Posts Tagged ‘Flores Timur’

Pendidikan kewirausahaan lewat unit produksi di SD, SMP, SMA. Mengapa tidak?

November 2, 2012

 

 Para guru di Flores membuat telur asin

Mengapa mutu pendidikan NTT terpuruk? Faktor penyebab utama: kemiskinan yang berakibat siswa kekurangan gizi. Orang tua kurang mampu membeli buku pelajaran dan mendukung kondisi dan fasilitas belajar anak. Faktor lain: Budaya kekerasan yang dialami siswa di rumah  dan di sekolah.

Sebagai salah satu langkah nyata, diselenggarakan workshop pengembangan unit produksi / usaha sekolah sebagai terapan contextual teaching & learning bagi guru dan kepala sekolah seluruh SD, SMP / MTs, SMA dan SMK se-Adonara, Flores Timur, NTT tanggal 1- 4 Oktober 2012 di Waiwerang, Ile Boleng, dan Botung. Workshop ini bertujuan membangun mimpi dan mewujudkan mimpi agar sebuah sekolah menjadi sekolah kaya, bermutu tinggi, dan murah bagi siswa. Untuk itu, sekolah dimotivasi merintis-kembangkan unit produksi sebagai wadah praktik kewirausahaan siswa yang dikaitkan dengan beragam mata pelajaran dan sumber dana untuk membiayai kebutuhan pendidikan siswa. Workshop ini dapat terlaksana berkat dukungan dana dari Ir Anton Doni Dihen MSc melalui LSM Local Development Consulting (LDC).

Ide unit produksi ini kemudian ditularkan ke Lewoleba, ibukota Kabupaten Lembata, Flores, NTT tanggal 5 – 7 Oktober 2012. Hanya 2 sekolah yang mendapatkan gagasan ini, yaitu SMK Kesehatan Stella Maris dan SMA Frater Don Bosco di Lewoleba.

Contoh unit produksi / usaha yang dipililih sekolah:

  1. Membuat makanan ringan: jagung titi (emping), kacang, keripik pisang, keripik ubi, manisan asam, kacang, telur
  2. Abon ikan
  3. Menanam sayur-mayur
  4. Beternak ayam kampung
  5. Beternak kambing dan babi
  6. Membuat gerabah seperti vas bunga
  7. Membuat kerajinan piring lidi
  8. Membuat koperasi sekolah yang menyelenggarakan kantin dan menjual alat tulis, makanan ringan, minuman ringan
  9. Menanam jagung

Contoh unit produksi SD Kecamaran Ile Boleng, Flores:

  1. Ternak ayam
  2. Tanam pohon sirsak, mangga, nangka
  3. Krupuk ubi kayu dan/atau jagung
  4. Kantin sekolah
  5. Marning jagung
  6. Kripik pisang
  7. Kripik pisang & ubi kayu / singkong
  8. Obat herbal
  9. Apotek hidup & buah-buahan
  10. Tanam ubi kayu, pisang, jagung
  11. Koperasi sekolah
  12. Minyak kelapa murni
  13. Minyak kelapa

Contoh unit produksi SD Kecamaran Wotan Ulu Mado, Flores:

  1. Apotek hidup, sayur-mayur, buah-buahan
  2. Ternak babi & kambing dan kripik pisang & ubi kayu, menangkap ikan dengan bubu
  3. Sayur-mayur & kantin sekolah
  4. Koperasi sekolah
  5. Anyaman daun lontar & manisan buah lontar
  6. Kantin sekolah
  7. Ternak babi
  8. Sayur mayur & apotek hidup
  9. Kripik singkong, marning jagung, manisan asam, ternak babi, anggur kulit pisang
  10. Sayur mayur, apotek hidup
  11. Ternak ayam & kambing, pertanian jagung, kacang tanah, pisang, marungge (kelor), ubi kayu

Kegiatan dalam workshop diawali dengan presentasi narasumber dilanjutkan dengan diskusi menentukan jenis unit produksi / usaha sekolah, membahas cara mengumpulkan modal, bagaimana struktur organisasi pengelolaan, siapa saja sumber daya manusia (SDM) yang memproduksi, bagaimana pemasaran hasil produksi. Setelah itu, peserta melakukan praktik membuat pocari sweat dan perangkap nyamuk alami, membuat kain sasirangan dan menggambar dalam air. Selanjutnya, peserta berpraktik membuat abon ikan, ikan asin, telur bebek asin, emping jagung titi, keripik pisang, dan manisan asam.

Membuat abon ikan. Provinsi NTT menghasilkan anekajenis ikan yang berpotensi ekspor.

 Tarian tandak “dolo-dolo” guna memupuk sikap dan nilai kekompakan dalam kerja sama tim

Untuk mendapatkan gambaran yang lengkap mengenai workshop ini, silahkan download file powerpoint berikut ini!

Album foto workshop unit produksi pendidikan kewirausahaan di Flores

Semoga bermanfaat!

Iklan

 

gif-aug-4-12-12_zpsfd12c40d

Osteoporosis

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

Sano sembuhkan osteoporosis

Kartu nama Yuni 2

Iklan

Kincir angin menghasilkan 1000 liter air minum sehari di padang gurun

Oktober 20, 2012

Kincir angin

© Eole Water

Akhir September dan awal Oktober kami mengunjungi NTT. Di Kota Kupang penduduk mengalami kelangkaan air. Sebuah ritus rutin setiap musim kemarau yang harus dialami. Ketika menginap di sebuah losmen di Waiwerang, Adonara, sebuah pulau kecil di Fores Timur, air dari PAM menetes sekali dalam 2 hari. Dicicil. Waktu sedang menatar semua guru dan kepala sekolah se-Kecamatan Ile Boleng, Adonara Timur, siang hari tiba-tiba hujan lebat turun. Penduduk Pukaona, desa tempat pelatihan pendidikan kewirausahaan (perlunya tiap sekolah merintiskembangkan unit produksi untuk menghasilkan uang) ini ramai-ramai mengambill ember untuk menadah air hujan yang baru pertama kali turun di wilayah itu. Penduduk mengalami kelangkaan air minum sebagai suatu tradisi dari zaman nenek moyang.

Ini adalah pemandangan biasa yang bisa dilihat di wilayah Flores Timur dan Sikka (Maumere) di NTT. Di rumah-rumah penduduk umumnya tampak bak penampung air hujan yang menghubungi atap seng dan bak penampung itu. Dalam hati saya berpikir, kapan ya orang-orangku ini terbebas dari nasib alam yang keras ini.

Sepulang dari NTT, kami berkali-kali mencari bacaan di internet mengenai teknologi menghimpun air di bebatuan bertanah seperti jamak terlihat di Pulau Timor, Sumba Flores, Alor, Rote, dan Sabu (Flobamora) di NTT. Syukurlah, kami temukan teknologi kincir angin yang dimodifikasi sebuah perusahaan Prancis yang telah diuji coba di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Bacalah uraian berikut ini!

Sebuah konsep baru diuji di padang pasir Abu Dhabi menggunakan sebuah kincir angin untuk mengkondensasi air dari udara dan memompanya ke dalam tanki penampung untuk penyaringan dan pemurnian. Teknologi ini diciptakan oleh Eole Water setelah pendirinya, Marc Parent, mendapatkan inspirasi setelah melihat air yang dapat ia kumpulkan dari AC waktu ia tinggal di Karibia. Ia mulai memikirkan cara-cara agar air dapat dikondensasi dari udara di wilayah tanpa jaringan listrik dan lahirlah konsep kincir angin ini.

Kincir angin ini berkekuatan 30-kW. Udara diambil dari lubang-lubang pada hidung kincir angin dan kemudian dipanaskan oleh sebuah generator untuk menghasilkan uap. Uap melewati sebuah kompresor pendingin yang menghasilkan uap-uap air yang kemudian dikondensasi dan dikumpulkan. Air yang dihasilkan disalurkan melalui pipa-pipa ke tanki penyimpanan stainless steel yang menyaring dan memurnikan air itu.

kincir angin bagaimana bekerja
© Eole Water

Sebuah prototip teknologi ini telah dipasang di Abu Dhabi sejak Oktober 2011 lalu dan mampu memproduksi 500 sampai 800 liter air bersih sehari di udara padang gurun. Eole Water mengatakan bahwa volume air dapat meningkat menjadi 1000 liter sehari dengan sistem menara kincir angin. Sistem ini membutuhkan kecepatan angin 15 mil per jam atau lebih tinggi untuk memproduksi air.

Teknologi ini menggunakan proses sederhana yang telah dicoba (eksperimen) dengan beragam desain, tapi inilah kincir angin penghasil air pertama yang dibuat. Komponen ini memungkinkan produsi air bersih di wilayah yang tidak punya jaringan listrik, sehingga amat menjanjikan bagi masyarakat di wilayah terpencil dan yang terkena musibah. Eole telah bekerja sama dengan 12 mitra industri untuk memproduksi kincir angin ini.

Sumber: http://www.treehugger.com/wind-technology/wind-turbine-makes-clean-water-desert.html

 Video kincir angin

Kincir angin ini dapat memproduksi 1000 liter air minum tiap hari, menurut Eole Water

 Intisari

  • Pembuat kincir angin menyatakan bahwa kincir ini dapat menghasilkan energi dan air dari udara lembab
  • Para pengembang berharap alat ini dapat memberikan air kepada masyrakat pedesaan di negara-negara beriklim kering
  • Teknologi ini dapat diadaptasi untuk mememuhi kebutuhan kota-kota kecil di masa depan, kata perusahaan industri ini

(CNN) – Kincir angin telah cukup lama menghasilkan energi terbarukan tetapi sebuah perusahaan industri Prancis telah menemukan sebuah struktur kincir yang ramah lingkungan.

Eole Water mengklaim telah berhasil memodifikasi kincir angin tradisional dan menciptakan WMS1000, sebuah aplikasi yang dapat menghasilkan air minum dari udara lembab.

Perusahaan ini bermaksud memproduksi kincir ini secara besar-besaran untuk dijual pada akhir tahun 2012 ini, dimulai dengan fokus kepada masyarakat terpencil di negara-negara beriklim kering yang mengalami kelangkaan sumber air.

“Teknologi ini memungkinkan wilayah pedesaan mampu memenuhi kebutuhan cadangan air sendiri, “ kata Thibault Janin, direktur pemasaran Eole Water.

“Jika desain dan kemampuan berkembang, langkah berikut adalah menciptakan kincir angin yang dapat menyediakan air untuk kota-kota kecil atau wilayah berpenduduk padat, “ ia menambahkan.

Eole Water sedang memamerkan sebuah prototip WMS1000 dengan tinggi 24 meter di padang gurun dekat Abu Dhabi yang telah mampu memproduksi 62 liter air per jam, kata Janin.

Satu kincir dapat memproduksi 1000 liter air tiap hari, bergantung kepada kadar kelembaban.

Ia menjelaskan bahwa teknologi ini bekerja dengan pertama-tama menghasilkan listrik secara tradisional pada kincir angin. Energi ini memungkinkan seluruh sistem penghasil air berfungsi.

Tahap berikutnya adalah memasukkan udara melalui hidung kincir melalui sebuah alat yang disebut “air blower“.

Seluruh udara yang terjaring selama prosedur ini kemudian disalurkan melalui sebuah kompresor listrik pendingin yang berada di belakang baling-baling. Proses ini mengekstraksi kelembaban dari udara, menciptakan uap-uap air yang kemudian dikondensasi dan dikumpulkan.

Air yang terkumpul pada tahap ini kemudian dialirkan ke serangkaian pipa stainless steel, yang dimodifikasi secara khusus untuk membantu proses produksi air, ke sebuah tanki penyimpan pada bagian dasar kincir.

Setelah berada di sana, air disaring dan dimurnikan sebelum siap digunakan dan dikonsumsi.

Satu turbin dapat memproduksi 1000 liter air tiap hari, bergantung kepada tingkat kelembaban, temperatur, dan kecepatan angin, kata Janin.

“Ini cukup untuk memberikan air bagi sebuah desa berpenduduk 2000 sampai 3000 orang”, ia menambahkan.

Janin menandaskan bahwa masyarakat terpencil di Afrika dan Amerika Selatan, demikian  pula di pulau-pulau terpendil di Asia yang hanya punya akses kecil atau tak punya akses terhadap air minum yang aman merupakan pengguna potensial teknologi ini.

“Jika Anda pikirkan Indonesia yang punya ribuan pulau dan mereka tidak mensentralisasi cadangan air …. keadaan geografis negeri ini tidak memungkinkan pemusatan cadangan air,” kata Janin.

“Teknik ini memungkinkan mereka mengatasi masalah ini dan membuat pulau-pula itu dapat mememuhi kebutuhannya dengan cara yang tidak merugikan lingkungan.”

Tapi di samping entusiasme tentang potensi teknologi perusahaan, Janin mengakui bahwa biaya awal kincir angin ini dapat menjadi penghalang, terutama bagi kota atau wilayah yang miskin.

Sekarang biayanya antara €500,000 ($660,000) dan €600,000 ($790,000) bergantung pada lokasi dan kondisi lingkungan untuk memasang satu kincir angin Eole Water. Harga 1 kincir angin penghasil air minum ini sekitar $ 400 000 (kira-kira Rp 3,6 milyar).

Sejalan dengan berlalunya waktu dan proses industri ini memungkinkan perusahaan mendapatkan manfaat dari skala ekonomi, biaya ini akan menurun, kata Janin.

“Kami baru saja memulai aspek komersial produk ini tapi biaya ini tidak semahal bila Anda bandingkan dengan solusi jangka panjang yang diberikannya,” ia menambahkan.

Sumber: http://edition.cnn.com/2012/04/29/world/eole-water-turbine/index.html

Kincir angin dapat menghasilkan air minum pada iklim lembab dengan adanya terobosan teknologi oleh sebuah perusahaan industri Prancis.

Eole Water memodifikasi kincir angin listrik agar menghasilkan air minum dari udara untuk membantu negara-negara sedang berkembang memecahkan masalah kebutuhan airnya.

Sebuah prototip di Abu Dhabi telah menghasilkan 62 liter air per jam, dan Eole Water berharap menjual kincir angin penghasil seribu liter air per hari ini pada akhir tahun 2012 ini.

Saksikan video ini:

 video kincir angin Prancis

Tenaga angin: Kincir ini dapat menghasilkan baik listrik maupun air tanpa persyaratan apa pun kecuali udara yang lembab

Kincir angin ini bekerja dengan cara yang sama seperti kincir angin yang anda lihat di seluruh dunia. Yang membedakan, kincir angin ini mampu menghasilkan juga air minum.

 Kincir angin di Scotland

Bagainana kerjanya: Komponen-komponen dalam kincir angin juga berperan sebagai penghasil air, mengekstrak lusinan liter air per jam dari atmosfer

 kincir-angin Prancis

Kincir angin ini dapat beroperasi selama 20 tahun.

 Kincir angin ini dapat menjadi angin surga bagi penduduk wilayah pedesaaan yang tandus, kering yang masih berjuang mendapatkan air

.

Video: Water turbine in action

Saksikan video kincir angin penghasil air ini pada URL berikut ini!

http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=zhe4jDWfFAY

atau pada https://sbelen.wordpress.com/2012/10/20/proses-kerja-kincir-angin-penghasil-air-minum/

Sumber: http://www.dailymail.co.uk/sciencetech/article-2137386/Eole-wind-turbine-generates-drinking-water-air.html

Iklan

 

.

ibpI5li7kjnRD9

heart-attack

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano
Sano dan obesitas.

Kartu nama Yuni Juli 2015

 

From Flores with love: Sebuah contoh kebijakan inovasi untuk meningkatkan mutu siswa NTT yang terpuruk

Mei 14, 2010

Beratraksi menyilangkan tangan membentuk tanda kali, membentuk tanda tambah, kurang, dan bagi saambil menggunakan 1o jari tangan untuk melakukan operasi bilangan, sambil bergoyang badan.

Membuat hipotesis dan melakukan percobaan “Melayang, terapung, dan tenggelam” di tepi pantai.

Besoknya siswa guru langsung mempraktikkan ide baru yang kemarin dipelajari dalam inhouse training. Siswa membuat hipotesis dan melakukan perocobaan “Melayang, terapung, dan tenggelam”.

Hari-hari ini orang NTT di provinsi ini dan di luar NTT, bahkan sampai di mancanegara diliputi rasa malu luar biasa karena hasil UN SMA & SMK serta SMP tahun 2010 ini benar-benar mencapai titik nadir setelah presentase kelulusan siswanya berbeda amat jauh dari provinsi yang menduduki ranking ke-32 nasional sebelum NTT pada ranking ke-33. Sebenarnya proses kemerosotan ini telah berlangsung sekian lama. Dan, sekarang ternyata lebih jelek dari Papua yang biasa dikenal dulu menempati urutan ekor!

Salah satu faktor penyebabnya adalah mutu pendidikan SD yang amat rendah. Hasil penelitian kemampuan baca-tulis-hitung (Calistung) siswa SD pada sejumlah kabupaten di NTT, yang dilakukan para dosen FKIP Universitas Nusa Cendana Kupang, menunjukkan bahwa banyak siswa kelas 3 SD masih pada taraf menggambar huruf dan angka.

Basis pendidikan SD yang amat buruk akan tercermin dalam prestasi belajar siswa SMP dan SMA & SMK. Jika Calistung sebagai learning tools tak terbenahi bagaimana mengharapkan peningkatan mutu di sekolah menengah?

Para guru melakukan pelatihan di tepi pantai. Angin laut kaya oksigen dan deburan ombak meningkatkan kinerja otak.

Dari hasil analisis faktor penyebab amat rendahnya mutu pendidikan, salah satu langkah yang kami tempuh bersama World Vision Indonesia (WVI) adalah melakukan inhouse training di sekolah model. Salah satu upaya yang diprioritaskan adalah membenahi kemampaun Calistung melalui implementasi belajar aktif yang didukung kemampuan manajemen berbasis sekolah kepala sekolah dan ketua komite sekolah. Setelah para kepala sekolah dan guru SD model diberi contoh bagaimana melakukan inhouse training, diharapkan mereka meneruskan kebiasaan inhouse training melalui saling melatih antar-mereka secara internal di sekolah.

Dari hasil penelitian di Amerika Serikat, terbukti bahwa para siswa sekolah di slum areas yang melakukan inhouse training dalam waktu 4 tahun akan mengalahkan prestasi belajar siswa sekolah favorit di kota besar. Dalam inhouse training kontinu di sekolah, kepala sekolah, guru, dan fasilitas tidak diganti. Tetap. Siswanya juga tetap, demikian pula tingkat kemampuan ekonomi orang tuanya. Hanya dengan intervensi inhouse training, mutu sebuah sekolah yang terpuruk dapat diperbaiki dalam rentang waktu 2 s.d. 4 tahun.

Di Flores Timur, WVI ADP Flores Timur telah memilih 3 SD untuk dikembangkan menjadi SD model. Setelah model ini jadi, ke-3 sekolah ini bertanggung jawab mengembangkan 3 SD model yang lain. Tinggal direkrut kepala sekolah dan guru-guru yang menunjukkan kinerja yang hebat untuk mengembangkan sekolah lain dan berperan sebagai fasilitator penataran tingkat kecamatan / kabupaten dan dalam kegiatan kelompok kerja guru (KKG) di tingkat gugus sekolah.

Bekerja kelompok: Siswa berdiskusi dan belajar mengemukakan pendapat dalam suasana santai

Langkah terobosan WVI ini hendaknya diikuti langkah yang sama pada jenjang SMP serta SMA dan SMK. Di sinilah peran dinas pendidikan untuk mendorong dan membiayai proses inovasi untuk meningkatkan mutu.

Untuk memberi gambaran apa yang kami lakukan, perkenankan men-download file powerpoint ini. Inhouse training kali ini masih dalam bentuk gabungan dengan penataran karena diundang para kepala dinas pendidikan kecamatan, pengawas, kepala sekolah, dan guru dari 5 kecamatan dalam inhouse training di SD Lewotobi di kaki Gunung Lewotobi, Flores Timur, NTT.

Selahkan klik file powerpoint ini!

Guru-guru Flores mengubah diri

Siswa-siswa menari dalam school assembly di SD Lewotobi. Orang tua diundang menyaksikan pentas putra-putrinya.

Iklan

407c0438

heart-attack

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

https://sbelen.wordpress.com/2013/04/15/sano-ramuan-herbal-berkhasiat-mulai-bisnis-di-usia-62-tahun/

Gambar spanduk Sano

sano-kolesterol-tinggi

Kartu nama Yuni