Pastor dan anggota koor masuk surga?

Seorang pastor meninggal dunia. Ketika sampai di pintu surga, malaikat bertanya kepadanya: “Apa pekerjaanmu di bumi?” Jawab pastor, “Melayani di Bajawa (Flores). Ia pun dipersilahkan masuk. Lalu datang tiga orang malaikat bertanya kepada tiga orang yang menghadap di pintu surga: “Apa kerja kalian di bumi?” Jawab mereka, “Kami Trio Singers di gereja.” Lalu, malaikat menyuruh mereka bernyanyi dan mereka pun mulai bernyanyi: “Iki mea e, iki mea e ….” Tiba-tiba malaikat berteriak, “Wala, lagu enak la…. Ternyata malaikat itu orang Bajawa. Pantas, banyak orang Bajawa masuk surga. He he he.

Apa arti Iki mea e? Itu artinya seekor burung yang pemalu. Sebuah tarian nagekeo (sebuah kabupaten baru di Flores tengah) dengan lagu Iki Mea sangat mendukung gerak tarian. Tari ini lebih bersemangat dari tari tandak Gawi dari Kabupaten Ende-Lio atau Dolo-dolo dari Flores Timur. Tari ini sama bersemangat seperti tari Jai (Ende-Lio). Tari ini sedang trendy di Flores, NTT. Tari ini mengungkapkan syukur, kegembiraan kalangan muda-mudi. (Kiriman Pak Stef Rossi dari Ende).

Kalau kami bertugas ke Bajawa, misalnya menatar di Kemah Tabor, akan saya usulkan peserta Ngada dan Nagekeo menari tandak dengan lagu Iki Mea. Biar waktu menghadap di pintu surga, kami bisa bernyanyi Iki mea e.

Jika di pintu surga, ternyata malaikatnya pakai kain Timor, lagu apa yang enak didengar? Pasti lagu “Ote be ona na”. Kalau orang Jawa? “Cucak Rowo: Kucoba-coba melempar manggis, manggis kulempar, mangga kudapat …”

Kalau malaikatnya orang Manggarai, Flores? Kalau malaikatnya orang Batak? Kalau malaikatnya orang Papua? ….

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Satu Tanggapan to “Pastor dan anggota koor masuk surga?”

  1. S Belen Says:

    Perkenankan membaca komentar yang dikirim ke emailku!

    Wah, orang Ende rupanya tidak ada satu pun di surga…lagu Lio tidak laku di surga rupanya…ha ha ha ha… (Ignas Iryanto, Jakarta)

    Bapak Sil, apakah sudah dapat lagu yang tepat untuk orang Manggarai ketika tiba di pintu gerbang surga? Masalahnya…., sudah banyak yang antri di luar gereja karena belum ada lagu pengiringnya. Hehehe, selamat bertugas. God bless you. (Sr Clarina, Ende)

    Terima kasih pak Belen. Aku mau nambah. Kalau “Malaikatnya orang Manggarai, pasti mereka nyanyi Lagu “Nuk Nacage”, artinya ingat pacar bagi muda-mudi dan menari caci dengan berbusana daerah yang telajang dada itu. (Boni, Seram, Maluku)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: