Pemerintah yang baik, yang kurang memerintah

Good governance is less governing. Semakin sedikit menyuruh-nyuruh rakyat, sebuah pemerintah itu cenderung lebih baik. Rakyat-lah yang paling tahu masalah dan kebutuhannya dan cenderung paling tahu solusi terhadap masalah yang mereka hadapi.

Waktu studi di Inggris, dalam kunjungan ke sebuah desa di Lincoln atas undangan Prof Leonard (Rektor semacam IKIP yang khusus mendidik calon guru SD) dan istrinya ke rumahnya, di utara England barulah saya sadar betapa di Inggris tidak ada kepala desa atau lurah. Semua urusan langsung ke kabupaten (county). Rakyat di desa yang umumnya disebut parish, merujuk ke wilayah paroki yang biasanya memiliki satu gereja kecil. Jalan-jalan tampak beraspal bagus, mulus, bersih, dan rapi. Tak ada kepala desa yang menyuruh masyarakat memelihara jalan. Tiap warga berupaya menjaga dan memelihara jalan di lingkungan sekitar rumahnya. Masyarakat sendiri akan bekerja sama, bergotong royong membersihkan jalan jika dianggap perlu membersihkan jalan ramai-ramai.

Di dunia modern ini, satu kasus menjadi pusat perhatian dunia, yaitu Negara Belgia yang tetap bertahan walau tanpa pemerintah dalam waktu cukup lama. Belgia memecahkan rekor negara tanpa pemerintah selama 450 hari, mengalahkan rekor 289 hari tanpa pemerintah di Irak tahun 2009 dan Kamboja 353 hari setelah Pemilu 2003.

Walau tanpa pemerintah, di Kota Anwerpen kereta api tetap beroperasi sesuai dengan jadwal, guru-guru tetap mengajar di ruang kelas, museum tetap ramai pengunjung, jaminan sosial tetap dibayar, dan pesawat jet F 16 negeri ini tetap didrop di Libya, walaupun satu tahun 3 bulan lebih tanpa pemerintah federal.

Rakyat Belgia malah merayakan rekor 450 hari atau 15 bulan lebih tanpa pemerintah ini dengan menandaskan, No Government, No Problem, dalam dunia ekonomi modern ini. Dan, aneh, pertumbuhan ekonominya 0,7%  malah lebih tinggi daripada Inggris, Jerman, Prancis, Spanyol, Belanda, dan Swiss.

Belgia memiliki 45 pemerintahan yang berganti selama 67 tahun.

Akar masalahnya adalah pemisahan ras atau linguistik. Sebanyak 6,6 juta penutur bahasa Belanda dan 4,1 juta penutur bahasa Francis. Segala sesuatu, mulai dari partai politik sampai siaran radio dan TV, dari pramuka sampai kertas suara Pemilu ditulis dalam versi bahasa Belanda dan bahasa Prancis.

Orang Flanders yang berbicara bahasa Belanda di bagian Utara Belgia dan orang Wallonia yang berbicara bahasa Prancis di selatan telah mencapai pemerintahan yang mandiri (diatur sendiri) dalam 30 tahun terakhir dalam bidang pembangunan pedesaan, lingkungan, pertanian, tenaga kerja, energi, kebudayaan, olahraga, dan bidang-bidang lain.

Orang-orang Flanders hanya mengalami separuh pengangguran dari Wallonia dan 25% pendapatan per capita lebih tinggi dari Wallonia.

Orang-orang Flanders memperjuangkan pengaturan sendiri di bidang pengadilan, kesehatan, dan jaminan sosial. Ini membuat politisi Wallon takut bahwa menghentikan jaminan sosial sebagai tanggung jawab pemerintah federal akan berarti tamatlah bangsa ini sebagai sebuah negara.

Bagaimana dengan Indonesia? Sebenarnya dalam waktu 3 bulan dalam waktu transisi antara pemerintahan Gus Dur dan Megawati Soekarnoputri ada waktu vacuum pemerintahan sebelum kabinet baru bekerja. Waktu itu, tampaknya rakyat Indonesia bisa mengatur sendiri jalannya pemerintahan tanpa pemerintah resmi.

Akhir-akhir ini kita menyaksikan konflik agraria yang berkulminasi dalam kasus Mesuji di Sumatera Selatan dan Lampung dan kasus Sape di Sumbawa. Polisi menembak rakyatnya sendiri karena kongkalikong pemerintah dan investor perkebunan kelapa sawit dan investor tambang emas. Di sini tampak bad governance is more governing. Pemerintahan yang buruk adalah yang terlalu banyak memerintah. Terlalu banyak membuat instruksi. Terlalu banyak mengeluarkan izin penguasaan lahan perkebunan kelapa sawit dan izin tambang emas sembari melanggar domain lahan atau tanah ulayat yang menjadi sumber nafkah penduduk.

Kita semakin jauh dari dalil good governance is less governing. Pemerintahan yang baik adalah yang kurang memerintah. Bad governance is more governing. Pemerintah yang buruk adalah yang terlalu banyak memerintah. Pemerintah Orde Baru yang berkuasa sekitar 32 tahun akhirnya runtuh karena tak ada pemerintah yang bertahan yang melanggar hak asasi manusia. Tiada pembangunan yang bertahan dan berkelanjutan tanpa melaksanakan hak-hak asasi manusia. Apa bedanya pemerintah Orde Baru dan pemerintah reformasi dalam pelanggaran hak asasi manusia?

Iklan

 

 

 

alison-brie-high-five

heart-attack

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

sano-sembuhkan-hepatitis

Kartu nama Yuni

Amiel-Te-kuiti

Tag: , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: