Posts Tagged ‘kakek’

Hanya kematian yang memisahkan kami

November 23, 2015

i_love_you_heart_animation

Ketika aku tiba di rumah malam itu, tatkala istriku menghidangkan makan malam dan kami sama-sama makan, aku memegang tangannya dan berkata, aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu. Ia duduk dan makan dengan tenang. Sekali lagi aku amati kepedihan di kedua matanya. Mendadak aku tidak tahu bagaimana membuka mulutku. Tapi, aku harus tega membiarkan ia tahu apa yang sedang aku pikirkan. Aku menginginkan perceraian. Aku mulai membahas topik ini dengan tenang.

Tampaknya ia tidak terganggu oleh kata-kataku. Sebaliknya, ia bertanya dengan lembut, mengapa? Aku menghindar menjawab pertanyaannya. Ini membuat ia marah. Ia melempar sumpit dan berteriak kepadaku, kamu bukan seorang laki-laki! Malam itu, kami tidak saling berbicara. Ia menangis. Aku tahu ia ingin merenung untuk menemukan apa yang telah terjadi terhadap perkawinan kami. Akan tetapi, aku tidak bisa memberinya sebuah jawaban yang memuaskan; ia telah kehilangan hatiku yang telah berpaling ke Jane. Aku tidak mencintainya lagi. Aku hanya kasihan dia!

Dengan rasa bersalah yang dalam, aku membuat draf surat persetujuan perceraian, yang menyatakan bahwa ia dapat memiliki rumah kami, mobil kami, dan 30% saham perusahaanku. Sekilas ia memandang surat itu lalu merobeknya sampai carikan-carikan kecil. Wanita yang menghabiskan sepuluh tahun hidupnya bersama aku telah menjadi orang asing. Aku merasa kasihan atas waktu, sumber daya, dan energinya yang terbuang. Tapi, aku tidak bisa mengambil kembali apa yang telah aku katakan kepada Jane, pacarku, bahwa aku sangat mencintainya. Akhirnya ia menangis tersedu-sedu di depanku. Hal yang tidak aku harapkan terjadi. Gagasan bercerai yang membuat aku terobsesi beberapa minggu ini menjadi lebih kuat dan lebih jelas sekarang.

gibran_art_g105.www.inner-growth.info.Love

Lukisan Kahlil Gibran

Keesokan harinya, aku amat terlambat pulang ke rumah dan menemukan dia sedang menulis sesuatu di meja. Aku tidak makan malam tapi langsung pergi tidur dan amat cepat nyenyak tertidur. Karena, aku amat capek setelah seharian penuh bermesraan dengan Jane. Ketika aku terbangun, ia masih duduk depan meja sambil menulis. Aku jelas tidak peduli. Aku membalikkan badan dan tertidur lagi.

Pagi-pagi ia mengajukan syarat-syarat perceraian. Ia tidak menginginkan apapun dari aku. Tapi, ia membutuhkan pemberitahuan satu bulan sebelum perceraian. Ia minta agar dalam satu bulan ini, kami berdua mencoba hidup senormal mungkin. Alasannya untuk persyaratan ini sederhana. Anak lelaki kami akan maju ujian satu bulan ke depan dan ia tidak ingin mengganggunya dengan perkawinan kami yang hancur berantakan.

Aku setuju persyaratan ini. Namun, ia ajukan satu persyaratan lagi. Ia minta aku mengingat kembali bagaimana aku menggendongnya ke kamar pengantin kami pada hari pernikahan kami. Ia minta agar tiap hari selama satu bulan aku menggendongnya keluar dari kamar tidur kami ke pintu depan setiap pagi. Aku pikir dia nyaris gila. Hanya untuk membuat hari-hari terakhir kami bersama-sama terpikulkan, aku menerima permintaannya yang aneh ini.

Aku sampaikan kepada Jane tentang persyaratan perceraian yang diajukan istriku. Ia tertawa keras dan berpikir, ini benar-benar tidak masuk akal, absurd. Tidak peduli trik yang istriku terapkan, Jane berujar dengan cemooh, ah dia toh akan terpaksa menghadapi perceraian.

Istriku dan aku tidak melakukan kontak, hubungan badan sejak niat cerai aku telah diungkapkan secara jelas, eksplisit. Karena itu, ketika aku menggendongnya ke luar pada hari pertama, kami berdua tampak canggung. Putra kami bertepuk tangan di belakang kami sambil berujar, ayah menggendong ibu. Dari kamar tidur ke ruang tamu, lalu ke pintu, aku berjalan lebih 10 meter sambil membopongnya dengan lengan-lenganku. Ia menutup matanya dan berkata dengan lembut, jangan bilang anak kita tentang perceraian. Aku mengangguk sambil merasa agak kesal. Aku menurunkannya di luar pintu. Ia lalu pergi menunggu bus ke tempat kerjanya. Aku menyetir mobil sendirian ke kantor.

Di hari kedua, kami berdua jauh lebih mudah melakukannya. Ia merebahkan diri ke dadaku. Aku dapat mencium harum mewangi blusnya. Aku sadar bahwa lama sekali aku tidak memandang wanita ini dengan saksama. Aku tersadar, ia sudah tidak muda lagi. Ada kerutan-kerutan halus di wajahnya. Rambunya mulai beruban! Perkawinan kami telah membuat ia berkorban. Satu menit aku bertanya-tanya apa yang telah aku lakukan terhadapnya.

Pada hari keempat, ketika aku mengangkatnya, aku merasakan bahwa suatu perasaan kemesraan muncul kembali. Inilah wanita yang telah mengorbankan 10 tahun kehidupannya bagiku. Pada hari kelima dan keenam, aku tersadar bahwa perasaan kemesraan kami bertumbuh lagi. Aku tidak memberitahu Jane tentang hal ini. Semakin mudah aku menggendong istriku tatkala hari demi hari bulan ini berlalu. Mungkin latihan tiap hari membuat aku lebih kuat.

Suatu pagi ia memilih busana yang akan dipakai. Ia mencobakan beberapa gaun tapi tidak menemukan satu pun yang cocok. Sambil menghela napas ia berujar, semua pakaianku bertambah longgar. Tiba-tiba aku tersadar, ia semakin kurus. Itulah alasannya mengapa aku dapat lebih mudah membopongnya. Mendadak hal ini menghentakku. Ia telah menguburbenamkan sedemikian banyak rasa sakit dan kepahitan dalam hatinya. Tanpa sadar aku mengulurkan tangan dan menyentuh kepalanya.

Saat itu anak kami muncul dan berkata, Ayah, sudah waktunya menggendong mama ke luar. Bagi anak kami, melihat ayahnya menggendong ibunya ke luar telah menjadi bagian amat penting dalam kehidupannya. Istriku memberi isyarat kepada anak kami agar mendekat dan memeluknya dengan erat. Aku memalingkan wajahku karena takut aku bisa saja berubah pikiran pada menit-menit terakhir. Lalu, aku membopongnya dengan kedua lenganku, berjalan dari kamar tidur melewati ruang tamu, ke teras. Tangannya mengalungi leherku dengan lembut dan alami. Aku memeluk tubuhnya dengan erat, sama seperti yang aku lakukan pada hari pernikahan kami.

Namun, badannya yang kini jauh lebih ringan membuatku sedih. Pada hari terakhir, ketika menggendongnya dengan kedua tanganku, aku hampir tidak dapat bergerak satu langkah. Anak kami telah pergi ke sekolah. Aku memeluknya dengan erat dan berkata, aku tidak perhatikan bahwa kehidupan kita kurang mesra. Aku menyetir mobil ke kantor dan terburu-buru melompat ke luar mobil tanpa sempat mengunci pintu mobil. Aku takut bahwa satu penundaan apapun dapat membuat aku berubah pikiran. Aku berjalan ke lantai atas. Jane membuka pintu dan aku katakan kepadanya, Maaf Jane, aku tidak ingin lagi bercerai.

Ia memandangku, terheran-heran, dan kemudian menyentuh dahiku. Apakah kamu demam? Ia bertanya. Aku memindahkan tangannya dari kepalaku. Maaf Jane, aku katakan, aku tidak ingin bercerai. Kehidupan perkawinanku membosankan, mungkin karena ia dan aku tidak memperhatikan, tidak menghargai hal-hal kecil dalam kehidupan kami, bukan karena kami tidak saling mencintai lagi. Sekarang aku sadar bahwa sejak aku menggendongnya ke dalam rumahku pada hari pernikahan kami, seharusnya aku memeluknya sampai kematian memisahkan kami.

Tampaknya Jane tiba-tiba tersadar. Ia menampar wajahku dengan keras dan kemudian membanting pintu dan menangis. Aku berjalan menuruni tangga dan menyetir mobil pulang ke rumah. Dalam perjalanan aku mampir di toko bunga, memesan satu karangan bunga untuk istriku. Gadis penjual bertanya kepadaku apa yang harus ditulis pada kartu. Aku tersenyum dan menulis, “Aku akan menggendongmu tiap pagi sampai maut memisahkan kita.”

Sore itu aku tiba di rumah dengan bunga di kedua tanganku sambil tersenyum. Aku berlari naik tangga, hanya menemukan istriku di tempat tidur – meninggal.

Istriku berjuang melawan kanker selama berbulan-bulan dan aku sedemikian berasyik mesra dengan Jane sehingga tidak menghiraukannya. Ia tahu bahwa ia akan segera meninggal dan ia ingin menyelamatkan aku dari reaksi negatif apapun dari putra kami, andaikan kami terpaksa bercerai. Setidak-tidaknya, di mata putra kami – aku adalah seorang suami yang penuh kasih.

love1

Pesan moral: Hal-hal kecil, sepele dalam kehidupan kita itulah yang justru bermakna dalam hubungan kita. Yang berarti itu bukanlah rumah gedongan, properti, uang di bank. Hal-hal sepele itulah yang menciptakan lingkungan yang mendukung (kondusif) kebahagiaan walaupun hal-hal kecil itu tidak memberi kebahagiaan dari dirinya. Karena itu, carilah waktu agar menjadi teman pasanganmu dan saling lakukan hal-hal kecil yang membangun kemesraan. Dan, raihlan kebahagiaan perkawinan yang nyata.

Sign of love

Tambahan penterjemah: Satu menu ‘makanan’ pokok yang dibutuhkan otak manusia adalah kasih sayang. Menu ‘makanan’ pokok lain yang dibutuhkan otak adalah oksigen, nutrisi atau gizi, dan informasi. Lihat posting: https://sbelen.wordpress.com/2008/11/28/otak-sang-pengendali-anda-berilah-%E2%80%9Cmakanan%E2%80%9D-yang-ia-butuhkan/

 

Makhluk manusia mana yang paling berbahagia di muka bumi ini? Bayi! Orang senang melihat dan mengamati bayi. Orang bermurah senyum kepada bayi. Orang-orang dekat ingin menggendong, mencium, membelai, serta mengajaknya tersenyum dan tertawa. Waktu masih berusia balita, anak-anak kecil pun mendapat perlakuan mirip bayi walaupun frekuensinya secara bertahap berkurang.

Semakin anak bertumbuh-kembang waktu memasuki masa remaja, ayah mulai mengambil jarak dengan anak perempuannya. Dan, ibu pun relatif melakukan hal yang sama terhadap anak lelakinya. Apalagi, adat ketimuran yang ketat semakin membatasi perlakuan kasih sayang melalui sentuhan (kecupan, belaian) orang tua kepada anak remaja, apalagi anak yang telah memasuki fase adolesens.

Defisit sentuhan itu mendapatkan kompensasi ketika orang-orang muda mulai berpacaran. Karena adat yang ketat, sentuhan antara pria dan wanita yang berpacaran malah diusahakan secara sembunyi-sembunyi. Saru, tidak sopan bila dilihat orang.

Memasuki hidup perkawinan: Kasih sayang antara suami-istri itu bukan sekadar mengatakan, Aku mencintaimu Atau kan, pasanganku tahu bahwa aku mengasihinya. Dalam kehidupan perkawinan, frekuensi sentuhan melalui pelukan, ciuman, belaian mungkin tanpa disadari, semakin berkurang seiring berjalannya waktu. Dari pihak wanita, teman-temanku di Inggris mengatakan, bagi aku sebagai istri, hugging (memeluk sambil mengusap-usap bahu) bahkan lebih penting, lebih menyenangkan, membahagiakan daripada hubungan seks dengan suami.

Hasil riset otak menunjukkan, ternyata kasih sayang itu harus disalurkan, diekspresikan juga melalui sentuhan (touching) agar otak bayi, otak anak sekolah, mahasiswa bertumbuh kembang dengan bagus. Ekspresi kasih sayang melalui sentuhan dari suami kepada istri dan dari istri kepada suami itu amat dibutuhkan dalam merawat kehidupan perkawinan. Ekspresi kasih sayang melalui sentuhan itu dibutuhkan pula oleh orang lansia yang semakin uzur termakan umur.

Pamanku, seorang bruder biarawan yang hidup selibat menjalani dua kali operasi di sebuah rumah sakit terkenal di Surabaya. Usianya waktu itu 93 tahun. Belum pernah aku menyentuh om kecuali berjabat tangan. Setelah operasi yang kedua, aku mengusap-usap dahinya, membelai kedua pipi dan tangannya sambil mendorong agar om tegar menghadapi rasa sakit dan cepat pulih. Ternyata sentuhan-sentuhanku ini membuat semangat om bertambah dan proses penyembuhan berlangsung cepat.

Dari pengalaman ini, kami menyimpulkan, dari bayi sampai dengan orang lansia membutuhkan sentuhan-sentuhan agar kinerja otak bagus dan merasa senang dalam meraih kebahagiaan.

Dari kisah “Hanya kematian yang memisahkan kami” ini, dapatlah kita menarik kesimpulan, bahwa hal-hal kecil, seperti sentuhan melalui ciuman, usapan, dan belaian, dalam kehidupan rumah tangga ini makin lama makin berkurang dan akhirnya sirna, lenyap. Padahal, sentuhan ini adalah garam atau  bumbu penyedap kemesraan dalam hidup perkawinan. “Kemesraan ini janganlah cepat berlalu ….” Lirik lagu populer ini mungkin dapat mengingatkan kita untuk merawat hidup perkawinan kita melalui berbagai kiat. Tapi, jangan lupa ekspresi kasih sayang melalui sentuhan. Semoga berhasil. Good luck!

Om Bruder Paskalis pada HUT 95 tahun 2

Om-ku Bruder Paskalis pada usia ke-95 tahun di Ruteng, Flores

.

grandparents on bed

Kakek dan nenek tak lupa sentuhan kemesraan

,

bitch-ass-nerd-granpa-n-ma-o

Sumber: http://www.moralstories.org/until-death-do-us-apart/

Dikirim oleh Nicole Cauley

Terjemahan S Belen

Obama tanpa baju, kembali mereguk kebahagiaan kanak-kanak

Desember 24, 2008

s-obama-shirtless-largehttpwwwhuffingtonpostcom20081222obama-shirtless-in-hawaii_n_152873html

Foto ini menggemparkan masyarakat Amerika karena The commander in chief yang akan dilantik tampil tanpa baju. Tak ada yang salah, bela para wartawan. Kekuatannya justru terletak pada penampilan apa adanya.


slide_749_14121_largehttpwwwhuffingtonpostcomstyle

Ini mengingatkan warga Amerika akan Presiden Gerald Ford yang pernah tertangkap kamera di kolam renang dalam penampilan tanpa baju.


obama-toddler2_cst_feed_20070907_19_15_02_1245h282w400httpdonotcolormeblogspotcom200802family-pictures-of-obamahtml

Foto The commander in chief mengingatkan kita kepada foto bayi Obama tanpa baju ini.


original-3

Foto di pantai ini juga mengingatkan kita kepada foto Obama kecil di pantai Hawai yang sama.


httpimgdailymailcoukipix200802_01obamaphotosr2_468x403

Masa kecil yang bahagia, baik di darat maupun di laut. The nature keeps smiling. The nature makes us happy. Alam tetap tersenyum. Alam membahagiakan kita.


obama-and-grandpahttpwwwindonesiamediacom20084midserba_serbi

Kebahagiaan itu lengkap berkat dukungan sang kakek.


httpari3ffileswordpresscom20080328587177

Kebahagiaan itu terpancar dalam lindungan sang bunda. Selamat Hari Ibu bagi semua ibu Indonesia! Tanpa ibu kita semua tidak hadir di dunia ini. Tanpa dukungan ibu, kita cemas menantang kehidupan.


original-5

Dukungan sang bunda dan sang kakek membuat Obama berani menantang hidup.


original-4

Berani menepis gelombang tsunami resesi keuangan AS.


original-2

Lebih baik memiliki presiden yang tidak terlalu pintar tetapi berani daripada presiden yang terlalu pintar sampai tidak berani dan selalu ragu-ragu.


original

Tantangan itu menyakitkan tetapi sekaligus membahagiakan.


originalhttpwwwhuffingtonpostcom20080814obama-bodysurfs-in-hawaii_n_119070html

Puaslah sesudah mandi menantang gelombang.

Memang kebahagiaan itu datang jika kita kembali bersikap seperti kanak-kanak. Bukan kekanak-kanakan! Tetapi, kanak-kanak yang polos, yang tampil apa adanya, yang jujur, yang realistis tak mengharapkan berlebihan, serta mengagumi dan an menikmati yang diberikan alam dan lingkungan sekitar kita.

Waktu sakit dan tak ada lagi makanan yang bisa ditelan, satu jurus jitu,adalah kembali mencari makanan kesukaan di waktu masih kanak-kanak. Untuk saya ya sayur daun pepaya, ikan asin, dan jeruk nipis osengan. Kesederhanaan itu ternyata menguatkan. Kesederhanaan itu membuat kita tabah. Kesederhanaan itu membahagiakan.

Perayaan Natal kali ini bagi masyarakat AS dan Eropa amat tepat karena mereka terpaksa kembali ke kesederhanaan hidup sesuai dengan pesan Natal yang hakiki. Have a simple &nice Xmas and hope for a better new year! Life without hope is like a garden without flowers.

Iklan

andy

Tekanan darah tinggi

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

sano-darah-tinggi

Kartu nama Yuni

The audacity of hope, keberanian berharap Obama

November 25, 2008

barack-obama-audacity-of-hope

Buku Obama kedua yang terkenal berjudul “The Audacity of Hope”, keberanian harapan dan buku pertama yang terkenal berjudul “Dreams from My Father”. Kedua buku ini dapat dimaknai, jika Anda ingin memiliki keberanian harapan, impian-impian dari ayahmu akan menjadi kenyataan.

dreams_from_my_father_a_story_of_race_and_inheritance_barack_obama_abridged_compact_discs1

Audacity berasal dari kata bahasa Latin audax yang berarti berani, dan turun menjadi audacia, keberanian. Makna kata audacity ini berkembang menjadi keberanian mengambil risiko untuk mencapai sesuatu yang Anda harapkan, yang Anda impi-impikan.

Pada waktu Obama diumumkan menang, Oprah Winfrey berujar sambil menitikkan air mata, “Tak ada sesuatu yang tidak mungkin!” Benar sekali! Tak ada sesuatu yang tak mungkin, jika kita berharap, tetap memiliki harapan ketika segalanya meluncur menjadi buruk. Menjadi kian berantakan!

28585927

Sang ayah Barrack Hussein Obama. Orang yang cerdas dan kawin sampai 4 x. Yang kedua dengan Ann Dunham, ibu Obama. Yang ketiga dengan wanita berkulit putih juga.

Hari-hari ini yang tertinggal bagi kami sekeluarga adalah harapan atas kesembuhan saudari sepupu mendiang istriku yang sedang berjuang mempertahankan hidup dari hari ke hari di rumah kami. Hari-hari ini kami merenungkan makna harapan yang mempengaruhi hidup manusia yang terkadang meluncur menjadi tragis, bahkan amat tragis.

andreas_fineart_candle

Lilin harapan yang masih menyala

Beruntunglah manusia karena ia diciptakan sebagai makhluk yang berharap. Jika lilin harapan masih menyala. Nyala api dari lilin harapan dapat Anda gunakan untuk menyalakan kembali lilin iman yang telah padam, lilin kasih yang telah mati, lilin damai yang telah hancur, lilin pekerjaan yang telah lepas dari tangan, atau lilin pundi-pundi yang telah kosong akibat krisis finansial dunia sekarang ini.

Kisah Obama yang di luar dugaan, perkiraan, dan pikiran akal sehat manusia, bahwa seorang warga Amerika berkulit hitam akan menjadi presiden Amerika Serikat menjadi hikmah bagi refleksi kami pada hari-hari yang menggelisahkan ini.

Mungkin Anda juga sedang merenungkan tragika hidup manusia, merenungkan nasib hidup Anda? Jika ya, mungkin foto-foto Obama yang belum dimuat dalam blog saya dapat memberikan inspirasi dan semangat keteguhan bagi Anda.

obama-toddler2_cst_feed_20070907_19_15_02_1245h282w400httpdonotcolormeblogspotcom200802family-pictures-of-obamahtml

Ngapain? Ketika `bayi di Hawaii.

obama-11

Sang ayah yang menurunkan mimpi kepada Barry.

obama-13obama-cilik-sedang-bemain-di-pantai-waikiki-sebelum-ibunya-menikah-lagi-dengan-suami-kedua-pria-indonesia-di-belakangnya-tampak-bangunan-warna-pink-hotel-yang-terkenal-di-wai

Obama kecil sedang bermain di pantai Waikiki, Hawai sebelum ibunya bertemu dengan Lolo Soetoro.


httpimgdailymailcoukipix200802_01obamaphotosr2_468x403

Obama cilik memegang pemukul baseball. Sedang bermain di pantai Hawaii.

obama-toddler3_cst_feed_20070907_19_15_10_1252h400w282httpmedia1suntimescommultimediaobama-toddler3_cst_feed_20070907_19_15_10_1252-400-282imagecontent

Memakai kaus bertuliskan “University of Hawaii”, universitas ayah dan ibunya, ayah tirinya Lolo Soetoro, dan kemudian juga universitas saudari tirinya Maya Soetoro Ng.

obama-8dari-kiri-kekanan-kakek-obama-stanley-ibu-kandung-obama-ann-dunham-adik-tiri-perempuan-obama-maya-soetoro-dan-obama-berfoto-bersama-pada-awal-tahun-1970-an

Berpose bersama kakek, ibu, adik tiri Maya di Hawaii, sekembali dari Indonesia.


obamamos0202_468x649

Masa remaja di Hawaii


obama-21obama-paling-belakang-ke-3-dari-kiri-sedang-berpose-bersama-teman-teman-seangkatannya-kelas-5-di-sekolah-dasar-elementary-school-punahou-school-sekolah-swasta-yang-terk

Obama paling belakang ke 3 dari kiri. Berpose bersama teman-teman seangkatannya, kelas 5 SD Punahou yang bergengsi di Honolulu.

19064802-19064804-large

Bertanding basket.

barackobamahs

Ketika menjadi mahasiswa jurusan hukum di Harvard LawSchool. Orang hitam pertama yang menjadipresiden “Harvard Law Review”.


barack-obama-2

Mahasiswa jurusan Hukum pada Harvard Law School

obama-sarah-barack_cst_feed_20070907_19_15_02_1247h282w400httpdonotcolormeblogspotcom200802family-pictures-of-obamahtml

Mencari akar identitas. Bersama neneknya Sarah Barrack di desa, Kenya.

obama-2

Bersama sang nenek. Mencoba merasakan suka-duka kehidupan sederhana di desa di Kenya.

obama-half-siblings_cst_feed_20070907_19_15_01_1244h282w4001

Berpose bersama keluarga di Kenya.

ap_michelle_obama1_080707_ssv

Menikah dengan Michele Robinson, teman mahasiswa di Harvard, tahun 1992.

obama-wedding_cst_feed_20070907_19_15_09_1251h400w282

Berpose bersama ibu Ann Dunham di hari perkawinan.

obama-barack-michelle-kids-girls-family

Santai bersama istri Michele dan putri-putrinya, Malia dan Sasha.

obamamos0202_468x365

Dari rumah sederhana berjuang ke gedung putih, bukti the audicity of hope. Keberanian itu mekar jika didukung keluarga.

obamasmokinghttpwwwsilverstatechroniclescomwordpress20080515obama-hold-second-sweetie

Ketangkap sedang merokok untuk mengurangi stres waktu rehat di tengah perjuangan awal nominasi calon presiden Partai Demokrat. Tetapi, ia tak sembrono merokok di podium kampanye. Karena, pasti akan memberi jalan mulus untuk kemenangan lawan. Yang ini hanya sisi kemanusiaan yang sebenanya off the record.

obama-tight-head-shot-looking-up-facing-left-7064595b15d1

Ketika mengumumkan kematian neneknya di Hawaii, 2 hari sebelum Pemilu. Yang ini bukan kepura-puraan.

oba_saint

Dicerca lawan politik yang menyindirnya sebagai seorang “santo” penjual kecap yang akan membawa kerkah bagi Amerika

presiden-2joe-biden-dan-isterinya-jill

Ketika mimpi itu menjadi kenyataan. Bergandengan tangan dengan istrinya Michele, Jill dan suaminya Joe Biden.

obama-acceptance-speech-michelle-obama

Setelah pidato kemenangan. “Kami menuju Gedung Putih, lambang impian Amerika. Another battleground is waiting. But, of course you will overcome!

Bernarlah, tak ada yang tak mungkin, jika kita memiliki keberanian berharap.

Sumber:

©httpiwandahnial.wordpress.com

©httpen.wikipedia.orgwiki

©httpimg.dailymail.co.uk

©Berbagai sumber lain

Advertorial

Tempeleng

Asma

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

Sano sembuhkan asma

Kartu nama Yuni 2

Barack Obama sang presiden: Potensi kecerdasan otaknya berkembang pesat waktu di Jakarta

November 5, 2008

obama-plays-bicyclehttpwwwindonesiamediacom20084midserba_serbiobamahtm

Obama kecil bersepeda. Bergerak dan bermain dalam suasana gembira memacu perkembangan otak anak.

Hari minggu 2 November 2008 saya terbitkan post berjudul “Salam sukses bagi Barack Obama, presiden kulit hitam pertama Amerika Serikat!” dan kemarin malam saya terbitkan lagi post berjudul “Kematian nenek Obama, rahmat tersamar bagi sang cucu & data keluarga Obama”. Dua tulisan ini jelas-jelas menyatakan bahwa yang pasti menang adalah si Berry (nama kecil Obama). Ya, itulah kata hatiku. Dan, betapa yakinlah aku setelah melihat wajah Obama yang berurai air mata waktu mengumumkan kematian neneknya di internet. That’s it! Si anak Menteng pasti menang! Orang Barat lebih cenderung tak peduli putih atau hitam, kaya atau miskin, kawan atau lawan, langsung melupakan perbedaan jika sudah menyangkut sikap dan ucapan turut berduka. Banyak yang masih ragu berbalik memilih Obama. Nah, ini kira-kira kunamakan “tear effect”, efek air mata.

Nah, sekarang agak ilmiah sedikitlah. Menurut pendapat saya, kecerdasan otak Obama justru bersemai, bertumbuh, dan berkembang di masa kecilnya di Jakarta. Hasil penelitian tentang otak antara lain menunjukkan hal-hal berikut:

Fakta menurut para ahli: masa-masakritis perkembangan otak terjadi pada 6 tahun pertama kehidupan (usia balita)

Pada usia 4 tahun, perkembangan fisik otak anak (hardware atau perangkat keras otak) mencapai kapasitas 80%

Pada usia 6 tahun, kapasitas fisik otak mencapai 90%

Sedangkan, perkembangan potensi kecerdasan / intelektual anak (software atau perangkat lunak otak) mencapai 50% pada usia 4 tahun

Lalu di usia 8 tahun, potensi kecerdasannya meningkat menjadi 80%

Sisa potensi kecerdasan 20% tinggal berkembang selama sisa hidup anak itu.

Berdasarkan data ini, masa perkembangan kritis Obama pada usia balita justru terjadi di Hawai. Dari riwayat hidupnya terlihat betapa menderita hidup Obama. Ketika berusia 2 tahun ayahnya meninggalkan dia dan ibunya. Pada usia 4 tahun bercerai dan pada usia 6 tahun ibunya menikah dengan Lolo Soetoro. Ibunya terpaksa menitipnya pada kakek dan neneknya.

Sewaktu tinggal di Jakarta barulah Obama benar-benar menikmati masa kanak-kanaknya. Jika disandingkan dengan data di atas, taruhlah perkembangan fisik otaknya telah mencapai 90% waktu menginjakkan kakinya di Jakarta. Jika perkembangan otaknya normal, kira-kira potensi intelektualnya mungkin telah mencapai 80% ketika bersekolah di Jakarta, tepatnya di SD Fransiskus Asisi. Selanjutnya sekitar 1 tahun bersekolah di Menteng, potensi kecerdasan ini berkembang pesat, mungkin telah mencapai lebih dari 80%. Potensi kecerdasan yang tersisa mungkin sekitar 20%. Yang sisa inilah yang kemudian berkembang di Hawaii, di Universitas Harvard dan selanjutnya sampai sekarang.

young-obamahttpwwwindonesiamediacom20084midserba_serbiimagesperuntunganyoung-obama

Obama remaja. Senang bermain bola kaki, basket memaksimalkan perkembangan otaknya.

Menurut hasil penelitian otak, perkembangan potensi otak anak bergantung kepada 4 makanan pokok, yaitu oksigen, makanan bergizi, informasi, dan kasih sayang. Semuanya relatif terpenuhi secara memadai untuk perkembangan otak Obama. Asupan makanan bergizi memadai karena pada zaman susah ketika itu, dari cerita teman-teman SD-nya, Obama senang makan tempe dan tahu yang kaya protein, kaya gizi. Informasi cukup ia peroleh di keluarga, di sekolah, dan dari pengalaman bermain di alam terbuka, terutama dalam bahasa anak-anak SD Fransiskus Asisi, di hutan yang mereka namakan hutan Asisi. Main perang-perangan. Ia pun senang menjadi pandu, istilah untuk pramuka waktu itu.

rully-dasaad-f_866_f_438httpwwwperspektifbarucomiartrully-dasaad-f_866_f_4382

Rully Dasaad, seorang teman Obama kecil di SD Besuki Menteng.

Otak Obama berkembang pesat karena ia banyak bergerak dan senang bermain sebagaimana layaknya anak-anak waktu itu. Permainan tradisional anak Jakarta cukup banyak yang ia alami, seperti bermain sepak bola, gundu (kelereng), gasing, petak umpet, dan permainan tradisional lain. Ia pun bersama teman-temannya suka memetik jambu biji yang masih banyak waktu itu di Jakarta. Ayah tirinya Lolo Soetoro senang memelihara burung dan binatang peliharaan lain dan Obama ikut memeliharanya. Memelihara binatang membuat anak menjadi manusia yang peka, ramah, lemah lembut, dan santun. Itulah ciri-ciri yang diakui teman-temannya.

httpenwikipediaorgwikimaya_soetoro-ng

Maya Soetoro-Ng, blasteran Jawa dan bule. Meraih tingkat akademis tertinggi dengan menggondol gelar Doktor (PhD) di bidang pendidikan. Obama meraih gelar Doktor. Ibunya juga meraih gelar Doktor dengan disertasi tentang budaya Indonesia. Keluarga ini adalah keluarga Doktor. Ayah Obama juga akademisi yang cerdas (kalau tak salah mungkin bergelar Doktor yang diraih di Universitas Harvard setelah menyelesaikan sarjananya di Universitas Hawaii. Lolo Soetoro juga dikenal sebagai ahli geografi Angkatan Darat. Menurut genetika, perkawinan antar-ras cenderung menurunkan gen-gen pintar, cerdas kepada anak-anak.

