Posts Tagged ‘Batak’

Tahukah anda 17 faktor risiko sakit jantung & serangan jantung?

April 21, 2014

heart-attack-o 3

Kejadian seperti ini sering tak terduga. Karena itu penyakit jantung sering disebut penyakit yang diam-diam mematikan (silent killer).

Berikut ini disajikan gambar slide tentang 17 faktor risiko sakit jantung dan serangan jantung yang perlu anda ketahui sebelum semuanya terlambat. Gambar-gambar ini diambil dari file powerpoint Robin Behar berjudul:

HEART ATTACK, TUTORIAL 8, Heart Attack
Risk Factors dan

HEART ATTACK, TUTORIAL 9, Risk Factors
Continued

Faktor risiko serangan jantung 1

&

Serangan jantung informasi terpenting 2

&

Serangan jantung tutorial 2 slide 2

&

Serangan jantung tutorial 2 slide 3

&

Serangan jantung informasi terpenting 5

&

Faktor risiko serangan jantung 6

&

Faktor risiko serangan jantung 7

&

Faktor risiko serangan jantung 8

&

Faktor risiko serangan jantung 9

&

Faktor risiko serangan jantung 10

&

Faktor risiko serangan jantung 11

&

Faktor risiko serangan jantung 12

&

Faktor risiko serangan jantung 13

&

Faktor risiko serangan jantung 14

&

Faktor risiko serangan jantung 15

&

Faktor risiko serangan jantung 16

&

Faktor risiko serangan jantung 17

&

Faktor risiko serangan jantung 18

&

Faktor risiko serangan jantung 19

&

Faktor risiko serangan jantung 20

&

Faktor risiko serangan jantung 21

&

Faktor risiko serangan jantung 22

&

Faktor risiko serangan jantung 23

&

Faktor risiko serangan jantung 24

&

Faktor risiko serangan jantung 25

Faktor risiko serangan jantung 26

&

Faktor risiko serangan jantung 27

&

Faktor risiko serangan jantung 28

&

Faktor risiko serangan jantung 29

&

Faktor risiko serangan jantung 30

&

Faktor risiko serangan jantung 31

&

Faktor risiko serangan jantung 32

&

Faktor risiko serangan jantung 33

&

Faktor risiko serangan jantung 34

&

Faktor risiko serangan jantung 35

&

Faktor risiko serangan jantung 36

&

Faktor risiko serangan jantung 37

&

Faktor risiko serangan jantung 38

&

Faktor risiko serangan jantung 39

&

Faktor risiko serangan jantung 40

&

Faktor risiko serangan jantung 41

&

Faktor risiko serangan jantung 42

&

Faktor risiko serangan jantung 44

&

Faktor risiko serangan jantung 45

&

Faktor risiko serangan jantung 46

&

Faktor risiko serangan jantung 47

&

Faktor risiko serangan jantung 48

&

Faktor risiko serangan jantung 49

&

Faktor risiko serangan jantung 50

&

Faktor risiko serangan jantung 51

&

Faktor risiko serangan jantung 52

&

Faktor risiko serangan jantung 53

&

Faktor risiko serangan jantung 54

&

Faktor risiko serangan jantung 55

&

Faktor risiko serangan jantung 56

&

Faktor risiko serangan jantung 57

&

Faktor risiko serangan jantung 58

&

Faktor risiko serangan jantung 59

&

Faktor risiko serangan jantung 60

&

Faktor risiko serangan jantung 61

&

Faktor risiko serangan jantung 62

&

Faktor risiko serangan jantung 63

&

Faktor risiko serangan jantung 64

&

Faktor risiko serangan jantung 65

&

Faktor risiko serangan jantung 66

&

Faktor risiko serangan jantung 67

&

Faktor risiko serangan jantung 68

&

Faktor risiko serangan jantung 69

&

Faktor risiko serangan jantung 70

&

Faktor risiko serangan jantung 71

&

Faktor risiko serangan jantung 72

&

Faktor risiko serangan jantung 73

&

Faktor risiko serangan jantung 74

&

Faktor risiko serangan jantung 75

&

Faktor risiko serangan jantung 76

&

 Faktor risiko serangan jantung 77

&

Faktor risiko serangan jantung 78

&

Faktor risiko serangan jantung 79

&

Faktor risiko serangan jantung 80

&

