Doa seorang penambang batu bara bagi semua penambang

Tiap hari, di seluruh dunia ada orang-orang baik laki-laki maupun perempuan yang mempertaruhkan hidupnya dalam risiko amat berbahaya untuk memanen batu bara dan komoditas lain yang membuat hidup Anda kian cerah dan menyediakan sekian banyak “keperluan” hidup.

Marilah kita luangkan satu menit untuk mengenang mereka di seluruh dunia yang telah memberi hidupnya sewaktu bekerja di dalam, bukan hanya pada tambang batu bara, tapi pada semua lubang aneka-jenis tambang yang lain.

Penambang mangan di Timor

Penambang mangan bersama anaknya di Timor

Lihatlah tangan-tangan ini, Tuhan,

Semuanya tercabik dan kasar.

Wajahku menakutkan dengan kotoran batu bara

Bahasaku keras

Tapi, Dikau tahu dalam hati, Tuhan,

Bermukim jiwa seorang manusia

Yang berjuang mencari nafkah

Yang hanya segelintir orang mampu lakukan

Sulfur dan debu batu bara

Dan keringat di keningku,

Agar hidup seperti seorang kaya,

Yang tak pernah belajar caranya

Tapi, jika engkau sampai ke satu sudut

Ketika kerjaku diselesaikan,

Aku mungkin bangga hidup

Bertetangga denganmu.

Tiap subuh ketika aku bangun, Tuhan,

Aku tahu semuanya baik…

Aku hanya hadapi satu hal:

Sebuah lubang neraka

Untuk menggaruk demi hidup

Yang terbaik yang aku bisa

Tapi di dalam hati ini

Bermukin jiwa seorang manusia

Dengan sapuan wajah hitam

Dan tangan-tangan kasar tak berperasaan,

Kami merambah lorong-lorong gelap,

Untuk memulai pekerjaan kami

Bekerja membanting tulang

Tatkala kami memanen batu bara

Kami berdoa dalam sunyi,

Tuhan, panenlah jiwa-jiwa kami

Hanya di satu sudut dalam Surga

Ketika aku menjadi terlalu tua

Dan punggungku tak dapat digerakkan, Tuhan,

Untuk mendorong batu bara

Angkatlah aku dari lubang, Tuhan.

Di mana mentari tak pernah bersinar,

Karena mungkin letih

Di bawah sana di lubang tambang.

Tapi mungkin itu aku, Tuhan.

Walau tiada kekayaan yang aku tunjukkan,

Walau capek dan letih.

Aku hanya ingin tahu

Ketika Segel Besar dihancurkan

Halaman demi halaman akan menceritakan

Bahwa aku telah menggunakan

Waktuku di neraka.

Oleh  Margie McAlaster

http://www.topix.com/forum/business/mining/T3Q10KF6MHPJLJFG3

Aktivitas pertambangan di NTT di bawah payung izin kuasa tambang tanpa meminta persetujuan penduduk lokal dan tanpa amdal

Para pemilah mangan di Manggarai, Flores

Para penambang mangan di Timor yang tidak memakai kacamata, sarung tangan, dan topi pelindung, bahkan mengikutsertakan anak tanpa menyadari risiko bahaya aneka-penyakit.

Iklan

bacon

heart-attack

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

Sano jantung koroner

Kartu nama Yuni 2

Tag: , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: