Insiden dalam penyambutan Obama & mengapa hadirin di UI dan rakyat Indonesia terbius?

Obama & ibunya waktu kecil di Jakarta

Penyambutan Obama memperlihatkan, banyak orang-orang di inner circle SBY yang tampil seolah-olah profesional tapi tak bisa berpikir dan bertindak dalam situasi kritis.

Lihat saja waktu Obama dan Michelle turun dari pesawat, tidak ada payung yang disiapkan. Semua pejabat yang antri menyambut tampak begitu bego dan naif, tak bisa berbuat apa-apa sambil berdoa mudah-mudahan hujan lebat tidak turun menghantam. Apakah Obama dan Michelle harus membawa payung dari dalam pesawat? Siapa tamu dan siapa penyambut? Untung hujan deras tidak segera turun.

Menurut keluarga di Yogya, Barry doyan makan daging ayam. Satu ayam besar dapat dihabiskannya sendirian.

Barry si kidal ompong waktu gigi susunya tanggal. Orang kidal itu memang kreatif dan suka banyak akal dan suka aneh. Petinju kidal, pemain bola kiri luar sering membuat bingung lawan main.

Di Istana Negara juga tak disediakan payung ketika Obama dan istrinya keluar dari mobil. Lalu, terjadi insiden yang memalukan. Dino Patty Jalal menarik-narik istrinya berlari ketika Obama, SBY, dan kedua ibu negara hendak melintas. Waktu jamuan makan kenegaraan, SBY tidak mempersilahkan Obama menemui dan berjabatan tangan dengan Megawati. Obama yang dalam lirikannya melihat Megawati langsung datang menghampirinya.

Ya, insiden kecil begini memperlihatkan betapa kita kurang profesional dan tak terbiasa bersikap dan bertindak tepat tatkala kondisi kritis menuntut keputusan dan tindakan cepat. Di balairung UI, ternyata banyak hadirin yang kurang jelas mendengarkan pidato Obama karena sound system-nya jelek.

Ya, by the way, kasihan Presiden Austria yang datang bersamaan waktu dengan Obama padahal kerja sama dengan Austria mungkin lebih signifikan bermanfaat bagi Indonesia. Pemberitaan tentangnya tenggelam dalam euforia menyambut Obama.

Pidato Obama hanya 30 menit tapi hadirin terbius. Mengapa? Obama memang orator ulung dan ahli psikologi terapan yang hebat. Setengah jam ia bicara dan tampil memukau dengan seluruh pengalaman kiatnya merebut hati hadirin dan penonton. Ia mulai dari cerita tentang dirinya, tentang Jakarta, kemudian tentang Lolo Soetoro dan ibunya yang mencintai Indonesia, dengan selipan kata-kata bahasa Indonesia yang terpilih dan tentu telah dilatihbagaimana mengucapkannya dengan tepat, semuanya bertolak dari egosentrisme hadirin, kepentingan diri dan minat hadirin.

Bersikap dan bertindak seperti orang muda waktu muda belia

Kata-kata pujian mengalir dan meluncur dari mulutnya tentang Indonesia yang hebat, tentang Sarinah dan gedung-gedung pencakar langit, tentang becak, bemo, dan sate dan bakso, dan terutama tentang Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila serta toleransi seperti yang ia pelajari dari ayah tirinya, dari guru dan teman-teman sekolahnya dan dari orang-orang yang mampir di rumahnya.

Menjadi pejabat apalagi presiden negara adidaya, kekuatan tubuh Anda harus prima

Jika Anda bicara atau berpidato, hadirin hanya menangkap 7% dari kata-kata yang Anda ucapkan, 38% dari suara Anda, intonasi dan dinamika suara Anda, dan siswanya 55%, lebih dari separuh dari bahasa tubuh Anda (mimik, senyuman, body language). Obama benar-benar menunjukkan body language yang hebat sejak ia naik ke panggung sampai turun berjabat tangan dengan undangan pada barisan depan di bawah. Suaranya ya hebat sekali. Dari orator hebat seperti John F Kennedy, Bill Clinton, bahkan Winston Churchill dan Soekarno, suara Obama lebih bagus karena ada nada bariton dan bas, vibrasi suaranya hebat. Mungkin hanya suara Martin Luther King yang mengalahkan bius suara Obama. Ya, inilah suara khas orang hitam Afro-American, Afro-British, dan suara Obama telah dipoles melalui latihan kontinu.

Bahasa tubuh orang optimis memandang ke depan dan memperjuangkan cita-cita. Sejak kelas 3 di SD Asisi, Tebet, Obama sudah mengarang cita-citanya ingin menjadi presiden. Tidak ada yang tak mungkin di dunia ini. Tergantung Anda mengarahkan otak Anda ke mana harus berpikir dan bertindak.

Nah, ini semua membuat 5000 hadirin di UI terbius. Dan, itu kan sedikit sekali dibandingkan dengan kampanye Obama dalam proses Pemilu presiden. Dua ratus lima puluh ribu orang dibuat terpukau, terbius karena kehebatan Obama sebagai orator.


Salam Obama

Advertorial

900x900px-LL-92a6f817_girls-football-trick-animation

heart-attack

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

Sano mencegah serangan jantung

Kartu nama Yuni 2

Tag: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: