Posts Tagged ‘keropos tulang’

Refleksi lewat stiker Sano (ramuan bawang putih, cuka apel, madu, jahe, dan lemon)

Februari 17, 2015

 

botol sano copy - Copy

Apa itu SANO? Sano adalah racikan ramuan bumbu dapur yang terdiri dari 5 bahan, yaitu bawang putih, cuka apel, madu, jahe (halia), dan lemon. Siapa menyangka kombinasi 5 bahan ini mampu menyembuhkan beragam penyakit sekaligus juga mampu mencegah kita terserang penyakit-penyakit berbahaya?

bahan-sano

Ramuan tradisional itu berbeda dari obat dokter. Untuk membuat obat dokter, orang mengambil zat-zat tertentu saja dari tumbuhan, mengekstrak senyawa kimiawi tertentu saja dan menjadikannya sebagai obat untuk menyembuhkan satu penyakit spesifik, khusus. Karena itu, zat-zat pada obat dokter langsung menuju organ tubuh yang hendak disembuhkan dan bekerja membereskan penyakit khusus itu. Karena itu, kinerja obat dokter itu cespleng. Tapi, dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek samping yang merugikan kesehatan.

Sebaliknya, semua unsur atau zat-zat pada tumbuhan yang berkhasiat diracik dan diramu menjadi ramuan tradisional. Seperti Sano, semua unsur / zat kmiawi pada bawang putih, cuka apel, madu, jahe, dan lemon tidak diseleksi tapi langsung dicampur menjadi satu ramuan. Karena itu, ramuan tradisional menyembuhkan tubuh secara holistik, keseluruhan. Cara kerjanya seperti autopilot. Guna menyembuhkan tubuh secara keseluruhan, zat-zat yang tak diseleksi itu yang masuk ke dalam tubuh langsung menuju organ-organ tubuh yang bermasalah dan membereskannya. Ada organ yang menunjukkan gejala kesembuhan duluan sedangkan organ lain menyusul belakangan.

Perbedaan inilah yang menyebabkan ramuan tradisional itu sebenarnya tidak bisa diklaim sebagai obat untuk penyakit spesifik tertentu saja, seperti obat dokter ada obat batuk, obat jantung, obat ginjal, obat diabetes. Ramuan tradisional cenderung mampu menyembuhkan beragam penyakit. Bila orang tidak mengerti perbedaan antara obat dokter dan herbal, mungkin orang dapat berpikir, ah bohong, masa’ ramuan ini diklaim mampu menyembuhkan sederet penyakit.

Penyakit apa saja yang dapat disembuhkan Sano sesuai dengan kesaksian (testimoni) yang kami peroleh dari para pengguna yang didukung hasil penelitian dan literatur yang telah kami telusuri? Lihatlah daftar berikut ini.

Penyakit sembuh dengan Sano 1Penyakit sembuh dengan Sano 2Penyakit sembuh dengan Sano 3Penyakit sembuh dengan Sano 4Penyakit sembuh dengan Sano 5

Tampaknya daftar penyakit yang mampu disembuhkan Sano akan bertambah. Mengapa? Kulit manggis saja menunjukkan sekian banyak manfaat. Habbatussauda (Nigella Sativa) atau jintan hitam saja dikatakan dapat menyembuhkan segala macam penyakit, kecuali kematian.  Sirsak disebut memiliki “sejuta” manfaat. Pohon Nimba (disebut pohon obat Neem di India mendapat julukan “penyembuh dari segala penyakit” karena di India penggunaannya amat luas, baik digunakan sendirian maupun digabung dengan tanaman / bahan lain. Yang paling hebat adalah pohon kelor. National Institute of Health (NIH) pada 21 Maret 2008 mengatakan, bahwa pohon kelor telah digunakan sebagai obat oleh berbagai kelompok etnis asli untuk mencegah atau mengobati lebih dari 300 jenis penyakit. Tradisi pengobatan ayurveda India kuno menunjukkan bahwa 300 jenis penyakit dapat diobati dengan kelor (moringa oleifera).

Jika anda ingin mendapatkan daftar penyakit yang disembuhkan Sano untuk di-print atau di-fotokopi, silahkan download file berikut ini.

Daftar penyakit yang mampu disembuhkan SANO

.

Sano ajaib 2

Bila anda ingin mengenal lebih jauh tentang Sano, kunjungilah 4 posting utama pada blog kami, yaitu:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/#comment-4836

https://sbelen.wordpress.com/2013/04/15/sano-ramuan-herbal-berkhasiat-mulai-bisnis-di-usia-62-tahun/

https://sbelen.wordpress.com/2014/10/07/tanya-jawab-tentang-ramuan-herbal-sano-bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon/

https://sbelen.wordpress.com/2014/04/11/apa-saja-rahasia-khasiat-ramuan-herbal-sano-bawang-putih-lemon-jahe-cuka-apel-madu/

Guna mendapatkan informasi lebih lanjut, anda dapat mengunjungi Fanspage pada Facebook kami pada:

https://www.facebook.com/pages/Sirup-SANO/1442545299377444

Dari pengalaman meracik dan membantu sesama yang menderita sakit, juga penyembuhan sakit kami sendiri, hasil refleksi kami dituangkan dalam kalimat-kalimat stiker berikut ini.

Sano dan stamina copy

sticker 14 - Copy copy

sticker Sano 1

sticker Sano 2

sticker Sano 3

sticker Sano 4

sticker Sano 5

sticker Sano 6

sticker Sano 7

sticker Sano 8

sticker Sano 9

sticker Sano 10

sticker Sano 11

sticker Sano 12

sticker Sano 13

sticker Sano 14

sticker Sano 15

sticker Sano 16

sticker Sano 17

sticker Sano 18

sticker Sano 19

sticker Sano 20

sticker Sano 21

sticker Sano 22

sticker Sano 23

Advertorial

high_heels

Jangan pernah menyerah! Bangkitlah dari keterpurukan! Siapa sangka racikan bumbu dapur mampu mencegah dan menyembuhkan beragam penyakit? Dapur adalah apotek dalam rumah anda. Bukalah mata anda dan lihatlah sekeliling, lalu manfaatkan demi kesehatan tubuh anda!

waterproof_eyeliner

Izin Depkes

Kartu nama Yuni 3

Bertelanjang kaki: Satu kiat gratis mengembangkan otak

November 27, 2008

dsc00148c1

Salah satu kiat gratis mengembangkan kinerja otak anak adalah mengajak anak agar bertelanjang kaki sebanyak mungkin. Hal ini berlaku juga untuk Anda, orang dewasa, dan siapa saja.

obama-toddler2_cst_feed_20070907_19_15_02_1245h282w400httpdonotcolormeblogspotcom200802family-pictures-of-obamahtml2

Obama bertelanjang kaki. Pantas otaknya cerdas! Membungkus kaki bayi adalah kebiasaan buruk yang kurang menunjang perkembangan otaknya.

Mengapa? Hasil riset otak telah menunjukkan bahwa jika telapak kaki menginjak tanah, menginjak bumi, beragam saraf kita mendapatkan rangsangan (stimuli) dan ini mendorong otak bekerja. Bukankah, pijat refleksi terutama terfokus pada telapak kaki?

Kedua, hasil riset otak juga menandaskan bahwa kedua kaki kita sebenarnya merupakan tangan ketiga dan keempat. Mengapa tangan Anda (tangan pertama dan kedua) tak diberi sarung tangan, sandal, atau sepatu seperti tangan ketiga dan keempat? Bagi warga suku Anak Dalam, suku Kubu, atau anak dan orang rimba, jika telapak kakinya menginjak tumbuhan, mereka bisa tahu tumbuhan itu bisa dimakan atau beracun. Jika menginjak ular, mereka langsung tahu ular itu berbisa atau tidak.

sumpit-dayak1

Orang dayak menyumpit burung di hutan. Tak beralas kaki.


sameera_khairat_olpc

Anak kampung dan orang kampung lebih beruntung karena lebih sering bertelanjang kaki.

Ketiga, menurut temuan ilmu jika telapak kaki kita menginjak bumi, gelombang elektromagnetik dalam tubuh kita akan terhubung dengan gelombang elektromagnetik bumi. Jika kita berjalan, kaki kita seolah menjadi pengasah “mata pisau” tubuh sehingga semakin memiliki daya magnet. Waktu Neil Amstrong dkk. kembali dari bulan ternyata volume tubuh mereka berkurang karena lama tak menginjak bumi, tak diisi gelombang elektromagentik. Mereka harus dimasukkan ke karantina lalu disuntik gelombang elektromagnetik, baru diperbolehkan keluar. Nah, jika anak dan Anda sendiri semakin sering bertelanjang kaki, di masa tua anak dan Anda tak berisiko terkena keropos tulang.

rounded_drawbw

Patung-patung para pematung terkenal dunia tak bersepatu atau bersandal. Mengapa?

Keempat, mengapa umat Islam jika sholat melepas sepatu atau sandal, bertelanjang kaki? Nabi Mohammad ternyata benar setelah temuan riset otak membuktikan. Bukankah Anda lebih khusuk dan mudah berkonsentrasi dalam berdoa jika berkaki telanjang? Umat Hindu pun demikian. Terkadang saya mengamati umat Hindu berdoa di pura. Betapa khusuk mereka berdoa. Dan, mereka melepas sepatu atau sandal. Umat Buddha pun demikian. Jika bermeditasi, sepatu, sandal, dan kaus kaki dicopot. Bertelanjang kaki. Hanya umat Kristen yang masuk ke dalam gereja memakai sepatu. Mengapa? Karena agama Kristen awalnya berkembang di Eropa yang memiliki 4 musim, sungguh dingin tak tertahankan jika dalam gereja tak beralas kaki. Padahal, di beberapa biara Katolik di Timur Tengah sampai hari ini para rahib tetap bertelanjang kaki.

wwwistockphotocomist2_6382569-you-can-t-catch-me

Bertelanjang kaki membuat kita lebih lincah dan gembira.

Di sejumlah negara Eropa, Amerika, dan Australia, kini semakin banyak orang dan klub barefooters (orang yang ke mana-mana bertelanjang kaki). Mereka sering dilarang masuk ke kantor, gedung, sekolah, kampus, dan tempat yang lain karena dianggap jorok dan mengotorkan tempat yang bersih dan rapi. Tapi, mereka ngotot saja. Mereka kelak akan membuktikan bahwa rintisan mereka yang kini dianggap nyentrik dan aneh berada pada jalur yang benar.

cusl01_portraits0810httpwwwvanityfaircomculturefeatures200810portraits_portfolio200810

Tanpa sepatu sebenarnya manusia berlari lebih kencang.

Percayakah Anda argumentasi ini? Jika percaya, mau tunggu apa lagi? Hayo, lepaskan sepatu, sandal, dan kaus kaki!

copy-of-kiat-gratis-otak-kaki-telanjang1

Karena, kebiasaan bertelanjang kaki mengembangkan otak anak, mengembangkan kinerja otak anak, otak orang dewasa, dan tentu saja otak Anda.

Iklan

 

 

 

alison-brie-shirlet-dance-1

Obesitas

Kunjungi posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

Sano dan obesitas

Kartu nama Yuni