Posts Tagged ‘gizi buruk’

Apa saja makanan dari tumbuhan yang paling sehat di dunia?

Oktober 5, 2014

Makanan tersehat di planet 2

Lihatlah gambar! Inilah makanan tersehat di muka bumi ini. Dari 15 makanan dari tumbuhan ini, mungkin anda kurang mengenal arugula. Arugula adalah sejenis sayur yang biasanya tumbuh di Timur Tengah. Sayur arugula bisa juga dijadikan salad.

Baby arugula plant

Sayur arugula

Sayur arugula

Sayur arugula dapat dijadikan salad

Dari 15 jenis makanan ini, cobalah anda pilih 10 yang tersehat menurut anda. Lalu dari 10 itu, pilih saja 5. Lalu, 4, 3, dan 2 makanan. Terakhir pilih 1 makanan saja kalau anda hanya boleh memilih satu.

Dalam sebuah talkshow di Oprah Winfrey Show, dokter Oz diminta menyebutkan 10 makanan tersehat di muka bumi ini. Lalu, ia disuruh memilih 5 makanan dari 10 makanan itu. Akhirnya, ia diminta memilih hanya 1 makanan yang paling sehat menurut dia. Dokter Oz memilih tomat.

Kalau kami, agak kurang setuju karena pada gambar yang ditampilkan pada awal posting ini tidak dimasukkan sayur daun kelor (moringa oleifera atau di NTT sering disebut marungge). Menurut pendapat kami, daun / tumbuhan kelor itu paling bergizi di antara semua sayuran di dunia. Mengapa? Karena kandungan gizinya lebih tinggi dari apel, jeruk, wortel, pisang. Dan, menurut WHO, tumbuhan kelor berkhasiat menyembuhkan lebih dari 300 jenis penyakit.

Daun kelor

Daun kelor

Mimpi kami adalah pemerintah menjadikan kelor sebagai pohon nasional seperti di Argentina. Tiap keluaga diimbau menanam pohon kelor. Kalau di Indonesia diikuti langkah kebijakan seperti di Argentina yang melakukan kampanye mempromosikan kelor di seluruh negeri, masalah kekurangan gizi dan gizi buruk dapatlah diatasi secara signifikan.

Moringa-Oleifera-1

Pohon kelor

Hayo, teman-teman, mulai sekarang, makanlah sayur daun kelor atau minumlah teh daun kelor!

Semula 15 makanan dari tumbuhan yang tersehat di planet kita ini kami tampilkan sebagai posting di facebook. Berikut komentar yang menggambarkan diskusi di facebook.

Mariati Purba: Pak Belen, yang seperti apa ya pohonnya? Belum kenal. Aduh, kalo punya boleh, mau ditanam.

S Belen: Bu Mariati Purba, untuk mengenal bagaimana pohonnya, kunjungilah posting kami: https://sbelen.wordpress.com/2011/09/10/apa-rahasia-stamina-pemain-sepak-bola-amerika-latin-daun-kelor-merunggai-marungge/            Kunjungi juga posting: https://sbelen.wordpress.com/2014/08/28/daun-biji-ekstrak-akar-pohon-kelor-menyembuhkan-kanker-diabetes-dan-parkinson/

Mas Pung Wanto: Cara mengolahnya bagaimana? Di Lampung banyak tuh pohon kelor. Di sana terkenal sebagai tanaman yang bisa menghilangkan kesaktian seseorang karena ilmu hitam…, bukan ilmu orang yang kulitnya hitam haha.

S Belen: Mas Agus Pung Wanto, cara membuat sayur daun kelor gampang sekali, ya seperti memasak sayuran lain. Intinya direbus dan bisa diberi bumbu seperti irisan bawang merah, bawang putih, sedikit garam, dll. Cepat sekali memasaknya. Di Flores terkadang disebut sayur 5 menit karena waktu untuk membuatnya singkat sekali. Kalau ada tamu yang tiba malam, ya tinggal ambil daunnya dari pohon di halaman rumah lalu dimasak. Tentang cara membuat teh daun kelor, kunjungilah posting kami: https://sbelen.wordpress.com/…/daun-biji-ekstrak-akar…/ Ada penderita diabetes di Amerika Serikat yang mengatakan, dari pengalamannya teh daun kelor lebih berkhasiat daripada sayur daun kelor.

Bimas Ntb: He he he. Papa, mama, daun kelor maknyuss sekali/ Kini sudah bisa tanam pinggi ruma (baca dengan aksen Kupang ala iklan . ..kini air suda dekat. ..he he he. .). Lebih maknyus aromanya tambahin daun pucuk kemangi, plus ada sambal terasi Lombok plus ikan bajo/asin. He he pak S Belen lewat bisa tidak nampak. . . Ha ha ha.

S Belen: Bila menatar guru-guru di daerah sering kami populerkan pohon kelor. Mimpi kami adalah para siswa, terutama TK dan SD sebelum ke sekolah minum teh daun kelor. Bisa dicampur dengan gula agar manis. Betapa hebat kandungan gizinya. Teh daun kelor bisa membuat siswa-siswa kita sehat dan pintar. Penyakit lari menjauh.

S Belen: Sekali waktu pulang kampung, di pasar Larantuka istri dan saya membeli daun kelor. Sampai di kampung, orang-orang kampung bilang, kenapa beli daun marungge (kelor). Di sini banyak tuh di pagar. Kami jawab, cepat masak dan malam ini kita makan sayur daun marungge karena khasiatnya hebat sekali, gizi tinggi dan bisa menyembuhkan lebih dari 300 penyakit. Kami mau yakinkan kalian betapa pentingnya konsumsi daun marungge. Mereka bilang, oh iya ya, pantas kambing dan babi di sini gemuk-gemuk karena makan daun kelor. Anak-anak kita kurus-kurus karena kami tidak tahu kehebatan daun marungge. He he he. Setiap kali pulang kampung, ada nenek dan kakek yang bilang saya tidak sakit lagi karena rutin makan sayur daun marungge.

Bimas Ntb: Pak S Belen, di rumah saya adalah “kelor”paling terkenal di kampung saya…. Hampir semua orang di kampung saya kalo\au ambil daun kelor ya di rumah saya. Konon kata bapak saya bahwa semakin sering daun kelor diambil maka semakin enak, bahkan semakin lembut bila dimasak. Maka, saya sering membenihkan pohon kelor di rumah saya sampai ada kakak bawa ke Kalteng he he he. Itu semua gratis. . ..

S Belen: Pak Suliarna (Bimas Ntb), wah hebat sekali. Alam NTT dan NTB itu mirip dan wilayah seperti inilah yang biasanya pohon kelor bertahan hidup walaupun di musim kemarau panjang. Semakin kita memberi malah pohon itu kian subur. Nah, seperti pohon mangga di halaman rumah ya. Kalau kita sering memberi buahnya kepada tetangga, orang lain, eh malah pohon mangga tambah subur dan berbuah banyak. Percaya nggak percaya tapi benar itu. Di halaman rumahku ada 3 pohon jambu air. Orang yang lewat sering meminta dan terutama anak-anak SD. Eh, pohon jambu ini malah lupa musim berbuahnya. Terus saja pohon ini berbuah sepanjang tahun. Hehehe.

Anak SD petik buah jambu air

Anak SD petik buah jambu air 3

Anak-anak SD memetik jambu air di halaman rumahku

S Belen: Ada bapak tukang loak barang bekas yang beroperasi di perumahan kami. Sekali ia bercerita kepada istri, anaknya sakit berat dan sudah habis Rp 6 juta untuk berobat. Pusing dan tak tahu solusi. Istri sarankan ia cari daun kelor, rebus, dan beri kepada anaknya. Dalam waktu singkat anaknya sembuh. Ia berterima kasih sekali. Sekarang kami jadi akrab.

Agus Pung Wanto: Jadi pingin pulang kampung supaya bisa coba daon kelor.

S Belen: Pak Agus Pung Wanto dan Pak Suliarna (Bimas Ntb), Mimpiku sekali waktu bisa bikin produk teh daun kelor dan dijual murah. Ada seorang ibu dari keluarga kami yang sudah mulai praktik bikin teh daun kelor untuk dijual. Tapi, sayang, pasokan susah, jarang dijual di pasar karena ada kepercayaan kelor dipakai untuk mengusir roh jahat dan mengeluarkan ilmu hitam dari tubuh orang yang pakai magic. Juga, kebiasaan memandikan jenasah di kalangan orang Jawa. Kami bermimpi bisa punya sebidang tanah cukup luas untuk ditanami pohon kelor dan aneka-tanaman obat. Dari lahan ini bisa kami produksi teh daun kelor dan dikemas yang bagus dan dijual murah untuk membantu kalangan masyarakat kurang mampu.

Iklan

Apa rahasia stamina pemain sepak bola Amerika Latin? Daun kelor, merunggai, marungge

September 10, 2011

4870-moringa-oleifera-leaf-powder-capsules-drumstick-tree-oil-ben-1

Inilah daun kelor (merunggai, marungge, moringa oleifera)

 

images 2

Moringa-Oleifera-1

Pohon yang berasal dari Pegunungan Himalaya ini tumbuh subur di Afrika, Asia, Amerika Latin, dan Amerika Tengah

Mengapa pemain sepak bola dunia yang amat terkenal Diego Maradona di puncak kejayaannya memperlihatkan stamina yang prima. Mungkin rahasianya adalah ia mengkonsumsi daun kelor (merunggai, marungge).

Temanku Martin Bhisu dari Paraguay sekali mengirim email. Ia sarankan agar kakak kelasku yang terserang kanker mengkonsumsi daun Moringa Oleifera untuk mempertahankan stamina tubuh. Daun pohon apa itu? Segera saya browse di internet. Ternyata itu adalah daun kelor. Waktu kecil di Kupang kami menyebutnya daun marungge. Di Kamus Besar Bahasa Indonesia, pohon ini disebut juga pohon merunggai. Di Flores, sayur daun marungge terkadang dijuluki sayur 5 menit karena hanya diperlukan waktu lima menit untuk merebus sayur daun marungge.

Agar saya percaya temanku itu menambahkan bahwa para pemain sepak bola Paraguay, Brasil, Argentina, dan negara-negara lain di Amerika Latin mengkonsumsi daun kelor sehingga mereka tahan berlari mengejar bola selama 90 menit. Ternyata yang saya temukan di internet, pemain sepak bola banyak negara di Afrika dan banyak atlit terkemuka di dunia juga melakukan yang sama.

Bayi dan anak-anak pada masa pertumbuhan dianjurkan Organisasi Kesehatan Dunia WHO mengkonsumsi daun kelor. Perbandingan gram, daun kelor mengandung:

7 x vitamin C pada jeruk

4 x calcium pada susu

4 x vitamin A pada wortel

2 x protein pada susu

3 x potasium pada pisang

kelor & wortel

Kelor & protein susu

kelor & pisang

Organisasi ini juga menobatkan kelor sebagai pohon ajaib setelah melakukan studi dan menemukan bahwa tumbuhan ini berjasa sebagai penambah kesehatan berharga murah selama 40 tahun ini di negara-negara termiskin di dunia. Pohon kelor memang tersebar luas di padang-padang Afrika, Amerika Latin, dan Asia.

National Institute of Health (NIH) pada 21 Maret 2008 mengatakan, bahwa pohon kelor “Telah digunakan sebagai obat oleh berbagai kelompok etnis asli untuk mencegah atau mengobati lebih dari 300 jenis penyakit. Tradisi pengobatan ayurveda India kuno menunjukkan bahwa 300 jenis penyakit dapat diobati dengan daun moringa oleifera.

Manfaat utama daun kelor adalah:

1. Meningkatkan ketahanan alamiah tubuh

2. Menyegarkan mata dan otak
3. Meningkatkan metabolisme tubuh
4. Meningkatkan stuktur sel tubuh
5. Meningkatkan serum kolesterol alamiah
6. Mengurangi kerutan dan garis-garis pada kulit

7. Meningkatkan fungsi normal hati dan ginjal

8. Memperindah kulit
9. Meningkatkan energi
10. Memudahkan pencernaan
11. Berperan sebagai antioksidan
12. Memelihara sistem imunitas tubuh
13. Meningkatkan sistem sirkulasi yang menyehatkan
14. Bersifat anti-peradangan
15. Memberi perasaan sehat secara menyeluruh
16. Mendukung kadar gula normal tubuh

Negara-negara Amerika Latin mengekspor produk kelor (merunggai, marungge) ke Amerika Serikat dan Eropa. Bisnis yang membawa keuntungan luar biasa.

Selain daun, bagian-bagian lain tumbuhan ini pun dikonsumsi banyak masyarakat di dunia.

  • Biji buahnya yang masih muda mengandung lebih banyak nilai gizi dibandingkan yang sudah matang. Bijinya mengandung berbagai vitamin, acid amino esensial, dan bahan gizi penting lainnya. Bijinya dapat dimakan seperti kacang hijau.
  • Bijinya dapat direbus atau digoreng dan rasanya seperti kacang. Bijinya mengandung minyak yang disebut Ben Oil. Sekitar 38-40% Ben Oil terdapat dalam biji. Minyak ini tak berbau, manis, dan tak asam. Kandungan gizi minyak ini sama dengan pada minyak olive.
  • Daunnya dapat digunakan sebagai lalapan, kari, sayuran. Daunnya juga dapat digunakan untuk membersihkan tembok dan piring dan perabot masak.
  • Bunganya kaya calcium dan potasium dan dapat dimasak dengan bahan makanan lain untuk menambah rasa enak dan nilai gizi.



Guna mendapatkan gambaran yang utuh, silahkan klik file powerpoint berikut ini!

Daun kelor merunggai marungge

Pada musim kemarau panjang beberapa daerah di tanah air seperti di NTT dan Gunung Kidul, tumbuhan mengering, tanah terbelah, dan masyarakat terancam atau telah menderita kelaparan. Korban yang paling rentan pada musim paceklik adalah bayi, anak-anak, dan ibu yang hamil. Kemungkinan besar mereka yang mengalami kekurangan gizi akan menderita malnutrisi.

Pohon kelor, terutama daunnya, mengandung kadar gizi yang amat tinggi dan pohon ini tumbuh di sembarang tempat dan sering dijadikan sebagai pagar hidup seperti di Timor, Flores, dan Sumba (NTT), Karena ketersediaaan dan kemudahan mendapatkannya sebaiknya bayi, anak-anak, dan ibu yang hamil mengkonsumsi daun kelor. Jika daun segar sulit diperoleh pada wilayah yang kurang ditumbuhi pohon kelor, daun kelor dapat dikeringkan dan diminum seperti teh dan dicampur dengan gula yang berfungsi memenuhi kebutuhan karbohidrat pada kadar tertentu.

Cara menjemur daun kelor janganlah langsung terkena sinar matahari agar khasiatnya tidak berkurang. Jemurlah di bawah naungan atau di dalam ruangan saja.

Pohon misteri, penyelamat bayi dan anak-anak yang terancam kekurangan gizi atau gizi buruk

Cerita lanjutan dari temanku Martin Bhisu di Paraguay:

Salam Sil. Daun hijau apa saja, kalau disimpan di plastik itu menghitam karena kelembaban yang tertahan dalam kantong itu. Daun marungge cepat kering. Hindari terik matahari begitu dipetik, simpanlah di naungan hingga kering, lalu sesudah kadar air kurang bungkuslah dengan plastik.

Menanam marungge bisa dengan biji dan stek. Lebih baik dalam koker dulu, terutama kalau curah hujan kurang. Kalau musim hujan, ya tanam langsung saja. Panjang stek 30 cm, di permukaan tanah cuma 10 cm. Supaya berbuah bagus dan lebat, pada tahun pertama pohon dipotong, biarkan setengah meter, nanti bertunas dan buahnya panjang serta bernas. Bila hanya daun yg dibutuhkan, jangan dipotong.

Oh ya, kandungan potasium dan calcium marungge yang lebih dari pisang dan susu sapi membuat tulang besar dan kuat, serta otot juga ngeri he he. Di sini, setiap keluarga punya sapi perah. Karena itu dari kecil orang minum susu seperti air saja. Pantas mereka sehat, kuat, dan yang berbakat main bola kaki, jelas berkembang sekali. Hehehe, bola kaki adalah masalah gizi juga. Sekarang marungge jadi idola orang Paraguay.

Kunjungilah posting kami berjudul Daun, biji, ekstrak akar pohon kelor menyembuhkan kanker, diabetes, dan Parkinson. Klik: https://sbelen.wordpress.com/2014/08/28/daun-biji-ekstrak-akar-pohon-kelor-menyembuhkan-kanker-diabetes-dan-parkinson/

********************************************

Iklan

big love dance

Klik gambar ini kalau belum bergerak

Tubuh bugar berstamina

Kunjungilah posting kami ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

sano-tingkatkan-stamina-kebugaran-tubuh

Kartu nama Yuni 3.

Khasiat FIDES & HP pemesanan

Kunjungilah:

https://sbelen.wordpress.com/2015/06/11/habbatussauda-jintan-hitam-bawang-putih-jahe-lemon-madu-diabetes-stroke-penyakit-komplikasi-sembuh-tubuh-sehat/

Tanpa makanan bergizi otak anak loyo

Mei 13, 2009

Makanan bergizi atau obat

Makanan bergizi adalah menu pokok atau makanan pokok otak. Tanpa makanan bergizi otak akan mati, manusia akan mati. Kurang gizi mengakibatkan kinerja otak anak menurun, melemah, dan loyo. Anak yang mengalami gizi buruk atau kekurangan gizi akan menderita berbagai penyakit. Kondisi ini dapat menjurus kepada ketergantungan obat di kemudian hari.