Posts Tagged ‘bahasa’

Bagaimana ujian nasional (UN) di Belanda?

April 20, 2013

EINDEXAMEN-VWO-NEDERLANDS

Siswa Belanda sedang mengerjakan ujian nasional

The Legatum Institute melaporkan bahwa 87% warga Belanda puas dengan sistem pendidikan negaranya dan 94% penduduk percaya bahwa para siswa memiliki kesempatan untuk belajar dan bertumbuh di sekolah.

Para pengambil keputusan sistem pendidikan Belanda dan negara-negara di Eropa sedang mengintip sistem pendidikan Finlandia yang ngetop di negara-negara OECD dan untuk meniru mereka tak terlalu sulit karena kondisinya tak jauh berbeda. Apalagi, dalam European Union negara-negara di Eropa sedang berproses ke “The United States of Europe“. Sistem kurikulum dan ujian nasional mereka mungkin tak lama lagi akan mengikuti pola Finlandia, yang menghapus ujian nasional di SD dan sekolah menengah dan hanya menyisakan tes matrikulasi untuk masuk ke jurusan di universitas yang sesuai dengan bakat dan minat siswa.

Di Belanda, ujian nasional SD bersifat optional, sekolah boleh memilih ikut atau tidak ikut. Hal ini dinyatakan oleh orang-orang dari CITO (The National Institute for Educational Measurement, semacam Puspendik Balitbang Dikbud di kita) tahun 2001, waktu diundang Pusat Kurikulum. Namun, banyak SD di sana tak mau ketinggalan, ramai-ramai ikut UN agar dihargai masyarakat dan lulusannya mulus masuk sekolah menengah. CITO menyatakan bahwa sekitar 85% SD ikut UN ini.

school_children1

Siswa SD Belanda sedang mengerjakan ujian nasional

Gambaran struktur pendidikan Belanda dapat dilihat pada gambar berikut ini,

Sistem pendidikan Belanda

Tujuan UN SD adalah dasar bagi siswa untuk memilih tiga jalur, yaitu (1) sekolah menengah akademis (VWO) 6 tahun yang merupakan jalur bergengsi masuk universitas. Ya, gymnasium biasanya masuk kategori ini; (2) sekolah menengah umum (HAVO) 5 tahun yang berciri sekolah komprehensif seperti sekolah GCSE di Inggris, semacam gabungan SMP dan SMA di Indonesia; dan (3) sekolah menengah vokasional / kejuruan (VMBO) 4 tahun, semacam SMK di Indonesia. Pada akhir program 3 jalur ini siswa mengikuti ujian nasional tapi nilai yang tercantum di ijasah diambil dari hasil ujian internal sekolah 50% dan 50% dari hasil ujian nasional. Siswa cenderung hanya mengikuti ujian nasional 2 atau 3 mata pelajaran saja. Tidak seperti di Indonesia, siswa SMP harus mengikuti ujian semua mata pelajaran yang diujikan dan siswa SMA harus mengiuti ujian semua mata pelajaran yang diujikan pada jurusan IPA, IPS atau Bahasa SMA.

Pada 2 tahun pertama di sekolah menengah siswa dapat berpindah jalur kalau merasa tidak cocok. Hasil ujian SD juga tidak mutlak menentukan jalur sekolah menengah yang dipilih karena siswa dan orang tua punya kebebasan untuk memilih jenis sekolah yang diinginkan.

Bahasa Inggris menjadi mata pelajaran wajib di SD dan di sekolah menengah akademis dan umum ditambah pilihan mata pelajaran bahasa asing lainnya. Bahasa asing lain yang populer dipilih adalah bahasa Jerman dan Prancis.

Di samping UN, CITO menerbitkan tes-tes pilihan dalam mata-mata pelajaran, seperti Bahasa Belanda, Bahasa Inggris, Matematika, mata-mata pelajaran IPA dan IPS yang dapat diikuti siswa agar guru bisa memantau kemajuan belajar siswa. Tes-tes ini berciri diagnostik dan hasil diagnosis guru dapat digunakan untuk meningkatkan pembelajaran dan membantu siswa.

Ujian nasional di Belanda bukan seperti di Indonesia yang mendewakan tes pilihan ganda. Di sana berbagai bentuk alat penilaian digunakan, yaitu tes lisan, tertulis (tes jawaban terbuka atau esai dan tes pilihan ganda), serta praktik. Pendewaan tes pilihan ganda ternyata berdampak kepada upaya contek-mencontek, kebocoran soal melalui beredarnya kunci jawaban, guru bahkan pengawas membantu siswa mengerjakan ujian, dan pernah malah diterjunkan Densus 88 untuk menggerebek siswa yang sedang mengikuti UN.

Exames_Image7

Ujian nasional SMA di Belanda tidak dibuat seram alias genting. Siswa boleh bawa kamus dan rumus. Tapi, soalnya berbentuk esai sehingga mungkin tidak sempat buka kamus dan lihat rumus. Yang penting, kecurangan bisa ditekan seminimal mungkin agar tidak membuayarkan buah pendidikan karakter yang dibina sekian lama.

 

Untuk mengatasi kebocoran soal dan karut marut ini diintroduksi 20 jenis kertas ujian yang berdampak kepada keterlambatan pencetakan dan pengiriman bahan ujian ke sekolah. Belum lagi jika dipersoalkan apakah 20 jenis kertas ujian itu memiliki validitas kesetaraan. Mungkin ada benarnya kata para pengusaha, “Kalau pemerintah itu suka mempersulit apa yang sebenarnya mudah dikerjakan, tapi kalau pengusaha suka mempermudaha apa yang sulit dikerjakan.”

Kalau kita belum bisa mengikuti sistem pendidikan Finlandia yang menghapus ujian nasional, paling tidak kita bisa mengikuti format ujian nasional yang dicontohkan Belanda dan juga negara-negara lainnya.

Sumber:

http://www.ncee.org/programs-affiliates/center-on-international-education-benchmarking/top-performing-countries/netherlands-overview/netherlands-instructional-systems/

http://myinternationaladventure.com/01/live-in-the-netherlands/4/

 

Kunjungilah posting yang berkaitan:

https://sbelen.wordpress.com/2013/04/17/sedih-menyaksikan-amburadulnya-ujian-nasional-un-tahun-ini/

https://sbelen.wordpress.com/2010/05/08/ganti-sistem-ujian-nasional-dengan-menerapkan-sistem-open-book-test-dan-tes-terstandar/

https://sbelen.wordpress.com/2008/12/29/belajar-aktif-pakem-ujian-nasional-un-ibarat-air-dengan-minyak/

https://sbelen.wordpress.com/2011/08/08/mengapa-mutu-pendidikan-finlandia-terbaik-di-dunia/

https://sbelen.wordpress.com/2011/05/15/mengapa-peringkat-kelulusan-un-2011-siswa-smantt-tetap-di-nomor-buntut/

https://sbelen.wordpress.com/2011/01/11/3-tahun-banyak-siswa-tak-lulus-un-pecat-guru/

https://sbelen.wordpress.com/2008/07/30/tes-remidial-di-sd-sma-dan-sma-itu-salah-kaprah/

https://sbelen.wordpress.com/2008/07/09/mengapa-kita-memaksa-siswa-mempelajari-semua-mata-pelajaran/

https://sbelen.wordpress.com/2011/05/16/hasil-un-ntt-jeblok-tas-anak-sekolah-ntt-kempes/

 

 

 

Iklan

Naik kambing

Sakit kanker

 

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

https://sbelen.wordpress.com/2013/04/15/sano-ramuan-herbal-berkhasiat-mulai-bisnis-di-usia-62-tahun/

Gambar spanduk Sano

sano-serang-sel-kanker

Kartu nama Yuni 3

Iklan

Mau membuat anak Anda brilian? Cerdas? Belajar musik

April 4, 2011

Guna mendapatkan gambaran lengkap tentang hubungan musik dengan kecerdasan dan otak, silahkan klik file powerpoint berikut ini!

Belajar musik anak lebih cerdas

Terapkan di keluarga Anda, di sekolah Anda, di lingkungan Anda setelah membaca file ini. Pasti anak lebih cerdas dan lebih kreatif.

Kunjungi pula posting:

https://sbelen.wordpress.com/2011/04/04/konduktor-orkestra-berusia-3-tahun/

Seorang anak berusia 3 tahun mampu menjadi konduktor orkestra yang hebat.

Iklan

Cowok di tengah hadirin

Hepatitis

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

sano-sembuhkan-hepatitis

Kartu nama Yuni 2

Perbanyak gunakan tangan kiri untuk mengembangkan otak kanan!

Agustus 30, 2008

Menurut neurosains, tangan kiri kita dikontrol belahan kanan otak. Sedangkan, tangan kanan kita dikontrol belahan kiri otak.

Terbanyak manusia lebih banyak menggunakan tangan kanannya untuk melakukan aktivitas atau kegiatan. Anak-anak di negeri-negeri Barat lebih beruntung karena mereka boleh memberi kepada orang lain dan menerima dari orang lain dengan tangan kiri. Di negeri-negeri Timur, apalagi di Indonesia memberi dan menerima dengan tangan kiri dipandang tak sopan. Nasihat rutin ibu dan ayah waktu anak berjabat tangan atau memberi dan menerima adalah memakai tangan kanan. Mengapa kita begitu menyepelekan tangan kiri? Apa gerangan kesalahan tangan kiri? Bukankah Tuhan memberikan kepada manusia dua tangan untuk dipakai tanpa pesan bahwa tangan kanan lebih baik dari tangan kiri?

Dibandingkan dengan tangan kanan, tangan kiri terlalu sering menganggur. Tidak sering digunakan. Apa akibatnya terhadap perkembangan otak?

Jika kita terlalu sering menggunakan tangan kanan, stimulus atau rangsangan selalu diberikan kepada belahan kiri otak. Potensi otak kiri seperti kecerdasan matematika, kecerdasan logika, kecerdasan bahasa, dan kecerdasan intelektual terlalu sering mendapatkan stimulus. Otak kiri lebih sering bekerja dan amat terbebani. Yang berkembang pesat dan cukup maksimal adalah potensi kecerdasan otak kiri.

Patung saja memakai tangan kiri. Mengapa kita terlalu sering menggunakan tangan kanan?

Jika kita harapkan kreativitas berpikir, kemampuan memecahkan masalah, kecerdasan seni, kecerdasan spiritual, bahkan kecerdasan seksual berkembang maksimal, satu kiat yang amat murah dan mudah adalah memperbanyak atau melipatgandakan penggunaan tangan kiri. Karena, potensi tersebut berada di belahan kanan otak. Dengan cara ini belahan kanan otak diberi lebih banyak stimulus.

Nah, kita menginginkan anak-anak kita kreatif, mampu memecahkan masalah, berdaya cipta dalam bidang seni, menjadi anak yang memiliki kehidupan rohani yang baik, dan bahkan mampu mengendalikan dorongan seksual tatkala remaja. Potensi tersebut terletak di belahan kanan otak anak. Dan, hasil riset menunjukkan bahwa sukses terbanyak manusia dalam pekerjaan dan kehidupan justru disumbangkan oleh potensi belahan kanan otak tersebut. Sumbangan EQ (kecerdasan emosional) dan SQ (kecerdasan spiritual) serta kecerdasan otak kanan lainnya terhadap sukses dalam pekerjaan dan kehidupan sekitar 95%. Sumbangan IQ atau potensi belahan kiri otak hanya sekitar 5%. Sudah pasti kita mengharapkan anak-anak kita berhasil dalam pekerjaan dan kehidupannya nanti. Baca juga post saya pada www.sbelen.wordpress.com dengan judul:

  • Gaya belajar otak kiri dan otak kanan
  • Kinerja otak dan belajar aktif
  • Apa yang mendorong orang bertindak?
  • Apa gaya belajarku? Otak kiri, otak kanan, atau kombinasi?


Nah, doronglah anak agar lebih sering menggunakan tangan kirinya. Sebagai guru atau orang tua, tunjukkan contoh, teladan lebih sering menggunakan tangan kiri. Atau, perlukah kita ikat tangan kanan anak ke badannya sehingga ia terpaksa memakai tangan kiri? Boleh saja, tapi lebih tepat sasaran jika kita ikat dulu tangan kanan guru dan orang tua agar mereka lebih sering menggunakan tangan kiri.

Meningkatkan frekuensi penggunaan tangan kiri dapat dimulai dengan selalu menyisir rambut dengan tangan kiri. Bisa juga bila mengambil barang, dahulukan memakai tangan kiri. Setelah terbiasa, yang lebih sulit adalah membiasakan menulis dengan tangan kiri.

Iklan

book-of-mormon-dance

Osteoporosis

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

Sano sembuhkan osteoporosis

Kartu nama Yuni 2