About

S.Belen sekarang adalah Direktur CV SANO yang mendistribusi sirup herbal Sano dan Fides guna mencegah dan menyembuhkan aneka-penyakit berbahaya, yang diproduksi oleh Rumah Herbal Jatibening yang kami kelola. Selain itu, kami lebih berperan sebagai konsultan pendidikan untuk beberapa sekolah terutama guna meningkatkan kualitas sekolah menjadi sekolah yang makin unggul. Juga konsultan untuk sebuah PT yang menghasilkan sarjana yang tiap tahun “mengekspor” sebagian besar lulusannya ke mancanegara (sudah 68 negara di 5 benua). Pengunjung blog saya mungkin masih ingat nama saya yang dulu menulis sebagai kolumnis Kompas. Selain itu, saya sering menatar para guru TK, SD, SMP, SMA, dan SMK di berbagai daerah di Indonesia. Merintis beragam inovasi pendidikan melalui Pusat Kurikulum Balitbang Kemdikbud, Ditjen Pendidikan Dasar & Menengah (Dikdasmen), Komnas HAM, UNESCO, Unicef, AusAid, Hurights Osaka Jepang, Save the Children, World Vision Indonesia, dan Oxfam


Tambahan:

Di Air Terjun Lembah Anai, Sumatra Barat, 12 April 2008

Di Air Terjun Lembah Anai, Sumatra Barat, 12 April 2008

Curriculum Vitae DR. S.Belen, S.Pd., B.Phil.

  • Tempat & tanggal lahir: Makassar, 7 Juli 1950

Pendidikan dan Latihan:

 

♥       Sekolah Tinggi Filsafat Ledalero, Flores, NTT (B.Phil = Bachelor Philosophiae)

♥       Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Nusa Cendana Kupang

♥       Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP Malang, Jawa Timur (S.Pd)

♥       Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Jakarta

♥       Institute of Education University of London, Inggris

♥       University of Cambridge Local Examination Syndicate, Inggris

♥       South Bank University, London, U.K. (Tanpa lewat     jenjang S2 langsung S3 Sosiologi-Antropologi)

Picture1

Pekerjaan & Tugas:

♥ Direktur CV SANO yang mendistribusi sirup herbal Sano dan Fides yang diproduksi Rumah Herbal Jatibening yang kami kelola.

♥ Nara sumber & konsultan beberapa NGO yang melayani pendidikan di wilayah terpencil dan tertinggal.

♥ Pendidikan Hak Asasi Manusia – bekerja sama dengan KOMNAS HAM, UNESCO, Hurights Osaka, dan lembaga internasional lain

♥ Pengembang Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) & PAKEM: UNESCO, UNICEF, DEPDIKNAS

♥ Evaluator untuk Proyek NTT – PEP AusAID, Flores

♥ Ditjen Manajemen Dikdasmen, Konsultan untuk Pengembangan Profesional Guru Pendidikan Agama

♥ Dosen S2 UNJ

♥ Konsultan pada sejumlah sekolah dan perguruan tinggi serta penerbit

♥ Penulis buku dan buku pelajaran

♥  Tahun 2008 – 2009 ini mengembangkan 5 SD model di Maluku Utara, memfasilitasi revisi kurikulum PGSD FKIP Universitas Pattimura, Ambon & membina SD di Ambon & Pulau Seram bersama Save the Children

♥  Tahun 2009 – 2011: Mengembangkan SD model di Ambon dan Seram, Tarutung di Tapanuli Utara, Flores Timur, dan Merauke (Papua).

♥  Tahun 2009 – 2010: Mengembangkan model sekolah harmoni di Poso dan Palu (Sulawesi Tengah)

♥  Tahun 2007 – 2011: Mengembangkan SMA model belajar aktif di Pematang Siantar, Sumatera Utara

♥  Tahun 2010: Mengembangkan SMA model di Ende, Flores, NTT

♥  Tahun 2011 – sekarang: Mengembangkan SMP dan SMA model contextual teaching & learning di Pontianak, Kalbar dan SMA model di Lalian, Belu, Timor (NTT).

♥  Tahun 2011 – sekarang: mengembangkan TK, SD, SMP, dan SMA model contextual teaching & learning pada sebuah yayasan di Jakarta Barat serta membantu pengembangan sister schools antara sekolah yayasan ini dengan TK, SD, SMP, dan SMA di Kalabahi, Alor dan dengan SMP di Lewoleba, Lembata (NTT), terutama dalam pendidikan kewirausahaan & ekonomi kreatif.

 

Konsultan & Pelatih untuk:

♥       Pengembangan & implementasi kurikulum & penilaian

♥       Pengembangan buku pelajaran & sarana belajar lain

♥       Pendidikan HAM di sekolah dan PT

♥       Rintisan inovasi pendidikan

♥       Pelatihan guru, kepala sekolah, pengawas, dosen

♥       Penelitian tindakan kelas (PTK) untuk penulisan karya ilmiah guru, penelitian pendidikan & penelitian sosial

♥       Pendidikan karakter berlandaskan budaya bangsa

♥       Pendidikan kewirausahaan & ekonomi kreatif

♥       Pendidikan pengurangan risiko bencana alam dan sosial

♥       Persiapan menghadapi ujian nasional

♥       Contextual teaching & learning dan brain-based learning

♥       Mengapa siswa gagal dan solusinya

Etrepreneur:

Beberapa tahun ini kami mendorong pendidikan kewirausahaan di SD, SMP, SMA, dan SMK dengan menerapkan gagasan unit produksi di SMK pada sekolah umum. Unit produksi menjadi wadah praktik wirausaha siswa yang dikaitkan dengan pelajaran IPA, Biologi, Kimia, IPS, Ekonomi dan Akuntansi, Matematika, Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, dan kegiatan ekstrakurikuler yang relevan. Kami pun mendorong sekolah dan yayasan merintis dan mengembangkan unit usaha sebagai sumber dana pendidikan.

Sejalan dengan upaya ini, karena kami lama menderita sakit jantung dan telah menjalani operasi pasang ring dua kali dan tiap kali gagal, selain obat dokter kami mencoba berbagai ramuan herbal yang diracik istri dan anak. Akhirnya kami temukan dan kembangkan ramuan herbal yang kami beri nama Sano. Ternyata ramuan ini berkhasiat untuk macam-macam penyakit juga. Dan, karena tetangga dan kenalan tertarik, akhirnya dengan dorongan anak, kami pun mulai menjual kepada publik. Mulai bisnis di usia 62 tahun. Ya, sekaligus bisa menjadi contoh bagi para guru dan kepala sekolah dalam mendorong siswa berpraktik wirausaha sejak dini. Pada 11 Juni 2015 kami launching sirup herbal yang kedua, yang diberi nama Fides.

Alamat:

©      Email: sirilus.belen@gmail.com

©       Internet: www.sbelen.wordpress.com

©      Page Facebook: https://www.facebook.com/pages/Sirup-SANO/1442545299377444

©       Untuk permohonan seminar, workshop atau pelatihan, dapat menghubungi Yuni pada HP 0813 8090 2316

©       Rumah di Jatibening, Jakarta

Buku-buku yang diterbitkan a.l.:

Belajar aktif & terpadu BC
CV 5

Buku kompetensi indikator

CV 7

Buku Multi-kecerdasan S.Belen

CV 9

Cover buku Pendidikan HAM

CV 11

CV 12

CV 13

CV 14

Putra putriku di Pantai Adonara

?????????????

Dengan istriku Yuni di Kupang, Mei 2014

Jika Anda ingin melihat curriculum vitae ini dalam bentuk file powerpoint, silahkan klik:

CV S Belen updated

46 Tanggapan to “About”

  1. No Latera Says:

    Belen, tulisan you itu sangat jernih dan aktual untuk dibaca. Dan sekarang you harus bisa bikin buku tentang apa saja. Tulis yang praktis, lugas, sederhana dan tulus. jangan banyak filsafatnya ya. Sekali lagi, kami tunggu karya cipta selanjutnya. Selamat!

  2. S Belen Says:

    Terima kasih, No Latera. Rasanya kok saya tersanjung. Wah, bisa hidung kembang (makan puji), kata orang NTT. He he he. Belum hebat lah. Di atas langit masih ada langit, kata pepatah Cina. Yang penting, apa pun gagasan baik yang kita tulis dan sempat dibaca orang lain, meskipun hanya segelintir, mungkin berguna untuk kehidupan ini. Buku yang kutulis ada beberapa, tapi lebih banyak tersebar di kalangan guru dan ada yang buku pelajaran IPS untuk anak SD. Sekarang saya jadi idola di kalangan sejumlah guru dan anak SD. Sampai-sampai ada anak SD di Tanah Laut Kalimantan Selatan dan Cianjur Jawa Barat yang bercita-cita ingin jadi penulis buku pelajaran seperti Pak Belen. Jadi, hidung kembang depan anak-anak SD. He he he

  3. Johanis Pee Says:

    Web-blog anda bagaikan setetes air di gurun internet.
    Masih ada lilin ditengah kegelapan.
    Terus berkarya dan sukses selalu.

  4. S Belen Says:

    Pak Johanis (mungkin lebih tepat, Dik Johanis), terima kasih atas apresiasi dan dorongan. Sejak Juli lalu saya putuskan menjadi blogger. Ya, jika satu ide dalam blog terbaca dan memberi inspirasi kepada satu orang saja, bagiku itu sudah cukup. Apa yang dilakukan seorang pembaca itu akan bermanfaat bagi orang lain. Satu gagasan yang tersebar ibarat sebuah doa. Doa itu tak akan terbang percuma. Pastilah akan hinggap di suatu tempat dan membawa berkah.

    Sudah sekian lama saya menulis buku, paper, dan artikel yang isi dan bahasanya terjaga. Tak bisa bicara sepenuhnya dengan hati. Blog memberi peluang bagiku untuk menulis dari hati dan dengan hati. Menulis dengan cinta. Pengalaman yang konyol, bodoh, dan tak terencana dalam kehidupan dan gagasan yang lahir dari pengalaman itu dapat ditulis dengan hati dalam blog. Pembaca blog juga mungkin berbeda dengan pembaca tulisan-tulisanku selama ini. Yang penting, saya masih hidup dan jika saya tak bisa memberi uang, paling tidak saya bisa memberikan gagasan yang mudah-mudahan mengilhami orang yang memerlukannya.

    Hidupku ini terlalu lama diisi dengan bersekolah. Banyak yang sudah saya baca dan renungkan. Dan, bekal bahasa asing membuatku bisa merambah literatur lebih banyak. Blog memberi peluang bagiku untuk berbagi pengetahuan, temuan, dan hasil renungan dengan bahasa yang lebih membumi.

    Teruslah berkarya, Pak, eh Dik Johanis di bidang Anda. Tambah sukses dan be the best!

  5. Latera Says:

    Selamat pagi, gimana kabar ibu kota? Banjir ya. Di surabaya beberapa hari ini hujan melulu jadinya banjir….
    Aku ikuti terus tulisan di blog. Menyenangkan, selalu ada yang terkini. Aku baru saja ikut diklat sertifikasi guru gelombang 3. Ada yang baru juga buat kita-kita. Oh, ya, tulis terus, jangan mandeg, tularkan idemu buat anak-anak bangsa di dusun sana, menjadi obor terang buat mereka di sana. Teriring doa dan harapan kami semoga terus berkarya.

  6. Bayu Says:

    Salam kenal mas… salam hangat dari Bumi Seganti Setungguan…

  7. siswandi a.n. Says:

    Salam kenal. … Mohon izin sewaktu-waktu saya boleh ambil tulisan bapak sebagai referensi, khsususnya tentang pendidikan.Trims

    • S Belen Says:

      Silahkan, Pak Siswandi, saya mendukung sekali. Jika satu gagasan disenangi seseorang dan disebarkan kepada orang lain dan beguna, gagasan ini bermanfaat. Yang penting bukanlah nama saya, tapi isi pesan gagasan yang terkandung. Salam sukses selalu.

  8. Eko Says:

    Pagi pak!!!
    ini saya baru mampir ke blognya …….fotonya mantabs pak kayaknya itu air terjun awet muda ya… 🙂

    • S Belen Says:

      Air berkhasiat buat orang awet muda. Yang lebih manjur, tetesan-tetesan “air” berupa guyonan dan cerita lucu yang buat orang lain dan kita ketawa adalah obat awet muda. Dan, Bung Eko, ingat-ingatlah, cowok yang humoris disenangi cewek-cewek. Betul, nggak?

  9. Eko Says:

    pak blognya bagus sekali padat, berisi dan penuh informasi bisa seharian ga selesai baca2 tulisan2 bapak🙂

    • S Belen Says:

      Thanks, Dik Eko, bagiku biar hanya beberapa orang yang mampir ke blogku tiap hari itu sudah jauh dari cukup. Karena, satu gagasan yang baik yang diterapkan pembaca, terlepas dari siapa pun penggagasnya, sudah membuat penulisnya senang. Be more successful!

  10. P. Latera Says:

    Selamat bertugas. Jangan lupa, anak-anak bangsa di dusun kita masih sangat butuh sentuhan kaka. Tahun ajaran baru kalau bisa sudah ada SMP Negeri di sana. Ini pesan dan mimpi juga doa dari sana. Selamat ya.

  11. agusampurno Says:

    Ini dia dosen saya di Internet, salam kenal dan salam silaturahmi pak S.Belen.
    Semoga sehat selalu dan bisa terus mencerahkan bangsa ini.
    Regards
    Agus Sampurno

    • S Belen Says:

      Bung Agus, saya pun sering mengunjungi blog Bung. Agaknya kita terkadang membahas hal yang sama yang mempertemukan kita di dunia maya. Wah, saya tersanjung dibilang jadi dosen bagi Bung. Ya, di dunia internet sekarang ini, kita semua masuk The University of Bill Gates, Fakultas Google, pindah Fakultas Yahoo, etc. dan bertemulah kita dengan dosen-dosen di dunia maya. Nah, waktu saya berkunjung ke blog Bung, saya gantian jadi mahasiswa Bung. Untung tak ada tes atawa ujian. Kalau ada malah dosen yang jadi mahasiswa Bung bisa-bisa herr karena tak langsung lulus. He he he. Bae-bae.

  12. Lyd Violeta Says:

    Dear Pak Belen,

    Pak..blognya bagoes banget.. Artikel kesehatannya banyak manfaatnya… Mohon diizinkan untuk digunakan tulisan2 bapak ya..

    Tapi, kenapa file powerpoint “menu sehat berdasarkan golongan darah” nggak bisa di-save ya pak? Atau di-lock sama bapak?

    Thank you sebelumnya..

    Rgds,
    Lydia

    • S Belen Says:

      Dear Lydia, silahkan gunakan artikel yang dianggap baik. Semakin tersebar gagasan tentu saya makin senang. File poerpoint “Menu sehat golongan darah” tidak saya lock, masih bisa didownload, mungkin waktu download ada masalah. Coba sekali lagi. Trims. Sukses dan sukses.

  13. tanagekeo Says:

    Salam jumpa lagi S. Belen. Saya Vitalis teman spulen di Ledalero. Blognya bagus….. salam

  14. MegawatiYuswonoPutri Says:

    Bapa, mau tanya, bagaimana caranya membangun karakter siswa??? Lagi cari inspirasi untuk skripsi, pak. Mohon dibalas ^_^ Terima kasih

    • S Belen Says:

      Dear Megawati, Maaf telat balas. Caranya membangun karakter siswa antara lain perlu penekanan kepada proses peneladanan dan proses pembiasaan. Untuk proses pembiasaan, biasakan anak melakukan, menerapkan (action ibarat mulai dari kaki), lalu akan muncul rasa senang dan termotivasi pada usia lebih lanjut (perubahan pada hati), dan terakhir baru anak itu mampu membuat keputusan dan penilaian baik-buruk, benar-salah pada usia akil balig sekitar 24 tahun. Proses ini adalah alamiah karena otak berkembang mulai dari bagian belakang, kemudian ke tengah pada pusat motivasi dan emosi (amygdala), dan terakhir pada usia akil balig bagian depan otak (prefrontal cortex).

      Cobalah kunjungi blogku, terutama pada kategori “Karakter”, “Otak”, dan mungkin juga pada kategori “Kurikulum” dan “Pendidikan”, Mungkin Megawati bisa mendapatkan inspirasi pada posting yang relevan. Terima kasih. Pasti sukses.

  15. sati Says:

    Dear Pak Belen,

    Blognya sangat bagus Pak, tulisannya sangat inspiratif.
    Saya sangat suka foto2, Poster & karikaturnya. Benar2 hidup, penggambaran yang sempurna.

    Terimakasih

    • S Belen Says:

      Dear Sati,

      Terima kasih atas tanggapannya. Otak lebih senang melihat gambar daripada membaca kata-kata. One picture is worth of a thousand words. Satu gambar bisa mengganti seribu kata. Itulah alasannya, mengapa kami banyak memasukkan gambar dalam banyak posting.

  16. Ibnu Saptopo Says:

    Blognya sangat bagus Bapak S Belen. Istilah teman saya dari Itali:Molto Bello !
    Izin share … sewaktu-waktu untuk bahan referensi. Blog yang sangat banyak memberikan inspirasi bagi orang yang mengunjunginya. Saya mendoakan agar anda dapat terus berkarya melalui Blog ini dengan mengikuti suara hati…..Amin..
    Berkah dalem Gusti!

  17. S Belen Says:

    Terima kasih, mas Ibnu Saptopo, Silahkan gunakan posting dan files powerpoint pada blog kami. Semakian tersebar gagasan dan apalagi bisa memberi inspirasi kepada orang lain tentu kami amat gembira. Terima kasih atas doa mas dan sungguh kena saran mas agar kami berkarya lewat blog ini mengikuti suara hati. The voice of conscience is the voice of God.

  18. Agus Kurniawan Says:

    Salam kenal, Pak Belen. Saya Agus dari ATMI Solo, sekarang sudah jadi Politeknik ATMI Solo. Kapan-kapan kita sharing mengenai pendidikan. Makasih

  19. S Belen Says:

    Dear Pak Agus,

    Senang sekali bisa berkenalan dengan Pak Agus. Kami ingin sekali banyak belajar dari Politeknik ATMI Solo yang menurut saya adalah akademi teknik mesin industri terbaik di tanah air. Tambah sukses.

  20. Bertho Says:

    Salam kenal bapak… Senang baca blog bapak…. Inspiratif, menghibur, dekat dengan kehidupan sehari-hari, dan saya senang lihat foto-foto tentang alam dan budaya Flores yang masih asri..

    Trima kasih….

    Sukses selalu, Tuhan menyertai..

    • S Belen Says:

      Dear Bertho,

      Flores itu memang sesuai dengan namanya yang berarti bunga. Sungguh indah. Teman konsultan dari Inggris bersama istrinya sekali berlibur ke Flores. Sepulang dari Flores dia bilang, “Flores is really the most beautiful island in the world.”

      Ada juga cerita lain. Teman Rm Yosef Lalu adalah seorang professor Jerman. Ia mengunjungi Flores, mulai dari Manggarai sampai ke Flores Timur, dan terakhir mengunjungi Danau tiga warna Kelimutu. Sepulang dari Flores, waktu hendak kembali ke Jerman, ia ketemu Rm Yosef Lalu di Jakarta yang bertanya bagaimana kesan tentang Flores. Profesor Jerman itu mengatakan, “Sungguh indah Pulau Flores, tapi alangkah lebih indah kalau orang Flores tidak berada di situ. He he he. Cuma bercanda. Tak apalah, soalnya saya juga berdarah Flores. Tabe.

  21. markus tan Says:

    Senang membaca tulisan-tulisan anda, lebih tepatnya ungkapan hati anda. Memperkaya wawasan saya akan banyak hal. Saya Markus Tan, saya mengenal Pak Belen dari grup milis pendidikan kita. Satu hal yang saya suka dari bapak adalah perhatian dan kepedulian akan nasib pendidikan di Indonesia. Saya turut berdoa agar bapak bisa berkarya terus berbagi inspirasi dan motivasi bagi anak-anak dan para guru di Indonesia. Salam dan berkat Tuhan.

  22. S Belen Says:

    Dear Markus Tan,

    Lama kami bekerja di Balitbang Kemdiknasbud, menyusun banyak kebijakan dan program pendidikan untuk diterapkan di lapangan. Sekali waktu kami berefleksi, apa saja hasil atau dampak dari kebijakan dan program itu. Ternyata banyak sekali yang tidak berdampak di lapangan. Sicut erat, sami mawon, tak ada perubahan signifikan. Malah mutu pendidikan tampak kian merosot.

    Akhirnya, kami banting setir. Bergerak mengubah wajah pendidikan dari akan rumput. Peduli amat dengan kebijakan pendidikan yang sering berganti, tidak konsisten, yang datang dari meja-meja empuk di Jakarta. Karena itu, kami sering menatar guru dan kepala sekolah dan mengembangkan sekolah-sekolah model, dari SD s.d. SMA, juga SMK di daerah-daerah. Target kami sederhana saja, yaitu membuat anak-anak didik bisa tersenyum di sekolah melalui motivasi dan pemberdayaan guru dan kepala sekolah. Matur nuwun.

