Posts Tagged ‘Erlangga’

Bermain dengan pasir mengembangkan kreativitas anak. Mulailah dengan guru!

Januari 26, 2010

Anak-anak SD Geraga, Sipoholon, Tapanuli Utara ini bermain dengan pasir tanpa disuruh. Mereka memanfaatkan pasir yang dipersiapkan bagi para guru untuk membuat model IPS dalam penataran.

Bermain-main memanipulasi benda alamiah lebih menarik minat anak daripada mainan buatan pabrik.

Buat apa ini, nak? Ungkapan spontan budaya Batak?

Acara terakhir penataran Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dan belajar aktif  pendidik dari 3 SD model ditambah guru dan kepala sekolah dari 7 SD lain di Kecamatan Sipoholon tanggal 19 – 22 Januari 2010 diisi dengan kegiatan membuat model lokasi wisata yang pernah dikunjungi.

Penataran ini adalah kegiatan terakhir dari program 6 bulan pengembangan SD model melalui pendampingan lewat inhouse training dari akhir Juli 2009 s.d. akhir Januari 2010. Ibu Nia Susanti bekerja secara kontinu selama 6 bulan mendampingi para guru dan kepala sekolah pada 3 SD ini. Kami datang secara berkala untuk membantu pendampingan ini. Ini adalah program bantuan keluarga Gunawan Hutauruk, pemilik Penerbit Erlangga.

Berikut ini kami sajikan foto-foto kegiatan membuat model dari pasir dan peta dari objek-objek pada model yang dihubungkan dengan tali rafia. Ini adalah salah satu ide kegiatan belajar IPS.

Giliran para guru berkreasi sesuai dengan imajinasinya

Hands-on experience atau pengalaman langsung membuat model akan menstimulasi kerja otak. Praktik ini akan mendorong para guru untuk menerapkannya kepada anak-anak

Bekerja sama adalah salah satu ciri penerapan pendekatan belajar aktif

Kelompok ini sedang membentuk Danau Toba dan Pulau Samosir di tengahnya

Anak perempuan ini tertarik memperhatikan betapa para guru gembira bermain pasir. Jika orang dewasa senang memanipulasi pasir, apalagi anak-anak.

Ibu kepala sekolah ini terlibat membuat model. Tanpa dorongan kepala sekolah mustahil diharapkan kemajuan inovasi di sekolah yang dilakukan para guru.

Teori belajar konstruktivisme menandaskan bahwa belajar adalah mengalami.

Berkotor tangan adalah kebiasaan yang perlu ditanamkan bagi para guru dalam melaksanakan kegiatan belajar.

Menghubungkan objek pada model dengan gambar simbol / legenda pada peta.

Guru saja bangga terhadap hasil pekerjaannya, apalagi para siswa.

Mungkin ini pengalaman pertama yang mereka alami dalam penataran yang biasanya didominasi ceramah. Penataran yang diisi dengan ceramah dan ceramah membuat apa yang masuk dari telinga kiri langsung keluar lewat telinga kanan.

Inilah hasil karya kami!

Dari imajinasi ke arah model lewat aktivitas melakukan. Agar tahu tentang model dan peta, praktikkan membuat model dan peta.

We are the best!

Keceriaan adalah emosi senang yang turut memotivasi belajar.

Inilah hasil maksimal yang telah kami buat!

Iklan

134845588186362_animate

Asam urat yang menyakitkan

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

sano-sembuhkan-asam-urat-anda

Kartu nama Yuni 2

Iklan

Dengan alat peraga, Matematika itu gampang

Desember 27, 2009

Intan mendampingi Ano ponakannya mengerjakan soal Matematika

Intan menunjukkan jam kepada Ano

Ano mencoba menggunakan kartu bilangan

Ano membuat soal dulu

Lalu, mengerjakan soal itu dengan menggunakan kartu-kartu bilangan ratusan

Setelah selesai, Ano menulis hasilnya di buku soal

Flory membantu Ano keponakannya mengerjakan soal Matematika

Flory menunjukkan alat peraga yang dapat digunakan agar Ano berpikir konkret dengan mengunakan benda 3 dan 2 dimensi

Menulis hasil pengerjaan soal pada buku catatan

Hasil yang salah dicoret saja, tak perlu pakai setip atau tipEx, lalu yang benar ditulis atau di samping angka yang dicoret karena salah

Mendampingi anak mengerjakan tugas di rumah amat penting untuk memotivasi anak melalui tindakan nyata, bukan melalui kata-kata, apalagi hardikan

Anak dilatih berpikir menurut prosedur. Untuk Matematika jalan mengerjakan soal sama penting dengan hasilnya, bahkan lebih penting karena justru proses-lah yang memperlihatkan proses berpikir, bukan asal menulis hasil melalui mencontek dari teman

Dua atau tiga dadu dapat digunakan untuk mengajarkan penjumlahan. Cara ini amat efektif, sedangkan kekhawatiran memupuk sikap berjudi sebenarnya tidak beralasan

Menghitung angka-angka yang tertera pada 2 atau 3 dadu membantu anak berpikir dalam perspektif rupa atau objek 3 dimensi

Operasi penjumlahan dapat dilakukan secara horisontal maupun vertika. Biarkan anak memilih langkah yang akan ditempuh, melalui penghitungan mendatar atau menurun

Kit atau paket alat peraga Matematika terbitan Esis, Penerbit Erlangga

Dalam membantu anak, bila perlu dipakai jari tangan

Anak perlu dihargai, dipuji untuk memotivasi semangat belajarnuya

Jika tersedia alat peraga Matematika di rumah, tidak ada salahnya jika kepada anak Balita diperkenalkan alat peraga ini, walaupun ia belum mengerti.

Yanti mendampingi anaknya Rossy mengenalkan alat peraga Matematika. Walaupun belum cukup umur, paling tidak anak sejak dini dibiasakan tidak takut belajar Matematika

Anak melakukan eksplorasi untuk mengenal alat peraga jam. Biarkan ia berpikir sesuai dengan taraf kemampuan berpikirnya.

Biarkan anak mengambil sendiri benda yang menarik perhatiannya. Orang tua tinggal membantu mengarahkan anak tentang cara menggunakan alat peraga yang dipilih. Anak seusia ini telah mampu menyusun beragam alat yang ada dengan menggabungkan benda-benda yang sama besar. Atau, anak bisa menyusun benda-benda yang tidak sama besar yang berbeda warna.

Perlu menunggu dengan sabar selagi anak mengamati benda. Mendampingi anak mengeskpresikan kasih sayang dan perhatian orang tua kepada anak

Usahakanlah membuat Matematika disenangi anak sejak dini! Jika anak senang, ia akan termotivasi untuk belajar sendiri tanpa merasa tertekan atau terpaksa.

Iklan

alison-brie-yes-2

Bronkitis

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

Sano bronkitis

Kartu nama Yuni 2

Krisis kasih sayang, ujian Doktor, dan kembali menulis buku pelajaran

Agustus 12, 2008

Tanggal 9 Juli 2008, saya mulai dengan permainan kreativitas yang baru di Internet. Merintis blog pribadi www.sbelen.wordpress.com. Tadi malam jumlah posts mencapai angka 42. Jadi rata-rata 1,3 post per hari diterbitkan. Semakin banyak orang berkunjung. Kemarin tercatat rekor tertinggi. Terbanyak posts tentang pendidikan. Namun aneh, hanya sedikit pengunjung. Mungkin guru-guru masih sibuk awal tahun ajaran.

Yang paling sering dikunjungi adalah posts tentang otak kiri dan otak kanan, opini pesawat Adam Air tidak meledak di udara, dan ihwal cinta dan perkawinan. Ihwal terakhir ini yang paling sering dikunjungi. Konsisten menunjukkan grafik naik. Sebenarnya, soal cinta dan perkawinan ini saya ramu dari perpektif kebutuhan utama otak. Makanan pokok atau menu utama otak adalah ONKI (Oksigen, Nutrisi atau makanan bergizi, Kasih sayang, dan Informasi).

Menu inilah yang harus diperhatikan orang tua dan guru agar terpenuhi bagi anak. Soal oksigen tak bermasalah, soal nutrisi bisa ditingkatkan, soal informasi tak terlalu bermasalah di era informasi ini. Yang bermasalah justru, kasih sayang. Apakah sudah cukup asupan kasih sayang orang tua dan guru bagi anak? Ini masalah besar. Nah, untuk memenuhi kebutuhan kasih sayang anak, orang tua dan guru pun harus mengembangkan dan mencerahkan kasih sayang pribadi dan keluarganya. Atas dasar ini, saya bahas soal cinta dan perkawinan.

Krisis kita dewasa ini, bukan sekadar krisis pangan, krisis energi, krisis teknologi, krisis politik… Krisis utama kita sekarang adalah krisis kasih sayang. Kalau kebutuhan kasih sayang anak terpenuhi, lancarlah kerja otak anak, lancarlah kegiatan belajarnya, lancarlah aktivitas bermain dan rekreasinya. Anak Indonesia bisa tersenyum setiap hari. Dan, dunia ini akan lebih menyenangkan jika kita menyaksikan anak-anak tersenyum.


Dr.Sri Sumarni

Kapan tiba waktunya anak-anak Indonesia tersenyum? Pertanyaan ini mendapatkan pencerahan setelah saya menghadiri Ujian Terbuka Ibu Sri Sumarni 8 Agustus 2008. Ia adalah dosen PGSD Universitas Negeri Sriwijaya (Unsri) Palembang. Ujian ini untuk memperoleh gelar Doktor dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Judul disertasinya adalah “Peningkatan Kecerdasan Jamak Anak Usia Dini melalui Bermain di TK Kids 19 Kayu Putih Jakarta.” Ibu Sri Sumarni saya bimbing dalam penulisan tesis S2 bersama Prof.Dr.L.J.Molleong, M.A. Gelar S2 ia raih dengan nilai amat bagus tahun 1999. Untuk penulisan disertasi saya hanya di-consult secara informal karena tema yang dipilih menarik bagi saya.

Ia berhasil gemilang mencapai gelar Doktor dengan nilai akhir yang amat bagus. Membanggakan bagi dirinya, keluarganya, Unsri Palembang, dan saya ikut merayakan sukacita itu. Dulu ia adalah guru olahraga tamatan SMOA (SGO). Ia membuktikan, lulusan SMK bisa mencapai gelar akademis tertinggi. Ia juga membuktikan, untuk mencapai gelar Doktor tidak hanya diperlukan kecerdasan, tetapi yang lebih utama ketekunan, daya tahan banting.

Ia membuktikan melalui eksperimen, bahwa mengajar dan mendidik anak TK dengan ramah, kasih sayang, melalui pujian, pelukan, dan tepukan di bahu membuat otak mereka lancar bekerja. Dalam suasana dan kondisi kasih sayang ini, kecerdasan jamak anak – kecerdasan kinestetik, intrapersonal, interpersonal, dan terutama kecerdasan bahasa – dapat ditingkatkan secara signifikan. Ini dilakukan melalui kegiatan bermain dengan menggunakan media konkret. Congratulation bagi Bu Sri, Pak Thamrin, dan 3 putri yang cantik: Chindy, Windi, dan Ruri.


Nah, setelah ber-blogging ria selama satu bulan, menatar para guru, dan melakukan kegiatan pengembangan kurikulum, kini saya harus berkonsentrasi menulis buku. Menyelesaikan revisi buku pelajaran IPS untuk kelas 5 dan 6 SD. Editor Penerbit Erlangga sudah bosan menunggu naskah terakhirku. Setelah selesai pekerjaan ini, legalah hatiku untuk menerbitkan posts baru.

Terima kasih bagi pengunjung blog. Kalau Anda merasakan ada post yang bernilai, sampaikanlah pesannya kepada rekan-rekan Anda. Au revoar. Matur nuwun! Matur nuhun! Horas! Menjua-jua! Epang gawang!

Iklan

Jerapah berantem

Sulit hamil

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

sano-menyuburkan-wanita-juga-pria

Kartu nama Yuni 2