Ciri-ciri kepribadian Obama ini banyak dipengaruhi kepribadian ayah titinya yang diakui keluarga dan temannya sebagai seorang pribadi yang ramah, santun, dan mudah bergaul dengan orang lain. Makanan pokok otak yang amat penting, yaitu kasih sayang diperoleh Obama cukup bagus. Seperti diceritakan teman-temannya, ibunya mengasuh dia dengan cinta dan afeksi (love and affection). Dari ayah tirinya jelaslah kasih sayang diperoleh Obama. Ayahnya sering mengantar-jemput Obama ke sekolah dengan sepeda motor. Perilaku Lolo Soetoro kemudian berubah setelah menjadi konsultan perusahaan minyak Mobil Oil. Senang hidup jetzet masa itu dan akhirnya bercerai dengan ibu Obama dan kemudian kawin dengan Erna. Betapa pun perilakunya sebagaimana lumrah manusia biasa yang  mudah berbuat keliru, dialah seorang putra Indonesia  yang telah ikut memberikan sumbangan pendidikan karakter bagi Obama.

Menurut pendapatku, inilah sumbangan Indonesia yang terbesar bagi perkembangan otak dan kepribadian Obama. Kita tak perlu banyak berharap dan meminta dari Obama untuk Indonesia. Bukankah lebih mulia memberi daripada menerima?

Wahai para ayah dan ibu! Jika Anda inginkan anakmu menjadi presiden, menjadi tokoh besar, menjadi orang yang bermakna bagi orang lain dalam posisi apa pun, apakah yang dapat Anda lakukan?  Kiat-kiat murah bahkan gratis untuk mengembangkan potensi kecerdasan telah ditunjukkan lewat pengalaman Obama. Berilah kesempatan kepada anak Anda: bermain, bergerak, mandi di laut, sungai, bermain layang-layang, mandi hujan dan bermain lumpur, dan melakukan permainan tradisional lain. Batasi anak menonton dan duduk depan TV. dan bermain game  di komputer Jangan paksakan  dia mengambil kursus ini itu. Bilang kepada gurunya untuk menghentikan kebiasaan memberi PR. Jangan lupa berilah makanan bergizi. Yang murah tak apalah daripada makan junk food. Tempe dan tahu saja ternyata bisa membuat Obama menjadi presiden negara adidaya. Dan, yang terutama dan terpenting, curahkanlah kasih sayang sebanyak-banyaknya! Hope for your success!

obama-and-grandpahttpwwwindonesiamediacom20084midserba_serbiimagesperuntunganobama-and-grandpa

Obama di usia balita mendapatkan kesempatan emas mengembangkan potensi otaknya lewat bermain di pantai Hawaii dan mendapatkan curahan kasih sayang dari sang kakek dan nenek.

httpswaramuslimnetgalerybarackimgsd1

SD Besuki – Sekolah Obama kecil ini memberikan sumbangan berarti bagi perkembangan otak Obama.

Iklan

annie dancing

Kolesterol tinggi

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

sano-kolesterol-tinggi

Kartu nama Yuni 2

Kematian nenek Obama, rahmat tersamar bagi sang cucu & data keluarga Obama

November 4, 2008

httpnewsyahoocomnphotosobama-grandmother-dies-before-electionsseventspl102108obamagrandmothim081103480d2b83dfb5df141bf9bf6aeef538382ffphotoviewer081104ids_photos_tsr1337811286

Obama menangis ketika mengumumkan kematian neneknya.

Kematian nenek Barack Obama, Madelyn Payne Dunham, menyiratkan pesan seorang wanita tangguh. “Biarlah saya bukan hanya makin kecil dan akhirnya ‘habis’ tapi cucuku makin besar dan maju meraih impian yang telah dipateri ketika berada dalam asuhannya. Pasti sang nenek menahan derita dalam a battle with cancer menahan detik demi detik penderitaan agar sempat menyaksikan cucunya mencatat sejarah menjadi presiden Amerika Serikat kulit hitam pertama.

Itulah tragika hidup. Namun sehari menjelang the eve of presidential election, Tuhan memanggil hambaNya. Mungkin Tuhan mempunyai rancangan lain yang gilang-gemilang bagi Berry, panggilan akrab Barack Obama. Biarlah sejumlah insan kulit putih yang masih ragu-ragu merasa terharu dengan kisah kepergian pada saat yang menentukan dan berbalik memilih Obama. Rasa terharu atas panggilan kematian yang tak mengenal insan itu putih atau hitam, kaya atau miskin, beragama atau tidak menimbulkan rasa empati kepada orang terkasih yang ditinggalkan. Dan, empati itu mendapatkan peluang disalurkan tatkala orang yang paling merasa kehilangan itu, Barack Obama, membutuhkan satu suara Anda untuk menghiburnya. Menurut saya, inilah “kejutan Oktober” yang amat ditakuti kubu Obama telah terjadi. Namun, kejutan kali ini malah memporakparandakan harapan John McCain.

httpnewsyahoocomnphotosobama-grandmother-dies-before-electionsseventspl102108obamagrandmothim081103480d2b83dfb5df141bf9bf6aeef538382ffphotoviewer081104photos_pl_afpd43bd8b959629dd252

Sang nenek memeluk cucunya yang lulus SMA tahun 1979, disaksikan sang kakek.

Kejutan bahagia ini dipersembahkan seorang wanita tangguh berkulit putih malah ‘mengorbankan’ nyawanya, harta utama dan terakhirnya. Pengorbanan ini menjadi a blessing in disguise, rahmat tersamar yang mempermulus jalan sang cucu tercintanya meraih impian sang nenek, meraih impian Amerika. Dan, sang nenek meninggalkan pesan melalui kematiannya, bahwa jarak antara kesedihan luar biasa karena nenek terkasih wafat dan kegembiraan luar biasa atas kemenangan menjadi presiden bukannya tipis, malah berbaur terpadu menjadi satu. Pesan peristiwa yang dipersembahkan sang nenek adalah jika sang cucu mendapatkan kehormatan amat besar menjadi presiden, jangan pernah lupa bahwa kesedihan tetap mengintip tiap langkah maju.

httpnewsyahoocomnphotosobama-grandmother-dies-before-electionsseventspl102108obamagrandmothim081104photos_pl_afp0cd185d852284f9bf1d2b1136b985364photoviewer081104photos_pl_afp933f9d7f

Ketika dikunjungi kakek dan nenek terkasih ketika kuliah di Harvard.

Banyak tokoh di dunia ini yang berhasil menjadi tokoh berkat kasih sayang, pengorbanan, dan pembinaan karakter yang dilakukan sang ibu atau sang nenek. Sang nenek telah membuktikan diri sebagai batu penjuru keluarga, dengan menampung dan mengasuh Berry dan Maya Soetoro, korban ‘broken home’ yang datang dari Jakarta. Sang nenek diakui Barack Obama sebagai wanita yang kuat, rendah hati, dan mampu menyelesaikan tugasnya secara luar biasa. Wanita yang mendorong dan mengizinkan cucu-cucunya mengambil kesempatan. Setelah kembali menjenguk neneknya yang kritis, Obama dalam pidato kampanye tentang ras di Philadephia mengatakan, “Betapa pun kekuatan, disiplin yang saya miliki, itu berasal dari dia.”

Dalam pidato penerimaan nominasi Partai Demokrat di Denver, yang disaksikan jutaan orang, Obama mengatakan, pengaruh neneknya terhadap siapa dirinya dan cara ia memandang dunia adalah substansial. “Ia adalah orang yang mengajarkan saya tentang kerja keras. Ia adalah orang yang menunda pembelian sebuah mobil baru atau sebuah pakaian baru untuk dirinya demi kehidupan yang lebih baik bagiku. Ia mencurahkan segalanya yang ia miliki kepadaku.”

“Ia telah pulang ke rumah,” kata Obama tatkala puluhan ribu pendukungnya di Universitas North Carlina-Charlotte terdiam membisu dalam gerimis senja. “Dan ia meninggal dengan damai dalam tidurnya dengan adikku yang berada di sampingnya. Dan dengan demikian ada kegembiraan yang besar sebagaimana pula air mata.”

httpwwwkansasprairienetkansasprairieblogwp-contentuploads200712copy-of-28585910

Maya Soetoro, sang adik tiri memeluk kakaknya yang baru lulus SMA.

Data keluarga Obama:

©Obama mudah sekali membuat keputusan mengunjungi neneknya minggu lalu karena tak mau membuat kesalahan dua kali, karena ketika ibunya meninggal karena kanker rahim tahun 1995 pada usia 53 tahun, ia tak sempat mengunjunginya. Ia datang terlalu terlambat.

©Neneknya lahir tahun 1922 di Peru tetapi menghabiskan masa kecilnya dekat Augusta. Ia adalah sulung dari empat bersaudara dan ia gemar membaca aa saja, dari buku James Hilton‘s “Lost Horizon” sampai dengan buku Agatha Christie’s “The Murder of Roger Ackroyd.”

©Neneknya dan kakeknya nikah tahun 1940, beberapa minggu sebelum neneknya lulus dari sekolah menengah. Tahun 1942 ibu Obama, Stanley Ann lahir. Setelah beberapa kali berpindah ke dan dari California, Texas, Washington, dan Kansas, karena pekerjaan kakeknya keluarga pindah ke Hawaii.

©Neneknya berkuliah di universitas tapi tak tamat. Namun ia menanjak dari seorang pegawai tata usaha di Bank of Hawaii sampai menjadi salah satu wakil direktur bank wanita pertama pada bank pemerintah itu.

©Obama remaja pernah dibawa neneknya berkeliling AS dengan bus, berhenti di Grand Canyon, Yellowstone Park, Disneyland, dan Chicago, tempat tinggalnya bertahun-tahun kemudian.

©Neneknya pernah diserang seorang seorang gelandangan pria yang meminta uang dan ia meminta suaminya mengantarnya ke tempat kerja. Ketika Obama bertanya mengapa, kakeknya mengatakan neneknya ketakutan karena gelandangan itu adalah orang hitam. Kata-kata ini ibarat sebuah tinju ke perutnya, tulis Obama yang menyandang ras campuran. Ia yakin kakek dan neneknya amat mencintainya. Tetapi, itulah, orang yang saya tahu dapat dengan mudah menjadi saudaraku masih dapat membuat saya ketakutan. Kejadian ini dikemukakan Obama dalam sebuah pidato pengumuman di bulan Maret bahwa ia akan ikut bertarung menjadi calon presiden. Cerita itu untuk menanggapi sebuah kontroversi dengan mantan pendetanya, Jeremiah Wright. “Saya tidak akan merasa lebih kehilangan dia daripada kehilangan neneknya yang berkulit putih. Kakeknya meninggal tahun 1992.

©Saudari tiri Obama Maya Soetoro-Ng mengatakan, bahwa dari nenek mereka, Obama belajar bersikap pragmatis, sabar, dan kemampuan bertahan di sentrum, di inti cerita yang sedang dibuat. Dari nenek mereka, ia mewarisi sikap bijaksana, cara berpikir sehat.

©Di Hawaii, ibunya kemudian bertemu dan jatuh cinta dengan ayah Obama, seorang Kenya bernama Barack Hussein Obama. Keduanya bertemu dalam kuliah bahasa Rusia di Universitas Hawaii. Barack Obama lahir di bulan Agustus 1961. Tetapi, perkawinan ini tak berlangsung lama. Keduanya hidup terpisah ketika Obama berusia 2 tahun dan akhirnya bercerai waktu Obama berusia 4 tahun. Citra tentang ayahnya terbentuk dari cerita yang disampaikan ibu dan kakek-neneknya. Kemudian sang ibu nikah dengan seorang Indonesia, Lolo Soetoro, seorang mahasiswa yang ia temui di Hawaii.

httpimgtimeincnettimedaily20080804a_wmama_0421

Obama dan ibunya Ann Dunham

©Ketika Obama berusia 2 tahun, ibunya kembali berkuliah. Uang amat terbatas dan ia bergantung kepada orang tua yang membantu memelihara Obama. Seharusnya ia memperoleh gelar sarjana 4 tahun kemudian, namun ia bertemu dengan Leo Soetoro di University of Hawai. Ia adalah orang yang santai, gemar bermain catur dengan ayahnya, dan senang adu gulat dengan Obama sang anak.

©Bersama ibunya Obama yang berusia 6 tahun pindah ke Indonesia untuk tinggal bersama ayah tirinya.

©Tahun 1971 ibunya mengirimkan Obama kembali ke Hawaii untuk tinggal bersama kakek-neneknya sampai tamat sekolah menengah tahun 1979. Obama senang bermain basket di lapangan karena dapat dilihat neneknya dari lantai 10 apartemen mereka; apartemen yang sama tempat neneknya wafat.

©Kembali ke Hawaii Obama masuk ke kelas 5 di Punahou School, sebuah sekolah swasta. Di sinilah ia memulai sesuatu yang bernilai tinggi. Kakek dan neneknya amat bangga dan bercerita kepada semua orang karena dengan masuknya ia ke sekolah ini status keluarga naik di mata orang-orang lain. Ia adalah salah satu dari tiga siswa berkulit hitam di antara mayoritas siswa Asia-Amerika. Di sinilah ia pertama kali sadar akan rasisme dan apa artinya menjadi seorang kulit hitam Afro-Amerika. Di sini ayahnya pernah datang mengunjunginya dan keluarganya. Inilah kali terakhir Obama bertemu dengannya sebelum kematiannya karena kecelakaan mobil tahun 1982.

httpari3ffileswordpresscom200803285859251

Saat paling bahagia dikunjungi ayahnya. Kali terakhir bertemu sang ayah.

©Ibu Obama wafat karena kanker beberapa bulan sesudah Obama menerbitkan buku kenangannya, Dreams from My Father, tahun 1995.

©Setelah tamat sekolah menengah ia masuk ke Occidental College, tempat ia terlibat narkoba dan alkohol. Ia kemudian pindah belajar ilmu politik di Columbia College pada Columbia University. Setelah tamat ia bekerja setahun di perusahaan bisnis. Kemudian ia pindah ke Chicago, bekerja pada sebuah organisasi kemasyarakatan. Di sinilah Obama bergabung dengan Trinity United Church of Christ.

Obama 2008 Profile

Dikunjungi mantan suami, ayah Obama, di Hawaii.

©Sebelum masuk Harvard Law School, Obama memutuskan mengunjungi keluarganya di Kenya. Sebagian pengalamannya di Kenya ia masukkan ke dalam buku kenangan untuk menggambarkan sisi emosional kehidupannya.

©Rumah di Jakarta yang terletak di Tebet amat sederhana. Tak ada listrik dan jalan ke rumahnya tak diaspal. Waktu itu zaman susah di Indonesia. Inflasi lebih dari 600% dan barang-barang amat langka.

©Obama masuk SD Katolik Fransiksus Asisi di Tebet. Ia satu-satunya orang asing di situ dan juga lebih gemuk daripada anak-anak yang lain. Ia tak takut diolok teman-temannya dan makan tahu dan tempe seperti anak-anak yang lain, bermain bola kaki, dan makan jambu biji yang dipetik langsung dari pohon. Ia tak peduli dipanggal ‘negro’ oleh anak-anak lain, kata Bambang Sukoco, tetangganya dulu.

httpari3ffileswordpresscom20080328587177

Obama, si anak Jakarta, digendong ibunya.

©Awalnya ibu Obama sering memberi uang kepada setiap pengemis yang datang di depan pintu. Berbondong-bondonglah pengemis, anak-anak, dan orang yang sakit lepra datang setiap hari meminta dan ia terpaksa harus lebih selektif.

©Leo Soetoro ayah tirinya pertama kali bekerja di Dinas Topografi TNI AD. Kemudian bekerja sebagai konsultan hubungan pemerintah pada Mobil Oil. Keluarga pun kemudian pindah ke lingkungan yang lebih nyaman, Menteng. Ketika ibunya makin berminat tentang Indonesia, suaminya malah menjadi lebih kebarat-baratan.

©Ibunya bosan dengan pesta malam mendampingi suaminya karena orang-orang angkuh bercerita tentang skor golf dan para istri mengeluhkan pembantu-pembantunya. Pasangan suami istri jarang bertengkar namun kian hari kian berkurang dalam kesamaan. “Ia tidak siap untuk hidup sendirian,” tulis Obama dalam buku kenangannya. “Namun kejadian itu datang begitu begitu cepat seperti satu tarikan napas yang singkat.”

©Ibunya bekerja sebagai guru bahasa Inggris di Kedutaan AS. Ia bangun subuh, pergi ke kamar anaknya Obama tiap hari dan mengajarinya bahasa Inggris melalui sebuah kursus korespondensi AS. Ia tak mampu menyekolahkan Obama di sekolah internasional. Setelah 2 tahun di sekolah Katolik, Obama pindah ke SD Negeri dekat rumahnya.

©Tahun 1970 lahirlah Maya Soetoro. Barack Obama mendeskripsikan bahwa ayah tirinya, Lolo Soetoro, adalah pribadi yang ramah, santun, dan mudah bergaul dengan orang lain. Dia juga menulis bahwa Lolo Soetoro secara fisik adalah tidak terlalu tinggi, berpenampilan baik, bermata coklat, dan berambut hitam.

31063810ari3ffileswordpresscom

Ayah tiri, ibu yang memangku Maya, dan si gendut Obama.

©Pada tahun 1972 Ann Dunham kemudian meninggalkan Lolo Soetoro dan kembali ke Hawaii dan bertemu kembali dengan putranya yang telah terlebih dahulu meninggalkan Indonesia tahun 1971 untuk bersekolah. Setelah itu Lolo Soetoro dan Ann Dunham masih saling berjumpa secara berkala pada tahun 1970an namun mereka tidak tinggal bersama lagi. Pada tahun 1980 Lolo Soetoro dan Ann Dunham akhirnya bercerai.

©Menurut keponakannya, Lolo Soetoro “gemar minum, seorang yang pandai dan hangat, dan bocah paling nakal di dalam keluarga” Lolo Soetoro meninggal dunia tahun 1993 dan dimakamkan di TPU Tanah Kusir.

©Maya Soetoro menjadi guru sejarah sekolah menengah di Hawaii dan memberi kuliah malam di University of Hawai.

©Ia masuk juga ke sekolah yang sama seperti Obama. Tamat dari Barnard College, Columbia University. Kemudian ia meraih gelar PhD (Doktor) dalam bidang pendidikan dari University of Hawai’i at Manoa di tahun 2006.

©Maya Soetoro menikah dengan Konrad Ng, seorang Chinese Kanada, asisten profesor pada Academy of Creative Media dari University of Hawaii pada tahun 2003 dan dianugerahi seorang putri, Suhaila. Ia adalah penganut Buddha.

maya-with-husband-and-dau-smallhttpwwwkansasprairienetkansasprairieblogp7491

Maya Soetoro bersama suami dan putrinya,


My condolescence goes to Barack Obama and Maya Soetoro-Ng from the bottom of my heart and congratulation for being elected as a new black President of the United States of America.

Sumber:

1.NEDRA PICKLER, Associated Press Writer Nedra Pickler, Associated Press Writer dalam httpen.wikipedia.orgwikiDreams_from_My_Father

2.httpimg.timeinc.nettimedaily20080804a_wmama_0421.jpg

3.Lolo_Soetoro.httpid.wikipedia.orgwikiLolo_Soetoro

4.Maya_Soetoro-Ng.httpen.wikipedia.orgwikiMaya_Soetoro-Ng

5.Foto-foto dari berbagai website

Iklan

1243328602_school-abuse

Parkinson

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

sano-sembuhkan-parkinson

Kartu nama Yuni 2