Kincir angin menghasilkan 1000 liter air minum sehari di padang gurun

Kincir angin

© Eole Water

Akhir September dan awal Oktober kami mengunjungi NTT. Di Kota Kupang penduduk mengalami kelangkaan air. Sebuah ritus rutin setiap musim kemarau yang harus dialami. Ketika menginap di sebuah losmen di Waiwerang, Adonara, sebuah pulau kecil di Fores Timur, air dari PAM menetes sekali dalam 2 hari. Dicicil. Waktu sedang menatar semua guru dan kepala sekolah se-Kecamatan Ile Boleng, Adonara Timur, siang hari tiba-tiba hujan lebat turun. Penduduk Pukaona, desa tempat pelatihan pendidikan kewirausahaan (perlunya tiap sekolah merintiskembangkan unit produksi untuk menghasilkan uang) ini ramai-ramai mengambill ember untuk menadah air hujan yang baru pertama kali turun di wilayah itu. Penduduk mengalami kelangkaan air minum sebagai suatu tradisi dari zaman nenek moyang.

Ini adalah pemandangan biasa yang bisa dilihat di wilayah Flores Timur dan Sikka (Maumere) di NTT. Di rumah-rumah penduduk umumnya tampak bak penampung air hujan yang menghubungi atap seng dan bak penampung itu. Dalam hati saya berpikir, kapan ya orang-orangku ini terbebas dari nasib alam yang keras ini.

Sepulang dari NTT, kami berkali-kali mencari bacaan di internet mengenai teknologi menghimpun air di bebatuan bertanah seperti jamak terlihat di Pulau Timor, Sumba Flores, Alor, Rote, dan Sabu (Flobamora) di NTT. Syukurlah, kami temukan teknologi kincir angin yang dimodifikasi sebuah perusahaan Prancis yang telah diuji coba di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Bacalah uraian berikut ini!

Sebuah konsep baru diuji di padang pasir Abu Dhabi menggunakan sebuah kincir angin untuk mengkondensasi air dari udara dan memompanya ke dalam tanki penampung untuk penyaringan dan pemurnian. Teknologi ini diciptakan oleh Eole Water setelah pendirinya, Marc Parent, mendapatkan inspirasi setelah melihat air yang dapat ia kumpulkan dari AC waktu ia tinggal di Karibia. Ia mulai memikirkan cara-cara agar air dapat dikondensasi dari udara di wilayah tanpa jaringan listrik dan lahirlah konsep kincir angin ini.

Kincir angin ini berkekuatan 30-kW. Udara diambil dari lubang-lubang pada hidung kincir angin dan kemudian dipanaskan oleh sebuah generator untuk menghasilkan uap. Uap melewati sebuah kompresor pendingin yang menghasilkan uap-uap air yang kemudian dikondensasi dan dikumpulkan. Air yang dihasilkan disalurkan melalui pipa-pipa ke tanki penyimpanan stainless steel yang menyaring dan memurnikan air itu.

kincir angin bagaimana bekerja
© Eole Water

Sebuah prototip teknologi ini telah dipasang di Abu Dhabi sejak Oktober 2011 lalu dan mampu memproduksi 500 sampai 800 liter air bersih sehari di udara padang gurun. Eole Water mengatakan bahwa volume air dapat meningkat menjadi 1000 liter sehari dengan sistem menara kincir angin. Sistem ini membutuhkan kecepatan angin 15 mil per jam atau lebih tinggi untuk memproduksi air.

Teknologi ini menggunakan proses sederhana yang telah dicoba (eksperimen) dengan beragam desain, tapi inilah kincir angin penghasil air pertama yang dibuat. Komponen ini memungkinkan produsi air bersih di wilayah yang tidak punya jaringan listrik, sehingga amat menjanjikan bagi masyarakat di wilayah terpencil dan yang terkena musibah. Eole telah bekerja sama dengan 12 mitra industri untuk memproduksi kincir angin ini.

Sumber: http://www.treehugger.com/wind-technology/wind-turbine-makes-clean-water-desert.html

 Video kincir angin

Kincir angin ini dapat memproduksi 1000 liter air minum tiap hari, menurut Eole Water

 Intisari

  • Pembuat kincir angin menyatakan bahwa kincir ini dapat menghasilkan energi dan air dari udara lembab
  • Para pengembang berharap alat ini dapat memberikan air kepada masyrakat pedesaan di negara-negara beriklim kering
  • Teknologi ini dapat diadaptasi untuk mememuhi kebutuhan kota-kota kecil di masa depan, kata perusahaan industri ini

(CNN) – Kincir angin telah cukup lama menghasilkan energi terbarukan tetapi sebuah perusahaan industri Prancis telah menemukan sebuah struktur kincir yang ramah lingkungan.

Eole Water mengklaim telah berhasil memodifikasi kincir angin tradisional dan menciptakan WMS1000, sebuah aplikasi yang dapat menghasilkan air minum dari udara lembab.

Perusahaan ini bermaksud memproduksi kincir ini secara besar-besaran untuk dijual pada akhir tahun 2012 ini, dimulai dengan fokus kepada masyarakat terpencil di negara-negara beriklim kering yang mengalami kelangkaan sumber air.

“Teknologi ini memungkinkan wilayah pedesaan mampu memenuhi kebutuhan cadangan air sendiri, “ kata Thibault Janin, direktur pemasaran Eole Water.

“Jika desain dan kemampuan berkembang, langkah berikut adalah menciptakan kincir angin yang dapat menyediakan air untuk kota-kota kecil atau wilayah berpenduduk padat, “ ia menambahkan.

Eole Water sedang memamerkan sebuah prototip WMS1000 dengan tinggi 24 meter di padang gurun dekat Abu Dhabi yang telah mampu memproduksi 62 liter air per jam, kata Janin.

Satu kincir dapat memproduksi 1000 liter air tiap hari, bergantung kepada kadar kelembaban.

Ia menjelaskan bahwa teknologi ini bekerja dengan pertama-tama menghasilkan listrik secara tradisional pada kincir angin. Energi ini memungkinkan seluruh sistem penghasil air berfungsi.

Tahap berikutnya adalah memasukkan udara melalui hidung kincir melalui sebuah alat yang disebut “air blower“.

Seluruh udara yang terjaring selama prosedur ini kemudian disalurkan melalui sebuah kompresor listrik pendingin yang berada di belakang baling-baling. Proses ini mengekstraksi kelembaban dari udara, menciptakan uap-uap air yang kemudian dikondensasi dan dikumpulkan.

Air yang terkumpul pada tahap ini kemudian dialirkan ke serangkaian pipa stainless steel, yang dimodifikasi secara khusus untuk membantu proses produksi air, ke sebuah tanki penyimpan pada bagian dasar kincir.

Setelah berada di sana, air disaring dan dimurnikan sebelum siap digunakan dan dikonsumsi.

Satu turbin dapat memproduksi 1000 liter air tiap hari, bergantung kepada tingkat kelembaban, temperatur, dan kecepatan angin, kata Janin.

“Ini cukup untuk memberikan air bagi sebuah desa berpenduduk 2000 sampai 3000 orang”, ia menambahkan.

Janin menandaskan bahwa masyarakat terpencil di Afrika dan Amerika Selatan, demikian  pula di pulau-pulau terpendil di Asia yang hanya punya akses kecil atau tak punya akses terhadap air minum yang aman merupakan pengguna potensial teknologi ini.

“Jika Anda pikirkan Indonesia yang punya ribuan pulau dan mereka tidak mensentralisasi cadangan air …. keadaan geografis negeri ini tidak memungkinkan pemusatan cadangan air,” kata Janin.

“Teknik ini memungkinkan mereka mengatasi masalah ini dan membuat pulau-pula itu dapat mememuhi kebutuhannya dengan cara yang tidak merugikan lingkungan.”

Tapi di samping entusiasme tentang potensi teknologi perusahaan, Janin mengakui bahwa biaya awal kincir angin ini dapat menjadi penghalang, terutama bagi kota atau wilayah yang miskin.

Sekarang biayanya antara €500,000 ($660,000) dan €600,000 ($790,000) bergantung pada lokasi dan kondisi lingkungan untuk memasang satu kincir angin Eole Water. Harga 1 kincir angin penghasil air minum ini sekitar $ 400 000 (kira-kira Rp 3,6 milyar).

Sejalan dengan berlalunya waktu dan proses industri ini memungkinkan perusahaan mendapatkan manfaat dari skala ekonomi, biaya ini akan menurun, kata Janin.

“Kami baru saja memulai aspek komersial produk ini tapi biaya ini tidak semahal bila Anda bandingkan dengan solusi jangka panjang yang diberikannya,” ia menambahkan.

Sumber: http://edition.cnn.com/2012/04/29/world/eole-water-turbine/index.html

Kincir angin dapat menghasilkan air minum pada iklim lembab dengan adanya terobosan teknologi oleh sebuah perusahaan industri Prancis.

Eole Water memodifikasi kincir angin listrik agar menghasilkan air minum dari udara untuk membantu negara-negara sedang berkembang memecahkan masalah kebutuhan airnya.

Sebuah prototip di Abu Dhabi telah menghasilkan 62 liter air per jam, dan Eole Water berharap menjual kincir angin penghasil seribu liter air per hari ini pada akhir tahun 2012 ini.

Saksikan video ini:

 video kincir angin Prancis

Tenaga angin: Kincir ini dapat menghasilkan baik listrik maupun air tanpa persyaratan apa pun kecuali udara yang lembab

Kincir angin ini bekerja dengan cara yang sama seperti kincir angin yang anda lihat di seluruh dunia. Yang membedakan, kincir angin ini mampu menghasilkan juga air minum.

 Kincir angin di Scotland

Bagainana kerjanya: Komponen-komponen dalam kincir angin juga berperan sebagai penghasil air, mengekstrak lusinan liter air per jam dari atmosfer

 kincir-angin Prancis

Kincir angin ini dapat beroperasi selama 20 tahun.

 Kincir angin ini dapat menjadi angin surga bagi penduduk wilayah pedesaaan yang tandus, kering yang masih berjuang mendapatkan air

.

Video: Water turbine in action

Saksikan video kincir angin penghasil air ini pada URL berikut ini!

http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=zhe4jDWfFAY

atau pada https://sbelen.wordpress.com/2012/10/20/proses-kerja-kincir-angin-penghasil-air-minum/

Sumber: http://www.dailymail.co.uk/sciencetech/article-2137386/Eole-wind-turbine-generates-drinking-water-air.html

Iklan

 

.

ibpI5li7kjnRD9

heart-attack

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano
Sano dan obesitas.

Kartu nama Yuni Juli 2015

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , ,

2 Tanggapan to “Kincir angin menghasilkan 1000 liter air minum sehari di padang gurun”

  1. MARTINUS JAWA, Senior Manager PT.OCEANIC Australia Jakarta Says:

    Pak Sirilus Belen,

    Kincir angin ini telah digunakan di padang penggembalaan di Australia. Tahun 2009 bulan Oktober saya berkunjung dan belajar selama 3 bulan di Australia di Ranch peternakan, semua menggunakan KINCIR ANGIN ini. Di Suatu padang yang luas sejauh mata memandang semua tertancap KINCIR ANGIN yang berbaris secara teratur, INDAH dan SENI, dengan frekuensi angin yang merata artinya TIDAK TERLALU KENCANG saat tertentu dan juga saat tertentu tidak ada angin sama sekali. Kalau angin kencang jatuh tidak tertimpa pohon=pohon.

    Yang berikut budaya merawat. Mereka telaten menjaga dan merawat. Kalau kita mungkin perlu PENDAMPINGAN TERUS-MENERUS. Ini jadi soal.

    Ada pengalaman LISTRIK TENAGA SURYA. Begitu jatuh dibiarkan. Tidak ada upaya untuk memperbaiki, Berapa ribu Listrik tenaga surya kita rusak sampai hari ini?

    LAGI-LAGI kita KEMBALI ke SDM dan PENDIDIKAN.

    Terima kasih, Salam MARTINUS JAWA

    • S Belen Says:

      Terima kasih, Pak Martinus. Aneh juga, ya. Australia kan tetangga kita. Kalau langit cerah di pagi hari, orang Rote bisa melihat daratan Australia. Bahkan, mungkin mereka bisa berenang sampai ke Benua Australia. Tapi, mengapa teknologi yang sederhana ini tidak ditiru orang Indonesia? Mungkin Pak Martinus perlu klarifikasi apakah kincir angin di Australia itu menghasilkan energi listrik sekaligus air untuk irigasi? Yang kita lihat di Indonesia itu kincir angin tapi tak menghasilkan air untuk irigasi atau untuk diminum.

      Para siswa dan mahasiswa lembaga pendidikan seperti SMK Mikhail dan ATMI (Politektik) Solo bisa membuat kincir angin sederhana yang menghasilkan air seperti teknologi yang diciptakan perusahaan Prancis ini. Kan, prinsip ilmiahnya sederhana sekali. Udara panas menguap dan uap air dikondensasi menjadi tetes-tetes air yang dikumpulkan sedikit demi sedikit sampai menjadi banyak. Karena banyak penduduk kita yang membutuhkan, produksi massalnya bisa amat banyak dan dampaknya harga bisa murah.

      Soal sikap mental itu memang benar. Dalam pelatihan pendidikan karakter kepada para guru, waktu brainstorming tentang pembiasaan kepada siswa, banyak guru yang mengusulkan pembiasaan siswa menempatkan sampah pada tempatnya. Namun, setelah selesai pelatihan, lihat saja sampah berupa gelas aqua, kotak snack, dan kertas berserakan di lantai. Jika tidak diingatkan, tak ada peserta yang sukarela mengumpulkan sampah itu. Teori, teori, dan teori. Praktiknya di mana? He he he.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: