Posts Tagged ‘BSE’

Kebijakan buku pelajaran

Januari 2, 2009

kebijakan-buku-pelajaran

Iklan

Logika buku pelajaran, guru, dan prestasi siswa

Desember 10, 2008

discohttpwwwugotblingcomimgwidgetsanimate-your-picturethemesdisco

Premis 1: Sumber belajar utama atau dominan dalam tradisi proses belajar-mengajar di Indonesia adalah guru dan buku pelajaran. Karena itu, mutu hasil belajar siswa terutama bergantung kepada mutu guru dan mutu buku pelajaran.

Premis 2a: Secara umum guru kita kurang bermutu karena berbagai faktor penyebab seperti tingkat kesejahteraan yang rendah, pendidikan calon guru yang kurang bermutu, dan kurangnya pembinaan profesional guru.

Premis 2b: Mutu buku pelajaran penerbit swasta lebih baik daripada buku pelajaran versi Buku Sekolah Elektronik (BSE). Melalui kebijakan pemerintah, cq. Depdiknas yang melarang penerbit menjual buku ke sekolah dan penetapan dana BOS buku untuk membeli BSE, banyak penerbit swasta yang bangkrut dan yang bertahan pun akan mengurangi mutu buku agar terbeli siswa. Jelaslah buku pelajaran sedang dan akan dimonopoli BSE.

056x0701ecwwwfotosearchcomphotos-imagesillustration-education-school

Kesimpulan: Secara umum yang akan terjadi sbb:

Guru tak bermutu + buku pelajaran tak bermutu = Merosotnya prestasi atau mutu hasil belajar siswa. Gejala ini akan mulai terlihat pada data menurunnya nilai evaluasi murni (NEM) ujian nasional (UN) 2009 karena banyak siswa di daerah belum memiliki buku pelajaran. Dengan kata lain, jumlah siswa yang tak lulus UN akan meningkat. Hal ini akan lebih jelas terlihat 3 tahun mendatang, yakni di tahun 2011, terutama untuk SMP dan SMA. Sedangkan, SD lebih kemudian karena masa belajar SD 6 tahun.

Padahal, jika guru tak bermutu + buku pelajaran bermutu = prestasi belajar siswa akan tertolong.

Dan harapan ideal kita adalah guru bermutu + buku pelajaran bermutu = prestasi belajar siswa yang ideal.

019x0599ecwwwfotosearchcomphotos-imagesillustration-education-school

Gagasan solusi:

Larangan penerbit menjual buku ke sekolah hendaknya dikoreksi karena jaringan toko buku yang belum tersebar ke seluruh Indonesia.

Pemerintah mengoreksi harga eceran tertinggi (HET) Rp 20 000 yang belum memasukkan variabel ongkos distribusi.

Nasib penerbit swasta harus ditolong dari kebangkrutan karena keuntungan dari penjualan buku pelajaran akan digunakan penerbit untuk meningkatkan kualitas buku, menerbitkan buku-buku referensi seperti atlas, kamus, ensiklopedi, buku bacaan, dan buku penunjang lain, pengadaan alat bantu pelajaran dan alat peraga, buku panduan guru, dan membantu pemerintah mengadakan pelatihan bagi guru agar mampu menggunakan buku yang diterbitkan dan sebagai wahana promosi.

eds005wwwfotosearchcomphotos-imagesillustration1

Penerbit akan menggunakan keuntungan penjualan buku pelajaran untuk mengembangkan dan menerbitkan perangkat lunak sumber dan sarana belajar audiovisual atau digital.

Jika monopoli BSE dihentikan dan kebijakan perbukuan dibenahi untuk jangka panjang dalam 5 tahun ke depan kualitas buku pelajaran dan buku sumber lain dan program audiovisuaol di sekolah kita akan menyamai negara-negara lain di wilayah ASEAN, yang memberikan peluang yang sama kepada buku penerbit swasta yang lolos pengesahan pemerintah dan yang tak lolos pengesahan untuk bersaing di pasar serta buku penerbit asing bersaing secara sehat dalam bisnis buku pelajaran.

dsc00089httpsekolahalamjogjawordpresscomprogram-pembelajaran

Sekolah Alam Jogja mempersiapkan siswa memasuki dunia teknologi informasi.

Iklan

alison-brie-yes-2

Sakit herpes

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

sano-sembuhkan-herpes

Kartu nama Yuni

Mengapa minuman botol & kaleng mengganti air masakan sendiri?

Desember 3, 2008

Gugatan ini makin kuat ketika berhari-hari saya di Pulau Bacan di Maluku Utara, 8 jam pelayaran dari Ternate, tak pernah minum air yang berasal dari tanah Bacan. Mulai dari kapal laut, di Dermaga Biru, Labuha, di rumah makan, di hotel, di tempat pelatihan guru, di kantor, dan di pantai selalu saya terpapar dengan minuman air mineral yang kata orang bukan berasal dari Sukabumi, Jawa Barat, tetapi dari Manado, Sulawesi Utara. Beberapa kali saya minta air masakan sendiri di hotel tapi pemilik hotel tak peduli. Malah mereka heran mengapa saya tak puas saja dengan minuman botol air mineral dari Manado itu! Bahkan, di pantai ketika menyaksikan anak-anak SD berenang, mereka malah minum minuman kaleng produksi Jawa.


anak-bacan-minuman-kaleng

Makanan dan minuman yang cenderung kita gemari adalah yang kita konsumsi waktu masih kecil, masih kanak-kanak. Apa jadinya generasi Indonesia masa depan jika mereka ogah memasak air sendiri dan minum air dari tanah tempat mereka berpijak?


anak-bacan-dan-minuman-kaleng

Lebih mudah mencari minuman botol dan minuman kaleng daripada mencari buku di Pulau Bacan. Tak ada toko buku atau kios buku di Kota Labuha, Pulau Bacan. Bahkan di Kota Ternate saja tak ada toko buku. Mana ada penerbit yang mau merintis toko buku di pulau terpencil seperti ini jika penduduknya lebih suka membeli minuman impor dan membayar pulsa HP anaknya daripada membeli buku?

Para siswa sekolah banyak yang belum memiliki buku pelajaran gara-gara janji manis pemerintah tentang buku gratis, buku murah, atau Buku Sekolah Elektronik (BSE). Penerbit swasta tak mau bunuh diri menjual buku pelajaran dengan harga eceran tertinggi Rp 20 000 di luar Pulau Jawa. Mengapa buku pelajaran penerbit swasta dikatakan mahal, padahal jika tiap hari dikumpulkan Rp 3000 s.d. Rp 5000, pada akhir tahun siswa mampu membeli buku pelajaran. Buku pelajaran dikatakan mahal karena dibeli sekaligus pada awal tahun ajaran. Mengapa orang tua memboros uang untuk membeli minuman buatan pabrik di Manado dan di Jawa lalu mengeluh tentang harga buku pelajaran? Mengapa orang tua tak merasa keberatan membeli pulsa untuk HP anaknya tetapi bersungut-sungut bila harus membeli buku yang dibutuhkan anaknya demi masa depan mereka? Mengapa gaya hidup boros ini tidak segera kita koreksi? Mengapa dana negara yang disalurkan melalui DAU dalam hitungan hari mengalir kembali ke Pulau Jawa umumnya dan Jakarta khususnya melalui pola hidup yang bergantung kepada produk impor? Dana yang tersedot ke Jawa itu langsung lari juga ke negara-negara maju yang memegang lisensi minuman impor itu. Mengapa kita begitu bodoh?


botol-minuman-plastik

Masalah ikutan lain adalah sampah plastik yang mencemari tanah yang subur dan laut yang indah Pulau Bacan dan pulau-pulau kecil di Kepulauan Maluku, dan di seluruh penjuru Indonesia. Mengapa kita begitu bodoh?

botol-air-mineral

Meneguk minuman air dalam botol plastik hanya diperlukan beberapa menit. Namun, sampah botol plastik yang dibuang itu akan terurai habis di alam selama belasan tahun. Menurut informasi yang saya peroleh dari seorang yang tahu seluk beluk botol plastik ini, jika botol ini digunakan 2 x saja dapat menyebabkan penggunanya kemudian mendapatkan penyakit kanker. Mengapa kita begitu getol menentang konsumsi rokok tapi kita malah tak menganggap botol plastik bekas yang digunakan lagi dan sampah plastik ini sebagai masalah yang amat gawat?


minuman-kaleng-dan-masakan-sendiri

Minuman kaleng ini cukup lama mengecoh saya karena pada kalengnya tertulis mengandung elektrolit. Apa benar? Mengapa saya tak minum jus jeruk dan makan pisang saja untuk memenuhi kebutuhkan elektrolit tubuh? Sudah berapa rupiah yang terbuang percuma?


minuman-botol-dan-teh-buatan-sendiri

Mari kita kembali minum teh buatan ibu kita sendiri, buatan istri sendiri, buatan kita sendiri! Marilah kita lestarikan kebiasaan minum teh di pagi dan sore hari. Bukankah teh mengandung lebih banyak zat antioksidan daripoada jeruk dan apel?

Advertorial

900x900px-LL-8d8e2d85_tumblr_mblglzouFq1qkg5u5o1_500

Hepatitis

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

 

Gambar spanduk Sano

sano-sembuhkan-hepatitis

Kartu nama Yuni