Apa rahasia stamina pemain sepak bola Amerika Latin? Daun kelor, merunggai, marungge

4870-moringa-oleifera-leaf-powder-capsules-drumstick-tree-oil-ben-1

Inilah daun kelor (merunggai, marungge, moringa oleifera)

 

images 2

Moringa-Oleifera-1

Pohon yang berasal dari Pegunungan Himalaya ini tumbuh subur di Afrika, Asia, Amerika Latin, dan Amerika Tengah

Mengapa pemain sepak bola dunia yang amat terkenal Diego Maradona di puncak kejayaannya memperlihatkan stamina yang prima. Mungkin rahasianya adalah ia mengkonsumsi daun kelor (merunggai, marungge).

Temanku Martin Bhisu dari Paraguay sekali mengirim email. Ia sarankan agar kakak kelasku yang terserang kanker mengkonsumsi daun Moringa Oleifera untuk mempertahankan stamina tubuh. Daun pohon apa itu? Segera saya browse di internet. Ternyata itu adalah daun kelor. Waktu kecil di Kupang kami menyebutnya daun marungge. Di Kamus Besar Bahasa Indonesia, pohon ini disebut juga pohon merunggai. Di Flores, sayur daun marungge terkadang dijuluki sayur 5 menit karena hanya diperlukan waktu lima menit untuk merebus sayur daun marungge.

Agar saya percaya temanku itu menambahkan bahwa para pemain sepak bola Paraguay, Brasil, Argentina, dan negara-negara lain di Amerika Latin mengkonsumsi daun kelor sehingga mereka tahan berlari mengejar bola selama 90 menit. Ternyata yang saya temukan di internet, pemain sepak bola banyak negara di Afrika dan banyak atlit terkemuka di dunia juga melakukan yang sama.

Bayi dan anak-anak pada masa pertumbuhan dianjurkan Organisasi Kesehatan Dunia WHO mengkonsumsi daun kelor. Perbandingan gram, daun kelor mengandung:

7 x vitamin C pada jeruk

4 x calcium pada susu

4 x vitamin A pada wortel

2 x protein pada susu

3 x potasium pada pisang

kelor & wortel

Kelor & protein susu

kelor & pisang

Organisasi ini juga menobatkan kelor sebagai pohon ajaib setelah melakukan studi dan menemukan bahwa tumbuhan ini berjasa sebagai penambah kesehatan berharga murah selama 40 tahun ini di negara-negara termiskin di dunia. Pohon kelor memang tersebar luas di padang-padang Afrika, Amerika Latin, dan Asia.

National Institute of Health (NIH) pada 21 Maret 2008 mengatakan, bahwa pohon kelor “Telah digunakan sebagai obat oleh berbagai kelompok etnis asli untuk mencegah atau mengobati lebih dari 300 jenis penyakit. Tradisi pengobatan ayurveda India kuno menunjukkan bahwa 300 jenis penyakit dapat diobati dengan daun moringa oleifera.

Manfaat utama daun kelor adalah:

1. Meningkatkan ketahanan alamiah tubuh

2. Menyegarkan mata dan otak
3. Meningkatkan metabolisme tubuh
4. Meningkatkan stuktur sel tubuh
5. Meningkatkan serum kolesterol alamiah
6. Mengurangi kerutan dan garis-garis pada kulit

7. Meningkatkan fungsi normal hati dan ginjal

8. Memperindah kulit
9. Meningkatkan energi
10. Memudahkan pencernaan
11. Berperan sebagai antioksidan
12. Memelihara sistem imunitas tubuh
13. Meningkatkan sistem sirkulasi yang menyehatkan
14. Bersifat anti-peradangan
15. Memberi perasaan sehat secara menyeluruh
16. Mendukung kadar gula normal tubuh

Negara-negara Amerika Latin mengekspor produk kelor (merunggai, marungge) ke Amerika Serikat dan Eropa. Bisnis yang membawa keuntungan luar biasa.

Selain daun, bagian-bagian lain tumbuhan ini pun dikonsumsi banyak masyarakat di dunia.

  • Biji buahnya yang masih muda mengandung lebih banyak nilai gizi dibandingkan yang sudah matang. Bijinya mengandung berbagai vitamin, acid amino esensial, dan bahan gizi penting lainnya. Bijinya dapat dimakan seperti kacang hijau.
  • Bijinya dapat direbus atau digoreng dan rasanya seperti kacang. Bijinya mengandung minyak yang disebut Ben Oil. Sekitar 38-40% Ben Oil terdapat dalam biji. Minyak ini tak berbau, manis, dan tak asam. Kandungan gizi minyak ini sama dengan pada minyak olive.
  • Daunnya dapat digunakan sebagai lalapan, kari, sayuran. Daunnya juga dapat digunakan untuk membersihkan tembok dan piring dan perabot masak.
  • Bunganya kaya calcium dan potasium dan dapat dimasak dengan bahan makanan lain untuk menambah rasa enak dan nilai gizi.



Guna mendapatkan gambaran yang utuh, silahkan klik file powerpoint berikut ini!

Daun kelor merunggai marungge

Pada musim kemarau panjang beberapa daerah di tanah air seperti di NTT dan Gunung Kidul, tumbuhan mengering, tanah terbelah, dan masyarakat terancam atau telah menderita kelaparan. Korban yang paling rentan pada musim paceklik adalah bayi, anak-anak, dan ibu yang hamil. Kemungkinan besar mereka yang mengalami kekurangan gizi akan menderita malnutrisi.

Pohon kelor, terutama daunnya, mengandung kadar gizi yang amat tinggi dan pohon ini tumbuh di sembarang tempat dan sering dijadikan sebagai pagar hidup seperti di Timor, Flores, dan Sumba (NTT), Karena ketersediaaan dan kemudahan mendapatkannya sebaiknya bayi, anak-anak, dan ibu yang hamil mengkonsumsi daun kelor. Jika daun segar sulit diperoleh pada wilayah yang kurang ditumbuhi pohon kelor, daun kelor dapat dikeringkan dan diminum seperti teh dan dicampur dengan gula yang berfungsi memenuhi kebutuhan karbohidrat pada kadar tertentu.

Cara menjemur daun kelor janganlah langsung terkena sinar matahari agar khasiatnya tidak berkurang. Jemurlah di bawah naungan atau di dalam ruangan saja.

Pohon misteri, penyelamat bayi dan anak-anak yang terancam kekurangan gizi atau gizi buruk

Cerita lanjutan dari temanku Martin Bhisu di Paraguay:

Salam Sil. Daun hijau apa saja, kalau disimpan di plastik itu menghitam karena kelembaban yang tertahan dalam kantong itu. Daun marungge cepat kering. Hindari terik matahari begitu dipetik, simpanlah di naungan hingga kering, lalu sesudah kadar air kurang bungkuslah dengan plastik.

Menanam marungge bisa dengan biji dan stek. Lebih baik dalam koker dulu, terutama kalau curah hujan kurang. Kalau musim hujan, ya tanam langsung saja. Panjang stek 30 cm, di permukaan tanah cuma 10 cm. Supaya berbuah bagus dan lebat, pada tahun pertama pohon dipotong, biarkan setengah meter, nanti bertunas dan buahnya panjang serta bernas. Bila hanya daun yg dibutuhkan, jangan dipotong.

Oh ya, kandungan potasium dan calcium marungge yang lebih dari pisang dan susu sapi membuat tulang besar dan kuat, serta otot juga ngeri he he. Di sini, setiap keluarga punya sapi perah. Karena itu dari kecil orang minum susu seperti air saja. Pantas mereka sehat, kuat, dan yang berbakat main bola kaki, jelas berkembang sekali. Hehehe, bola kaki adalah masalah gizi juga. Sekarang marungge jadi idola orang Paraguay.

Kunjungilah posting kami berjudul Daun, biji, ekstrak akar pohon kelor menyembuhkan kanker, diabetes, dan Parkinson. Klik: https://sbelen.wordpress.com/2014/08/28/daun-biji-ekstrak-akar-pohon-kelor-menyembuhkan-kanker-diabetes-dan-parkinson/

********************************************

Iklan

big love dance

Klik gambar ini kalau belum bergerak

Tubuh bugar berstamina

Kunjungilah posting kami ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

sano-tingkatkan-stamina-kebugaran-tubuh

Kartu nama Yuni 3.

Khasiat FIDES & HP pemesanan

Kunjungilah:

https://sbelen.wordpress.com/2015/06/11/habbatussauda-jintan-hitam-bawang-putih-jahe-lemon-madu-diabetes-stroke-penyakit-komplikasi-sembuh-tubuh-sehat/

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , ,

22 Tanggapan to “Apa rahasia stamina pemain sepak bola Amerika Latin? Daun kelor, merunggai, marungge”

  1. Mochammad Says:

    Lha, daun itu di beberapa tradisi nusantara dipakai untuk memandikan mayat. Selain juga dikonsumsi sebagai bahan sayur bening. Kalau benar, menu Timnas harus menyertakan sayur daun kelor atau yang kata orang Madura disebut gengan mronggih.. ::D
    🙂 salam,

    Mochammad
    http://mochammad4s.wordpress.com
    http://piguranyapakuban.deviantart.com

    • S Belen Says:

      Dear Mochammad,

      Benar, seperti di Jakarta, Jawa, dan Madura daun kelor digunakan untuk memandikan mayat. Mengapa? Menurut pendapat kami, karena daun kelor dapat mengurangi kerutan dan garis-garis pada wajah dan kulit serta memperindah kulit. Dengan demikian, para pelayat yang terakhir kali melihat wajah orang yang meninggal mendapatkan kesan wajah yang bersih dan cakep. Terkadang juga, orang bercerita bahwa air daun kelor dipercikkan ke tubuh orang sakit yang sekarat yang tampak “tak mati-mati” dan yang diperkirakan ada pakai susuk guna membuang susuk itu.

      Karena tradisi ini, di Jakarta dan Jawa kita sulit mendapatkan daun kelor karena asosiasinya dengan memandikan mayat dan mengusir susuk.

  2. Etty Says:

    Trims artikelnya,Pak Belen… Bagus sekali.

    • S Belen Says:

      Bu Etty,

      Kumaha urang Sunda atuh? Lalapan di warung Sunda kok tak ada daun kelor tersaji? Bilang dong sama orang Sunda agar jangan takut makan daun kelor sebagai lalapan.

  3. S Belen Says:

    Perkenankan membaca komentar temanku Martin Bhisu dari Paraguay melalui email berikut ini.

    Salam Sil,

    Sekarang umat di paroki kami sudah punya moringa, permintaan pasar Paraguay meningkat. Karena itu, harganya satu kilo daun kering sekitar $ 47. Orang di sini pakai untuk obat, dijual berupa daun kering, kapsul, tepung, tablet, balsem. Tetangga kami pakai sebagai obat gosok, dengan alkohol, katanya asam uratnya sudah mulai hilang.
    Kemarin dulu di ibukota ada kampanye dari anak-anak muda supaya pemerintah buat dekrit jadi proyek nasional, agar pemerintah sediakan anggaran bagi proyek moringa nasional, hal yg sudah berlaku di Argentina.

    Saya dengan pastor paroki saya (P. Rodrigo Tanesib) minum teh moringa setiap hari, juga konsumsi daunnya. Di pastoran dan komunitas basis ada banyak moringa. Sementara para pengusaha tanam besar-besaran untuk memenuhi permintaan pasar dunia.
    Tentang khasiatnya? Konsumsi yang teratur dulu, baru anda rasakan.

    Salam dari Paraguay.

  4. Romo Dan Says:

    Terima kasih atas info ini yang membuat saya semakin yakin khasiat daun marungge dan akan dengan tekun mengkonsumsinya. Akan saya sosialisasikan kepada masyarakat dan para guru di sekolah.

  5. S Belen Says:

    Dear Romo Dan,

    Terima kasih juga atas responsi romo. Jangan lupa sampaikan juga info ini kepada Romo Tino Tiala agar masyarakat Uluwae di Ngada, Flores yang kini kelaparan karena hasil kebunnya dijarah tikus rajin mengkonsumsi marungge. Juga, sosialisasikan kepada para pastor dan tokoh masyarakat. Kalau guru dan kepala sekolah dari 250 sekolah di Ngada dan Nagekeo yakin akan khasiat marungge, hal ini benar-benar luar biasa. Bisa memulihkan kadar gizi banyak anak. Salamku buat para guru dan kepala sekolah se-Kabupaten Ngada dan Kabupaten Nagekeo. Mereka semua benar-benar luar biasa.

  6. S Belen Says:

    Email Agung Gunansyah, Kebon Pala, Jakarta:

    Wah yang bener, pak? Saya nggak nyangka… padahal di halaman tanem pohon kelor.

  7. S Belen Says:

    Email Dami Abun, Filipina:

    Salam teman-teman Alles. Diskusi tentang daun kelor hidup lagi di Allesaja. Untuk kami di Filipina, daun kelor itu sudah menjadi sayuran harian bagi hampir seluruh warga Filipina. Selalu terjual di pasar. Pagar rumah dan kebun kebanyakan dari kayu kelor/malungay. Makanya orang Filipina itu pipi halus, tidak ada jerawat, dan awet muda terus karena daun kelor.

    Sekarang daun kelor itu bukan hanya dibuat sayur tetapi juga dibuat roti dan ice cream, hanya belum diekspor. Tempat di mana saya bekerja, ada beberapa tempat pembuat roti malungay (kelor) dan tempat buat ice cream. Itulah santapan pagi (roti) dan sayur untuk siang hari.

    Kelor itu tumbuh di mana saja, di daerah dingin dan panas…..Kupang rupanya cocok juga untuk pohon kelor.

    Salam

  8. S Belen Says:

    Email Martin Jawa, Jakarta:

    Dear pak Sirilus Belen,

    Rupanya kita satu perguruan. Pada waktu KLB (Kejadian Luar Biasa) Busung Lapar, Hungry Oedem di TTS (Timor) dan Ile Ape, Lembata, Flores tahun 2003 yang menggemparkan seluruh dunia dan saya sempat diwawancara oleh Aljazeira dan BBC London, dan Radio El Shinta. Saya katakan ada makanan cadangan bakau dan daun marungge.

    Ada yang menyangsikan bakau dan marungge. Saya mengirim bakau satu plastik dan marungge untuk diuji di Laboratorium Pangan dan Gizi di Bogor dan hasilnya luar biasa.
    Ternyata karbohidratnya dan protein melebihi beras merah dan sayur-sayur lain. Hanya debu dan arang 10-15 % pada buah bakau yang dibakar dipersoalkan oleh Aljazeira dan BBC. Saya bilang perut kami biasa makan jagung bakar, ubi bakar, pisang bakar yang arang dan debu bisa 20%.

    Sedangkan, marungge mengandung zat gizi pengganti air susu ibu, sehingga dalam program kita siapkan bibit bakau untuk ditanam di Lembata dan marungge untuk ditanam
    di kebun-kebun masyarakat. Sejak saat itu kita programkan Gerakan 3 B, yaitu Pangan BERGIZI, BERAGAM, dan BERIMBANG, dan kita kumandangkan Lagu SALOME (Satu Lobang Rame-rame) di TTS. Dalam satu lobang ada jagung, kacang, labu siam (Besi bahasanya orang Ngada) dan sampai saat ini di Ileape dan Kolbano TTS belum kedengaran HO (Hungry Oedem, busung lapar).

    Dan, semua ini hanya dengan menghayati lagu CINTA DAN PERMATA yang diakhiri dengan Lagu KEMESRAAN, sambil duduk diatas akar-akar bakau untuk mengambil buah bakau tapi sambil tunduk ke bawah laut untuk menangkap ikan dan pulang ke Lewoleba makan jagung titi dan kuah ikan bakau. Pantas saja sudah banyak Prof, DR dari Lembata, ha,.ha..ha.

    Sahabat Flobamora, KEMESRAAN INI JANGANLAH CEPAT BERLALU

    Salam, Martinus Jawa

  9. S Belen Says:

    Email Kris Kia Anen, Surabaya:

    Ama, kelor sangat mudah tumbuh. Kalau batang sesudah dipotong, oleskan dengan lelehan lilin kalau bawa dari luar Jakarta, tapi kalau biji, semaikan saja di atas pasir kali (dalam wadah). Hanya untuk memudahkan, pindahkan ke polibag. Aku sudah coba di pastoranku. Sudah kami nikmati. Selamat mencoba, ama.

  10. S Belen Says:

    Email Martin Bhisu, Paraguay:

    Sil, daun kelor jangan dijemur di sinar matahari, tapi di naungan supaya khasiatnya tidak berkurang. Saya dapat biji marungge dari suster Filipina baru-baru ini, disemaikan di kebun. Sore ini satu pohon pun tidak ada. Saya kira P. Rodrigo Tanesib yang bagikan kepada tetangga, eh, ternyata dicuri orang, hahaha.

  11. S Belen Says:

    Email Dami Bilo, Jakarta:

    Terima kasih kepada pak Sil Belen yang telah berbagi info tentang khasiat daun marungge ini dan secara pribadi saya sangat setuju dengan info dari pak Sil ini.

    Untuk kami dari kawasan kering di wilayah Aimere dan sebagian wilayah Jerebu’u, Flores (merujuk pada peta pak Martin Djawa = daerah merah, yang berarti wilayah kering dengan jatah kekeringan terjadi setiap tahun), daun marungge sudah sangat familiar dalam kehidupan kami karena menjadi makanan pokok atau menu utama untuk kami. Biasanya menu daun marungge ini dikemas dalam model masakan “bubur Manado”, yang dalam bahasa lokal disebut tabha, yang hanya ditemani sambal tomat segar (koro tagalai/koro agalai).

    Di wilayah Jerebu’u, masyarakat menyebut masakan tabha yang menggunakan daun marungge ini dengan nama “tabha uta wona”, sedangkan di wilayah Aimere masyarakat menyebutnya “tabha uta wonga”. Pengalaman kami semasa hidup di kampung dulu, rasanya kami mendapat cadangan energi cukup besar setelah mengkonsumsi tabha uta wonga/uta wona ini.

  12. Ayok Hatma Says:

    Ternyata daun kelor berkhasiat luar biasa.. Pohon kelor juga banyak tumbuh di kampung saya di Buton, pak… Informasi ini sangat berharga.. Terima kasih banyak

  13. Muslikhin Says:

    hmm. . .

  14. perawati Says:

    Ehm, saya mulai tanam, menanam daun kelor

  15. salma Says:

    Saya pernah diberitahu teman ambil batang pohon kelor ditumbuk dicampur dengan air dan garam sedikit, dibiarkan semalaman paginya diminum sebelum makan apa-apa selama 7 hari bisa menguruskan badan tapi saya belum coba karena saya takut. Tanya, apakah benar bisa merampingkan badan?

  16. Om Ndutz Says:

    Saya merebus 3 daun benalu kelor, 5 gelas jadi 1 gelas di periuk tanah liat…wuih feces berwarna hijau selama 2 hari..maknyusss badan sehat bugar.

  17. ade saputra Says:

    Daun kelor tumbuh di seluruh dunia dan oleh karena itu daun kelor(remungge) dinobatkan sebagai makanan favorit.

  18. theonatumnea Says:

    Beta orang timor, su lama kenal daun marungga atau kelor, di sana sayur sehari-hari terutama musim pacekik, tapi orang yang punya tidak mau makan daun ini nanti kekuatan jimatnya hilang.

    Sungguh daun ini punya manfaat yang luar biasa dan gampang ditanam biar di batu karang pun dia tumbuh

    Tuhan memberkati,gbu. Amen

  19. maria Says:

    Saya jadi teringat waktu saya sekolah dulu. Saat nggak ada uang untuk beli sayur, hanya daun kelor saja yang tumbuh di samping asrama…. Ternyata daun marungge lebih bergizi dibanding dengan yang lainnya, lebih praktis, dan cepat matangnya, hanya 5 menit saja….

    • S Belen Says:

      Maria, Karena itu, sayur daun kelor atau marungge di Flores terkadang dibilang sayur 5 menit. He he he. Maitua (istri) selalu menyediakan teh daun kelor bagiku dan sering kami beri kepada tetangga dan teman-teman. Diminum seperti minum teh, dicampur gula juga bagus. Ke wilayah timur Indonesia, sering kami dorong guru-guru agar melatih siswa membuat teh daun kelor yang diminum tiap hari sebelum ke sekolah. Ini akan sangat membantu mengatasi masalah kekurangan gizi dan gizi buruk anak-anak.

      Betapa sulit mencari daun kelor di Jakarta karena ada asosiasi ini daun untuk memandikan jenasah. Kalau ada pasokan daun kelor secara teratur, ada niat saya dan istri untuk memproduksi teh daun kelor yang dibungkus dengan package yang menarik dan dijual supermurah ke berbagai daerah di tanah air untuk membantu menyembuhkan beragam penyakit (sekitar 300 penyakit menurut WHO), terutama untuk mengatasi kekurangan gizi anak-anak. Setelah sukses memproduksi dan menjual ramuan herbal Sano untuk sakit jantung, darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes dan sakit ginjal, diversisikasi produk menjadi Sano teh daun kelor akan lebih lancar pemasarannya ke daerah-daerah karena tak terhambat penolakan barang cair oleh maskapai penerbangan seperti ramuan herbal Sano berupa cairan. Tiki, JNE, dan kantor pos bisa menjadi agen pengirim sampai ke alamat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: