Archive for the ‘Kreativitas’ Category

Anda ingin jadi orang kaya, milyarder? Apa saja faktor suksesnya?

Juni 14, 2016

pikiran milyarder 1

Thomas J Stanley mengirim kuesioner dan melakukan interview mendalam terhadap 733 milyarder di Amerika Serikat. Dari daftar faktor sukses menjadi milyarder dipilih 100 faktor. Kemudian, ke-100 faktor itu disaring lagi menjadi 30 faktor sukses yang penting.

Apakah anda memiliki pikiran milyarder? Inilah 10 faktor sukses yang didaftar sendiri oleh para milyarder yang amat penting yang menentukan sukses mereka:

  1. Jujur terhadap semua orang

jujur, tidak nyontek

Ogah nyontek seperti anak ini

tolak uang

.

2. Disiplin

disiplin-waktu

.

3. Mudah bergaul dengan orang lain

pergaulan

.

4. Punya pasangan hidup yang mendukung

true-love

????????????????????????????????????

.

5. Bekerja keras lebih dari kebanyakan orang

Kerja keras

.

6. Mencintai apa yang dikerjakan (mencintai karier / bisnisnya)

Mencintai pekerjaan

.

7. Memiliki ciri-ciri kepemimpinan yang kuat

great leader

.

8. Memiliki semangat /kepribadian yang amat kompetitif

marathon

.

9. Mengelola kehidupan dengan baik (amat terorganisasi)

Atur jadwal kegiatan

.

10. Mampu menjual gagasan / produknya

jual obat

Jual obat di keramaian

.

Delapan dari 10 faktor sukses milyarder justru menyangkut ciri-ciri karakter individual, kecuali No. 4 Punya pasangan hidup (istri atau suami) yang mendukung dan No. 10 Mampu menjual gagasan / produknya.

Walau demikian, memilih pasangan hidup juga mencerminkan ciri karakter yang berhati-hati, penuh perhitungan, tidak sembarangan. Dan, ia memilih pasangan hidup yang mendukung karena ia mudah bergaul dengan orang lain. Ia memilih pasangan hidup yang tepat dari teman-teman gaulnya. Demikian pula, mampu menjual gagasan / produknya didukung ciri karakter mudah dan pandai bergaul dengan orang lain, mencintai karier atau bisnisnya, dan memiliki semangat dan kepribadian yang amat suka bersaing.

karakter

Orang yang berpikiran milyarder itu amat percaya diri, percaya atas kemampuan dirinya. Memiliki mentor yang baik justru berada pada urutan ke-15 dan memiliki penasihat investasiyang hebat pada urutan ke-29.

sumo anak kecil percaya diri

Anak kecil ini amat percaya diri

faktor sukses

Berapa banyak faktor sukses menurut pendapat anda? Berapa banyak faktor yang amat penting menurut pendapat anda?

Energi

Memiliki energi luar biasa dan memiliki tubuh yang sehat agar fit secara fisik dimasukkan dalam daftar 30 faktor sukses milyarder.

pikiran milyarder 5

Kesehatan adalah anugerah terbesar, kebahagiaan adalah kekayaan terbesar, kesetiaan adalah relasi yang terbaik

pikiran milyarder 6

Kekayaan terbesar anda adalah kesehatan anda

.

Inilah faktor sukses yang tersisa lainnya:

pikiran milyarder 7

.

  1. Membuat investasi yang bijaksana

Investasi

.

12. Melihat peluang yang tidak dilihat orang lain

Melihat peluang

.

13. Senang menjadi bos untuk diri sendiri

Bos

.

14. Suka mengambil risiko finansial yang memberikan keuntungan yang bagus

ambil risiko

.

15. Memiliki mentor yang baik

Mentoring

.

16. Memiliki dorongan untuk dihargai dengan baik

Lionel Messi

.

17. Berinvestasi di bisnisnya sendiri

Investasi bisnis

.

18. Mendapatkan kesempatan yang menguntungkan

peluang profit

.

19. Memiliki energi yang luar biasa

Energi

.

20. Sehat secara fisik

Lari pagi

.

21. Memiliki kecerdasan IQ / kecerdasan intelektual yang tinggi

Ketik

.

22. Memiliki spesialisasi

Expert

.

23. Studi di universitas atau perguruan tinggi papan atas

??????????????????????????????????????????????????????????

.

24. Tidak peduli kritik para pengacau

puji dan kritik

.

25. Hidup di bawah standar kekayaannya

hitung budget

.

26. Memiliki iman religius yang kuat

meditasi-teta

.

27. Beruntung

lucky

.

28. Berinvestasi pada saham perusahaan publik

Bursa efek Indonesia

.

29. Memiliki penasihat investasi yang hebat

Penasihat investasi

.

30. Juara kelas atau meraih ranking top di kelas

Juara kelas

.

pikiran milyarder 8

733 milyarder disurvei Dr. Thomas J. Stanley

pikiran milyarder 9

Stanley adalah pengarang, dosen, dan peneliti yang melakukan studi tentang milyarder sejak tahun 1973. Ia menulis beberapa buku best selling, termasuk “The Millionaire Next Door,” (Milyarder di Rumah Sebelah) “Marketing to the Affluent,” (Memasarkan kekayaan), dan “The Millionaire Mind” (Pikiran Milyarder).

Orang-orang superkaya, milyarder AS terbanyak bukan terpintar atau juara kelas. Mereka adalah orang the average level, biasa-biasa saja, tidak menonjol secara akademis. Karena tak berprestasi mereka mudah bergaul agar survive. Mereka juga tamat dari sekolah atau perguruan tinggi biasa, bukan yang ngetop atau favorit. Itulah hasil penelitian Thomas J Stanley terhadap 733 milyarder AS.

tak naik kelas

.

Hasil penelitian Thomas J Stanley, PhD mungkin akan mengubah apa yang anda percayai.

Ringkasan / catatan dari buku The Millionaire Mind yang ditulis bwillett555 tahun 2014

Thomas Stanley Ph D menulis buku The Millionaire Next Door tahun 1996.  Buku ini menonjolkan bagaimana para milyarder mengumpulkan kekayaan mereka; mereka mengklasifikasi milyarder sebagai orang yang memiliki rata-rata kekayaan lebih dari 1 juta dollar atau Rp 13 milyar. Lanjutan buku ini adalah buku The Millionaire Mind yang terbit tahun 2000.

The Millionaire Mind.

Berikut ini sejumlah hal yang perlu ditonjolkan dari buku The Millionaire Mind oleh Thomas Stanley PhD.

Statistik tentang 733 milyarder ini:

Rumah Warren Buffett

Rumah tinggal orang terkaya dunia, Warren Buffett

  • Kebanyakan tinggal di rumah tua yang dibangun tahun 1950-an dan bahkan ada yang dibangun tahun 1940-an di lingkungan pemukiman dan kota yang mapan.
  • 92% milyarder ini kawin dan 1 dari 4 milyarder kawin dan hidup setia dengan pasangannya rata-rata sudah 28 tahun. Hanya 3% yang menjadi duda atau janda. Dan, hanya 2% yang tidak pernah kawin.
  • 95% milyarder itu memiliki anak dan rata-rata memiliki 3 anak.
  • Rata-rata mereka memiliki kekayaan 9,2 juta dollar atau sekitar Rp119,6 milyar atau median sekitar 4.3 juta dollar atau Rp55,9 milyar.
  • Pendapatan 749 000 dollar atau Rp9,7 milyar; median 436 000 dollar atau Rp5,7 milyar per tahun.
  • Mereka rata-rata tidak pernah membeli mobil mahal yang berharga lebih dari Rp41 000 atau sekitar Rp533 juta.
  • Mereka tidak pernah membeli cincin kawin lebih dari $4 500 atau Rp58,5 juta.
  • Tidak suka menggunting rambut dengan harga mahal.
  • Tidak pernah membeli rumah seharga $340 ribu atau Rp 4,42 milyar.
  • Hanya 2% yang memiliki rumah warisan.
  • 61% tidak pernah mendapatkan warisan atau pemberian dari orang lain untuk mengumpulkan kekayaannya.
  • Hanya 1 dari 4 yang membeli rumah seharga Rp13 milyar.
  • 1 dari 3 milyarder adalah pemilik perusahaan bisnis. Merekalah yang terkaya.
  • 1/5 merupakan eksekutif senior pada sebuah perusahaan.
  • 1/10 adalah pengacara.
  • 1/10 adalah dokter.
  • 1/3 adalah middle managers, sales professionals, insinyur, dan profesor.
  • 50% istri mereka tidak bekerja di luar rumah.
  • 90% adalah tamatan perguruan tinggi.
  • 50% memiliki gelar lanjutan (data tentang tingkat pendidikan ini wajar untuk AS yang telah mencapai tingkat partisipasi pendidikan yang tinggi).
  • Rata-rata berusia 54 tahun.

Buku ini menonjolkan 8 bidang yang amat penting bagi para milyarder, untuk menjadi milyarder dan akhirnya memiliki apa yang disebut pengarang buku ini “The Millionaire Mind”, pikiran milyarder.

 

  1.  Faktor sukses

faktor sukses

.

Ke-733 milyarder ini diminta membuat urutan 30 faktor sukses. Ke-30 faktor sukses ini berasal dari 100 faktor sukses yang diciptakan pengarang setelah melakukan interview dan riset lain terhadap kelompok-kelompok milyarder ini.

Dari ke-30 faktor sukses pada urutan teratas adalah kejujuran, disiplin, dan keterampilan sosial. Saya kira ada sesuatu di sini yang akan membuat kita kaget.

Mengenai 3 faktor sukses tertinggi, para milyarder memberi komentar berikut ini:

  • Integritas bukanlah tanda gagal belajar.
  • Milyarder tidak menunggu orang mengatakan kepada mereka apa yang harus dikerjakan dalam pekerjaan, dalam kehidupan pribadi mereka atau dalam hal yang lain. Mereka menentukan agendanya sendiri. Mereka menciptakan tujuannya sendiri.
  • Saya adalah penyelesai atau orang yang menyelesaikan dalam masyarakat orang yang memulai, para pemrakarsa.
  • Mengambil kredit mobil Mercedes tidak akan membuatmu kaya.
  • Menemukan sumber disiplin bila anda menemukan bahwa anda kurang disiplin. Kata mereka, kami kadang-kadang kurang disiplin, tapi perbedaannya adalah orang yang berpikiran milyarder menyadari kekurangannya dan mencari solusi mendisiplinkan diri bila diperlukan.
  • 94% milyarder menempatkan kepandaian bergaul dengan orang sebagai satu faktor paling penting agar menjadi kaya.
  • Para milyarder mengakui bahwa mereka harus memiliki sikap bersyukur dan sadar bahwa kita semua saling membutuhkan untuk mencapai apa yang kita inginkan.
  • Menjadi pemimpin di tempat kerja, kita harus memiliki keterampilan sosial dan kemampuan bergaul dengan orang lain. Ini tidak hanya penting jika kita ingin bertumbuh di perusahaan dan mendapatkan promosi, tapi juga perlu agar kita mampu membuat apa yang direncanakan itu terlaksana, yang akan membuat kita dapat menyelesaikan pekerjaan, diperhatikan, dan dipromosikan. Jika anda adalah pemilik perusahaan, keterampilan sosial adalah satu keharusan untuk menumbuhkembangkan perusahaan anda.
  • Akhirnya, disiplin melakukan apa yang tidak ingin anda lakukan, ketika anda tahu pekerjaan itu harus dilaksanakan. Inilah mindset orang yang berpikiran milyarder.

.

  1. Sekolah

anak papua ke sekolah

.

Kebanyakan milyarder yang disurvei tidak mengakui nilai yang bagus yang diperoleh di sekolah atau universitas, perguruan tinggi tempat mereka belajar berperan menentukan dalam kemampuan mereka mengumpulkan kekayaan.

  • Mereka mempertanyakan status quo dan norma-norma sebagai sejumlah keterampilan yang memungkinkan orang mengumpulkan kekayaan.
  • Hanya 2% milyarder yang disurvei tamat dari perguruan tinggi dengan indeks pretasi tertinggi.
  • Hanya 3 dari 10 milyarder mendapatkan nilai A lebih banyak daripada nilai B, C, dan D.
  • 90% tamat dari perguruan tinggi dengan indeks prestasi biasa-biasa saja.

Sekolah itu penting tapi tidak terlalu perlu. Walaupun 90% milyarder yang disurvei tamat sarjana (S1), mereka semua mengatakan bahwa itu bukanlah satu-satunya hal yang berkontribusi terhadap kekayaan mereka. Mereka menempatkan pada urutan faktor sukses yang amat rendah. Memiliki kecerdasan IQ / kecerdasan intelektual yang tinggi pada urutan No. 21, Studi di universitas atau perguruan tinggi papan atas pada urutan No. 23, dan Juara kelas atau meraih ranking top di kelas pada urutan No. 30.

.

  1. Hubungan antara keberanian dan kekayaan

berani ambil risiko

Semua milyarder yang disurvei mengatakan dituntut keberanian untuk mengumpulkan kekayaan. Guna mengumpulkan kekayaan, anda harus berani mengambil risiko keuangan, demikian pula risiko yang menyertai tantangan terhadap status quo.

  • Seorang milyarder menandaskan: Bekerja untuk orang lain menempatkan anda pada risiko yang lebih besar daripada bekerja untuk diri sendiri. Hanya memiliki satu sumber pendapatan adalah risiko yang lebih besar daripada mengambil risiko untuk diri anda sendiri. Saya tidak sadari hal ini sebelumnya, tapi betapa benar hal ini.
  • Menjadi kaya sebenarnya hanya merupakan satu permainan pikiran (a mind game). Anda harus mengatasi rasa takut dan cemas anda. Mengatasi rasa takut adalah satu langkah dalam proses mengumpulkan kekayaan.
  • Bagaimana anda dapat mengatasi rasa takut anda: Percayalah dirimu sendiri.
  • Hampir semua milyarder yang disurvei mengatakan bahwa percaya diri adalah jalan nomor satu untuk mengumpulkan kekayaan. Mereka tidak selalu percaya diri, tapi mereka punya jalan untuk menemukan percaya diri, bahkan ketika mereka tidak percaya diri.
  • Sulitlah dimotivasi dan memotivasi orang lain jika anda tidak percaya kepada diri anda sendiri.
  • Rasa takut dan cemas tidak pernah bisa serta merta ditaklukkan. Percaya diri dibangun melalui proses.

.

  1.  Pekerjaan sebagai panggilan (vocation)

people_arrows

Memilih satu pekerjaan adalah satu dari alasan-alasan penting demi mencapai keberhasilan milyarder ini. Walaupun banyak milyarder setuju tentang pengasuhan yang stabil, cinta pasangan hidup dan kehangatan keluarga itu kritis dalam sukses, bergairah (kranjingan atau memiliki passion) terhadap apa yang dikerjakan sehari-hari adalah satu faktor sukses yang penting.

  • Pemilik bisnis, perusahaan adalah kategori milyarder terbanyak, setelah dokter, pengacara, dan eksekutif senior perusahaan.
  • Segala rasa percaya diri itu dimulai dari rumah, keluarga.
  • Hanya 55% milyarder mengatakan, mereka memilih kariernya atau pekerjaan karena mereka mencintainya. Tapi, dengan berjalannya waktu lebih dari 80% mengatakan bahwa karena mereka mencintai pekerjaan, pekerjaan itu yang membuat mereka dapat mengumpulkan kekayaan.
  • 58% memilih bidang kerja karena pekerjaan itu menunjukkan peluang mengumpulkan kekayaan.
  • 2 dari 3 milyarder tidak pensiun bahkan walaupun secara finansial mereka bisa, karena mereka mencintai pekerjaannya.
  • 81% milyarder memilih kariernya karena pekerjaan itu memberi peluang penggunaan penuh keterampilan, passion, dan kemampuan-kemampuannya.
  • Spesialisasi dalam satu bidang tertentu adalah satu jalan menjadi seorang milyarder.
  • 46% milyarder mengatakan bahwa intuisi-lah yag membawa mereka ke lorong menunju kekayaan dan peluang.
  • Ada lebih dari 22 000 peluang berbeda dalam bidang-bidang bisnis yang ada.

.

  1. Memilih pasangan hidup

siap nikah

Bagaimana tentang status perkawinan yang memungkinkan pasangan suami-istri mengumpulkan kekayaan?

  • Dengan dua sumber pendapatan, dari suami dan dari istri, atau dengan bahasa sekarang dengan 2 ATM, kemampuan mengambil risiko finansial lebih besar. Ini dapat mengantar kita ke bisnis yang sukses dan investasi lebih besar.
  • Dukungan dari pasangan kekasih amat menentukan ketika keadaan tak berjalan dengan baik. Dengan dukungan pasangan hidup, anda mampu melewati masa yang berat.
  • Milyarder dan orang yang berpikiran milyarder memiliki kemampuan memilih pasangan hidup. Mereka mampu memilih pasangan hidup yang memiliki kesabaran dan kebiasaan caring, merawat dengan perhatian.
  • 96% baik suami maupun istri percaya bahwa mengatakan kebenaran itu penting.
  • Untuk tiap 100 milyarder yang mengatakan pasangan hidupnya tidak penting dalam mengumpulkan kekayaan, ada 1317 orang yang mengatakan pasangan hidupnya benar-benar amat penting.

.

  1.  Rumah tangga yang produktif secara ekonomis

investasi-bagus130624c

Semua milyarder yang disurvei menjalankan rumah tangga yang produktif yang banyak orang tak perkirakan akan dilakukan milyarder umumnya. Hal-hal seperti:

  • Memperbaiki atau memoles perabot rumah sebagai ganti membeli yang baru.
  • Tak pernah membeli telepon untuk transaksi bisnis.
  • Menggunakan kupon.
  • Membeli produk kebutuhan rumah tangga dalam jumlah besar untuk penggunaan lebih lama.
  • Lebih memilih sepatunya disol daripada membeli yang baru.

Statistik menarik tentang para milyarder berdasarkan data sekitar tahun 2000 dengan standar hidup Amerika Serikat yang tinggi: Sebuah rumah tangga rata-rata membelanjakan makanan sebanyak $10 000 per tahun atau jika digunakan kurs $1 dollar = Rp13 000 berkisar Rp130 juta per tahun. Ini sama dengan sekitar $400 000 – $600 000 atau Rp5,2 milyar – 7,8 milyar sepanjang hayat. Untuk standar AS, ini adalah belanja klas menengah AS yang biasa, yang sederhana. Dengan menggunakan kupon belanja anda dapat memotong 5% biaya, sekitar $25 000 atau hemat sekitar $25 000 atau Rp325 juta sepanjang hayat. Jika anda menginvestasi uang ini dalam dana investasi yang diperdagangkan oleh satu badan yang beranggotakan banyak pemilik saham, uang anda akan berbiak menjadi setengah juta dollar atau sekitar Rp6,5 milyar.

  • Para milyarder terfokus ke masa depan.
  • Para milyarder tidak menghabiskan waktu untuk hal-hal yang mereka tidak bisa kerjakan dengan baik. Misalnya, memasang pemanas air (water heater). Lebih baik membayar orang yang bisa daripada mengerjakan sendiri. Anda mungkin berpikir jika ia mengerjakan sendiri, ia bisa menghemat. Yang benar adalah mereka tahu ada peluang menghemat. Namun, bila dikerjakan sendiri, mereka akan kehilangan kesempatan untuk mencari dan menambah bisnis baru atau keterampilan yang akan mendatangkan lebih banyak uang.
  • Para milyarder akan berhemat jika mereka perlu melakukannya. Melakukan sendiri tidak selalu lebih murah. Lebih baik mendapatkan pendapatan dari pekerjaan anda daripada melakukan sendiri pekerjaan sepele.
  • Tanyakan diri anda: apakah ini lebih baik dalam penggunaan waktu saya.
  • 4 dari 10 milyarder lebih baik memakai pakaian lama secara bergantian daripada membeli pakaian baru.

.

  1.  Bagaimana para milyarder memilih rumah mereka

beli rumah on sale

  • Rata-rata harga rumah yang dibeli $560 ribu atau Rp7,28 milyar dan harga ini biasanya bertahan selama lebih dari 10 tahun. Untuk standar hidup AS, harga rumah demikian itu termasuk murah.
  • 53% milyarder tidak pindah rumah selama 10 tahun terakhir ini.
  • Laporan atau neraca kekayaan versus neraca pendapatan dan pengeluaran pada satu waktu tertentu, misalnya dalam setahun. Betapa berbeda bagi para milyarder. Ada banyak orang yang bisa mengumpulkan banyak uang (neraca pendapatan dan pengeluaran tahunan) tapi mereka belanjakan semua uangnya. Laporan atau neraca kekayaan milyarder dibandingkan dengan neraca pendapatan dan pengeluaran tahunannya menunjukkan betapa aset dan ragam investasi lain milyarder bernilai amat tinggi.

Para milyarder menggunakan pedoman ini dalam memilih rumahnya:

  1. Suka memilih rumah yang memungkinkan ia hanya berjalan kaki untuk membuat deal bisnis kapan saja.
  2. Tidak mau menerima harga rumah yang awalnya ditawarkan. Jika anda pernah membayar harga rumah yang pertama kali ditawarkan, amat mungkin anda tak akan jadi milyarder.
  3. Tidak pernah mencoba membeli sebuah rumah mendadak dalam jangka waktu yang amat pendek.
  4. Mencari rumah yang ditawarkan murah (estate sale), pemilik rumah lagi butuh uang atau khawatir rumahnya disita jika tak segera dijual.
  5. Hanya 27% milyarder yang membeli rumah yang siap digunakan. Satu dari 5 milyarder pernah membeli rumah spesifik atau khusus yang sengaja dibangun untuk menarik pembeli.
  6. Selalu membeli rumah yang mampu dibayar. Harga rumah yang dibeli mampu dibayar cicilannya dengan mudah.

Apa arti mampu dibayar? Asumsikan bahwa pendapatan tahunan anda dipotong separuh setelah anda membeli sebuah rumah. Apakah anda masih mampu membayar? Jika tidak, berarti harga rumah ini tidak mampu anda bayar.

.

  1.  Gaya hidup

main dengan cucu

Ke-733 milyarder yang disurvei ditanya kegiatan apa saja yang dilakukan dalam 30 hari terakhir.

Ada 27 kegiatan gaya hidup yang mereka lakukan. Inilah 3 kegiatan gaya hidup yang banyak dilakukan para milyarder dalam 1 bulan terakhir.

  1.  Bergaul (bersosialisasi) dengan anak-anak dan cucu-cucu.
  2.  Menyenangkan atau entertaining teman-teman dekat.
  3. Merencanakan investasi.
  • Milyarder tidak menggunakan uang agar mereka senang. Mereka tidak membeli kapal pesiar. Mereka tidak mengambil liburan yang menyenangkan.
  • Terbanyak milyarder bukanlah tipe manusia yang mengerjakan sendiri apa yang diperlukan. Rata-rata mereka menghasilkan uang $325 atau Rp4,2 juta per jam. Mereka tidak akan memindahkan sendiri rak-rak atau lemari di rumahnya, ketika mereka dapat mengerjakan sesuatu yang menghasilkan $325 atau Rp4,2 juta per jam.
  • Golf menempati urutan ke-13 dalam daftar kegiatan gaya hidup mereka. Terbanyak milyarder mengatakan bahwa golf bukan hanya kegiatan rekreasi, tapi juga kegiatan bisnis yang merupakan satu faktor sukses yang mengantar mereka ke jalan untuk mengumpulkan kekayaan.
  • Terbanyak milyarder dalam studi ini rata-rata membayar pajak lebih dari $300 ribu atau Rp 3,9 milyar. Satu dari 5 milyarder membayar pajak 1 juta dollar atau Rp13 milyar per tahun. Satu kegiatan yang mereka semua lakukan selama 30 hari terakhir adalah bertemu dengan konsultan pajak profesional.
  • Jangan pinjam uang untuk memulai satu bisnis baru. Mulai satu bisnis baru dengan dana seminimal mungkin dari sumber dana yang ada.
  • Mengikuti kegiatan keagamaan.

meditasi-teta

Meditasi, satu kegiatan religius

Sumber:

https://mariadorfner.wordpress.com/2013/10/20/top-10-healthy-millionaire-mind-success-factors/

https://selfdevelopmentaddict.com/2014/12/20/the-millionaire-mind-book-summarynotes/

.

Advertorial

Gambar disfungsi ereksi

Gambar disfungsi ereksi 4

Anda mengalami disfungsi ereksi atau impotensi? Anda mengalami masalah frigiditas (dingin, tak punya libido)? Kini ada VIGOR, sirup herbal yang terdiri dari 17 bahan dan bumbu dapur, guna mengatasi penyebab, bukan sekadar menanggulangi akibat. Apakah ada jamu atau obat kuat di Indonesia dan mancanegara yang terdiri dari sekian banyak bahan? Tidak ada. VIGOR membawa harapan dan optimisme bagi anda. Sudah terbukti manjur.

Kunjungilah posting: https://sbelen.wordpress.com/2016/03/13/vigor-sirup-herbal-17-bahan-untuk-mengatasi-disfungsi-ereksi-pria-dan-frigiditas-wanita/

Info dan pesan CV SANO

Iklan

SMA Selamat Pagi Indonesia: Model sekolah entrepreneur berasrama serba-gratis

Januari 26, 2016

Pentas pesona sang garuda di SMA SPI

Siswa SMA Selamat Pagi Indonesia mementaskan Pesona Sang Garuda

 

Adakah sekolah menengah umum, SMA di tanah air yang terfokus membekali siswa menjadi entrepreneur? Umumnya dapat dikatakan tidak ada. Kalau sekolah menengah kejuruan, SMK membekali siswa menjadi entrepreneur ya itu logis, masuk akal karena itulah satu tujuan SMK sebagai sekolah terminal, lulusan terjun ke dunia kerja.

Jawaban atas pertanyaan ini adalah ada SMA seperti itu, yaitu SMA Selamat Pagi Indonesia (SMA SPI) di Kota Batu, Kabupaten Malang. Sekolah ini memiliki laboratorium entrepreneurship , sebagai sarana mendidik untuk membekali siswa menjadi entrepreneur.

SMA Selamat Pagi Indonesia Pentas 3

Inilah gedung utama SMA Selamat Pagi Indonesia di Batu, Malang

Adakah SMA di tanah air yang dapat dikatakan sebagai sekolah terminal terakhir yang tidak mendorong siswanya melanjutkan ke perguruan tinggi (PT) tetapi memotivasi siswanya untuk merintis usaha menjadi entrepreneur, menjadi pebisnis belia? Tidak ada. Tujuan SMA adalah terutama menyiapkan siswa agar mampu melanjutkan pendidikan ke PT. Lulusan yang tidak melanjutkan ke PT biasanya karena orang tua tidak mampu membiayai pendidikan lanjutan anaknya.

Jawaban atas pertanyaan ini adalah ada SMA seperti itu, yaitu SMA Selamat Pagi Indonesia. Sekolah ini mendidik untuk membekali siswa menjadi entrepreneur. Sekolah ini tidak melarang lulusannya melanjutkan pendidikan ke PT. Namun, mengingat lulusannya tidak lagi memiliki orang tua atau masih memiliki orang tua tapi tidak mampu, tampaknya hanya ada segelintir siswa yang akan melanjutkan ke PT. Ada lulusan yang telah bekerja atau punya usaha sendiri yang kemudian melanjutkan pendidikan ke PT atas biaya sendiri.

Adakah SMA tanpa bayar uang sekolah untuk sumbangan pembangunan pendidikan (SPP) yang disebut sekolah gratis? Ada, yaitu sekolah negeri. Namun, pakaian seragam, buku pelajaran harus tetap dibeli orang tua. Kegiatan ekskul (ekstrakurikuler) tetap harus dibiayai orang tua. Adakah SMA swasta di tanah air yang gratis, tanpa bayar SPP, tanpa bayar pakaian seragam dan tanpa bayar buku pelajaran, serta tanpa bayar kegiatan ekskul? Pada umumnya tidak ada.

Jawaban lain atas pertanyaan ini adalah ada SMA seperti itu, yaitu SMA Selamat Pagi Indonesia.

Adakah SMA berasrama yang orang tuanya tidak membayar uang asrama? Ada sedikit sekolah terutama yang didirikan panti asuhan. Namun, adakah SMA berasrama yang gratis segala-galanya, termasuk tanpa bayar uang asrama tapi siswanya malah mendapatkan uang tabungan bulanan sebagai imbalan terhadap kerjanya? Tidak ada.

Jawaban lain atas pertanyaan ini adalah ada SMA seperti itu, yaitu SMA Selamat Pagi Indonesia. Setiap bulan tiap siswa mendapatkan uang tabungan bulanan, yaitu di kelas I Rp 100 ribu dan di kelas II dan III Rp 150 ribu.

Adakah SMA serbagratis yang menerima anak yatim, anak piatu, anak yatim piatu, dan anak dari keluarga miskin dari Sabang siswa Merauke , dari Sangir-Talaud siswa Rote dan mendidik mereka menjadi calon entrepreneur? Tidak ada.

Jawaban lain atas pertanyaan ini adalah ada SMA seperti itu, yaitu SMA Selamat Pagi Indonesia.

?????????????

 

Seeing is believing

Tiga tahun ini dalam berbagai kesempatan pertemuan dengan pimpinan yayasan sekolah swasta, dalam pelatihan guru, dalam diskusi lewat milis, kami selalu mempromosikan SMA Selamat Pagi Indonesia. Agar omongan kami dipercaya, kami berpura-pura seolah-olah telah melihat langsung sekolah ini. Padahal, data yang kami gunakan hanya berbekal informasi dari internet dan cerita seorang ketua yayasan persekolahan di Palangkaraya ketika kami menatar guru-guru dan kepala sekolah yayasan ini di Palangkaraya. Agar lebih dipercaya, bila ada yang bertanya bagaimana meminta izin berkunjung ke sekolah ini, kami memberi nomor telepon sekolah, bahkan No. Hp pendirinya, yaitu Pak Julianto Eka Putra.

Sabtu, 16 Januari 2016, kesempatan berkunjung ke sekolah ini datang. Tanggal 15 s.d. 17 Januari, angkatan 1979 Fakultas Psikologi UI melakukan reuni di Surabaya, menjadi tamu Laksma A W Burhan dan Kolonel Mithra, dua teman angkatan kami yang bekerja di Dinas Psikologi Angkatan Laut di Sidoarjo. Laksma A W Burhan adalah Kepala Dinas Psikologi AL ini. Pada hari kedua Surabaya tour ini, kami berkunjung ke Malang, khususnya ke Kota Batu untuk mengunjungi Museum Angkut.

Ketika bus yang mengantar kami mendekati Museum Angkut di Kota Batu, tiba-tiba timbul niat saya untuk mengunjungi SMA Selamat Pagi Indonesia. Kunjungan ke Museum Angkut dapat dilakukan di waktu lain, bersama keluarga nanti. Langsung saya minta izin kepada ketua rombongan untuk memisahkan diri dari rombongan yang akan berkunjung ke Museum Angkut selama 2 jam. Setelah diizinkan saya menelepon temanku, seorang pengacara yang berdomisili di Kota Batu. Temanku yang masih muda ini bergerak cepat. Ketika bus rombongan tiba di Museum Angkut, temanku ini sudah tiba duluan di sana, siap mengantar saya ke SMA SPI.

 

 

?????????????

 

?????????????

Hamparan lahan 3,3 ha SMA Selamat Pagi Indonesia, dibatasi kali, anak sungai Brantas: Medan latihan kecakapan hidup dan entrepreneurship.

Setelah melapor ke Pos Satpam, kami dipersilahkan menemui Pak Didiek. Ketika berjalan menyusuri gedung-gedung sekolah ini mencari Pak Didiek, kami bertemu dengan seorang anak putri bernama Cika. Yang membuat saya heran, Cika menyapa kami, “Selamat pagi, Pak.” Dalam hati saya pikir, ah, anak ini salah. Masa’ siang dibilang selamat pagi. Waktu berjabat tangan, tangan kanan kami ditempelkan pada pipinya. Ia adalah seorang siswa kelas III, berusia 17 tahun, berasal dari Tobelo, Halmahera, Maluku Utara. Ayah dan ibunya telah berpisah.

Cika tampak ceria, lancar menjawab pertanyaan-pertanyaan. Tidak ada rasa canggung berbicara dengan tamu. Ia tidak ingin melanjutkan pendidikan ke PT. Cita-citanya menjadi pengusaha. Tiap bulan uang tabungannya bertambah Rp 150 ribu. Dengan uang yang terkumpul ia bisa berlibur ke Tobelo. Tapi, ia merasa tidak perlu berlibur. Ia betah terus belajar dan menimba kiat-kiat bisnis di sekolah ini. Berkali-kali ia menyelipkan kalimat “Semuanya ini karena kemurahan Tuhan.”

Waktu sedang diantar Cika, tiba-tiba seorang anak cowok berlalu. Cika memanggilnya untuk mendekat dan ia langsung mengucapkan selamat pagi, padahal hari telah siang. Kami berjabat tangan dan ia menempelkan tangan kanan kami ke pipinya. Melihat tampangnya sudah bisa kutebak, ah, anak ini pasti berasal dari Timor, dari “negeriku” NTT. Benar, dari SoE, Timor Tengah Selatan (TTS). Bilis anak yatim piatu. Ia kini berusia 16 tahun, kelas II. Iabetah di sini. Ia sudah bisa mengerti bahasa Jawa dan sekali-sekali menjawab dengan bahasa Jawa dalam percakapan dengan teman-temannya. Ia bernasib baik sampai ke sekolah ini karena didorong kepala SMP-nya di SoE agar melamar ke sekolah ini. Alekot (bagus), Bilis!

?????????????

Selalu selamat pagi. Ceria, gembira, sehat. Cika (kanan) dan Bilis (kiri).

 

Sekolah ini fenomenal karena gratis segala-galanya dan bahkan memberi uang kepada siswa sebagai imbalan latihan bekerja, latihan entrepreneurship. Sekolah ini hanya menerima anak yatim, anak piatu, anak yatim-piatu termasuk yang orang tuanya cerai, anak keluarga miskin orang tua masih bersatu dan lengkap. Dari seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, dari Sangir-Talaud siswa Rote. Persentase siswa yang diterima menurut persentase penganut agama di Indonesia sambil mengikuti kuota daerah agar siswa dari kelima agama yang diakui resmi di Indonesia dan dari berbagai daerah di Indonesia terwakili. Di sekolah yang menampung siswa beragam agama dan suku bangsa ini ditumbuhkembangkan semangat persatuan sebagai bangsa Indonesia yang menghargai perbedaan dan melaksanakan toleransi. Selain itu ditumbuhkembangkan pula jiwa entrepreneurship sebagai bekal mencari nafkah dan berbuat bagi bagi masyarakat sekitar.

mencemoh

Julianto Eka Putra pendiri SMA SPI.

Julianto Eka Putra 2

Bersemangat. Julianto di tahun 2012

Julianto Eka Putra

Julianto Eka PutraL Belajar dari mengalami. Mewujudkan impian anak-anak Indonesia harus mendapatkan pendidikan walau orang tuanya miskin.

Yenny Tantono

Yenny Tantono, istri Pak Julianto Eka Putra. Di belakang suami yang hebat ada istri yang hebat.

11825910_1130067353673595_5513002837954372967_n

Berlibur ke luar negeri bersama istri dan ketiga anak: Dari kiri ke kanan: Pak Julianto, Angeline, Bu Yenny Tantono, Jean, dan Stevanus. Anak-anak SMA Selamat Pagi Indonesia juga diberi kesempatan studi banding ke luar negeri.

 

Pendirinya adalah Julianto Eka Putra, pria asal Surabaya yang kini berusia 43 tahun. Masih muda. Ia bermimpi Indonesia menjadi bangsa yang saling menghargai perbedaan suku dan agama. Ia pun coba mewujudkan mimpi tersebut lewat SMA Selamat Pagi Indonesia, sekolah serbagratis yang dia bangun di Batu, Jawa Timur.

Sekolah yang mulai beroperasi pada 2007 ini unik. Siswa yang diterima di sekolah itu harus memenuhi syarat utama, yaitu yatim piatu atau punya orangtua tetapi amat miskin. Selama bersekolah, mereka tak mengeluarkan uang sedikit pun, bahkan mendapat uang saku Rp 100.000 – Rp 150.000 per bulan.

Tak hanya itu, dalam setiap penerimaan siswa baru, komposisi siswa yang diterima harus berasal dari sejumlah daerah, dari Sabang siswa Merauke. Proses seleksi semakin ketat karena siswa yang diterima per tahun harus mewakili kelima agama yang diakui di Indonesia.

Pada penerimaan siswa baru tahun 2007, sebanyak 27 siswa yang diterima dari kuota penerimaan 30 orang. Jumlah siswa sekolah ini tak sebanyak sekolah pada umumnya karena SMA Selamat Pagi Indonesia (SPI) bersistem asrama dengan tempat terbatas.

Ide spontan

Tahun 2000 Julianto memberikan motivasi bisnis di Surabaya. Waktu itu ia menjadi distributor sebuah produk kesehatan yang dipasarkan secara multi-level marketing (MLM). Pekerjaan yang ditekuninya sejak 1995.

”Tahun 2010 kita harus punya sebuah sekolah gratis,” kata Julianto waktu itu. Ia menyerukan kalimat itu secara spontan dan di luar naskah. Hadirin langsung bersorak. Namun, rekan dekat dan istri Julianto menganggap seruan spontannya itu sebagai keteledoran. Ia dianggap berbicara tanpa berpikir dulu.

Setelah itu dia baru bingung, bagaimana bisa membangun sebuah sekolah gratis, sementara penghasilannya sekitar Rp 20 juta per bulan.

Ia lalu mengajak rekannya berpartisipasi dengan menyumbang 5 persen dari pendapatan. Namun, uang yang terkumpul baru sekitar Rp 300 juta, masih jauh dari cukup.

Pendiri perusahaan tempat Julianto bekerja, Peter Chia, yang berada di Singapura, mendengar rencana pembangunan sekolah itu pada tahun 2003. Dia menghubungi Julianto dan menyatakan mau membantu. Peter meminta Julianto segera mencari tanah.

Batu dipilihnya karena daerah itu berhawa sejuk sehingga sekolah sekaligus asrama tak memerlukan banyak mesin pendingin ruangan. Biaya operasional bisa ditekan.

Julianto mendapat tanah 3,3 hektar seharga Rp 5,3 miliar. Tanah sudah ada, tetapi sekolah tak segera bisa dibangun karena dia sibuk dan biaya pembangunan gedung yang ditaksir Rp 7,5 miliar belum terkumpul.

Tahun 2005, selama tiga hari berturut-turut ia membaca berita tentang siswa yang bunuh diri karena tak punya uang untuk sekolah. Julianto berjanji dalam hati, jika esok hari masih mendapati berita serupa, artinya berita itu merupakan teguran dari Tuhan. Keesokan hari, ia membaca berita serupa.

Tanpa pikir panjang, Julianto mengumpulkan koleganya di Surabaya untuk membahas pembangunan sekolah. ”Apapun yang terjadi, sekolah itu harus dibangun sekarang,” katanya waktu itu.

Sekolah dan asrama itu pun dapat dibangun dengan dana sumbangan dari rekan-rekan Julianto dan uang pribadi. Kebetulan tahun 2001-2005 Julianto mendapat bonus 300 persen per tahun. Di perusahaan, Julianto kini menjadi distributor dengan tingkatan tertinggi, Royal Crown.

Saat sekolah itu berhasil dibangun lebih cepat dari yang diimpikan, Julianto merasa takjub. Ia menyebut sekolah yang berawal dari gagasan mustahil itu sebagai karya Tuhan.

Belajar hidup

Sistem pendidikan SMA SPI memakai kurikulum umum. Namun, siswa sebanyak mungkin tak belajar di kelas karena kelas akan memenjarakan imajinasi dan kreativitas siswa. Mereka banyak belajar di kebun atau pendopo di lingkungan sekolah.

Dengan misi menanamkan jiwa toleransi, ada lima guru agama berbeda di sini. Namun, dalam setiap perayaan hari besar agama, siswa yang tak merayakan ikut membantu. Mereka dilatih menghargai cara berdoa dan keyakinan pemeluk agama lain.

Keistimewaan lain yang dirasakan siswa adalah kesempatan studi banding ke luar negeri. Siswa diajak Julianto ke Singapura, China, Makao, dan Hongkong. ”Tak semua siswa ikut, hanya 13-17 siswa terpilih.”

Di luar negeri, siswa belajar melihat cara hidup orang lain. Misalnya, kerja keras para pedagang di China atau cara berjalan para pekerja di Singapura yang cepat. Julianto berharap, hal-hal positif itu dapat dicontoh dan kelak siswa pun menularkannya kepada masyarakat.

Setelah lulus, para siswa tak wajib menjadi entrepreneur. Mereka bebas menentukan profesi sesuai dengan bakat. Sekolah hanya memancing bakat mereka dan mengarahkan. Namun, banyak siswa yang lalu mengembangkan usaha seperti makanan ringan dan biro perjalanan.

Daya tarik SMA SPI itulah yang membuat banyak orang tua ingin menyekolahkan anaknya di sini. Pada penerimaan siswa baru angkatan pertama, tahun 2007, hanya ada 27 siswa. Mulai tahun 2012, kuota ditingkatkan menjadi 40 siswa, tetapi pendaftar mencapai 150 orang.

Penerimaan siswa juga dibantu jaringan Julianto dalam bisnis MLM yang tersebar di Indonesia. Sesuai namanya, sekolah itu bertujuan memberikan semangat dan harapan bagi anak yatim piatu dan tak mampu. SMA SPI juga mematahkan pola lama bahwa hanya anak pandai yang mendapatkan beasiswa. Jika sekolah seperti ini tersedia di banyak daerah, setiap pagi anak-anak akan berseru lantang, ”Selamat Pagi Indonesia!”

Sumber:

http://www.kaskus.co.id/thread/512aa7137e1243fa01000001/julianto-eka-putra-ajarkan-toleransi-lewat-sekolah-gratis/1

http://smaspi.blogspot.co.id/2012/06/kampoeng-kidz-julianto-eka-putras-story.html

http://hdabangherrys.blogspot.co.id/2010_11_01_archive.html

 

Sampai tahun 2011 tiap tahun sekolah ini menerima 30 anak, tahun 2012 – 2014 menerima 40 anak karena baru ada satu gedung tingkat yang menampung baik anak putra maupun putri. Tahun 2015 sekolah ini menerima 70 anak karena satu gedung tingkat baru untuk anak putri selesai dibangun. Kini menampung 142 anak dan 40 anak yang sudah lulus tapi tak tahu pulang ke kampung mau usaha apa. Ke-40 anak ini masih perlu bekal tambahan entrepreneurship.

 

?????????????

Latar belakang: Gedung bertingkat, asrama putri. Latar depan: lapangan dan fasilitas teater.

Angkatan I SMA SPI

Siswa angkatan I SMA SPI yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan beragama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha. “Kami bersatu. Kami optimis menatap masa depan.”

 

Proporsi anak putri sekitar 55% dan anak putra 45%. Mengapa lebih banyak anak putri? Karena, lebih banyak anak putri yang melamar. Jumlah guru 23 orang. Jumlah anak yang masih bersekolah di SMA ini sebanyak 142 orang. Jumlah ini ditambah 40 anak yang telah lulus SMA tapi masih ingin memperdalam penguasaan soal entrepreneurship, soal bisnis agar lebih percaya diri merintis usaha setelah kembali ke kampung halamannya

Kriteria penilaian siswa

?????????????

Pak Didiek, wakil kepala sekolah yang kami temui dalam kunjungan singkat ini. Pak Didiek menjalani pendidikan tinggi selama 4 tahun di Solo, 2 tahun di Australia, lalu 2 tahun di Malang. Hidupnya didedikasikan untuk mendidik anak-anak bernasib kurang beruntung agar mengubah nasib masa depannya.

Menurut Pak Didiek, SMA SPI tetap melaksanakan Kurikulum 2006 (KTSP 2006). Sekolah ini kurang sepaham dengan Kurikulum 2013, khususnya soal penilaian siswa. Karena, guru dituntut menilai siswa selagi mengajar dan terlalu dibebani administrasi penilaian. Dari pengalaman mendidik siswa, sekolah ini berpendapat, menilai siswa sebaiknya menerapkan kriteria sesuai dengan tujuan sekolah ini. Penilaian pun dilakukan dalam rentang waktu yang panjang. Kriteria penilaian siswa disingkat dengan akronim PAKSA, yaitu Pray, Attitude, Knowledge, Skill, Action.

?????????????

 

?????????????

Akronim kriteria penilaian pada baju kaus: PAKSA

 

Pray: Anak dibiasakan berdoa pribadi dan bersama-sama. Tiap pagi dan malam, 2 x sehari anak-anak berdoa bersama menurut agamanya masing-masing. Ada 5 guru untuk tiap agama yang siap memberi bimbingan.

Attitude: Sikap dan nilai-nilai yang penting agar menjadi insan berkarakter.

Knowledge: Pengetahuan akademis yang dinilai dari rapor.

Skill: terutama yang penting untuk menjadi entrepreneur.

Action: Jangan suka omong tanpa tindakan. Yang penting rajin. Praktik. Kerja.

?????????????

Latar depan: Bangunan yang menampung asesori yang dibutuhkan untuk pentas teater. Sekolah ini menekankan seni drama, seni pentas teater. Banyak pentas yang menunjukkan semangat nasionalisme, cinta bangsa dan tanah air. Para siswa mengatur sendiri, menjadi koreografer aneka-pentas.

?????????????

Asesori teater

?????????????

Asesori teater

Sekolah ini menyediakan fasilitas dan pendidikan kecakapan hidup (life skills) dan entrepreneurship dalam 12 divisi usaha, antara lain:

  • Pertanian, tanam-menanam
  • Peternakan kelinci, kambing, ayam, burung
  • Perikanan: ikan lele, ikan nila, dan jenis ikan lain
  • Restoran
  • Air isi ulang
  • Pemasaran
  • Merchandise: Jual suvenir dan oleh-oleh
  • Outbound
  • Event organizer (EO)
  • Tour & travel
  • Perhotelan: penginapan

Ke-12 divisi usaha itu dimaknai sebagai Laboratorium Enterpreneuership. Menurut Pak Julianto, hadangan ekonomi atau keuangan menjadi masalah bagi siswa SMA ini bila mereka ingin melanjutkan pendidikan ke PT. Karena itu, pendidikan di SMA ini merupakan pendidikan terminal, terakhir untuk terjun ke dunia kerja. Karena itu, sekolah ini membekali siswa dengan kecakapan hidup (life skills), yaitu kemampuan untuk memenangkan kehidupan, dan entrepreneurship, yaitu kemampuan menjadi seorang pengusaha. Melalui cara ini, kata Pak Julianto, kami memiliki kerinduan uinuk bisa melihat adik-adik ini bisa membangun kehidupannya menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Untuk keperluan PRAKTIK LIFE SKILLS dan ENTERPRENEURSHIP yang dipelajari, SMA SELAMAT PAGI mendirikan LABORATORIUM bernama KAMPOENG SUCCEZZ dan KAMPOENG KIDZ.

Melalui sarana laboratorium yang ada, para siswa bisa belajar mempraktikkan:

  1. Bagaimana menjadi customer service.
  2. Bagaimana menjadi seorang sales dan marketing.
  3. Bagaimana menjadi seorang petugas administrasi dan accounting.
  4. Bagaimana proses membangun dan mengelola sebuah kedai (kantin-tempat makan).
  5. Bagaimana menjadi seorang event organizer (EO) yang baik.
  6. Bagaimana melaksanakan hospitality (menerima tamu) melalui pengelolaan rumah tamu yang ada (guest house).
  7. Bagaimana melayani orang lain dengan baik.
  8. Bagaimana menjadi seorang team player yang baik.
  9. Bagaimana menjadi seorang supervisor yang baik.
  10. Bagaimana menjadi seorang pemimpin yang baik.

Sumber: http://www.selamatpagiindonesia.org/?module=academic&ID=5

?????????????

Tulisan pada bagian belakang baju kaus menunjukkan bahwa SMA SPI menggembleng siswa agar menjadi lulusan yang nanti mampu menjadi insan yang berguna (a valuable person) bagi masyarakat sekitarnya.

Untuk itulah, sebagai bekal hidup mereka, SMA Selamat Pagi Indonesia  memberikan fasilitas pembelajaran selain akademis juga tidak kalah penting pada pembelajaran life skills. Sebagai bagian tak terpisahakan, Yayasan menyediakan laboratorium Entrepreneurship, yaitu Transformer Center yang merupakan wadah bagi siswa-siswi SMA Selamat Pagi untuk belajar dengan model Experiential Learning.

Dalam Transformer Center ada beberapa unit usaha, yang dibangun sejak tahun 2009. Beberapa unit usaha itu, antara lain:

1. KAMPOENG KIDZ : Penyedia program edukatif untuk anak-anak.

Gambar Kampoeng Kidz

2. KAMPOENG TEENZ : Penyedia program edukatif untuk remaja.

Gambar Kampoeng Teens3. KAMPOENG SUCCEZZ : Penyedia program edukatif untuk mahasiswa dan profesional.

Gambar Kampoeng Profezzional

?????????????

 

?????????????

Baju kaus Kampoeng Kidz

3. PRODUCTION : Bidang usaha penghasil produk snack dan  minyak angin aroma teraphy.

Gambar production

4. LEARNING CENTER ACCOMODATION : Usaha penginapan untuk keluarga dan akomodasi training.

Penginapan SMA SPI

 

5. EAGLE TOUR & TRAVEL : Penyedia perjalanan wisata (tour and travel).

Eagle Tour

 

6. MERCHANDISE : Outlet penjualan suvenir dengan ribuan jenis produk lokal dan impor.

?????????????

 

7. ZPRING : Usaha air minum isi ulang dengan standar keamanan resmi.

8. RESTO : Usaha kuliner makanan tradisional Indonesia.

9. PERTANIAN & PETERNAKAN : Budidaya ternak kelinci, unggas, kambing, dan merpati serta unit usaha budidaya tanaman sehat berupa sayuran dan buah-buahan.

Anak-anak peternakan

Anak-anak pengunjung bermain dengan kelinci

Bertani SMA SPI

Menanam, menanam, dan menanam guna mencapai cita-cita ketahanan pangan nasional.

 

Berbagai macam usaha ini menjadi bagian pendidikan karakter, karena dengan berbagai kondisi dan permasalahan yang ada, dapat menjadi medan latihan yang luar biasa bagi perkembangan pengetahuan dan kepribadian siswa. Dengan didampingi langsung oleh praktisi-praktisi usaha yang selalu mendukung dan membekali siswa dalam mengoperasionalkan seluruh unit usaha mereka, membuat siswa-siswi SMA Selamat Pagi Indonesia mempunyai bekal teori maupun praktik.

Selain itu, siswa pun dididik agar peduli kepada masyarakat sekitar, terutama orang miskin di lingkungan sekitar sekolah. Dengan berbagai cara mereka terjun berbaur ke masyarakat setempat dan membantu orang yang susah. Ada ibu yang dibantu merasa terharu. Karena, anak-anak ini adalah anak yatim piatu atau anak keluarga miskin namun berhati mulia masih ingin membantu kami yang susah.

Para siswa dididik untuk memberi dari kekurangan, bukan dari kelimpahan.

 

Keceriaan di SMA SPI

Keceriaan, kegembiraan memperlancar kerja otak

 

Sumber: http://kampoengkidz.com/study-banding/

?????????????

Sari yang mengantar kami

Sari adalah siswa kelas II, muslim, berasal dari Malang. Orang tuanya masih lengkap namun tergolong keluarga kurang mampu. Ia dipanggil Pak Didiek dan diminta tolong mengantar kami berkeliling melihat kegiatan dan fasilitas sekolah ini. Seperti telah diduga, ia mengucapkan selamat pagi padahal hari sudah siang menjelang sore. Berjabat tangan dan menempelkan tangan kanan kami ke pipi. Bicaranya lancar, ceria, percaya diri. Ia bercita-cita menjadi reporter. Sering terucap dari mulutnya: “Semua ini karena kemurahan hati Tuhan.” Kata Sari, “Teman-teman dari luar Jawa pada awalnya belum mengerti bahasa Jawa. Tapi, kemudian bisa mengerti dan akhirnya bisa juga berbahasa Jawa.”

Waktu hendak berpisah, kami ingin memberi uang sekadarnya tapi ditolak dengan halus. Kemudian, kami tahu bahwa para siswa di sekolah ini dididik untuk tidak menerima uang dari orang lain. Walau berasal dari keluarga miskin, mereka dididik untuk tidak bergantung kepada pemberian orang. Harus percaya diri untuk mencari uang dengan kemampuan sendiri, melalui bekerja, melalui berwirausaha, melalui usaha berbisnis. Luar biasa!

20160116_161537

 

20160116_154707

Fasilitas kantin. Tiap anak yang datang untuk belajar dan bermain di Kampoeng Kidz, Kampoeng Teens atau Kampoeng Succezz membayar Rp 150 ribu, termasuk makan siang di kantin ini.

?????????????

Rumah produksi. Di rumah produksi ini siswa belajar antara lain membuat keripik snack dan minyak angin untuk terapi.

 

20160116_154851

 

20160116_154902

20160116_155344

20160116_154925

20160116_154920

Fasilitas budidaya burung puyuh

20160116_155333

Budidaya merpati

?????????????

 

?????????????

Budidaya anggsa dan mentok (sejenis ayam)

20160116_155243

20160116_155234

?????????????

Budidaya ayam negeri

 

20160116_155516

 

?????????????

 

?????????????

Budidaya ikan

 

?????????????

Tempat orang tua atau pengantar anak duduk santai ketika anak belajar sambil bermain

 

20160116_155105

20160116_155057

Budidaya kambing

 

20160116_155035

20160116_155031

Budidaya kelinci sekaligus menjadi ajang anak-anak pengunjung belajar memberi makan kepada kelinci dan bermain-main dengan kelinci.

20160116_154940

20160116_154937

Budidaya burung gelatik

 

?????????????

Kolam pada latar depan kiri adalah kolam yang dimanfaatkan untuk kegiatan bertualang, adventure anak-anak pengunjung yang ingin belajar sambil bermain.

20160116_160936

20160116_160932

Pertanda jalinan kerja sama dengan perusahaan. Isi tulisan ini adalah ucapan terima kasih dari anak-anak SMA SPI kepada kakak-kakak AO BCA yang menyumbang anakan pohon jambu, sebagai perwujudan cinta dan kasih sayang kepada mereka. Berharap pohon jambu ini bakal berbuah lebat dan dapat dinikmati banyak orang.

20160116_161107

20160116_155504

20160116_161318

Bercocok tanam dengan teknik pertanian organik

20160116_161002

Budidaya cendawan

20160116_162155

Kolam ikan dan kolam sebagai arena adventure (petualangan) anak-anak pengunjung

20160116_161923

Anak-anak pengunjung dapat belajar menangkap ikan

20160116_161916

Budidaya pohon buah-buahan

20160116_161709-1

Dua siswa putra: Kiri: dari Jogja. Kanan: dari Madura. Sehat, ceria, optimis menatap masa depan.

 

20160116_161612

Fasilitas rumah ibadah yang sedang dibangun. Untuk tiap agama dari 5 agama dibangun satu rumah ibadah.

 

20160116_161149

Dalam perjalanan keliling diantar Sari, kami bertemu dengan Wayan yang berasal dari Lampung, telah lulus SMA tapi masih ingin belajar lebih banyak tentang marketing (pemasaran) di sekolah ini. Sari tertawa, kok bisa ya ketemu kamu yang pakai baju kaus yang sama. Hahaha.

20160116_154833

Tempat anak-anak pengunjung belajar bercocok tanam

20160116_155758

Kedua siswa ini berpraktik melayani konsumen di Kidz Corner. Anak-anak pengunjung mengambil “uang” Kampoeng Kidz untuk membeli alat dan bahan, lalu membuat desain dan membuat karya seni dan kerajinan sendiri, seperti lukisan, bingkai lukisan, kalung dan gelang hiasan, tas, topi, dan rumah-rumahan 3 dimensi. Hasil karya ini dijual dengan harga yang ditentukan kedua siswa ini.

20160116_161801

Siswa ini menjelaskan cara dan proses mengambil “uang” Kampoeng Kidz kepada anak pengunjung, menciptakan desain atau karya buatan sendiri, lalu dijual. Kerja siswa ini dihargai dengan diberi imbalan uang yang dihitung untuk menambah tabungan Rp 100 000 – Rp 150 000 per bulan. Betapa indah belajar mencari uang untuk pemenuhan kebutuhan pribadi. Dari tabungan ini, siswa dapat mengirim uang kepada orang tua atau saudaranya ataupun mengirim ke adiknya agar bisa bersekolah di kampung halaman. Luar biasa!

 

Craft 4

Craft 3

Craft

Alat dan bahan untuk membuat desain dan karya sendiri

 

20160116_161033

20160116_161115

Anak-anak ini bermain memanen buah-buahan didampingi siswa SMA ini dan orang tua anak yang memakai topi petani.

 

Adventure di SMA SPI

20160116_161051

20160116_161048

Tempat anak-anak pengunjung belajar bertualang (adventure).

 

20160116_160745

Wishing Garden, taman harapan. Pengunjung dapat mengungkapkan harapannya di waktu mendatang atau masa depan. Siswa dan pengunjung yang beragama yang sama berdoa bersama menurut agama masing-masing agar harapan dikabulkan Tuhan.

 

20160116_160815

Agama Islam

 

20160116_160811

Agama Katolik

 

20160116_160805

Agama Hindu

 

20160116_160751

Agama Buddha

 

20160116_160757

Agama Kristen

20160116_162033

Tempat kasir

 

20160116_162030

Belajar menjual, bagaimana melayani pembeli dengan ramah.

 

20160116_160407

Kiri: Fang Fang dari Selat Panjang, sebuah pulau di Kepulauan Riau. Kanan: Clara Rima dari Blitar. Ceria, gembira, ramah, optimis. Belajar menjual, melayani konsumen. Ketika uang kembalian dibilang untuk adik saja, mereka menolak dengan halus. Belajar mencari uang dengan keringat sendiri. Tidak bergantung kepada belas kasihan orang dalam perjuangan kehidupan.

 

20160116_160335

Born to be great”. Setiap anak dilahirkan dengan potensi menjadi orang hebat. Sekolah ini menyediakan lingkungan yang mendukung perkembangan potensi anak agar mengubah nasib di masa depan.

20160116_155843

 

20160116_155902

Kae Gita yang berasal dari Sidrap, Sulawesi Selatan, belajar melayani konsumen yang ingin membeli suvenir dan oleh-oleh. Orang tua masih lengkap tapi kurang mampu secara ekonomis untuk menyekolahkan anaknya. Percaya diri untuk berjuang mengubah nasib.

 

20160116_161944

“Hall berkat” ini adalah gedung pertemuan untuk menampung kegiatan seminar, lokakarya, dan training perusahaan atau instansi apapun.

 

20160116_160927

Pak Julianto sedang berbicara memberi motivasi dalam acara di dalam gedung pertemuan ini.

 

20160116_230002

Bagian depan baju kaus sekolah ini: Selamat Pagi Indonesia. Membawa fajar semangat persatuan bangsa.

20160116_230028

20160116_230052

Bagian belakang baju kaus sekolah ini: Menjadi jembatan persatuan bangsa Indonesia dari beragam suku dan agama.

 

Pengumuman pendaftaran siswa baru lewat email dan WhAtsup

Selamat Pagi….

Tahun ajaran 2016-2017 Sekolah Gratis SMA SELAMAT PAGI INDONESIA-Kota Batu kembali membuka pendaftaran siswa baru.

Bagi rekan-rekan dapat merekomendasikan anak-Anak Yatim piatu/yatim/piatu dan tidak mampu di sekitar Anda untuk dapat mengikuti seleksi tahun ajaran ini.
Sedikit hal yang kita bisa lakukan untuk dapat ikut memastikan anak-anak bangsa yang benar-benar sangat membutuhkan pendidikan setingkat SMA, tapi hal itu akan sangat berharga bagi mereka. Kami menerima pendaftaran untuk siswa-siswi dari 5 agama dan dari berbagai daerah di Indonesia.

Sekolah gratis SMA Selamat Pagi Indonesia akan membiayai mereka dalam pendidikan berikut dengan biaya hidup di asrama Selama 3 tahun.
Informasi selengkapnya dapat menghubungi:

Didik Tri Hanggono 081233005205
Abdy Riskiyanto 085933088017
Risna amalia 081233199919
atau langsung unduh formulir pendaftarannya di www.selamatpagiindonesia.org

Graha Belajar SMA SPI.
Jl. Raya Pandanrejo No. 2 Bumiaji-Kota Batu-Jawa Timur
Telp. 0341-512743

Pentas seni teater

Sekolah ini amat menekankan pendidikan seni drama, seni pentas teater. Perlengkapan dan asesori pentas teater disediakan sekolah. Koreagrafi teater dikembangkan siswa sendiri dan penanganan teater diatur siswa sendiri. Belajar mengorganisasi dan mengembangkan kreativitas.

Pentas pesona sang garuda di SMA SPI

Pentas Pesona Sang Garuda

The Chipmunks Penampilan gerak dan lagu enerjik dan lucu

The Chipmunks: Penampilan gerak dan lagu yang enerjik dan lucu

 

My transformation pentas kisah anak-anak SMA SPI

My transformation: Pentas kisah anak-anak kurang beruntung bertransformasi di SMA SPI

 

Studi banding ke luar negeri

Anak-anak yang semula tampak bernasib kurang beruntung mendapatkan kesempatan mengubah nasib melalui pendidikan di SMA Selamat Pagi Indonesia. Sekolah ini memiliki program studi banding bagi para siswa yang memenuhi kriteria untuk mengunjungi negeri-negeri lain, seperti ke Hongkong, Makau, dan Shenzhen di China. Para siswa pun melakukan studi banding dengan menumpangi kapal pesiar terbesar di Asia, yaitu Mariner of the Seas 6 hari 5 malam, untuk mengunjungi Garden by the bay, Orchad Road di Singapura, Penang dan Langkawi di Malaysia, dan James Bond Island, Phuket di Thailand. Pada kesempatan ini siswa melakukan panjat tebing (rock climbing), bermain golf mini, bermain basket, melakukan aktivitas kebugaran fitness, berendam di kolam air panas Jacuzzi, dan makan enak (fine dinning) di atas kapal pesiar Mariner of the Seas. Kata siswa waktu makan enak di atas kapal itu, “Baru tahu bagaimana merasa seperti orang kaya.”

Rasanya seperti mimpi menjadi kenyataan. Bahkan, waktu kecil mereka pesiar ke luar negeri mungkin tak mampir dalam mimpi mereka. Meskipun demikian, di sekolah ini ditekankan:

A dream doesn’t become reality

through magic.

It takes sweat, faith, determination, hard work

and miracles.

(Sebuah mimpi tidak menjadi kenyataan melalui magi. Ia menuntut keringat, iman, ketekunan, kerja keras, dan mujizat).

Kunjungan luar negeri akan membuka wawasan siswa dan diberi peluang mengaati bagaimana kenyataan hidup di negeri orang.

 

Studi banding ke luar negeri SMA SPI 3

Studi banding ke luar negeri SMA SPI 2

Studi banding ke luar negeri SMA SPI 1

 

Studi banding ke luar negeri SMA SPI 4

Dunia tidak selebar daun kelor. Peluang bisnis terbuka lebar asalkan kita jeli membaca dan memanfaatkan peluang.

Amati video

Inilah gambar 5 siswa SMA Selamat Pagi Indonesia yang kami ambil dari Video Our Story – SMA Selamat Pagi Indonesia (Official Video).

 

Ona dari Maluku SMA SPI

“Saya Ona. Saya berasal dari Maluku. Sejak saya lahir sampai sekarang ini, saya belum pernah melihat wajah ayah saya. Ayah saya sudah meninggal.”

Fatkha dari Jombang SMA SPI

“Saya Fatkha dari Jombang. Sejak ibu saya meninggal, saya terpaksa menjadi pembantu rumah tangga. Supaya saya tetap bisa bersekolah.”

Olfa dari Poso SMA SPI

“Saya Olfa dari Poso. Saat kerusuhan itu terjadi di tanah saya, saya merasa sangat takut. Sejak saat itu, saya mengalami trauma yang sangat dalam. Saat saya berusia 13 tahun, saat itulah ayah saya dipanggil Tuhan.”

Keller dari Papua SMA SPI

“Saya Keller dari Papua. Untuk bisa ke sekolah, saya harus berlari melewati enam sungai dan tiga gunung dan pernah dikejar macan.”

Ien dari Medan SMA SPI

“Saya Ien dari Medan. Orang tua saya sudah tidak ada. Sekarang saya tidak punya siapa-siapa lagi.”

Guna mengenal lebih jauh tentang SMA yang fenomenal ini, bagaimana rasanya menjadi siswa di sekolah ini, dan pengalaman mereka, amatilah video berikut ini:

Our Story – SMA Selamat Pagi Indonesia (Official Video). Klik: https://www.youtube.com/watch?v=fpxWEmSfcZM

Our Story 2015 (SMA Selamat Pagi Indonesia). Klik: https://www.youtube.com/watch?v=c9feXmlsU4k

SMA Selamat Pagi Indonesia Explore with Mariner of The Seas – Transformer Center. Klik: https://www.youtube.com/watch?v=Yv8GwiV-X9M

The Kitchen of Kampoeng Kidz – Transformer Center. Klik: https://www.youtube.com/watch?v=0eEPWcs8D7k

.

Advertorial

Logo CV Sano

CV SANO, Jatibening, Bekasi telah memproduksi dan menjual 4 produk sirup herbal ke seluruh Indonesia dan bahkan Malaysia.

Dari Sano ke Xanthi

Sano mampu menyembuhkan sekitar 50 penyakit (harga per botol 125 mili Rp 60 ribu dari kami sebagai produsen untuk 30 sendok makan atau konsumsi 30 hari; tiap hari hanya 1 sendok makan), Fides sekitar 70 penyakit (Rp 75 ribu), VCO Plus (Rp 85 ribu)  dan Xanthi (Rp 85 ribu) masing-masing sekitar 100 penyakit. Harga pada tingkat agen dinaikkan untuk menutupi ongkos kirim dan kurir, biaya promosi, dan sedikit keuntungan dari jasa melayani konsumen.

Ekstrak kulit manggis kombinasi - Copy

.

Kartu nama Yuni Juli 2015

Mengapa dan bagaimana mendidik anak agar meraih kebebasan finansial nanti?

Desember 22, 2014

get-out-of-credit-card-debt

Rabu, 10 Desember 2014 kami menjadi narasumber seminar sehari tentang ITPreneurship, entrepreuship siswa memanfaatkan teknologi informasi bersama para kepala sekolah dan guru SMP dan SMA Jakarta di Toko Buku Gramedia, Matraman, Jakarta Pusat. Topik presentasi kami adalah “Gagasan ITPreneur dalam kerangka Edupreneurship di sekolah”. Dalam seminar itu para peserta melakukan pula kegiatan praktik wirausaha siswa yang berhubungan dengan mata pelajaran. Dalam acara itu, Nico Sembiring, anak muda jebolan Sekolah Tinggi Pariwisata / Perhotelan Sahid menceritakan pengalaman dia dan teman-temannya merintis usaha desain dan produksi busana dengan nama “ArtAddict” sejak dari bangku kuliah sampai sekarang setelah tamat. Cita-cita lulusan sekolah tinggi pariwisata / perhotelan adalah bekerja di kapal pesiar karena gajinya tinggi. Tapi, berapa puluh ribu lulusan yang tamat dan melamar bekerja di kapal pesiar? Persaingan amat ketat. Lalu, setelah tidak bekerja di kapal pesiar, mau kerja apa dan di mana? Kalau menjadi karyawan hotel berarti menjadi jongos hotel dan tamu.

Tampaknya banyak lulusan PT berbagai bidang terbentur menjadi PNS atau memang tidak ingin menjadi pekerja yang disuruh orang. Mereka memilih terjun berbisnis. Kata mereka, kuliah di fakultas atau jurusan apa saja, eh ujung-ujungnya terjun bisnis untuk mencari nafkah dengan visi inovasi agar mandiri secara finansial.

20141210_101104

20141210_114118

Seminar sehari tentang ITPreneurship di Toko Buku Gramedia Matraman. Sayang kami tak mengabadikan kegiatan praktik wirausaha yang dilakukan peserta.

20141210_114128

Nico Sembiring bercerita tentang usaha mandiri desain dan produksi busana ArtAddict yang menyasar anak-anak muda

Masih hangat dengan ide-ide edupreneurship, kami tampilkan satu seri posting di status Facebook kami tentang pendidikan kewirausahaan itu. Karena tampak ada benang merah, kami rangkum seri posting FB itu menjadi satu posting dengan judul di atas.

Selamat membaca!

 

4 cara menciptakan atau menghasilkan uang

 rich-dadddy-poor-daddy

Buku masterpiece Robert Kiyosaki

Rich dad poor dad Robert Koyasaki

Terjemahannya dalam bahasa Indonesia

robert_kiyosaki_cash_flow_quadrant_rich_dads_guide_financial_freedom_abridged_compact_discs2

Bukut Robert Kiyosaki berikutnya yang diterjemahkan dalam berbagai bahasa dunia dan laris manis

the-cashflow-quadrant-robert-t-kiyosaki-cover

Terjemahannya dalam bahasa Indonesia

Buku Robert Kiyosaki berjudul RICH DAD, POOR DAD menjadi karya agungnya (masterpiece). Sukses terjual jutaan eksemplar yang diterjemahkan ke berbagai bahasa dunia. Dalam buku ini Kiyosaki menceritakan tentang dua ayahnya, yaitu ayah pertama adalah ayah biologisnya yang dijuluki “poor dad” (ayah miskin) dan ayah seorang sahabatnya yang dijuluki “rich dad” (ayah kaya). Kedua ayah ini mengajarkan Robert Kiyosaki bagaimana meraih cita-cita atau tujuan keuangannya dan mencapai sukses tapi dengan pendekatan yang berbeda.

Ayahnya yang miskin menggunakan sedemikian banyak waktu untuk bersekolah dan mencapai gelar Doktor (Ph D) akhirnya mendarat pada pekerjaan yang memberinya gaji tinggi kepala dinas pendidikan Negara Bagian Hawai. Namun, kariernya berakhir dengan banyak tagihan yang sulit dibayar dan akhirnya meninggal sebelum lunas membayar hutang-hutangnya. Sementara, ayahnya yang kaya keluar dari sekolah ketika berusia 13 tahun tapi berakhir dengan memiliki sebuah kerajaan bisnis. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Lihat saja ide-ide kontras yang diyakini tiap ayah.

Ayahnya yang miskin berkata: “SAYA TIDAK DAPAT MEMBELI / MEMBAYARNYA!” sementara ayahnya yang kaya berkata: “BAGAIMANA SAYA DAPAT MEMBELI / MEMBAYARNYA?”

Ayahnya yang miskin berkata: “UANG ADALAH AKAR DARI SEMUA KEJAHATAN!” sementara ayahnya yang kaya berkata: “KEKURANGAN UANG ADALAH AKAR DARI SEMUA KEJAHATAN!”

Dengan memandang dua ide kontras ini, otak ayahnya yang miskin berhenti bekerja bila ia mengatakan kedua pendapat itu, membunuh prakarsanya dan meningkatkan sikap negatif sementara otak ayahnya yang kaya tetap memikirkan cara-cara menciptakan inisiatif dan meningkatkan optimisme. Yang mana yang terbaik? Tentu saja, tak terbantahkan, ide-ide ayahnya yang kaya.

Robert Kiyosaki menggunakan istilah LOMBA TIKUS. Ini adalah perlombaan antara PENDAPATAN (INCOME) dan PENGELUARAN kita sepanjang hidup. Kita menerima pendapatan kita secara teratur dan kita membelanjakan jumlah uang yang sama untuk membayar tagihan-tagihan dan memuaskan keinginan-keinginan kita. Sekarang kita terperangkap dalam lomba tikus ini. Kita menjalani kehidupan kita untuk membayar tagihan harian kita! Sekarang , bagaimana kita dapat lolos dari perangkap lomba tikus ini? Ya, melalui memahami Kuadran aliran uang tunai – Panduan Ayah Kaya ke Kebebasan Finansial (The Cashflow Quadrant – Rich Dad’s Guide to Financial Freedom). Buku berikutnya yang terbit dan diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dunia dan laris manis terjual berjudul: The Cashflow Quadrant yang menjelaskan 4 cara menciptakan / menghasilkan uang.

 

ebsi

Kuadran Robert Kiyosaki 3

Kuadran cara cari uang & contoh 2

Inilah gambar-gambar Kuadran Aliran Uang Tunai (The CASHFLOW Quadrant) atau 4 cara menciptakan / menghasilkan uang menurut Robert Kiyosaki (pengusaha AS terkenal, generasi keempat imigran Jepang di AS, asal Hawai seperti Presiden Barrack Obama).

Robert Tiyosaki

Robert Kiyosaki: Selalu optimis menatap masa depan

Paparan ini mengantar kita ke pemahaman di mana income (pendapatan) kita mengalir? Dibagi ke dalam 2 bagian utama. Bagian kiri disebut “Income Aktif”dan bagian kanan disebut “Income Pasif.” Apa bedanya? Income Aktif berkata “Anda bekerja untuk uang” sedangkan Income Pasif berkata “Uang bekerja untuk anda.”

Selanjutnya dua bagian ini dibagi lagi ke dalam 4 kuadran. Kuadran 1 disebut Employee, pekerja. Kuadran 2 disebut Self Employed (Self Employee), pekerja untuk diri sendiri. Kuadran 3 disebut Business Owner, pemilik perusahaan. Kuadran 4 disebut Investor. Dari 4 kuadran ini, anda termasuk di mana? Dari posisi sekarang, apa cita-cita atau rencana anda untuk beralih ke kuadran mana suatu saat nanti?

Kuadran 1 (kotak kiri atas): E atau Employee: Mungkin banyak dari kita masuk dalam kuadran ini. Kita punya satu pekerjaan tetap. Kita harus bekerja keras, mengikuti perintah boss dan atasan atau mandor kita dan untuk itu kita dibayar. Kita tidak sepenuhnya menguasai waktu kita. Kita termasuk orang-orang yang mengejar rasa aman atau jabatan. Mereka adalah orang-orang yang bekerja keras untuk menapaki jenjang jabatan perusahaan / kantor. Semakin tinggi mereka menaiki tangga jabatan, semakin tinggi bayaran yang diberikan. Sayang, semakin tinggi bayaran, semakin tinggi pula pajak pendapatan. Lalu, kecenderungan manusia adalah semakin besar pendapatan, semakin meningkat pula keinginan / kebutuhan. Dan, bukanlah mereka yang jadi makin kaya. Yang makin kaya adalah boss mereka. Yang makin kaya adalah perusahaan mereka.

Akan tiba waktunya, mereka akan merasa capek. Badan mereka akan rontok dimakan usia. Dan, tatkala mereka berhenti bekerja, mereka akan berhenti menerima pendapatan dan hanya tertinggal pensiun kalau diterapkan sistem pensiun di perusahaan / kantor mereka. Yang jelas, pensiun itu lebih kecil dari gaji waktu mereka masih aktif bekerja.

Contoh employee atau pekerja adalah pegawai negeri sipil (PNS), anggota TNI, karyawan perusahaan / instansi swasta, buruh pabrik, buruh tani.

Kuadran 2 (kotak kiri bawah): S Self Employed (self employee): Anda bekerja untuk diri sendiri. Perbedaan dengan employee atau pekerja adalah self employed (self employee) mengatur waktunya sendiri karena mereka tidak punya atasan. Mereka dapat mengambil keputusan sendiri. Mereka adalah orang-orang yang suka independensi, tidak suka ketergantungan. Mereka tidak suka bekerja untuk orang lain. Sebagai gantinya, mereka suka bekerja untuk dirinya sendiri.

Yang termasuk kuadran ini adalah dokter yang tidak bekerja di rumah sakit tapi membuka praktik sendiri. Juga, penulis buku yang menulis buku di rumah, menyerahkan naskah ke penerbit yang akan menerbitkan bukunya dan kemudian ia mendapatkan royalti. Yang juga termasuk kuadran ini adalah guru yang tak mengajar di sebuah sekolah tapi membuka les untuk siswa di rumahnya atau mendatangi siswa di rumah mereka. Atau, anda membuka bengkel service sepeda motor atau mobil, warung atau restoran, salon kecantikan, menjadi tukang bakso, tukang sate, penjaja keliling, usaha fotokopi, toko alat tulis, toko busana, toko kelontong.

Mayoritas penduduk Indonesia yang termasuk kuadran ini adalah para petani kita yang memiliki lahan dan bekerja sebagai petani sawah atau petani ladang. Juga, peternak kita yang menggembalakan sapi, kerbau, kuda, kambing dan domba di padang sabana atau yang membudidaya dan beternak sapi, kerbau, kambing, domba, babi, ayam, bebek, angsa, dan ikan air tawar. Juga, nelayan yang punya perahu dan alat tangkap sendiri, pembuat garam, penambak ikan dan udang serta usahawan rumput laut di laut pesisir pantai.

Anda bekerja sendiri dan juga mempekerjakan orang dalam usaha anda tapi usaha anda masih bertaraf mirko atau kecil, belum punya sistem, belum menjadi perusahaan berbentuk CV atau PT, belum diwajibkan membayar pajak kepada negara, belum punya manajer atau CEO yang bekerja untuk anda. Anda masih terjun cukup penuh dalam usaha anda. Dalam bahasa awam atau bahasa klise kuadran Self Employed ini dapat disebut wirausahawan yang membuka usaha sendiri dan bekerja sendiri dan mungkin mempekerjakan tenaga kerja terbatas.

Contoh yang lain adalah pengacara, aktor / aktris, wartawan freelance, pedagang, dan beragam usaha jasa lain. Mereka adalah pekerja untuk dirinya sendiri. Dan, jika mereka berhenti bekerja, mereka akan berhenti menerima pendapatan.

Kuadran 3 (kotak kanan atas): B atau Business Owner: Mereka adalah insan yang suka mendelegasikan tugas. Mereka lebih memusatkan perhatiannya pada aktivitas yang menghasilkan keuntungan terbanyak. Mereka mempekerjakan orang-orang yang lebih pintar dari mereka untuk melakukan pekerjaan untuk mereka. Mereka membangun sistem bagus, yang solid dan mereka memiliki sistem itu. Mereka membangun sumber-sumbernya (modal, gedung produksi, pabrik, bengkel, hotel, mobil, serta peralatan dan fasilitas) agar memungkinkan sistem ini berjalan. Dan, mereka dapat meninggalkan perusahaannya untuk berlibur dan terkadang meninggalkan pekerjaannya tapi tetap menghasilkan uang karena ada orang-orang yang bekerja untuk mereka. Contohnya kuadran ini adalah para taipan, konglomerat, dan pengusaha waralaba (franchisers) yang telah membangun bisnis yang solid.

Apakah anda termasuk kuadran ini yang menjadi pemilik perusahaan yang dibangun dengan sistem, dengan struktur organisasi yang rapi dan jelas, dengan karyawan yang terbagi dalam divisi-divisi dan bertahap berkembang membuka cabang atau agen yang menjangkau wilayah pemasaran yang lebih luas? Semula anda masih bekerja penuh waktu tapi secara bertahap anda mendelegasikan tugas kepada karyawan anda. Setelah perusahaan berkembang menjadi besar mungkin anda mempekerjakan eksekutif atau manajer atau bahkan CEO yang menjalankan dan mengelola perusahaan anda. Mungkin anda hanya duduk sebagai penasihat atau komisaris perusahaan yang hanya mengawasi dan hanya terjun bila dibutuhkan. Sebagai pemilik perusahaan, perusahaan anda yang dikelola manajer atau CEO memberikan keuntungan bagi anda. Perusahaan anda telah menjadi aset anda yang amat bermurah hati mendatangkan duit demi duit ke dalam kocek atau rekening pribadi anda. Kalau anda punya dua perusahaan dan ingin fokus ke satu perusahaan, mungkin anda menjual satu perusahaan dan mendapatkan keuntungan dari hasil penjualan ini.

Kuadran 4 (kotak kanan bawah): I atau Investor:Inilah orang-orang yang telah membangun aset-asetnya dan tidak bekerja untuk mencari uang lagi. Sebagai gantinya, aset-aset yang telah mereka kumpulkan bekerja untuk mereka, memberi pendapatan tetap bahkan bila mereka tidak bekerja. Inilah insan-insan yang disebut “hidup dari bunga uangnya”. Mereka dinafkahi aset dan investasinya. Uang bekerja untuk mereka. Mereka menginvestasikan uangnya untuk mendapatkan lebih banyak uang. Mereka bisa membedakan mana yang merupakan aset dan mana yang merupakan kewajiban (liability). Contohnya adalah investor di pasar saham dan real estate.

Yang termasuk kuadran ini adalah orang-orang yang menginvestasikan uang mereka dengan ikut bermain valas di bursa efek melalui pialang berpengalaman dan hebat, menanam saham di perusahaan lain atau membangun dan menyewakan gudang, mobil travel, rumah untuk dikontrak, membeli apartemen untuk dikontrakkan atau membeli tanah untuk disewakan. Termasuk kagegori ini adalah orang yang menabung uangnya dalam bentuk deposito atau membeli saham perusahaan yang telah go public. Ada investor yang bermain dalam bisnis properti. Ia beli rumah dengan harga murah pada masa resesi dn menjual kembali rumah itu dengan harga tinggi waktu ekonomi membaik. Hasil penjualan rumah ini digunakan lagi untuk membeli rumah atau apartemen lain lalu menjualnya waktu harganya melambung tinggi. Begiut seterusnya uang hasil investasinya diputar dan membuat mereka kaya raya. Aset yang anda miliki membayar ‘gaji bulanan” anda. Anda bisa memutuskan pensiun dini dan tinggal duduk ongkang-ongkang kaki dan aset anda-lah yang tetap “menggaji” anda.

Apakah anda melihat perbedaan antara ke-4 kuadran ini? Satu-satunya jalan agar lolos dari lomba tikus adalah dengan beralih dari income aktif ke income pasif, dari employee (pekerja) atau self employee (pekerja untuk diri sendiri) ke business owner (pemilik perusahaan) atau investor.

Robert Kiyosaki mengatakan: “Orang kaya membeli aset-aset. Orang miskin hanya membelanjakan uangnya. Klas menengah membeli liabilities (kewajiban membayar asuransi, kredit rumah tinggal, kredit mobil pribadi) dan mereka berpikir bahwa itu adalah aset. Orang miskin dan klas menengah bekerja untuk mendapatkan uang. Orang kaya memiliki uang yang bekerja untuk mereka.”

Menurut Robert Kiyosaki, kalau memilih menjadi employee / pekerja / karyawan atau menjadi self employee / kerja sendiri, anda berada di jalan yang tak akan mengantar anda menjadi orang kaya benaran. Kalau memilih menjadi business owner / pemilik perusahaan / pengusaha atau investor, anda berada di jalan yang mengantar anda menjadi orang kaya benaran. Kaya benaran berarti anda bebas secara finansial, mencapai financial freedom, independen dalam soal keuangan, mencapai financial independence untuk memenuhi kebutuhan hidup sendiri dan keluarga sekarang dan di masa depan, tanpa merasa khawatir tidak punya cukup uang. Aset-aset anda yang membayar atau menggaji anda.

Lihat juga:

http://www.millionaireacts.com/48/robert-kiyosaki-rich-dad-poor-dad-cashflow-quadrant.html

Dari posisi anda sekarang, jalan mana yang akan anda pilih dari 4 kuadran ini? Selamat menjadi orang kaya benaran. Anak anda akan menyebut anda Rich Dad, Rich Mum atau Poor Dad, Poor Mum (ayah / ibu miskin atau ayah / ibu kaya). Beralih dari pekerja dan mulai berwirausaaha sebagai self employee yang bekerja sendiri  lalu berkembang sampai ke memiliki perusahaan yang punya sistem sendiri tidak bergantung umur berapa dan pendidikan sampai tingkat apa. Entrepreneur atau pengusaha yang memiliki perusahaan dengan sistem yang jelas muncul dari golongan umur mana pun dan dari tingkat pendidikan apa pun. Kalau sekarang anda berada di posisi sebagai employee yang bekerja untuk organisasi atau perusahaan orang lain atau sebagai self employee yang bekerja sendiri mencari nafkah, apakah anda ingin anak anda mengikuti jejak anda menjadi employee atau self employee? Anda ingin anak anda memilih atau terjun pertama kali ke kuadran yang mana dari ke-4 kuadran ini? Teladan anda dalam bekerja dan pola asuh anak yang anda pilih dan tempuh dalam keluarga anda akan mempengaruhi pilihan anak anda di kemudian hari.

 

Kalau anda memilih menjadi employee (pekerja, karyawan yang bekerja pada kantor atau perusahaan orang lain) atau menjadi self employed (kerja sendiri seperti wartawan freelance, penulis buku, dokter yang buka praktik sendiri atau jadi guru les privat, usahawan kecil, penjaja keliling), kemungkinan besar anda akan dipusingkan dengan ATM yang saldonya pas-pasan, bingung karena belum membayar kartu kredit anda, jengkel karena uang kurang untuk melakukan service menyeluruh terhadap mobil anda atau hidup belum tenang karena belum punya rumah sendiri, masih kontrak.

Kalau nasib menerjunkan anda menjadi pengusaha atau investor yang punya aset yang “menggaji” anda, mungkin sekali anda tak dibuat pusing seperti yang dialami employee atau self employee. Namun hidup ini harus hati-hati. Kata Robert Kiyosaki pada ke-4 jalan menciptakan / mendapatkan uang ini peluang bangkrut itu bisa hinggap di semua jalan itu.

 

 

Pensiun itu bukanlah masalah umur tapi masalah pendapatan

Anda mau membuka restoran Padang “SEDERHANA” di tempat anda? Anda mau membuka supermarket Indomart atau Alfamart di jalan raya dekat rumah anda? Anda mau menjadi agen JNE di payilyun rumah anda yang kebetulan letaknya strategis? Nah, anda membeli format bisnis pengusaha lain yang sudah kaya dan anda pun bisa jadi orang kaya juga. Anda harus membayar fee kepada pengusaha kaya itu dari keuntungan yang anda raih.

Atau, anda sendiri mau membuka usaha sendiri? Lalu, usaha anda itu berkembang menjadi perusahaan berbentuk CV atau PT yang kian maju dan akhirnya merambah ke berbagai daerah di Indonesia, bisa saja anda menjual format bisnis anda, mengajak orang di daerah menjadi franchise anda. Cabang atau agen lain di daerah akan membayar fee kepada anda. Kalau sudah sampai ke taraf itu, mungkin anda mulai berpikir untuk pensiun dini. Tiap bulan tinggal anda dapat setoran dari franchises anda yang tersebar di mana-mana.

Kalau anda sudah punya banyak bidang tanah, banyak rumah, gudang, mobil travel, apartemen yang siap dikontrak, nah aset anda itu akan “menggaji” anda tiap bulan. Mungkin telah tiba saatnya anda memilih pensiun dini, tinggal momong cucu dan ajak cucu berlibur ke destinasi wisata di mana pun yang terjangkau kocek anda.

 

Anda sekarang sudah mendapatkan pekerjaan dan gaji anda dibayar pemerintah atau perusahaan tiap bulan. Mungkin sebagai PNS anda mendapat gaji ke-13 dan honor tambahan atau sebagai karyawan perusahaan mendapat bonus tahunan. Syukurlah anda beruntung.

Namun, apakah persoalan uang itu sudah selesai? Semakin bertambah gaji atau bonus atau penghasilan total per bulan atau per tahun biasanya kebutuhan anda cenderung meningkat dan tidak match antara pendapatan dan pengeluaran.

Waktu? Sebagai karyawan, waktu anda ditentukan kantor atau perusahaan. Datang dan pulang kerja jam berapa. Kapan boleh ambil cuti. Waktu mungkin menjadi masalah anda. Orang lain yang mengatur waktu anda, bukan anda yang sepenuhnya mengatur waktu anda.

Biaya kesehatan? Kalau anda punya Askes sebagai PNS atau perusahaan anda mendaftarkan anda pada sebuah perusahaan asuransi kesehatan, mungkin masalah harus berobat atau dioperasi tak menjadi masalah besar bagi anda. Namun, ada banyak biaya lain selain yang ditanggung Askes atau perusahaan asuransi. Ada obat mahal yang tidak ditanggung asuransi. Ongkos keluarga bolak-balik ke rumah sakit tidak ditanggung asuransi. Kalau penyakit anda itu hanya bisa diobati di rumah sakit di Singapura, Amerika Serikat atau Jerman misalnya, nah anda bisa pusing karena asuransi kesehatan hanya berlaku di dalam negeri.

Memang, pekerjaan bukan segala-galanya, tapi tanpa pekerjaan susah segala-galanya. Sudah punya pekerjaan pun, susah itu bisa datang karena faktor uang yang kurang, waktu yang tak bisa anda atur sendiri, dan kesehatan yang tak ditanggung sepenuhnya oleh perusahaan asuransi.

Road to financial freedom

Mungkin banyak dari kita adalah “korban” mindset yang ditanamkan orang tua kita sejak kecil. Bersekolah sampai sarjana agar mudah mendapatkan pekerjaan sebagai pegawai negeri. Setelah jadi pegawai negeri, masa depan terjamin karena ada pensiun. Kalau tidak lolos tes pegawai negeri, ya paling tidak bisa menjadi pegawai perusahaan swasta. Sekarang pun banyak perusahaan yang telah memberi pensiun kepada karyawannya. Nafkah terjamin, masa depan cerah. Makin tinggi tingkat pendidikan, makin besar penghasilan. Dengan kata lain, makin tinggi tingkat pendidikan, makin kaya.

Apakah mindset ini benar? Tingkat pendidikan saya sampai S3 dan meraih gelar Doktor atau gelar Ph D tamatan London, Inggris. Kalau pandangan orang tua saya benar, harusnya saya lebih kaya dari tamatan S2, S1, SMA / SMK. Ternyata tidak. Sebagai PNS, saya juga nyambi kerja sebagai self employee dengan menulis buku dan memberi jasa konsultasi pendidikan. Ternyata untuk ini saya dibayar pengusaha yang hanya tamat SMA atau bahkan SMP. Tragis. Dan, ternyata di dunia ini mayoritas pengusaha tidak tamat SMP. Saya juga sudah bertemu dengan beberapa pengusaha kaya yang hanya tamat SD dan bahkan hanya sampai kelas III SD. Ada yang mampu membeli pulau dan menjual ikan ke Tiongkok, Jepang, dan negara lain. Banyak sekali kota di dunia ini yang telah ia kunjungi. Pengusaha yang kurang pendidikan itulah yang menggaji karyawannya yang bergelar Doktor, Magister, Sarjana. Mereka adalah rich dads, ayah kaya yang tidak telah terbebas dari lomba tikus, mirip dengan rich dad Tiyosaki. Nasib saya mirip poor dad, ayah biologis Kiyosaki yang meraih gelar Doktor tapi dalam hidupnya ikut perlombaan lari tikus, perlombaan tak berkesudahan antara pendapatan dan pengeluaran yang sering tidak match. Lebih besar pengeluaran.

Sejak tahun 2013 nasib mengantar saya terjun berwirausaha, membuat dan menjual. Usaha berkembang dan jumlah agen terus bertambah. Usaha itu sekarang sudah menjadi perusahaan yang wajib membayar pajak kepada negara. Kalau dulu kantor atau orang membayar gaji saya, sekarang saya membayar gaji dan honor karyawan. Kalau dulu ingin memberi uang kepada orang yang membutuhkan, saya harus berpikir 2 x sambil memastikan apakah dalam waktu dekat akan mendapatkan honor. Sekarang, lebih ikhlas bila mau memberi kepada orang yang membutuhkan bantuan. Keuntungan mulai masuk dan barulah di usia 62 tahun kami mulai merasakan makna financial freedom (kebebasan finansial). Gelar Doktor ternyata tidak membuat kami merasakan apa itu kebebasan, independensi finansial karena terperangkap dalam lomba tikus, kejar-kejaran antara pemasukan dan pengeluaran. Terkadang saya merasa malu dengan diri sendiri. Apa yang saya lakukan sekarang hanya perlu bekal pendidikan maksimal tamat SMA. Ironis.

Apakah sebagai orang tua atau guru kita masih terus menanamkan mindset yang mendorong anak untuk belajar sampai minimal tamat D3 atau sarjana agar menjadi pegawai negeri atau pegawai perusahaan? Apakah dengan langkah ini kita mengantar anak ke jalan yang benar dan tepat menuju kebebasan finansial? Atau, kita keliru mengarahkan anak yang bakal terperangkap ke dalam lomba tikus? Berapa juta sarjana penganggur sekarang dari kota besar sampai pedesaan yang tidak mau lagi bertani, beternak atau menangkap ikan? Mengapa uang untuk biaya kuliah tidak digunakan sebagai modal usaha, mulai terjun berwirausaha, menjadi pekerja untuk diri sendiri dan kalau nasib untung bisa jadi pengusaha, pemilik perusahaan? Apakah sebagai orang tua atau guru, kita terus menciptakan utopia bagi anak yang mengejar mimpi palsu menjadi pekerja dengan janji surga menjadi orang yang terbebas secara finansial?

 

10 kunci kebebasan finansial

Robert-Kiyosaki-Picture-Quote-Poor-To-Rich

Robert Kiyosaki mengemukakan 10 kunci mencapai kebebasan finansial berikut ini.

1. Ambil tanggung jawab penuh atas neraca keuangan anda dalam mengambil keputusan pembelian dan penjualan yang mempengaruhi rencana keuangan di waktu mendatang. Lakukan evaluasi berkala tentang semua tindakan keuangan anda.
2. Kontrol atau kendalikan pengeluaran karena mengatur pengeluaran amat mempengaruhi neraca keuangan anda. Berpikirlah dua kali sebelum membelanjakan uang anda.

Develop-Financial-Literacy-Step-6

3. Membuat anggaran (budget) dan menghabiskan sesuai anggaran sangat penting untuk membatasi pengelolaan pendapatan dan mengontrol pengeluaran anda. Anggaran akan mendorong akuntabilitas anda.

Budget

4. Bayarlah diri anda sendiri melalui menabung sebagian uang guna membuat anda makin kaya dan mencegah anda jatuh miskin. Menabung sekarang untuk berinvestasi di masa depan.

5. Jangan pernah berhutang. Anda tidak pernah akan merasa diri kaya bila masih terbebani hutang. Berkaitan dengan bank dan kartu kredit, janganlah anda berhutang ke bank sehingga terjerat ke kewajiban membayar hutang dan bunga hutang. Tabunglah uang anda di bank, misalnya dalam bentuk deposito sehingga bank-lah yang membayar bunga tabungan anda.

Hutang baik dan buruk

Kami teringat prinsip Pak P K Oyong sebagai seorang pendiri Harian Kompas dan PT Gramedia yang diulas Kompas setelah wafatnya pada 31 Mei 1980 pada usia 59 tahun. Waktu awal mendirikan Kompas tahun 1965, bersama Pak Jakob Oetama, mereka meminjam uang ke bank. Namun dalam waktu singkat hutang bank itu langsung dibayar lunas. Selanjutnya, sejak awal sebagian keuntungan Kompas ditabung di bank sehingga bukan Kompas yang membayar ke bank tapi bank yang membayar ke Kompas. Prinsip ini kami terapkan dalam usaha kami yang belum genap 2 tahun. Beberapa bank menawarkan kredit tapi kami tolak. Usaha harus maju bertahap sesuai dengan kemampuan modal yang dimiliki. Bukan kami yang harus membayar ke bank tapi bank-lah yang harus membayar usaha kami.

6. Sediakan dana darurat yang cukup untuk hidup selama 3 bulan agar anda terhindar dari keterpaksaan berhutang bila terjadi peristiwa yang tidak diinginkan, misalnya untuk perbaikan besar kendaraan, biaya kesehatan bila anda jatuh sakit, atau tertimpa musibah lainnya. Cara terbaik adalah membuka rekening baru untuk mulai menabung dana darurat. Cara ini mencegah anda dari kemungkinan jatuh miskin dan membuat hidup anda itu tenang.

Dana darurat

7. Jangan berhenti belajar tentang industri keuangan dan cara industri itu bekerja serta menambah pengetahuan tentang keuangan sebanyak mungkin agar anda semakin cerdas mengelola keuangan.

Buku tentang keuangan

8. Tentukan tujuan keuangan secara jelas dan ringkas misalnya untuk memulai pendirian perusahaan anda sendiri atau menjadi investor. Atau, dalam skala kecil misalnya memutuskan renovasi rumah, membeli kendaraan baru atau membeli pesawat televisi yang baru. Tuangkan tujuan keuangan ke dalam rencana keuangan yang jelas agar anda termotivasi mewujudkan impian anda.

Tujuan keuangan

9. Bangunlah jaringan (network) pemasaran untuk melatih kemampuan bisnis dan beralih dari status sebagai karyawan menjadi pengusaha. Ini akan mengurangi biaya investasi untuk perusahaan yang baru.

peta-pengiriman-sano

10. Sederhanakan hidup anda. Janganlah terjebak hasrat mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya untuk mendukung meningkatnya kebutuhan anda. Hilangkan dari pikiran anda kebutuhan yang mengada-ada. Turunkan kebutuhan anda agar tidak melebihi kemampuan pengeluaran anda.

Kunci mencapai kebebasan finansial amat mudah. Ubahlah pendapatan tetap anda menjadi pendapatan pasif (portofolio) sehingga aset-aset anda “menggaji” anda tiap bulan, tiap tahun.

Sumber:

http://addicted2success.com/success-advice/robert-kiyosakis-10-keys-to-financial-freedom/

https://www.cekaja.com/info/10-kunci-kebebasan-finansial-ala-robert-kiyosaki/

 PK-OJONG-PEGANG-KORAN-631x1024

P K Oyong: Bukan Kompas yang membayar bank tapi bank-lah yang membayar Kompas

 

Penerapan kunci ini kepada anak

Orang tua dan guru perlu mengarahkan anak agar membuat anggaran sendiri, misalnya dari uang jajan bulanan yang diberikan orang tua dan uang lainnya. Anggaran ini bisa dituangkan ke kebiasaan mencatat uang masuk dan uang keluar per minggu misalnya. Dorong anak untuk menabung di celengan atau kalau sudah cukup umur menabung sendiri di bank terdekat guna membeli atau membayar apa yang ia “cita-citakan” atau untuk memenuhi kebutuhan yang tak terduga. Larang anak berhutang kepada orang tua, kakak atau adiknya atau teman-temannya di sekolah. Literasi keuangan (financial literacy) hendaknya diajarkan guru di sekolah melalui pelajaran IPS atau ekonomi serta melalui tema lintas kurikulum (mata-mata pelajaran yang relevan) melalui diskusi dan latihan praktik.

Anak menabung

Tentu saja yang terpenting adalah teladan orang tua dan guru dalam menerapkan 10 kunci ini. Teladan berbicara lebih keras daripada kata-kata.

mm-democracy-o

Literasi keuangan (financial literacy)

Berbagai survei di berbagai negara maju dan sedang berkembang menunjukkan bahwa literasi keuangan penduduk tertinggal dari perkembangan industri dan bisnis keuangan di dunia global dewasa ini. Bila kita kurang memahami bagaimana uang bekerja di dunia, kita cenderung menjadi korban. Uang yang kita miliki dapat membuat kita jatuh miskin, melarat karena industri keuangan justru “mencuri” uang anda. Karena itu, berbagai organisasi di banyak negara dan lintas-negara berupaya mendidik masyarakat soal literasi keuangan. Kelompok sasaran yang diutamakan adalah kaum perempuan, para ibu rumah tangga yang amat berperan dalam mengelola keuangan keluarga, aneka-kelompok yang rentan dikelabui institusi keuangan terutama di pedesaan sampai ke para siswa di sekolah. Literasi keuangan telah menjadi isu di dunia dan akan semakin diperlukan menghadapi perkembangan pesat abad ke-21 ini.

Literasi finansial adalah kemampuan memahami bagaimana uang bekerja di dunia: bagaimana seseorang mengelola keuangan, mulai dari bagaimana mendapatkan atau menciptakan uang, bagaimana mengelolanya, bagaimana menginvestasikan, dan bagaimana menyumbang untuk membantu orang lain. Secara spesifik, literasi finansial mengacu ke serangkaian keterampilan dan pengetahuan yang memungkinkan seorang individu mengambil keputusan yang efektif tentang semua sumber keuangannya. Meningkatkan bunga uang pribadi kini menjadi satu fokus program pemerintah di berbagai negara, termasuk Australia, Kanada, Jepang, Amerika Serikat, dan Inggris.

Pernah dilakukan survei terhadap konsumen perempuan pada 14 negara di Asia-Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika (Asia Pacific Middle East Africa; APMEA) perihal manajemen uang, perencanaan dan investasi keuangan. Pada laporan survei itu yang terbit tahun 2011, urutan APMEA Women MasterCard’s Financial Literacy Index adalah:

  1. Thailand 73.9
  2. New Zealand 71.3
  3. Australia 70.2
  4. Vietnam 70.1
  5. Singapura 69.4
  6. Taiwan 68.7
  7. Filipina 68.2
  8. Hong Kong 68.0
  9. Indonesia 66.5
  10. Malaysia 66.0
  11. India 61.4
  12. China (60.1)
  13. Jepang
  14. Korea Selatan

Hasil survei ini menunjukkan bahwa di kalangan kaum perempuan Indonesia menduduki ranking ke-9 dari 14 negara. Posisi perempuan Indonesia lebih baik dari Malaysia, India, China, Jepang, dan Korea Selatan, namun masih kalah dari perempuan Thailand yang mencapai ranking terbaik, Vietnam, Singapura, dan Filipina. Temuan yang mencengangkan adalah ternyata kaum perempuan Thailand lebih jago dalam mengelola keuangan dibandingkan dengan sesama kaumnya di Singapura, Jepang, dan Korea Selatan, 3 macan ekonomi Asia.

Sumber: http://timesofindia.indiatimes.com/india/Indian-women-surpass-Chinese-in-financial-literacy/articleshow/7602651.cms?referral=PM

Tahun 2012 pertama kali dilakukan tes internasional literasi keuangan dalam tes PISA yang diikuti siswa berusia 15 tahun (SMP) dari 18 negara di dunia untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan dan pemahaman serta keterampilan keuangan mereka.

Kerangka penilaian literasi keuangan PISA

Materi tes ini meliputi uang dan transaksi, perencanaan dan pengelolaan uang, risiko dan imbalan, dan lanskap keuangan. Proses tes ini meliputi mengidentifikasi informasi keuangan, menganalisis informasi dalam konteks keuangan, dan menerapkan pengetahuan dan pemahaman keuangan. Konteks tes ini adalah pendidikan dan pekerjaan, rumah dan keluarga, individu, dan masyarakat.

Hasil tes literasi keuangan ini kemudian dicari korelasinya dengan hasil tes matematika dan membaca (reading) PISA yang dipandang sebagai keterampilan dasar bagi literasi keuangan. Hasil tes literasi keuangan ini menunjukkan bahwa siswa Shanghai, China menduduki ranking teratas, siswa Kolumbia terbawah, dan siswa 16 negara lain berada di posisi tengah. Hasil tes ini juga menunjukkan bahwa kemampuan literasi keuangan siswa di perkotaan lebih baik daripada siswa di pedesaan. Hasil lain yang menarik adalah literasi keuangan siswa yang menabung sendiri uang di bank lebih baik daripada siswa yang tidak menabung di bank.

Mengenalkan-Pengelolaan-Keuangan-Sejak-Dini-BCA

Kebijakan pengelola tes PISA menunjukkan bahwa kini dirasa amat penting mengintegrasikan literasi keuangan dalam kurikulum sekolah, mulai SD sampai dengan SMA dan SMK. Mungkin perkembangan ini perlu diperhatikan dalam revisi Kurikulum 2013. Walaupun kurikulum yang berlaku tidak menekankan literasi keuangan, sebagai kepala sekolah atau guru anda dapat menekankannya dalam proses belajar-mengajar.

Sumber: http://www.oecd.org/finance/2014-launch-pisa-financial-literacy-students.htm

 

Edupreneurship di keluarga dan sekolah

 

Anda ingin mendidik anak anda menjadi entrepreneur? Dorong dan latih dia memproduksi apa saja. Karena, kebiasaan memproduksi adalah faktor penting yang membuat seseorang menjadi entrepreneur. Terima kasih, Pak Simon Payong Masan yang telah mengirim foto putrinya beserta resep membuat kue-kue yang diciptakan Brigitta seperti terlihat pada gambar.

Komentar Payung Masan Terima kasih ama Belen ….

Dorongan berproduksi di keluarga sebaiknya ditindaklanjuti melalui edupreneurship di sekolah. Apalagi, bagi anak yang tidak dibiasakan memproduksi atau membantu orang tuanya memproduksi barang yang laku dijual, edupreneurship di sekolah itu amatlah penting.

Brigitta yang telah mampu membuat kue sendiri. Apakah sekolah mengizinkan dia menjual kue buatannya kepada teman-temannya di sekolah? Tidak. Seperti berlaku umum di sekolah-sekolah kita, anak dilarang berjualan di sekolah. Namun, semestinya ada pengecualian. Khusus untuk kue, minuman, suvenir atau asesori buatan anak, sekolah sebaiknya memberi peluang kepada anak untuk menjual hasil karyanya. Jika kita ingin banyak anak menjadi wirausahawan, pengusaha, pemilik perusahaan waktu mereka dewasa, sekolah hendaknya mengizinkan anak menjual hasil produksinya sendiri (bukan yang dibuat orang tua), agar terbina kebiasaan menjual dan menjual, bukan membeli dan membeli. Dengan cara ini, kita mendidik anak menjadi manusia produktif, bukan manusia konsumtif.

 

Anda ingin mendidik anak anda menjadi entrepreneur? Dorong dan beri kesempatan ia menjual kue buatan anda atau tetangga. Karena, kebiasaan menjual adalah faktor penting yang membuat seseorang menjadi entrepreneur. Percuma anda memproduksi barang tapi tak laku dijual. Terima kasih, Pak Bimas Ntb yang telah menyiarkan foto Udin. Bravo Udin. Teringat waktu kecil di Kupang. Beta tukang jual kokis keliling pagi-pagi sebelum ke sekolah dan sore hari setelah pulang sekolah di zaman susah di era Orde Lama, beberapa tahun sebelum pecah G30S/ PKI.

Kebiasaan orang tua memberi uang jajan kepada anak tidak salah karena anak belum bisa mencari uang sendiri. Namun, kalau anak bisa menyisihkan uang jajan untuk ditabung dan dari hasil tabungan ia bisa membeli barang yang diinginkan tentu ini satu latihan yang baik. Ada orang tua yang membiasakan anak yang sudah cukup besar disuruh mengerjakan pekerjaan rumah tangga tambahan (ekstra) selain tugas rutin membantu pekerjaan dalam keluarga dengan janji menambah uang jajannya. Kebiasaan ini bagus untuk mendidik anak bahwa mencari uang itu perlu dilakukan melalui bekerja.

Berbeda dengan anak-anak yang terbiasa diberi uang jajan, Udin yang terlahir dalam keluarga sederhana mendapatkan kesempatan yang amat langka dalam situasi pakaian dan panganan kecil berlimpah zaman ini. Mungkin ia dapat membantu menambah keuangan keluarga atau paling tidak ia mencari sendiri uang jajan waktu berada di sekolah. Dari kecil Udin telah diberi bekal kemampuan menjual yang akan berguna baginya bila terjun berwirausaha nanti dan bisa siapa tahu bisa berkembang menjadi pengusaha atau pemilik perusahaan.

Orang bodoh jadi boss

Dalam keluarga Udin telah dilatih bertanggung jawab untuk bekerja membantu keluarga melalui aktivitas menjual singkong dan pisang goreng. Bagi keluarga yang mampu secara ekonomis, tanggung jawab bekerja dapat dilakukan dengan membagi tugas mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Anak harus dibiasakan membenahi tempat tidurnya tiap pagi setelah bangun tidur. Tidak boleh dibiarkan berantakan dan dibereskan orang tua. Tiap anak harus menaruh pakaian kotor di ember atau keranjang khusus dan diharuskan mencuci sendiri pakaiannya.

Pekerjaan rumah tangga seperti berbelanja, memasak, mencuci piring, menyapu dan mengepel lantai, menyiram dan merawat tanaman, membersihkan kaca jendela, memperbaiki kerusakan kecil pada pintu, jendela, dan perabot rumah dibagi secara adil antar-anggota keluarga dan disepakati giliran berganti tugas. Kalau ada pembantu, pekerjaan rumah tangga sebaiknya tidak diborong pembantu tapi ada bagian pekerjaan yang harus dilakukan anak. Di masa depan tampaknya bayaran pembantu akan semakin mahal sehingga cenderung tidak tertanggungkan. Di Jepang perdana menteri sekali pun tidak mampu membayar pembantu tetap di rumahnya. Kalau perdana menteri mampu membayar pembantu dicurigai ia melakukan tindak pidana korupsi.

Latihan bagi anak agar tanggung jawab bekerja amat penting karena waktu dewasa ia tidak terlepas dari keharusan bekerja dengan tanggung jawab, entah sebagai pekerja, pekerja sendiri, pengusaha atau investor.

Sehubungan dengan pemberian cuma-cuma tanpa bekerja atau membantu mengerjakan sesuatu, ada satu aturan sekolah yang diberlakukan Romo Mangun di SD Mangunan di Desa Mangunan, Kecamatan Kalasan, Jogyakarta. Anak-anak dilarang menerima pemberian tamu yang berkunjung ke sekolah. Sekali pada kesempatan membantu para guru dan kepala SD Mangunan, kami memanggil anak-anak tertentu saat istirahat untuk memberi mereka sekadar uang jajan tambahan. Yang mengherankan, anak-anak menolak pemberian itu. Kemudian, kami sampaikan kepada para guru dan kepala sekolah bahwa baru kali ini uang yang hendak saya beri kepada anak-anak ditolak anak-anak sendiri. Mereka lalu menjelaskan, sejak awal Romo Mangun melarang anak-anak menerima pemberian uang dari tamu karena anak-anak dari keluarga “miskin” harus dibiasakan tidak menerima pemberian orang agar terhindar dari sikap bergantung kepada belas kasihan orang. Orang “miskin” harus didorong untuk bekerja mencari nafkah dengan rasa percaya diri, bukan bergantung kepada sinterklas.

Entrepreneur tidak DILAHIRKAN….
Mereka “JADI” melalui pengalaman hidup mereka! (Professor Albert Shapero, The Ohio State University)

 

Kurikulum 2013 menghapus mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sejak SD s.d. SMA / SMK. Kebijakan ini akan membuat orang Indonesia hanya sekadar menjadi pengguna teknologi informasi, bukan pencipta. Bagaimana anak bisa mencipta kalau tidak diajarkan bahasa program dan cara membuat program? Kita sulit menelurkan insan-insan pencipta teknologi informasi seperti Zainuddin Nafarin dan Arrival Dwi Santosa jika TIK dihapus sebagai mata pelajaran. Sebagai kepala sekolah anda bisa memodifikasi kurikulum yang berlaku dengan memasukkan mata pelajaran TIK. Sebagai guru anda bisa mengusulkan kepada kepala sekolah dan dewan guru agar menghidupkan mata pelajatan TIK.

KITA PERCAYA:

* Entrepreneur memiliki keanakeragaman karakterisik pribadi yang besar, satu yang umum: bertekad mengambil risiko demi mendapatkan keuntungan.

* Siapa pun dapat menjadi entrepreneur kapan pun dalam hidup seseorang.

* Tak ada tingkat pendidikan yang menjadi syarat menjadi seorang entrepreneur.

* Sukses entrepreneur bervariasi menurut tujuan seseorang, dari pendapatan paruh waktu sampai struktur korporasi yang bertumbuh cepat.

 

SEBUAH PEKERJAAN ADALAH …

kerja yang perlu dikerjakan… hingga seseorang akan membayar anda untuk melakukannya.”

mesin cuci

Komentar Kang Maman Sutarman di Facebook: Prinsipnya: Belajar untuk hidup, bukan hidup untuk belajar saja. Tapi jangan semua orang diarahkan menjadi pebisnis. Sebagian perlu dipersiapkan jadi pemikir. Itu pula latarbelakang gagasan tentang adanya SMA dan SMK…..Salam

Tanggapan kami: Kang Maman Sutarman. Persentase entrepreneur Indonesia tidak sampai 1% (0,24%, hanya memiliki 500 ribu pengusaha) dari 240,56 juta penduduk Indonesia. Malaysia sudah mencapai 2,1%, Thailand 4,1%, Korea Selatan 4%, Singapura 7,2%, Amerika Serikat 11,1%. Itulah penyebab AS menjadi adidaya dan ekonomi Singapura, negeri satu kota, lebih maju dari semua negara ASEAN lain. Edupreneurship tidak hanya mengarahkan semua anak jadi pebisnis tapi ada baiknya jika banyak anak berjiwa entrepreneur yang mampu membuat terobosan dalam berbagai bidang kehidupan. Entrepreneur jangan disamakan dengan cari uang semata. Entrepreneur adalah insan yang punya visi, punya ide kreatif, terjun mewujudnyatakan idenya, mampu membuat terobosan, mampu memimpin. Mengapa pendidikan Indonesia terseok-seok? Karena kurang pengelola dan pendidik yang berjiwa entrepreneur.

 

Di masa depan anda lebih membutuhkan sebuah rencana bisnis (business plan) daripada sebuah rencana karier (career plan). Business plan lebih penting daripada Curriculum Vitae.

Komentar Kang Maman Sutarman di Facebook: Karena terlalu mengarahkan siswa jadi wirausahawan…mangkanya lembaga pendidikan pun dijadikan ajang bisnis; lalu solidaritas dan subsidiaritas dalam dunia pendidikan diabaikan…attitude menjadi nomor sekian… yang tertanam adalah: hidup itu transaksional….

