Archive for Desember, 2014

Mengapa dan bagaimana mendidik anak agar meraih kebebasan finansial nanti?

Desember 22, 2014

get-out-of-credit-card-debt

Rabu, 10 Desember 2014 kami menjadi narasumber seminar sehari tentang ITPreneurship, entrepreuship siswa memanfaatkan teknologi informasi bersama para kepala sekolah dan guru SMP dan SMA Jakarta di Toko Buku Gramedia, Matraman, Jakarta Pusat. Topik presentasi kami adalah “Gagasan ITPreneur dalam kerangka Edupreneurship di sekolah”. Dalam seminar itu para peserta melakukan pula kegiatan praktik wirausaha siswa yang berhubungan dengan mata pelajaran. Dalam acara itu, Nico Sembiring, anak muda jebolan Sekolah Tinggi Pariwisata / Perhotelan Sahid menceritakan pengalaman dia dan teman-temannya merintis usaha desain dan produksi busana dengan nama “ArtAddict” sejak dari bangku kuliah sampai sekarang setelah tamat. Cita-cita lulusan sekolah tinggi pariwisata / perhotelan adalah bekerja di kapal pesiar karena gajinya tinggi. Tapi, berapa puluh ribu lulusan yang tamat dan melamar bekerja di kapal pesiar? Persaingan amat ketat. Lalu, setelah tidak bekerja di kapal pesiar, mau kerja apa dan di mana? Kalau menjadi karyawan hotel berarti menjadi jongos hotel dan tamu.

Tampaknya banyak lulusan PT berbagai bidang terbentur menjadi PNS atau memang tidak ingin menjadi pekerja yang disuruh orang. Mereka memilih terjun berbisnis. Kata mereka, kuliah di fakultas atau jurusan apa saja, eh ujung-ujungnya terjun bisnis untuk mencari nafkah dengan visi inovasi agar mandiri secara finansial.

20141210_101104

20141210_114118

Seminar sehari tentang ITPreneurship di Toko Buku Gramedia Matraman. Sayang kami tak mengabadikan kegiatan praktik wirausaha yang dilakukan peserta.

20141210_114128

Nico Sembiring bercerita tentang usaha mandiri desain dan produksi busana ArtAddict yang menyasar anak-anak muda

Masih hangat dengan ide-ide edupreneurship, kami tampilkan satu seri posting di status Facebook kami tentang pendidikan kewirausahaan itu. Karena tampak ada benang merah, kami rangkum seri posting FB itu menjadi satu posting dengan judul di atas.

Selamat membaca!

 

4 cara menciptakan atau menghasilkan uang

 rich-dadddy-poor-daddy

Buku masterpiece Robert Kiyosaki

Rich dad poor dad Robert Koyasaki

Terjemahannya dalam bahasa Indonesia

robert_kiyosaki_cash_flow_quadrant_rich_dads_guide_financial_freedom_abridged_compact_discs2

Bukut Robert Kiyosaki berikutnya yang diterjemahkan dalam berbagai bahasa dunia dan laris manis

the-cashflow-quadrant-robert-t-kiyosaki-cover

Terjemahannya dalam bahasa Indonesia

Buku Robert Kiyosaki berjudul RICH DAD, POOR DAD menjadi karya agungnya (masterpiece). Sukses terjual jutaan eksemplar yang diterjemahkan ke berbagai bahasa dunia. Dalam buku ini Kiyosaki menceritakan tentang dua ayahnya, yaitu ayah pertama adalah ayah biologisnya yang dijuluki “poor dad” (ayah miskin) dan ayah seorang sahabatnya yang dijuluki “rich dad” (ayah kaya). Kedua ayah ini mengajarkan Robert Kiyosaki bagaimana meraih cita-cita atau tujuan keuangannya dan mencapai sukses tapi dengan pendekatan yang berbeda.

Ayahnya yang miskin menggunakan sedemikian banyak waktu untuk bersekolah dan mencapai gelar Doktor (Ph D) akhirnya mendarat pada pekerjaan yang memberinya gaji tinggi kepala dinas pendidikan Negara Bagian Hawai. Namun, kariernya berakhir dengan banyak tagihan yang sulit dibayar dan akhirnya meninggal sebelum lunas membayar hutang-hutangnya. Sementara, ayahnya yang kaya keluar dari sekolah ketika berusia 13 tahun tapi berakhir dengan memiliki sebuah kerajaan bisnis. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Lihat saja ide-ide kontras yang diyakini tiap ayah.

Ayahnya yang miskin berkata: “SAYA TIDAK DAPAT MEMBELI / MEMBAYARNYA!” sementara ayahnya yang kaya berkata: “BAGAIMANA SAYA DAPAT MEMBELI / MEMBAYARNYA?”

Ayahnya yang miskin berkata: “UANG ADALAH AKAR DARI SEMUA KEJAHATAN!” sementara ayahnya yang kaya berkata: “KEKURANGAN UANG ADALAH AKAR DARI SEMUA KEJAHATAN!”

Dengan memandang dua ide kontras ini, otak ayahnya yang miskin berhenti bekerja bila ia mengatakan kedua pendapat itu, membunuh prakarsanya dan meningkatkan sikap negatif sementara otak ayahnya yang kaya tetap memikirkan cara-cara menciptakan inisiatif dan meningkatkan optimisme. Yang mana yang terbaik? Tentu saja, tak terbantahkan, ide-ide ayahnya yang kaya.

Robert Kiyosaki menggunakan istilah LOMBA TIKUS. Ini adalah perlombaan antara PENDAPATAN (INCOME) dan PENGELUARAN kita sepanjang hidup. Kita menerima pendapatan kita secara teratur dan kita membelanjakan jumlah uang yang sama untuk membayar tagihan-tagihan dan memuaskan keinginan-keinginan kita. Sekarang kita terperangkap dalam lomba tikus ini. Kita menjalani kehidupan kita untuk membayar tagihan harian kita! Sekarang , bagaimana kita dapat lolos dari perangkap lomba tikus ini? Ya, melalui memahami Kuadran aliran uang tunai – Panduan Ayah Kaya ke Kebebasan Finansial (The Cashflow Quadrant – Rich Dad’s Guide to Financial Freedom). Buku berikutnya yang terbit dan diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dunia dan laris manis terjual berjudul: The Cashflow Quadrant yang menjelaskan 4 cara menciptakan / menghasilkan uang.

 

ebsi

Kuadran Robert Kiyosaki 3

Kuadran cara cari uang & contoh 2

Inilah gambar-gambar Kuadran Aliran Uang Tunai (The CASHFLOW Quadrant) atau 4 cara menciptakan / menghasilkan uang menurut Robert Kiyosaki (pengusaha AS terkenal, generasi keempat imigran Jepang di AS, asal Hawai seperti Presiden Barrack Obama).

Robert Tiyosaki

Robert Kiyosaki: Selalu optimis menatap masa depan

Paparan ini mengantar kita ke pemahaman di mana income (pendapatan) kita mengalir? Dibagi ke dalam 2 bagian utama. Bagian kiri disebut “Income Aktif”dan bagian kanan disebut “Income Pasif.” Apa bedanya? Income Aktif berkata “Anda bekerja untuk uang” sedangkan Income Pasif berkata “Uang bekerja untuk anda.”

Selanjutnya dua bagian ini dibagi lagi ke dalam 4 kuadran. Kuadran 1 disebut Employee, pekerja. Kuadran 2 disebut Self Employed (Self Employee), pekerja untuk diri sendiri. Kuadran 3 disebut Business Owner, pemilik perusahaan. Kuadran 4 disebut Investor. Dari 4 kuadran ini, anda termasuk di mana? Dari posisi sekarang, apa cita-cita atau rencana anda untuk beralih ke kuadran mana suatu saat nanti?

Kuadran 1 (kotak kiri atas): E atau Employee: Mungkin banyak dari kita masuk dalam kuadran ini. Kita punya satu pekerjaan tetap. Kita harus bekerja keras, mengikuti perintah boss dan atasan atau mandor kita dan untuk itu kita dibayar. Kita tidak sepenuhnya menguasai waktu kita. Kita termasuk orang-orang yang mengejar rasa aman atau jabatan. Mereka adalah orang-orang yang bekerja keras untuk menapaki jenjang jabatan perusahaan / kantor. Semakin tinggi mereka menaiki tangga jabatan, semakin tinggi bayaran yang diberikan. Sayang, semakin tinggi bayaran, semakin tinggi pula pajak pendapatan. Lalu, kecenderungan manusia adalah semakin besar pendapatan, semakin meningkat pula keinginan / kebutuhan. Dan, bukanlah mereka yang jadi makin kaya. Yang makin kaya adalah boss mereka. Yang makin kaya adalah perusahaan mereka.

Akan tiba waktunya, mereka akan merasa capek. Badan mereka akan rontok dimakan usia. Dan, tatkala mereka berhenti bekerja, mereka akan berhenti menerima pendapatan dan hanya tertinggal pensiun kalau diterapkan sistem pensiun di perusahaan / kantor mereka. Yang jelas, pensiun itu lebih kecil dari gaji waktu mereka masih aktif bekerja.

Contoh employee atau pekerja adalah pegawai negeri sipil (PNS), anggota TNI, karyawan perusahaan / instansi swasta, buruh pabrik, buruh tani.

Kuadran 2 (kotak kiri bawah): S Self Employed (self employee): Anda bekerja untuk diri sendiri. Perbedaan dengan employee atau pekerja adalah self employed (self employee) mengatur waktunya sendiri karena mereka tidak punya atasan. Mereka dapat mengambil keputusan sendiri. Mereka adalah orang-orang yang suka independensi, tidak suka ketergantungan. Mereka tidak suka bekerja untuk orang lain. Sebagai gantinya, mereka suka bekerja untuk dirinya sendiri.

Yang termasuk kuadran ini adalah dokter yang tidak bekerja di rumah sakit tapi membuka praktik sendiri. Juga, penulis buku yang menulis buku di rumah, menyerahkan naskah ke penerbit yang akan menerbitkan bukunya dan kemudian ia mendapatkan royalti. Yang juga termasuk kuadran ini adalah guru yang tak mengajar di sebuah sekolah tapi membuka les untuk siswa di rumahnya atau mendatangi siswa di rumah mereka. Atau, anda membuka bengkel service sepeda motor atau mobil, warung atau restoran, salon kecantikan, menjadi tukang bakso, tukang sate, penjaja keliling, usaha fotokopi, toko alat tulis, toko busana, toko kelontong.

Mayoritas penduduk Indonesia yang termasuk kuadran ini adalah para petani kita yang memiliki lahan dan bekerja sebagai petani sawah atau petani ladang. Juga, peternak kita yang menggembalakan sapi, kerbau, kuda, kambing dan domba di padang sabana atau yang membudidaya dan beternak sapi, kerbau, kambing, domba, babi, ayam, bebek, angsa, dan ikan air tawar. Juga, nelayan yang punya perahu dan alat tangkap sendiri, pembuat garam, penambak ikan dan udang serta usahawan rumput laut di laut pesisir pantai.

Anda bekerja sendiri dan juga mempekerjakan orang dalam usaha anda tapi usaha anda masih bertaraf mirko atau kecil, belum punya sistem, belum menjadi perusahaan berbentuk CV atau PT, belum diwajibkan membayar pajak kepada negara, belum punya manajer atau CEO yang bekerja untuk anda. Anda masih terjun cukup penuh dalam usaha anda. Dalam bahasa awam atau bahasa klise kuadran Self Employed ini dapat disebut wirausahawan yang membuka usaha sendiri dan bekerja sendiri dan mungkin mempekerjakan tenaga kerja terbatas.

Contoh yang lain adalah pengacara, aktor / aktris, wartawan freelance, pedagang, dan beragam usaha jasa lain. Mereka adalah pekerja untuk dirinya sendiri. Dan, jika mereka berhenti bekerja, mereka akan berhenti menerima pendapatan.