  23. Friandry Windisany Says:

    Salam kenal pak S. Belen. Saya Yandri, mahasiswa magister profesi psikologi UGM. Saat ini saya sedang mengerjakan tesis dan berencana untuk melaksanakannya di daerah asal saya di NTT. Saya pernah melihat tulisan di surat kabar tentang pendapat bapak mengenai Ujian Nasional khususnya di NTT yang termasuk rendah. Tesis saya tentang kecemasan UN di tingkat SD. Penelitian saya ini menggunakan metode penelitian eksperimen sehingga pada akhirnya akan ada suatu program yang diberikan kepada siswa. Saya mohon masukan bapak yang sudah lama terlibat dalam dunia pendidikan hingga daerah-daerah pelosok. Terima kasih sebelumnya.

  24. S Belen Says:

    Dear Yandri,

    Terima kasih atas tanggapan. Senang membaca Yandri ingin berbuat sesuatu melalui penelitian eksperimental di SD di wilayah NTT yang berguna untuk rekomendasi peningkatan mutu dan relevansi pendidikan.

    Bisa saja dipilih dua kelas atau 2 rombongan belajar. Kepada kelompok eksperimen dilaksanakan pembelajaran aktif, misalnya dengan menggunanakan alat peraga dalam pelajaran Matematika (batu kerikil juga boleh), menerapkan belajar kelompok sambil melakukan praktik percobaan IPA, dan story reading dengan kegiatan tindak lanjut menyusun naskah drama dan mendramakan, membuat puisi (pantun) dan membaca puisi (pantun), membuat buku cerita bergambar (komik), membaca berita TV berdasarkan cerita yang baru didengar, dst. Sebagai kelompok kontrol (pembanding) dapat dipilih satu rombongan belajar yang masih belajar dengan cara duduk-dengar-catat-hafal. Setelah itu, dapat dilakukan tes pengetahuan berbentuk pilihan ganda kepada siswa kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok mana hasil belajarnya yang lebih baik? Nah, dalam eksperimen ini dapat dimainkan / diterapkan variabel lain yang spesifik NTT, misalnya variabel tingkat gizi anak-anak, variabel kekerasan fisik dan verbal, variabel tingkat sosial-ekonomi orang tua. Apakah anak dengan gizi kurang baik, masih mengalami kekerasan fisik dalam keluarga, dan dari keluarga kurang sejahtera dapat berprestasi jika mereka mengalami belajar aktif?

    Sekadar ide. Ide-ide lain bisa diterapkan dalam eksperimen ini. Jumlah sekolah, jumlah siswa tak perlu banyak tapi penelitiannya menjurus dan bisa bermakna untuk rekomendasi. Maju terus. Pasti berhasil gemilang luar biasa.

  25. rahmi Says:

    Salam kenal Pak Belen, saya Rahmi di Depok. Saya suka sekali dengan tulisan-tulisan Bapak, terutama mengenai dunia pendidikan dan kesehatan. Dua tahun lalu, orang tua kami mengamanahkan kami untuk meneruskan mengelola suatu yayasan pendidikan yang telah dikelola bertahun-tahun, khususnya untuk golongan menengah ke bawah. Saya, yang bukan berasal dari dunia pendidikan, sebetulnya sangat berat meneruskan usaha ini, karena tanggung jawabnya terhadap pembentukan karakter generasi bangsa yang akan datang sangatlah berat apalagi dengan kondisi kami yang sangat sangat terbatas. Tetapi dengan niat baik dan tulus, mudah-mudahan yayasan pendidikan ini akan dapat menjadi lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Tolong doakan ya, Pak. Pada kesempatan ini saya ingin menanyakankan kepada Bapak atau tepatnya memohon izin kepada Bapak untuk diperkenankan mengambil ide-ide “briliant” dari Bapak untuk sewaktu-waktu dibagikan ke guru-guru kami, yang mudah-mudahan akan bisa memberi banyak manfaat kepada mereka, terutama dalam membimbing anak didiknya. Pada akhirnya, salahkah saya, Pak, kalau saya berpendapat bahwa tugas mulia pembentukan karakter bangsa ini sebenarnya adalah tanggung jawab kita bersama atau setiap anak bangsa ini, meskipun secara kasat mata tugas itu dibebankan kepada guru. Baik, Pak, sekian dulu silaturahim pertama saya. Terima kasih banyak atas ide-ide segar dari Bapak yang banyak memberi inspirasi baru bagi saya. Semoga Tuhan selalu memberkati Bapak dan keluarga.

  26. hisar marthin Says:

    Halo Pak Belen, apa kabar? Masih ingat saya ketika menjadi konsultan di SPKN? Saya Hisar Marthin, salah satu editor waktu itu.

  27. simpetsogeSimpet Soge Says:

    Met kenal Pak, salam dari Adonara….

  28. Rina Mutaqinah Says:

    Wah…segudang prestasi ya pak….duh jadi ngiri… Apa yang sudah saya perbuat untuk bangsa dan negara ini?… Saya seorang pendidik atau lebih tepatnya instruktur untuk diklat guru dan tenaga kependidikan lainnya…. Kiprah saya sulit sekali terukur…, berbeda dengan kita mendidik anak TK atau SD. Mereka benar-benar mentaati dan meneladani kita, perubahan sikap dan perilaku mereka dapat dilihat dan dirasakan….. Mendidik orang dewasa sulit ya pak, terlalu banyak topeng…,eh koq jadi curhat….maaf. Makasih ya pak atas inspirasinya…. Salam kenal

    • S Belen Says:

      Dear Rina,

      Saya kok jadi tersanjung. Sebenarnya prestasi saya belum seberapa jika melihat kondisi proses belajar-mengajar di banyak sekolah kita masih konvensional, kurang memberi peluang dan mendorong siswa untuk belajar melalui pengalaman dan praktik nyata. Ya, kita hanya bisa lakukan sesuai dengan kesempatan yang tersedia bagi kita. Dulu saya pernah jadi guru dan sekarang pun terkadang masuk ke kelas dan mengajar anak-anak.

      Posisi Rina sebenarnya cukup strategis karena jika kita mengajar siswa satu kelas, ya hanya sejumlah siswa itu yang kita layani. Namun, jika kita melatih para guru dan kepala sekolah, dampak pelatihan itu akan bermanfaat bagi banyak sekali siswa.

      Namun, kendala yang sering kita hadapi adalah banyak guru dan kepala sekolah yang mengira sekali pelatihan habis perkara, mereka telah mampu. Masalahnya adalah mengubah mindset, mengubah kebiasaan yang hanya bisa dicapai melalui peningkatan diri secara kontinu dan konsisten (continuous and consistent improvement). Tak berlaku rumus simsalabim dalam peningkatan profesionalisme tenaga pendidik.

      Tetaplah berjuang dan belajar terus.

  29. kutukamus Says:

    Halo, Pak. Baru mau tanya, ternyata benar, S. Belen yang dulu tulisannya saya baca di Kompas. Oya Pak, tulisan-tulisan yang di koran dulu tidak diblogkankah? Salam.🙂

    • S Belen Says:

      Pak, terima kasih. Tulisan-tulisan dulu di Kompas sudah tak ada arsipnya lagi. Terbitan Kompas yang berisi artikelku pernah dikliping tapi tak semua. Bertebaran ke mana-mana, akhirnya hilang bersama angin.

  30. littlepileofjoy Says:

    Selamat malam, Pak. Salam kenal🙂 Saya hanya ingin mengatakan bahwa blog bapak sangat menginspirasi saya untuk tetap menulis sebagai blogger pemula. Tetap menginspirasi, ya, pak! Saya banyak mendapat wawasan baru setelah membaca blog bapak😀

    • S Belen Says:

      Dear littlepileofjoy,

      Terima kasih. Mungkin saya termasuk blogger lanjut usia. Hehehe. Karena hobiku dari remaja itu menulis, kalau tidak menulis rasanya dada ini sesak. Blog menjadi pintu penyalur hobiku. Melalui tulisan, kita berdialog dengan orang lain, berdialog dengan diri sendiri saat berpikir untuk menulis. Melalui tulisan, kita terdorong membaca dan membaca. Waktu membaca, literatur dalam bahasa Indonesia tidak cukup. Mesti lari browsing ke literatur dalam bahasa Inggris. Jadinya kita bisa asah keterampilan bahasa Inggris. Kalau kita baca dalam bahasa Inggris tiap hari berarti tiap hari kita makin maju dalam bahasa asing ini. Teruslah menulis. Manfaatnya akan terasa bila makin lama kita menulis. Bravo. Maju terus.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: