Archive for the ‘Agama’ Category

Agama & Spiritualitas

Januari 28, 2018

Agama bukan hanya satu, tapi ratusan.
Spiritualitas hanyalah satu.

Agama adalah untuk mereka yang tidur.
Spiritualitas adalah untuk mereka yang sudah terbangun.

Agama adalah untuk mereka yang membutuhkan seseorang untuk memberi tahu mereka apa yang harus dilakukan dan ingin dibimbing.
Spiritualitas adalah untuk mereka yang memperhatikan Suara Batinnya.

Agama memiliki seperangkat aturan dogmatik.
Spiritualitas mengundang Anda untuk bernalar tentang segala hal, mempertanyakan segala hal.

Agama mengancam dan menakut-nakuti.
Spiritualitas memberi Anda Kedamaian Batin.

Agama berbicara tentang dosa dan kesalahan.
Spiritualitas memberitahu Anda untuk “belajar bersama kekeliruan” ..

Agama menekan segalanya, mempersalahkan Anda.
Spiritualitas melampaui segalanya, membuat Anda benar!

Agama bukanlah Tuhan.
Spiritualitas adalah Segala, dan karenanya di sana ada Tuhan.

Agama menemukan apa yang belum ada.
Spiritualitas menemukan apa yang sudah ada.

Agama tidak bertanya atau menggugat.
Spiritualitas mempertanyakan segalanya.

Agama itu manusiawi, ia adalah organisasi dengan peraturan.
Spiritualitas itu Ilahi, tanpa peraturan.

Agama adalah penyebab perpecahan.
Spiritualitas adalah penyebab persatuan.

Agama mencari Anda agar percaya.
Spiritualitas adalah yang harus Anda cari.

Agama mengikuti ajaran dari kitab suci.
Spiritualitas mencari yang suci di semua buku.

Agama memupuk rasa takut.
Spiritualitas memupuk Saling Percaya dan Iman.

Agama membuat seseorang hidup dalam pikiran.
Spiritualitas membuat seseorang Hidup dalam Kesadaran.

Agama memperhatikan berbuat.
Spiritualitas memperhatian Mengada.

Agama memupuk ego.
Spiritualitas membuat kita Bertransendensi.

Agama membuat kita meninggalkan dunia.
Spiritualitas membuat kita hidup di dalam Tuhan, tidak meninggalkanNya.

Agama adalah ibadah.
Spiritualitas adalah Meditasi.

Agama bermimpi tentang kemuliaan dan surga.
Spiritualitas membuat kita menghidupi kemuliaan dan surga di sini dan sekarang.

Agama hidup di masa lalu dan di masa depan.
Spiritualitas hidup di masa sekarang.

Agama mengkerangkeng ingatan kita.
Spiritualitas membebaskan Kesadaran kita.

Agama percaya akan kehidupan kekal.
Spiritualitas membuat kita sadar akan kehidupan yang kekal.

Agama menjanjikan kehidupan setelah kematian.
Spiritualitas adalah menemukan Tuhan di dalam Hidup Batin kita.

“Kita bukanlah manusia yang melewati pengalaman spiritual. Kita adalah makhluk spiritual yang melewati pengalaman manusiawi … ” (Teilhard de Chardin, Paleontolog-filsuf Prancis, 1881 – 1955)

Sumber: TriState Spiritist Federation, 24 January 2017, pada

Terjemahan S Belen


Doa seorang tentara tak dikenal

Mei 5, 2014



kneeling modern 4

Aku mohon kepada Tuhan kekuatan yang dapat kuraih.

Malah aku dibuat lemah agar dapat belajar taat dengan rendah hati.

Aku mohon kesehatan agar dapat melakukan hal-hal yang hebat.

Malah aku diberi kelemahan agar dapat melakukan hal-hal yang lebih baik.

Aku mohon kekayaan agar aku dapat bahagia.

Malah aku diberi kemiskinan agar bisa bijaksana.

Aku mohon kekuatan agar mendapatkan pujian orang.

Malah aku diberi kelemahan agar dapat merasa membutuhkan Tuhan.

Aku mohon semua hal agar aku bisa menikmati hidup.

Malah aku diberi kehidupan lebih lama agar dapat menikmati segala hal.

Aku tak mendapatkan apa pun yang telah kupinta,

tapi malah mendapatkan apa pun yang kuharapkan.

Hampir semua doaku yang tak terucapkan-lah yang telah dijawab.

Di antara semua orang, ternyata aku adalah orang yang paling terberkati.









Sumber: The Link Between Religion, Prayer, and Health: Research Articles

Anoka-Ramsey College


Ucapan Natal dalam bahasa Inggris, Latin, dan berbagai bahasa di dunia 2013

Desember 24, 2013



Ucapan Natal ini dapat dikirim via sms, menjadi SMS Natal tahun 2013.

Ucapan Natal romantis:

I wish you laughter, love and life on this Christmas Day.

I can’t wait to be with you on Christmas – sharing our love, hopes and dreams.


Our Christmas together will be so sweet – I love you with all my heart.

What a romantic Christmas we’ll have together. We can make wonderful memories.

Our first Christmas together! How special it will be – I love you so much.


Sedang membuat kandang Natal

Merry Christmas to my beloved. Our love will endure for many Christmases to come.

To me, you sparkle like the lights on the Christmas tree. Love and kisses to you.

A little elf told me what you wanted for Christmas! I’ll surprise you soon, my love.

May my deepest love for you be my Christmas gift forever.

Let’s spend our Christmas curled up together beside the fire as an expression of our love. See you on Christmas.

 Kandang Natal 3

May love’s light glow for us on Christmas – you are so special.

I cherish our love – I cherish our friendship – I cherish our happiness
And I cherish every Christmas we’ve had together.

Hearing the Christmas bells reminds me of our wedding bells! Love and kisses to you.

Jingle bells, jingle bells
Jingle all the way
Oh what fun it is to hug
Every single day!
Merry Christmas

Wishing you the best this Christmas season. Though we’ll be apart, I will keep you in my heart this Christmas and always.

 Natal di Sorong

 Gua Natal di Sorong, Papua

I will fill your Christmas stocking with all my love. A cheery Christmas to you.

A sweet Christmas promise to you. We’re going to have the very best Christmas ever!

Christmas this year will be a joyous affair – friends, family and you – my true love

Let’s wrap up our love in beautiful Christmas paper, open it up on Christmas and share it all year long.

You are my everything – I love you so much. Merry Christmas.

religious_christmas_card-r5c9d6a4095db4700adc5c1ca5c2741de_xvuak_8byvr_512You are my lovely Christmas angel – stay with me always.

I’ll see you under the mistletoe on Christmas. Love and kisses coming your way.

Hoping to have you in my arms on Christmas – I’m on my way!


Ucapan Natal kepada teman baru:


Kandang Natal di Ruteng, Flores

How happy I am to have you in my life! God bless and merry Christmas this year and every year!

While we may be new friends, I consider you a part of my family this Christmas season.

Christmas is a time for giving thanks, and I am so thankful to have you in my life.

I feel as though we have been waiting for each other our entire lives, and now, here we are together at Christmas.

No matter where you go or what you do, please know that you’re welcome for Christmas here too!


God bless you my new friend on this holy day of the year.

New friend, you are the greatest gift I could have received this year.

New friends make our souls rejoice and appreciate all of the bounty that God provides at Christmas and throughout the year.

Now that you are in my life, I could never picture a Christmas without you.

Having you around makes Christmas be what I always envisioned that it could.

Let this Christmas serve as a reminder to us both of how precious our friendship really is.

If I had to choose between you and all the gifts under the tree, no doubt exists that I would choose you.


No matter what gifts I receive on Christmas, nothing could amount to the joy I get from spending time with you.

You are my new friend; you are my best friend. Merry Christmas to my comrade.

Wherever you go, always remember how much I appreciate you this Christmas.

Christmas is a special time; you are a special person. Let us spend this wonderful day together.

Singing praises of joy reminds me of how lucky I am to have you in my life.

Just know that I’ll be thinking of you when I envision all for which I am grateful this year.

Our friendship is new, but it means so much to me. Watching it grow gives me something to appreciate at Christmas and all year long.

Kandang Natal 2


Ucapan Natal kepada sahabat:

Merry Christmas! A great friend is as good as Santa Claus!

Christmas means good friends.

Merry Christmas, old pal! May Santa be good to you!

Seems like we’ve been friends as long as there’s been Christmas!

A good time with a good friend – that’s what makes Christmas Christmas!


The nicest Christmas present I could hope for is your friendship.

Christmas is the best time to have a friend.

Christmas past or Christmas future – we’re always friends.

Two things you can count on at Christmas – Santa Claus and me.

Christmases may come and go
But in the end
No matter when the Christmas is
We’re always friends.

A merry Christmas comes from a merry friend!

It’s always Christmas with a friend like you.

I’ll wish you a Merry Christmas as long as we’re friends – forever!


A Christmas when you’re happy is a Christmas when I’m happy. That’s what friendship means.

My best friend is my best Christmas present.

Have the best Christmas, my best friend!

Here’s a gift from me to you
On Christmas Day:
I know that we’ll be always friends
Come what come may.

It’s friends like you who make Christmas merry!

Christmas wouldn’t be Christmas without a good friend to enjoy it with me.

Want to know what I want for Christmas? A friend like you!

Friends like you make it Christmas Day every day – but it’s best on December 25th.


The wreath and the holly and the tree are important – but a great friend is more important. Merry Christmas!

I used to think Santa Claus was the best friend anyone could have – then I met you!

My favorite Christmas present isn’t a package under my tree. It’s a friend like you by my side.

I’ve never had a better Christmas than this – or a better friend than you!



Ucapan Natal religius:

God is always here for us at Christmas and all year long.

Jesus has brought us a beautiful gift: Christmas.

When you are gathered around the tree, remember the true meaning of Christmas: the birth of Christ.

Not only is Christmas not a word without Christ, but Christmas has no real meaning without Christ.

Going to Mass for Christmas is a fundamental part of celebrating the holiday.

You might give gifts, eat food and indulge in hearty beverages, but you are not celebrating Christmas if you avoid the acknowledgement of Christ.

The spiritual inspiration from the birth of Christ is the motivation for the entire season.

 Kartu Natal

Always allow Christ into your hearts, whether it is Christmas or not.

Let this Christmas be the start of your renewed relationship with Christ.

On that first Christmas, the birth of Jesus Christ, no elaborate shows were made, and no gifts were given. Return to simplicity this year in honor of our Savior.

Always remember that Jesus is the reason we celebrate Christmas.

If you look for the magic in the Christmas season, you’ll certainly find it.

Let this season inspire you to seek out your spirituality.

When you invite Jesus into your life, you will immediately notice the positive changes.


Jesus gave the gift of his life. This Christmas season, volunteer and give your own gift to the community.

Through humanitarian efforts and dedication to God and Jesus, the world can become a better place this Christmas season.

Learn to celebrate Advent and prepare for Christ’s birth.

Let this Advent be a season of giving spiritually.

Spiritual gifts are the greatest ones found on the earth.

May God bless you this Christmas and every Christmas.

God’s love is the finest gift on Christmas morning.


Prayer deepens the meaning of the Christmas season.

Christmas does not exist without Christ.

On Christmas morning, you will see proof of God and Christ in your home, in your hearts and in your family.


Ucapan Natal dengan kata cinta:

May loving energies shine into your life this season and all year round. Merry Christmas.

From the skies to the birds, from the songs to the parties and revelry, may your family and home be blessed this year, and every year, with love. Merry Christmas.


Happy Christmas with many blessings and energies of love.

May the winds of love find their way to your home this holiday season and beyond. Merry Christmas.

What is more special than the energy of love? This holiday, may it bless your hearth.

Since love is, for many, the point of a life well-lived, may the universe hold you in loving energies this year. Merry Christmas.

May love wash over all the negative influences in your life and always bless your door. Merry Christmas.

Sending loving, happy wishes to you for a house blessed with the winds of joy. Merry Christmas.

Christmas is full of joy; may one of them be that love often find you. Merry Christmas.


May love always cross your door this Christmas and every one. Happy holiday.

Happy wishes for the blessings of family, community, and love, in every form, this year and always. Merry Christmas.

Happy holidays and the happiest of wishes in the love department. Merry Christmas.

Merry Christmas and wishes for loving energies all around. Happy regards for a lovely season.

May the season of love bear fruit all year round. Merry Christmas.

Happy holidays and may the love of humanity and the natural world resound world-wide. Merry Christmas.

May the fruits of love blossom in your family and your life. Happy holidays.

Kartu Natal 2

May every blessing of love meet the winds of Christmas and bring you nothing but joy this season. Merry Christmas.


Ucapan Natal dengan kata emosional:

Christmas may be the only time when being emotional actually pays off.

At Christmas, the word “emotional” doesn’t automatically mean overreactive. Emotional can mean everything from “I care” to “I believe” to “I have had enough.”

If someone accuses you of being emotional at Christmas, shrug and blame it on the reindeer. Christmas is about caring, after all.

Being called emotional can be synonymous with being called weak or to giving in to one’s emotions; at Christmas, it is actually a normal state of being.


It is not emotional to care. This Christmas, let yours show.

The emotional winds of Christmas can move even the most stolid of souls.

At Christmas, let yourself get emotional. Feel the vibration. Be the love.

Christmas carols and hymns put the “motion” in the word, emotional.

Christmas is not about holding back: It is about compassion, hope, rebirth, and faith: There is nothing overly emotional about that.

To be awake at Christmas, one must be willing to feel the emotions of love, compassion, and faith. The trick is to let the love flow without growing overly, or falsely, emotional.

There is nothing more cold than emotion, if it is false. This Christmas, think twice before you pretend. Be authentic. Give yourself–and give others around you–the gift
of you being who you actually are, not who others want you to be.

Gambar Natal

Christmas: Though emotions often run high, the word “emotional” is still an unpopular choice. Give your mother or loved one a break this holiday season and try to be more sensitive with your word choice when describing him or her.

It is easy to get emotional when the story of Christ is what’s being discussed.

Nothing stirs us into an emotional state more than the miracles of Christmas, whether that be the birth of Christ or something smaller and closer to our daily lives, like the smile of one of our children.


Ucapan Natal dalam bahasa Latin:

51pawai sinterklas papua-ist

Pawai sinterklas di Papua

Natale hilare et annum faustum == Selamat Hari Natal dan Tahun Baru

“Felix Dies Natalis” – Salam bahagia hari Natal.

Io Saturnalia! Salam Natal

Laeta Saturnalia! Salam sukacita Natal

Hilare Festum Nativitatis Christi et Felicem Annum Novum! Selamat hari kelahiran Kristus dan Bahagia Tahun Baru

Fortuna tecum sit per Annum Novum! Semoga nasib baik (keberuntungan) menyertai Anda di Tahun yang Baru!


Beatum Annum Novum! Salam Bahagia Tahun Baru!

Omnia Optima Festo Nativits Christi et Felici Anno Novo! Semoga Anda mendapatkan semua yang terbaik pada Hari Kelahiran Kristus dan Salam Bahagia di Tahun Baru!

Salutes (atau Salutationes) Temporis Anni! Selamat Tahun Baru!


Hodie Christus natus est. Hodie salvator apparuit! Hodie in terra cannut angeli, laetantur archangeli – Hodie exsultant justi, dicentes:

Gloria in excelsis Deo! Et in terra pax hominibus bonae voluntatis, Amen. Alleluia!

Hari ini Kristus lahir. Hari ini datang penyelamat. Hari ini di bumi para malaikat bernyanyi, malaikat agung bersorak! Hari ini orang-orang benar bersukacita sambil berseru:

Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi! Dan damai di bumi di antara manusia yang berkenan kepadaNya, Amin! Aleluya!



Ucapan Natal dalam berbagai bahasa di dunia:



AFRIKAANS geseënde Kersfees
ALBANIAN gëzuar Krishtlindja
ALSATIAN gleckika Wïanachta
ARABIC ميلاد مجيد (miilaad majiid)
ARMENIAN Shnorhavor Surb tsnund
AZERI Noel bayraminiz mubarak
BASQUE Eguberri on
BELARUSIAN З Божым нараджэннем (Z Bozym naradzenniem)
BENGALI subho baradin
BOSNIAN sretan Božić
BRETON Nedeleg laouen
BULGARIAN весела коледа (vesela koleda)
BURMESE Christmas nay hma mue pyaw pa
CATALAN bon Nadal
CH’TI joïeux Noé
CHEROKEE ulihelisdi danisdayohihvi
CHINESE 圣诞快乐 (shèng dàn kuài lè)
CORNISH Nadelek lowen
CORSICAN bon Natale
CROATIAN sretan Božić
CZECH veselé Vánoce
DANISH glædelig jul
DHOLUO bedgi sikuku maber
DUTCH vrolijk Kerstfeest
ENGLISH merry Christmas
ESPERANTO gojan Kristnaskon
ESTONIAN häid jõule
FAROESE gleðilig jól
FILIPINO Maligayang Pasko
FINNISH hyvää joulua
FRENCH joyeux Noël
FRISIAN noflike Krystdagen
FRIULAN bon nadâl
GEORGIAN gilocav shoba axal wels
GERMAN frohe Weihnachten / fröhliche Weihnachten
GREEK Καλα Χριστούγεννα (kala christougenna / kala xristougenna)
HAWAIIAN mele Kalikimaka
HEBREW חג מולד שמח (hag molad saméa’h)
HINDI Krismas ki subhkamna
HUNGARIAN boldog karácsonyt
ICELANDIC gleðileg jól
IGBO annuri Ekeresimesi
ILOCANO naragsak a paskua
INDONESIAN selamat Natal
IRISH GAELIC Nollaig shona
ITALIAN buon Natale
JAVANESE sugeng Natal
JAPANESE merii kurisumasu
KABYLIAN tameghra tameggazt
KHMER រីក​រាយ​បុណ្យ​ណូអ៊ែល (rik reay bon Noel)
KINYARWANDA Noheli nziza
KIRUNDI Noheli nziza
KOREAN 메리크리스마스
KURDISH Noela we pîroz be
LAO souksan van Christmas
LATIN felix dies Nativitatis
LATVIAN priecīgus Ziemassvētkus
LIANGMAI mathabou Christmas
LIGURIAN bón dênâ / bón natâle
LITHUANIAN su Kalėdomis / linksmų Kalėdų
LOW SAXON vrolik Kersfees
LUXEMBOURGEOIS schéi Chrëschtdeeg
MACEDONIAN среќен Божиќ (srećen Božić, formal) / Христос се роди (Hristos se rodi, informal) / Навистина се роди (Navistina se rodi, as a reply to the informal greeting)
MALAGASY tratry ny Krismasy / arahabaina tratry ny Krismasy / arahaba tratry ny Krismasy
MALAY selamat hari natal
MALAYALAM Christmas ashamshagal
MALTESE il-milied it-tajjeb / milied hieni
MANX Nollick ghennal
MAORI meri Kirihimete
MIZO Krismas chibai
MONGOLIAN zul sariin bayariin mend hurgie
NORMAN jostous Noué
OCCITAN bon Nadal
OROMO baga ayyaana dhaloota Kiristoos isin ga’e
PAPIAMENTU bon pasku
PERSIAN کریسمس مبارک (Christmas mobaarak)
POLISH wesołych świąt bożego Narodzenia
PORTUGUESE feliz Natal
ROMANI baxtalo Krečuno
ROMANIAN un Crăciun fericit
RUKIGA Noheiri nungi / webale Noheiri
RUSSIAN с Рождеством Христовым (S rozhdestvom Khristovym)
SAMOAN ia manuia le Kerisimasi
SARDINIAN bona pasca’e Nadale (logudorese) / bona paschixedda (campidanese)
SCOTTISH GAELIC Nollaig chridheil
SERBIAN Христос се роди (Hristos se rodi)
SHONA Krisimas yakanaka
SILESIAN Radosnych godów
SINDHI Chrismas joon wadhayoon
SINHALESE suba nattalak wewa
SLOVAK vesele vianoce
SLOVENIAN vesel božič / vesele božične praznike
SOBOTA dobro dedek
SPANISH feliz Navidad
SRANAN switi Krisneti
SWAHILI heri la Krismasi
TAGALOG Maligayang Pasko
TAHITIAN ‘ia ‘oa’oa e teie Noera
TAMIL கிறிஸ்மஸ் தின நல் வாழ்த்துக்கள் (Krismas dina nal vaagethoukkal)
TELUGU Krismas shubhakankshalu
THAI สุขสันต์วันคริสต์มาส (souksaan wan Christmas)
TONGAN mele Kilisimasi
TSWANA (SETSWANA) Keresemose sentle
TURKISH Noeliniz kutlu olsun
UDMURT Shuldyr Ymuśton
UKRAINIAN З Різдвом Христовим (Z Rizdvom Khrystovym) / Щасливого Різдва Христового (ʃtʃaslyvogo rizdva Hrystovogo)
VIETNAMESE Mừng Chúa Giáng Sinh
WALOON (“betchfessîs” spelling) djoyeus Noyé
WELSH Nadolig llawen
YIDDISH אַ גוטע ניטל (a gute nitl)
YORUBA e kun odun Keresimesi
ZULU UKhisimusi omuhle



Jingle bells, jingle bells
Jingle all the way




Jatiasih-20131224-03257 - Copy

“… Before our communication system gets busy tonite and tomorrow, allow me to wish you the following: As you come together to celebrate xmas in your family with lots of joy, anxieties and sad experiences specially those affected by mitra bank case, I wish you to enjoy christ’s birth, our real gift and treasure of life. We experience chaotic situations in many parts of the world and our own worlds. It may seem to be paradoxical to speak of peace that xmas signifies. But I tell u that true peace only comes from God on Christ’s natal day.. Christmas also is a time to say sorry to each other, those I, we have hurt intentionally or unintentionally in 2013.. I wish you Merry Xmas and a grace filled New Year.. Gbu u, mama mary loves u, pray 4u, smile, ciao… ” (Sent by Pater Peter Payong from Lembata, Flores).




Tubuh bugar berstamina

Kunjungilah posting ini:

Gambar spanduk Sano


Kartu nama Yuni 2


Easter Poem by Ulil Abshar-Abdalla, an Islamic scholar & activist

April 28, 2011

Here is a poem written by Ulil Abshar-Abdalla, an Islamic scholar from Indonesia affiliated to Jaringan Islam Liberal (Liberal Islam Network), a group which voices out a liberal interpretation of Islam.

After completing his master’s degree in religion in Boston University, he went on and continued his PhD studies in the Department of Near Eastern Languages and Civilizations, Harvard University.

In 2003, a group of Indonesian Islamic cleric from Forum Ulama Umat Islam issued a death fatwa against Ulilfor an article that Ulil wrote in Kompas in 2002, “Menyegarkan Kembali Pemahaman Islam” (Rejuvenating the Islamic Understanding) that is considered heretical by the clerics. In March 2011, a letter bomb addressed to Ulil at Komunitas Utan Kayu exploded, injuring a police officer.

Ulil also defended the right of the Ahmadi people, which is an uncommon stance within conservative Islam. He also opposes many of fatwas by Majelis Ulama Indonesia, such as the one forbidding to give Christmas greetings to Christians.

Source: // Abshar Abdalla

Please read his Easter Poem, translated from the original in Bahasa Indonesia!

Easter Poem

By Ulil Abshar-Abdalla

He who collapsed,

on the holy virgin’s lap,

resurrected after three days, against death.

He who was weak,

revived an impossible expectation.

He who is the weakest,

His body bears our sufferings.


He who is the weakest,

His suffering conquers kings of the world.

He who falled in love with morning,

after being stoned painfully.

He who looked up to the holy sky,

swathed in scarlet red cloth: Love me, please!


They argue

about who died on the wooden cross.

I’m not interested in the debate of theologians.

It is the pouring blood which strongly touches me.

When I boast my faith,

The painful body lying on that wood,

keeps reminding me:

In fact, He also suffers, with the insulted.


My Mohammed, your Jesus, your Buddha, your Krisna, your Confucius,

they all are my teachers,

who teach me about the vastness of the world, and love.


Your disease, O believers:

You easily become complacent, arrogant,

boasting yourself like a peacock.

You are eager to judge!


The body with the pouring blood on that wood,

is not a peacock.

He teaches us, about love,

for those who are misled and insulted.


Suffering sometimes teaches you

about a humble faith.

The letters in the scriptures,

often make you feel you are the only holiest person.


Yes, your Jesus is also my Jesus,

Ha has saved me from a faith,

which is arrogant and too proud.

He makes me love the insulted!


(Translated by S.Belen)


Puisi Paskah

Oleh : Ulil Abshar-Abdalla

Ia yang rebah,
di pangkuan perawan suci,
bangkit setelah tiga hari, melawan mati.
Ia yang lemah,
menghidupkan harapan yang nyaris punah.
Ia yang maha lemah,
jasadnya menanggungkan derita kita.

Ia yang maha lemah,
deritanya menaklukkan raja-raja dunia.
Ia yang jatuh cinta pada pagi,
setelah dirajam nyeri.
Ia yang tengadah ke langit suci,
terbalut kain merah kirmizi: Cintailah aku!

Mereka bertengkar
tentang siapa yang mati di palang kayu.
Aku tak tertarik pada debat ahli teologi.
Darah yang mengucur itu lebih menyentuhku.

Saat aku jumawa dengan imanku,
tubuh nyeri yang tergeletak di kayu itu,
terus mengingatkanku:
Bahkan, Ia pun menderita, bersama yang nista.

Muhammadku, Yesusmu, Krisnamu, Buddhamu, Konfuciusmu,
mereka semua guru-guruku,
yang mengajarku tentang keluasan dunia, dan cinta.

Penyakitmu, wahai kaum beriman:
Kalian mudah puas diri, pongah,
jumawa, bagai burung merak.
Kalian gemar menghakimi!

Tubuh yang mengucur darah di kayu itu,
bukan burung merak.
Ia mengajar kita, tentang cinta,
untuk mereka yang disesatkan dan dinista.

Penderitaan kadang mengajarmu
tentang iman yang rendah hati.
Huruf-huruf dalam kitab suci,
kerap membuatmu merasa paling suci.

Ya, Yesusmu adalah juga Yesusku.
Ia telah menebusku dari iman,
yang jumawa dan tinggi hati.
Ia membuatku cinta pada yang dinista!


Kunjungilah posting ini:


Gambar spanduk Sano

Aneka khasiat SANO

Stephen Hawking, astronom hebat sedang bermain dadu dengan Tuhan?

September 29, 2010
Hawking & istri kedua. [Setelah bercerai tahun 1995 dengan istri pertamanya Jane Wilde, Hawking menikah dengan perawatnya Elaine Mason (istri dari David Mason, desainer pertama komputernya yang bisa berbicara). Oktober 2006 ia mengajukan perceraian dari istri keduanya ini].
Sejak publikasi buku Stephen Hawking A Brief History of Time tahun 1988, telah terjual 10 juta kopi dan diperkirakan ia meraup uang 4 juta Pounsterling.
Hawking membandingkan agama dan sains dan tahun 2010 ia mengatakan: “Ada satu perbedaan fundamental antara agama, yang berdasarkan otoritas dan sains yang berdasarkan observasi dan penalaran. Sains akan menang karena ia bekerja.
Pada September 2010 menulis dalam buku barunya The Grand Design bahwa hukum-hukum fisika dapat menciptakan alam semesta dari ketiadaan. Ia tidak mempersyaratkan Tuhan dan bahwa penggunaan kata “Tuhan” sebelumnya hanya retorik belaka.
Pernyataan Stephen Hawking ini mendorong kami menelusuri pendapat para ahli sains tentang eksistensi dan peran Tuhan, termasuk pendapat Hawking sebelumnya.
Silahkan klik powerpoint berikut ini!
Ilmuwan & Tuhan
Kunjungilah posting ini:

Gambar spanduk Sano


Kartu nama Yuni

Di batu nisan kubur Gus Dur: “Di sinilah dikubur seorang pluralis”. Renewing our spirit of pluralism

Januari 7, 2010

Untuk mengenang Gus Dur, perkenankan kami post artikel dari Jakarta Post ini. Penulisnya telah mengizinkan kami muat di sini untuk merefleksikan perjuangan pantang mundur Gus Dur menegakkan pluralisme bagi kejayaan tanah air.

Renewing our spirit of tolerance, pluralism

Gabriel Faimau ,  Bristol   |  Mon, 01/04/2010 9:20 AM  |  Opinion

Amid the political bubbles concerning the Bank Century scandal, we are once again disturbed by the news of the recent destruction of a church that was still under construction in Harapan Indah residential complex, Bekasi, West Java (The Jakarta Post, Dec. 19, 2009). Indeed, this event again and again puts our national sense and spirit of tolerance into question.

Our country has long been recognized internationally as a country with an “outstanding” performance when it comes to respecting cultural and religious differences. An international seminar held in Rome, Italy, last March 2009, for example, elevated Indonesia as a model of international tolerance.

Opening this seminar, Franco Frattini, the Italian foreign minister mentioned Indonesia as an important actor in world peace (Paulinus Yan Olla, Kompas March 27, 2009). So, with the recent event of the attack on this church, we should again ask ourselves: are we really still a nation that respects our multicultural and multi-religious pride?

Destroying a place of worship often occurs when a society loses its capacity and ability to live together differently.

This loss becomes even worse when small differences become a thorn in the flesh. Sigmund Freud interestingly invented the phrase “narcissism of the small difference” to explain this problem. What Freud meant is that too often people see difference as an absolute and a continual threat to one’s identity even though it may be just a slight difference.

According to Adam Selligman (2008), when a society is challenged with the notion of the “small difference”, we often develop two common moves.

Firstly, the small difference is exacerbated by pushing away a group beyond our sense of shared humanity. Members of this group are seen as objectionable strangers or outsiders. In this context, tolerance is ruled out simply because it does not have a place.

Secondly, the need for tolerance is avoided by directing the small difference in a different direction.

Here the importance of differences is reduced or even neglected by only appealing to some basic shared characteristics. The problem with this approach is that tolerance is not needed because we appear to run away from our differences.

Bukan berebut dan saling menarik turun dalam lomba panjat pinang, tetapi bekerja sama bahu membahu untuk memekarkan Indonesia yang pluralis. (Para siswa Seminari Menengah Pematang Siantar pada HUT Proklamasi 2009)

If we want our pluralist society to work, tolerance should be appreciated as a virtue that must be cultivated as the basis for our Indonesian spirit guided by a principle of equally sharing our Indonesian civil space.

Recognizing our differences and strengthening our shared humanity requires renewal every now and then.

Events that involve the destruction of places of worship have often occurred in our country, particularly in the past two decades. Analysts often view this problem through the frame of majority-minority relationships. Such a frame makes sense. However, Indonesians are brought up on the belief of a nation of many faces with one heart. But there is still the question of how we define the notion of majority-minority relationships when we have a shared-responsibility for taking care of our Indonesian spirit.

I think the main problem we often face is the ideological contests through which one or a group may consider another group as an embodiment of an ideology or an embodiment of a religious belief that is not his/hers. Within a political space, too often such contests become more problematic when they are based on the premise that “faith is so important and therefore everybody should follow the faith that I or my group believe in”.

This way of thinking does not only deny the basic rights of human freedom. It does deny humanity as a whole. A better way of living in a multicultural society will only be accessed by every citizen if there is a will to embrace a new perspective based on the proposition that “faith is so important that everyone should respectfully be allowed to live according to a faith that is true to him/her” (Sacks 2002).

Indeed, our diversity is something to be cherished. But che-rishing our diversity is not enough. Unless we respect and protect the rights of every citizen and every cultural and religious group under the rule of law, our diversity will only be romanticized as a tourist attraction, while in the political sphere it may become ‘an everlasting sensitive issue’ and on the practical level, diversity may turn out to be something we are scared to talk about.

This means that if we lose our willingness to guard diversity as our nation’s pride and if we fail to allow space for virtuous tolerance, it is very possible the idea of Bhineka Tunggal Ika (unity in diversity) will easily become an empty slogan memorized in schools or written in the textbooks. A renewal of our sense and spirit for tolerance is therefore urgently needed.

The writer is a PhD candidate at the Department of Sociology, University of Bristol and is the co-editor of the Journal of NTT Studies.


Posting artikel ini di blog ini telah mendapatkan persetujuan tertulis via email dari penulisnya.




Bacalah posting ini:

gambar spanduk sano


Kartu nama Yuni

Cari SMS Natal?

Desember 26, 2009

Dengan gembira bermain dengan si mungil, walau dalam palungan hina Dia tersenyum bahagia. Seakan mengajak qt tersenyum bahagia di antara anak kecil yang sungguh sangat polos. Mat natal dn tahun baru. IMANUEL…! Leo Kolo, Maumere

Opa anak-anak libur ke kampung kelahiran tuk rayakan Natal. Betapa bahagia hirup udara kampung seperti 90 tahun lalu. Met reguk kebahagiaan bersama Bayi Yesus. (sbelen sekeluarga).

Di bus kota pengamen buta gendong anak kurus tertidur bernyanyi dengan krecekan. Gembala hibur bayi Yesus. Kita bertekad perjuangkan hak2 anak. Met Natal (sbelen sekeluarga)

Mungil rapuh terbungkus lampin di gua dingin

Ayo kupangku & bacakan cerita buku hidupku

Ah … aku malu terlalu banyak dosa

Kudekap Ia yang tersenyum lucu.

Met Natal (sbelen sekeluarga)

Natal adalah ziarah para viator dengan kendaraan darat, laut, dan udara … logistiknya kasih, hartanya iman, mitranya syukur dan travel guidenya doa. Merry Christmas and happy new year. FMP & fam

Hidup hanya se[x]

Dosa jangan di[+]

Amal jangan di[-]

Cinta jangan di[:]

Gugur bunga karena layu …

Gugur iman karena NAFSU …

Tertawa karena bahagia …

Menangis karena bersedih …

Bertobat karena berdosa …

Bersihkan hati, sucikan jiwa

“SELAMAT HARI NATAL 2009. Dari Iswandi Ginting & family

Perhatian2, diberitahukan kepada para penumpang “Xmas Air” dengan No. penerbangan NTL 25122009 bahwa perjalanan akan ditempuh selama 1 bulan ke depan dengan ketinggian jelajah SYUKUR. Para penumpang diharapkan tetap mengenakan sabuk IMAN & tegakkan sandaran PENGHARAPAN & KASIH. Penerbangan ini DAMAI serta bebas asap DENGKI & PERSELISIHAN. Atas nama pilot sbelen (copilot belum ada) & awak kabin Like, Flory, Intan & Deo kami ucapkan: SELAMAT NATAL & TAHUN BARU.

Beli kapuk naik kapal selam,

Niatan Pak Mamat membuat bantal,

Dari lubuk hati yang dalam, kuucapkan selamat natal,

Sang raja berburu nuri, di hutan bertemu permaisuri,

Semoga tahun baru nanti, Tuhan selalu memberkati

(Bone Rampung, Kisol, Manggarai, Flores)

Selamat Natal n Tahun Baru. Mari kita ikuti langkah Tuhan: menjadi manusia n tanda bagi dunia. Paul Budi Kleden

Kasih, damai, dan keadilan laksana bayi: dilahirkan, dirawat, dan dibesarkan. Selamat Natal dari sbelen sekeluarga.

Bayi sumber sukacita lahir mengetuk harapan, menyentil cinta terpendam. Met sukactia Natal dari sbelen sekeluarga

Trims atas ucapan bukti rajut kebersamaan kita dalam indahnya persahabatan & kekeluargaan. Teriring selamat tahun baru dari sbelen sekeluarga.

Senang lihat anak mungil bermain air. Dibuatlah tempat bermain pasir. Si anak gembira main pasir. Selamat membuat anak2 gembira hari ini. Salam Natal (sbelen sekeluarga)

“Seorang bayi bertanya: saya mau main, di mana?” Jawab ayah: “Saya carikan tempat maen, saya tidak akan permainkan kamu, Nak.” Selamat Natal. (Gerard Bibang)

Trims ya. “Hidup tak boleh sederhana. Hidup harus hebat, kuat, luas, besar & bermanfaat. Yang sederhana adalah sikapnya. Selamat Natal. (Maria Belen)

Mawar dapat layu dalam seminggu, pelangi bisa pudar sepeninggal senja, embun dapat menghilang saat fajar. Namun, kasih sayang persaudaraan adalah keindahan abadi tuk selamatnya. Selamat Natal n Tahun Baru dari kami sekeluarga.

“Que la legría, la paz y el amor estén con usted en NAVIDAD y siempre…..”

“Semoga kebahagiaan, damai dan cinta senantiasa menyertaimu di hari NATAL dan selama hidupmu……..”

P. Kornelius D. Boli Udjan, SVD

Parroquia San Juan Bautista – Verbo Divino

Asuncion – PARAGUAY

Dear …., Feliz Navidad, Joyeux Noel, Frohe Weihnacht und ein Gutes Neues Jahr, Buo ne Feste Natalizie, Maligayan Pasko09, Masaganang Bago ng Taon ’10, Merry Christmas & Happy New Year, Selamat Natal & Tahun Baru.

Pengumuman terbaru di dunia akhirat

Januari 5, 2009


Kisah sejarah terciptanya lagu “Malam Kudus” (Stille Nacht, Silent Night)

Desember 26, 2008


Pastor Joseph Mohr, penulis lirik lagu “Malam Kudus” (Foto yang digambar kembali)

Tahun 1816 Pastor Joseph Mohr menulis lirik lagu “Malam Kudus” (aslinya “Stille Nacht”) ketika bertugas di gereja peziarah di sebuah desa Mariapfarr, Lungau di pegunungan Alpen, Austria. Beberapa hari sebelum Natal tahun 1818, Joseph Mohr sebagai pastor pembantu di gereja Santo Nikolaus, Obendorf, Salzburg, Austria, bingung karena organ di gereja rusak. Umat bakal kecewa jika lagu-lagu Natal dinyanyikan tanpa iringan organ. Umat yang terbanyak terdiri dari pekerja kapal, pembuat perahu, dan keluarganya.pun sedang dirundung kesulitan ekonomi. Penyebabnya adalah terhentinya transportasi garam melalui sungai di Salzburg setelah Perang Napoleon (1792 – 1815).. Ekonomi lesu dan penduduk setempat mengalami depresi ekonomi.


Inilah kapel yang dibangun di bekas reruntuhan gereja Santo Nikolaus, Obendorf, Salzburg, Austria, tempat pertama kali dikumandangkan lagu “Malam Kudus”

Dalam keadaan bingung Mohr berjalan kaki ke rumah Franz Gruber, seorang guru SD yang menjadi organis dan pemimpin koor di gereja. Ia menunjukkan lirik yang ditulis dua tahun lalu kepada Gruber. Gruber langsung menggubah melodinya dan menyerahkannya kepada Mohr. Mohr merasa puas dan keduanya mulai berlatih. Tepat pada malam vigili Natal, 24 Desember 1818. Mohr menyanyikan suara tenor sambil mengiringi dengan gitar, sedangkan Gruber menyanyikan suara bas. Nyanyian keduanya langsung disambut gembira umat.


Franz Gruber, penggubah melodi lagu “Malam Kudus”


Pemandangan di sekitar Gereja Santo Nikolaus di Salzburg, Austria

Naskah asli lagu ini lama hilang seiring dengan dirobohkannya gereja ini pada awal tahun 1900-an karena telah hancur akibat banjir dan karena pusat kota telah dipindahkan ke bukit yang lebih aman. Sebuah gereja baru dibangun di pusat kota yang baru.

Semula lagu ini lama tak dikenal. Penyebabnya antara lain karena lagu ini tidak berasal dari komponis terkenal atau dari katedral tersohor. Apa sih yang berharga yang diharapkan dari sebuah kampung kecil yang namanya tidak tercantum di peta.

Tahun 1863 John Freeman Young menterjemahkan lagu ini ke dalam bahasa Inggris dengan judul “Silent Night”. Segera lagu ini tersebar luas ke seluruh dunia dan dinyanyikan sampai sekarang. Kini lagu ini diperkirakan telah diterjemahkan ke lebih dari 200 bahasa di dunia. Komposisi musik Gruber dalam lagu ini dipengaruhi tradisi musik di pedesaan tempat tinggalnya. Melodinya mencerminkan segi-segi musik rakyat Austria. Ini membuktikan bahwa banyak lagu yang menjadi populer dan mendunia sebenarnya mengadopsi motif lagu atau musik rakyat yang sudah mentradisi berabad-abad. Lagu-lagu itu kemudian bertahan lama, bisa sampai berabad-abad sebagai kelanjutan tradisi musik-lagu rakyat berabad sebelumnya.

Setelah menjadi amat populer timbul tanda tanya siapa pengarang lagu ini. Berbagai versi cerita beredar dan banyak cerita fiksi bermunculan. Rasa ingin tahu ini menggerakkan hati para peneliti untuk mencari jawaban. Tahun 1995 naskah asli tulisan tangan Mohr ditemukan oleh para peneliti. Tulisan itu menunjukkan bahwa lirik lagu itu ditulis tahun 1816 sedangkan melodinya dikarang tahun 1818 oleh Franz Gruber. Kemudian, sebuah kapel kecil dibangun di tempat reruntuhan gereja yang asli dan dinamakan “Stille-Nacht-Gedächtniskapelle”(Kapel Kenangan Malam Kudus). Sebuah rumah di dekatnya diubah menjadi museum yang sampai sekarang dikunjungi banyak turis dari berbagai penjuru dunia.


Naskah lagu “Malam Kudus” yang digubah Franz Gruber.

guitar_mohr3httpimagesgooglecoidimgresimgurlhttpwwwinglewoodcarecentrecomGitar yang diperkirakan digunakan Joseph Mohr saat menyanyikan lagu “Malam Kudus”

museum-stille-nachtMuseum dekat kapel yang dibangun di bekas reruntuhan gerega Santo Nikolaus untuk mengenang Jospeh Mohr dan Franz Gruber di Obendorf, Austria.


Kubur Franz Gruber di depan rumahnya yang kini dijadikan museum Gruber.


Kamar di rumah Franz Gruber

organhttpimagesgooglecoidimgresimgurlhttpwwwfortunecitycomOrgan yang telah diperbaiki di kapel yang berdiri di bekas tempat Gereja Santo Nikolaus, Obendorf, Salzburg

Hikmah apa yang dapat dipetik dari sejarah lagu “Malam Kudus”?

Di Indonesia lagu-lagu kaum muda yang meniru irama musik pop Barat cenderung amat cepat ditinggalkan masyarakat karena sebenarnya irama musik pop belum memiliki tradisi panjang dalam masyarakat kita. Sedangkan, popularitas lagu seperti lagu Butet yang menerapkan irama lagu masyarakat Batak tersebar luas dan disenangi masyarakat Indonesia, bahkan masyarakat Rusia, sedangkan lagu Bengawan Solo yang berirama keroncong juga disenangi masyarakat Indonesia dan menular digandrungi masyarakat Jepang.

Hal ini menunjukkan gejala yang sama seperti latar belakang lagu “Malam Kudus”. Sebuah lagu yang berakar pada tradisi musik-lagu sebuah masyarakat atau yang memperbaharui irama lagu-musik rakyat cenderung tahan zaman di masyarakat setempat dan cenderung diterima di berbagai bagian dunia. Karena, sebenarnya irama itu sudah teruji dan tersaring dalam sejarah selama berabad-abad.

Kunjungan ke Kapela “Silent Night, Holy Night” atau “Malam Kudus”

Oleh Peter Paskalis

Tiga belas tahun silam saya mengunjungi Kapela „Silent Night, Holy Night“ di Oberndorf, di mana lagu terkenal „Malam Kudus“ diciptakan. Oberndorf, suatu kampung sekitar 20 km di sebelah Utara Kota Salzburg (Kota kelahiran Wolfgang Amadeus Mozart di Austria), terletak tepat di perbatasan antara Austria dan Jerman.

Dalam perjalanan menuju kampung ini, saya membayangkan suatu gereja besar, mengingat kebesaran dan ketenaran lagu ini yang diterjemahkan hampir ke dalam semua bahasa di dunia. Ketika memasuki Oberndorf, saya berusaha melihat candi gereja terbesar dan saya kaget, ketika keluarga yang menemani saya menunjukkan suatu kapela kecil dekat sungai kecil yang membatasi Austria dan Jerman. Wah, kapela mungil, mungkin hanya untuk 8-10 orang di dalamnya.

Lagu „Silent Night“ (Stille Nacht, dalam bahasa Jerman) dinyanyikan pertama kali di kapela ini pada malam Natal tahun 1818. Diiringi dengan orgel sederhana yang hampir rusak oleh Franz Xaver Gruber (pencipta melodi lagu „Malam Kudus“), karena tali pedalnya hampir putus. Karena itu, pastor pembantu di kampung ini Joseph Mohr (penulis teks lagu “Stille Nacht”) meminta orang lain untuk menemani dengan gitar.

Suatu yang berawal sederhana menghasilkan suatu karya yang terkenal di seluruh dunia.

Gereja St. Nikolaus, lebih dikenal „Kapela Malam Kudus“ (Stille Nacht Kapelle), terletak di samping sungai Salzach dan sering dilanda banjir di tahun 1890-an. Banjir sering membawa kerusakan pada kapela ini. Banjir yang terbesar terjadi tahun 1899, yang merusak hampir setengah kampung Oberndorf dan menghancurkan kapela mungil ini secara total. Karena itu umat mendirikan satu gereja baru 800 meter lebih jauh dari sungai dan agak di ketinggian.

Untuk beberapa puluh tahun, kapela ini tidak dibangun lagi, dengan alasan keuangan dan juga karena bahaya banjir selalu mengancam. Kemudian toh mengenang 100 tahun lagu Malam Kudus dan juga sebagai tanda seru dan doa untuk perdamaian dunia (mengingat perang dunia pertama 1914-1918), maka bangkitlah inisiatif membangun kembali kapela ini. Lagu Malam Kudus sering dikumandangkan di mana-mana di Eropa. Dunia mendambakan perdamaian dan simbol perdamaian dunia adalah Silent Night, Holy Night. Suatu keajaiban, 1918, tepat 100 tahun lagu ini diciptakan, perang dunia pertama berakhir…Dan sebagai tanda syukur atas perdamaian, orang berziarah ke Oberndorf dan menyumbang pembangunan kapela Malam Kudus dan selesai tahun 1937. Semoga Malam Kudus, membawa perdamaian di dunia ini. Amin. (Kiriman Peter Paskalis pada Hari Natal 2009)


  1. xmashymn.httpwww.morning-glow.comholidaysxmasxmashymn.html
  2. Silent_Night.httpen.wikipedia.orgwikiSilent_Night
  3. origin_song.asp.httpwww.stillenacht.atenorigin_song.asp
  6. Email Peter Paskalis dari Austria




Kunjungilah posting ini:

Gambar spanduk Sano


Kartu nama Yuni