Archive for the ‘Buku’ Category

Mengapa mutu pendidikan Finlandia terbaik di dunia?

Agustus 8, 2011

Peta Finlandia

Sistem pendidikan Finlandia adalah yang terbaik di dunia. Rekor prestasi belajar siswa yang terbaik di negara-negara OECD dan di dunia dalam membaca, matematika, dan sains dicapai para siswa Finlandia dalam tes PISA.  Amerika Serikat dan Eropa, seluruh dunia gempar.

Untuk tiap bayi yang lahir kepada keluarganya diberi maternity package yang berisi 3 buku bacaan untuk ibu, ayah, dan bayi itu sendiri. Alasannya, PAUD adalah tahap belajar pertama dan paling kritis dalam belajar sepanjang hayat. Sebesar 90% pertumbuhan otak terjadi pada usia balita dan 85% brain paths berkembang sebelum anak masuk SD (7 tahun).

Kegemaran membaca aktif didorong. Finlandia menerbitkan lebih banyak buku anak-anak daripada negeri mana pun di dunia. Guru diberi kebebasan melaksanakan kurikulum pemerintah, bebas memilih metode dan buku teks. Stasiun TV menyiarkan program berbahasa asing dengan teks terjemahan dalam bahasa Finish sehingga anak-anak bahkan membaca waktu nonton TV.

Pendidikan di sekolah berlangsung rileks dan masuk kelas siswa harus melepas sepatu, hanya berkaus kaki. Belajar aktif diterapkan guru yang semuanya tamatan S2 dan dipilih dari the best ten lulusan universitas. Orang merasa lebih terhormat jadi guru daripada jadi dokter atau insinyur. Frekuensi tes benar-benar dikurangi. Ujian nasional hanyalah Matriculation Examination  untuk masuk PT. Sekolah swasta mendapatkan dana sama besar dengan dana untuk sekolah negeri.

Sebesar 25% kenaikan pendapatan nasional Finlandia disumbangkan oleh meningkatnya mutu pendidikan. Dari negeri agraris yang tak terkenal kini Finlandia maju di bidang teknologi. Produk HP Nokia misalnya merajai pasar HP dunia. Itulah keajaiban pendidikan Finlandia.

Ukuran kemajuan negara 2

Kemajuan sebuah bangsa lebih ditentukan oleh karakter penduduknya dan karakter penduduk dibina lewat pendidikan yang bermutu dan relevan.

Bagaimana Indonesia?

Ada yang berpendapat,  keunggulan mutu pendidikan Finlandia itu tidak mengherankan karena negeri ini amat kecil dengan jumlah penduduk sekitar 5 juta jiwa,  penduduknya homogen,  dan negaranya sudah eksis sekian ratus tahun. Sebaliknya,  penduduk Indonesia lebih dari 220 juta jiwa, amat majemuk terdiri dari beragam suku, agama, budaya, dan latar belakang sosial.  Indonesia baru merdeka 66 tahun.

Pendapat senada dikemukakan oleh tokoh-tokoh dan pemerhati pendidikan Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jepang,  dan negara-negara lain dibandingkan dengan negaranya. Yang paling malu AS karena unit cost anggaran pendidikannya jauh melebihi Finlandia tapi siswanya mencapai ranking 17 dan 24 dalam tes PISA, sedangkan siswa Shanghai China ranking 1, Finlandia 2, dan Korea Selatan 3. Soal siswa di Shanghai China juara masih diragukan karena belum menggambarkan keadaan mutu seluruh pendidikan China. Kalau Finlandia sebagai negara kecil bisa juara mengapa negara kecil yang sudah established seperti Islandia, Norwegia, New Zealand tak bisa?

Akhirnya semua mengakui bahwa sistem pendidikan Finlandia yang terbaik di dunia karena kebijakan-kebijakan pendidikan konsisten selama lebih dari 40 tahun walau partai yang memerintah berganti. Secara umum kebijakan-kebijakan pendidikan China dan Korea Selatan (dan Singapura) juga konsisten dan hasilnya terlihat sekarang.

Kebijakan-kebijakan pendidikan Indonesia cenderung tentatif, suka coba-coba, dan sering berganti.

Lalu bagaimana dengan kebijakan pendidikan Indonesia jika dibandingkan dengan Finlandia?

1. Kita masih asyik memborbardir siswa dengan sekian banyak tes (ulangan harian, ulangan blok, ulangan mid-semester, ulangan umum / kenaikan kelas, dan ujian nasional). Finlandia menganut kebijakan mengurangi tes jadi sesedikit mungkin. Tak ada ujian nasional sampai siswa yang menyelesaikan pendidikan SMA mengikuti matriculation examination untuk masuk PT.

2. Kita masih getol menerapkan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) sehingga siswa yang gagal tes harus mengikuti tes remidial dan masih ada tinggal kelas. Sebaliknya, Finlandia menganut kebijakan automatic promotion, naik kelas otomatis. Guru siap membantu siswa yang tertinggal sehingga semua naik kelas.

3. Kita masih berpikir bahwa PR amat penting untuk membiasakan siswa disiplin belajar. Bahkan, di sekolah tertentu, tiada hari tanpa PR. Sebaliknya, di Finlandia PR masih bisa ditolerir tapi maksimum hanya menyita waktu setengah jam waktu anak belajar di rumah.

bosan-1

4. Kita masih pusing meningkatkan kualifikasi guru SD agar setara dengan S1, di Finlandia semua guru harus tamatan S2.

5. Kita masih menerima calon guru yang lulus dengan nilai pas-pasan, sedangkan di Finlandia the best ten lulusan universitas yang diterima menjadi guru.

6. Kita masih sibuk memaksa guru membuat silabus dan RPP mengikuti model dari Pusat dan memaksa guru memakai buku pelajaran BSE (Buku Sekolah Elektronik), di Finlandia para guru bebas memilih bentuk atau model persiapan mengajar dan memilih metode serta buku pelajaran sesuai dengan pertimbangannya.

7. Hanya segelintir guru di tanah air yang membuat proses belajar-mengajar itu menyenangkan (learning is fun) melalui penerapan belajar aktif. Terbanyak guru masih getol mengajar satu arah dengan metode ceramah amat dominan. Sedangkan, di Finlandia terbanyak guru menciptakan suasana belajar yang menyenangkan melalui implementasi belajar aktif dan para siswa belajar dalam kelompok-kelompok kecil. Motivasi intrinsik siswa adalah kata kunci keberhasilan dalam belajar.

Apakah benda ini melayang, terapung atau tenggelam?

8. Di tanah air kita terseret arus mengkotak-kotakkan siswa dalam kelas reguler dan kelas anak pintar, kelas anak lamban berbahasa Indonesia dan kelas bilingual (bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar) dan membuat pengkastaan sekolah (sekolah berstandar nasional, sekolah nasional plus, sekolah berstandar internasional, sekolah negeri yang dianakemaskan dan sekolah swasta yang dianaktirikan). Sebaliknya di Finlandia, tidak ada pengkotakan siswa dan pengkastaan sekolah. Sekolah swasta mendapatkan besaran dana yang sama dengan sekolah negeri.

9. Di Indonesia bahasa Inggris wajib diajarkan sejak kelas I SMP, di Finlandia bahasa Inggris mulai diajarkan dari kelas III SD. Alasan kebijakan ini adalah memenangkan persaingan ekonomi di Eropa, membuka kesempatan kerja lebih luas bagi lulusan, mengembangkan wawasan menghargai keanekaragaman kultural.

10. Di Indonesia siswa-siswa kita ke sekolah sebanyak 220 hari dalam setahun (termasuk negara yang menerapkan jumlah hari belajar efektif dalam setahun yang tertinggi di dunia). Sebaliknya, siswa-siswa Finlandia ke sekolah hanya sebanyak 190 hari dalam satu tahun. Jumlah hari liburnya 30 hari lebih banyak daripada di Indonesia. Kita masih menganut pandangan bahwa semakin sering ke sekolah anak makin pintar, mereka malah berpandangan semakin banyak hari libur anak makin pintar.

Kreativitas sinergiser

Bagaimana kita bisa menumbuhkembangkan kreativitas siswa jika guru membombardir mereka dengan ceramah, PR, tes, drill, dan terakhir nasibnya ditentukan hasil ujian nasional yang masih doyan bentuk soal pilihan ganda?

Kunjungilah posting yang berkaitan:

https://sbelen.wordpress.com/2013/04/20/bagaimana-ujian-nasional-un-di-belanda/

https://sbelen.wordpress.com/2013/04/17/sedih-menyaksikan-amburadulnya-ujian-nasional-un-tahun-ini/

https://sbelen.wordpress.com/2010/05/08/ganti-sistem-ujian-nasional-dengan-menerapkan-sistem-open-book-test-dan-tes-terstandar/

https://sbelen.wordpress.com/2008/12/29/belajar-aktif-pakem-ujian-nasional-un-ibarat-air-dengan-minyak/

https://sbelen.wordpress.com/2011/05/15/mengapa-peringkat-kelulusan-un-2011-siswa-smantt-tetap-di-nomor-buntut/

https://sbelen.wordpress.com/2011/01/11/3-tahun-banyak-siswa-tak-lulus-un-pecat-guru/

https://sbelen.wordpress.com/2008/07/30/tes-remidial-di-sd-sma-dan-sma-itu-salah-kaprah/

https://sbelen.wordpress.com/2008/07/09/mengapa-kita-memaksa-siswa-mempelajari-semua-mata-pelajaran/

https://sbelen.wordpress.com/2011/05/16/hasil-un-ntt-jeblok-tas-anak-sekolah-ntt-kempes/

 

 

Iklan

Ciuman motor

Sakit maag

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

Sano maag

Kartu nama Yuni 3.

Khasiat FIDES & HP pemesanan

Kunjungilah:

https://sbelen.wordpress.com/2015/06/11/habbatussauda-jintan-hitam-bawang-putih-jahe-lemon-madu-diabetes-stroke-penyakit-komplikasi-sembuh-tubuh-sehat/

From Padang with love: Oleh-oleh dari penataran bagaimana menggunakan alat peraga Matematika SD

Desember 17, 2009

Sebuah mall di tengah Kota Padang sedang direnovasi pasca-gempa 30 September 2009. Banyak gedung pemerintah yang belum direnovasi, menunggu kucuran dana.

Mengukur dan membuat guntingan kertas manila menurut ukuran lingkar kepala, lingkar pinggul, panjang bahu, tangan, tulang belakang dari kepala sampai tulang ekor, dan panjang kaki dan memakaikannya pada tubuh.

Inilah “Ratu Matematika” yang terpilih karena ukuran yang dilakukan dan potongan kertasnya tepat

Menggunakan batu kerikil sebagai alat peraga Matematika memudahkan anak melakukan operasi bilangan. Anak yang paling lamban  pun dapat mengerjakan soal dengan benar.

Bimbingan individual guru kepada anak yang mengalami kesulitan belajar amat penting.

Alat peraga Matematika yang dirancang untuk digunakan anak secara berkelompok, maksimal 6 anak.

Para guru mempraktikkan bagaimana membuat bangun datar Matematika dengan menggunakan papan berpaku dan karet gelang.

Kit alat peraga Matematika produksi Penerbit Erlangga yang dilengkapi buku panduan cara menggunakan.

Jika guru bangga menunjukkan hasil kerja menghitung luas tangan dengan bantuan garis berpetak, anak lebih bangga menunjukkan hasil karyanya. Cara menghitung luas: bagian yang lebih dari separuh dibulatkan / dihitung 1 sedangkan yang kurang dari separuh dihilangkan / tidak dihitung.

Agar diperoleh gambaran utuh proses pelatihan menggunakan alat peraga Matematika dengan pendekatan belajar aktif, silahkan klik file powerpoint ini!

Oleh-oleh dari Penataran Alat Peraga Matematika guru SD

Jika Matematika diajarkan secara menarik dan menyenangkan, anak tak akan membenci Matematika.

Iklan

900x900px-LL-8a7cf11f_funny-gif-Japanese-show-crazy

Asam urat yang menyakitkan

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

sano-sembuhkan-asam-urat-anda

Kartu nama Yuni 2

Informasi: kebutuhan pokok otak

Mei 13, 2009

Membaca cerita bagi anak

Informasi adalah salah satu makanan pokok otak. Tanpa informasi otak anak akan mengerdil, tak berkembang. Karena itu, orang tua sebaiknya membaca cerita kepada anak sejak usia dini. Di sekolah membaca cerita hendaknya dijadikan kebiasaan atau kegiatan rutin sekolah. Guna mencapai harapan ini, pengadaan buku cerita atau pembelian buku cerita dengan dana BOS hendaknya diprioritaskan.

Iklan

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/04/15/sano-ramuan-herbal-berkhasiat-mulai-bisnis-di-usia-62-tahun/

 

Gambar spanduk Sano

 

Aneka khasiat SANO

Kebijakan buku pelajaran

Januari 2, 2009

kebijakan-buku-pelajaran

Logika buku pelajaran, guru, dan prestasi siswa

Desember 10, 2008

discohttpwwwugotblingcomimgwidgetsanimate-your-picturethemesdisco

Premis 1: Sumber belajar utama atau dominan dalam tradisi proses belajar-mengajar di Indonesia adalah guru dan buku pelajaran. Karena itu, mutu hasil belajar siswa terutama bergantung kepada mutu guru dan mutu buku pelajaran.

Premis 2a: Secara umum guru kita kurang bermutu karena berbagai faktor penyebab seperti tingkat kesejahteraan yang rendah, pendidikan calon guru yang kurang bermutu, dan kurangnya pembinaan profesional guru.

Premis 2b: Mutu buku pelajaran penerbit swasta lebih baik daripada buku pelajaran versi Buku Sekolah Elektronik (BSE). Melalui kebijakan pemerintah, cq. Depdiknas yang melarang penerbit menjual buku ke sekolah dan penetapan dana BOS buku untuk membeli BSE, banyak penerbit swasta yang bangkrut dan yang bertahan pun akan mengurangi mutu buku agar terbeli siswa. Jelaslah buku pelajaran sedang dan akan dimonopoli BSE.

056x0701ecwwwfotosearchcomphotos-imagesillustration-education-school

Kesimpulan: Secara umum yang akan terjadi sbb:

Guru tak bermutu + buku pelajaran tak bermutu = Merosotnya prestasi atau mutu hasil belajar siswa. Gejala ini akan mulai terlihat pada data menurunnya nilai evaluasi murni (NEM) ujian nasional (UN) 2009 karena banyak siswa di daerah belum memiliki buku pelajaran. Dengan kata lain, jumlah siswa yang tak lulus UN akan meningkat. Hal ini akan lebih jelas terlihat 3 tahun mendatang, yakni di tahun 2011, terutama untuk SMP dan SMA. Sedangkan, SD lebih kemudian karena masa belajar SD 6 tahun.

Padahal, jika guru tak bermutu + buku pelajaran bermutu = prestasi belajar siswa akan tertolong.

Dan harapan ideal kita adalah guru bermutu + buku pelajaran bermutu = prestasi belajar siswa yang ideal.

019x0599ecwwwfotosearchcomphotos-imagesillustration-education-school

Gagasan solusi:

Larangan penerbit menjual buku ke sekolah hendaknya dikoreksi karena jaringan toko buku yang belum tersebar ke seluruh Indonesia.

Pemerintah mengoreksi harga eceran tertinggi (HET) Rp 20 000 yang belum memasukkan variabel ongkos distribusi.

Nasib penerbit swasta harus ditolong dari kebangkrutan karena keuntungan dari penjualan buku pelajaran akan digunakan penerbit untuk meningkatkan kualitas buku, menerbitkan buku-buku referensi seperti atlas, kamus, ensiklopedi, buku bacaan, dan buku penunjang lain, pengadaan alat bantu pelajaran dan alat peraga, buku panduan guru, dan membantu pemerintah mengadakan pelatihan bagi guru agar mampu menggunakan buku yang diterbitkan dan sebagai wahana promosi.

eds005wwwfotosearchcomphotos-imagesillustration1

Penerbit akan menggunakan keuntungan penjualan buku pelajaran untuk mengembangkan dan menerbitkan perangkat lunak sumber dan sarana belajar audiovisual atau digital.

Jika monopoli BSE dihentikan dan kebijakan perbukuan dibenahi untuk jangka panjang dalam 5 tahun ke depan kualitas buku pelajaran dan buku sumber lain dan program audiovisuaol di sekolah kita akan menyamai negara-negara lain di wilayah ASEAN, yang memberikan peluang yang sama kepada buku penerbit swasta yang lolos pengesahan pemerintah dan yang tak lolos pengesahan untuk bersaing di pasar serta buku penerbit asing bersaing secara sehat dalam bisnis buku pelajaran.

dsc00089httpsekolahalamjogjawordpresscomprogram-pembelajaran

Sekolah Alam Jogja mempersiapkan siswa memasuki dunia teknologi informasi.

Iklan

alison-brie-yes-2

Sakit herpes

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

sano-sembuhkan-herpes

Kartu nama Yuni

Buku pelajaran bermutu jadi penyelamat

Desember 9, 2008

327529881

Buku pelajaran bermutu akan mengisi (mengkompensasi) kekurangan guru yang tidak bermutu.

Pengaruh buku pelajaran terhadap anak

Desember 9, 2008

dampak-buku-pelajaran-sbelen

Buku pelajaran membentuk karakter anak

Desember 9, 2008

buku-pelajaran-sbelen

Menggugat kebijakan Buku Sekolah Elektronik (BSE)

Desember 9, 2008

32752988

Buku pelajaran membentuk pola bernalar dan karakter anak. Satu kesalahan dalam buku pelajaran tak bisa tercabut dari benak dan kepribadian anak selama 35 tahun, bahkan seumur hidup. Buku Sekolah Elektronik (BSE) atau electronic book (e-book) yang digarap terburu-buru oleh penulis pemula tanpa polesan serius editor berdampak negatif kepada anak yang akan terlihat dalam prestasi ujian nasional 3 – 5 tahun mendatang dan terbawa dalam diri siswa sampai minimal 35 tahun nanti, bahkan seumur hidup.

Hadirnya BSE telah menelan korban sekitar 35 000 karyawan dan penerbit buku pelajaran dan percetakan di-PHK sebelum ‘tsunami’ PHK sekarang ini. Penerbit unggulan terancam bangkrut karena mesin cetak berhenti berproduksi.

Padahal, di era buku paket dengan dana Bank Dunia penyebaran 1 buku untuk 3 siswa tidak tercapai dan ada yang tercecer di jalan, tak sampai ke sekolah. Dengan dana pemerintah 100 % saja buku tak tersebar merata sehingga di kala itu buku penerbit swasta disebut buku pelengkap. Dan, pemerintah tidak menghalangi penjualan buku pelengkap. Ternyata didorong elan bisnis, secara bertahap para penerbit swasta berhasil meningkatkan mutu buku pelajaran dan membuat desain, layout, dan warnanya semakin memikat bagi anak. Secara umum dapat disimpulkan, buku pelengkap umumnya lebih bermutu daripada buku paket.

Kini hanya 15% biaya buku ditanggung Depdiknas untuk royalty penulis, penilaian, dan editing. Dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp20 000 tanpa memasukkan biaya distribusi sampai ke sekolah, banyak siswa kini belum memiliki buku pelajaran. Di Jawa saja banyak siswa belum memiliki buku tahun ini, apalagi di pulau-pulau kecil. Masuklah beramai-ramai Jawa Pos dan penerbit koran lain mencetak dan menjual BSE. Pengusaha yang tidak memahami ABC dunia perbukuan, yang tidak profesional dan tidak kompeten tiba-tiba masuk merusak pasar dan industri perbukuan. Dengan kebijakan Depdiknas membeli BSE dengan dana BOS, tertutuplah sudah peluang penerbit swasta untuk bertahan.

ssa52705

Banyak siswa sekarang belum memiliki buku pelajaran sebagai dampak kebijakan buku murah Buku Sekolah Elektronik dan slogan sekolah gratis

Bisnis buku pelajaran adalah knowledge industry, creative industry (industri pengetahuan, industri kreatif). Industri jenis ini bukanlah sekadar membuat dan menjual BSE seperti menjual gorengan yang per se terbuat dari pisang, singkong, dan ketela yang sehat tapi berkolesterol tinggi karena memakai minyak jelantah. Walaupun buku pelajaran dicetak dengan kertas koran dan tidak berwarna dan siklus hidupnya hanya 2 tahun, namun isinya harus bermutu. Ini syarat mutlak, conditio sine qua non. Inilah kebijakan buku pelajaran yang ditempuh RRC dan India yang memiliki jumlah siswa terbanyak di dunia. Dan, kebijakan perbukuan yang diterapkan secara konsisten menjadi salah satu faktor yang melahirkan generasi muda India dan Cina yang kini menguasai ilmu dan teknologi dan menjadi dua dari kekuatan multipolar dunia.

gift_image_03761_00410_thumbnail

Kedua negara ini kini memiliki lapisan knowledge workers (pekerja pengetahuan) terbesar di dunia. Sehingga, pekerjaan knowledge workers di Amerika Serikat dan Eropa Barat banyak dilimpahkan ke kedua negara ini, terutama India. Perhitungan dan pembukuan akuntansi dilakukan di India misalnya di siang hari dan malamnya sudah dapat dirampungkan laporannya di Amerika Serikat.

Kualitas buku pelajaran terbitan penerbit swasta di Indonesia makin bagus dan bisa disetarakan dengan mutu buku pelajaran India dan Cina. Dengan hadirnya BSE kita berlangkah mundur 30 tahun ke belakang. Kebijakan perbukuan gaya BSE hendaknya dikoreksi total. Tidaklah etis jika BSE digembar-gemborkan dengan label buku murah, buku gratis demi konsumsi Pemilu 2009. Pengamat dari perguruan tinggi dan Indonesian Corruption Watch (ICW) yang mendukung BSE benar-benar tidak memahami dunia perbukuan dan tidak memiliki referensi perbandingan dengan negara-negara lain. Quo vadis, educatio Indonesia? Indonesia, oh Indonesia?

af-b-shc816-ce-boy-on-globe1

S.Belen, pengamat buku pelajaran

Advertorial

900x900px-LL-7bf774b2_funny-gifs-356

Gagal ginjal

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

sano-sembuhkan-ginjal

Kartu nama Yuni 2

Jika ingin “menguasai” dunia, bacalah!

Agustus 11, 2008

Apa arti gambar “Child on globe” ini?

Jika bangsa ini ingin “menguasai” dunia, tidak malah “dikuasai” dunia, bacalah!

Jika kita ingin “menguasai” dunia, tapi anak tak dibina agar gemar membaca, apa bisa?

Jika anak gemar membaca, namun tak ada buku yang tersedia, apa bisa bertahan?

Jika anak gemar membaca, tapi jarang didorong bertanya, apa bisa?

Jika anak gemar membaca, namun jarang dilatih study skill membaca, apa bisa?

Jika anak sulit memahami bacaan karena kurangnya kosakata, namun tak pernah dilatih study skill menggunakan kamus, apa bisa?

Jika anak ingin membaca buku apa saja, untuk menjawab pertanyaannya, namun tak dibina keterampilan membaca dalam satu bahasa asing dunia, misal bahasa Inggris, apa bisa?

Jika anak ingin membaca buku berbahasa asing, tapi bukunya tak ada, apa bisa?

Banyak prasyarat yang harus dipenuhi agar kita mampu “menguasai” dunia” dan tidak malah digilas oleh “bola” dunia!

Jadi, apa yang harus kita lakukan?

(Sumber foto: www.bronze-depot.com)

Iklan

alison-brie-hunger-deans-1

Sakit maag

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

Sano maag

Kartu nama Yuni