Tanggapan kami: Kang Maman Sutarman. Edupreneurship itu bila maju dan terbentuk unit produksi justru akan mensubsidi bayaran siswa. SMA Selamat Pagi Indonesia di Batu, Malang itu gratis. Siswa bercocok tanam dan berternak di sore hari dan mampu mandiri soal makanan, malah bisa menghasilkan uang tambahan yang dikirim ke adiknya di Papua, di Aceh. Tiap siswa SMK Pertanian Bitauni di pedalaman Timor bisa menyumbang dana bagi sekolah Rp 1 s.d. 1,5 juta per bulan melalui unit produksi bercocok tanam, memelihara hewan, dan membuat anggur pisang. Karena itu, tidak heran jika biaya asrama per bulan hanya Rp 15 ribu dan SPP per semester hanya Rp 50 ribu. Gaji tiap guru bisa dibayar Rp 7 – 8 juta. Banyak contoh yang lain, seperti sekolah gratis Rumah Roslin di Kupang. Sekolah-sekolah itu sama sekali tidak komersial, malah hampir gratis atau bahkan gratis. Edupreneurship menciptakan konteks agar aktivitas akademis dan pengembangan sikap atau attitude dibangun di atas landasan entrepreneurship, melibatkan semua guru mata pelajaran, menjadi sekolah kerja. Kegiatan kognitif akademis dan pembinaan sikap dikonkretkan, tidak melambung dalam teori melangit. Itulah makna contextual teaching & learning.

Komentar Tulus Sihombing: Setuju 1000% Pak Belen.

Komentar Hilda Karli: Ya Pak Belen… Saya baca buku karangan Robert Kiyosaki, ada 2 area karir. Pertama sebagai pelaku dan kedua pengelola. Area pelaku dibagi 2, menjadi pegawai (contoh dokter di rumah sakit) dan bekerja sendiri (buka praktik sendiri). Area ini tidak akan berjalan jika pelaku tidak bekerja yang berhubungan dengan sakit-penyakit. Area kedua adalah pengelola yang terbagi dua, yaitu buka sendiri usaha (buka klinik) dan investor (ada saham di rumah sakit tertentu). Area ini memperkerjakan orang lain… Nah.. Tinggal pilih area mana yang kita mau kerjakan sekarang dan di masa depan…Itu pandangan Robert Kiyosaki. Di Indonesia semua orang yang lulus sarjana baik S1, S2 maupun S3 sibuk cari kerja bukannya membuka peluang kerja. Jadilah banyak penganggur…. Kurang berani ambil risiko dan tidak kreatif…. Gaya hidup. Berlawanan dengan orang Tionghoa….

Tanggapan kami: Terima kasih, Bu Hilda Karli. Komentar ibu ini mendorong kami membuat posting tentang gagasan Robert Kiyosaki di blog kami. (Inilah posting yang kunjanjikan itu).

.

Entrepreneur sukses mulai dari menjual waktu kecil di rumah / sekolah. Latih dan biasakan siswa menjual (selling) secara pribadi dan kelompok. Contoh: Anak membuat „roti boy”, asesori (pin, kartu undangan, pernak-pernik), mug, kaus sablon, topi, … dan menjual ke teman-temannya, saat bazar atau Entrepreneur Day di sekolah.

Didiklah anak anda di rumah, anak-anak di sekolah anda untuk menjual dan menjual, bukan membeli dan membeli. Menjual akan memotivasi orang berproduksi, sedangkan membeli hanya menjerat orang ke budaya konsumtif.

Entrepreneur berorientasi menjadi usahawan, pengusaha yang membayar, bukan jadi pekerja / karyawan yang dibayar. Pengalaman kerja hanya sebagai batu loncatan.

Berapa pun gaji anda sebagai pekerja di profesi apa pun, sebagai CEO perusahaan multinasional, direktur Pertamina, atau presiden RI, anda tidak pernah akan merasa diri kaya walau uang anda banyak.

Anda akan merasa diri kaya bila anda terjun berbisnis dan berhasil menjadi pemilik perusahaan dan investor. Berapa pun keuntungan yang anda raih, sedikit atau superbanyak, anda akan merasa diri kaya. Anda akan memiliki kebebasan finansial, financial freedom.

Entrepreneur memiliki passion (gairah luar biasa) pada proses menghasilkan dan menjual produk, cinta produknya, selalu memecahkan masalah yang menghadang, mengubah tantangan menjadi peluang.

Inilah foto Leanna dan ayahnya. Ayahnya bilang: “Leanna adalah boss saya!”

Leanna Archer menjadi direktur perusahaan di usia amat belia, masih di SMA. Ia bercita-cita masuk universitas mengikuti kuliah untuk menjadi pengacara bidang ekonomi dengan biaya dari keuntungan usahanya.

Leanna Archer dalam foto keluarga: ayah, ibu, dan adik-adiknya.

Entrepreneur anak memanfaatkan internet untuk promosi produknya. Inilah website Leanna.

Inilah sekadar beberapa contoh betapa anak-anak ini yang masih muda belia ini telah berada di jalan yang benar dan tepat menuju kebebasan finansial, a proper road to reach financial freedom, financial independence.

Mutiara kata tentang uang

Perkenankan membaca sejumlah kata mutiara tentang uang dan kutipan yang berkaitan dengan kebebasan finansial. Mungkin ini berguna bagi anda sebagai orang tua dalam menata keuangan anda dan memberi teladan dan dorongan kepada anak anda. Mungkin ini berguna bagi anda sebagai guru yang mendorong implementasi edupreneurship di sekolah anda dan memberi inspirasi kepada siswa-siswa anda.

Penabung jadi manusia bebas. Ingin kaya? Bayar hutang!

Pemeriksaan hati 2

Orang yang menabung akan menjadi orang yang bebas. (Pepatah China)

Siapa yang membayar hutangnya menjadi kaya. (Pepatah Prancis).

Jika uang kecil tidak keluar, uang besar tidak akan masuk. (Pepatah China)

Sebuah hati yang bahagia lebih baik daripada sebuah dompet yang penuh. (Pepatah Italia)

Orang yang membeli apa yang tidak ia butuhkan mencuri dari dirinya.

Jangan terus berbaring di tempat tidur, kecuali Anda dapat membuat uang di tempat tidur. (George Burns)

Agar menjadi cukup pintar mendapatkan semua uang, seorang harus cukup bodoh membutuhkannya. (Gilbert K Chesterton)

Akhirnya saya tahu apa yang membedakan manusia dari binatang-binatang yang lain: kekhawatiran finansial. (Jules Renard)

Anda dapat menjadi orang muda tanpa uang tetapi Anda tak dapat menjadi orang yang tua tanpa uang. (Tennessee Williams)

Cara teraman melipatgandakan uangmu adalah melipatnya sekali lagi dan menaruhnya kembali ke dalam kantongmu. (Kin Hubbard)

Cinta bertahan selama uang dapat menopangnya. (William Caxton)

Jika Anda dapat menghitung uangmu, Anda tidak memilki satu milyar dollar. (Lebih dari 10 trilyun rupiah; J Paul Getty)

Penghasilan kita ibarat sepatu kita; jika terlalu kecil, ia mengganggu dan menyakiti kita; tetapi jika terlalu besar, ia membuat kita berjingkat dan mencari-cari keseimbangan (John Locke)

Saya mendapatkan banyak uang, tapi saya tidak ingin berbicara tentangnya. Saya bekerja amat keras dan saya hargai setiap sen. (Naomi Campbell)

Sebenarnya saya tidak suka uang, tapi ia menenangkan saraf-sarafku. (Joe Louis)

Bebas hutang rupiah

Siapa pun yang mengatakan bahwa uang tidak dapat membeli kebahagiaan tidak tahu di mana harus berbelanja. (Gertrude Stein)

Tak ada alasan untuk menjadi orang terkaya di kuburan. Anda tak dapat melakukan bisnis apa pun dari dalam kubur. (Colonel Sanders) Lagian, di dalam kubur anda tak bisa menikmati uangmu.

Tidaklah cukup bagimu mencintai uang – juga penting bahwa uang harus mencintaimu. (Kin Hubbard)

Uang tak dapat membeli bagimu kebahagiaan tetapi ia benar-benar membawa bagimu sebuah bentuk kemalangan yang lebih menyenangkan. (Spike Milligan)

Uang tak dapat membeli kebahagiaan; tetapi ia dapat menyewanya. (Anonim)

Dalam dunia bisnis, setiap orang dibayar dengan dua koin: uang tunai dan pengalaman. Carilah pengalaman dulu; uang tunai akan datang sesudahnya. (Harold Geneen)

Entrepreneur

Kekurangan uang adalah akar dari banyak keburukan. (George Bernard Shaw)

Penghasilan setahun duapuluh poundsterling, pengeluaran setahun 19,6, hasilnya adalah kebahagiaan. Penghasilan setahun duapuluh poundsterling, pengeluaran setahun duapuluh enam, hasilnya adalah kemalangan. (Charles Dickens)

Satu-satunya cara untuk tidak berpikir tentang uang adalah memiliki banyak uang. (Edith Wharton)

Saya pikir orang yang menerima sebuah pekerjaan agar dapat hidup – katakanlah, untuk mendapatkan uang – telah mengubah dirinya menjadi seorang hamba (Joseph Campbell)

Mata ditutup uang 100 rb

Seorang yang benar-benar kaya adalah orang yang anak-anaknya datang ke dalam rangkulan lengan-lengannya waktu tangannya kosong. (Anonim)

Seorang yang bijak harus memiliki uang di kepalanya, tetapi bukan dalam hatinya. (Jonathan Swift)

Uang dan cinta adalah dua kata yang sering membuat pusing banyak orang. (S.Belen)

Uang & cinta

Uang ibarat cinta: ia membunuh perlahan-lahan dan menyakitkan orang yang terus-menerus memegangnya, dan menghidupkan orang lain yang memberikan uangnya kepada sesama. (Kahlil Gibran)

Crescit amor nummi, quantum ipsa pecunia crevit – Cinta uang bertumbuh sejalan dengan bertambahnya uang. Semakin banyak mendapatkan uang, semakin bertambah cinta anda kepada uang. (Juvenalis)

Nihil tam munitum quod non expugnari pecunia possit – Tiada benteng yang sedemikian kuat yang tidak dapat ditaklukkan dengan uang. (Cicero)

?????????????????????????????????????????????????????????

Jika persoalannya adalah uang, semua orang beragama yang sama. (Voltaire)

Uang ibarat tahi; ia tak berguna apa pun kecuali disebarkan ke sekeliling untuk mendorong yang muda bertumbuh. (Thornton Wilder)

Sama mudahnya menjadi bahagia dengan banyak uang dengan memiliki sedikit uang. (Marvin Traub)

Uang tak pernah memulai sebuah gagasan; adalah gagasan yang mengawali uang. (W J Cameron)

Laborare omnia vincit. (Bekerja mengalahkan segalanya).

Aneh: Manusia memang aneh: ingin di depan waktu dibagikan uang, di tengah waktu berjalan di malam gelap, dan di belakang waktu di medan pertempuran.

Sumber:

https://sbelen.wordpress.com/2009/06/29/penabung-jadi-manusia-bebas-ingin-kaya-bayar-hutang/

https://sbelen.wordpress.com/2008/10/13/kata-mutiara-menggelitik-tentang-uang/

https://sbelen.wordpress.com/2008/10/13/kata-mutiara-uang-lagi-lagi-uang/

https://sbelen.wordpress.com/2014/04/06/kata-mutiara-latin-tentang-keadilan-uang-korupsi-hukum-kesehatan-penguasa-cinta-perang-pidato-i-have-a-dream-martin-luther-king-jr/

https://sbelen.wordpress.com/2008/10/13/kata-mutiara-tentang-uang/

 

Kutipan menarik Manoj Arora, pengarang buku From the Rat Race to Financial Freedom

Manoj Arora

Manoj Arora adalah seorang eksekutif terkenal di India yang pindah dari satu perusahaan yang sukses ia pimpin ke perusahaan lain yang juga sukses. Setelah beberapa kali pindah, walaupun gaji / penghasilannya sudah amat tinggi, ia tidak puas. Ia baru mencapai kepuasan, kebebasan finansial setelah merintis dan membesarkan peruhaannya sendiri yang bergerak di bidang teknologi informasi.

From Rat Race to Financial Freedom

“Keluar dari zona nyaman anda itu berat di awal, kacau di tengah, dan mengagumkan di akhir…karena di akhir, ia menunjukkan kepada anda satu dunia baru!! Cobalah berusaha…”

“Jadilah seperti bebek, mendayung dan bekerja sangat keras di dalam air, tapi apa yang orang lihat adalah satu wajah tersenyum dan tenang.”

“Rasa nyaman adalah perangkap terbesar anda dan keluar dari zona nyaman adalah tantangan terbesar Anda.”

zona-nyaman

“Untuk mencapai apa yang 1% penduduk dunia miliki (kebebasan finansial), anda harus bersedia melakukan apa yang hanya 1% orang berani lakukan, yaitu kerja keras dan ketekunan tingkat tertinggi.”

“Jangan fokus kepada uang, sebagai gantinya fokus ke masalah yang perlu dipecahkan untuk dunia, uang akan mngikuti anda sebagai produk sampingan.”

“Sebuah ide brilian ibarat bayi dalam rahim seorang ibu. Anda perlu membawanya keluar ke dunia, memeliharanya, memberi makan, membuat ia bertumbuh sampai cukup besar untuk mengurus dirinya sendiri. Jika Anda berhenti pada tahap ide itu, itu sama saja dengan ide itu tidak pernah ada.”

act

“Waktu, bukan uang, adalah aset terbesar anda dalam hidup. Anda perlu waktu untuk berinvestasi dalam hubungan (dengan diri sendiri dan keluarga anda) atau untuk mengejar kegairahan anda. Pikirkan lagi bila anda masih memanfaatkan waktu hanya demi uang. Biarkan uang anda bekerja untuk anda. Anda tidak bekerja demi uang. Itulah makna sebenarnya dari kebebasan finansial … ”

Time and money

“Siapa yang akan mengajarkan semangat juang kepada anak-anak kita jika mereka tumbuh dewasa sambil melihat kita duduk dalam zona nyaman kehidupan. Kita harus bangun dan berjuang habis-habisan pada lingkup kegairahan (passion) kita, dan menjadi teladan bagi anak-anak kita.”

“Situasi hidup ibarat satu rangkaian kartu di tangan-tanganmu. Anda tidak dapat mengubah kartu, tapi Anda pasti bisa memainkan kartu-kartu itu dengan cara anda yang unik.”

??????????????????????????????????????????????????????????????????????

“Bukan apa yang anda katakan, tapi bagaimana anda mengatakan itulah yang penting. Produk yang 99% bebas lemak tampaknya lebih sehat daripada produk yang hanya mengandung 1% lemak.”

“Kebahagiaan itu tidak dirasakan baik pada masa lalu atau pun pada masa depan. Ia benar-benar ada di sini, sekarang.”

“Pengalaman terpenting seseorang adalah yang membawanya sampai ke batas kemampuannya. Untuk belajar lebih dari itu, kita perlu mengumpulkan seluruh keberanian dan memperluas batas kemampuan kita. Seks, rasa sakit, dan cinta, semuanya adalah pengalaman yang ekstrim. Bermimpi besar pun adalah satu pengalaman yang tak kalah ekstrim.”

dreams

“Waktu perlu diinvestasi dan dikelola dengan bijaksana, jauh lebih serius daripada uang. Waktu adalah semua yang anda miliki, dan suatu hari anda akan sadar bahwa anda punya waktu lebih kurang dari apa yang anda pikirkan.”

.
“Apa yang terjadi di luar Anda, dan apa yang terjadi di dalam diri Anda – terjadi di dua dunia yang sama sekali berbeda. Anda dapat mengambil alih hanya satu dari dunia-dunia ini.”

.
“Bagi seorang pemimpi, rasa sakit dan rasa nikmat itu sinonim.”

.
Uang dan mati

Pecunia est non omnis in omnibus sed sine pecunia inveniemus difficultates in omnibus. Uang bukan segala-galanya tapi tanpa uang susah segala-galanya. (S Belen)

Kelemahan struktural Kurikulum 2013: Kritik kami di Tweeter & Facebook

Desember 8, 2014

Pagi ini, hari Minggu 7 Desember 2014  kami berkicau di Tweeter (S Belen @sbelen07) dan menerbitkan kicauan itu di Facebook (S Belen). Seperti biasa, kicauan dan posting kami sering disertai gambar. Perkenankan membaca kicauan dan posting kami itu serta komentar teman-teman dan tanggapan kami di Facebook.

.
Kicauan 1: Kurikulum 2013 terburuk selama kita merdeka. Kurikulum 1947 terbaik, berbasis konsep sekolah kerja ‪#‎Kurikulum2013‬

.

Sejarah Kurikulum SD

.

Komentar Karim Karhami: Pak mungkin perlu dipisahkan antara konsepsi dan implementasi kur 2013. Seingat saya, kur 2013 memaksa semua guru untuk mengajar dengan pendekatan 5 M/ penilaian otentik, dan bermuara pada prilaku (KI1 dan KI2)

.

Tanggapan kami: Pak Karim Karhami, kritik kami justru terfokus ke masalah dalam konsepsi Kurikulum 2013 yang bertentangan dengan dalil-dalil pengembangan kurikulum yang dianut negara-negara di dunia ini. Yang menyusun penilaian otentik itu tampaknya tidak pernah mengajar sehingga tidak tahu bagaimana guru bingung menilai berdasarkan observasi, penilaian diri dan penilaian antar-teman, dan jurnal. Adakah literatur di dunia pendidikan yang mendukung cara menilai begitu? Guru siapa yang bisa menilai sambil membuat catatan dalam mengajar. Fokus konsentrasi terbelah. Lihat saja pengisian rapor membuat guru bingung dan akhirnya nipu-nipu.

.

Komentar Karim Karhami: Kalau saya berpendapat begini pak Belen, semua kebijakan Diknas sejak dulu sampai sekarang termasuk kebijakan kur. 1947, pasti ada bolongnya. Menyikapi ini, praktisi pendidikan perlu memandang ;’gagasan besarnya’ dan tidak usah mengamati pernik kecil-kecilnya yang tentu saja, ada yang menyesakkan dada kita, mantan pengembang kurikuum. Seperti kita ketahui, ada tiga jenis guru, guru 1: those who can explain well, guru 2: those who can either explain well or demonstrate well, guru 3: those who can both explain well, demonstrate well, and inspire children. Guru 3 ini adalah guru profesional yang tidak either mengembalikan kebijakan yang ‘bolong; ke pusat or ‘menyalahkan pusat’. tetapi mereka menambal sendiri yang bolong itu. Mungkin termasuk kita, mantan pengembang kurikulum perlu memberi solusi yang tidak meresahkan guru. Apa pun lemahnya, kur 2013, ada positif nya, seperti kurikulum 2013 memaksa semua mapel untuk bermuara pada pengembangan sikap dan prilaku positif siswa.yang diiejawantahkan dalam KI1 dan KI2.

.

Tanggapan kami: Pak Karim, please read my posting entitled https://sbelen.wordpress.com/…/analisis-swot-kurikulum…/ Di situ saya berikan solusi bagaimana guru dan kepala sekolah mensiasati kelemahan Kurikulum 2013 dalam implementasi. Solusi inilah yang saya ajak guru dan kepala sekolah berdiskusi dan melakukan kegiatan-kegiatan belajar aktif, kegiatan kewirausahaan, dan bagaimana melakukan penilaian otentik dalam pengataran dan pengembangan sekolah model di daerah-daerah. Energi saya tak perlu terkuras bila Kurikulum 2013 itu sudah benar ideologinya. Kurikulum ini lahir tanpa ideologi, tanpa passion meraih cita-cita menjadi bangsa besar di masa depan.

.

Kicauan 2: Kurikulum 2013 kurikulum terpadat membebani siswa & guru. Sulit kembangkan kreativitas.Thank u Mendikbud ‪#‎Kurikulum2013‬

.

Kreativitas dan otak

.

Kicauan 3: Dunia: Finlandia jampel per minggu terendah,prestasi siswa ngetop, Indonesia tertinggi, prestasi anjlok ‪#‎Kurikulum2013‬

.
Struktur KTSP 2006 dan Kurikulum 2013 SMP
.
Kicauan 4: Dunia: Finlandia jampel per minggu terendah,prestasi siswa ngetop, Indonesia tertinggi, prestasi anjlok ‪#‎Kurikulum2013‬
.
Struktur KTSP 2006 dan Kurikulum 2013 SD
.
.

Kicauan 5: Dunia: Finlandia jampel per minggu terendah, prestasi siswa ngetop, Indonesia tertinggi, prestasi anjlok ‪#‎Kurikulum2013‬
.
Struktur program Kurikulum 2013 SMA & SMK
.
.

Komentar M Dominggus: Harap mengerti saja karena kita kan : “Banyak bicara sedikit yang dihasilkan”, sedangkan Finlandia : “Sedikit berbicara namun banyak yang dihasilkan.” Haaa… haaa…
.
Kicauan 6: Saya tatar Kurikulum 2013 sambil kritik kelemahan & beri guru solusi. Syukur K 13 dihentikan. Bacalah: https://sbelen.wordpress.com/2014/01/16/analisis-swot-kurikulum-2013-semua-jenjang-solusi-kita/
.
Analisis SWOT Kurikulum 2013
.
Komentar Karim Karhami: Pak, yang saya baca, kur 2013 tidak dihentikan lho hanya ditunda setelah guru siap

.
Kicauan 7: Kurikulum 2013 paling kontroversial selama Indonesia merdeka. Mengapa? Ditangani orang bukan ahlinya ‪#‎Kurikulum2013‬
.
Analisis SWOT Kurikulum 2013 dan solusi kita
.
Komentar Hilda Karli:  Pak Belen… Dua tabel mohon penjelasannya…. Ya..trims
.
Tanggapan kami: Dua tabel ini menunjukkan bertambahnya jam pelajaran per minggu dari Kurikulum KTSP 2006 ke Kurikulum 2013. IPA dan IPS diintegrasikan ke Bahasa Indonesia dan PPKn di kelas I – III. Penambahan jam pelajaran Agama dan Budi Pekerti serta PPKn dan Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan mengakibatkan hilangnya muatan lokal dan pengembangan diri dalam kurikulum. Dampaknya bahasa daerah, bahasa Inggris, teknologi inforrmasi dan komunikasi (TIK) yang biasanya diambil dari jam muatan lokal tidak mendapatkan tempat. Penambahan waktu ini mengakibatkan siswa di sekolah lebih lama. Ditambah kegiatan ekskul dll bisa pulang sore. Lalu, siswa makan di mana? Di kantin atau warung dekat sekolah. Apakah makanannya sehat? Juga, sekolah 5 hari, Sabtu libur sulit diterapkan. Jam pelajaran per minggu di Finlandia terendah di dunia tapi prestasi siswanya di papan atas dalam tes2 internasional. Less is more prinsipnya. Waktu sedikit tapi prestasi siswa bagus sekali. Prinsip pengembang Kurikulum 2013 adalah more but less. Waktu banyak tapi prestasi siswa rendah.
.
Komentar Hilda Karli:  Trima kasih penjelasannya… Pak Belen. Saya sudah baca buku sejarah kurikulum…bagus tulisannya….Jempol… Apakah ada buku baru lagi?
.
Tanggapan kami: Mbak Hilda Karli, baca di mana? Apakah buku itu sudah diterbitkan Pusat Kurikulum? Kalau Pusat Kurikulum tidak kunjung terbitkan ada niat akan saya upload ke blog saya. Terima kasih.
.
Komentar Hilda Karli: Saya sedang kuliah… Jadi saya baca di perpustakaan kampus…
.
Komentar Karim Karhami: Keputusan menteri bukan kur 2013 dibatalkan tetapi ditunda setelah guru siap (siap buku dan siap kemampuan). Kelebihan kur 2013 adalah agar semua mapel bermuara pada sikap dan prilaku yang membangun kultur global (tepat waktu, tidak biasa melanggar aturan, biasa makan habis, biasa mendengarkan sewaktu orang bicara dan baru bicara setelah orang selesai berbicara, biasa berpikir kritis dan berkarya kreatif dll). Kita perlu refleksi untuk juga mengidentifikasi keunggulan kur. 2013. Wass
.
Tanggapan kami: Pak Karim Karhami, Yang saya persoalkan itu bukan masalah implementasi tapi masalah struktural dalam dokumen kurikulum: Penentuan mata pelajaran dan alokasi tanpa mempertimbangkan kondisi lapangan, 4 kompetensi inti yang berakibat overdosis, pemaksaan nilai-nilai agama dan nilai-nilai karakter pada semua kompetensi dasar serta pemisahan mencari pengetahuan di semester 1 dan aplikasinya di semester 2. Rumusan kompetensi dasar (KD) juga memalukan karena dalam Biologi misalnya konsep yang menyangkut tumbuhan, hewan, dan manusia disatukan dalam hanya 1 KD. Beberapa konsep ‘besar’ IPA misalnya disatukan dalam 1 KD. Ini berdampak kurikulum 2013 jadi terlalu padat. Dari mana waktu diambil untuk mengajarkan segunung KD itu? Juga, pendidikan karakter lebih efektif melalui proses peneladanan dan pembiasaan, bukan overdosis pemaksanaan penerapan pada tiap KD.
.
Komentar Karim Karhami: Ya pak kalau kita kaji komponen kurikulum 2013, termasuk KD terdapat kelemahan tetapi gagasan besarnya, saya pikir, pas dengan kebutuhan Indonesia masa depan: terutama dalam kurun wakktu 2015 sd 2045 (100 tahun Indonesia merdeka)
.
Tanggapan kami: Pak Karim, sudah saya kaji seluruh dokumen Kurikulum 2013 dan tidak menemukan gagasan besar yang khas kurikulum ini. Apakah belajar aktif (active learning)? Bukankah ini juga sudah ada di KTSP 2006 dan ke belakang, Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) 2003, Kurikulum 1994, dan Kurikulum 1984? Apakah pendidikan karakter? Kan dengan mengingtegrasikan 18 nilai karakter dalam KD yang relevan sudah dilakukan guru sejak 2010? Lalu, yang lebih penting adalah pembinaan karakter melalui proses peneladanan dan pembiasaan, bukan pembelajaran. Finlandia maju, Singapura maju, Jepang maju, Korea Selatan maju tidak dengan menekankan berlebihan integrasi nilai-nilai karakter dalam pembelajaran. Mengpa pengembangan diri yang memberi peluang konselor berjumpa dengan siswa dihilangkan? Kalau Kurikulum 2013 menyiapkan generasi muda menyongsong persaingan global, mengapa mata pelajaran Teknologi dan Informasi Pendidikan dihilangkan? Mengapa tidak ada pelajaran bahasa Inggris di SD? Mengapa tidak ada bahasa asing kedua selain bahasa Inggris di SMA jurusan IPA dan IPS? Bahasa Jepang, Jerman, Prancis, Mandarin tidak mendapatkan alokasi waktu. Mengapa kewirausahaan tidak dimulai dari SD dan di SD, SMP, dan SMA kewirausahaan tidak didukung mata-mata pelajaran lain?
.
Kicauan 8: Mengapa terjadi musibah lumpur Lapindo? Mengapa Kurikulum 2013 terburuk? Ditangani orang yang bukan ahlinya. ‪#‎Kurikulum2013‬
.
Analisis SWOT Kurikulum 2013 dan solusi kita
.

Kicauan 9: Kurikulum 2013 eksperimen pendidikan paling konyol, habiskan uang rakyat milyaran, trilyun rupiah ‪#‎Kurikulum2013‬

.
Analisis SWOT Kurikulum 2013 dan solusi kita
.
Komentar Ridwan Ried: pak, kira2 ke depannya K13 ini gmn ya? kan skrg masih diujicobakan, terutama pd sekolah yg telah menggunakannya 3 semester, sementara sekolah yg baru menggunakannya 1 semester maka otomatis dihentikan dan beralih ke KTSP…

.
Tanggapan kami: Dear Pak Ridwan Ried, Perkiraan saya 6 ribuan sekolah yang melaksanakan Kurikulum 2013 itu dibiarkan jalan terus agar guru tidak resah. Lalu implementasi itu dievaluasi dan kurikulum diperbaiki. Dari pengalaman saya ubah 1 mapel saja akan mengubah seluruh bangunan kurikulum. Karena itu, K 13 bakal dikuburkan. Lebih mungkin perbaikan KTSP dengan mengambil unsur baik dari K 13 seperti penilaian otentik, mapel Prakarya dan Kewirausahaan, tematik SD kelas I – VI. Penjelasan Mendikbud itu bahasa politis dengan kata lain K 13 dikuburkan. Kan S 3 Mendikbud itu bidang politik. Bahasa yang dipakai bahasa politis. Apalagi beliau kan orang Jawa. Ngono ya ngono mbok ya ojo ngono. Kurikikulum 2013 ya Kurikulum 2013 mbok ya ojo Kurikulum 2013. He he he. Boso Jawaku rusak.
.
Komentar Muhammad Hamka: Tumben, kali ini Pak Belen analisisnya kurang cerdas.
.
Tanggapan kami: Pak Muhammad Hamka, analisis yang mana yang kurang cerdas? He he he. Posting di blog tentang Analisis SWOT Kurikulum 2013 itu komprehensif, lengkap.
.
Kicauan 10: Waktu susun Kurikulum 2013 orang Puskur berdoa kurikulum tak jadi dilaksanakan. Akhirnya doa terkabul ‪#‎Kurikulum2013‬
.
Analisis SWOT Kurikulum 2013 dan solusi kita
.
Info: Dalam talkshow di Kompas TV Minggu 7 Desember 2014, kicauan kami ini ditampilkan di layar bersama kicauan lain dari kepala sekolah, guru, siswa.

.
Komentar Budijuwono: Ya setuju pak. Proficiaat…saya dari awal dgn kurikulum 13 sdh merupakan kurikulum sial
.
Pagi ini, hari Senin 8 Desember 2014, kami teruskan kicauan.
.
Kicauan 11: Dampak 4 Kompetensi Inti: overdosis agamaisasi, karakterisasi, pengetahuan & aplikasi. Keliru terapkan konsep manusia seutuhnya. ‪#‎Kurikulum2013‬
.
4 kompetensi ini Kurikulum 2013
Kicauan 12: Gara-gara 4 kompetensi inti dipaksakan, Kurikulum 2013 jadi kurikulum terpadat selama kita merdeka. ‪#‎Kurikulum2013‬
.
4 kompetensi ini Kurikulum 2013

Komentar Karim Karhami: Pak, bukankah 4 KI ini perintah UUSPN No. 2003. Ini kan landasan hukumnya.

.
Tanggapan kami: Benar itu landasan hukumnya tapi dalam penerapannya tidak perlu memaksakan ke semua kompetensi dasar tiap mata pelajaran. Itu kan berlebihan, overdosis. Bukankah penjabaran seperti ini hanya mengulangi kekeliruan Kurikulum 1975 yang menjabarkan nilai-nilai manusia seutuhnya sehingga kurikulum ini menjadi padat?
.
Komentar Mario Josef: Bila kita semua mendisposisikan Kurikulum Tahun 2006 secara bijak, mendalam, kreatif, sungguh-sungguh dikawal dan terus didalami, dievaluasi secara mendasar, maka kita tidak main uji coba kurikulum. Tak mungkin 4 kompetensi itu tidak terdapat dalam kurikulum. Kompetensi itu akan berubah kalau ideologi bangsa ini diubah. Peradaban suatu bangsa itu baru berkarakter kalau seluruh bangsa tahu lewat hukum sosial kita bagaimana beradab. Jika seluruh masyarakat itu sudah jadi guru maka kompetensi yang akan direalisasi dalam kurikulum akan terwujud sempurna. Semakin merumitkan kerja kurikulum semakin rumit pula pengejawantahannya. Makasih Pak Belen!!
.
Kicauan 13: Hanya terjadi di Indonesia, buku pelajaran terbit baru Puskur disuruh revisi silabus. Logika terbalik ‪#‎Kurikulum2013‬
.
proxy
.
Kicuan 14: Hanya terjadi di Indonesia, penulis buku pelajaran pemerintah bisa selesaikan naskah dalam 1 bulan. ‪#‎Kurikulum2013‬
.
proxy
 .
Komentar Hilda Karli: Oleh karena itu isi buku tidak berurutan… Terutama konsep matematika lalu contoh yang diulang-ulang…  di berbagai tema. Keterbacaan tidak sesuai dengan perkembangan anak.
.
Komentar Karim Karhami: Kalau kita cara kerja Isaac Asimov, penulis buku non-fiksi terkenal itu, dia bisa menyelesaikan satu buku yang berkualitas tidak sampai 1 minggu
.
Tanggapan kami: Kalau kebiasaan saya menulis buku pelajaran, penulisan naskah 1 tahun dan revisi bersama editor sebelum naik ke percetakan 1 tahun. Menulis buku pelajaran tidak boleh sembarangan karena apa yang tertulis dalam buku pelajaran akan mempengaruhi anak sampai 40 tahun ke depan, bahkan sepanjang hidupnya.
.
Komentar Hilda Karli: Betul…apalagi penulisannya dalam bentuk tim jadi ada beberapa orang yang punya anggapan beda yang perlu disatukan dulu dalam bentuk tim rencana ato kerangka penulisan dulu …setelah setiap orang selesai menulis harus ada satu orang yang bertnggung jawab penuh pada penulisannya agar kesinambungan materi, tingkat kesulitan, dan keterbacaan serta contoh menjadi satu kesatuan yang utuh untuk diterima siswa. Baru diedit oleh editor sehingga meminimalisasi kesalahan.
.
Komentar Joko Sutrisno: Alhamdulillah….peran editor masih diperhitungkan….
.
Kicauan 15: Hanya terjadi di Indonesia, anak SD boleh menulis di buku pelajaran. Tahun depan cetak lagi. Proyek! ‪#‎Kurikulum2013‬
.
proxy
.
Kicauan 16: Siklus hidup buku pelajaran Inggris, AS, Finlandia, Singapura 5 tahun. Indonesia 1 tahun. Kaya amat! ‪#‎Kurikulum2013‬
.
proxy
 Komentar Kang Maman Sutarman: Punyakah catatan untuk Pendidikan Agama ? Saya tunggu! Trims
.
Komentar Julius Juih: Ini yang unik untungnya perjanjian penulis bukan dibayar dengan royalti.
.
Kicauan 17: Hanya di Indonesia tema2 tematik SD ditentukan Pusat. Di negara2 lain ditentukan guru sesuai konteks ‪#‎Kurikulum2013‬
.
Contoh tema Kurikulum 2013
.
Komentar Joko Sutrisno: Bukan hanya tema Pak, tapi Subtema juga
.
Komentar Alif Ida: Dulu diserahkan sekolah juga gak jalan pak…
.
Tanggapan kami: Dear Alif Ida, Sebenarnya guru sudah bersentuhan dengan cara mengembangkan dan melaksanakan pembelajaran tematik sejak Kurikulum Berbasis Kompetensi (2003) dan kemudian pada KTSP 2006. Jadi pengalaman guru sudah sekitar 11 tahun. Walaupun di sana-sini ada guru yang tak mampu karena suka copy-paste, tapi ada juga guru yang telah mampu mengembangkan dan melaksanakannya. Kurang bijak jika ada guru yang tak mampu, mendikbud malah menarik pengembangan silabus ke Pusat. Padahal di berbagai negara sudah jadi tradisi guru mengembangkan silabus sesuai dengan konteks yang dihadapi.
.
Komentar Debora Dapamerang: Pak Belen, kami sedang lakukan di Maumere pak, tematik sesuai konteks’namanya Pendidikan kontekstual dengan spirit Kulababong. Rencana tanggal 12 Desember buku dengan judul Tunas Karakter Nusantara dari Nian Sikka untuk pendidikan Indonesia akan di-launching. Buku ini dibuat oleh 60 guru di Sikka. Semua tema yang dihasilkan sesuai konteks lokal.
.
Tanggapan kami: Dear Debora Dapamerang. Oih Salam jumpa. Dari Poso, ke mana, kok sekarang mendarat di Maumere? Apa yang dilakukan Debora dkk. di Maumere itu yang paling tepat. Memberdayakan guru, bukan menarik pembuatan silabus ke Pusat yang melanggengkan penyeragaman. Indonesia ini beranekaragam. Ada yang tinggal di tepi pantai, ada yang di atas gunung. Ada yang tinggal di kota besar, kota kecil dan ada yang tinggal di desa, dusun, bahkan kampung terpencil di pulau-pulau kecil. Tak masuk akal jika tema-tema ditentukan dari Pusat.
.
Komenar Debora Dapamerang: Bapak ke Maumere kah? Sekalian kunjungan ke sekolah yang sudah jadi pak. Saya di Maumere sudah 2 tahun lebih pak. Pengen bangun pendidikan di kampung halaman pak. Salam dari Maumere.
.
Komentar Alif Ida: Dear Pak S Belen, Betul apa yang Bapak sampaikan. Tapi kami memaknai silabus dan buku tematik terpusat sebagai contoh minimal yang bisa dikembangkan. Saya menemani guru di lapangan lebih dari 10 tahun…. Fakta menunjukkan betapa berat guru mengelola tematik. Dari merancang, menyajikan hingga menilai. Kalau pun ada yang merancang hingga menyajikan serta mampu mengelola bahan ajar tematik itu tidak lebih dari 20%.  Sepanjang contoh buku yang disediakan pemerintah berbasis learning by doing, joyful learning… selayaknya sangat diapresiasi pak. O ya pak Belen.. kita pernah jadi narsum bersama di MA Matholiul Falah dan SMPN2 Pati sekian tahun yll….
.
Kicauan 18: Integrasi IPA ke Bahasa Indonesia: IPA sastra, bukan IPA berdasar observasi, penyelidikan, eksperimen ‪#‎Kurikulum2013‬
.
Struktur KTSP 2006 dan Kurikulum 2013 SD
 .
Komentar Karim Karhami: Integrasi IPA ke Bahasa Indonesia, bisa saja seperti ini: anak membuat komik tanya jawab tentang suatu objek. Setelah itu dipresentasikan. Tanya jawabnya dapat mengarah pada penelitian IPA seperti mengajukan pertanyaan produktif, ‘Berapa helai mahkota bunga alamanda?’. Lalu pertanyaan diteruskan, ‘apakah jumlah mahkota bunga alamanda dalam satu pohon selalu sama?’, apakah jumlah mahkota bunga alamanda yang berbeda pohon selalu sama? Lalu, ‘apakah jumlah mahkota bunga alamanda selalu sama dengan mahkota bunga kembang sepatu?’ Setelah itu, anak didorong melakukan penelitian langsung dan menyusun laporan berdasarkan hasil temuannya. Dengan cara, ini, integrasi IPA ke Bahasa Indonesia tidak menjadi IPA sastera. Kegiatan yang mengembangkan keterampilan proses tetap dapat dilakukan. Karena realita sehari-hari, tidak adda mata pelajaran yang berdiri sendiri. Lalu, kalau menjadi IPA sastera, apa salahnya? Maaf pak Belen ini saya nsampaikan sebagai mantan pengembang kurikulum IPA.
.
Tanggapan kami: Pak Karim, apakah yang Pak jelaskan itu tercantum dalam Buku tematik menyangkut Bahasa Indonesia terbitan Kemdikbud? Kalau tidak ada di buku, mana ada guru yang mau bersusah payah menggiring anak melakukan penelitian langsung?
.
Tanggapan Karim Karhami: Maksud saya begini Pak Belen, kita perlu melatih guru untuk berpikir positif, sehingga tidak berpikir masalah terus-menerus, harapannya supaya guru mampu merubah pola pikir dari pola pikir ‘selalu tidak bisa dan bermasalah’ ke pola pikir baru ‘selalu bisa dan semua masalah pasti bisa dipecahkan’ termasuk permasalahan tentang implementasi kurikulum 2013 seperti tentang buku, tentang perumusan KD, tentang penilaian otentik, dan permasalahan lainnya. Mereka harus menjadi guru profesional, those who can overcome all professional teacher problem yang diawali dengan berpikir ‘tidak ada masalah dan kalau ada masalah pasti bisa dipecahkan’.
.
Kicauan 19: Integrasi IPS ke Bahasa Indonesia: IPS sastra, bukan IPS berdasar observasi, penyelidikan, penelitian ‪#‎Kurikulum2013‬
.
Struktur KTSP 2006 dan Kurikulum 2013 SD
.
Komentar Hilda Karli: Jadi menggunakan konsep apa Pak Belen?
.
Tanggapan kami: Seharusnya untuk SD kelas I – VI disusun dulu kurikulum mata pelajaran IPA dan IPS serta mata-mata pelajaran secara terpisah. Kemudian, gurulah yang memilih tema dan mengaitkan kompetensi dasar (KD) berbagai mata pelajaran dengan tema itu. Keliru langkah yang ditempuh pengembang Kurikulum 2013: merumuskan KD IPA dan IPS lalu mengintegrasikannya ke dalam kurikulum Bahasa Indonesia (dan PPKn). Nah, konsep-konsep IPA dan IPS yang dipilih sesuai tema diambil dari kurikulum Bahasa Indonesia dan PPKn. Periksa buku pelajarannya. Anak diminta membaca tentang menanam pohon dan mencangkok, bukan dilatih menanam dan mencangkok lalu membuat laporan. Laporan itulah yang seharusnya dibaca sebagai bahan bacaan Bahasa Indonesia. Di dunia ini tak ada negara yang membuat kekeliruan fatal seperti itu. Hal ini berlaku juga untuk pembelajaran IPS. Fatal lagi, di rapor SD dicantumkan nilai menurut tema, bukan menurut mata pelajaran. Padahal, seharusnya penilaian dilakukan per mata pelajaran. Pembelajarannya tematik tapi bila tiba waktu penilaian harus kembali ke mata pelajaran. Inilah bermin cara kerja acak kadut, terburu-buru. Tidak mengerti, tidak tahu seluk-beluk praktik di lapangan. Hanya berandai-andai. Tidak heran begitu gencar kritik terhadap Kurikulum 2013.
.
Komentar Karim Karhami: Maaf pak Belen saya berbeda, ‘Membaca cara menanam pohon dan mencangkok’ tidak salah, bergantung kompetensi yang ingin dicapai. Pada kegiatan ini, mungkin siswa hanya dituntut ‘speed reading’ atau ‘membaca pemahaman’. Bisa juga, setelah membaca siswa diminta membuat tulisan berdasarkan pengalamannya dan pemahamannya ttg cara menanam dan mencangkok pohon. Lalu siswa diminta membandingkan tuisannya dengan tuisan yang ada dalam buku teks. Sebenarnya tidak semua ahli mengeritik kurikuum 2013, ada juga ahli pendidikan yang mendukung termasuk pak DR. CIpto, ketua UIK dari UNJ
.
Tanggapan kami: Hello, Pak Karim Karhami. Serius amat sih. He he he. Masih ingatkah Pak Karim diskusi kita di tengah kedinginan kota London tahun 1992. Waktu itu kan Pak Karim banyak bahas tentang bagaimana mendidik siswa sejak dini menjadi young scientist sesuai dengan tesis S2 Pak di Intitute of Education University of London. Kan waktu itu kita sama-sama sepakat bahwa sejak anak TK dan SD kelas-kelas awal perlu berimjainasi, berkreasi, mencoba berbagai kegiatan IPA secara langsung. Bukankah itu praktik keseharian anak-anak TK dan SD di Inggris? Dalam Kurikulum 2013, fatalnya anak-anak tidak diarahkan mencoba dan mencoba, bahkan berteori beredasarkan percobaannya tapi membaca cerita tentang menanam pohon dan mencangkok. Mengapa sekarang Pak Karim tak memperjuangkan pendekatan pembelajaran aktif untuk menumbuhkembangkan young scientist? Bagaimana mungkin membuat anak menjadi scientist melalui membaca cerita. Ini yang kunamakan IPA sastra. He he he
.
Komentar Hilda Karli: Terima asih penjelasannya Pak Belen
.
Komentar Mario Josef: Lima jam seminggu untuk Matematika dan Bahasa Indonesia untuk SD sangat mengagumkan karena logika bahasa dan matematika itu sama untuk membangun kekritisan, tetapi bahasa membangun kehalusan jiwa, sedangkan matematika untuk membuat anak itu sakelijk-pasti-tidak terombang-ambing, benar ya benar, salah ya salah. Maksih Pak Belen!!
.
Tanggapan kami: Dear Mario Yosef, Setuju 5 jam untuk Matematika dan Bahasa Indonesia di SD sesuai KTSP 2006. Tidak perlu menambah jam untuk kedua mata pelajaran ini secara berlebihan.
.
Komentar Julius Juih: Makasih Pak Senior saya. Kalau saya sebagai penulis Seni Budaya membaca Kurikulum 2013 untuk SD mulai dengan KD ke-4 sehingga pasti dengan aktivitas berkesenian konsep tentang seni akan mudah dipahami karena mengalami secara langsung. KD3 tercapai, belajar aktif pasti terlaksana dan bukan seperti belajar IPA Sastra, tapi saya di Seni Budaya juga kecewa adanya Permendikbud 104 Tahun 2014 ada non-autentik yang ini kurang tepat pada seni budaya selain SMK seni.
.

Analisis SWOT Kurikulum 2013 Semua Jenjang & Solusi Kita

Januari 16, 2014

Anak tendang guru

Guru kencing berdiri, siswa kencing berlari

Perkembangan kurikulum Indonesia

Sejak merdeka sampai sekarang telah berlaku 10 kurikulum di Indonesia. Menurut pendapat saya, kurikulum terbaik adalah Kurikulum 1947 yang berorientasi dan menekankan model sekolah kerja (Arbeit Schule, Do School). Contoh sekolah kerja yang terkenal di tanah air adalah Indonesische Nederland School (INS) di Kayu Tanam (sekitar 60 km utara Kota Padang di pinggir jalan dari Padang menuju Bukittinggi) yang didirikan Mohamad Syafei pada tanggal 31 Oktober 1926.  Pelajaran di sekolah ini menggunakan bahasa Melayu (kemudian menjadi bahasa Indonesia) dan bahasa Inggris. Visi M Syafei adalah bangsa Indonesia bisa memenangkan persaingan dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Model sekolah seperti inilah yang dicita-citakan para penyusun Kurikulum 1947 seperti tampak pada dokumen kurikulum yang amat tipis tapi kaya gagasan dan amat substantif menatap masa depan Indonesia. Pelaksanaan belajar aktif pada model sekolah kerja tidak hanya terbatas pada pelajaran rutin tapi sampai kepada menghasilkan produk kerajinan tangan dan prakarya oleh siswa sendiri di bawah bimbingan guru. Implementasi Kurikulum Satuan Pendidikan (KTSP) 2006 dan desain Kurikulum 2013 tidak menganut orientasi ini. Hanya terbatas pada belajar aktif dalam pelajaran rutin. Sedangkan, pendidikan kewirausahaan sebagai wadah praktik konsep sekolah kerja kurang ditekankan. Gagasan sekolah kerja ternyata masih konsisten dilaksanakan di Finlandia. Siswa belajar membuat kerajinan tangan, menjahit, membuat makanan, membuat barang dari logam, mengutak-atik mesin, belajar fotografi, membuat kreasi dengan menggunakan teknologi informasi. Model sekolah kerja yang telah dimodifikasi sesuai dengan tuntutan zaman menyebabkan prestasi siswanya unggul dalam tes-tes internasional. Strengths (Kekuatan) Kurikulum 2013

  • Pendekatan tematik dilanjutkan ke kelas IV – VI SD. Penetapan ini tepat karena siswa usia SD masih berpikir holistik dan dampaknya adalah penghematan waktu dan tenaga serta pengurangan pengulangan dan tumpang tindih. Hanya harus diingat: Tetap ada mata pelajaran tersendiri karena tidak semua kompetensi dasar (KD) dapat seutuhnya diajarkan melalui pendekatan tematik. Mata pelajaran tersendiri, terutama Bahasa Indonesia dan Matematika harus diajarkan tersendiri juga karena tidak semua KD dapat seutuhnya diajarkan melalui pendekatan tematik. Jika semua KD diajarkan melalui pendekatan tematik, akan terjadi pendangkalan penguasaan kompetensi, terutama kompetensi membaca dan menulis siswa akan lemah. Inilah pelajaran atau hikmah dari implementasi KTSP 2006 yang melalaikan pelajaran tersendiri terutama untuk Bahasa Indonesia dan Matematika.
  • SMP: IPA dan IPS diajarkan / dipelajari secara terpadu. Tidak seluruh KD mata pelajaran dapat diajarkan secara terpadu. Ada KD yang tak bisa dipadukan. Perlu diajarkan tersendiri sebagai mata pelajaran terpisah. Tampaknya pembelajaran terpadu ini sulit dilaksanakan karena guru hanya disiapkan mengajar satu mata pelajaran selama studi di lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK).
  • Penjurusan (dengan istilah peminatan pada Kurikulum 2013) di SMA langsung dimulai dari awal kelas I (kelas X). Kebijakan ini memungkinkan siswa lebih mendalami mata-mata pelajaran jurusan. Namun, porsi jam pelajaran per minggu pada Kelompok A (Wajib) dan Kelompok B (Wajib) yang bersifat umum (bukan peminatan / jurusan) mencapai  24 jam atau 50% dari seluruh beban jam pelajaran per minggu (48 jam). Porsi jam pelajaran per minggu Kelompok C (Peminatan) adalah 24 jam atau 50% dari total jam pelajaran per minggu di SMA. Maksud penjurusan sejak awal untuk mengurangi beban belajar siswa ternyata tidak tercapai.
  • Dimasukkan Pancasila sehingga Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) pada KTSP berubah nama menjadi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn).
  • Pelajaran Sastra di SMA dan SMK lebih diperhatikan.
  • Pramuka ditekankan.
  • Imbauan dan dorongan melaksanakan kurikulum melalui belajar aktif karena kurikulum ini menekankan proses.
  • Pendidikan kewirausahaan masuk di SMA dan SMK dalam mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan dengan porsi waktu 2 jam pelajaran per minggu.

Senam push up

Weaknesses (Kelemahan) Kurikulum 2013

  • Penekanan pengembangan karakter siswa melalui pembelajaran. Padahal yang paling efektif melalui proses peneladanan dan pembiasaan, bukan melalui proses pembelajaran. Betapa pun, hal ini cukup baik agar guru tak lupa memperhatikan pengembangan karakter siswa.
  • Mengapa jam pelajaran agama ditambah? Di SD dari 3 menjadi 4 jam dan di SMP, SMA, dan SMK dari 2 menjadi 3 jam. Padahal, seperti pendidikan karakter, pendidikan agama lebih efektif dilakukan melalui proses peneladanan dan proses pembiasaan. Proses pembelajaran hanya mendukung kedua proses itu. Karena itu, sebenarnya untuk pembelajaran agama cukup 2 jam karena hanya dibatasi pada kegiatan belajar agar siswa lebih mendalami ajaran agama. Praktiknya lebih terfokus kepada proses peneladanan dan proses pembiasaan.
  • Memperkuat mata pelajaran perekat bangsa -> OK setuju. Tapi mengapa hanya dibatasi pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, PKn, Agama, dan Matematika? Mengapa IPS, terutama Sejarah tidak masuk? Malah digabungkan ke PPKn? Kalau Matematika sebagai mata pelajaran universal yang berlaku untuk semua bangsa di dunia masuk, mengapa IPA tak dimasukkan padahal IPA adalah mata pelajaran universal juga?
  • Alasan Mendikbud mengubah kurikulum (KTSP 2006) adalah deradikalisasi bangsa Indonesia yang terjebak dalam konflik vertikal dan horisontal dan ancaman terorisme. Namun, penekanannya justru kepada mata-mata pelajaran “perekat bangsa” tanpa didukung dan diikat oleh konsepsi substantif, seperti pendidikan lintas budaya atau pendidikan multikultural (multicultural education). Tak mungkin tercipta kehidupan yang damai di Indonesia jika masih ada konflik antar-agama dan konflik antar-aliran dalam satu agama.  Motif deradikalisasi malah dilakukan melalui penambahan jam pelajaran agama, bukan melalui membuka peluang bagi siswa untuk mengenal tradisi agama-agama lain selain agamanya agar menghargai agama lain. Bahkan, Kompetensi 1 yang harus mewarnai berbagai KD semua mata pelajaran malah menekankan agar siswa menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang dikutip dari Kakawin Sutasoma karangan Mpu Tantular sekitar abad ke-14 Masehi justru mengajarkan toleransi antara umat Hindu Siwa dengan umat Buddha. Buddha dan Siwa merupakan dua zat yang berbeda, tetapi bagaimanakah bisa dikenali? Sebab kebenaran Jina (Buddha) dan Siwa adalah tunggal. Terpecah belahlah itu, tetapi satu jugalah itu. Tidak ada kerancuan dalam kebenaran. Apakah isi kurikulum pendidikan agama 2013 menekankan toleransi dengan penganut agama lain?
  • Menambah jumlah jam pelajaran per minggu: SD 4 jam, SMP 6 jam, SMA 2 jam, dan SMK menjadi 48 jam per minggu (24 jam atau 50% untuk kelompok mata pelajaran A dan B) -> Alasan tak jelas. Perbandingan antar-negara tidak jelas. Finlandia malah nomor I di dunia padahal jumlah jam pelajarannya sedikit. Yang penting pelajaran menyenangkan atau tidak. Faktor metodologi lebih penting daripada lamanya waktu. Indonesia: Jumlah hari belajar efektif termasuk yang tertinggi di dunia, sama dengan Korea Selatan.
  • Jumlah mata pelajaran masih banyak. Dikurangi tapi mengapa jumlah jam per minggu ditambah menjadi tertinggi di dunia? Di SD jumlah mata pelajaran dikurangi dari 10 menjadi 8 tapi jumlah jam per minggu ditambah dari 32 menjadi 36 jam (ditambah 4 jam di kelas IV, V, dan VI). Kalau tambahan 4 jam ini dikonversi dengan patokan 1 mata pelajaran 2 jam per minggu, jadinya jumlah mata pelajaran dalam pelaksanaan konkret di lapangan ditambah 2 mata pelajaran sehingga sama saja dengan 10  mata pelajaran dalam KTSP 2006. Jadinya bertambah 2 mata pelajaran dari sudut pandang waktu dalam Kurikulum 2013. Di SMP jumlah mata pelajaran dikurangi dari  12 menjadi 10 mata pelajaran tapi jumlah jam per minggu ditambah dari 32 menjadi 38 jam (ditambah 6 jam). Kalau tambahan 6 jam ini dikonversi dengan patokan 1 mata pelajaran dengan 2 jam per minggu, jadinya jumlah mata pelajaran dalam pelaksanaan konkret di lapangan ditambah 3 mata pelajaran sehingga sama saja dengan 13 mata pelajaran. Jadinya bertambah 1 mata pelajaran dari sudut pandang waktu dalam Kurikulum 2013. Di SMA jumlah mata pelajaran dikurangi dari  18 menjadi 16 dan 15 mata pelajaran tapi jumlah jam per minggu ditambah dari 38 menjadi 42 jam di kelas II dan III (ditambah 4 jam). Kalau tambahan 4 jam ini dikonversi dengan patokan 1 mata pelajaran 2 jam per minggu, jadinya jumlah mata pelajaran dalam pelaksanaan konkret di lapangan ditambah 2 mata pelajaran sehingga menjadi 18 dan 17 mata pelajaran. Jadinya di SMA sebenarnya jumlah mata pelajaran hampir sama dari sudut pandang waktu dalam Kurikulum 2013. Di SMK jumlah jam pelajaran per minggu bertambah dari 42 atau 44 menjadi 48 jam per minggu (ditambah 6 atau 4 jam). Kalau dikonversi jadinya bertambah 3 atau 2 mata pelajaran.

Total jam pelajaran berbagai negara

Total jam pelajaran di Finlandia sedikit, nomor 2 tersedikit namun prestasi siswanya unggul di peringkat atas pada tes-tes internasional. Non multa sed multum (makin sedikit makin baik) Mengapa Kurikulum 2013 menambah jam pelajaran? Apakah dengan belajar lebih lama anak Indonesia akan lebih pintar?

Finnish lessons

Pelajaran dari Finlandia:

“Lebih sedikit tes, lebih banyak belajar”

“Lebih banyak kreativitas, lebih kurang standardisasi”

“Pencegahan, bukan perbaikan”

“Anak-anak harus bermain”

  • Dengan dihapuskannya muatan lokal pada Kurikulum SD 2013, jam muatan lokal yang biasa diisi dengan pelajaran bahasa Inggris kehilangan kapling. Ini adalah satu kemunduran karena semakin banyak negara di dunia telah memasukkan pelajaran bahasa Inggris sejak SD, seperti Korea Selatan, Jepang, RRC, Arab Saudi, Suriah, Israel, Belanda, Prancis, dan Jerman.
  • Khusus mengenai bahasa asing kedua atau bahasa asing lainnya di SMA, pada Kurikulum 2006 bahasa asing lain selain bahasa Inggris, seperti bahasa Jerman, bahasa Prancis, Bahasa Jepang atau bahasa Mandarin diajarkan selama tiga tahun, dari kelas X s.d. XII. Sayang, dalam Kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa asing lainnya itu dihilangkan Hanya diajarkan untuk peminatan bahasa. Ini amat merugikan negeri kita dalam persaingan global di abad ke-21. Di negara lain yang selama ini memenangkan persaingan ekonomi global, bahasa asing kedua, bahkan ketiga diajarkan selama 3 tahun di SMA. Dampak lainnya adalah pemecatan guru-guru bahasa asing lain di SMA. Nanti jika kurikulum berubah, sekolah sulit lagi mencari guru bahasa asing lain.
  • Pada sejumlah mata pelajaran, umumnya materi / kompetensi cenderung“sama” dengan Kurikulum 2006 (KTSP). Pertanyaan yang wajar diajukan adalah mengapa diganti?
  • Dari segi jumlah KD pada KTSP 2006 dalam Kurikulum 2013 terjadi “pembengkakan” jumlah KD. Jumlah KD total menjadi bertambah sebagai akibat digantikannya standar kompetensi dengan 4 kompetensi inti.
  • Kompetensi inti I yang berciri religius, yaitu menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya harus tercermin pada beragam KD mata-mata pelajaran membawa konsekuensi yang serius. Misalnya, contoh KD Biologi SMA. Kelas X: 1.1 Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang keanekaragaman hayati, ekosistem, dan lingkungan hidup. Kelas XI: 1.1 Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang struktur dan fungsi sel, jaringan, organ penyusun sistem dan bioproses yang terjadi pada makhluk hidup. Kelas XII: 1.1 Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang struktur dan fungsi DNA, gen dan kromosom dalam pembentukan dan pewarisan sifat serta pengaturan proses pada makhluk hidup. Dalam pembelajaran Biologi misalnya dibahas tentang teori evolusi Charles Darwin yang berkaitan dengan asal usul manusia. Dari mana manusia berasal? Bagaimana proses penciptaan manusia? Nah, di sini bisa timbul persoalan jika guru Biologi membawa interpretasi agama guru yang bersangkutan. Kita tahu bahwa ajaran tentang penciptaan manusia itu berbeda-beda menurut agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Siswa yang tidak kritis dapat mengalami konflik kognitif karena terpengaruh oleh pandangan agama guru yang berbeda agama.
  • Kewirausahaan kurang ditekankan. Hanya eksplisit di SMA dan SMK dengan alokasi waktu 2 jam per minggu. Tidak tergambar dalam tujuan jenjang sekolah, tujuan kurikuler mata pelajaran. Walaupun hanya 2 jam per minggu pendidikan kewirausahaan sebenarnya dapat diintegrasikan dengan mata-mata pelajaran yang relevan. Misalnya, siswa memelihara ikan, ayam, kambing. Atau, siswa menanam sayur mayur atau tanaman penghasil buah. Praktik pendidikan kewirausahaan dapat diambil dari jam pelajaran Biologi dan Kimia sebagai aplikasi proses biologis dan kimiawi, dari jam pelajaran Ekonomi dan Akuntansi sebagai aplikasi konsep kebutuhan dan harga, promosi produk, dan pembukuan, serta jam pelajaran Matematika untuk menghitung selisih modal dan keuntungan. Orientasi ini tidak tampak dalam KD berbagai mata pelajaran.
  • Di SD penggabungan IPA ke terutama Bahasa Indonesia dan IPS ke terutama PPKn di kelas I – III bermasalah karena mengurangi penguasaan kompetensi siswa dalam mata pelajaran IPA dan IPS. Pengintegrasian semua mata pelajaran ke dalam tema-tema dengan menganut pendekatan tematik dari kelas I s.d. VI baik untuk mengurangi pengulangan dan tumpang tindih KD yang tak perlu. Namun, karena pemilihan tema dilakukan Pusat dan tema-tema yang dipilih masih umum serta tema-tema itu dituangkan ke dalam buku pelajaran, adaptasi dengan tema-tema dari lingkungan sekitar siswa menjadi terhambat. Padahal, di berbagai Negara pemilihan tema konkret dilakukan guru kelas atau guru mata pelajaran.
  • Mata pelajaran IPA dan IPS SMP yang terintegrasi menurunkan penguasaan siswa. Padahal, gurunya adalah spesialis mata pelajaran terpisah sesuai dengan jurusan studinya di fakultas keguruan universitas. Seharusnya dibenahi lebih dulu kurikulum di lembaga pendidikan tenaga kependidikan barulah dilakukan perubahan di lapangan.

tz-intro-o

Albert Einstein pernah tidak lulus ujian nasional SMA sehingga ia terpaksa tinggal kelas. Ketika berbaring di sakit ia diberi hadiah sebuah kompas. Dari sini bermula rasa ingin tahu Einstein tentang hukum yang mengatur alam semesta dan akhirnya mengantarnya meraih hadiah nobel Science dan menemukan Teori Relativitas yang menjadikannya sebagai tokoh ilmuwan terhebat selama milineum kedua. Sanggupkah kita menumbuhkembangkan “ilmuwan muda” (young scientist) jika kurikulum IPA kurang mendapatkan prioritas di SD dan SMP?

  • Pendekatan komunikatif pembelajaran bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sejak Kurikulum 1994 sampai dengan KTSP 2006 diganti dengan pendekatan teks, padahal pendekatan teks itu adalah satu bagian dari pendekatan komunikatif. Dampaknya adalah penguasaan keterampilan-keterampilan berbahasa akan menurun. Padahal, di berbagai negara yang maju di bidang pendidikan, pendekatan komunikatif tetap dipakai.
  • Keberatan silabus kembali disusun oleh Pusat dalam pengembangan Kurikulum 2013 adalah wajar. Mengapa tugas guru mengembangkan silabus diambil alih oleh Pusat? Padahal, pada Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) 2003 dan KTSP 2006 telah 10 tahun guru dibiasakan. Di berbagai negara yang maju di dunia silabus tidak disusun Pusat tapi diserahkan kepada guru agar disesuaikan dengan kemampuan dan konteks siswa.
  • Instruktur Kurikulum 2013 SMK di DIY, Aragani Mizan Zakaria menyatakan, banyak guru SMK menilai isi materi buku pelajaran Bahasa Indonesia dan Sejarah terlalu sederhana. Guru SMK kelas X untuk 2 mata pelajaran ini menilai isi buku itu tidak sebanding dengan tujuan pembelajaran. Para guru dituntut mendorong siswa SMK membangun pola pikir untuk memecahkan masalah, mengelola kelompok kerja, dan menginisiasi penemuan baru. “Mereka menilai isinya terlalu biasa-biasa saja,” kata Kepala SMKN 2 Depok, Sleman. (http://koran.tempo.co/konten/2013/07/30/317395/Guru-Kritik-Panduan-Kurikulum-2013)

1243328602_school-abuse

Opportunities (Peluang) Kurikulum 2013

  • Kurikulum 2013 melanjutkan penekanan kepada metodologi belajar aktif yang telah dimulai sejak Kurikulum 1984, diteruskan pada Kurikulum 1994, Kurikulum Berbasis Kompetensi 2003, dan KTSP 2006. Kompetensi inti ketiga dan keempat mewadahi penekanan ini yang tercermin pada rumusan KD berbagai mata pelajaran. Kalau pendekatan ini konsisten dilakukan guru dari TK, SD sampai dengan SMA / SMK, para guru sebagai pemegang monopoli informasi dalam paradigma  pembelajaran berpusat kepada guru akan beralih ke peran guru sebagai fasilitator dalam paradigma pembelajaran berpusat kepada siswa. Harapan ini bisa tercapai jika lembaga pendidikan tenaga kependidikan menerapkan metodologi belajar aktif dan para guru dibina secara berkelanjutan melalui inservice training yang menekankan praktik langsung tanpa teori berlebihan.
  • Penetapan IPA dan IPS di SMP diajarkan / dipelajari secara terpadu dalam jangka panjang akan mendorong fakultas keguruan mengubah kurikulumnya agar calon guru IPA dan IPS disiapkan sebagai guru bidang studi, bukan guru spesialis mata pelajaran tersendiri.
  • Pejurusan di SMA dari awal kelas I (kelas X) memungkinkan siswa lebih mendalami mata-mata pelajaran peminatan. Yang masih mengganggu adalah porsi mata-mata pelajaran Kelompok A dan B yang bersifat umum yang masih mencakup 50% waktu. Saran kami adalah kepala sekolah dan guru dapat memodifikasi alokasi waktu yang ditetapkan secara nasional dalam Kurikulum 2013 dan dapat pula mengajarkan dengan sistem blok, misalnya Sejarah diajarkan secara intensif dalam waktu 1 – 2  bulan saja sehingga waktu yang tersisa dapat digunakan untuk memperdalam penguasaan mata pelajaran peminatan.
  • Penekanan kegiatan ekstrakurikuler Pramuka amat efektif untuk mengembangkan karakter siswa asalkan dilaksanakan secara serius dan konsisten.
  • Munculnya kewirausahaan dalam mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan di SMA dan SMK merupakan langkah awal agar sekolah mulai memperhatikan pendidikan kewirausahaan yang dapat dilakukan dengan melibatkan guru-guru mata pelajaran yang relevan, seperti Biologi, Kimia, Ekonomi dan Akuntansi, dan Matematika serta mata-mata pelajaran yang relevan di SMK.

4a962ca7_771382cf_4a94a84d_58770434_1245515314_200906210131032906222601_01

Threats (Ancaman) Kurikulum 2013

  • Yang terpenting adalah pembenahan sistem pendidikan secara menyeluruh. “Quality is the result of the system”. Mutu adalah hasil dari sistem. (Edward Demings). Kalau sistem pendidikan guru, rekrutmen guru, prioritas alokasi dana bagi daerah dan sekolah yang tertinggal, manajemen kepala sekolah dan dinas pendidikan, format evaluasi dan ujian nasional, inservice training bagi guru tidak dibenahi, perubahan kurikulum hanyalah isapan jempol, akan sia-sia.
  • Peningkatan mutu pendidikan, prestasi belajar siswa tidak hanya bergantung kepada perubahan kurikulum. Yang lebih penting adalah mengubah mindset guru, paradigma dan kebiasaan guru dari guru sebagai pusat menjadi siswa sebagai pusat dalam proses pembelajaran. Harapan ini akan tercapai jika induksi inovasi ditekankan pada lembaga pendidikan tenaga kependidikan dan sistem inservice training guru dan kepala sekolah dilakukan secara kontinu dengan menekankan praktik dan dilanjutkan dengan inhouse training guru dan kepala sekolah di tiap unit sekolah.
  • Kurikulum yang dikendalikan buku teks (textbook-driven curriculum) dalam pelaksanaan yang selama ini dianut sampai dengan pencetakan buku pelajaran pemerintah yang berbarengan dengan pengembangan kurikulum akan membuat guru kurang kreatif, hanya berperan sebagai penyampai isi buku pelajaran. Padahal, implementasi kurikulum yang berhasil didukung oleh pemanfaatan beragam sumber belajar, seperti pengalaman siswa, lingkungan sekitar, produk cetakan, program audiovisual, serta internet. Buku pelajaran hanyalah satu sumber belajar.
  • Format ujian nasional yang masing berkutat kepada bentuk soal pilihan ganda akan mengkerdilkan capaian kurikulum. Karena, guru cenderung memilih jalan termudah dengan menekankan hafalan dan latihan soal kepada siswa. Belajar aktif yang didengungkan Kurikulum 2013 akan ditinggalkan para guru demi mengejar target lulus ujian nasional. Hanya kompetensi pada tingkat kognitif rendah yang ditekankan para guru. Pengembangan kompetensi psikomotor serta sikap dan nilai akan diselepekan para guru.
  • Walaupun guru adalah ujung tombak pendidikan, tanpa kepala sekolah yang baik ujung tombak itu akan tumpul dan tak akan mengenai sasaran. Tanpa pemberdayaan kemampuan kepemimpinan dan manajemen kepala sekolah, inovasi yang dibawa Kurikulum 2013 hanyalah isapan jempol. Tanpa dukungan manajemen berbasis sekolah yang menekankan transparansi, akuntabilitas, sikap demokratis, kerja sama, dan saling percaya, implementasi kurikulum akan berakhir pada capaian pas-pasan (mediocre).

Struktur program kurikulum Berikut ini disajikan perbandingan struktur program kurikulum SD, SMP, SMA, dan SMK menurut KTSP 2006 dan Kurikulum 2013.

Perbandingan struktur program kurikulum SD 2006 dan 2013

Struktur kurikulum SD 2006 dan 20013

Jumlah mata pelajaran berkurang dari 10 menjadi 8 tetapi jumlah jam pelajaran per minggu bertambah 4, 5, dan 6 jam. Pendekatan tematik yang sebelumnya hanya di kelas I, II, dan III kini diteruskan di kelas IV, V, dan VI. Yang mengkhawatirkan kemampuan berkompetisi di dunia glogal adalah dimasukkannya Ilmu Pengetahuan Alam terutama ke Bahasa Indonesia dan Ilmu Pengetahuan Sosial terutama ke Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di kelas I – III SD. Tak ada negara di dunia yang mengambil kebijakan konyol seperti ini.

conquest-of-space2-1954-o

Perbandingan struktur program kurikulum SMP 2006 dan 2013

Struktur kurikulum SMP 2006 dan 2013

Jumlah mata pelajaran berkurang dari 12 menjadi 10 tetapi jumlah jam pelajaran per minggu bertambah 6 jam.

Struktur program kurikulum SMA menurut KTSP 2006

Mata pelajaran SMA Kelas 1 KTSP 2006

Jumlah mata pelajaran 18 dan jumlah jam pelajaran per minggu 38.

Mata pelajaran SMA Jurusan IPA Kelas XI dan XII

Mata pelajaran SMA Jurusan IPS Kelas XI dan XII

Mata pelajaran SMA Jurusan Bahasa Kelas XI dan XII

Mata pelajaran SMA Jurusan Keagamaan Kelas XI dan XII

Khusus mengenai bahasa asing, Kurikulum 2006 mewajibkan siswa SMA mempelajari bahasa asing kedua di samping bahasa Inggris. Mata pelajaran bahasa asing kedua ini hilang dalam Kurikulum 2013. Apakah ini adalah dampak kerja terburu-buru menyusun Kurikulum 2013?

science-o 5

Struktur program kurikulum sekolah menengah Kurikulum 2013

Mata pelajaran pendidikan menengah

7621300-looking-at-difficult-complex-mathematics-equation-on-balckboard

Struktur program Kurikulum 2013 SMA

Struktur program Kurikulum SMA 2013

Struktur program peminatan Kurikulum SMA 2013

Di SMA jumlah mata pelajaran dikurangi dari  18 menjadi 16 dan 15 mata pelajaran tapi jumlah jam per minggu ditambah dari 38 menjadi 42 jam di kelas II dan III (ditambah 4 jam). Kalau tambahan 4 jam ini dikonversi dengan patokan 1 mata pelajaran 2 jam per minggu, jadinya jumlah mata pelajaran dalam pelaksanaan konkret di lapangan ditambah 2 mata pelajaran sehingga menjadi 18 dan 17 mata pelajaran. Jadinya di SMA sebenarnya jumlah mata pelajaran hampir sama dari sudut pandang waktu dalam Kurikulum 2013.

Struktur program Kurikulum 2013 SMK 3 tahun

Mata pelajaran umum SMK 3 tahun Kurikulum 2013

Struktur program Kurikulum 2013 SMK 4 tahun

Mata pelajaran umum SMK 4 tahun Kurikulum 2013

Di SMK jumlah jam pelajaran per minggu bertambah dari 42 atau 44 menjadi 48 jam per minggu (ditambah 6 atau 4 jam). Kalau dikonversi jadinya bertambah 3 atau 2 mata pelajaran. Proporsi waktu untuk mata pelajaran umum (Kelompok A dan B) 24 jam dan untuk kelompok C peminatan 24 jam. Perbandingannya 50% : 50%.

Struktur program Kurikulum 2013 SMK bidang keahlian teknologi dan rekayasa

Mata pelajaran bidang keahlian teknologi dan rekayasa

Struktur program Kurikulum 2013 SMK bidang keahlian teknologi dan informasi

 Mata pelajaran bidang keahlian teknologi dan informasi

Struktur program SMK Kurikulum 2013 bidang keahlian kesehatan

Mata pelajaran bidang keahlian kesehatan

weird-science-o 4 Kesehatan

Struktur program SMK Kurikulum 2013 bidang keahlian agribisnis dan agriteknologi

Mata pelajaran bidang keahlian agribisnis dan agriteknologi

296

Struktur program SMK Kurikulum 2013 bidang keahlian perikanan dan kelautan

 Mata pelajaran bidang keahlian perikanan dan kelautan

Struktur program SMK Kurikulum 2013 bidang keahlian bisnis dan manajemen

Mata pelajaran bidang keahlian bisnis dan manajemen

education-connection-o 2

Struktur program SMK Kurikulum 2013 bidang keahlian pariwisata

 Mata pelajaran bidang keahlian pariwisata

Struktur program SMK Kurikulum 2013 bidang keahlian seni rupa dan kriya

Mata pelajaran bidang keahlian seni rupa dan kriya

high-school-musical-3-1-o

Struktur program SMK Kurikulum 2013 bidang keahlian seni pertunjukan

 Mata pelajaran bidang kealian seni pertunjukan

  Apa solusi kita?

Rincian berikut ini bukanlah peluang Kurikulum 2013. Walaupun kurang ditekankan atau dilalaikan dalam dokumen Kurikulum 2013, sekolah dapat menciptakan sendiri peluang sesuai dengan tuntutan zaman. Ini adalah contoh berpikir di luar kotak (thinking outside the box).

  • Orientasi kepada berpikir kritis dan memecahkan masalah, komunikasi dan kolaborasi, rasa ingin tahu dan imajinasi, kreativitas dan inovasi, inisiatif dan kewirausahaan, serta pengembangan karakter melalui proses peneladanan dan proses pembiasaan.
  • Peralihan dari time-based education kepada penekanan metodologi belajar aktif. Alokasi waktu dalam struktur program Kurikulum 2013 dapat dimofikasi kepala sekolah dan guru guna memenuhi kebutuhan dan kepentingan belajar siswa. Caranya dengan mengurangi jam pelajaran mata pelajaran tertentu dan menambah jam pelajaran lain dan juga memunculkan mata pelajaran yang dinilai amat penting yang tidak ada dalam Kurikulum 2013.
  • Dari orientasi ilmu kepada kecakapan hidup (life skills).
  • Dari pencari kerja ke pencipta kerja melalui integrasi pendidikan kewirausahaan dalam kurikulum yang berlaku.
  • Dari mendidik anak menjadi konsumen ke arah menjadi produsen.
  • Dari pengajaran berbasis buku teks ke beragam sumber belajar, termasuk teknologi informasi dan komunikasi.
  • Dari penekanan potensi otak kiri ke penekanan potensi otak kanan melalui pengembangan kreativitas sebagai hasil sinergi otak kiri dan kanan.
  • Penerapan hasil penelitian otak ke arah belajar berbasis otak (brain-based learning).
  • Grup perusahaan besar pun diharapkan ikut terlibat merancang kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). “Misalnya kita kontak Astra. Kita nggak mau SMK kita belajar sesuatu yang tidak dipakai pabrik otomotif di sini. Lebih baik kontak dengan mereka kamu pengen kurikulum seperti apa,” jelas Ahok di Balai Kota DKI, Selasa (20/8/2013).
  • Ahok: Bagian Pemprov DKI menyediakan sekolah dan guru. Kurikulumnya diserahkan kepada grup perusahaan otomotif, disesuaikan dengan kebutuhannya. “Daihatsu, Toyota, mobil Eropa seperti apa. Kelas ini urusan Toyota misalnya. Kita adakan kurikulum SMK,” lanjutnya.
  • Kurikulum yang ada masih terlalu umum. Perusahaan masih harus mengadakan pelatihan kepada pekerja barunya.
  • http://news.detik.com/read/2013/08/20/092739/2334759/10/ahok-ingin-gandeng-perusahaan-besar-untuk-rancang-kurikulum-smk
  • Penerapan konsep link & match bisa lebih ditingkatkan dalam penerapan kurikulum SMK.

Berantam

Pendidikan karakter & perkembangan otak Pada Kurikulum 2013 tampak penekanan berlebihan kepada proses pembelajaran sebagai wahana pendidikan karakter. Kurang ditekankan pendidikan karakter melalui proses peneladanan dan proses pembiasaan kepada siswa. Padahal, menurut hasil riset otak terbaru, perkembangan otak anak itu dimulai dari belakang, dari cerebellum untuk koordinasi fisik, lalu ke tengah, yaitu nucleus accumbens untuk memunculkan motivasi dan kemudian amygdala sebagai pusat emosi, dan terakhir prefrontal cortex yang berperan melakukan penilaian dan keputusan benar-salah dan baik-buruk.

 perkembangan otak mulai dari belakang

Otak dan bagiannya

Perkemangan otak judgment terakhir

Perkemangan otak 24 tahun seimbang

Seorang muslim ketika dewasa rajin melakukan sholat dan taat berpuasa pada bulan puasa. Mengapa ia mampu melakukan perbuatan baik itu? Karena, sejak kanak-kanak ia telah dibiasakan melakukan sholat dan belajar berpuasa. Proses pembiasaan ini didukung oleh teladan orang tua. Dari kebiasaan barulah secara bertahap muncul motivasi dan perasaan senang melakukan kebiasaan ini. Hal ini berlaku untuk kebiasaan beribadah pada semua agama.

Perubahan perilaku mulai dari kaki sesuai otak

Apakah anak TK, siswa SD dan SMP telah menyadari kebaikan perbuatan ini? Menurut hasil penelitian otak, pada umumnya orang mampu menilai dan mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan benar-salah dan baik-buruk secara sadar baru pada usia 24 tahun. Ini berarti setelah menjadi sarjana dan mulai bekerja. Karena itu, pendidikan karakter melalui proses pembelajaran bisa terpeleset ke kebiasaan guru memberi nasihat berulang kali kepada siswa agar melakukan perbuatan baik, kebiasaan baik yang dituntut pendidikan karakter. Yang lebih penting adalah siswa dibiasakan melakukan perbuatan dan kebiasaan yang mencerminkan nilai-nilai karakter yang baik. Pembiasaan ini akan berhasil jika didukung teladan dari guru, kepala sekolah, dan orang tua. Dalam dokumen Kurikulum 2013 banyak sekali nilai-nilai pendidikan karakter yang diharapkan ditumbuhkembangkan dalam diri siswa. Kompetensi inti – diambil contoh kompetensi inti 1 dan 2 SMP – tampak penekanan kepada pendidikan karakter. 1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya. 2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya. Kompetensi religius (kompetensi inti pertama) mengandung banyak sekali nilai-nilai religius pada tiap agama. Kompetensi sosial (kompetensi inti kedua) menekankan nilai kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, dan percaya diri. Hal ini dapat menyulitkan guru karena dalam pikirannya berseliweran sekian banyak nilai dan bisa bingung mau menerapkan nilai yang mana. Guna memudahkan guru, kami melakukan simulasi dengan para guru dengan latar belakang agama yang berbeda. Kami gunakan 12 nilai kehidupan (living values) yang digunakan di banyak negara di dunia. Dengan guru-guru yang beragama yang sama, dilakukan curah pendapat nilai mana yang merupakan sebab dan nilai mana yang merupakan akibat. Ditarik garis panah dari nilai penyebab ke nilai akibat.

Hubungan sebab akibat antar nilai kehidupan

Cinta inti nilai kehidupan

Hasil simulasi dengan kelompok guru beragama Islam, kelompok guru beragama Kristen, kelompok guru beragama Katolik, kelompok guru beragama Buddha, kelompok guru beragama Hindu, dan kelompok guru beragama Konghucu ternyata sama. Nilai cinta terpilih sebagai nilai hakiki yang menjadi penyebab, pendorong berkembangnya 11 nilai kehidupan yang lain. Ini berarti guru tak perlu bingung dengan sekian banyak nilai yang dituntut. Asalkan guru dan sekolah terfokus kepada tumbuh-kembang nilai cinta sebagai nilai hakiki, proses tumbuh kembang nilai-nilai karakter yang lain akan lebih mudah dan akan tertanam lebih kuat dalam diri siswa. Pendidikan lintas budaya Karena Kurikulum 2013 tidak berorientasi kepada pendidikan lintas budaya atau multikultural, kepala sekolah dan guru dapat mengintegrasikan kompetensi-kompetensi dasar pada mata-mata pelajaran yang relevan dengan menggunakan pendekatan pendidikan lintas budaya. Tiap siswa tidak hanya belajar mengenal identitas dirinya seperti agama dan budayanya tetapi juga mengenal identitas temannya yang berbeda agama dan budaya dengannya. Selanjutnya, pengenalan ini ditingkatkan melalui proses peneladanan dan proses pembiasaan menghargai agama dan budaya orang lain melalui tindakan dan praktik konkret di sekolah. Saling mengenal dan menghargai orang yang berbeda agama dan budaya dapat tercapai jika siswa memahami dan menyadari bahwa toleransi, persatuan, dan perdamaian tak mungkin dicapai tanpa keadilan dan kasih sayang. Keadilan adalah memberi hak kepada orang yang berhak sedangkan kasih sayang adalah memberi apa yang bukan menjadi hak orang lain.

Apa kata Panda

kucing hitam putih asia

Membenci dan menghina agama lain, apalagi melakukan kekerasan terhadap penganut agama lain itu absurd.  Saya ini juga putih, hitam, dan Asia. Tiap orang mengasihi saya. Wahai manusia, hentikan saling membenci dan mulailah saling mencintai.

anjing dan kucing 5

Kami, kucing dan anjing sering mendengar hardikan antar-manusia, “Eh, kamu kayak kucing dan anjing!” Kamu, manusia berpikir bahwa dari kodratnya kami ini bermusuhan. Siapa bilang? Kami, kaum binatang bisa saling menyayangi melalui peneladanan dan pembiasaan. Wahai manusia, belajarlah dari kami!

kucing dan anjing 4

“Kami bisa saling menolong. Belajarlah gotong royong dan Bhinneka Tunggal Ika dari kami!”

Belajar aktif Belajar aktif sebagai metodologi mengajar ditekankan sejak Kurikulum 1984. Tetapi, sampai sekarang metodologi ini belum tertanam sebagai kebiasaan di dunia persekolahan Indonesia. Kurikulum 2013 kembali menekankan proses pembelajaran aktif. Guru pun tidak bisa melaksanakan belajar aktif jika tidak ditatar dengan metodologi belajar aktif. Demikian pula, harapan belajar aktif menjadi kebiasan hanyalah khayalan belaka jika lembaga pendidikan guru tidak menerapkan belajar aktif dalam proses perkuliahan.

Belajar efektif = mengalami

Dari pengalaman kami mengembangkan sekolah model dan menatar para guru di berbagai daerah, belajar aktif mengandung unsur-unsur seperti terlihat pada gambar berikut ini.

Unsur belajar aktif

Belajar aktif yang berciri learning is fun tidak mengorbankan kedalaman penguasaan materi dan kompetensi siswa. Bahkan, belajar aktif mendorong penguasaan siswa yang mendalam, mendorong pencapakain hasil belajar yang bermutu.

 Hasil belajar bermutu

Hasil belajar bermutu 3

Hasil belajar bermutu 2

 

Agar menjadi kebiasaan belajar aktif tak mungkin dilaksanakan guru hanya melalui satu-dua kali penataran. Harus dilakukan penataran berkala secara berkelanjutan. Penataran pun tidak boleh satu arah yang diisi ceramah sambil menayangkan slides powerpoint dan dilanjutkan dengan diskusi dan tugas membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Penataran harus diisi dengan porsi kegiatan praktik lebih banyak, termasuk praktik mengajar dengan siswa. Berikut ini dikemukan gambar dari pelatihan belajar aktif bagi guru SD dan praktik belajar aktif siswa di Flores.

 Guru Flores mengubah diri

Belajar di luar kelas

Belajar matematika dengan gerakan 2

Belajar di alam 2

Melayang terapung tenggelam

School assembly anak Flores

Belajar aktif disesuaikan dengan konteks daerah, sekolah, dan siswa. Berikut ini dikemukakan foto contoh praktik belajar aktif siswa di sekolah di wilayah perkotaan, dalam hal ini TK, SD, SMP, dan SMA Kristoforus di Grogol, Jakarta Barat dan di Palem, Cengkareng. Belajar aktif bisa diterapkan persekolahan ini karena yayasan melihat tantangan agar sekolah bertahan adalah melalui peningkatan mutu. Yayasan mengalokasikan dana untuk pelatihan guru. Bersama pembina yayasan kami membantu mendampingi inovasi metodologi belajar guru dan mendorong kepala sekolah agar mendukung proses inovasi.

Belajar aktif TK Kristoforus Grogol

Anak-anak TK senang belajar sambil bermain

Belajar aktif TK Kristoforus Grogol 2

Belajar yang manjur bagi anak TK adalah melalui melakukan, memanipulasi benda, bermain dengan beragam benda alamiah dan buatan pabrik

Belajar aktif TK Kristoforus Palem Cengkareng

Bernyanyi sambil bergerak berirama

Belajar aktif TK Kristoforus Palem Cengkareng 2

Belajar aktif TK dan SD Kristoforus Grogol School Assembly

School assembly TK dan SD Kristoforus

Belajar aktif TK dan SD Kristoforus Grogol School Assembly 2

School assembly TK dan SD Kristoforus. School assembly sebagai wahana pengembangan karakter siswa yang umum dilakukan di negara-negara Barat kami introduksi di sekolah-sekolah yang kami bina, seperti di Tapanuli Utara, Jakarta, Yogyakarta, NTT, Maluku, Maluku Utara sampai di Merauke, Papua.

Belajar aktif IPS SD Kristoforus Grogol

Anak SD membuat peta timbul dengan koran dan kanji

Belajar aktif SD Kristoforus Grogol

Anak SD belajar tentang daun dalam kelompok

Belajar aktif SMP Kristoforus Grogol 2

Belajar aktif siswa SMP

Belajar aktif SMP Kristoforus Grogol

Belajar aktif siswa SMP

Belajar aktif SMA Kristoforus Grogol

Belajar aktif Kimia siswa SMA

Belajar aktif SMA Kristoforus Grogol 2

Belajar aktif SMA Kristoforus Grogol 3

Observasi membandingkan ciri-ciri tumbuhan monokotil dan dikotil

Creativity and success

Guna memudahkan guru dalam melaksanakan belajar aktif, guru hendaknya menyadari bahwa hakikat dan inti belajar aktif itu adalah kreativitas. Jika kita ingin menyiapkan anak-anak kita menghadapi tantangan globalisasi abad ke-21, satu jalan yang paling manjur adalah berorientasi dan menekankan kreativitas dalam seluruh aktivitas sekolah.

Kreativitas berbagai bidang

Kreativitas sebagai pensinergi otak kiri dan kanan akan berhasil jika sekolah menekankan hal-hal seperti tertulis pada gambar ini.

Kecerdasan majemuk dan kreativitas

Kreativitas adalah pensinergi potensi otak kiri dan otak kanan siswa yang tercermin pada multi-kecerdasan menurut Howard Gardner, yaitu kecerdasan bahasa (word smart), kecerdasan  logika-matematika (logic smart), kecerdasan visual-spasial (picture smart), kecerdasan kinestetik (body smart), kecerdasan musikal (music smart), kecerdasan natural (nature smart), kecerdasan antarpribadi (people smart), dan kecerdasan intrapribadi (self smart). Dalam pembelajaran dan seluruh aktivitas sekolah, guru hendaknya menerapkan pengembangan tidak hanya kecerdasan intelektual tapi semua jenis kecerdasan dalam konsepsi multi-kecerdasan.

tototo-o

Tanpa imajinasi, kreativitas siswa tidak berkembang. Sejauh mana guru-guru kita mendorong daya imajinasi siswa?

Pendidikan kewirausahaan Satu langkah maju dalam Kurikulum 2013 adalah munculnya mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan di SMP, SMA, dan SMK. Sayang tidak muncul secara eksplisit di SD. Sejak beberapa tahun lalu, kami masukkan gagasan unit produksi yang biasa dilakukan d SMK pada sekolah umum, mulai dari TK, SD, SMP sampai dengan SMA. Unit produksi merupakan wadah praktik wirausaha siswa, bukan hanya melalui mata pelajaran keterampilan, prakarya, atau kewirausahaan saja. Tetapi juga, diterapkan dalam kaitan dengan mata-mata pelajaran yang relevan dan dalam kerja sama dengan guru mata pelajaran seperti IPA, Biologi, Kimia, Fisika, IPS, Ekonomi dan Akuntansi, Kesenian dan dalam beragam kegiatan ekstrakurikuler yang relevan. Berikut ini dikemukakan gambar dari pelatihan unit produksi bagi guru-guru di Flores dan di Yogya.

Guru Flores membuat telur

Guru Flores membuar pocari sweat

Guru Flores membuat kripik

Guru Flores membuar abon ikan

Guru Flores membuar jagung titi emping

Guru Flores membuat ikan asin

Guru SD Mangunan membuat pupuk organik

Guru SD Mangunan membuat pupuk kompos

Guru SD Mangunan membuat menanam dalam polibag

Menanam di pot hidroponik

Wirausaha menanam pohon uang

Bacalah posting terkait:

https://sbelen.wordpress.com/2014/12/08/kelemahan-struktural-kurikulum-2013-kritik-kami-di-tweeter-facebook/

.

Advertorial

Dodgeball-tricking-headshot

Tifus

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

gambar-spanduk-sano

Sano sembuhkan tifus

Kartu nama Yuni 3.

Khasiat FIDES & HP pemesanan

Kunjungilah:

https://sbelen.wordpress.com/2015/06/11/habbatussauda-jintan-hitam-bawang-putih-jahe-lemon-madu-diabetes-stroke-penyakit-komplikasi-sembuh-tubuh-sehat/

Sedih menyaksikan amburadulnya ujian nasional (UN) tahun ini

April 17, 2013

900x900px-LL-2219f1ca_after_being_proven_wrong_in_an_argument-13550

Cermin sistem pendidikan yang kurang menghargai hak anak untuk bertumbuhkembang, mengemukakan pendapat, dan menyeragamkan anak menurut kurikulum nasional yang kaku dan ujian nasional yang menekankan aspek kognitif sambil melalaikan aspek afektif.

Hati kita sedih menyaksikan hiruk pikuk dan amburadulnya urusan ujian nasional (UN). Marilah kita mendengarkan jeritan dari lapangan berikut ini. Kemarin pagi kami menerima email dari seorang Kepala SMA di Sibolga, Sumatera Utara. Tahun lalu kami menatar guru-gurunya 2 hari tentang contextual teaching & learning melalui praktik nyata dalam workshop.  Kemarin malam, seorang kepala sekolah di Halilulik, Kabupaten Belu, Timor menelepon dan protes terhadap penundaan UN di 11 provinsi, termasuk NTT. Isi protesnya mirip dengan yang dikemukakan kepala SMA di Sibolga. Perkenankan membaca email dari Sibolga itu dan jawaban kami

Pak Sil,

Selamat Pagi

Ujian nasional (UN) di sebagian negeri ini tidak serempak dilaksanakan hari ini (15-04-2013) sesuai POS. Pak Menteri cuma minta maaf. Kenapa ia tidak langsung menarik diri saja. Ini mengecewakan semua komponen pendidikan bangsa ini. Mengapa UN sudah dilaksanakan bertahun-tahun dan tahun ini terbengkelai? Benarkah sifat secret UN masih terjamin? Sudah waktunya pemerintah harus berpikir untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah masih-masing sambil diawasi ketat oleh Dikbud. Kami di lapangan selalu menjadi sasaran dimaki-maki, karena ulah seperti ini. Terhambat UN anak-anak stres, biaya membengkak, habis waktu. Kerja tanpa perencaan yang matang seperti terjadi pada UN tahun ini.

Terima kasih

Tanggapan kami:

Ya, saya sendiri merasa malu kok birokrat bekerja semakin tidak profesional. Bikin kurikulum terburu-buru, bikin soal dan kertas ujian nasional amburadul. Menteri tidak memperlihatkan sense of crisis. Di TV malam ini menteri tanggapi imbauan untuk mengundurkan diri dengan berlangkah mundur lalu maju. Aduh, kok saya yang merasa malu, menunjukkan perilaku yang melecehkan para guru dan kepala sekolah yang kesal karena UN tertunda di 11 provinsi.

Apa gunanya jabatan jika hanya untuk menunjukkan sok kuasa atau melayani kepentingan anak didik, kepentingan rakyat.

Model, format UN dengan soal pilihan ganda itu yang bikin perkara, melestarikan urusan baku tipu yang melanda sejumlah kepala sekolah, guru, dan siswa. Kemdikbud juga membuat kebijakan nyetor rapor dan membuat soal yang gampang-gampang agar banyak yang lulus. Bukankah ini sebuah pembohongan publik? Mengapa sih kita tidak ubah format UN dengan memasukkan ujian praktik, dengan menerapkan penilaian portofolio atau dengan menerapkan open book test dan tes terstandar yang diberikan di kelas-kelas tertentu dalam rentang waktu belajar di satu jenjang sekolah.

Model UN kita sekarang masih berada di paradigma hard pedagogy, memvonis siswa lulus atau tidak lulus, padahal negara-negara lain telah beralih ke soft pedagogy dalam proses belajar-mengajar dan ujian dengan memberi peluang sebesar-besarnya kepada siswa untuk menunjukkan kompetensinya, bukan dinilai berdasarkan inkompetensinya karena bertolak dari patokan ideal siswa-siswa yang pintar secara kognitif.

Kita tertingggal secara teoritis dan praksis dalam gelombang perubahan ujian nasional di dunia.

Salam kami

Tanggapan balik kepala SMA di Sibolga:

Terima kasih atas tanggapan Pak Sil. Rinduku sebagai guru, sebelum mati saya ingin menikmati anak-anak itu lulus karena usahanya. Bocor-bocor, bocor lagi. Soal sama untuk semua kabupaten tetapi SMA jurusan IPS ditunda ujian, tetangganya jurusan IPS ujian dengan soal foto kopian, LJUN-nya pun kopian. Entahlah nanti diapakan saat pemeriksaannya–dimanualkan–sama dengan diluluskan–atau tidak diluluskan–gila-gila–tidak rasional. Pak Sil saya boleh minta–secara pedagogis anak dirugikan, karena itu saya minta penyelenggara ujian ini harus memberikan kompensasi kepada para siswa–diluluskan semuanya. Sebagai guru dan kepala sekolah saya sangat menuntut itu, karena gara-gara Pusat mau meningkatkan mutu, maka kita memacu siswa untuk belajar pagi-sore, ternyata ini tipuan saja. Kalau anak pintar atau kurang mampu kami sudah tahu. Pak Sil termasuk anak pandai di SMA kita dulu dan Pak Dan Tifa tahu itu…

Meskipun ada 30 soal berbeda tetapi jawaban siluman yang beredar pada waktu ujian ini bukan rahasia lagi. Mau bagaimana pendidikan kita ini? Dua puluh tahun lagi, kita harus belajar dari Timor Leste. Keluhan kami ini mungkin tak ada artinya, tetapi dari pada kami stres melihat situasi manipulatif di depan mata kami.

Bila mau ukur mutu, saya punya usul, semua SMA dan SMK bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi (PT) tertentu yang bermutu. Perguruan tinggi itu membawahi sejumlah SMA dan SMK menjadi binaan mereka, lalu sama-sama membuat standar mutu kemudian diikuti bersama, dan terus dipantau oleh PT itu, karena mereka nanti yang akan menerima tamatan SMA dan SMK. Mohon maaf bila tidak pas. Terima kasih.

Marilah sejenak kita menoleh ke negara lain di ujung bumi ini. Tiga puluh tahun yang lalu Finlandia masih doyan dengan ujian nasional. Lalu, petinggi Kementerian Pendidikan di negara sekecil itu mengatakan bahwa ujian nasional ini menuntut pengelolaan yang rumit dan energi terkuras habis, lalu hasilnya prestasi belajar siswa ya biasa-biasa saja.

Karena itu, kemudian mereka memutuskan “Good bye, national examinations!” Ujian nasional yang didahului ujian kenaikan kelas, ujian semester atau caturwulan, dan semua urusan nilai-menilai itu ternyata percuma, hanya merampas waktu belajar siswa. So, mereka memutuskan evaluasi harus dilakukan guru seminimal mungkin. Yang lebih penting adalah membantu siswa yang keteter, tertinggal dari teman-temannya melalui kegiatan tutorial.

Direbus UN

Karena waktu untuk evaluasi dikurangi drastis ya waktu untuk proses belajar-mengajar ditingkatkan secara maksimal. Akhirnya, mereka memutuskan kurangi saja jumlah jam pelajaran per minggu dan jumlah hari sekolah per tahun.

Lalu, siswa-siswa Finlandia mengikuti tes internasional, seperti PISA, TIMMS, dan PEARLS, dan para penentu kebijakan, dosen, guru, kepala sekolah pada heran dan tak menyangka siswa-siswanya menoreh prestasi superunggul merebut peringka satu, dan kalau lagi apes ya peringkat 2 atawa 3, tapi selalu di puncak klasemen.

UN & kreativitas anak Indonesia

Berbondong-bondonglah penentu kebijakan pendidikan dari berbagai negara di 5 benua datang dan meneliti apa faktor penyebab keunggulan sistem pendidikan Finlandia. Banyak negara menyalahkan kebijakan pendidikan mereka dan semua pengambil keputusan dituntut rakyat untuk pergi belajar dari Finlandia.

Pengambil keputusan pendidikan Indonesia juga ke Finlandia tapi apa dampak kunjungan itu sampai sekarang juga belum jelas bagi kita. Ternyata kita masih terus mengikuti pola yang sudah berumur hampir 40 tahun, doyan tes pilihan ganda dalam ujian nasional. Masih ngotot kepada kebijakan UN dan kurang mau belajar dari pengalaman negara lain.

Sistem pendidikan Finlandia yang bagus yang terbukti dari prestasi siswanya dalam tes internasional berkorelasi signifikan dengan perkembangan ekonomi negara kecil ini. Tahun 2004, World Economic Forum menempatkan Finlandia sebagai negara dengan sistem ekonomi paling kompetitif di dunia, dan ini disebabkan oleh budaya inovasi tenaga kerjanya. Lihat:

http://news.bbc.co.uk/2/hi/uk_news/education/4031805.stm

Tentu kita masih ingat awal mula pakai HP ya mungkin Nokia dan itu adalah produksi Finlandia. Negara sekecil itu pernah merajai pasar HP dunia. Ya, seperti negara-negara di Eropa umumnya ya hasil bumi mereka ya paling gandum, domba dan hasil pertambangan umumnya tak menonjol. Mengapa mereka sampai menuntut siswanya belajar 3 s.d. 4 bahasa asing karena mereka ingin tenaga kerjanya laku di pasar kerja internasional, bukan senang tinggal di negeri sendiri dan jatuh miskin.

Hubungannya jelas dengan perkembangan ekonomi dan mereka tak bisa berharap dari gandum dan domba tapi siap bersaing di pasar global.

Akibat dipertahankannya UN dalam kenyataan siswa-siswa kita di SD hanya belajar selama 5 setengah tahun karena setengah tahun di kelas VI dikorbankan untuk persiapan ujian nasional. Di SMP siswa hanya belajar 2 setengah tahun, dan di SMA dan SMK hanya 2 setengah tahun. Sungguh merugikan waktu belajar siswa, jika kita hitung seluruh waktu yang tercurah untuk evaluasi mulai dari ulangan harian, mid-semester, ulangan umum semester / kenaikan kelas.

Mindset kita tentang evaluasi harus ditinjau kembali. Kalau kami mengajar siswa, kami tidak ambil pusing dengan evaluasi, tokh kami sudah tahu kelebihan dan kelemahan siswa. Kami lebih terfokus kepada proses belajar-mengajar.

Masih banyak hal yang perlu dibenahi dalam sistem pendidikan kita. Alih-alih pusing menanti perbaikan sistem, kita mulai saja dari sekolah kita, dari rumah kita, dari lingkungan kita untuk menyelamatkan anak bangsa.

Jika ingin melihat video demosntrasi para siswa SMA Muhammadiyah di Palembang yang meminta SBY mencopot Muhammad Nuh sebagai menteri pendidikan, meminta untuk mengusut transparansi anggaran UN, dan menghapus UN yang dinilai tidak bermanfaat, silahkan klik video dari berita MetroTV berikut ini.

https://www.facebook.com/video/embed?video_id=175104789310959

Kunjungilah posting yang berkaitan:

https://sbelen.wordpress.com/2013/04/20/bagaimana-ujian-nasional-un-di-belanda/

https://sbelen.wordpress.com/2010/05/08/ganti-sistem-ujian-nasional-dengan-menerapkan-sistem-open-book-test-dan-tes-terstandar/

https://sbelen.wordpress.com/2008/12/29/belajar-aktif-pakem-ujian-nasional-un-ibarat-air-dengan-minyak/

https://sbelen.wordpress.com/2011/08/08/mengapa-mutu-pendidikan-finlandia-terbaik-di-dunia/

https://sbelen.wordpress.com/2011/05/15/mengapa-peringkat-kelulusan-un-2011-siswa-smantt-tetap-di-nomor-buntut/

https://sbelen.wordpress.com/2011/01/11/3-tahun-banyak-siswa-tak-lulus-un-pecat-guru/

https://sbelen.wordpress.com/2008/07/30/tes-remidial-di-sd-sma-dan-sma-itu-salah-kaprah/

https://sbelen.wordpress.com/2008/07/09/mengapa-kita-memaksa-siswa-mempelajari-semua-mata-pelajaran/

https://sbelen.wordpress.com/2011/05/16/hasil-un-ntt-jeblok-tas-anak-sekolah-ntt-kempes/

 

 

 

Iklan

Jatuh dari ayunan

Migren & vertigo

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

https://sbelen.wordpress.com/2013/04/15/sano-ramuan-herbal-berkhasiat-mulai-bisnis-di-usia-62-tahun/

Gambar spanduk Sano

sano-sembuhkan-migren-vertigo

Kartu nama Yuni 3

Pendidikan kewirausahaan lewat unit produksi di SD, SMP, SMA. Mengapa tidak?

November 2, 2012

 

 Para guru di Flores membuat telur asin

Mengapa mutu pendidikan NTT terpuruk? Faktor penyebab utama: kemiskinan yang berakibat siswa kekurangan gizi. Orang tua kurang mampu membeli buku pelajaran dan mendukung kondisi dan fasilitas belajar anak. Faktor lain: Budaya kekerasan yang dialami siswa di rumah  dan di sekolah.

Sebagai salah satu langkah nyata, diselenggarakan workshop pengembangan unit produksi / usaha sekolah sebagai terapan contextual teaching & learning bagi guru dan kepala sekolah seluruh SD, SMP / MTs, SMA dan SMK se-Adonara, Flores Timur, NTT tanggal 1- 4 Oktober 2012 di Waiwerang, Ile Boleng, dan Botung. Workshop ini bertujuan membangun mimpi dan mewujudkan mimpi agar sebuah sekolah menjadi sekolah kaya, bermutu tinggi, dan murah bagi siswa. Untuk itu, sekolah dimotivasi merintis-kembangkan unit produksi sebagai wadah praktik kewirausahaan siswa yang dikaitkan dengan beragam mata pelajaran dan sumber dana untuk membiayai kebutuhan pendidikan siswa. Workshop ini dapat terlaksana berkat dukungan dana dari Ir Anton Doni Dihen MSc melalui LSM Local Development Consulting (LDC).

Ide unit produksi ini kemudian ditularkan ke Lewoleba, ibukota Kabupaten Lembata, Flores, NTT tanggal 5 – 7 Oktober 2012. Hanya 2 sekolah yang mendapatkan gagasan ini, yaitu SMK Kesehatan Stella Maris dan SMA Frater Don Bosco di Lewoleba.

Contoh unit produksi / usaha yang dipililih sekolah:

  1. Membuat makanan ringan: jagung titi (emping), kacang, keripik pisang, keripik ubi, manisan asam, kacang, telur
  2. Abon ikan
  3. Menanam sayur-mayur
  4. Beternak ayam kampung
  5. Beternak kambing dan babi
  6. Membuat gerabah seperti vas bunga
  7. Membuat kerajinan piring lidi
  8. Membuat koperasi sekolah yang menyelenggarakan kantin dan menjual alat tulis, makanan ringan, minuman ringan
  9. Menanam jagung

Contoh unit produksi SD Kecamaran Ile Boleng, Flores:

  1. Ternak ayam
  2. Tanam pohon sirsak, mangga, nangka
  3. Krupuk ubi kayu dan/atau jagung
  4. Kantin sekolah
  5. Marning jagung
  6. Kripik pisang
  7. Kripik pisang & ubi kayu / singkong
  8. Obat herbal
  9. Apotek hidup & buah-buahan
  10. Tanam ubi kayu, pisang, jagung
  11. Koperasi sekolah
  12. Minyak kelapa murni
  13. Minyak kelapa

Contoh unit produksi SD Kecamaran Wotan Ulu Mado, Flores:

  1. Apotek hidup, sayur-mayur, buah-buahan
  2. Ternak babi & kambing dan kripik pisang & ubi kayu, menangkap ikan dengan bubu
  3. Sayur-mayur & kantin sekolah
  4. Koperasi sekolah
  5. Anyaman daun lontar & manisan buah lontar
  6. Kantin sekolah
  7. Ternak babi
  8. Sayur mayur & apotek hidup
  9. Kripik singkong, marning jagung, manisan asam, ternak babi, anggur kulit pisang
  10. Sayur mayur, apotek hidup
  11. Ternak ayam & kambing, pertanian jagung, kacang tanah, pisang, marungge (kelor), ubi kayu

Kegiatan dalam workshop diawali dengan presentasi narasumber dilanjutkan dengan diskusi menentukan jenis unit produksi / usaha sekolah, membahas cara mengumpulkan modal, bagaimana struktur organisasi pengelolaan, siapa saja sumber daya manusia (SDM) yang memproduksi, bagaimana pemasaran hasil produksi. Setelah itu, peserta melakukan praktik membuat pocari sweat dan perangkap nyamuk alami, membuat kain sasirangan dan menggambar dalam air. Selanjutnya, peserta berpraktik membuat abon ikan, ikan asin, telur bebek asin, emping jagung titi, keripik pisang, dan manisan asam.

Membuat abon ikan. Provinsi NTT menghasilkan anekajenis ikan yang berpotensi ekspor.

 Tarian tandak “dolo-dolo” guna memupuk sikap dan nilai kekompakan dalam kerja sama tim

Untuk mendapatkan gambaran yang lengkap mengenai workshop ini, silahkan download file powerpoint berikut ini!

Album foto workshop unit produksi pendidikan kewirausahaan di Flores

Semoga bermanfaat!

Iklan

 

gif-aug-4-12-12_zpsfd12c40d

Osteoporosis

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

Sano sembuhkan osteoporosis

Kartu nama Yuni 2

Proses kerja kincir angin penghasil air minum

Oktober 20, 2012

Video Caption

Seorang bapak 100 tahun yang lalu

Maret 31, 2012

Tahun 2008 waktu saya kunjungi alma mater-ku Seminari Lalian (SMP & SMA), sekitar 10 km dari Kota Atambua (ibu kota Kabupaten Belu) di perbatasan antara Timor Barat dan Timor Leste dan di hadapan kepala sekolah dan para guru, kuceritakan satu ilustrasi berikut ini.

 

Adalah seorang bapak, orang Belu yang telah meninggal 100 tahun lalu dan kini diizinkan Tuhan meninggalkan surga, hidup kembali dan boleh pesiar-pesiar di dunia, berkunjung sejenak ke Belu dan nanti setelah puas boleh kembali ke surga.

 

Sesampai di Atambua, ia heran melihat kok ada kendaraan roda dua yang bisa berlari kencang. Ia tanya kendaraan apa ini. Orang menjelaskan, ini namanya sepeda motor. Oh, katanya, dulu saya hanya tahu naik kuda yang berjalan pelan-pelan. Dari Belu Selatan ke Atambua, saya bawa hasil bumi dipikul kuda dan terpaksa bermalam di bawah pohon beringin di Lalian, lalu besoknya baru bisa terus ke Atambua. Waktu melihat ada kendaraan berlari kencang dengan 4 roda, ia bertanya, ini kendaraan apa? Jawab orang, oh itu namanya oto, kalau di Jawa dibilang mobil.

 

Ia heran melihat rumah-rumah batu begitu banyak di Atambua, termasuk hotel bertingkat 3. Ia heran melihat katedral yang megah. Dulu 100 tahun yang lalu kita cuma beribadah di kapela seperti gubuk berdinding bambu dan beratap alang-alang. Ia heran melihat jembatan beton di atas kali, padahal dulu kudanya harus menyeberangi kali termasuk waktu banjir. Ia mampir ke bandara Haliwen dan melihat kok ada burung besar bisa terbang dan mendarat, lalu bisa berlari kencang dan terbang. Dia Tanya burung besi apa ini. Jawab orang oh, itu pesawat udara, kapal terbang. Ia pergi juga ke rumah sakit dan terheran-heran melihat alat ronsen, kamar bedah, dan apotek. Dulu kita cuma tahunya berobat ke dukun, pakai ramuan herbal.

 

Tiba-tiba ia teringat sekolah dasarnya dulu. Ah, pingin lihat, bisa nostalgia mengenang guru-gurunya. Dari jendela ia memandang ke dalam kelas. Gurunya masih menulis di papan tulis dengan kapur sambil menerangkan seperti orang berteriak kepada murid-murid. Ketika guru bertanya, anak-anak berlomba angkat tangan, tunjuk jari untuk menjawab. Di akhir pelajaran, gurunya memberi PR. Sontak ia berujar. Di tanah Belu ini semuanya berubah, jalan-jalan diaspal, jembatan beton dipasang, ada sepeda motor, oto, kapal terbang, rumah sakit. Katedral megah menjulang. Hanya satu yang masih tetap sama dengan waktu 100 tahun lalu, yaitu SD saya, cara mengajar guru masih sama dengan yang dulu. Belum berubah.

 

Jika Anda ingin membaca posting ini dalam bentuk file powerpoint, silahkan klik!

Seorang bapak 100 tahun lalu

Apa yang harus diubah? Silahkan kunjungi posting ini!

 

https://sbelen.wordpress.com/2012/03/31/sejauh-mana-telah-terjadi-transformasi-pendidikan-di-indonesia/

Sejauh mana telah terjadi transformasi pendidikan di Indonesia?

Maret 31, 2012

Apakah guru tidak lagi menyetrap siswa,  misalnya dengan menyuruh berlutut di depan kelas? Apakah guru berperilaku dengan motif kasih sayang?

Menghukum siswa tidak efektif mengubah perilaku. Mengapa guru tidak membuat suasana belajar menyenangkan dengan mendorong siswa bekerja sama dalam kelompok?

Tidak ada bukti hasil riset yang menyatakan kekerasan fisik, hukuman membuat siswa rajin belajar. Mengajarlah dengan hati, dengan kasih sayang!

Belajar itu bukanlah duduk, dengar, catat, dan hafal. Mengapa tidak menerapkan belajar sambil bekerja, learning by doing?

Duduk berbaris ke duduk dalam kelompok untuk memudahkan kerja sama

Mengapa harus belajar dalam ruang kelas? Mengapa tidak membawa siswa belajar di luar kelas? Mencatat hasil pengamatan terhadap tanaman.

Dulu siswa mencatat pada buku tulis dalam bentuk kalimat / alinea. Sekarang mencatat dalam bentuk mindmap. Mana yang lebih bagus?

Belajar itu haruslah menyenangkan

Kapan papan tulis dimuseumkan? Belajar yang benar adalah belajar yang mengaktifkan siswa, membuat siswa kreatif, dan mendorong pemecahan masalah.

Mengapa sekolah seperti kandang ayam? Mengapa tidak membuat sekolah dari bambu beratapkan ilalang seperti sekolah alam di Badung, Bali yang menarik sehingga bisa menarik bayaran mahal dari orang tua?

Dari guru sebagai komandan ke guru sebagai fasilitator

Mengapa perlu transformasi pendidikan

“Pendidikan adalah apa yang tetap ada setelah seseorang melupakan segala hal yang ia pelajari di sekolah” Einstein

 

“Di negara-negara besar pendidikan publik akan selalu mediocre (bermutu pas-pasan), karena alasan yang sama bahwa di dapur-dapur yang besar memasak biasanya jelek” – Nietzsche

(Sumber: Chambers English Dictionary)

“Belajar adalah apa yang kebanyakan orang dewasa akan lakukan agar bisa hidup pada abad ke-21.” Perelman

 

“Saya tidak dapat mengajarkan seseorang sesuatu pun, saya hanya dapat membuat mereka berpikir.”
– Socrates

(Sumber: http://www.etni.org.il/quotes/education.htm)

Apa makna transformasi?

Transformasi adalah:

  • …mengubah orang atau hal secara lengkap, terutama memperbaiki penampilan atau manfaatnya.
  • …mengubah pola pikir (mindset).
  • …perpindahan dari paradigma lama ke paradigma baru.

Perlunya transformasi

“Guru-guru pada umumnya tidak menggunakan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi), atau jika mereka gunakan, seringkali dengan rasa enggan, dan pola yang digunakan hanya sedikit saja memanfaatkan potensi yang dimiliki. Hal ini tidak mencerminkan transformasi cara kita belajar.” – Wheeler

(Sumber: Wheeler, S. (2005) Transforming Primary ICT, p 1)

Jika Anda ingin membaca posting ini dalam bentuk file powerpoint, silahkan klik file ini!

Transformasi pendidikan

Posting ini ditulis untuk menjawab tantangan yang tercantum pada cerita ini. Silahkan baca juga posting ini!

https://sbelen.wordpress.com/2012/03/31/seorang-bapak-100-tahun-yang-lalu/

Iklan

annie dancing

Klik gambar kalau belum bergerak

Asma

Kunjungi posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

Sano sembuhkan asma

Kartu nama Yuni 2