Faktor risiko serangan jantung 81

&

Faktor risiko serangan jantung 82

&

Faktor risiko serangan jantung 83

&

Faktor risiko serangan jantung 84

&

Faktor risiko serangan jantung 85

&

Faktor risiko serangan jantung 86

&

Faktor risiko serangan jantung 87

&

Faktor risiko serangan jantung 88

&

Faktor risiko serangan jantung 89

&

Faktor risiko serangan jantung 90

&

Faktor risiko serangan jantung 91

&

Faktor risiko serangan jantung 92

&

Faktor risiko serangan jantung 93

&

Faktor risiko serangan jantung 94

&

Faktor risiko serangan jantung 95

&

Faktor risiko serangan jantung 96

&

Faktor risiko serangan jantung 97

&

Faktor risiko serangan jantung 98

&

Faktor risiko serangan jantung 99

&

Faktor risiko serangan jantung 100

&

Faktor risiko serangan jantung 101

&

Faktor risiko serangan jantung 102

&

Faktor risiko serangan jantung 103

&

Faktor risiko serangan jantung 104

&

Faktor risiko serangan jantung 105

&

Faktor risiko serangan jantung 106

&

Faktor risiko serangan jantung 107

&

Faktor risiko serangan jantung 108

&

Faktor risiko serangan jantung 109

&

Faktor risiko serangan jantung 110

&

Faktor risiko serangan jantung 111

&

Faktor risiko serangan jantung 112

&

Faktor risiko serangan jantung 113

&

Faktor risiko serangan jantung 114

&

Faktor risiko serangan jantung 115

Jika Anda ingin menyimpan slides ini dalam bentuk file powerpoint, silahkan download file berikut ini:

Tutorial 8 dan 9 Faktor-faktor risiko sakit jantung & serangan jantung

 

 

Bacalah juga posting yang berhubungan:

https://sbelen.wordpress.com/2014/04/18/informasi-apa-yang-paling-penting-tentang-serangan-jantung/

https://sbelen.wordpress.com/2014/04/19/dapatkah-anda-prediksi-serangan-jantung/

https://sbelen.wordpress.com/2014/04/19/gejala-serangan-jantung-yang-harus-anda-hafal/

https://sbelen.wordpress.com/2014/04/25/bagaimana-menyikapi-serangan-jantung-diam-diam-tanpa-gejala/

https://sbelen.wordpress.com/2014/04/21/tahukah-anda-17-faktor-risiko-sakit-jantung-serangan-jantung/

https://sbelen.wordpress.com/2014/04/25/apa-saja-gejala-unik-sakit-jantung-dan-serangan-jantung-perempuan/

https://sbelen.wordpress.com/2014/04/26/inilah-11-cara-praktis-mencegah-sakit-jantung-dan-serangan-jantung/

https://sbelen.wordpress.com/2014/04/28/serangan-jantung-pertanyaan-yang-sering-diajukan-seks-merokok/

https://sbelen.wordpress.com/2014/05/14/perlukah-operasi-pasang-ring-atau-bypass-jantung/

Advertorial

alam penyembuh compressed (2)

Desain polo shirt putih crop 2

Jika ingin mengenal lebih jauh tentang ramuan herbal Sano, perkenankan mengunjungi posting:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

.

 

 

 

Advertorial

alam penyembuh compressed (2)

Desain polo shirt putih crop 2

Jika ingin mengenal lebih jauh tentang ramuan herbal Sano, perkenankan mengunjungi posting:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

 

Sano cegah dan sembuhkan sakit jantung

Kartu nama Yuni 3

Iklan

Pastor dan anggota koor masuk surga?

Mei 3, 2011

Seorang pastor meninggal dunia. Ketika sampai di pintu surga, malaikat bertanya kepadanya: “Apa pekerjaanmu di bumi?” Jawab pastor, “Melayani di Bajawa (Flores). Ia pun dipersilahkan masuk. Lalu datang tiga orang malaikat bertanya kepada tiga orang yang menghadap di pintu surga: “Apa kerja kalian di bumi?” Jawab mereka, “Kami Trio Singers di gereja.” Lalu, malaikat menyuruh mereka bernyanyi dan mereka pun mulai bernyanyi: “Iki mea e, iki mea e ….” Tiba-tiba malaikat berteriak, “Wala, lagu enak la…. Ternyata malaikat itu orang Bajawa. Pantas, banyak orang Bajawa masuk surga. He he he.

Apa arti Iki mea e? Itu artinya seekor burung yang pemalu. Sebuah tarian nagekeo (sebuah kabupaten baru di Flores tengah) dengan lagu Iki Mea sangat mendukung gerak tarian. Tari ini lebih bersemangat dari tari tandak Gawi dari Kabupaten Ende-Lio atau Dolo-dolo dari Flores Timur. Tari ini sama bersemangat seperti tari Jai (Ende-Lio). Tari ini sedang trendy di Flores, NTT. Tari ini mengungkapkan syukur, kegembiraan kalangan muda-mudi. (Kiriman Pak Stef Rossi dari Ende).

Kalau kami bertugas ke Bajawa, misalnya menatar di Kemah Tabor, akan saya usulkan peserta Ngada dan Nagekeo menari tandak dengan lagu Iki Mea. Biar waktu menghadap di pintu surga, kami bisa bernyanyi Iki mea e.

Jika di pintu surga, ternyata malaikatnya pakai kain Timor, lagu apa yang enak didengar? Pasti lagu “Ote be ona na”. Kalau orang Jawa? “Cucak Rowo: Kucoba-coba melempar manggis, manggis kulempar, mangga kudapat …”

Kalau malaikatnya orang Manggarai, Flores? Kalau malaikatnya orang Batak? Kalau malaikatnya orang Papua? ….

Kisah sejarah terciptanya lagu “Malam Kudus” (Stille Nacht, Silent Night)

Desember 26, 2008

portraithttpwwwsilentnightmuseumorgjoseph-mohrportraithtm

Pastor Joseph Mohr, penulis lirik lagu “Malam Kudus” (Foto yang digambar kembali)

Tahun 1816 Pastor Joseph Mohr menulis lirik lagu “Malam Kudus” (aslinya “Stille Nacht”) ketika bertugas di gereja peziarah di sebuah desa Mariapfarr, Lungau di pegunungan Alpen, Austria. Beberapa hari sebelum Natal tahun 1818, Joseph Mohr sebagai pastor pembantu di gereja Santo Nikolaus, Obendorf, Salzburg, Austria, bingung karena organ di gereja rusak. Umat bakal kecewa jika lagu-lagu Natal dinyanyikan tanpa iringan organ. Umat yang terbanyak terdiri dari pekerja kapal, pembuat perahu, dan keluarganya.pun sedang dirundung kesulitan ekonomi. Penyebabnya adalah terhentinya transportasi garam melalui sungai di Salzburg setelah Perang Napoleon (1792 – 1815).. Ekonomi lesu dan penduduk setempat mengalami depresi ekonomi.


moeslout1rhttpimagesgooglecoidimgresimgurlhttpwwwfortunecitycom

Inilah kapel yang dibangun di bekas reruntuhan gereja Santo Nikolaus, Obendorf, Salzburg, Austria, tempat pertama kali dikumandangkan lagu “Malam Kudus”

Dalam keadaan bingung Mohr berjalan kaki ke rumah Franz Gruber, seorang guru SD yang menjadi organis dan pemimpin koor di gereja. Ia menunjukkan lirik yang ditulis dua tahun lalu kepada Gruber. Gruber langsung menggubah melodinya dan menyerahkannya kepada Mohr. Mohr merasa puas dan keduanya mulai berlatih. Tepat pada malam vigili Natal, 24 Desember 1818. Mohr menyanyikan suara tenor sambil mengiringi dengan gitar, sedangkan Gruber menyanyikan suara bas. Nyanyian keduanya langsung disambut gembira umat.


guitar_mohr3httpimagesgooglecoidimgresimgurlhttpwwwinglewoodcarecentrecom-2

Franz Gruber, penggubah melodi lagu “Malam Kudus”


guitar_mohr3httpimagesgooglecoidimgresimgurlhttpwwwinglewoodcarecentrecom-1

Pemandangan di sekitar Gereja Santo Nikolaus di Salzburg, Austria

Naskah asli lagu ini lama hilang seiring dengan dirobohkannya gereja ini pada awal tahun 1900-an karena telah hancur akibat banjir dan karena pusat kota telah dipindahkan ke bukit yang lebih aman. Sebuah gereja baru dibangun di pusat kota yang baru.

Semula lagu ini lama tak dikenal. Penyebabnya antara lain karena lagu ini tidak berasal dari komponis terkenal atau dari katedral tersohor. Apa sih yang berharga yang diharapkan dari sebuah kampung kecil yang namanya tidak tercantum di peta.

Tahun 1863 John Freeman Young menterjemahkan lagu ini ke dalam bahasa Inggris dengan judul “Silent Night”. Segera lagu ini tersebar luas ke seluruh dunia dan dinyanyikan sampai sekarang. Kini lagu ini diperkirakan telah diterjemahkan ke lebih dari 200 bahasa di dunia. Komposisi musik Gruber dalam lagu ini dipengaruhi tradisi musik di pedesaan tempat tinggalnya. Melodinya mencerminkan segi-segi musik rakyat Austria. Ini membuktikan bahwa banyak lagu yang menjadi populer dan mendunia sebenarnya mengadopsi motif lagu atau musik rakyat yang sudah mentradisi berabad-abad. Lagu-lagu itu kemudian bertahan lama, bisa sampai berabad-abad sebagai kelanjutan tradisi musik-lagu rakyat berabad sebelumnya.

Setelah menjadi amat populer timbul tanda tanya siapa pengarang lagu ini. Berbagai versi cerita beredar dan banyak cerita fiksi bermunculan. Rasa ingin tahu ini menggerakkan hati para peneliti untuk mencari jawaban. Tahun 1995 naskah asli tulisan tangan Mohr ditemukan oleh para peneliti. Tulisan itu menunjukkan bahwa lirik lagu itu ditulis tahun 1816 sedangkan melodinya dikarang tahun 1818 oleh Franz Gruber. Kemudian, sebuah kapel kecil dibangun di tempat reruntuhan gereja yang asli dan dinamakan “Stille-Nacht-Gedächtniskapelle”(Kapel Kenangan Malam Kudus). Sebuah rumah di dekatnya diubah menjadi museum yang sampai sekarang dikunjungi banyak turis dari berbagai penjuru dunia.

httpenwikipediaorgwikifilestille_nacht

Naskah lagu “Malam Kudus” yang digubah Franz Gruber.

guitar_mohr3httpimagesgooglecoidimgresimgurlhttpwwwinglewoodcarecentrecomGitar yang diperkirakan digunakan Joseph Mohr saat menyanyikan lagu “Malam Kudus”


museum-stille-nachtMuseum dekat kapel yang dibangun di bekas reruntuhan gerega Santo Nikolaus untuk mengenang Jospeh Mohr dan Franz Gruber di Obendorf, Austria.


austria-2007-125httpimagesgooglecoid

Kubur Franz Gruber di depan rumahnya yang kini dijadikan museum Gruber.


wohnung_innen

Kamar di rumah Franz Gruber


organhttpimagesgooglecoidimgresimgurlhttpwwwfortunecitycomOrgan yang telah diperbaiki di kapel yang berdiri di bekas tempat Gereja Santo Nikolaus, Obendorf, Salzburg

Hikmah apa yang dapat dipetik dari sejarah lagu “Malam Kudus”?

Di Indonesia lagu-lagu kaum muda yang meniru irama musik pop Barat cenderung amat cepat ditinggalkan masyarakat karena sebenarnya irama musik pop belum memiliki tradisi panjang dalam masyarakat kita. Sedangkan, popularitas lagu seperti lagu Butet yang menerapkan irama lagu masyarakat Batak tersebar luas dan disenangi masyarakat Indonesia, bahkan masyarakat Rusia, sedangkan lagu Bengawan Solo yang berirama keroncong juga disenangi masyarakat Indonesia dan menular digandrungi masyarakat Jepang.

Hal ini menunjukkan gejala yang sama seperti latar belakang lagu “Malam Kudus”. Sebuah lagu yang berakar pada tradisi musik-lagu sebuah masyarakat atau yang memperbaharui irama lagu-musik rakyat cenderung tahan zaman di masyarakat setempat dan cenderung diterima di berbagai bagian dunia. Karena, sebenarnya irama itu sudah teruji dan tersaring dalam sejarah selama berabad-abad.

Kunjungan ke Kapela “Silent Night, Holy Night” atau “Malam Kudus”

Oleh Peter Paskalis

Tiga belas tahun silam saya mengunjungi Kapela „Silent Night, Holy Night“ di Oberndorf, di mana lagu terkenal „Malam Kudus“ diciptakan. Oberndorf, suatu kampung sekitar 20 km di sebelah Utara Kota Salzburg (Kota kelahiran Wolfgang Amadeus Mozart di Austria), terletak tepat di perbatasan antara Austria dan Jerman.

Dalam perjalanan menuju kampung ini, saya membayangkan suatu gereja besar, mengingat kebesaran dan ketenaran lagu ini yang diterjemahkan hampir ke dalam semua bahasa di dunia. Ketika memasuki Oberndorf, saya berusaha melihat candi gereja terbesar dan saya kaget, ketika keluarga yang menemani saya menunjukkan suatu kapela kecil dekat sungai kecil yang membatasi Austria dan Jerman. Wah, kapela mungil, mungkin hanya untuk 8-10 orang di dalamnya.

Lagu „Silent Night“ (Stille Nacht, dalam bahasa Jerman) dinyanyikan pertama kali di kapela ini pada malam Natal tahun 1818. Diiringi dengan orgel sederhana yang hampir rusak oleh Franz Xaver Gruber (pencipta melodi lagu „Malam Kudus“), karena tali pedalnya hampir putus. Karena itu, pastor pembantu di kampung ini Joseph Mohr (penulis teks lagu “Stille Nacht”) meminta orang lain untuk menemani dengan gitar.

Suatu yang berawal sederhana menghasilkan suatu karya yang terkenal di seluruh dunia.

Gereja St. Nikolaus, lebih dikenal „Kapela Malam Kudus“ (Stille Nacht Kapelle), terletak di samping sungai Salzach dan sering dilanda banjir di tahun 1890-an. Banjir sering membawa kerusakan pada kapela ini. Banjir yang terbesar terjadi tahun 1899, yang merusak hampir setengah kampung Oberndorf dan menghancurkan kapela mungil ini secara total. Karena itu umat mendirikan satu gereja baru 800 meter lebih jauh dari sungai dan agak di ketinggian.

Untuk beberapa puluh tahun, kapela ini tidak dibangun lagi, dengan alasan keuangan dan juga karena bahaya banjir selalu mengancam. Kemudian toh mengenang 100 tahun lagu Malam Kudus dan juga sebagai tanda seru dan doa untuk perdamaian dunia (mengingat perang dunia pertama 1914-1918), maka bangkitlah inisiatif membangun kembali kapela ini. Lagu Malam Kudus sering dikumandangkan di mana-mana di Eropa. Dunia mendambakan perdamaian dan simbol perdamaian dunia adalah Silent Night, Holy Night. Suatu keajaiban, 1918, tepat 100 tahun lagu ini diciptakan, perang dunia pertama berakhir…Dan sebagai tanda syukur atas perdamaian, orang berziarah ke Oberndorf dan menyumbang pembangunan kapela Malam Kudus dan selesai tahun 1937. Semoga Malam Kudus, membawa perdamaian di dunia ini. Amin. (Kiriman Peter Paskalis pada Hari Natal 2009)

Sumber:

  1. xmashymn.httpwww.morning-glow.comholidaysxmasxmashymn.html
  2. Silent_Night.httpen.wikipedia.orgwikiSilent_Night
  3. origin_song.asp.httpwww.stillenacht.atenorigin_song.asp
  4. imgres.httpimages.google.co.id
  5. imgres.httpimages.google.co.idimgresimgurl=httpwww.sturmenkrieg.com
  6. Email Peter Paskalis dari Austria

Iklan

30-rock1

Diabetes

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

sano-normalkan-gula-darah

Kartu nama Yuni