Kuadran 3 (kotak kanan atas): B atau Business Owner: Mereka adalah insan yang suka mendelegasikan tugas. Mereka lebih memusatkan perhatiannya pada aktivitas yang menghasilkan keuntungan terbanyak. Mereka mempekerjakan orang-orang yang lebih pintar dari mereka untuk melakukan pekerjaan untuk mereka. Mereka membangun sistem bagus, yang solid dan mereka memiliki sistem itu. Mereka membangun sumber-sumbernya (modal, gedung produksi, pabrik, bengkel, hotel, mobil, serta peralatan dan fasilitas) agar memungkinkan sistem ini berjalan. Dan, mereka dapat meninggalkan perusahaannya untuk berlibur dan terkadang meninggalkan pekerjaannya tapi tetap menghasilkan uang karena ada orang-orang yang bekerja untuk mereka. Contohnya kuadran ini adalah para taipan, konglomerat, dan pengusaha waralaba (franchisers) yang telah membangun bisnis yang solid.

Apakah anda termasuk kuadran ini yang menjadi pemilik perusahaan yang dibangun dengan sistem, dengan struktur organisasi yang rapi dan jelas, dengan karyawan yang terbagi dalam divisi-divisi dan bertahap berkembang membuka cabang atau agen yang menjangkau wilayah pemasaran yang lebih luas? Semula anda masih bekerja penuh waktu tapi secara bertahap anda mendelegasikan tugas kepada karyawan anda. Setelah perusahaan berkembang menjadi besar mungkin anda mempekerjakan eksekutif atau manajer atau bahkan CEO yang menjalankan dan mengelola perusahaan anda. Mungkin anda hanya duduk sebagai penasihat atau komisaris perusahaan yang hanya mengawasi dan hanya terjun bila dibutuhkan. Sebagai pemilik perusahaan, perusahaan anda yang dikelola manajer atau CEO memberikan keuntungan bagi anda. Perusahaan anda telah menjadi aset anda yang amat bermurah hati mendatangkan duit demi duit ke dalam kocek atau rekening pribadi anda. Kalau anda punya dua perusahaan dan ingin fokus ke satu perusahaan, mungkin anda menjual satu perusahaan dan mendapatkan keuntungan dari hasil penjualan ini.

Kuadran 4 (kotak kanan bawah): I atau Investor:Inilah orang-orang yang telah membangun aset-asetnya dan tidak bekerja untuk mencari uang lagi. Sebagai gantinya, aset-aset yang telah mereka kumpulkan bekerja untuk mereka, memberi pendapatan tetap bahkan bila mereka tidak bekerja. Inilah insan-insan yang disebut “hidup dari bunga uangnya”. Mereka dinafkahi aset dan investasinya. Uang bekerja untuk mereka. Mereka menginvestasikan uangnya untuk mendapatkan lebih banyak uang. Mereka bisa membedakan mana yang merupakan aset dan mana yang merupakan kewajiban (liability). Contohnya adalah investor di pasar saham dan real estate.

Yang termasuk kuadran ini adalah orang-orang yang menginvestasikan uang mereka dengan ikut bermain valas di bursa efek melalui pialang berpengalaman dan hebat, menanam saham di perusahaan lain atau membangun dan menyewakan gudang, mobil travel, rumah untuk dikontrak, membeli apartemen untuk dikontrakkan atau membeli tanah untuk disewakan. Termasuk kagegori ini adalah orang yang menabung uangnya dalam bentuk deposito atau membeli saham perusahaan yang telah go public. Ada investor yang bermain dalam bisnis properti. Ia beli rumah dengan harga murah pada masa resesi dn menjual kembali rumah itu dengan harga tinggi waktu ekonomi membaik. Hasil penjualan rumah ini digunakan lagi untuk membeli rumah atau apartemen lain lalu menjualnya waktu harganya melambung tinggi. Begiut seterusnya uang hasil investasinya diputar dan membuat mereka kaya raya. Aset yang anda miliki membayar ‘gaji bulanan” anda. Anda bisa memutuskan pensiun dini dan tinggal duduk ongkang-ongkang kaki dan aset anda-lah yang tetap “menggaji” anda.

Apakah anda melihat perbedaan antara ke-4 kuadran ini? Satu-satunya jalan agar lolos dari lomba tikus adalah dengan beralih dari income aktif ke income pasif, dari employee (pekerja) atau self employee (pekerja untuk diri sendiri) ke business owner (pemilik perusahaan) atau investor.

Robert Kiyosaki mengatakan: “Orang kaya membeli aset-aset. Orang miskin hanya membelanjakan uangnya. Klas menengah membeli liabilities (kewajiban membayar asuransi, kredit rumah tinggal, kredit mobil pribadi) dan mereka berpikir bahwa itu adalah aset. Orang miskin dan klas menengah bekerja untuk mendapatkan uang. Orang kaya memiliki uang yang bekerja untuk mereka.”

Menurut Robert Kiyosaki, kalau memilih menjadi employee / pekerja / karyawan atau menjadi self employee / kerja sendiri, anda berada di jalan yang tak akan mengantar anda menjadi orang kaya benaran. Kalau memilih menjadi business owner / pemilik perusahaan / pengusaha atau investor, anda berada di jalan yang mengantar anda menjadi orang kaya benaran. Kaya benaran berarti anda bebas secara finansial, mencapai financial freedom, independen dalam soal keuangan, mencapai financial independence untuk memenuhi kebutuhan hidup sendiri dan keluarga sekarang dan di masa depan, tanpa merasa khawatir tidak punya cukup uang. Aset-aset anda yang membayar atau menggaji anda.

Lihat juga:

http://www.millionaireacts.com/48/robert-kiyosaki-rich-dad-poor-dad-cashflow-quadrant.html

Dari posisi anda sekarang, jalan mana yang akan anda pilih dari 4 kuadran ini? Selamat menjadi orang kaya benaran. Anak anda akan menyebut anda Rich Dad, Rich Mum atau Poor Dad, Poor Mum (ayah / ibu miskin atau ayah / ibu kaya). Beralih dari pekerja dan mulai berwirausaaha sebagai self employee yang bekerja sendiri  lalu berkembang sampai ke memiliki perusahaan yang punya sistem sendiri tidak bergantung umur berapa dan pendidikan sampai tingkat apa. Entrepreneur atau pengusaha yang memiliki perusahaan dengan sistem yang jelas muncul dari golongan umur mana pun dan dari tingkat pendidikan apa pun. Kalau sekarang anda berada di posisi sebagai employee yang bekerja untuk organisasi atau perusahaan orang lain atau sebagai self employee yang bekerja sendiri mencari nafkah, apakah anda ingin anak anda mengikuti jejak anda menjadi employee atau self employee? Anda ingin anak anda memilih atau terjun pertama kali ke kuadran yang mana dari ke-4 kuadran ini? Teladan anda dalam bekerja dan pola asuh anak yang anda pilih dan tempuh dalam keluarga anda akan mempengaruhi pilihan anak anda di kemudian hari.

 

Kalau anda memilih menjadi employee (pekerja, karyawan yang bekerja pada kantor atau perusahaan orang lain) atau menjadi self employed (kerja sendiri seperti wartawan freelance, penulis buku, dokter yang buka praktik sendiri atau jadi guru les privat, usahawan kecil, penjaja keliling), kemungkinan besar anda akan dipusingkan dengan ATM yang saldonya pas-pasan, bingung karena belum membayar kartu kredit anda, jengkel karena uang kurang untuk melakukan service menyeluruh terhadap mobil anda atau hidup belum tenang karena belum punya rumah sendiri, masih kontrak.

Kalau nasib menerjunkan anda menjadi pengusaha atau investor yang punya aset yang “menggaji” anda, mungkin sekali anda tak dibuat pusing seperti yang dialami employee atau self employee. Namun hidup ini harus hati-hati. Kata Robert Kiyosaki pada ke-4 jalan menciptakan / mendapatkan uang ini peluang bangkrut itu bisa hinggap di semua jalan itu.

 

 

Pensiun itu bukanlah masalah umur tapi masalah pendapatan

Anda mau membuka restoran Padang “SEDERHANA” di tempat anda? Anda mau membuka supermarket Indomart atau Alfamart di jalan raya dekat rumah anda? Anda mau menjadi agen JNE di payilyun rumah anda yang kebetulan letaknya strategis? Nah, anda membeli format bisnis pengusaha lain yang sudah kaya dan anda pun bisa jadi orang kaya juga. Anda harus membayar fee kepada pengusaha kaya itu dari keuntungan yang anda raih.

Atau, anda sendiri mau membuka usaha sendiri? Lalu, usaha anda itu berkembang menjadi perusahaan berbentuk CV atau PT yang kian maju dan akhirnya merambah ke berbagai daerah di Indonesia, bisa saja anda menjual format bisnis anda, mengajak orang di daerah menjadi franchise anda. Cabang atau agen lain di daerah akan membayar fee kepada anda. Kalau sudah sampai ke taraf itu, mungkin anda mulai berpikir untuk pensiun dini. Tiap bulan tinggal anda dapat setoran dari franchises anda yang tersebar di mana-mana.

Kalau anda sudah punya banyak bidang tanah, banyak rumah, gudang, mobil travel, apartemen yang siap dikontrak, nah aset anda itu akan “menggaji” anda tiap bulan. Mungkin telah tiba saatnya anda memilih pensiun dini, tinggal momong cucu dan ajak cucu berlibur ke destinasi wisata di mana pun yang terjangkau kocek anda.

 

Anda sekarang sudah mendapatkan pekerjaan dan gaji anda dibayar pemerintah atau perusahaan tiap bulan. Mungkin sebagai PNS anda mendapat gaji ke-13 dan honor tambahan atau sebagai karyawan perusahaan mendapat bonus tahunan. Syukurlah anda beruntung.

Namun, apakah persoalan uang itu sudah selesai? Semakin bertambah gaji atau bonus atau penghasilan total per bulan atau per tahun biasanya kebutuhan anda cenderung meningkat dan tidak match antara pendapatan dan pengeluaran.

Waktu? Sebagai karyawan, waktu anda ditentukan kantor atau perusahaan. Datang dan pulang kerja jam berapa. Kapan boleh ambil cuti. Waktu mungkin menjadi masalah anda. Orang lain yang mengatur waktu anda, bukan anda yang sepenuhnya mengatur waktu anda.

Biaya kesehatan? Kalau anda punya Askes sebagai PNS atau perusahaan anda mendaftarkan anda pada sebuah perusahaan asuransi kesehatan, mungkin masalah harus berobat atau dioperasi tak menjadi masalah besar bagi anda. Namun, ada banyak biaya lain selain yang ditanggung Askes atau perusahaan asuransi. Ada obat mahal yang tidak ditanggung asuransi. Ongkos keluarga bolak-balik ke rumah sakit tidak ditanggung asuransi. Kalau penyakit anda itu hanya bisa diobati di rumah sakit di Singapura, Amerika Serikat atau Jerman misalnya, nah anda bisa pusing karena asuransi kesehatan hanya berlaku di dalam negeri.

Memang, pekerjaan bukan segala-galanya, tapi tanpa pekerjaan susah segala-galanya. Sudah punya pekerjaan pun, susah itu bisa datang karena faktor uang yang kurang, waktu yang tak bisa anda atur sendiri, dan kesehatan yang tak ditanggung sepenuhnya oleh perusahaan asuransi.

Road to financial freedom

Mungkin banyak dari kita adalah “korban” mindset yang ditanamkan orang tua kita sejak kecil. Bersekolah sampai sarjana agar mudah mendapatkan pekerjaan sebagai pegawai negeri. Setelah jadi pegawai negeri, masa depan terjamin karena ada pensiun. Kalau tidak lolos tes pegawai negeri, ya paling tidak bisa menjadi pegawai perusahaan swasta. Sekarang pun banyak perusahaan yang telah memberi pensiun kepada karyawannya. Nafkah terjamin, masa depan cerah. Makin tinggi tingkat pendidikan, makin besar penghasilan. Dengan kata lain, makin tinggi tingkat pendidikan, makin kaya.

Apakah mindset ini benar? Tingkat pendidikan saya sampai S3 dan meraih gelar Doktor atau gelar Ph D tamatan London, Inggris. Kalau pandangan orang tua saya benar, harusnya saya lebih kaya dari tamatan S2, S1, SMA / SMK. Ternyata tidak. Sebagai PNS, saya juga nyambi kerja sebagai self employee dengan menulis buku dan memberi jasa konsultasi pendidikan. Ternyata untuk ini saya dibayar pengusaha yang hanya tamat SMA atau bahkan SMP. Tragis. Dan, ternyata di dunia ini mayoritas pengusaha tidak tamat SMP. Saya juga sudah bertemu dengan beberapa pengusaha kaya yang hanya tamat SD dan bahkan hanya sampai kelas III SD. Ada yang mampu membeli pulau dan menjual ikan ke Tiongkok, Jepang, dan negara lain. Banyak sekali kota di dunia ini yang telah ia kunjungi. Pengusaha yang kurang pendidikan itulah yang menggaji karyawannya yang bergelar Doktor, Magister, Sarjana. Mereka adalah rich dads, ayah kaya yang tidak telah terbebas dari lomba tikus, mirip dengan rich dad Tiyosaki. Nasib saya mirip poor dad, ayah biologis Kiyosaki yang meraih gelar Doktor tapi dalam hidupnya ikut perlombaan lari tikus, perlombaan tak berkesudahan antara pendapatan dan pengeluaran yang sering tidak match. Lebih besar pengeluaran.

Sejak tahun 2013 nasib mengantar saya terjun berwirausaha, membuat dan menjual. Usaha berkembang dan jumlah agen terus bertambah. Usaha itu sekarang sudah menjadi perusahaan yang wajib membayar pajak kepada negara. Kalau dulu kantor atau orang membayar gaji saya, sekarang saya membayar gaji dan honor karyawan. Kalau dulu ingin memberi uang kepada orang yang membutuhkan, saya harus berpikir 2 x sambil memastikan apakah dalam waktu dekat akan mendapatkan honor. Sekarang, lebih ikhlas bila mau memberi kepada orang yang membutuhkan bantuan. Keuntungan mulai masuk dan barulah di usia 62 tahun kami mulai merasakan makna financial freedom (kebebasan finansial). Gelar Doktor ternyata tidak membuat kami merasakan apa itu kebebasan, independensi finansial karena terperangkap dalam lomba tikus, kejar-kejaran antara pemasukan dan pengeluaran. Terkadang saya merasa malu dengan diri sendiri. Apa yang saya lakukan sekarang hanya perlu bekal pendidikan maksimal tamat SMA. Ironis.

Apakah sebagai orang tua atau guru kita masih terus menanamkan mindset yang mendorong anak untuk belajar sampai minimal tamat D3 atau sarjana agar menjadi pegawai negeri atau pegawai perusahaan? Apakah dengan langkah ini kita mengantar anak ke jalan yang benar dan tepat menuju kebebasan finansial? Atau, kita keliru mengarahkan anak yang bakal terperangkap ke dalam lomba tikus? Berapa juta sarjana penganggur sekarang dari kota besar sampai pedesaan yang tidak mau lagi bertani, beternak atau menangkap ikan? Mengapa uang untuk biaya kuliah tidak digunakan sebagai modal usaha, mulai terjun berwirausaha, menjadi pekerja untuk diri sendiri dan kalau nasib untung bisa jadi pengusaha, pemilik perusahaan? Apakah sebagai orang tua atau guru, kita terus menciptakan utopia bagi anak yang mengejar mimpi palsu menjadi pekerja dengan janji surga menjadi orang yang terbebas secara finansial?

 

10 kunci kebebasan finansial

Robert-Kiyosaki-Picture-Quote-Poor-To-Rich

Robert Kiyosaki mengemukakan 10 kunci mencapai kebebasan finansial berikut ini.

1. Ambil tanggung jawab penuh atas neraca keuangan anda dalam mengambil keputusan pembelian dan penjualan yang mempengaruhi rencana keuangan di waktu mendatang. Lakukan evaluasi berkala tentang semua tindakan keuangan anda.
2. Kontrol atau kendalikan pengeluaran karena mengatur pengeluaran amat mempengaruhi neraca keuangan anda. Berpikirlah dua kali sebelum membelanjakan uang anda.

Develop-Financial-Literacy-Step-6

3. Membuat anggaran (budget) dan menghabiskan sesuai anggaran sangat penting untuk membatasi pengelolaan pendapatan dan mengontrol pengeluaran anda. Anggaran akan mendorong akuntabilitas anda.

Budget

4. Bayarlah diri anda sendiri melalui menabung sebagian uang guna membuat anda makin kaya dan mencegah anda jatuh miskin. Menabung sekarang untuk berinvestasi di masa depan.

5. Jangan pernah berhutang. Anda tidak pernah akan merasa diri kaya bila masih terbebani hutang. Berkaitan dengan bank dan kartu kredit, janganlah anda berhutang ke bank sehingga terjerat ke kewajiban membayar hutang dan bunga hutang. Tabunglah uang anda di bank, misalnya dalam bentuk deposito sehingga bank-lah yang membayar bunga tabungan anda.

Hutang baik dan buruk

Kami teringat prinsip Pak P K Oyong sebagai seorang pendiri Harian Kompas dan PT Gramedia yang diulas Kompas setelah wafatnya pada 31 Mei 1980 pada usia 59 tahun. Waktu awal mendirikan Kompas tahun 1965, bersama Pak Jakob Oetama, mereka meminjam uang ke bank. Namun dalam waktu singkat hutang bank itu langsung dibayar lunas. Selanjutnya, sejak awal sebagian keuntungan Kompas ditabung di bank sehingga bukan Kompas yang membayar ke bank tapi bank yang membayar ke Kompas. Prinsip ini kami terapkan dalam usaha kami yang belum genap 2 tahun. Beberapa bank menawarkan kredit tapi kami tolak. Usaha harus maju bertahap sesuai dengan kemampuan modal yang dimiliki. Bukan kami yang harus membayar ke bank tapi bank-lah yang harus membayar usaha kami.

6. Sediakan dana darurat yang cukup untuk hidup selama 3 bulan agar anda terhindar dari keterpaksaan berhutang bila terjadi peristiwa yang tidak diinginkan, misalnya untuk perbaikan besar kendaraan, biaya kesehatan bila anda jatuh sakit, atau tertimpa musibah lainnya. Cara terbaik adalah membuka rekening baru untuk mulai menabung dana darurat. Cara ini mencegah anda dari kemungkinan jatuh miskin dan membuat hidup anda itu tenang.

Dana darurat

7. Jangan berhenti belajar tentang industri keuangan dan cara industri itu bekerja serta menambah pengetahuan tentang keuangan sebanyak mungkin agar anda semakin cerdas mengelola keuangan.

Buku tentang keuangan

8. Tentukan tujuan keuangan secara jelas dan ringkas misalnya untuk memulai pendirian perusahaan anda sendiri atau menjadi investor. Atau, dalam skala kecil misalnya memutuskan renovasi rumah, membeli kendaraan baru atau membeli pesawat televisi yang baru. Tuangkan tujuan keuangan ke dalam rencana keuangan yang jelas agar anda termotivasi mewujudkan impian anda.

Tujuan keuangan

9. Bangunlah jaringan (network) pemasaran untuk melatih kemampuan bisnis dan beralih dari status sebagai karyawan menjadi pengusaha. Ini akan mengurangi biaya investasi untuk perusahaan yang baru.

peta-pengiriman-sano

10. Sederhanakan hidup anda. Janganlah terjebak hasrat mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya untuk mendukung meningkatnya kebutuhan anda. Hilangkan dari pikiran anda kebutuhan yang mengada-ada. Turunkan kebutuhan anda agar tidak melebihi kemampuan pengeluaran anda.

Kunci mencapai kebebasan finansial amat mudah. Ubahlah pendapatan tetap anda menjadi pendapatan pasif (portofolio) sehingga aset-aset anda “menggaji” anda tiap bulan, tiap tahun.

Sumber:

http://addicted2success.com/success-advice/robert-kiyosakis-10-keys-to-financial-freedom/

https://www.cekaja.com/info/10-kunci-kebebasan-finansial-ala-robert-kiyosaki/

 PK-OJONG-PEGANG-KORAN-631x1024

P K Oyong: Bukan Kompas yang membayar bank tapi bank-lah yang membayar Kompas

 

Penerapan kunci ini kepada anak

Orang tua dan guru perlu mengarahkan anak agar membuat anggaran sendiri, misalnya dari uang jajan bulanan yang diberikan orang tua dan uang lainnya. Anggaran ini bisa dituangkan ke kebiasaan mencatat uang masuk dan uang keluar per minggu misalnya. Dorong anak untuk menabung di celengan atau kalau sudah cukup umur menabung sendiri di bank terdekat guna membeli atau membayar apa yang ia “cita-citakan” atau untuk memenuhi kebutuhan yang tak terduga. Larang anak berhutang kepada orang tua, kakak atau adiknya atau teman-temannya di sekolah. Literasi keuangan (financial literacy) hendaknya diajarkan guru di sekolah melalui pelajaran IPS atau ekonomi serta melalui tema lintas kurikulum (mata-mata pelajaran yang relevan) melalui diskusi dan latihan praktik.

Anak menabung

Tentu saja yang terpenting adalah teladan orang tua dan guru dalam menerapkan 10 kunci ini. Teladan berbicara lebih keras daripada kata-kata.

mm-democracy-o

Literasi keuangan (financial literacy)

Berbagai survei di berbagai negara maju dan sedang berkembang menunjukkan bahwa literasi keuangan penduduk tertinggal dari perkembangan industri dan bisnis keuangan di dunia global dewasa ini. Bila kita kurang memahami bagaimana uang bekerja di dunia, kita cenderung menjadi korban. Uang yang kita miliki dapat membuat kita jatuh miskin, melarat karena industri keuangan justru “mencuri” uang anda. Karena itu, berbagai organisasi di banyak negara dan lintas-negara berupaya mendidik masyarakat soal literasi keuangan. Kelompok sasaran yang diutamakan adalah kaum perempuan, para ibu rumah tangga yang amat berperan dalam mengelola keuangan keluarga, aneka-kelompok yang rentan dikelabui institusi keuangan terutama di pedesaan sampai ke para siswa di sekolah. Literasi keuangan telah menjadi isu di dunia dan akan semakin diperlukan menghadapi perkembangan pesat abad ke-21 ini.

Literasi finansial adalah kemampuan memahami bagaimana uang bekerja di dunia: bagaimana seseorang mengelola keuangan, mulai dari bagaimana mendapatkan atau menciptakan uang, bagaimana mengelolanya, bagaimana menginvestasikan, dan bagaimana menyumbang untuk membantu orang lain. Secara spesifik, literasi finansial mengacu ke serangkaian keterampilan dan pengetahuan yang memungkinkan seorang individu mengambil keputusan yang efektif tentang semua sumber keuangannya. Meningkatkan bunga uang pribadi kini menjadi satu fokus program pemerintah di berbagai negara, termasuk Australia, Kanada, Jepang, Amerika Serikat, dan Inggris.

Pernah dilakukan survei terhadap konsumen perempuan pada 14 negara di Asia-Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika (Asia Pacific Middle East Africa; APMEA) perihal manajemen uang, perencanaan dan investasi keuangan. Pada laporan survei itu yang terbit tahun 2011, urutan APMEA Women MasterCard’s Financial Literacy Index adalah:

  1. Thailand 73.9
  2. New Zealand 71.3
  3. Australia 70.2
  4. Vietnam 70.1
  5. Singapura 69.4
  6. Taiwan 68.7
  7. Filipina 68.2
  8. Hong Kong 68.0
  9. Indonesia 66.5
  10. Malaysia 66.0
  11. India 61.4
  12. China (60.1)
  13. Jepang
  14. Korea Selatan

Hasil survei ini menunjukkan bahwa di kalangan kaum perempuan Indonesia menduduki ranking ke-9 dari 14 negara. Posisi perempuan Indonesia lebih baik dari Malaysia, India, China, Jepang, dan Korea Selatan, namun masih kalah dari perempuan Thailand yang mencapai ranking terbaik, Vietnam, Singapura, dan Filipina. Temuan yang mencengangkan adalah ternyata kaum perempuan Thailand lebih jago dalam mengelola keuangan dibandingkan dengan sesama kaumnya di Singapura, Jepang, dan Korea Selatan, 3 macan ekonomi Asia.

Sumber: http://timesofindia.indiatimes.com/india/Indian-women-surpass-Chinese-in-financial-literacy/articleshow/7602651.cms?referral=PM

Tahun 2012 pertama kali dilakukan tes internasional literasi keuangan dalam tes PISA yang diikuti siswa berusia 15 tahun (SMP) dari 18 negara di dunia untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan dan pemahaman serta keterampilan keuangan mereka.

Kerangka penilaian literasi keuangan PISA

Materi tes ini meliputi uang dan transaksi, perencanaan dan pengelolaan uang, risiko dan imbalan, dan lanskap keuangan. Proses tes ini meliputi mengidentifikasi informasi keuangan, menganalisis informasi dalam konteks keuangan, dan menerapkan pengetahuan dan pemahaman keuangan. Konteks tes ini adalah pendidikan dan pekerjaan, rumah dan keluarga, individu, dan masyarakat.

Hasil tes literasi keuangan ini kemudian dicari korelasinya dengan hasil tes matematika dan membaca (reading) PISA yang dipandang sebagai keterampilan dasar bagi literasi keuangan. Hasil tes literasi keuangan ini menunjukkan bahwa siswa Shanghai, China menduduki ranking teratas, siswa Kolumbia terbawah, dan siswa 16 negara lain berada di posisi tengah. Hasil tes ini juga menunjukkan bahwa kemampuan literasi keuangan siswa di perkotaan lebih baik daripada siswa di pedesaan. Hasil lain yang menarik adalah literasi keuangan siswa yang menabung sendiri uang di bank lebih baik daripada siswa yang tidak menabung di bank.

Mengenalkan-Pengelolaan-Keuangan-Sejak-Dini-BCA

Kebijakan pengelola tes PISA menunjukkan bahwa kini dirasa amat penting mengintegrasikan literasi keuangan dalam kurikulum sekolah, mulai SD sampai dengan SMA dan SMK. Mungkin perkembangan ini perlu diperhatikan dalam revisi Kurikulum 2013. Walaupun kurikulum yang berlaku tidak menekankan literasi keuangan, sebagai kepala sekolah atau guru anda dapat menekankannya dalam proses belajar-mengajar.

Sumber: http://www.oecd.org/finance/2014-launch-pisa-financial-literacy-students.htm

 

Edupreneurship di keluarga dan sekolah

 

Anda ingin mendidik anak anda menjadi entrepreneur? Dorong dan latih dia memproduksi apa saja. Karena, kebiasaan memproduksi adalah faktor penting yang membuat seseorang menjadi entrepreneur. Terima kasih, Pak Simon Payong Masan yang telah mengirim foto putrinya beserta resep membuat kue-kue yang diciptakan Brigitta seperti terlihat pada gambar.

Komentar Payung Masan Terima kasih ama Belen ….

Dorongan berproduksi di keluarga sebaiknya ditindaklanjuti melalui edupreneurship di sekolah. Apalagi, bagi anak yang tidak dibiasakan memproduksi atau membantu orang tuanya memproduksi barang yang laku dijual, edupreneurship di sekolah itu amatlah penting.

Brigitta yang telah mampu membuat kue sendiri. Apakah sekolah mengizinkan dia menjual kue buatannya kepada teman-temannya di sekolah? Tidak. Seperti berlaku umum di sekolah-sekolah kita, anak dilarang berjualan di sekolah. Namun, semestinya ada pengecualian. Khusus untuk kue, minuman, suvenir atau asesori buatan anak, sekolah sebaiknya memberi peluang kepada anak untuk menjual hasil karyanya. Jika kita ingin banyak anak menjadi wirausahawan, pengusaha, pemilik perusahaan waktu mereka dewasa, sekolah hendaknya mengizinkan anak menjual hasil produksinya sendiri (bukan yang dibuat orang tua), agar terbina kebiasaan menjual dan menjual, bukan membeli dan membeli. Dengan cara ini, kita mendidik anak menjadi manusia produktif, bukan manusia konsumtif.

 

Anda ingin mendidik anak anda menjadi entrepreneur? Dorong dan beri kesempatan ia menjual kue buatan anda atau tetangga. Karena, kebiasaan menjual adalah faktor penting yang membuat seseorang menjadi entrepreneur. Percuma anda memproduksi barang tapi tak laku dijual. Terima kasih, Pak Bimas Ntb yang telah menyiarkan foto Udin. Bravo Udin. Teringat waktu kecil di Kupang. Beta tukang jual kokis keliling pagi-pagi sebelum ke sekolah dan sore hari setelah pulang sekolah di zaman susah di era Orde Lama, beberapa tahun sebelum pecah G30S/ PKI.

Kebiasaan orang tua memberi uang jajan kepada anak tidak salah karena anak belum bisa mencari uang sendiri. Namun, kalau anak bisa menyisihkan uang jajan untuk ditabung dan dari hasil tabungan ia bisa membeli barang yang diinginkan tentu ini satu latihan yang baik. Ada orang tua yang membiasakan anak yang sudah cukup besar disuruh mengerjakan pekerjaan rumah tangga tambahan (ekstra) selain tugas rutin membantu pekerjaan dalam keluarga dengan janji menambah uang jajannya. Kebiasaan ini bagus untuk mendidik anak bahwa mencari uang itu perlu dilakukan melalui bekerja.

Berbeda dengan anak-anak yang terbiasa diberi uang jajan, Udin yang terlahir dalam keluarga sederhana mendapatkan kesempatan yang amat langka dalam situasi pakaian dan panganan kecil berlimpah zaman ini. Mungkin ia dapat membantu menambah keuangan keluarga atau paling tidak ia mencari sendiri uang jajan waktu berada di sekolah. Dari kecil Udin telah diberi bekal kemampuan menjual yang akan berguna baginya bila terjun berwirausaha nanti dan bisa siapa tahu bisa berkembang menjadi pengusaha atau pemilik perusahaan.

Orang bodoh jadi boss

Dalam keluarga Udin telah dilatih bertanggung jawab untuk bekerja membantu keluarga melalui aktivitas menjual singkong dan pisang goreng. Bagi keluarga yang mampu secara ekonomis, tanggung jawab bekerja dapat dilakukan dengan membagi tugas mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Anak harus dibiasakan membenahi tempat tidurnya tiap pagi setelah bangun tidur. Tidak boleh dibiarkan berantakan dan dibereskan orang tua. Tiap anak harus menaruh pakaian kotor di ember atau keranjang khusus dan diharuskan mencuci sendiri pakaiannya.

Pekerjaan rumah tangga seperti berbelanja, memasak, mencuci piring, menyapu dan mengepel lantai, menyiram dan merawat tanaman, membersihkan kaca jendela, memperbaiki kerusakan kecil pada pintu, jendela, dan perabot rumah dibagi secara adil antar-anggota keluarga dan disepakati giliran berganti tugas. Kalau ada pembantu, pekerjaan rumah tangga sebaiknya tidak diborong pembantu tapi ada bagian pekerjaan yang harus dilakukan anak. Di masa depan tampaknya bayaran pembantu akan semakin mahal sehingga cenderung tidak tertanggungkan. Di Jepang perdana menteri sekali pun tidak mampu membayar pembantu tetap di rumahnya. Kalau perdana menteri mampu membayar pembantu dicurigai ia melakukan tindak pidana korupsi.

Latihan bagi anak agar tanggung jawab bekerja amat penting karena waktu dewasa ia tidak terlepas dari keharusan bekerja dengan tanggung jawab, entah sebagai pekerja, pekerja sendiri, pengusaha atau investor.

Sehubungan dengan pemberian cuma-cuma tanpa bekerja atau membantu mengerjakan sesuatu, ada satu aturan sekolah yang diberlakukan Romo Mangun di SD Mangunan di Desa Mangunan, Kecamatan Kalasan, Jogyakarta. Anak-anak dilarang menerima pemberian tamu yang berkunjung ke sekolah. Sekali pada kesempatan membantu para guru dan kepala SD Mangunan, kami memanggil anak-anak tertentu saat istirahat untuk memberi mereka sekadar uang jajan tambahan. Yang mengherankan, anak-anak menolak pemberian itu. Kemudian, kami sampaikan kepada para guru dan kepala sekolah bahwa baru kali ini uang yang hendak saya beri kepada anak-anak ditolak anak-anak sendiri. Mereka lalu menjelaskan, sejak awal Romo Mangun melarang anak-anak menerima pemberian uang dari tamu karena anak-anak dari keluarga “miskin” harus dibiasakan tidak menerima pemberian orang agar terhindar dari sikap bergantung kepada belas kasihan orang. Orang “miskin” harus didorong untuk bekerja mencari nafkah dengan rasa percaya diri, bukan bergantung kepada sinterklas.

Entrepreneur tidak DILAHIRKAN….
Mereka “JADI” melalui pengalaman hidup mereka! (Professor Albert Shapero, The Ohio State University)

 

Kurikulum 2013 menghapus mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sejak SD s.d. SMA / SMK. Kebijakan ini akan membuat orang Indonesia hanya sekadar menjadi pengguna teknologi informasi, bukan pencipta. Bagaimana anak bisa mencipta kalau tidak diajarkan bahasa program dan cara membuat program? Kita sulit menelurkan insan-insan pencipta teknologi informasi seperti Zainuddin Nafarin dan Arrival Dwi Santosa jika TIK dihapus sebagai mata pelajaran. Sebagai kepala sekolah anda bisa memodifikasi kurikulum yang berlaku dengan memasukkan mata pelajaran TIK. Sebagai guru anda bisa mengusulkan kepada kepala sekolah dan dewan guru agar menghidupkan mata pelajatan TIK.

KITA PERCAYA:

* Entrepreneur memiliki keanakeragaman karakterisik pribadi yang besar, satu yang umum: bertekad mengambil risiko demi mendapatkan keuntungan.

* Siapa pun dapat menjadi entrepreneur kapan pun dalam hidup seseorang.

* Tak ada tingkat pendidikan yang menjadi syarat menjadi seorang entrepreneur.

* Sukses entrepreneur bervariasi menurut tujuan seseorang, dari pendapatan paruh waktu sampai struktur korporasi yang bertumbuh cepat.

 

SEBUAH PEKERJAAN ADALAH …

kerja yang perlu dikerjakan… hingga seseorang akan membayar anda untuk melakukannya.”

mesin cuci

Komentar Kang Maman Sutarman di Facebook: Prinsipnya: Belajar untuk hidup, bukan hidup untuk belajar saja. Tapi jangan semua orang diarahkan menjadi pebisnis. Sebagian perlu dipersiapkan jadi pemikir. Itu pula latarbelakang gagasan tentang adanya SMA dan SMK…..Salam

Tanggapan kami: Kang Maman Sutarman. Persentase entrepreneur Indonesia tidak sampai 1% (0,24%, hanya memiliki 500 ribu pengusaha) dari 240,56 juta penduduk Indonesia. Malaysia sudah mencapai 2,1%, Thailand 4,1%, Korea Selatan 4%, Singapura 7,2%, Amerika Serikat 11,1%. Itulah penyebab AS menjadi adidaya dan ekonomi Singapura, negeri satu kota, lebih maju dari semua negara ASEAN lain. Edupreneurship tidak hanya mengarahkan semua anak jadi pebisnis tapi ada baiknya jika banyak anak berjiwa entrepreneur yang mampu membuat terobosan dalam berbagai bidang kehidupan. Entrepreneur jangan disamakan dengan cari uang semata. Entrepreneur adalah insan yang punya visi, punya ide kreatif, terjun mewujudnyatakan idenya, mampu membuat terobosan, mampu memimpin. Mengapa pendidikan Indonesia terseok-seok? Karena kurang pengelola dan pendidik yang berjiwa entrepreneur.

 

Di masa depan anda lebih membutuhkan sebuah rencana bisnis (business plan) daripada sebuah rencana karier (career plan). Business plan lebih penting daripada Curriculum Vitae.

Komentar Kang Maman Sutarman di Facebook: Karena terlalu mengarahkan siswa jadi wirausahawan…mangkanya lembaga pendidikan pun dijadikan ajang bisnis; lalu solidaritas dan subsidiaritas dalam dunia pendidikan diabaikan…attitude menjadi nomor sekian… yang tertanam adalah: hidup itu transaksional….

Tanggapan kami: Kang Maman Sutarman. Edupreneurship itu bila maju dan terbentuk unit produksi justru akan mensubsidi bayaran siswa. SMA Selamat Pagi Indonesia di Batu, Malang itu gratis. Siswa bercocok tanam dan berternak di sore hari dan mampu mandiri soal makanan, malah bisa menghasilkan uang tambahan yang dikirim ke adiknya di Papua, di Aceh. Tiap siswa SMK Pertanian Bitauni di pedalaman Timor bisa menyumbang dana bagi sekolah Rp 1 s.d. 1,5 juta per bulan melalui unit produksi bercocok tanam, memelihara hewan, dan membuat anggur pisang. Karena itu, tidak heran jika biaya asrama per bulan hanya Rp 15 ribu dan SPP per semester hanya Rp 50 ribu. Gaji tiap guru bisa dibayar Rp 7 – 8 juta. Banyak contoh yang lain, seperti sekolah gratis Rumah Roslin di Kupang. Sekolah-sekolah itu sama sekali tidak komersial, malah hampir gratis atau bahkan gratis. Edupreneurship menciptakan konteks agar aktivitas akademis dan pengembangan sikap atau attitude dibangun di atas landasan entrepreneurship, melibatkan semua guru mata pelajaran, menjadi sekolah kerja. Kegiatan kognitif akademis dan pembinaan sikap dikonkretkan, tidak melambung dalam teori melangit. Itulah makna contextual teaching & learning.

Komentar Tulus Sihombing: Setuju 1000% Pak Belen.

Komentar Hilda Karli: Ya Pak Belen… Saya baca buku karangan Robert Kiyosaki, ada 2 area karir. Pertama sebagai pelaku dan kedua pengelola. Area pelaku dibagi 2, menjadi pegawai (contoh dokter di rumah sakit) dan bekerja sendiri (buka praktik sendiri). Area ini tidak akan berjalan jika pelaku tidak bekerja yang berhubungan dengan sakit-penyakit. Area kedua adalah pengelola yang terbagi dua, yaitu buka sendiri usaha (buka klinik) dan investor (ada saham di rumah sakit tertentu). Area ini memperkerjakan orang lain… Nah.. Tinggal pilih area mana yang kita mau kerjakan sekarang dan di masa depan…Itu pandangan Robert Kiyosaki. Di Indonesia semua orang yang lulus sarjana baik S1, S2 maupun S3 sibuk cari kerja bukannya membuka peluang kerja. Jadilah banyak penganggur…. Kurang berani ambil risiko dan tidak kreatif…. Gaya hidup. Berlawanan dengan orang Tionghoa….

Tanggapan kami: Terima kasih, Bu Hilda Karli. Komentar ibu ini mendorong kami membuat posting tentang gagasan Robert Kiyosaki di blog kami. (Inilah posting yang kunjanjikan itu).

.

Entrepreneur sukses mulai dari menjual waktu kecil di rumah / sekolah. Latih dan biasakan siswa menjual (selling) secara pribadi dan kelompok. Contoh: Anak membuat „roti boy”, asesori (pin, kartu undangan, pernak-pernik), mug, kaus sablon, topi, … dan menjual ke teman-temannya, saat bazar atau Entrepreneur Day di sekolah.

Didiklah anak anda di rumah, anak-anak di sekolah anda untuk menjual dan menjual, bukan membeli dan membeli. Menjual akan memotivasi orang berproduksi, sedangkan membeli hanya menjerat orang ke budaya konsumtif.

Entrepreneur berorientasi menjadi usahawan, pengusaha yang membayar, bukan jadi pekerja / karyawan yang dibayar. Pengalaman kerja hanya sebagai batu loncatan.

Berapa pun gaji anda sebagai pekerja di profesi apa pun, sebagai CEO perusahaan multinasional, direktur Pertamina, atau presiden RI, anda tidak pernah akan merasa diri kaya walau uang anda banyak.

Anda akan merasa diri kaya bila anda terjun berbisnis dan berhasil menjadi pemilik perusahaan dan investor. Berapa pun keuntungan yang anda raih, sedikit atau superbanyak, anda akan merasa diri kaya. Anda akan memiliki kebebasan finansial, financial freedom.

Entrepreneur memiliki passion (gairah luar biasa) pada proses menghasilkan dan menjual produk, cinta produknya, selalu memecahkan masalah yang menghadang, mengubah tantangan menjadi peluang.

Inilah foto Leanna dan ayahnya. Ayahnya bilang: “Leanna adalah boss saya!”

Leanna Archer menjadi direktur perusahaan di usia amat belia, masih di SMA. Ia bercita-cita masuk universitas mengikuti kuliah untuk menjadi pengacara bidang ekonomi dengan biaya dari keuntungan usahanya.

Leanna Archer dalam foto keluarga: ayah, ibu, dan adik-adiknya.

Entrepreneur anak memanfaatkan internet untuk promosi produknya. Inilah website Leanna.

Inilah sekadar beberapa contoh betapa anak-anak ini yang masih muda belia ini telah berada di jalan yang benar dan tepat menuju kebebasan finansial, a proper road to reach financial freedom, financial independence.

Mutiara kata tentang uang

Perkenankan membaca sejumlah kata mutiara tentang uang dan kutipan yang berkaitan dengan kebebasan finansial. Mungkin ini berguna bagi anda sebagai orang tua dalam menata keuangan anda dan memberi teladan dan dorongan kepada anak anda. Mungkin ini berguna bagi anda sebagai guru yang mendorong implementasi edupreneurship di sekolah anda dan memberi inspirasi kepada siswa-siswa anda.

Penabung jadi manusia bebas. Ingin kaya? Bayar hutang!

Pemeriksaan hati 2

Orang yang menabung akan menjadi orang yang bebas. (Pepatah China)

Siapa yang membayar hutangnya menjadi kaya. (Pepatah Prancis).

Jika uang kecil tidak keluar, uang besar tidak akan masuk. (Pepatah China)

Sebuah hati yang bahagia lebih baik daripada sebuah dompet yang penuh. (Pepatah Italia)

Orang yang membeli apa yang tidak ia butuhkan mencuri dari dirinya.

Jangan terus berbaring di tempat tidur, kecuali Anda dapat membuat uang di tempat tidur. (George Burns)

Agar menjadi cukup pintar mendapatkan semua uang, seorang harus cukup bodoh membutuhkannya. (Gilbert K Chesterton)

Akhirnya saya tahu apa yang membedakan manusia dari binatang-binatang yang lain: kekhawatiran finansial. (Jules Renard)

Anda dapat menjadi orang muda tanpa uang tetapi Anda tak dapat menjadi orang yang tua tanpa uang. (Tennessee Williams)

Cara teraman melipatgandakan uangmu adalah melipatnya sekali lagi dan menaruhnya kembali ke dalam kantongmu. (Kin Hubbard)

Cinta bertahan selama uang dapat menopangnya. (William Caxton)

Jika Anda dapat menghitung uangmu, Anda tidak memilki satu milyar dollar. (Lebih dari 10 trilyun rupiah; J Paul Getty)

Penghasilan kita ibarat sepatu kita; jika terlalu kecil, ia mengganggu dan menyakiti kita; tetapi jika terlalu besar, ia membuat kita berjingkat dan mencari-cari keseimbangan (John Locke)

Saya mendapatkan banyak uang, tapi saya tidak ingin berbicara tentangnya. Saya bekerja amat keras dan saya hargai setiap sen. (Naomi Campbell)

Sebenarnya saya tidak suka uang, tapi ia menenangkan saraf-sarafku. (Joe Louis)

Bebas hutang rupiah

Siapa pun yang mengatakan bahwa uang tidak dapat membeli kebahagiaan tidak tahu di mana harus berbelanja. (Gertrude Stein)

Tak ada alasan untuk menjadi orang terkaya di kuburan. Anda tak dapat melakukan bisnis apa pun dari dalam kubur. (Colonel Sanders) Lagian, di dalam kubur anda tak bisa menikmati uangmu.

Tidaklah cukup bagimu mencintai uang – juga penting bahwa uang harus mencintaimu. (Kin Hubbard)

Uang tak dapat membeli bagimu kebahagiaan tetapi ia benar-benar membawa bagimu sebuah bentuk kemalangan yang lebih menyenangkan. (Spike Milligan)

Uang tak dapat membeli kebahagiaan; tetapi ia dapat menyewanya. (Anonim)

Dalam dunia bisnis, setiap orang dibayar dengan dua koin: uang tunai dan pengalaman. Carilah pengalaman dulu; uang tunai akan datang sesudahnya. (Harold Geneen)

Entrepreneur

Kekurangan uang adalah akar dari banyak keburukan. (George Bernard Shaw)

Penghasilan setahun duapuluh poundsterling, pengeluaran setahun 19,6, hasilnya adalah kebahagiaan. Penghasilan setahun duapuluh poundsterling, pengeluaran setahun duapuluh enam, hasilnya adalah kemalangan. (Charles Dickens)

Satu-satunya cara untuk tidak berpikir tentang uang adalah memiliki banyak uang. (Edith Wharton)

Saya pikir orang yang menerima sebuah pekerjaan agar dapat hidup – katakanlah, untuk mendapatkan uang – telah mengubah dirinya menjadi seorang hamba (Joseph Campbell)

Mata ditutup uang 100 rb

Seorang yang benar-benar kaya adalah orang yang anak-anaknya datang ke dalam rangkulan lengan-lengannya waktu tangannya kosong. (Anonim)

Seorang yang bijak harus memiliki uang di kepalanya, tetapi bukan dalam hatinya. (Jonathan Swift)

Uang dan cinta adalah dua kata yang sering membuat pusing banyak orang. (S.Belen)

Uang & cinta

Uang ibarat cinta: ia membunuh perlahan-lahan dan menyakitkan orang yang terus-menerus memegangnya, dan menghidupkan orang lain yang memberikan uangnya kepada sesama. (Kahlil Gibran)

Crescit amor nummi, quantum ipsa pecunia crevit – Cinta uang bertumbuh sejalan dengan bertambahnya uang. Semakin banyak mendapatkan uang, semakin bertambah cinta anda kepada uang. (Juvenalis)

Nihil tam munitum quod non expugnari pecunia possit – Tiada benteng yang sedemikian kuat yang tidak dapat ditaklukkan dengan uang. (Cicero)

?????????????????????????????????????????????????????????

Jika persoalannya adalah uang, semua orang beragama yang sama. (Voltaire)

Uang ibarat tahi; ia tak berguna apa pun kecuali disebarkan ke sekeliling untuk mendorong yang muda bertumbuh. (Thornton Wilder)

Sama mudahnya menjadi bahagia dengan banyak uang dengan memiliki sedikit uang. (Marvin Traub)

Uang tak pernah memulai sebuah gagasan; adalah gagasan yang mengawali uang. (W J Cameron)

Laborare omnia vincit. (Bekerja mengalahkan segalanya).

Aneh: Manusia memang aneh: ingin di depan waktu dibagikan uang, di tengah waktu berjalan di malam gelap, dan di belakang waktu di medan pertempuran.

Sumber:

https://sbelen.wordpress.com/2009/06/29/penabung-jadi-manusia-bebas-ingin-kaya-bayar-hutang/

https://sbelen.wordpress.com/2008/10/13/kata-mutiara-menggelitik-tentang-uang/

https://sbelen.wordpress.com/2008/10/13/kata-mutiara-uang-lagi-lagi-uang/

https://sbelen.wordpress.com/2014/04/06/kata-mutiara-latin-tentang-keadilan-uang-korupsi-hukum-kesehatan-penguasa-cinta-perang-pidato-i-have-a-dream-martin-luther-king-jr/

https://sbelen.wordpress.com/2008/10/13/kata-mutiara-tentang-uang/

 

Kutipan menarik Manoj Arora, pengarang buku From the Rat Race to Financial Freedom

Manoj Arora

Manoj Arora adalah seorang eksekutif terkenal di India yang pindah dari satu perusahaan yang sukses ia pimpin ke perusahaan lain yang juga sukses. Setelah beberapa kali pindah, walaupun gaji / penghasilannya sudah amat tinggi, ia tidak puas. Ia baru mencapai kepuasan, kebebasan finansial setelah merintis dan membesarkan peruhaannya sendiri yang bergerak di bidang teknologi informasi.

From Rat Race to Financial Freedom

“Keluar dari zona nyaman anda itu berat di awal, kacau di tengah, dan mengagumkan di akhir…karena di akhir, ia menunjukkan kepada anda satu dunia baru!! Cobalah berusaha…”

“Jadilah seperti bebek, mendayung dan bekerja sangat keras di dalam air, tapi apa yang orang lihat adalah satu wajah tersenyum dan tenang.”

“Rasa nyaman adalah perangkap terbesar anda dan keluar dari zona nyaman adalah tantangan terbesar Anda.”

zona-nyaman

“Untuk mencapai apa yang 1% penduduk dunia miliki (kebebasan finansial), anda harus bersedia melakukan apa yang hanya 1% orang berani lakukan, yaitu kerja keras dan ketekunan tingkat tertinggi.”

“Jangan fokus kepada uang, sebagai gantinya fokus ke masalah yang perlu dipecahkan untuk dunia, uang akan mngikuti anda sebagai produk sampingan.”

“Sebuah ide brilian ibarat bayi dalam rahim seorang ibu. Anda perlu membawanya keluar ke dunia, memeliharanya, memberi makan, membuat ia bertumbuh sampai cukup besar untuk mengurus dirinya sendiri. Jika Anda berhenti pada tahap ide itu, itu sama saja dengan ide itu tidak pernah ada.”

act

“Waktu, bukan uang, adalah aset terbesar anda dalam hidup. Anda perlu waktu untuk berinvestasi dalam hubungan (dengan diri sendiri dan keluarga anda) atau untuk mengejar kegairahan anda. Pikirkan lagi bila anda masih memanfaatkan waktu hanya demi uang. Biarkan uang anda bekerja untuk anda. Anda tidak bekerja demi uang. Itulah makna sebenarnya dari kebebasan finansial … ”

Time and money

“Siapa yang akan mengajarkan semangat juang kepada anak-anak kita jika mereka tumbuh dewasa sambil melihat kita duduk dalam zona nyaman kehidupan. Kita harus bangun dan berjuang habis-habisan pada lingkup kegairahan (passion) kita, dan menjadi teladan bagi anak-anak kita.”

“Situasi hidup ibarat satu rangkaian kartu di tangan-tanganmu. Anda tidak dapat mengubah kartu, tapi Anda pasti bisa memainkan kartu-kartu itu dengan cara anda yang unik.”

??????????????????????????????????????????????????????????????????????

“Bukan apa yang anda katakan, tapi bagaimana anda mengatakan itulah yang penting. Produk yang 99% bebas lemak tampaknya lebih sehat daripada produk yang hanya mengandung 1% lemak.”

“Kebahagiaan itu tidak dirasakan baik pada masa lalu atau pun pada masa depan. Ia benar-benar ada di sini, sekarang.”

“Pengalaman terpenting seseorang adalah yang membawanya sampai ke batas kemampuannya. Untuk belajar lebih dari itu, kita perlu mengumpulkan seluruh keberanian dan memperluas batas kemampuan kita. Seks, rasa sakit, dan cinta, semuanya adalah pengalaman yang ekstrim. Bermimpi besar pun adalah satu pengalaman yang tak kalah ekstrim.”

dreams

“Waktu perlu diinvestasi dan dikelola dengan bijaksana, jauh lebih serius daripada uang. Waktu adalah semua yang anda miliki, dan suatu hari anda akan sadar bahwa anda punya waktu lebih kurang dari apa yang anda pikirkan.”

.
“Apa yang terjadi di luar Anda, dan apa yang terjadi di dalam diri Anda – terjadi di dua dunia yang sama sekali berbeda. Anda dapat mengambil alih hanya satu dari dunia-dunia ini.”

.
“Bagi seorang pemimpi, rasa sakit dan rasa nikmat itu sinonim.”

.
Uang dan mati

Pecunia est non omnis in omnibus sed sine pecunia inveniemus difficultates in omnibus. Uang bukan segala-galanya tapi tanpa uang susah segala-galanya. (S Belen)

Kelemahan struktural Kurikulum 2013: Kritik kami di Tweeter & Facebook

Desember 8, 2014

Pagi ini, hari Minggu 7 Desember 2014  kami berkicau di Tweeter (S Belen @sbelen07) dan menerbitkan kicauan itu di Facebook (S Belen). Seperti biasa, kicauan dan posting kami sering disertai gambar. Perkenankan membaca kicauan dan posting kami itu serta komentar teman-teman dan tanggapan kami di Facebook.

.
Kicauan 1: Kurikulum 2013 terburuk selama kita merdeka. Kurikulum 1947 terbaik, berbasis konsep sekolah kerja ‪#‎Kurikulum2013‬

.

Sejarah Kurikulum SD

.

Komentar Karim Karhami: Pak mungkin perlu dipisahkan antara konsepsi dan implementasi kur 2013. Seingat saya, kur 2013 memaksa semua guru untuk mengajar dengan pendekatan 5 M/ penilaian otentik, dan bermuara pada prilaku (KI1 dan KI2)

.

Tanggapan kami: Pak Karim Karhami, kritik kami justru terfokus ke masalah dalam konsepsi Kurikulum 2013 yang bertentangan dengan dalil-dalil pengembangan kurikulum yang dianut negara-negara di dunia ini. Yang menyusun penilaian otentik itu tampaknya tidak pernah mengajar sehingga tidak tahu bagaimana guru bingung menilai berdasarkan observasi, penilaian diri dan penilaian antar-teman, dan jurnal. Adakah literatur di dunia pendidikan yang mendukung cara menilai begitu? Guru siapa yang bisa menilai sambil membuat catatan dalam mengajar. Fokus konsentrasi terbelah. Lihat saja pengisian rapor membuat guru bingung dan akhirnya nipu-nipu.

.

Komentar Karim Karhami: Kalau saya berpendapat begini pak Belen, semua kebijakan Diknas sejak dulu sampai sekarang termasuk kebijakan kur. 1947, pasti ada bolongnya. Menyikapi ini, praktisi pendidikan perlu memandang ;’gagasan besarnya’ dan tidak usah mengamati pernik kecil-kecilnya yang tentu saja, ada yang menyesakkan dada kita, mantan pengembang kurikuum. Seperti kita ketahui, ada tiga jenis guru, guru 1: those who can explain well, guru 2: those who can either explain well or demonstrate well, guru 3: those who can both explain well, demonstrate well, and inspire children. Guru 3 ini adalah guru profesional yang tidak either mengembalikan kebijakan yang ‘bolong; ke pusat or ‘menyalahkan pusat’. tetapi mereka menambal sendiri yang bolong itu. Mungkin termasuk kita, mantan pengembang kurikulum perlu memberi solusi yang tidak meresahkan guru. Apa pun lemahnya, kur 2013, ada positif nya, seperti kurikulum 2013 memaksa semua mapel untuk bermuara pada pengembangan sikap dan prilaku positif siswa.yang diiejawantahkan dalam KI1 dan KI2.

.

Tanggapan kami: Pak Karim, please read my posting entitled https://sbelen.wordpress.com/…/analisis-swot-kurikulum…/ Di situ saya berikan solusi bagaimana guru dan kepala sekolah mensiasati kelemahan Kurikulum 2013 dalam implementasi. Solusi inilah yang saya ajak guru dan kepala sekolah berdiskusi dan melakukan kegiatan-kegiatan belajar aktif, kegiatan kewirausahaan, dan bagaimana melakukan penilaian otentik dalam pengataran dan pengembangan sekolah model di daerah-daerah. Energi saya tak perlu terkuras bila Kurikulum 2013 itu sudah benar ideologinya. Kurikulum ini lahir tanpa ideologi, tanpa passion meraih cita-cita menjadi bangsa besar di masa depan.

.

Kicauan 2: Kurikulum 2013 kurikulum terpadat membebani siswa & guru. Sulit kembangkan kreativitas.Thank u Mendikbud ‪#‎Kurikulum2013‬

.

Kreativitas dan otak

.

Kicauan 3: Dunia: Finlandia jampel per minggu terendah,prestasi siswa ngetop, Indonesia tertinggi, prestasi anjlok ‪#‎Kurikulum2013‬

.
Struktur KTSP 2006 dan Kurikulum 2013 SMP
.
Kicauan 4: Dunia: Finlandia jampel per minggu terendah,prestasi siswa ngetop, Indonesia tertinggi, prestasi anjlok ‪#‎Kurikulum2013‬
.
Struktur KTSP 2006 dan Kurikulum 2013 SD
.
.

Kicauan 5: Dunia: Finlandia jampel per minggu terendah, prestasi siswa ngetop, Indonesia tertinggi, prestasi anjlok ‪#‎Kurikulum2013‬
.
Struktur program Kurikulum 2013 SMA & SMK
.
.

Komentar M Dominggus: Harap mengerti saja karena kita kan : “Banyak bicara sedikit yang dihasilkan”, sedangkan Finlandia : “Sedikit berbicara namun banyak yang dihasilkan.” Haaa… haaa…
.
Kicauan 6: Saya tatar Kurikulum 2013 sambil kritik kelemahan & beri guru solusi. Syukur K 13 dihentikan. Bacalah: https://sbelen.wordpress.com/2014/01/16/analisis-swot-kurikulum-2013-semua-jenjang-solusi-kita/
.
Analisis SWOT Kurikulum 2013
.
Komentar Karim Karhami: Pak, yang saya baca, kur 2013 tidak dihentikan lho hanya ditunda setelah guru siap

.
Kicauan 7: Kurikulum 2013 paling kontroversial selama Indonesia merdeka. Mengapa? Ditangani orang bukan ahlinya ‪#‎Kurikulum2013‬
.
Analisis SWOT Kurikulum 2013 dan solusi kita
.
Komentar Hilda Karli:  Pak Belen… Dua tabel mohon penjelasannya…. Ya..trims
.
Tanggapan kami: Dua tabel ini menunjukkan bertambahnya jam pelajaran per minggu dari Kurikulum KTSP 2006 ke Kurikulum 2013. IPA dan IPS diintegrasikan ke Bahasa Indonesia dan PPKn di kelas I – III. Penambahan jam pelajaran Agama dan Budi Pekerti serta PPKn dan Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan mengakibatkan hilangnya muatan lokal dan pengembangan diri dalam kurikulum. Dampaknya bahasa daerah, bahasa Inggris, teknologi inforrmasi dan komunikasi (TIK) yang biasanya diambil dari jam muatan lokal tidak mendapatkan tempat. Penambahan waktu ini mengakibatkan siswa di sekolah lebih lama. Ditambah kegiatan ekskul dll bisa pulang sore. Lalu, siswa makan di mana? Di kantin atau warung dekat sekolah. Apakah makanannya sehat? Juga, sekolah 5 hari, Sabtu libur sulit diterapkan. Jam pelajaran per minggu di Finlandia terendah di dunia tapi prestasi siswanya di papan atas dalam tes2 internasional. Less is more prinsipnya. Waktu sedikit tapi prestasi siswa bagus sekali. Prinsip pengembang Kurikulum 2013 adalah more but less. Waktu banyak tapi prestasi siswa rendah.
.
Komentar Hilda Karli:  Trima kasih penjelasannya… Pak Belen. Saya sudah baca buku sejarah kurikulum…bagus tulisannya….Jempol… Apakah ada buku baru lagi?
.
Tanggapan kami: Mbak Hilda Karli, baca di mana? Apakah buku itu sudah diterbitkan Pusat Kurikulum? Kalau Pusat Kurikulum tidak kunjung terbitkan ada niat akan saya upload ke blog saya. Terima kasih.
.
Komentar Hilda Karli: Saya sedang kuliah… Jadi saya baca di perpustakaan kampus…
.
Komentar Karim Karhami: Keputusan menteri bukan kur 2013 dibatalkan tetapi ditunda setelah guru siap (siap buku dan siap kemampuan). Kelebihan kur 2013 adalah agar semua mapel bermuara pada sikap dan prilaku yang membangun kultur global (tepat waktu, tidak biasa melanggar aturan, biasa makan habis, biasa mendengarkan sewaktu orang bicara dan baru bicara setelah orang selesai berbicara, biasa berpikir kritis dan berkarya kreatif dll). Kita perlu refleksi untuk juga mengidentifikasi keunggulan kur. 2013. Wass
.
Tanggapan kami: Pak Karim Karhami, Yang saya persoalkan itu bukan masalah implementasi tapi masalah struktural dalam dokumen kurikulum: Penentuan mata pelajaran dan alokasi tanpa mempertimbangkan kondisi lapangan, 4 kompetensi inti yang berakibat overdosis, pemaksaan nilai-nilai agama dan nilai-nilai karakter pada semua kompetensi dasar serta pemisahan mencari pengetahuan di semester 1 dan aplikasinya di semester 2. Rumusan kompetensi dasar (KD) juga memalukan karena dalam Biologi misalnya konsep yang menyangkut tumbuhan, hewan, dan manusia disatukan dalam hanya 1 KD. Beberapa konsep ‘besar’ IPA misalnya disatukan dalam 1 KD. Ini berdampak kurikulum 2013 jadi terlalu padat. Dari mana waktu diambil untuk mengajarkan segunung KD itu? Juga, pendidikan karakter lebih efektif melalui proses peneladanan dan pembiasaan, bukan overdosis pemaksanaan penerapan pada tiap KD.
.
Komentar Karim Karhami: Ya pak kalau kita kaji komponen kurikulum 2013, termasuk KD terdapat kelemahan tetapi gagasan besarnya, saya pikir, pas dengan kebutuhan Indonesia masa depan: terutama dalam kurun wakktu 2015 sd 2045 (100 tahun Indonesia merdeka)
.
Tanggapan kami: Pak Karim, sudah saya kaji seluruh dokumen Kurikulum 2013 dan tidak menemukan gagasan besar yang khas kurikulum ini. Apakah belajar aktif (active learning)? Bukankah ini juga sudah ada di KTSP 2006 dan ke belakang, Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) 2003, Kurikulum 1994, dan Kurikulum 1984? Apakah pendidikan karakter? Kan dengan mengingtegrasikan 18 nilai karakter dalam KD yang relevan sudah dilakukan guru sejak 2010? Lalu, yang lebih penting adalah pembinaan karakter melalui proses peneladanan dan pembiasaan, bukan pembelajaran. Finlandia maju, Singapura maju, Jepang maju, Korea Selatan maju tidak dengan menekankan berlebihan integrasi nilai-nilai karakter dalam pembelajaran. Mengpa pengembangan diri yang memberi peluang konselor berjumpa dengan siswa dihilangkan? Kalau Kurikulum 2013 menyiapkan generasi muda menyongsong persaingan global, mengapa mata pelajaran Teknologi dan Informasi Pendidikan dihilangkan? Mengapa tidak ada pelajaran bahasa Inggris di SD? Mengapa tidak ada bahasa asing kedua selain bahasa Inggris di SMA jurusan IPA dan IPS? Bahasa Jepang, Jerman, Prancis, Mandarin tidak mendapatkan alokasi waktu. Mengapa kewirausahaan tidak dimulai dari SD dan di SD, SMP, dan SMA kewirausahaan tidak didukung mata-mata pelajaran lain?
.
Kicauan 8: Mengapa terjadi musibah lumpur Lapindo? Mengapa Kurikulum 2013 terburuk? Ditangani orang yang bukan ahlinya. ‪#‎Kurikulum2013‬
.
Analisis SWOT Kurikulum 2013 dan solusi kita
.

Kicauan 9: Kurikulum 2013 eksperimen pendidikan paling konyol, habiskan uang rakyat milyaran, trilyun rupiah ‪#‎Kurikulum2013‬

.
Analisis SWOT Kurikulum 2013 dan solusi kita
.
Komentar Ridwan Ried: pak, kira2 ke depannya K13 ini gmn ya? kan skrg masih diujicobakan, terutama pd sekolah yg telah menggunakannya 3 semester, sementara sekolah yg baru menggunakannya 1 semester maka otomatis dihentikan dan beralih ke KTSP…

.
Tanggapan kami: Dear Pak Ridwan Ried, Perkiraan saya 6 ribuan sekolah yang melaksanakan Kurikulum 2013 itu dibiarkan jalan terus agar guru tidak resah. Lalu implementasi itu dievaluasi dan kurikulum diperbaiki. Dari pengalaman saya ubah 1 mapel saja akan mengubah seluruh bangunan kurikulum. Karena itu, K 13 bakal dikuburkan. Lebih mungkin perbaikan KTSP dengan mengambil unsur baik dari K 13 seperti penilaian otentik, mapel Prakarya dan Kewirausahaan, tematik SD kelas I – VI. Penjelasan Mendikbud itu bahasa politis dengan kata lain K 13 dikuburkan. Kan S 3 Mendikbud itu bidang politik. Bahasa yang dipakai bahasa politis. Apalagi beliau kan orang Jawa. Ngono ya ngono mbok ya ojo ngono. Kurikikulum 2013 ya Kurikulum 2013 mbok ya ojo Kurikulum 2013. He he he. Boso Jawaku rusak.
.
Komentar Muhammad Hamka: Tumben, kali ini Pak Belen analisisnya kurang cerdas.
.
Tanggapan kami: Pak Muhammad Hamka, analisis yang mana yang kurang cerdas? He he he. Posting di blog tentang Analisis SWOT Kurikulum 2013 itu komprehensif, lengkap.
.
Kicauan 10: Waktu susun Kurikulum 2013 orang Puskur berdoa kurikulum tak jadi dilaksanakan. Akhirnya doa terkabul ‪#‎Kurikulum2013‬
.
Analisis SWOT Kurikulum 2013 dan solusi kita
.
Info: Dalam talkshow di Kompas TV Minggu 7 Desember 2014, kicauan kami ini ditampilkan di layar bersama kicauan lain dari kepala sekolah, guru, siswa.

.
Komentar Budijuwono: Ya setuju pak. Proficiaat…saya dari awal dgn kurikulum 13 sdh merupakan kurikulum sial
.
Pagi ini, hari Senin 8 Desember 2014, kami teruskan kicauan.
.
Kicauan 11: Dampak 4 Kompetensi Inti: overdosis agamaisasi, karakterisasi, pengetahuan & aplikasi. Keliru terapkan konsep manusia seutuhnya. ‪#‎Kurikulum2013‬
.
4 kompetensi ini Kurikulum 2013
Kicauan 12: Gara-gara 4 kompetensi inti dipaksakan, Kurikulum 2013 jadi kurikulum terpadat selama kita merdeka. ‪#‎Kurikulum2013‬
.
4 kompetensi ini Kurikulum 2013

Komentar Karim Karhami: Pak, bukankah 4 KI ini perintah UUSPN No. 2003. Ini kan landasan hukumnya.

.
Tanggapan kami: Benar itu landasan hukumnya tapi dalam penerapannya tidak perlu memaksakan ke semua kompetensi dasar tiap mata pelajaran. Itu kan berlebihan, overdosis. Bukankah penjabaran seperti ini hanya mengulangi kekeliruan Kurikulum 1975 yang menjabarkan nilai-nilai manusia seutuhnya sehingga kurikulum ini menjadi padat?
.
Komentar Mario Josef: Bila kita semua mendisposisikan Kurikulum Tahun 2006 secara bijak, mendalam, kreatif, sungguh-sungguh dikawal dan terus didalami, dievaluasi secara mendasar, maka kita tidak main uji coba kurikulum. Tak mungkin 4 kompetensi itu tidak terdapat dalam kurikulum. Kompetensi itu akan berubah kalau ideologi bangsa ini diubah. Peradaban suatu bangsa itu baru berkarakter kalau seluruh bangsa tahu lewat hukum sosial kita bagaimana beradab. Jika seluruh masyarakat itu sudah jadi guru maka kompetensi yang akan direalisasi dalam kurikulum akan terwujud sempurna. Semakin merumitkan kerja kurikulum semakin rumit pula pengejawantahannya. Makasih Pak Belen!!
.
Kicauan 13: Hanya terjadi di Indonesia, buku pelajaran terbit baru Puskur disuruh revisi silabus. Logika terbalik ‪#‎Kurikulum2013‬
.
proxy
.
Kicuan 14: Hanya terjadi di Indonesia, penulis buku pelajaran pemerintah bisa selesaikan naskah dalam 1 bulan. ‪#‎Kurikulum2013‬
.
proxy
 .
Komentar Hilda Karli: Oleh karena itu isi buku tidak berurutan… Terutama konsep matematika lalu contoh yang diulang-ulang…  di berbagai tema. Keterbacaan tidak sesuai dengan perkembangan anak.
.
Komentar Karim Karhami: Kalau kita cara kerja Isaac Asimov, penulis buku non-fiksi terkenal itu, dia bisa menyelesaikan satu buku yang berkualitas tidak sampai 1 minggu
.
Tanggapan kami: Kalau kebiasaan saya menulis buku pelajaran, penulisan naskah 1 tahun dan revisi bersama editor sebelum naik ke percetakan 1 tahun. Menulis buku pelajaran tidak boleh sembarangan karena apa yang tertulis dalam buku pelajaran akan mempengaruhi anak sampai 40 tahun ke depan, bahkan sepanjang hidupnya.
.
Komentar Hilda Karli: Betul…apalagi penulisannya dalam bentuk tim jadi ada beberapa orang yang punya anggapan beda yang perlu disatukan dulu dalam bentuk tim rencana ato kerangka penulisan dulu …setelah setiap orang selesai menulis harus ada satu orang yang bertnggung jawab penuh pada penulisannya agar kesinambungan materi, tingkat kesulitan, dan keterbacaan serta contoh menjadi satu kesatuan yang utuh untuk diterima siswa. Baru diedit oleh editor sehingga meminimalisasi kesalahan.
.
Komentar Joko Sutrisno: Alhamdulillah….peran editor masih diperhitungkan….
.
Kicauan 15: Hanya terjadi di Indonesia, anak SD boleh menulis di buku pelajaran. Tahun depan cetak lagi. Proyek! ‪#‎Kurikulum2013‬
.
proxy
.
Kicauan 16: Siklus hidup buku pelajaran Inggris, AS, Finlandia, Singapura 5 tahun. Indonesia 1 tahun. Kaya amat! ‪#‎Kurikulum2013‬
.
proxy
 Komentar Kang Maman Sutarman: Punyakah catatan untuk Pendidikan Agama ? Saya tunggu! Trims
.
Komentar Julius Juih: Ini yang unik untungnya perjanjian penulis bukan dibayar dengan royalti.
.
Kicauan 17: Hanya di Indonesia tema2 tematik SD ditentukan Pusat. Di negara2 lain ditentukan guru sesuai konteks ‪#‎Kurikulum2013‬
.
Contoh tema Kurikulum 2013
.
Komentar Joko Sutrisno: Bukan hanya tema Pak, tapi Subtema juga
.
Komentar Alif Ida: Dulu diserahkan sekolah juga gak jalan pak…
.
Tanggapan kami: Dear Alif Ida, Sebenarnya guru sudah bersentuhan dengan cara mengembangkan dan melaksanakan pembelajaran tematik sejak Kurikulum Berbasis Kompetensi (2003) dan kemudian pada KTSP 2006. Jadi pengalaman guru sudah sekitar 11 tahun. Walaupun di sana-sini ada guru yang tak mampu karena suka copy-paste, tapi ada juga guru yang telah mampu mengembangkan dan melaksanakannya. Kurang bijak jika ada guru yang tak mampu, mendikbud malah menarik pengembangan silabus ke Pusat. Padahal di berbagai negara sudah jadi tradisi guru mengembangkan silabus sesuai dengan konteks yang dihadapi.
.
Komentar Debora Dapamerang: Pak Belen, kami sedang lakukan di Maumere pak, tematik sesuai konteks’namanya Pendidikan kontekstual dengan spirit Kulababong. Rencana tanggal 12 Desember buku dengan judul Tunas Karakter Nusantara dari Nian Sikka untuk pendidikan Indonesia akan di-launching. Buku ini dibuat oleh 60 guru di Sikka. Semua tema yang dihasilkan sesuai konteks lokal.
.
Tanggapan kami: Dear Debora Dapamerang. Oih Salam jumpa. Dari Poso, ke mana, kok sekarang mendarat di Maumere? Apa yang dilakukan Debora dkk. di Maumere itu yang paling tepat. Memberdayakan guru, bukan menarik pembuatan silabus ke Pusat yang melanggengkan penyeragaman. Indonesia ini beranekaragam. Ada yang tinggal di tepi pantai, ada yang di atas gunung. Ada yang tinggal di kota besar, kota kecil dan ada yang tinggal di desa, dusun, bahkan kampung terpencil di pulau-pulau kecil. Tak masuk akal jika tema-tema ditentukan dari Pusat.
.
Komenar Debora Dapamerang: Bapak ke Maumere kah? Sekalian kunjungan ke sekolah yang sudah jadi pak. Saya di Maumere sudah 2 tahun lebih pak. Pengen bangun pendidikan di kampung halaman pak. Salam dari Maumere.
.
Komentar Alif Ida: Dear Pak S Belen, Betul apa yang Bapak sampaikan. Tapi kami memaknai silabus dan buku tematik terpusat sebagai contoh minimal yang bisa dikembangkan. Saya menemani guru di lapangan lebih dari 10 tahun…. Fakta menunjukkan betapa berat guru mengelola tematik. Dari merancang, menyajikan hingga menilai. Kalau pun ada yang merancang hingga menyajikan serta mampu mengelola bahan ajar tematik itu tidak lebih dari 20%.  Sepanjang contoh buku yang disediakan pemerintah berbasis learning by doing, joyful learning… selayaknya sangat diapresiasi pak. O ya pak Belen.. kita pernah jadi narsum bersama di MA Matholiul Falah dan SMPN2 Pati sekian tahun yll….
.
Kicauan 18: Integrasi IPA ke Bahasa Indonesia: IPA sastra, bukan IPA berdasar observasi, penyelidikan, eksperimen ‪#‎Kurikulum2013‬
.
Struktur KTSP 2006 dan Kurikulum 2013 SD
 .
Komentar Karim Karhami: Integrasi IPA ke Bahasa Indonesia, bisa saja seperti ini: anak membuat komik tanya jawab tentang suatu objek. Setelah itu dipresentasikan. Tanya jawabnya dapat mengarah pada penelitian IPA seperti mengajukan pertanyaan produktif, ‘Berapa helai mahkota bunga alamanda?’. Lalu pertanyaan diteruskan, ‘apakah jumlah mahkota bunga alamanda dalam satu pohon selalu sama?’, apakah jumlah mahkota bunga alamanda yang berbeda pohon selalu sama? Lalu, ‘apakah jumlah mahkota bunga alamanda selalu sama dengan mahkota bunga kembang sepatu?’ Setelah itu, anak didorong melakukan penelitian langsung dan menyusun laporan berdasarkan hasil temuannya. Dengan cara, ini, integrasi IPA ke Bahasa Indonesia tidak menjadi IPA sastera. Kegiatan yang mengembangkan keterampilan proses tetap dapat dilakukan. Karena realita sehari-hari, tidak adda mata pelajaran yang berdiri sendiri. Lalu, kalau menjadi IPA sastera, apa salahnya? Maaf pak Belen ini saya nsampaikan sebagai mantan pengembang kurikulum IPA.
.
Tanggapan kami: Pak Karim, apakah yang Pak jelaskan itu tercantum dalam Buku tematik menyangkut Bahasa Indonesia terbitan Kemdikbud? Kalau tidak ada di buku, mana ada guru yang mau bersusah payah menggiring anak melakukan penelitian langsung?
.
Tanggapan Karim Karhami: Maksud saya begini Pak Belen, kita perlu melatih guru untuk berpikir positif, sehingga tidak berpikir masalah terus-menerus, harapannya supaya guru mampu merubah pola pikir dari pola pikir ‘selalu tidak bisa dan bermasalah’ ke pola pikir baru ‘selalu bisa dan semua masalah pasti bisa dipecahkan’ termasuk permasalahan tentang implementasi kurikulum 2013 seperti tentang buku, tentang perumusan KD, tentang penilaian otentik, dan permasalahan lainnya. Mereka harus menjadi guru profesional, those who can overcome all professional teacher problem yang diawali dengan berpikir ‘tidak ada masalah dan kalau ada masalah pasti bisa dipecahkan’.
.
Kicauan 19: Integrasi IPS ke Bahasa Indonesia: IPS sastra, bukan IPS berdasar observasi, penyelidikan, penelitian ‪#‎Kurikulum2013‬
.
Struktur KTSP 2006 dan Kurikulum 2013 SD
.
Komentar Hilda Karli: Jadi menggunakan konsep apa Pak Belen?
.
Tanggapan kami: Seharusnya untuk SD kelas I – VI disusun dulu kurikulum mata pelajaran IPA dan IPS serta mata-mata pelajaran secara terpisah. Kemudian, gurulah yang memilih tema dan mengaitkan kompetensi dasar (KD) berbagai mata pelajaran dengan tema itu. Keliru langkah yang ditempuh pengembang Kurikulum 2013: merumuskan KD IPA dan IPS lalu mengintegrasikannya ke dalam kurikulum Bahasa Indonesia (dan PPKn). Nah, konsep-konsep IPA dan IPS yang dipilih sesuai tema diambil dari kurikulum Bahasa Indonesia dan PPKn. Periksa buku pelajarannya. Anak diminta membaca tentang menanam pohon dan mencangkok, bukan dilatih menanam dan mencangkok lalu membuat laporan. Laporan itulah yang seharusnya dibaca sebagai bahan bacaan Bahasa Indonesia. Di dunia ini tak ada negara yang membuat kekeliruan fatal seperti itu. Hal ini berlaku juga untuk pembelajaran IPS. Fatal lagi, di rapor SD dicantumkan nilai menurut tema, bukan menurut mata pelajaran. Padahal, seharusnya penilaian dilakukan per mata pelajaran. Pembelajarannya tematik tapi bila tiba waktu penilaian harus kembali ke mata pelajaran. Inilah bermin cara kerja acak kadut, terburu-buru. Tidak mengerti, tidak tahu seluk-beluk praktik di lapangan. Hanya berandai-andai. Tidak heran begitu gencar kritik terhadap Kurikulum 2013.
.
Komentar Karim Karhami: Maaf pak Belen saya berbeda, ‘Membaca cara menanam pohon dan mencangkok’ tidak salah, bergantung kompetensi yang ingin dicapai. Pada kegiatan ini, mungkin siswa hanya dituntut ‘speed reading’ atau ‘membaca pemahaman’. Bisa juga, setelah membaca siswa diminta membuat tulisan berdasarkan pengalamannya dan pemahamannya ttg cara menanam dan mencangkok pohon. Lalu siswa diminta membandingkan tuisannya dengan tuisan yang ada dalam buku teks. Sebenarnya tidak semua ahli mengeritik kurikuum 2013, ada juga ahli pendidikan yang mendukung termasuk pak DR. CIpto, ketua UIK dari UNJ
.
Tanggapan kami: Hello, Pak Karim Karhami. Serius amat sih. He he he. Masih ingatkah Pak Karim diskusi kita di tengah kedinginan kota London tahun 1992. Waktu itu kan Pak Karim banyak bahas tentang bagaimana mendidik siswa sejak dini menjadi young scientist sesuai dengan tesis S2 Pak di Intitute of Education University of London. Kan waktu itu kita sama-sama sepakat bahwa sejak anak TK dan SD kelas-kelas awal perlu berimjainasi, berkreasi, mencoba berbagai kegiatan IPA secara langsung. Bukankah itu praktik keseharian anak-anak TK dan SD di Inggris? Dalam Kurikulum 2013, fatalnya anak-anak tidak diarahkan mencoba dan mencoba, bahkan berteori beredasarkan percobaannya tapi membaca cerita tentang menanam pohon dan mencangkok. Mengapa sekarang Pak Karim tak memperjuangkan pendekatan pembelajaran aktif untuk menumbuhkembangkan young scientist? Bagaimana mungkin membuat anak menjadi scientist melalui membaca cerita. Ini yang kunamakan IPA sastra. He he he
.
Komentar Hilda Karli: Terima asih penjelasannya Pak Belen
.
Komentar Mario Josef: Lima jam seminggu untuk Matematika dan Bahasa Indonesia untuk SD sangat mengagumkan karena logika bahasa dan matematika itu sama untuk membangun kekritisan, tetapi bahasa membangun kehalusan jiwa, sedangkan matematika untuk membuat anak itu sakelijk-pasti-tidak terombang-ambing, benar ya benar, salah ya salah. Maksih Pak Belen!!
.
Tanggapan kami: Dear Mario Yosef, Setuju 5 jam untuk Matematika dan Bahasa Indonesia di SD sesuai KTSP 2006. Tidak perlu menambah jam untuk kedua mata pelajaran ini secara berlebihan.
.
Komentar Julius Juih: Makasih Pak Senior saya. Kalau saya sebagai penulis Seni Budaya membaca Kurikulum 2013 untuk SD mulai dengan KD ke-4 sehingga pasti dengan aktivitas berkesenian konsep tentang seni akan mudah dipahami karena mengalami secara langsung. KD3 tercapai, belajar aktif pasti terlaksana dan bukan seperti belajar IPA Sastra, tapi saya di Seni Budaya juga kecewa adanya Permendikbud 104 Tahun 2014 ada non-autentik yang ini kurang tepat pada seni budaya selain SMK seni.
.