Posts Tagged ‘Bacan’

Janganlah mendayung melawan arus!

Juli 2, 2009

Intan dayung

Intan tidak mendayung melawan arus di pantai Adonara, Flores.

Contra aquam remigamus. Ini adalah kata bijak bahasa Latin yang berarti “Kita mendayung melawan arus.” Kata bijak ini diambil dari penggalan akhir kalimat filsuf Seneca dalam sebuah suratnya kepada Lucilius. Kata-kata Seneca adalah sbb: “Ideo, Lucili, tenenda nobis uia est quam natura praescripsit, nec ab illa declinandum: illam sequentibus omnia facilia, expedita sunt, contra illam nitentibus non alia vita est quam contra aquam remigantibus.

Nah, sebenarnya “Contra aquam remigamus” sudah dialihkan ke bentuk present tense (waktu sekarang), untuk menunjukkan bahwa kecenderungan ini terlihat terus-menerus pada banyak orang. Sedangkan, “…contra aquam remigantibus”, kata kerja ini dalam bentuk future tense. (Kita akan berenang melawan arus). Terjemahannya sbb: “Jadi, Lucilius, kita harus selalu mengikuti jalan yang sudah ditentukan Alam, dan tidak menyimpang darinya; jika kita mengikuti jalan Alam, semua hal menjadi gampang dan tak terhalang, tetapi jika kita berjuang melawan jalan Alam, kehidupan kita menjadi tak berarti karena kita (akan) mendayung melawan arus air.”

original

Barrack Obama berenang melawan arus. Lebih susah maju & menguras tenaga.

Seneca mengeritik kecenderungan orang mendayung melawan arus. Menurut Seneca, alam sudah mengatur seluruh kehidupan. Kepiting tidak pernah akan mampu berjalan tegak. Gajah tidak dapat menari. Besi tidak dapat berenang. Kucing tidak mungkin terbang. Ikan tidak mungkin berjalan di darat.


Bagi Seneca, gagasan mendayung melawan arus adalah sesuatu yang sulit dan bahkan sia-sia. Dan, ia berargumentasi bahwa kita tidak boleh menerapkan pendekatan ini terhadap kehidupan.


Namun, dalam hidup ini, terkadang atau bahkan sering kita dituntut atau bahkan terpaksa berenang melawan arus, setidak-tidaknya untuk sejenak, atau bahkan kita tinggalkan perahu sama sekali dan berenang sambil mengangkat kepala ke atas dan terus menantang arus. Namun, ini hanyalah kasus, kekecualian yang terkadang terpaksa kita lakukan.

Gagasan Seneca ini menunjukkan “kebenaran” abadi. Dalam kehidupan ultramodern di era global ini, umat manusia cenderung berenang melawan arus dan ternyata dampak merugikan dirinya sendiri, manusia yang lain, dan generasi masa depan.

original 5

Barrack Obama berenang mengikuti arus. Lebih mudah & lebih cepat.

Contoh-contohnya makin banyak. Kita kemukakan saja sejumlah contoh.

l      Penduduk Jakarta dan sekitarnya terus saja mengambil air tanah untuk konsumsi hotel, kantor, mall, pabrik, dan rumah keluarga. Dua puluh lima tahun lalu, intrusi air laut diperkirakan telah sampai ke kawasan Monas dan belum muncul data kini sudah sampai di mana. Namun, kebanyakan orang tidak peduli. Lalu, bukankah tidak mungkin bahwa permukaan tanah semakin turun dan kini kita lihat di pesisir Jakarta utara, air laut sudah lebih tinggi daripada permukaan tanah. Lama-lama penduduk Jakarta akan berenang di air laut!

l      Bencana banjir dan tanah longsor sudah menjadi acara rutin setiap musim penghujan di berbagai wilayah tanah air karena kita serakah menebang pepohonan di hutan, menanam dengan sistem ladang berpindah. Alam tidak bisa dilawan.

l      Kita sudah tahu bahwa makanan cepat saji dan minuman bersoda merusak kesehatan tetapi kita biarkan anak-anak terus mengkonsumsi dan kini semakin banyak orang mati muda.

l      Di dunia pendidikan kita tahu dari hasil riset otak bahwa otak manusia, otak anak tidak mampu berkonsentrasi menerima informasi melalui ceramah guru lebih dari 10 menit. Tetapi, para guru terus saja berceramah selama 30 menit, 40 menit, dan bahkan di perguruan tinggi bisa sampai 60 menit s.d. 80 menit. Apa yang didengar melalui telinga kiri akan keluar melalui telinga kanan.

RECO1989

Biarkan anak-anak “mendayung” mengikuti arus. Mengapa kita memaksa anak belajar dengan cara yang bertentangan dengan kehendak otak?

l      Otak anak akan lebih mampu mengingat atau menyusun memori dan memproduksi kembali jika informasi yang masuk ke dalam otak diterima melalui lebih dari satu indra.Misalnya siswa SMA belajar menghitung 1 – 10 dalam bahasa Jerman.  Jika hanya mendengarkan sebutan lisan guru, siswa mudah lupa. Tapi bila guru menyebut sambil menulis eins, zwei, drei dan siswa juga langsung menulis angka-angka itu sambil menyebut keras-keras agar telinganya mendengar, ingatan akan lebih mantap tersimpan di memori otak. Nah, jika guru hanya mengajarkan bahasa asing hanya melalui ocehan ceramah guru tentang grammar tanpa memanfaatkan mata dan tangan anak untuk menulis dan langsung praktik berbahasa asing, sia-sialah upaya guru. Karena, guru berenang melawan arus, melawan kodrat alamiah otak anak.

DSCN3958

Anak senang bermain sambil belajar (playing while learning).Anak-anak SD Labuha 1 di Pulau Bacan Provinsi Maluku Utara bermain meloncat tali. Mengapa kita harus memaksa anak belajar sambil duduk tegak di kursi depan meja padahal hal ini menghambat kebebasan tubuh untuk bergerak sehingga aliran darah yang lancar meningkatkan kinerja otak anak?

DSCN3948

Anak-anak senang belajar sambil bermain (learning by playing). Anak-anak SD Labuha 1 kelas III sedang bermain drama menjadi perawat dan dokter waktu belajar tentang penyakit malaria dan penyebabnya nyamuk Annopheles.

Sumber:

http://audiolatinproverbs.blogspot.com/2006/12/contra-aquam-remigamus.html

Iklan

andydwyer-lapdance

Pneumonia

Kunjungilah posting kami:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

sano-sembuhkan-pneumonia

Kartu nama Yuni 2

Iklan

School assembly: Cerita dari Kalumata, Ternate, Maluku Utara

Mei 5, 2009

Sejak Maret 2009, sebagai konsultan Save the Children, bersama Pak Miftahudin, education specialist Save the Children Jakarta, kami berupaya mengembangkan 5 SD model dalam pendekatan belajar aktif dan MBS (Manajemen Berbasis Sekolah). Pengembangan ini dilakukan melalui pendampingan langsung berupa inhouse training langsung di sekolah. Lima SD yang terpilih adalah SDN Maliaro, SDN Kalumata I, dan SDN Tarau di Pulau Ternate, SDN Cobodoe di Pulau Tidore, dan SD Inpres Babang di Pulau Bacan (Kabupaten Halmahera Selatan). Pimpinan Staf Save the Children Maluku Utara yang mendampingi kami adalah Wilson Sitorus, Harun Anggo, dan Mahyuddin, sedangkan staf pendamping antara lain Nia Susanti, Fujiono, Erwin, Kartini, Agi, dan Jaelani.

dsc_0005

Anak-anak SD Cobodoe, Pulau Tidore sedang bekerja kelompok dalam pelajaran IPA.

dscn3255

Guru-guru SD Inpres Babang sedang berpraktik membuat model kapal setelah kunjungan observasi ke kapal di dermaga Babang yang hanya berjarak 300 m dari sekolah

Walaupun pengembangan SD model ini hanya berlangsung 3 bulan, gejala-gejala perubahan mulai tampak pada kinerja kepala sekolah, staf guru, dan aktivitas belajar anak-anak. Bagi saya pribadi, senyuman yang tampak pada wajah anak-anak polos di “udik” Indonesia ini memberikan semangat bagi tim kami untuk terus mencari solusi bersama para kepala sekolah dan guru untuk melakukan terobosan inovasi.

dscn3150

Seorang anak membaca puisi dalam school assembly di SD Inpres Babang, Bacan, Kabupaten Halmehera Selatan

Salah satu bentuk aktivitas yang diperkenalkan adalah school assembly yang dilakukan sekali seminggu, biasanya pada hari Sabtu. Pada sekali kesempatan kegiatan ini diikuti anak-anak kelas 1, 2, dan 3 dan kesempatan minggu depan anak-anak kelas 4, 5, dan 6. Jika ruang memungkinkan, kegiatan dapat dilakukan seluruh kelas.

Ini adalah salah satu bentuk nyata upaya menciptakan kesempatan bagi anak-anak untuk belajar menampilkan hasil karya belajarnya selama 1 s.d. 2 minggu. Ini adalah kesempatan berpentas untuk melatih anak meningkatkan rasa percaya diri, berani tampil di depan banyak orang, dan berbagi pengalaman dengan sesama siswa. Berbagai kompetensi siswa, seperti berdeklamasi, bermain drama, bermain musik, bernyanyi, memimpin lagu, menari, bercerita, dan berpidato dapat ditumbuhkembangkan dalam acara berkala ini. Kepala sekolah dan guru secara bergantian bercerita atau membaca cerita yang menarik bagi siswa. Pada acara ini berbagai pesan sarat makna dapat disampaikan dalam suasana santai dan ceria. Orang tua dan komite sekolah terkadang diundang untuk menyaksikan acara ini.

dscn3152

Anak-anak SD Inpres Babang menyanyikan lagu yang teksnya dikarang kelompok ini sambil diiringi alat-alat musik dalam school assembly

pic_1625

Anak-anak SDN Maliaro di Ternate sedang mementaskan musik kasidah dalam school assembly di sekolah ini.

Berikut ini, kami sajikan “Cerita dari Kalumata” yang ditulis Nia Susanti. Silahkan klik di sini! school-assembly_kalumata_nia1

Advertorial

Animation_of_the_sick_distributed_Bupparai_traditional_ceremony

Sakit stroke

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

sano-sembuhkan-stroke

Kartu nama Yuni 2

Kado bagi guru: Format baru silabus & RPP 1 halaman

April 28, 2009

Contoh silabus & RPP Tematik 1 halaman

Format silabus dan RPP pada prinsipnya dapat dikembangkan sendiri oleh guru. Format yang disampaikan BSNP dan Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas pada prinsipnya hanyalah tawaran yang dapat digunakan guru. Dalam pengembangan KTSP, guru diberi otonomi dan kebebasan mengembangkan kurikulum sekolah sendiri, termasuk format silabus dan RPP.  Jika format tersebut Anda rasa kurang cocok, kurang relevan, sebaiknya Anda kembangkan sendiri untuk mendapatkan format yang terbaik.

43

Berikut ini kami kemukakan format silabus & RPP mata pelajaran dan tematik dalam bentuk jaringan topik 1 halaman. Walaupun contoh ini untuk tingkat SD, guru SMP, SMA, dan SMK dapat menerapkannya sesuai dengan kompetensi dasar dalam kurikulum. Unsur tujuan pembelajaran dalam RPP kami hilangkan karena sudah terwakili pada kompetensi dasar dan indikator. Unsur metode pembelajaran juga tak perlu karena sudah terwakili dalam kegiatan pembelajaran. Dua unsur ini kurang relevan karena hanya membuat pengulangan yang tak perlu. Unsur standar kompetensi juga cenderung tak kami cantumkan karena umumnya standar kompetensi hanyalah akumulasi berbagai kompetensi dasar. Yang lebih penting dan terfokus adalah kompetensi dasar. Jika kompetensi dasar masih bersifat umum, belum spesifik, sebaiknya Anda jabarkan ke dalam kompetensi konkret. Guru-guru di Ambon, Jambi, Indramayu, Ternate, Tidore, dan Bacan senang memakai format ini. Silahkan klik di sini!

Contoh Silabus & RPP 1 halaman

Bagaimana tanggapan Anda?

DSCN5672

Seorang ibu guru di sebuah SD di Ternate, Maluku Utara sedang menulis di lantai keramik silabus & RPP 1 halaman berbentuk jaringan topik (mindmap) dalam inhouse training staf guru dan  kepala sekolah di sekolah ini. Jika tak ada kertas besar, lantai menjadi pengganti kertas.

PIC_1729

Ini adalah Silabus & RPP 1 halaman dengan tema “Kenampakan Alam”, yang dibuat Ibu Wati Lasidi, guru kelas III SD Labuha 1 di Pulau Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan.

PIC_1673 - Copy

Para siswa kelas III SD Labuha 1 yang dibimbing Ibu Wati Lasidi sedang bermain drama dokter-dokteran dalam kegiatan belajar tema Malaria yang dirancang dalam bentuk silabus & RPP 1 halaman.

Salam hangat dari Labuha, Pulau Bacan, Maluku Utara

S.Belen

Iklan

 

 

1243328602_school-abuse

heart-attack

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

https://sbelen.wordpress.com/2013/04/15/sano-ramuan-herbal-berkhasiat-mulai-bisnis-di-usia-62-tahun/

Gambar spanduk Sano

Kartu nama Yuni 6

Mengapa minuman botol & kaleng mengganti air masakan sendiri?

Desember 3, 2008

Gugatan ini makin kuat ketika berhari-hari saya di Pulau Bacan di Maluku Utara, 8 jam pelayaran dari Ternate, tak pernah minum air yang berasal dari tanah Bacan. Mulai dari kapal laut, di Dermaga Biru, Labuha, di rumah makan, di hotel, di tempat pelatihan guru, di kantor, dan di pantai selalu saya terpapar dengan minuman air mineral yang kata orang bukan berasal dari Sukabumi, Jawa Barat, tetapi dari Manado, Sulawesi Utara. Beberapa kali saya minta air masakan sendiri di hotel tapi pemilik hotel tak peduli. Malah mereka heran mengapa saya tak puas saja dengan minuman botol air mineral dari Manado itu! Bahkan, di pantai ketika menyaksikan anak-anak SD berenang, mereka malah minum minuman kaleng produksi Jawa.


anak-bacan-minuman-kaleng

Makanan dan minuman yang cenderung kita gemari adalah yang kita konsumsi waktu masih kecil, masih kanak-kanak. Apa jadinya generasi Indonesia masa depan jika mereka ogah memasak air sendiri dan minum air dari tanah tempat mereka berpijak?


anak-bacan-dan-minuman-kaleng

Lebih mudah mencari minuman botol dan minuman kaleng daripada mencari buku di Pulau Bacan. Tak ada toko buku atau kios buku di Kota Labuha, Pulau Bacan. Bahkan di Kota Ternate saja tak ada toko buku. Mana ada penerbit yang mau merintis toko buku di pulau terpencil seperti ini jika penduduknya lebih suka membeli minuman impor dan membayar pulsa HP anaknya daripada membeli buku?

Para siswa sekolah banyak yang belum memiliki buku pelajaran gara-gara janji manis pemerintah tentang buku gratis, buku murah, atau Buku Sekolah Elektronik (BSE). Penerbit swasta tak mau bunuh diri menjual buku pelajaran dengan harga eceran tertinggi Rp 20 000 di luar Pulau Jawa. Mengapa buku pelajaran penerbit swasta dikatakan mahal, padahal jika tiap hari dikumpulkan Rp 3000 s.d. Rp 5000, pada akhir tahun siswa mampu membeli buku pelajaran. Buku pelajaran dikatakan mahal karena dibeli sekaligus pada awal tahun ajaran. Mengapa orang tua memboros uang untuk membeli minuman buatan pabrik di Manado dan di Jawa lalu mengeluh tentang harga buku pelajaran? Mengapa orang tua tak merasa keberatan membeli pulsa untuk HP anaknya tetapi bersungut-sungut bila harus membeli buku yang dibutuhkan anaknya demi masa depan mereka? Mengapa gaya hidup boros ini tidak segera kita koreksi? Mengapa dana negara yang disalurkan melalui DAU dalam hitungan hari mengalir kembali ke Pulau Jawa umumnya dan Jakarta khususnya melalui pola hidup yang bergantung kepada produk impor? Dana yang tersedot ke Jawa itu langsung lari juga ke negara-negara maju yang memegang lisensi minuman impor itu. Mengapa kita begitu bodoh?


botol-minuman-plastik

Masalah ikutan lain adalah sampah plastik yang mencemari tanah yang subur dan laut yang indah Pulau Bacan dan pulau-pulau kecil di Kepulauan Maluku, dan di seluruh penjuru Indonesia. Mengapa kita begitu bodoh?

botol-air-mineral

Meneguk minuman air dalam botol plastik hanya diperlukan beberapa menit. Namun, sampah botol plastik yang dibuang itu akan terurai habis di alam selama belasan tahun. Menurut informasi yang saya peroleh dari seorang yang tahu seluk beluk botol plastik ini, jika botol ini digunakan 2 x saja dapat menyebabkan penggunanya kemudian mendapatkan penyakit kanker. Mengapa kita begitu getol menentang konsumsi rokok tapi kita malah tak menganggap botol plastik bekas yang digunakan lagi dan sampah plastik ini sebagai masalah yang amat gawat?


minuman-kaleng-dan-masakan-sendiri

Minuman kaleng ini cukup lama mengecoh saya karena pada kalengnya tertulis mengandung elektrolit. Apa benar? Mengapa saya tak minum jus jeruk dan makan pisang saja untuk memenuhi kebutuhkan elektrolit tubuh? Sudah berapa rupiah yang terbuang percuma?


minuman-botol-dan-teh-buatan-sendiri

Mari kita kembali minum teh buatan ibu kita sendiri, buatan istri sendiri, buatan kita sendiri! Marilah kita lestarikan kebiasaan minum teh di pagi dan sore hari. Bukankah teh mengandung lebih banyak zat antioksidan daripoada jeruk dan apel?

Advertorial

900x900px-LL-8d8e2d85_tumblr_mblglzouFq1qkg5u5o1_500

Hepatitis

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

 

Gambar spanduk Sano

sano-sembuhkan-hepatitis

Kartu nama Yuni