Posts Tagged ‘Charcot–Marie–Tooth disease (CMT)’

Penyakit apa saja yang tergolong penyakit degeneratif? Tidak hanya obat dokter, herbal pun mampu menyembuhkan penyakit degeneratif. Dan, herbal terutama mampu mencegah penyakit degeneratif

Desember 20, 2017

Setiap makhluk hidup pasti mengalami pertambahan usia dan seiring bertambahnya usia penyakit degeneratif akan mengiringi proses penuaan. Dalam kehidupan pasti akan mengalami sakit, sakit adalah kondisi tidak berfungsinya salah satu organ tubuh secara normal. Faktor penyebab penyakit dapat diakibatkan infeksi bakteri, virus atau protozoa, yang disebut penyakit infeksi. Namun, ada juga penyakit  yang tidak disebabkan oleh infeksi, yaitu penyakit non-infeksi. Contoh penyakit non-infeksi adalah penyakit kekurangan gizi, sakit karena kecelakaan, dan penyakit degeneratif.

Penyakit degeneratif adalah penyakit yang muncul akibat kemunduran fungsi sel tubuh. Penyakit degeneratif biasa disebut penyakit tua karena semakin bertambah usia semakin banyak pula penyakit.

Pada dasarnya semua penyakit degeneratif muncul dengan adanya gejala, seperti memburuknya kondisi, peningkatan kerusakan pada jaringan, kerusakan pada organ serta tingkat kesehatan yang semakin memburuk secara bertahap. Lihat http://necturajuice.com/mengenal-berbagai-macam-penyakit-degeneratif/

Umumnya penyakit degeneratif disebabkan oleh keausan (mengausnya) sistem tubuh normal, kebiasaan atau gaya hidup, kurangnya olahraga, maupun karena konsumsi makanan yang tidak sehat secara terus-menerus.

Penyakit degeneratif adalah kondisi kesehatan yang menyebabkan jaringan atau organ memburuk dari waktu ke waktu. Ada cukup banyak jenis penyakit generatif yang terkait dengan penuaan, atau memburuk selama proses penuaan.

Sejumlah contoh penyakit degeneratif yang umum dijumpai adalah hipertensi (darah tinggi), penyakit aterosklerosis, penyakit jantung koroner, diabetes, stroke, gagal ginjal, hepatitis, asam urat, rematik, osteoporosis, kanker, multiple sclerosis (sklerosis jamak), distrofi otot, Alzheimer, Parkinson, osteoporosis, rematik. Banyak manusia di dunia mengidap penyakit tersebut. Bahkan di banyak negara, termasuk di Indonesia, penyakit degeneratif menjadi salah satu penyebab utama kematian.

Penyakit degeneratif diklasifikasi menjadi tiga kelompok utama, yaitu: kardiovaskular, neoplastik, dan sistem saraf. Penyakit kardiovaskular yang paling umum adalah hipertensi, penyakit jantung koroner, dan serangan jantung atau infark miokard. Penyakit neoplastik termasuk tumor dan kanker. Penyakit yang mempengaruhi sistem saraf termasuk Parkinson dan Alzheimer.

Penyakit degeneratif disebabkan oleh beragam faktor. Beberapa faktor tersebut adalah efek langsung dari penggunaan normal tubuh (anggota dan organ tubuh kita digunakan terus-menerus), sementara yang lain disebabkan oleh kesehatan yang buruk atau gaya hidup yang tidak sehat. Kebanyakan penyakit degeneratif dapat disembuhkan, namun ada beberapa kasus yang tidak dapat disembuhkan. Dalam kasus tersebut, pilihan pengobatan yang ada hanya mampu membantu meringankan gejala sehingga pasien dapat hidup normal.

Banyak penyakit degeneratif yang disebabkan oleh faktor-faktor yang belum teridentifikasi. Namun, berkat kemajuan teknologi pencitraan, genetika, biokimia, dan sel biologis, para ilmuwan telah mampu mengidentifikasi kesamaan dari banyak penyakit degeneratif.

Temuan para ilmuwan mengungkapkan kesamaan berbagai penyakit generatif, yaitu abnormalitas protein. Tetapi, pertanyaan, “bagaimana protein abnormal dapat menyebabkan kerusakan sel?” masih menjadi misteri. Jika misteri ini berhasil dipecahkan, besar kemungkinan bahwa pilihan pengobatan baru dapat dirancang. Sehingga, tidak hanya meringankan gejala, tetapi membantu pasien sembuh total. Lihat https://www.docdoc.com/id/info/condition/penyakit-yang-terus-memburuk

Berbagai penyakit degeneratif kini tidak hanya menimpa orang lanjut usia namun bisa menimpa juga orang muda karena semakin maraknya makanan yang kurang sehat, pola hidup tidak sehat, kurang bergerak, kurang aktivitas fisik dan olahraga, pola tidur yang tidak teratur, dan stres yang semakin meningkat karena persoalan hidup yang kian rumit.

Penyakit degeneratif dapat disembuhkan dengan cara menggunakan obat-obatan medis yang diberikan secara khusus oleh dokter ahli. Namun, ada juga ramuan herbal tradisional dapat menyembuhkan penyakit degeneratif. Pengobatan ini harus didukung pola makan yang sehat, pola hidup sehat, peningkatan aktivitas fisik dan olahraga, pola tidur yang teratur, dan pengendalian stres.

Dekan Fakultas Kedokteran UGM, Prof dr Ova Emilia mengatakan, kematian akibat penyakit degeneratif di Indonesia menduduki peringkat tertinggi, yang akhirnya menjadi beban baik bagi penyandangnya maupun lingkungan. Terlebih lagi, saat ini penyakit degeneratif tidak berpatok pada usia tua, karena gejala degeneratif pada anak muda juga sudah muncul seiring dengan perubahan gaya hidup.

Saat membuka seminar “Peran Herbal untuk Mencegah Proses Degenerasi,” di Auditorium Fakultas Kedokteran UGM, Sabtu, 22 April 2017, Ova Emilia menyatakan, sampai saat ini, herbal masih dipandang sebelah mata oleh dunia medik modern, padahal sesungguhnya, penyakit degeneratif mampu dicegah dengan cara herbal.

“Sayangnya, pada penyakit degeneratif yang seharusnya bisa dicegah, kurang mendapat perhatian termasuk perusahaan asuransi, kurang mengedepankan aspek promotif upaya pencegahan penyakit dan menomorsatukan pengobatan,” ujarnya.

Dari pengalaman kami selama ini, 8 sirup herbal kami, yaitu Sano, Fides, VCO Plus, Xanthi, Vigor, Fit Brain, Credo, dan Liber mampu menyembuhkan beragam penyakit degeneratif. Contoh penyakit degeneratif yang disembuhkan, a.l. penyakit jantung koroner (sehingga banyak sekali konsumen yang terbebas dari operasi pasang ring atau bypass), penyakit diabetes, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) dan TBC, osteoartritis, rematik, kanker payudara, kanker rahim, dan jenis kanker lain, hepatitis B, asam urat atau gout, saraf terjepit, prostat, sakit ginjal, hipertensi (darah tinggi), stroke, gangguan pencernaan, sakit pinggang, nyeri bahu.

Bukti kesembuhan itu telah kami siarkan berupa testimoni pada posting kami tentang tiap sirup herbal dan di Page Facebook Sirup Sano serta di Website sanoherbal.id  Banyak testimoni yang disertai foto konsumen yang sembuh ditampilkan. Pada daftar referensi pada akhir artikel ini dicantumkan link ke-8 posting dari sirup herbal tersebut serta link website sanoherbal.id

Pada umumnya, penyakit degeneratif yang menurunkan fungsi organ tubuh sulit sekali dipulihkan sampai dengan kondisi pulih 100% seperti sebelum menderita penyakit ini. Karena itu, dokter sering mengatakan kepada penderita penyakit degeneratif bahwa ia harus minum obat seumur hidup.

Daftar penyakit degeneratif:

  1. Alzheimer’s disease (AD) atau penyakit Alzheimer
  2. Amyotrophic lateral sclerosis (ALS): Penyakit sistem saraf di mana sel‐sel tertentu (neuron) di dalam otak dan sumsum tulang mati secara perlahan.
  3. Asam urat, penyakit atau gout
  4. Atherosclerosis atau ditulis aterosklerosis
  5. Atrofi tulang otot tulang belakang atau Spinal Muscular Atrophy
  6. Cardiovascular disease (CVD) atau Penyakit kardiovaskular
  7. Chronic traumatic encephalopathy (CTE): Penyakit cedera otak traumatis progresif
  8. Creutzfeldt–Jakob disease (CJD): Gangguan saraf degeneratif atau gangguan otak yang fatal
  9. Degenerasi makula atau Macular degeneration (AMD)
  10. Demensia vaskular, Vascular dementia: Juga dikenal dengan istilah demensia multi infark
  11. Diabetes (type II), diabetes tipe 2
  12. Dislipidemia (kelainan kolesterol)
  13. Distrofi otot, Muscular dystrophy (MD)
  14. Ehlers–Danlos syndrome
  15. Essential tremor: Penyakit gemetaran tiba-tiba, terutama di tangan, kepala, dagu, dan lidah
  16. Fibrodysplasia Ossificans Progressiva (FOP): Suatu kondisi tulang tumbuh di luar kerangka
  17. Fibrosis kistik atau Cystic Fibrosis
  18. Friedreich’s ataxia (FRDA): gejala kehilangan koordinasi atas otot dan pembesaran jantung
  19. Gagal ginjal
  20. Hepatitis
  21. Hipertensi pulmonal adalah naiknya tekanan di dalam pembuluh arteri paru-paru akibat terhambatnya aliran darah yang melewati paru-paru
  22. Huntington’s disease, penyakit Huntington adalah penyakit yang menyerang saraf
  23. Infantile neuroaxonal dystrophy: Kelainan perkembangan sistem saraf
  24. Inflammatory bowel disease (IBD): Penyakit radang menahun saluran pencernaan
  25. Jantung koroner, penyakit jantung koroner
  26. Kanker, Cancer
  27. Keratoconus (KC): kelainan mata berupa penipisan kornea yang bersifat progresif
  28. Leukodystrophy, satu kelompok kelainan yang ditandai degenerasi zat putih pada otak
  29. Miopati mitokondria, Mitochondrial Myopathy: jenis miopati yang terkait dengan penyakit mitokondria
  30. Multiple sclerosis (MS) atau sklerosis jamak
  31. Multiple system atrophy (MSA) atau Atrofi sistem jamak, juga dikenal sebagai sindrom Shy-Drager: kelainan penurunan fungsi neuron (neurodegeneratif) yang langka
  32. Neuronal ceroid lipofuscinosis (NCL): kelompok 8 kelainan genetik penurunan fungsi neuron yang berbeda
  33. Niemann–Pick disease, Penyakit Niemann Pick): kelompok kelainan metabolik bawaan
  34. Osteoporosis (pengeroposan tulang)
  35. Parkinson’s disease, penyakit Parkinson
  36. PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis) atau Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD)
  37. Prion disease (All Prion diseases) atau penyakit prion adalah kelompok kondisi progresif dan selalu fatal, yang mempengaruhi otak dan sistem saraf
  38. Progressive supranuclear palsy (PSP), Kelumpuhan supranuklear progresif atau sindrom Steele-Richardson-Olszewski
  39. Prostatitisatau penyakit prostat
  40. Rasmussen’s ensefalitis terkadang disebut sindrom Rasmussen adalah gangguan langka pada pusat sistem saraf
  41. Rematik atau Rheumatoid arthritis
  42. Retinitis pigmentosa: kelompok penyakit yang menyerang retina
  43. Sakit pinggang (Low back pain): Rasa nyeri di daerah pinggang bagian bawah
  44. Sandhoff Disease atau penyakit Sandhoff: gangguan penyimpanan lipid (lemak) yang ditandai penurunan progresif pusat sistem saraf
  45. Nyeri sendi bahu
  46. Sindrom deplesi DNA mitokondria atau Mitochondrial DNA depletion syndrome: satu kelompok kelainan resesif autosomal yang menyebabkan penurunan DNA mitokondria yang signifikan pada jaringan yang terkena
  47. Sindrom Leigh, Leigh syndrome (disebut juga penyakit Leigh): kelainan metabolisme saraf (neuron) yang mempengaruhi sistem saraf pusat
  48. Sindrom Marfan, Marfan’s syndrome: kelainan genetik jaringan ikat
  49. Stroke
  50. Tay–Sachs disease atau penyakit Tay Sach: penyakit keturunan yang berakibat fatal terhadap sistem saraf pusat
  51. Wilson, penyakit Wilson: kelainan genetik akibat copper (tembaga) terbentuk dalam tubuh

Berikut ini dikemukakan daftar penyakit degeneratif dan batasan tiap penyakit:

Alzheimer’s disease (AD) atau penyakit Alzheimer: Termasuk ke dalam penyakit degeneratif umum yang mengakibatkan penurunan fungsi intelektual. Sedangkan, penyebab pasti penyakit ini belum ditemukan. Tapi, para ilmuwan cukup yakin dengan teori bahwa kekurangan zat mineral besi, aluminium, dan tembaga adalah penyebab utama.

Perbandingan otak normal (kiri) dan otak kanan penyandang Alzheimer (kanan). Karakteristiknya berbeda.

Amyotrophic lateral sclerosis (ALS): Penyakit sistem saraf di mana sel‐sel tertentu (neuron) di dalam otak dan sumsum tulang mati secara perlahan. Sel ini mengirimkan pesan dari dalam otak dan sumsum tulang menuju otot. Masalah otot ringan muncul pada awalnya,tapi perlahan‐lahan orang menjadi lumpuh. Beberapa orang mengalami ALS selama beberapa tahun. Pada akhirnya otot akan berhenti bekerja. Penyakit ini disebut juga penyakit Lou Gehrig, dinamakan setelah pemain bisbol terkenal yang meninggal karena ALS.

MRI dengan sinyal meningkat di bagian posterior kapsul internal yang bisa dilacak ke korteks motor yang konsisten dengan diagnosis ALS.

Asam urat, penyakit atau gout: Gejala nyeri dan pembengkakan yang disebabkan tusukan kristal-kristal tajam di sekitar sendi, lebih sering sendi jari tangan, lutut, pergelangan kaki, dan jari kaki, yang terbentuk akibat penumpukan zat asam urat.

 

Atherosclerosis atau ditulis aterosklerosis: Penyakit menyempitnya bagian dalam arteri akibat pembentukan plak. Awalnya umumnya tidak ada gejala. Bila parah bisa mengakibatkan penyakit arteri koroner, stroke, penyakit arteri perifer, atau masalah ginjal, tergantung pada arteri yang terkena.

Perkembangan aterosklerosis (terjadi penyempitan berlebihan)

Atrofi tulang otot tulang belakang atau Spinal Muscular Atrophy adalah sekelompok kelainan bawaan yang menyebabkan degenerasi otot atau otot melemah secara progresif. Penyebab utama penyakit keturunan ini adalah kerusakan sifat resesif autosom dari kedua orang tua. Gejala awal atrofi otot tulang belakang biasanya ringan sampai sedang di antaranya kelemahan otot, gemetaran, dan berkedut. Penyakit ini ditandai hilangnya kemampuan sel-sel saraf di sumsum tulang belakang. Dapat berakibat penderita tidak dapat bergerak sampai lumpuh.

Lokasi neuron yang dipengaruhi atrofi otot tulang belakang di sumsum tulang belakang

Cardiovascular disease (CVD): Penyakit kardiovaskular adalah golongan penyakit yang melibatkan jantung atau pembuluh darah, meliputi penyakit arteri koroner, seperti angina dan infark miokard (serangan jantung), stroke, gagal jantung, penyakit jantung hipertensi, penyakit rematik jantung, kardiomiopati, aritmia jantung, penyakit kongenital jantung, penyakit katup jantung, karditis, aneurisma aorta, penyakit arteri perifer, penyakit embolitrombo, dan trombosis vena.

.

Charcot Marie Tooth disease (CMT): Nama sekelompok penyakit yang menyerang saraf periferal karena faktor genetik. Nama penyakit ini (CMT) berasal dari tiga dokter yang menemukannya untuk kali pertama. Penyakit ini menyebabkan sakit di otot kaki, tangan, lemah otot atau kehilangan kemampuan merasakan.

Kaki seseorang yang terserang penyakit Charcot-Marie-Tooth. Kurangnya otot, lengkungan tinggi, dan jari kaki berbentuk cakar merupakan tanda penyakit genetik ini.

Chronic traumatic encephalopathy (CTE): Penyakit cedera otak traumatis progresif yang ditemukan pada individu yang telah mengalami trauma berulang pada otaknya arau beberapa kali gegar otak dan bentuk lain dari cedera kepala. Penyakit ini hanya bisa didiagnosis lewat otopsi. Banyak kasus penyakit ini menimpa atlet sepak bola muda. Ada mantan atlet olahraga dengan kontak fisik tinggi, yang juga pernah bermain dalam American Football, yang terbukti mengidap ETC ketika diotopsi.

Otak normal (kiri) dan otak penderita Chronic traumatic encephalopathy (CTE)

Creutzfeldt–Jakob disease (CJD): Gangguan saraf degeneratif atau gangguan otak yang fatal. Gejala-gejala awal meliputi masalah ingatan, perubahan perilaku, koordinasi yang buruk, dan gangguan penglihatan. Tahap lanjutan dapat berupa dementia, gerakan yang tidak dikehendaki atau sulit dikendalikan, dan bisa juga kebutaan.

Biopsi tonsil di varian CJD. Gambaran protein prion.

 Degenerasi makula atau Macular degeneration (AMD), juga dikenal sebagai degenerasi makula seiring dengan bertambahnya usia (age-related macular degeneration, disingkat jadi AMD atau ARMD), adalah kondisi medis yang dapat menyebabkan kekaburan atau tidak ada penglihatan di tengah bidang visual. Sering kondisi ini berlangsung tanpa gejala. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, beberapa orang mengalami pemburukan gradual yang dapat berdampak negatif terhadap satu atau kedua mata. Walau, tidak mengakibatkan kebutaan total, kehilangan penglihatan sentral bisa membuat penderita sulit mengenali wajah, mengemudi, membaca, atau melakukan aktivitas lain dalam kehidupan sehari-hari.

Gambar bagian belakang mata menunjukkan penurunan (degenerasi) makula tingkatan sedang (menengah)

Demensia vaskular, Vascular dementia: Juga dikenal dengan istilah demensia multi infark adalah kondisi yang biasanya terjadi akibat  sel-sel di otak kekurangan oksigen. Sebuah jaringan pembuluh darah yang disebut sistem vaskular memasok otak dengan oksigen. Ketika kondisi ini terjadi maka darah tidak dapat mengalirkan oksigen ke otak sebagaimana mestinya. Demensia vaskular merupakan istilah umum yang menggambarkan masalah terkait dengan penalaran, perencanaan, penilaian, memori, dan proses berpikir lain yang disebabkan oleh kerusakan otak akibat terganggunya aliran darah ke otak. Kondisi ini biasanya terjadi pasca-stroke yang umumnya mempengaruhi fungsi kognitif atau kemampuan berpikir. Demensia vaskular mengakibatkan otak kesulitan memproses informasi. Hal ini dapat menyebabkan kehilangan memori, kebingungan, penurunan rentang cakupan perhatian dan masalah dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Demensia vaskular merupakan demensia yang paling umum kedua setelah penyakit alzheimer.

Demensia vaskular disebabkan oleh penyumbatan atau kekurangan aliran darah ke otak.

Diabetes (type II), dikenal sebagai diabetes tipe 2 adalah gangguan metabolik jangka panjang yang ditandai dengan gula darah tinggi, penolakan (resistensi) insulin, dan relatif kekurangan insulin. Gejala umum meliputi meningkatnya rasa haus, sering kencing, dan penurunan berat badan yang tak dapat dijelaskan. Gejala lain bisa cepat merasa lapar, mudah lelah, dan luka yang tidak sembuh-sembuh. Sering gejala muncul perlahan. Komplikasi jangka panjang dari gula darah tinggi meliputi penyakit jantung, stroke, retinopati diabetes yang dapat menyebabkan kebutaan, gagal ginjal, dan aliran darah yang buruk di tungkai yang dapat berakibat.

Diabetes tipe 2 terutama merupakan akibat obesitas dan kurang gerak atau olahraga. Beberapa orang lebih berisiko secara genetik (factor keturunan) daripada yang lain. Diabetes tipe 2 meliputi sekitar 90% kasus diabetes, dan 10% lainnya terutama disebabkan oleh diabetes melitus tipe 1 dan diabetes gestasional. Pada diabetes melitus tipe 1 total insulin lebih rendah sehingga kurang mampu mengendalikan glukosa darah, karena hilangnya sel beta penghasil insulin di pankreas.

Dislipidemia (kelainan kolesterol): Kondisi terjadinya kenaikan kadar kolesterol total, kolesterol LDL (Low Density Lipoprotein), dan trigliserida yang disertai dengan penurunan kolesterol HDL (High Density Lipoprotein). Istilah dislipidemia berasal dari kata dys– yang berarti gangguan, lipid yang berarti lemak atau kolesterol, dan –emia yang berarti di dalam darah. Kondisi ini juga sering diartikan sebagai peningkatan kadar kolesterol total. Dislipidemia merupakan gangguan kadar lemak darah, ditandai dengan LDL yang tinggi, HDL rendah, kolesterol darah tinggi, trigliserida yang tinggi.

Distrofi otot, Muscular dystrophy (MD) merupakan suatu penyakit genetika yang ditandai gangguan yang mampu melemahkan otot rangka secara progresif. Pengidap distrofi otot tidak mampu mengendalikan gerak tubuh mereka secara optimal. Distrofi otot bisa terjadi pada bayi maupun anak-anak, sebagian lagi baru muncul pada usia pertengahan. Distrofi otot dapat dicegah dengan menjauhi kopi, alcohol, tembakau maupun minuman bersoda.

Pada otot yang terkena (kanan), jaringan menjadi tidak teratur dan konsentrasi dystrophin (hijau) sangat berkurang, dibandingkan dengan otot normal (kiri).

Ehlers–Danlos syndrome: Suatu penyakit jaringan ikat keturunan yang sangat jarang terjadi dan ditandai oleh persendian yang sangat lentur/longgar, kulit yang sangat elastis, rapuh dan mudah memar, jaringan yang rapuh, pembuluh darah yang mudah rusak, dan pecahnya organ dalam (jarang).

Kulit orang rang yang terserang penyakit ini mejadi amat elastis.

Essential tremor: Penyakit gemetaran tiba-tiba, terutama di tangan, kepala, dagu, dan lidah.

Fibrodysplasia Ossificans Progressiva (FOP): Suatu kondisi tulang tumbuh di luar kerangka. Pertumbuhan tulang yang abnormal ini menggantikan jaringan ikat, termasuk tendon dan ligamen. FOP disebabkan oleh mutasi genetik, yaitu gen ACVR1. Gen ini terlibat dalam pertumbuhan dan perkembangan tulang yang membuat mereka bermutasi menjadi lebih banyak. Gen ini bisa diturunkan dari orang tua, tapi pada banyak kasus bukan merupakan penyakit keturunan.

Dampak penyakit ini adalah jaringan lunak yang rusak tumbuh kembali sebagai tulang.

Fibrosis kistik atau Cystic Fibrosis: Penyakit genetika yang menyebabkan lendir-lendir di dalam tubuh menjadi kental dan lengket, sehingga menyumbatberbagai saluran, terutama saluran pernapasan dan pencernaan. Dalam keadaan normal, lendir dalam tubuh bersifat cair, licin, dan berperan sebagai pelumas. Sedangkan pada penderita fibrosis kistik, terdapat kelainan pada gen yang menyebabkan lendir menjadi lengket dan menghambat sejumlah saluran, termasuk saluran yang terdapat pada paru-paru dan pankreas. Kondisi ini mengakibatkan gangguan pernapasan dan pencernaan bagi penderitanya sejak usia dini.

.

Kelainan kuku dan jari tangan dan kaki yang membulat pada penderita fibrosis kistik.

Friedreich’s ataxia (FRDA): Gejala kehilangan koordinasi atas otot dan pembesaran jantung. FRDA disebabkan oleh mutasi gen yang disebut frataksin yang terletak pada kromosom 9. Frataksin dapat ditemukan pada mitokondria manusia dan sangat mirip dengan protein yang terdapat dalam ragi yang disebut YFH1.

Frataksin pada Friedreich’s ataxia

Gagal ginjal: Ginjal adalah sepasang organ yang berbentuk menyerupai kacang yang terletak pada punggung bagian bawah. Fungsi utamanya adalah untuk menyaring racun dan sisa-sisa makanan dan mengirimkannya ke usus, untuk kemudian dibuang melalui air kemih. Jika ginjal kehilangan kemampuan menyaring racun, sisa-sisa makanan, dan cairan, kadar racun dan cairan berbahaya akan terkumpul di dalam tubuh dan dapat berakibat fatal jika tidak ditangani melalui hemodialisa atau cuci darah dan pengobatan. Kondisi ini disebut gagal ginjal.

Gagal ginjal

Hepatitis adalah penyakit yang menyerang organ hati (liver) manusia. Hati mengalami peradangan sehingga membuat fungsi hati sebagai tempat penyaring racun-racun dalam darah terganggu. Dengan terganggunya fungsi hati, terganggu pula fungsi organ yang lain, sehingga membuat kesehatan seseorang akan hancur secara keseluruhan. Akibat lainnya adalah hati menolak darah yang mengalir sehingga tekanan darah menjadi tinggi dan dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah.

Hipertensi (darah tinggi): kondisi medis kronis dengan tekanan darah di dinding pembuluh darah arteri (pembuluh nadi yang membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh) meningkat. Peningkatan ini menyebabkan jantung harus bekerja lebih keras dari biasanya untuk mengedarkan darah melalui pembuluh darah. Tekanan darah melibatkan dua pengukuran, sistolik dan diastolik, tergantung apakah otot jantung berkontraksi (sistole) atau berelaksasi di antara denyut (diastole). Tekanan darah normal pada saat istirahat adalah dalam kisaran sistolik (bacaan atas) 100–140 mmHg dan diastolik (bacaan bawah) 60–90 mmHg. Tekanan darah tinggi terjadi bila terus-menerus berada pada 140/90 mmHg atau lebih.

Hipertensi terbagi menjadi hipertensi primer (esensial) atau hipertensi sekunder. Sekitar 90–95% kasus tergolong “hipertensi primer”, yang berarti tekanan darah tinggi tanpa penyebab medis yang jelas. Kondisi lain yang mempengaruhi ginjal, arteri, jantung, atau sistem endokrin menyebabkan 5-10% kasus lainnya (hipertensi sekunder).

Hipertensi adalah faktor risiko utama untuk stroke, infark miokard (serangan jantung), gagal jantung, aneurisma arteri (misalnya aneurisma aorta), penyakit arteri perifer, dan penyebab penyakit ginjal kronik. Bahkan peningkatan sedang tekanan darah arteri terkait dengan harapan hidup yang lebih pendek.

Perubahan pola makan dan gaya hidup dapat memperbaiki kontrol tekanan darah dan mengurangi risiko terkait komplikasi kesehatan. Meskipun demikian, obat seringkali diperlukan pada sebagian orang bila perubahan gaya hidup saja terbukti tidak efektif atau tidak cukup dan biasanya obat harus diminum seumur hidup sampai dokter memutuskan tidak perlu lagi minum obat. Seseorang yang pernah mengalami tekanan darah tinggi, pada kondisi normal dapat saja mengalami tekanan darah kembali dan ini yang harus diwaspadai, banyak kasus stroke terjadi pada saat seseorang lepas obat. (Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Tekanan_darah_tinggi)

Alat tensi

Hipertensi pulmonal adalah naiknya tekanan di dalam pembuluh arteri paru-paru akibat terhambatnya aliran darah yang melewati paru-paru. Kondisi ini juga dapat mengakibatkan otot jantung bagian kanan melemah dan mengalami gagal fungsi jika tidak segera ditangani.

Huntington’s disease: Penyakit Huntington adalah penyakit yang menyerang saraf, yang disebabkan oleh faktor genetika, sehingga dapat diwariskan dari orang tua kepada anaknya. Penyakit ini adalah kelainan bawaan yang menyebabkan matinya sel-sel otak. Gejala awal seringkali merupakan masalah gangguan mood atau kemampuan mental yang tak terlihat. Selanjutnya, muncul masalah kurangnya koordinasi dan gaya berjalan yang tidak stabil.

Gambar mikroskopis neuron “berduri” medium (kuning) dengan inklusi nuklir (oranye), yang terjadi sebagai bagian dari proses penyakit, lebar gambar 360 μm

Infantile neuroaxonal dystrophy: Kelainan perkembangan sistem saraf yang langka terjadi. Gejala-gejalanya biasanya muncul saat bayi berusia sekitar 6 dan 18 bulan. Mereka mulai mengalami tertundanya perkembangan keterampilan motorik dan intelektual, seperti merangkak atau mulai berbicara. Keterampilan yang diperoleh sebelumnya akhirnya menghilang.

Infantile neuroaxonal dystrophy memiliki pola autosomal resesif pewarisan (keturunan)

Inflammatory bowel disease (IBD): Penyakit radang menahun yang mengenai saluran pencernaan, terutama usus halus dan kolon. Kelainan ini terdiri dari dua penyakit, yaitu ulcerative colitis atau colitis ulseratif dan penyakit Crohn. Penyakit ini banyak terjadi di Negara-negara maju, sedangkan angka kejadian di Negara sedang berkembang relatif rendah.

Mikrograf menunjukkan radang usus besar dalam kasus penyakit usus inflamasi. Biopsi kolon.

Jantung koroner: Penyakit jantung koroner adalah penyakit jantung yang paling umum terjadi ketika pasokan darah yang kaya oksigen menuju otot jantung terhambat oleh plak pada arteri koroner. Pada dinding pembuluh arteri dapat terjadi kondisi ateroskelosis, yaitu penumpukan kolesterol dan substansi lainnya yang semakin bertambah sehingga mempersempit ruang arteri. Tumpukan ini disebut plak. Sejatinya plak sudah bersarang di dinding arteri sejak seseorang masih muda. Makin tinggi usia seseorang, makin menumpuk plak di lokasi yang sama.

Plak sendiri mengeluarkan zat kimia yang membuat dinding bagian dalam pembuluh menjadi lengket. Pada saat bersamaan, darah memuat sel-sel inflamasi, lipoprotein, dan kalsium. Zat-zat ini kemudian akan menempel di dinding pembuluh darah sehingga membuat timbunan plak makin banyak. Makin besar plak, makin sempit arteri koroner sehingga suplai darah kaya oksigen ke jantung kian menipis. Plak juga dapat pecah dan kemudian menyumbat sebagian besar hingga seluruh aliran darah pada pembuluh arteri. Bila hambatan aliran darah ini terjadi pada arteri koroner, maka dapat terjadi serangan jantung.

Sebenarnya, pembuluh darah atau arteri yang mengalami penyempitan ini biasanya membuat pembuluh darah baru di sekitar arteri yang menyempit. Sayangnya, pembuluh darah yang baru kemungkinan belum bisa membawa darah kaya oksigen sebanyak pembuluh darah lama. (http://www.alodokter.com/lebih-jauh-tentang-penyakit-jantung-koroner)

Kanker, Cancer: Kelompok penyakit yang melibatkan pertumbuhan sel abnormal yang berpotensi menyerang atau menyebar ke bagian tubuh yang lain. Ini berbeda dengan tumor jinak, yang tidak menyebar ke bagian tubuh yang lain. Gejala dapat berupa benjolan, pendarahan abnormal, batuk tak sembuh-sembuh, penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, dan gangguan usus. Gejala-gejala ini bisa juga disebabkan penyakit lain, bukan kanker. Ada lebih dari 100 jenis kanker yang diderita manusia.

Pemeriksaan CT Scan koroner menunjukkan mesothelioma ganas

Legenda: → tumor ←, ✱ efusi pleura sentral, 1 & 3 paru-paru, 2 tulang belakang, 4 tulang rusuk, 5 aorta, 6 limpa, 7 & 8 ginjal, 9 hati.

Keratoconus (KC) adalah kelainan mata berupa penipisan kornea yang bersifat progresif. Kelainan ini menyebabkan penglihatan kabur, penglihatan ganda, rabun jauh, astigmatisme (penglihatan tidak terfokus), dan terlalu peka terhadap cahaya. Biasanya kedua mata terpengaruh. Pada kasus yang lebih parah, jaringan parut atau lingkaran terlihat di kornea. Penyebabnya tidak diketahui, diyakini terjadi karena kombinasi faktor genetik, lingkungan, dan hormonal.

“Kornea berbentuk kerucut”, ciri khas keratoconus

Leukodystrophy adalah satu kelompok kelainan yang ditandai degenerasi zat putih pada otak. Kata leukodistrofi berasal dari kata Yunani “leuko” yang berarti putih, abnormal dan “troph” yang berarti pertumbuhan. Leukodistrofi disebabkan oleh pertumbuhan atau perkembangan selubung myelin yang tidak sempurna, lapisan lemak yang bertindak sebagai isolator di sekitar serabut saraf.

Hasil pemindaian yang menunjukkan sakit Leukodistrofi

Miopati mitokondria, Mitochondrial Myopathy adalah jenis miopati yang terkait dengan penyakit mitokondria. Jika dibiopsi, jaringan otot pasien dengan penyakit ini biasanya menunjukkan serat otot “compang-camping” sehingga tidak dapat berfungsi normal. Otot melemah dan bisa lumpuh atau sebaliknya otot mengalami kekakuan, kram atau tegang.

Struktur sederhana sejenis mitokondria

Multiple sclerosis (MS) atau sklerosis jamak adalah penyakit progresif yang muncul akibat sistem kekebalan tubuh yang secara keliru menyerang selaput pelindung saraf (mielin) dalam otak dan saraf tulang belakang. Saraf-saraf yang rusak kemudian akan mengeras dan membentuk jaringan parut atau sklerosis. Kerusakan ini mengganggu kemampuan bagian-bagian sistem saraf untuk berkomunikasi, menimbulkan serangkaian tanda dan gejala, termasuk masalah fisik, mental, dan kadang-kadang masalah psikis.

.

 

Multiple system atrophy (MSA) atau Atrofi sistem jamak, juga dikenal sebagai sindrom Shy-Drager, adalah kelainan penurunan fungsi neuron (neurodegeneratif) yang langka yang ditandai oleh gemetaran, gerakan lambat, otot yang kaku, dan kesulitan keseimbangan tubuh. Penyebabnya adalah penurunan fungsi neuron berkelanjutan pada beberapa bagian otak, termasuk nigra substantia, striatum, inferior olivary nucleus, dan serebellum.

 

Neuronal ceroid lipofuscinosis (NCL) adalah nama umum untuk kelompok sekitar delapan kelainan genetik penurunan fungsi neuron yang berbeda, yang diakibatkan oleh penumpukan berlebihan lipopigmen (lipofuscin) pada jaringan tubuh.

Struktur biru dan kuning adalah butiran lipopigmen (lipofuscin)

Niemann–Pick disease (Penyakit Niemann Pick) adalah kelompok kelainan metabolik bawaan yang parah sebagai akibat menumpuknya sphingomyelin terakumulasi pada lisosom dalam sel. Lisosom biasanya mengangkut material melalui dan keluar dari sel.

Osteoarthritis (nyeri sendi) adalah suatu gangguan persendian akibat berkurangnya tulang rawan sendi dan terjadi hipertropi tulang hingga terbentuk tonjolan tulang pada permukaan sendi (osteopit). Keluhan nyeri sendi biasanya hilang-hilang timbul dan menyerang hanya beberapa persendian.

Terbentuknya tombol-tombol keras pada sendi jari tengah (dikenal sebagai nodus Bouchard) dan pada sendi jari lainnya (yang dikenal sebagai nodus Heberden) adalah ciri khas osteoartritis di tangan.

Osteoporosis (pengeroposan tulang) adalah kondisi menurunnya kualitas kepadatan tulang. Kondisi ini mengakibatkan tulang menjadi keropos dan rentan retak. Osteoporosis umumnya baru diketahui setelah ditemukan retak pada tulang, setelah pasien mengalami jatuh ringan.

Wanita lansia yang menderita osteoporosis menunjukkan punggung melengkung dari fraktur kompresi tulang punggungnya.

 

Parkinson’s disease, penyakit Parkinson adalah penyakit degeneratif umum lainnya yang mengakibatkan hilangnya kontrol otot karena neuron tidak dapat berfungsi dengan normal. Tapi abnormalitas pada fungsi neuron sendiri belum dapat dipastikan penyebabnya. Namun ilmuwan telah mampu menyusun daftar faktor risiko, seperti racun di lingkungan dan stres oksidatif.

Ilustrasi penyakit Parkinson’s oleh William Richard Gowers, pertama kali diterbitkan pada A Manual of Diseases of the Nervous System (1886)

PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis) atau Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) adalah sekumpulan penyakit paru-paru yang menghambat aliran udara ketika menarik napas dan menimbulkan kesulitan bernapas.

Patologi PPOK yang menunjukkan ciri khas emfisema tipe centrilobular. Gambar ini menunjukkan rongga-roangga terisi dengan endapan karbon hitam berat.

Prion disease (All Prion diseases) atau penyakit prion adalah kelompok kondisi progresif dan selalu fatal, yang mempengaruhi otak (ensefalopati) dan sistem saraf banyak hewan, termasuk manusia.

Progressive supranuclear palsy (PSP): Kelumpuhan supranuklear progresif atau sindrom Steele-Richardson-Olszewski, untuk mengenang dokter ini yang mendeskripsi penyakit ini pada tahun 1963 adalah penyakit degeneratif yang melibatkan kemunduran dan kematian volume otak tertentu secara bertahap.

Anatomi utama batang dan aksis bagian-bagian otak

Prostatitis  atau penyakit prostat adalah penyakit pembengkakan dan peradangan yang terjadi pada daerah prostat. Tergantung penyebabnya, prostatitis dapat timbul secara tiba-tiba atau perlahan-lahan. Terdapat tiga jenis prostatitis, yaitu prostatitis bakteri akut, prostatitis bakteri kronis, dan prostatitis non-bakteri.

Mikrograf menunjukkan kelenjar prostat yang meradang, korelasi histologis prostatitis. Kelenjar prostat normal yang tidak meradang terlihat di sebelah kiri gambar. Noda H & E.

Rasmussen’s ensefalitis terkadang disebut sindrom Rasmussen adalah gangguan langka pada pusat sistem saraf yang ditandai dengan peradangan kronis (ensefalitis) satu belahan dari otak. Akibatnya, pasien sering mengalami episode gangguan listrik yang tidak terkendali di otak yang menyebabkan kejang epilepsi. Gejala lanjut mungkin termasuk progresif kelemahan progresif salah satu sisi tubuh (hemiparesis), masalah bahasa (jika di bagian kiri otak), dan cacat intelektual. Penyebab pasti gangguan ini belum diketahui. Peradangan otak mungkin merupakan reaksi terhadap antigen asing (infeksi) atau penyakit autoimun terbatas pada satu sisi otak yang mengakibatkan kerusakan otak.

Rematik atau Rheumatoid arthritis yang diterjemahkan artritis reumatoid adalah peradangan kronis pada sendi yang menyebabkan rasa sakit, bengkak dan kaku pada persendian (misalnya sendi kaki dan tangan). Seiring waktu, peradangan ini bisa menghancurkan jaringan persendian dan bentuk tulang. Efek dari kondisi ini akan membatasi aktivitas keseharian, seperti sulit untuk berjalan dan menggunakan tangan. Penyakit ini juga bisa menjangkiti bagian tubuh lainnya, seperti mata, paru-paru, pembuluh darah, dan kulit.

Retinitis pigmentosa adalah kelompok penyakit yang menyerang retina. Retina merupakan lapisan dalam dari mata yang memiliki dua sel khusus yang mengirim gambar ke otak. Sel yang sensitif terhadap cahaya ini merupakan sel batang dan sel kerucut. Retinitis pigmentosa menghancurkan sel batang pada retina yang menyebabkan hilangnya penglihatan secara perlahan hingga menyebabkan kebutaan.

Bagian belakang mata orang yang menderita pigmentosa retinitis tahap menengah. Tampak deposit pigmen pada bagian tengah sepanjang atrofi retina. Walau macula terjaga tapi adda kehilangan pigmentasi di sekelilingnya.

Sakit pinggang (Low back pain): Rasa nyeri yang di daerah pinggang bagian bawah dan dapat menjalar ke kaki, terutama bagian sebelah belakang dan samping luar. Keluhan ini dapat demikian hebatnya sehingga pasien mengalami kesulitan dalam setiap pergerakan dan pasien harus beristirahat serta dirawat di rumah sakit.

Sandhoff Disease atau penyakit Sandhoff adalah gangguan penyimpanan lipid (lemak) yang ditandai dengan penurunan progresif dari pusat sistem saraf. Gejala klinis penyakit Sandhoff identik dengan penyakit Tay-Sachs. Penyakit Sandhoff adalah gangguan genetik autosomal resesif yang disebabkan oleh gen abnormal untuk subunit beta dari enzim hexosaminidase B. Ini aadalah hasil kelainan gen karena kekurangan hexosaminidase A dan B yang menghasilkan akumulasi lemak (lipid) yang disebut GM2 gangliosida dalam neuron dan jaringan lain.

Penyakit Sandhoff diwarisi secara autosomal resesif, pewarisan ditentukan gen pada autosom.

Nyeri sendi bahu adalah rasa nyeri yang mempengaruhi satu atau kedua bahu. Bahu terdiri dari persendian bola dan soket yang memiliki jangkauan pergerakan terbesar dari semua sendi dalam tubuh. Persendian ini terdiri dari humerus atau tulang lengan atas, tulang belikat atau pisau bahu (shoulder blade), dan klavikula atau tulang selangka. Persendian ini juga memiliki banyak otot, tendon, dan ligamen yang memegang sendi bersama-sama. Di atas bahu, ada sendi lain yang disebut sendi acromioclavicular. Karena pergerakan yang lebih besar, bahu menjadi kaku dan mudah terluka. Karena permukaan sendi merosot, kapsul sendi menebal, sehingga bahu tidak bisa digerakkan memutar. Bahu terasa kaku dan nyeri. Gangguan ini biasanya menyerang orang lanjut usia.

 

Sindrom deplesi DNA mitokondria atau Mitochondrial DNA depletion syndrome adalah salah satu kelompok kelainan resesif autosomal yang menyebabkan penurunan DNA mitokondria yang signifikan pada jaringan yang terkena.

Sindrom deplesi DNA mitokondria diwariskan secara autosomal resesif, ditentukan gen pada autosom

Sindrom Leigh, Leigh syndrome (disebut juga penyakit Leigh) adalah kelainan metabolisme saraf (neuron) yang mempengaruhi sistem saraf pusat. Namanya diambil dari nama Archibald Denis Leigh, seorang psikiater saraf berkebangsaan Inggris yang pertama kali mendeskripsi kondisi kelainan ini pada tahun 1951.

Deteksi banyak serat merah tampak compang-camping dalam biopsi otot

Sindrom Marfan, Marfan’s syndrome adalah kelainan genetik jaringan ikat. Dampak kepada tiap orang bervariasi. Penyandang kelainan ini cenderung berbadan tinggi dan kurus, dengan lengan, kaki, jari tangan, dan jari kaki yang panjang. Mereka juga biasanya memiliki sendi dan tulang belakang melengkung ke samping yang fleksibel. Komplikasi yang paling serius melibatkan jantung dan aorta dengan peningkatan risiko pergeseran katup mitral dan melemahnya dan membengkaknya area pada aorta, pembuluh darah utama yang menyuplai darah ke seluruh tubuh. Bagian tubuh lain yang sering terkena adalah paru-paru, mata, tulang, dan selaput sumsum tulang belakang.

Tanda pergelangan tangan positif pada seseorang dengan sindrom Marfan (ibu jari dan jari kelingking tumpang tindih, saat menggenggam pergelangan tangan lawan).

Stroke adalah kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke otak terputus akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah, sehingga terjadi kematian sel-sel pada sebagian area di otak. Stroke adalah kondisi kesehatan yang serius yang membutuhkan penanganan cepat.

Tay–Sachs disease atau penyakit Tay Sach adalah penyakit keturunan yang berakibat fatal terhadap sistem saraf pusat. Bayi dengan kondisi semacam ini pada awal kelahirannya masih dapat berkembang secara normal. Baru setelah bayi memasuki usia 6 bulan, mulai ada tanda tanda bahwa bayi tersebut mengalami gangguan seperti penurunan kemampuan mental dan fisik. Bayi mulai berhenti tersenyum, merangkak atau tidak lagi berbalik, dan secara perlahan biasanya akan mengalami kebutaan dan kelumpuhan. Kondisi semacam ini merupakan penyakit serius dan dapat menyebabkan kematian serta dapat mempengaruhi bayi laki laki atau pun perempuan.

Lokasi ceri merah seperti yang terlihat di retina mata pada penyandang penyakit Tay-Sachs. Pusat fovea tampak merah terang karena dikelilingi oleh daerah yang lebih putih dari biasanya.

Wilson, penyakit Wilson adalah kelainan genetik akibat copper (tembaga) terbentuk dalam tubuh. Gejala penyakit ini biasanya berhubungan dengan liver dan otak. Gejala terkait liver adalah muntah-muntah, tubuh terasa lemah, cairan terbentuk di perut, kaki bengkak, kulit kekuningan dan gatal. Gejala yang berhubungan dengan otak adalah tremor (gemetaran), otot kaku, gangguan bicara, perubahan kepribadian, kecemasan, dan melihat atau mendengar hal-hal yang tidak dilihat atau didengar orang lain. Penyakit Wilson adalah kondisi resesif autosom karena mutasi gen protein penyakit Wilson (ATP7B). Agar seseorang terkena penyakit ini, ia harus mewarisi salinan gen yang terpengaruh dari masing-masing orang tua.

Cincin coklat di tepi kornea (cincin Kayser-Fleischer) biasa terjadi pada penyakit Wilson, terutama bila ada gejala neurologis.

REFERENSI

Degenerative disease, pada: https://en.wikipedia.org/wiki/Degenerative_disease, dan uraian tiap penyakit degeneratif pada tiap link yang dapat dikunjungi dari artikel ini. Inilah daftar penyakit pada artikel ini. Jika Anda ingin membaca tiap jenis penyakit ini, silahkan klik pada penyakit yang ingin Anda dalami:

Jeffry Laseduw, Mengenal Berbagai Macam Penyakit Degeneratif,  pada http://necturajuice.com/mengenal-berbagai-macam-penyakit-degeneratif/

Mengenal 50 Penyakit Degeneratif, pada http://tyatio.blogspot.co.id/2014/06/penyakit-degeneratif.html

Inilah 7 Macam Penyakit Degeneratif yang Perlu Diwaspadai, pada http://kesehatan.blogekstra.com/netsu/inilah-7-macam-penyakit-degeneratif-yang-perlu-diwaspadai.html#ixzz50xFRj0tv

Sekarsari Bebby, 5 Jenis Penyakit Degeneratif yang Perlu Anda Ketahui, 2007, pada http://1health.id/id/article/category/sehat-a-z/5-jenis-penyakit-degeneratif-yang-harus-anda-ketahui.html

Penyakit Degeneratif Bisa Diatasi dengan Herbal, pada http://www.beritasatu.com/kesra/426736-penyakit-degeneratif-bisa-diatasi-dengan-herbal.html

Was bedeutet der Begriff: Degenerative Erkrankungen?, pada http://www.praxis-dr-voelker.com/faq-leser/items/was-bedeutet-der-begriff-degenerative-erkrankungen-.html

Nonnenmacher, Erkrankungen Qualitätssicherung, 2017, pada http://gesundpedia.de/Degenerative_Erkrankungen

http://jenis2-penyakit.blogspot.co.id/2016/04/pengertian-penyakit-degeneratif-dan.html

https://hellosehat.com/penyakit/retinitis-pigmentosa/

http://www.alodokter.com/rheumatoid-arthritis

http://www.pfizer.co.id/mengenal-penyakit-langka-atrofi-otot-tulang-belakang

http://www.referensisehat.com/2016/02/penyakit-tay-sachs-gejala-penyebab-pengobatan.html

http://www.referensisehat.com/2016/02/demensia-vaskular-gejala-penyebab-pengobatan.html

Bisa dibaca berbagai testimoni kesembuhan dari penyakit degeneratif pada 8 posting kami berikut ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

https://sbelen.wordpress.com/2015/06/11/habbatussauda-jintan-hitam-bawang-putih-jahe-lemon-madu-diabetes-stroke-penyakit-komplikasi-sembuh-tubuh-sehat/

https://sbelen.wordpress.com/2015/11/29/vco-plus-virgin-coconut-oil-plus-habbatussauda-jintan-hitam-bawang-putih-jahe-lemon-madu-obesitas-darah-tinggi-tumor-kanker-penyakit-liver-ginjal-hepatitis-prostat-alzheimer-parkinson-a/

https://sbelen.wordpress.com/2015/12/27/ekstrak-kulit-manggis-habbatussauda-jintan-hitam-bawang-putih-jahe-lemon-madu-sembuhkan-90-penyakit-sirup-herbal-xanthi/

https://sbelen.wordpress.com/2016/03/13/vigor-sirup-herbal-17-bahan-untuk-mengatasi-disfungsi-ereksi-pria-dan-frigiditas-wanita/

https://sbelen.wordpress.com/2016/10/10/sirup-herbal-fit-brain-mencerdaskan-menyehatkan-otak-dan-membuat-orang-tua-awet-muda/

https://sbelen.wordpress.com/2016/12/14/credo-kumis-kucing-seledri-daun-sukun-kunyit-daun-kelor-jahe-jintan-hitam-habbatussauda-wortel-lemon-madu-dll-penderita-gagal-ginjal-terbebas-dari-cuci-darah-sembuh-gagal-liver-dan/

https://sbelen.wordpress.com/2017/12/04/liber-sirup-herbal-18-bahan-membebaskan-anda-dari-ancaman-kanker-dan-tumor-serta-penyakit-berat-lainnya/

Bisa dibaca juga berbagai testimoni kesembuhan dari penyakit degeneratif pada http://sanoherbal.id/web17/sbelen/

Berbagai sumber lain

Iklan