseng-iseng saya coba browse di google, dan menemukan nama filsuf itu, yaitu Johan Huizinga yang menulis buku Homo Ludens atau “Man the Player” (“Playing Man”), terbit tahun 1938. Beliau sendiri wafat tahun 1945. Lihat http://en.wikipedia.org/wiki/Homo_Ludens_%28book%29.

Huizinga berpendapat bahwa permainan adalah awal pertama dan merupakan suatu kondisi yang perlu bagi lahirnya sebuah kebudayaan. Binatang-lah yang pertama-tama bermain dalam ulasannya tentang kerangka evolusi permainan. Salah satu aspek permainan yang amat signifikan (manusiawi dan kultural) adalah kesenangan. (It is fun). Permainan adalah fungsi manusiawi paling fundamendal yang melahirkan semua kebudayaan sejak dari awal.

Lima ciri khas permainan menurut Huizinga adalah:

  1. Bermain itu bebas, ia dalam kenyataannya adalah kebebasan.
  2. Permainan bukanlah kehidupan yang “biasa” atau “riil”.
  3. Permainan berbeda dari kehidupan “sehari-hari” menurut tempat dan lamanya (durasi).
  4. Permainan menciptakan aturan dan ia adalah aturan itu sendiri. Permainan menuntut keteraturan mutlak dan tertinggi.
  5. Permainan tidak berhubungan dengan kepentingan material dan tak ada keuntungan (profit) yang dapat diperoleh darinya.

Kata dan gagasan tidak lahir dari pemikiran ilmiah atau logis tapi dari bahasa yang kreatif. Dari sekian banyak istilah permainan, terutama dari ludus dalam bahasa Latin, ia menunjukkan persamaan permainan dengan “perjuangan yang serius” dan aplikasi erotis.

Kebudayaan lahir dalam bentuk permainan sejak awal mula. Kehidupan sosial yang lebih tinggi berhubungan dengan bentuk-bentuk suprabiologis, dalam bentuk permainan yang meningkat nilainya. Ia tidak memaknai bahwa permainan berubah menjadi kebudayaan. Ia mensejajarkan permainan dan kebudayaan dan membahasnya sebagai sebuah kesatuan bayi kembar, namun ia menegaskan bahwa permainan-lah yang muncul lebih dulu dari kebudayaan.

Permainan itu menjelma dalam 3 bentuk tuntutan hukum yang didahului masyarakat purba, yaitu the game of chance, kontes, dan perang kata.

Orang dapat menyebut masyarakat sebagai sebuah permainan dalam arti formal jika diingat bahwa sebuah permainan adalah prinsip hidup semua peradaban. Tanpa kehadiran semangat peradaban sebagai permainan tak mungkinlah lahir peradaban.

Bagi manusia purba, berbuat atau melakukan dan keberanian adalah power, tetapi mengetahui adalah kekuatan magis. Mengetahui apa pun berhubungan langsung dengan aturan kosmos itu sendiri.

Puisi lahir dari permainan kata sudah sejak era penyair purba. Karena efek matafora terdiri dari deskripsi hal-hal atau kejadian-kejadian yang berhubungan dengan kehidupan dan gerakan, kita berada di jalan menuju personifikasi. Merepresentasi hal yang bukan jasmaniah dan benda mati sebagai seorang manusia pribadi adalah jiwa seluruh mitos dan hampir semua puisi.

Permainan berhubungan juga dengan musik dan tarian. Arsitek, pematung, pelukis, kartunis, seniman keramik, dan seniman dekorasi walaupun memiliki impuls kreatif, dikuasai, diatur oleh disiplin, “selalu menjadi subjek terhadap keterampilan dan ketangkasan dalam menggunakan tangan.”

Peradaban pada tahap awal tidak datang dari permainan seperti seorang bayi lahir dari rahim ibu, tapi ia lahir dalam dan sebagai permainan dan tidak pernah meninggalkan permainan itu.

Dalam politik zaman modern faktor permainan hadir dalam semua aturan pemilihan umum bahkan lebih jelas. Jauh sebelum sistem dua partai di Amerika Serikat, pemilihan umum di Amerika berkembang seperi sebuah olahraga nasional (national sport).

Kata mutiara:

“Biarlah permainanku menjadi belajarku, dan belajarku menjadi permainanku.”

“Anak tertawa: Permainan adalah kebijaksanaanku dan cintaku.” “Anak muda bernyanyi: Cinta adalah kebijaksanaanku dan permainanku.” “Orang tua diam: Kebijaksaan adalah cintaku dan permainanku.” (Lucian Blaga, 3 wajah).

Bermain mencerdaskan otak anak

Dari segi riset otak disimpulkan bahwa:

  1. DUNIA FISIK ADALAH DUNIA TEMPAT SEMUA AKTIVITAS BELAJAR BERASAL. Gerakan kepala mengarahkan organ indrawi kita – mata, telinga, hidung, dan lidah) terhadap input dari lingkungan.
  2. GERAKAN AMAT VITAL BAGI SEMUA TINDAKAN BELAJAR, pemahaman kita, dan diri kita. Gerakan janin dalam kandungan adalah awal pengetahuan dan pengalaman bagi manusia tentang hukum gravitasi.

“Gerakan adalah pintu menuju aktivitas belajar” (Paul Dennison). Gerakan membangkitkan dan mengaktifkan kapasitas mental kita. Gerakan duduk, berdiri, berjalan, dan berlari waktu bayi membantu kita kelak menciptakan karya seni yang indah lewat proses yang rumit.

Gerakan membuat kita mampu mengungkapkan kesedihan, amarah, kebahagiaan, dan cinta. Menulis angka dan huruf mengikuti gerakan yang dituntut agar terbaca waktu kita melihatnya dengan indra mata. Gerakan yang terpadu dengan pengindraan membuat kita mampu bermain, menghubungkan, dan menciptakan pemahaman baru.

Melalui gerakan kita dapat menyalurkan pikiran dan perasaan kita ke dalam kata-kata dan mimik serta ekspresi tubuh.

Kompetensi dokter, seniman, musikus, ilmuwan, dan profesi lainnya berkembang dalam jaringan internal yang rumit antara PIKIRAN, OTOT, dan EMOSI.

Dalam proses belajar, amat penting membiarkan seseorang bergerak, mengeksplorasi gerakan, dan keseimbangan dalam lingkungannya. Apakah berjalan di titian, memanjat pohon, menyeberangi banjir, berenang, melompati kursi, koprol, berlari, berlutut, merangkak, atau melempar. Karena itu, dalam kegiatan belajar sebaiknya siswa melakukan kegiatan pengamatan atau memegang benda 3 dimensi, membuat gambar 2 dimensi, lalu membuat tulisan 2 dimensi.

Tahapan memperkenalkan tulisan kata kepada anak kelas 1 SD adalah:

☻    Mengamati / memegang buah apel

☻    Menggambar buah apel

☻    Menulis kata apel

Jika seorang anak mengalami ketertinggalan dalam pelajaran di sekolah, karena mengalami hambatan mental atau kesulitan belajar yang serius, solusinya adalah menambah permainan dalam aktivitas bimbingan guru. Anak itu bisa membuat loncatan quantum, misalnya dari tidak bisa membaca, menulis, atau pun berkomunikasi pada level kelas 2 SD sampai ke level kemampuan anak kelas 5 SD yang bisa membaca, menulis, dan berkomunikasi jika ditambahkan gerakan dalam kegiatan sehari-hari, yang dijelmakan dalam bentuk permainan. LONCATAN KEMAMPUAN YANG TIBA-TIBA ITU DISEBABKAN OLEH TAMBAHAN GERAKAN DALAM KEGIATAN SEHARI-HARINYA. Gerakan itu bisa dalam bentuk kegiatan, seperti:

☻    Senam otak

☻    Sepak bola

☻    Seni; dan

☻    Musik.

Ulasan tentang filsafat permainan Huizinga dan paparan hasil riset otak dapatlah disimpulkan pada gambar berikut ini.

Seluruh aktivitas manusia dikendalikan dan bergantung kepada kinerja otak. Imajinasi yang berkembang pada otak mendorong kreativitas berpikir dan bertindak (berbuat). Kreativitas selanjutnya dilaksanakan melalui beragam tindakan manusia yang lahir dari gerakan tubuh. Dari seluruh gerakan tubuh ada gerakan yang diwujudkan dalam bentuk permainan. Ditinjau dari pandangan filsafat Huizinga dapatlah dikatakan bahwa aneka-ragam tindakan (actions) manusia melahirkan kebudayaan. Namun, permainan berperan menciptakan kondisi yang perlu bagi lahirnya sebuah kebudayaan. Mengapa? Karena permainan mengalun mengikuti irama kreativitas dan kreativitas mengalun mengikuti irama imajinasi.

Baca juga Rules, Play and Culture: Towards an Aesthetic of Games, oleh Frank Lantz & Eric Zimmerman dalam

http://www.ericzimmerman.com/texts/RulesPlayCulture.htm

Iklan

Sepeda jatuh di kolam

Sakit herpes

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

sano-sembuhkan-herpes

Kartu nama Yuni 2

SMS kreatif Tahun Baru 2010

Desember 26, 2009

Perhatian-perhatian, diberitahukan kepada para penumpang “New Year Air” dengan No. penerbangan THBR 01012010 bahwa perjalanan akan ditempuh 1 bulan ke depan dengan ketinggian jelajah SYUKUR. Para penumpang diharapkan tetap mengenakan sabuk IMAN & menegakkan sandaran PENGHARAPAN & AMAL. Penerbangan ini bebas asap DENGKI & PERSELISIHAN. Atas nama pilot sbelen (copilot belum ada) & awak kabin Like, Flory, Intan & Deo mengucapkan SELAMAT TAHUN BARU kepada seluruh penumpang, khususnya kepada ….. yang duduk di kelas PENYAYANG ANAK-ANAK.

PENYAYANG ANAK-ANAK dapat diganti dengan PEMBELA ANAK-ANAK, atau PEMBELA RAKYAT KECIL

Ingin perbarui laptop HIDUP Anda? Install OPTIMIS.AV, scan & heal all files HAWANAFSU, scan & karantine folder SUKAHUTANG,copy_paste KASIHSAYANG, Enter TAHUNBARU

Ingin perbarui laptop HIDUP? Install TAKEACTION.AV, scan & heal all files MASALALU, scan & karantine folder SUKATUNDA, scan & heal folder KERJAKERAS, Enter TAHUNBARU

Ingin edit foto HIDUP Anda? Start komputer, search PENGALAMAN, pilih edit TELEDOR, brush titik2 GAGAL, contrast ciri2 + dan -, pilih MAUBERUBAH, enter MET TAHUN BARU

Ingin edit foto HIDUP Anda? Start komputer, search KREATIVITAS, pilih edit SUKATIRU, brush TAKUTSALAH, contrast ciri2 + dan -, pilih BERANICOBA, enter SUKSESTAHUNBARU

Omong kosong menatar belajar aktif melalui ceramah tentang belajar aktif!

Februari 1, 2009

51885388hoderoschmetterlinghttpwwwpbasecomerichmanglimage51885388

Proyek demi proyek penataran guru dan kepala sekolah setiap tahun hanya menghamburkan dana negara. Ini terjadi karena umumnya pelatihan guru didominasi ceramah para tutor, bahkan ada yang dimulai dari Pukul 9.00 pagi sampai dengan Pukul 9.00 malam. Kerja individual atau kelompok dalam porsi waktu terbatas cenderung tertuju ke membuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) dan silabus. Itu memang perlu tapi hanya demi kepentingan administratif.

Padahal, jumlah tetek-bengek urusan administrasi guru sudah mencapai angka 24. Gila benar cara kerja orang Indonesia! Sepengetahuan saya belum ada negara lain di dunia yang “mengalahkan” rekor beban administrasi guru Indonesia. Tugas administratif menjadi fokus kepala sekolah, pengawas, dan pembina Dinas Pendidikan di daerah untuk mempermainkan tongkat komando penanda cengekraman kekuasaannya kepada guru, sang pahlawan tanpa tanda jasa. Pengawas yang datang ke sekolah tidak masuk ke ruang kelas untuk mengamati cara guru mengajar dan memberi advis yang relevan. Malah, yang diminta pertama kali adalah di mana RPP sesuai KTSP? Tunjukkan! Dan, mengalirlah serapah kritik tak berujung pangkal! Itu hanyalah demonstrasi inkompetensi pengawas!


larangan-2sbelen1

Dampaknya adalah pola mengajar tradisional guru malah memperkuat kesalahan yang dibuat orang tua dalam mendidik anak seperti terlihat pada gambar ini.

Tradisi pengajaran tradisional zaman baheula tak bisa dihentikan. Karena itu, beberapa tahun lalu, dalam penataran guru, kepala sekolah, dan pengawas sering saya lontarkan guyonan: “Kita goreng saja para pengawas di wajan dengan minyak panas. Lalu, kita keluarkan dan mudah-mudahan mereka menjadi manusia baru.” Di Inggris pada awal tahun 1990-an, profesi pengawas dihapus dalam sistem pendidikan Inggris. Karena, pengawaslah yang menjadi penghambat inovasi, padahal job description tugasnya adalah membina guru.

Pengawaslah yang menjadi “penghalang” gelombang semangat guru melakukan pendekatan belajar aktif yang sudah dimulai sejak tahun 1970-an. Jika seorang pengawas tidak berkunjung ke sekolah, kata guru-guru Inggris: “Nobody says, I miss my supervisor!” (Tak ada guru yang bilang ia kangen pengawas agar cepat berkunjung ke sekolah). Pemerintah Inggris memutuskan, OK, siapa yang mau menjadi pengawas silahkan. Tapi, pemerintah tak mau membayar. Kalau guru dan kepala sekolah merasa Anda seorang yang ahli dan kompeten, mereka dipersilahkan mengundang dan membayar Anda. Nah, dipilihlah mantan pengawas sekitar 200 orang yang berkedudukan di ibukota dan tugas mereka hanyalah melakukan audit keuangan sekolah sekali per tahun. Tamatlah profesi pengawas di Inggris.

imagesphphttpimageskompascomimagesphppathctz2img_1439

Perilaku pengawas kita cenderung seperti terlihat di dunia militer.

Di Indonesia banyak pengawas yang telah bertransformasi menjadi fasilator bagi guru setelah mendapatkan bantuan profesional melalui program Sistem Pembinaan Profesional (SPP) CBSA yang dimulai di Cianjur pada tahun 1979, kerja sama ODA Pemerintah Inggris melalui The British Council dengan Pusat Kurikulum Balitbang Depdikbud. Gelombang gerakan ini terhenti pada awal tahun 1990-an karena kesalahpahaman yang terjadi di internal Depdikbud. Gerakan ini kembali dihidupkan melalui program Manajemen Berbasis Sekolah (MBS)-Pakem (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan) di tingkat SD, yang digerakkan oleh Unicef dan Unesco bekerja sama dengan Depdiknas sejak tahun 1999. Kini berbagai LSM internasional seperti US-Aid, Aus-aid, Save the Children, World Vision, Plan International, Compassion Indonesia, Bank Dunia, dan sederet LSM lain telah berkiprah mendorong gelombang gerakan inovasi ini. Dan, gerakan ini telah masuk ke dalam sistem beberapa unit utama Depdiknas dan dinas pendidikan di wilayah sasaran.

Bulan November 2008 lalu, kami terlibat dalam program Save the Children untuk menatar guru, kepala sekolah, dan pengawas di Pulau Bacan, Maluku Utara. Di bulan Januari 2009 ini kami menatar lagi guru dan kepala sekolah dari wilayah Pulau Seram dan Ambon bersama Pak Mohammad Miftahudin dan Ibu Alison Peareth dari Save the Children. Para pengawas kali ini tak ikut karena mereka telah mengikuti penataran terdahulu.

Berikut ini kami sajikan oleh-oleh foto sebagai bahan refleksi dan pemercik gagasan kita bersama.

p1000871

Menggunakan balon, sedotan, lem, dan spidol untuk menciptakan sebuah objek yang indah menurut kelompok.

p1000772

Lebih baik menggunakan kartu untuk belajar matematika daripada berjudi.

p10005511

Lokakarya mengembangkan kurikulum berbasis sekolah yang dikenal dengan nama Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang berciri pendekatan belajar aktif.

p1000721

Variasi dalam bentuk lingkaran besar juga penting dilakukan, terutama untuk kegiatan icebreaker.

p1000698

Kerja sama kelompok antara yang tua dan yang muda, antara kepala sekolah dan guru, antara laki-laki dan wanita, dan antara orang yang beragama berbeda.

p1000870

Setiap orang berpartisipasi memberikan sumbangan gagasan dan uluran tangan menciptakan suatu objek atau bangunan yang indah.

p1010097

Menggambar orang-orangan pada kertas lebar yang dilem sebagai starting point tema “Diri Saya”

p1010083

Sebelumnya, buatlah garis-garis berpetak untuk menghitung luas tubuh.

p10100961

Kepala sekolah ini tak jaga gengsi. Ia langsung membuat garis-garis dengan spidol besar.

p10008891

Peserta bebas memilih tempat mengerjakan tugas kelompok. Kalau bisa belajar di luar kelas, mengapa memaksa anak duduk manis, dengar, catat, dan hafal di dalam kelas?

p1000967

Versi teks gubahan guru dari lirik lagu “Naik-naik ke puncak gunung” untuk mengajarkan matematika.

p1000959

Guru dilatih membuat poster yang dipajang di ruang kelas. Inilah poster lagu “Oh Maluku” yang digubah untuk mendorong rekonsiliasi masyarakat Maluku pasca-kerusuhan!

p1000932

Ibu Poppy Siahaya dari Masohi, Seram sedang menilai kompetensi menanam tanaman dalam pot dengan menggunakan indikator-indikator kompetensi.

p1000933

Dimulai dari mengamati dan menilai daun, kemudian batang, tanah, tunas, dan keserasian tanaman dengan pot.

p1000579

Sabar, Pak. Main gitarnya nanti ya! Sekarang bekerja dulu.

p1000853

Langsung catat pada pajangan sebelum lupa.

p10005801

Kelompok ini paling senang memilih bekerja di pondok mungil yang indah di area Baguala Resort.

p1000881

Melakukan wawancara di cafe untuk mencatat data perkembangan keuntungan cafe di sebelah kolam renang ini.

p1000905

Melaporkan hasil kerja kelompok melatih berbagai kompetensi berkomunikasi.

pic_1414

Pengalaman dari penataran akan mendorong guru meminta anak tampil di depan kelas guna melatih keberanian anak.

Ruang di depan kelas hendaknya tidak digunakan untuk menghukum anak bernyanyi, atau menyetrap anak, atau dipermalukan melalui kritik guru yang menjatuhkan semangat anak. Karena, dampaknya adalah disuruh maju ke depan akan menjadi ‘doa’ anak setiap hari agar jangan sampai ia dipanggil untuk dipermalukan di depan teman-temannya.

p1000920

Peserta melepas kepenatan dengan berenang di kolam renang satu-satunya yang dibangun di Baguala untuk anak-anak Kota Ambon. Pemilik hotel ini mengabdikan diri untuk mendorong perlindungan hak-hak anak. Dangke Ibu!

pic_1447

Pohon sagu tidak pernah ditanam. Tumbuh sendiri. Manusia hanya diminta mengolahnya menjadi aneka-makanan. Tanaman pakis yang berharga mahal di Jakarta tumbuh seperti rerumputan di hutan. Mau buat sayur tinggal ambil saja di belakang rumah. Ikan-ikan di laut Maluku begitu beragam dan berlimpah. Manusia hanya diminta menangkap, memasak, dan menghindangkan di meja makan. Air berlimpah selalu berada di areal tanaman sagu. Namun, mengapa orang-orang Maluku beralih makan nasi, daging ayam ras, dan junk food serba instan serta minum air mineral dalam botol plastik? Apa yang salah pada bangsa ini?

pic_1445

Kalau kita inginkan anak berekspresi bebas, mulailah mendorong ekspresi bebas peserta pelatihan. Marie, Wia, dan Lia, nona-nona Ambon manise su siap manyanyi dan badangsa. Kapan katong makan papeda lai? Eh, ternyata makan “lem” pung enak lai! He hehe.

pic_1443

Lihatlah tanaman dengan matamu, ciumlah baunya, rabalah ranting dan daunnya! Semakin banyak indra dipakai semakin lancar kerja otak, semakin mudah kita membangun konsep, membangun makna. Dorong anak agar lebih sering menggunakan tangan kiri untuk memberi stimulus kepada belahan otak kanan!

pic_1441

Ibu-ibu kepala sekolah ini sedang mengamati tanaman dan menjadikan tiang sebagai alas buku catatan. Inilah yang persis akan dilakukan anak di sekolah.

pic_1440

Seumur hidup baru kali ini guru meninggalkan dulu buku pelajaran dan langsung mengamati tanaman di alam. Sambil menghirup oksigen segar, kerja otak lebih lancar.

pic_1437

Serius sekali ibu guru muda ini menggambar tanaman yang diamati. Tugas yang jelas dengan batasan waktu yang pasti membuat siswa memanfaatkan waktu secara efisien.

pic_1436

Pak guru muda ini tak banyak berbicara selama pelatihan. Tetapi, begitu ada kegiatan praktik, ia langsung bertindak dan amat tekun bekerja. Belajar tanpa berbuat sama dengan bercinta tanpa menyentuh. Trims, Pak, su bawa air kasi beta waktu haus, tarlalu lama manyanyi!

pic_1435

Rambut bapak kepala sekolah ini sudah banyak beruban. Tapi, ia benar-benar menunjukkan teladan rajin bekerja dalam kegiatan individual dan berperan serta aktif dalam kegiatan kelompok.

p1010193

Mengajar tidak berarti memberi tahu tetapi membawa anak mendekat, mengamati, dan meraba objek yang dipelajari serta memanipulasinya dalam kegiatan percobaan.

pic_1415

Anak turunan Jawa, anak Papua, dan anak Maluku bekerja sama tanpa prasangka rasial dan agama.

pic_1409

Kegiatan belajar yang baik adalah yang berhasil membuat anak terfokus dan terkonsentrasi berpikir melalui pelibatan aktivitas fisik.

p1010170

Jajan yang dijual di sekolah hendaknya memperhatikan kecukupan gizi anak, bersih, dan tak dihinggapi lalat. Selamat makan, nona!

p1010228

Jika Anda mendambakan generasi masa depan memperhatikan pelestarian lingkungan hidup, mulailah dengan hal sederhana, seperti melatih tiap anak menanam tanaman di pot yang setiap hari disiram! Dan, jangan lupa sediakan tempat cuci tangan dan sabun untuk melatih anak hidup bersih dan sehat!

p1010215

Salam belajar aktif dari katong, anak-anak Maluku!

Foto-foto koleksi Miftahudin & S.Belen

Iklan


1243328602_school-abuse

Asam urat yang menyakitkan

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

https://sbelen.wordpress.com/2013/04/15/sano-ramuan-herbal-berkhasiat-mulai-bisnis-di-usia-62-tahun/

Gambar spanduk Sano

sano-sembuhkan-asam-urat-anda

Kartu nama Yuni 2

Leonardo da Vinci, jenius serba-bisa yang sulit tertandingi

November 29, 2008

copy-of-800px-study_of_a_tuscan_landscape

Lukisan awal Leonardo yang diketahui, Lembah Arno (1473)


leonardo-jenius1leonardo-jenius-2

Leonardo da Vinci sering saya gunakan sebagai ilustrasi tokoh yang menggambarkan betapa kreativitas otak manusia dapat dikembangkan tanpa batas. Ia memperlihatkan betapa otak manusia sebenarnya berpikir radial seperti sebuah bolham lampu yang memancarkan sinar ke segala arah.

Sejauh ini literatur tentang kemampuan otak manusia menyiratkan bahwa tokoh seperti Leonardo da Vinci dan Albert Einstein paling-paling mengembangkan potensi otaknya maksimal hanya sampai 5%. Terbanyak dari kita hanya mampu mengembangkan kapasitas otak kita sekitar 0,001%.

Melalui perkembangan studi ilmu dan teknologi di perguruan tinggi yang semakin terkotak-kotak, makin terkompartementalisasi, terkapling kecil-kecil, agaknya sulit bagi tokoh iptek dan seniman zaman globalisasi ini yang dapat menyamai prestasi Leonardo da Vinci. Sayang, padahal potensi kreativitas otak manusia itu tak berbatas, tak bertepi.

einsteini191photobucketcom

Otak Albert Einstein. “Satu bagian esensial kreativitas adalah tidak takut gagal”, kata Einstein.

Kehidupan Leonardo da Vinci penuh dengan inspirasi tetapi juga dengan ketakbahagiaan. Dalam seluruh hidupnya ia melewati waktu-waktu keputusasaan, namun ia juga menemukan kemuliaan ketika ia diterima di Florence sebagai seorang pelukis besar pada waktu itu. Sementara hanya beberapa karyanya saja yang dapat kita nikmati sampai sekarang, dan sementara hidupnya yang panjang sering terisi dengan kesedihan, kepada kita diwariskan karya-karya Leonardo yang amat indah. Beberapa lukisan Leonardo dan banyak tulisan / sketsanya tersebar ke berbagai tempat. Salah satu tulisannya Codex Leicester bahkan dibeli dengan harga $ 30 juta oleh milyuner Bill Gates. Meskipun kita tak dapat membeli karya-karyanya, namun cetakan dua karya agungnya, yaitu “Perjamuan Terakhir” dan ”Mona Lisa” dapat kita beli dan pasang di rumah kita.

wjajah-mona-lisa-leonardo-da-vinciLeonardo da Vinci (15 April14522 Mei1519) adalah seorang polymath, ahli beragam cabang ilmu. Ia dikenal sebagai ilmuwan, matematikawan, insinyur, penemu, anatom, pelukis, pematung, arsitek, botanis, musisi, dan penulis. Giorgio Vasari, penulis biografi Leonardo mengatakan, “Di mana saja, pikirannya beralih ke masalah-masalah sulit. Ini adalah suatu pengakuan terhadap sekian luas kemampuan Leonardo. Sekali telah menguasai seni lukis, ia bergerak ke anatomi, pembangunan jembatan, penerbangan, mesin perang, kartografi, arsitektur, matematika, geologi, biologi, sejarah alam, musik, filsafat, dan bahkan cerita tentang dongeng binatang.

Ia sering dilukiskan sebagai arketipe “Insan Renaisans”, orang yang memiliki rasa ingin tahu luar biasa yang dihiasi kehebatan penemuan. Ia dikenal luas sebagai salah seorang pelukis terhebat sepanjang masa dan mungkin seorang yang berbakat paling beragam yang pernah hidup. Helen Gardner mengatakan, ruang lingkup dan kedalaman minat-minatnya memang tanpa ada pendahulu…. Pikiran dan kepribadiannya tampak bagi kita seperti manusia super, orangnya sendiri misterius, dan tampaknya hidup terpencil di masa tuanya.

biografi-leonardo-da-vinci-1biografi-leonardo-da-vinci-2

copy-of-superstock_900-4788flying-machine-postersSebuah reka mesin terbang Leonardo da Vinci

Dari tahun 1513 sampai 1516, Leonardo hidup di Vatikan, Roma. Di sini ia membantu seniman Raphael dan Michelangelo yang juga amat tersohor waktu itu. Ia hadir dalam pertemuan antara Raja Francois I dari Prancis dan Paus Leo X. Ia ditugaskan membuat sebuah singa mekanis yang dapat berjalan maju, lalu membuka dadanya untuk menunjukkan seikat bunga lili.

Leonardo wafat di Clos Luce, Prancis2 Mei 1519. Sebagai teman, Raja Francois I memegang kepalanya pada lengannya saat ia menghembuskan napas terakhir. Pada hari-hari terakhirnya, ia memanggil seorang pastor untuk membuat pengakuan dosa dan menerima komuni. Sesuai dengan permintaannya, 60 pengemis mengikuti peti jenasahnya. Ia dikuburkan di kapel Saint-Hubert di kastil (benteng).

Sumber:

http://en.wikipedia.org/wiki/The_Last_Supper_(Leonardo)

http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Leonardo_self.jpg

http://susanpolgar.blogspot.com

http://www.lairweb.org.nz/leonardo/life.html

httpbp2.blogger.com

httpwww.allposters.comgallery.aspstartat

httpwww.latifm.comartistsimageda

Iklan

ibpI5li7kjnRD9

Sakit kanker

Kunjungila posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

sano-serang-sel-kanker

Kartu nama Yuni 2