Lokman Hekim menghidupi hidup tujuh burung rajawali

Lokman adalah dokter terbaik di wilayah tempat tinggalnya. Dia tahu segalanya di dunia ini. Dia memiliki sebuah buku hitam. Anda dapat membaca semuanya karena semuanya tertulis pada buku itu.

Ia dapat menemukan obat-obatan untuk mengobati penyakit apa saja yang diderita manusia. Tinggal membuka halaman demi halaman buku itu dan menemukan obat untuk penyakit apa pun. Semua obat itu benar-benar dapat menyembuhkan penyakit.

Namun, aneh, penduduk di sana malah menginginkan obat yang bisa mematikan, obat untuk mati, obat kematian. Orang-orang mendatangi Lokman Hekim untuk mendapatkan obat untuk mati. Dia tahu, itu mustahil, tidak mungkin. Akan tetapi, orang-orang itu keras kepala.

Lalu, ia membuka bukunya dan mulai mencari-cari tulisan tentang obat untuk mati. Ya, ketemu. Ini ada obat untuk mati. Namun, obat itu berada jauh sekali, di Çukurova.

Ia pun berlangkah, berjalan kaki untuk menemukan tanaman obat kematian itu. Berhari-hari ia berjalan. Akhirnya ia sampai di Çukurova. Ia amat lelah dan duduk di bawah sebuah pohon. Tiba-tiba terdengar suara yang berujar, “Aku adalah obat kematian.”

Namun, Tuhan tidak berkenan. Lokman mengambil bunga dan menyisipkan di antara halaman-halaman bukunya. Beberapa jam berselang, ia berjalan ke sebuah jembatan. Tiba-tiba datang seorang lelaki menghampiri dan berdiri di samping Lokman.

“Kamu siapa?”, tanya lelaki itu.
“Lokman Hekim. Tapi, mengapa kamu bertanya siapa aku?”, tanya Lokman.
“Bagaimana aku bisa percaya bahwa kamu adalah Lokman Hekim? Oke, jadi katakan kepadaku, di mana malaikat Jibril sekarang? ”

Lokman membuka bukunya dan membaca sesuatu.

“Di bukuku tertulis, malaikat Jibril sudah dekat. Dan, aku bisa katakan, kamulah malaikat Jibril!”

Malaikat Jibril merampas buku kematian itu dan membuangnya ke Sungai Ceyhan. Dengan demikian, Lokman Hekim tidak bisa membuat obat kematian itu.

Lokman Hekim menginginkan kehidupan berusia panjang dari Tuhan, Dan, Tuhan memberinya tujuh kehidupan rajawali. Seiring dengan berjalannya waktu, enam rajawali itu mati, satu demi satu. Dan, menetaslah burung rajawali ketujuh. Dia menamainya Lübed. Lübed berarti kehidupan yang panjang. Namun, akhirnya Lübed pun mati juga. Makamnya kini berada di Tarsus.

Diceritakan oleh Ece Umay dari Turki, berumur 12 tahun. Diterjemahkan S Belen.
Sumber: Traditional stories from around the world

http://learnenglishkids.britishcouncil.org/en/your-turn/traditional-stories-around-the-world

 

 

Iklan

Tag: , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: