Archive for November, 2010

Dapatkah derita dihindari?

November 16, 2010

Siapa saja benalu di “pohon” pendidikan Indonesia?

November 16, 2010

 

Nasihat tidak berguna bagi 3 dari 4 anak

November 16, 2010

 

Coba kalo Obama di masa kecilnya di Nagi Flores

November 14, 2010

Untung Obama masa kecilnya di Jawa, coba kalo di Nagi (Larantuka, Flores), pasti dia pidato, Thank you for the RW, jagong titi, ubi, kemangi n the rumpu rampe, ikan sembe … Semuanya enak! Let’s toast with the arak n the tuak…. I like that!”

Coba kalo di masa kecilnya Obama di Padang

November 14, 2010

Untung Obama masa kecilnya di Jawa, coba kalo di Padang, pasti dia pidato, Thank you for the rendang n daun singkong, the tunjang or kikil, gule kepala kakap, the cumi-cumi, the sop iga n the sambal cabe ijo… Semuanya enak! Let’s toast with the air putih saja…. I like that!”

Insiden dalam penyambutan Obama & mengapa hadirin di UI dan rakyat Indonesia terbius?

November 11, 2010

Obama & ibunya waktu kecil di Jakarta

Penyambutan Obama memperlihatkan, banyak orang-orang di inner circle SBY yang tampil seolah-olah profesional tapi tak bisa berpikir dan bertindak dalam situasi kritis.

Lihat saja waktu Obama dan Michelle turun dari pesawat, tidak ada payung yang disiapkan. Semua pejabat yang antri menyambut tampak begitu bego dan naif, tak bisa berbuat apa-apa sambil berdoa mudah-mudahan hujan lebat tidak turun menghantam. Apakah Obama dan Michelle harus membawa payung dari dalam pesawat? Siapa tamu dan siapa penyambut? Untung hujan deras tidak segera turun.

Menurut keluarga di Yogya, Barry doyan makan daging ayam. Satu ayam besar dapat dihabiskannya sendirian.

Barry si kidal ompong waktu gigi susunya tanggal. Orang kidal itu memang kreatif dan suka banyak akal dan suka aneh. Petinju kidal, pemain bola kiri luar sering membuat bingung lawan main.

Di Istana Negara juga tak disediakan payung ketika Obama dan istrinya keluar dari mobil. Lalu, terjadi insiden yang memalukan. Dino Patty Jalal menarik-narik istrinya berlari ketika Obama, SBY, dan kedua ibu negara hendak melintas. Waktu jamuan makan kenegaraan, SBY tidak mempersilahkan Obama menemui dan berjabatan tangan dengan Megawati. Obama yang dalam lirikannya melihat Megawati langsung datang menghampirinya.

Ya, insiden kecil begini memperlihatkan betapa kita kurang profesional dan tak terbiasa bersikap dan bertindak tepat tatkala kondisi kritis menuntut keputusan dan tindakan cepat. Di balairung UI, ternyata banyak hadirin yang kurang jelas mendengarkan pidato Obama karena sound system-nya jelek.

Ya, by the way, kasihan Presiden Austria yang datang bersamaan waktu dengan Obama padahal kerja sama dengan Austria mungkin lebih signifikan bermanfaat bagi Indonesia. Pemberitaan tentangnya tenggelam dalam euforia menyambut Obama.

Pidato Obama hanya 30 menit tapi hadirin terbius. Mengapa? Obama memang orator ulung dan ahli psikologi terapan yang hebat. Setengah jam ia bicara dan tampil memukau dengan seluruh pengalaman kiatnya merebut hati hadirin dan penonton. Ia mulai dari cerita tentang dirinya, tentang Jakarta, kemudian tentang Lolo Soetoro dan ibunya yang mencintai Indonesia, dengan selipan kata-kata bahasa Indonesia yang terpilih dan tentu telah dilatihbagaimana mengucapkannya dengan tepat, semuanya bertolak dari egosentrisme hadirin, kepentingan diri dan minat hadirin.

Bersikap dan bertindak seperti orang muda waktu muda belia

Kata-kata pujian mengalir dan meluncur dari mulutnya tentang Indonesia yang hebat, tentang Sarinah dan gedung-gedung pencakar langit, tentang becak, bemo, dan sate dan bakso, dan terutama tentang Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila serta toleransi seperti yang ia pelajari dari ayah tirinya, dari guru dan teman-teman sekolahnya dan dari orang-orang yang mampir di rumahnya.

Menjadi pejabat apalagi presiden negara adidaya, kekuatan tubuh Anda harus prima

Jika Anda bicara atau berpidato, hadirin hanya menangkap 7% dari kata-kata yang Anda ucapkan, 38% dari suara Anda, intonasi dan dinamika suara Anda, dan siswanya 55%, lebih dari separuh dari bahasa tubuh Anda (mimik, senyuman, body language). Obama benar-benar menunjukkan body language yang hebat sejak ia naik ke panggung sampai turun berjabat tangan dengan undangan pada barisan depan di bawah. Suaranya ya hebat sekali. Dari orator hebat seperti John F Kennedy, Bill Clinton, bahkan Winston Churchill dan Soekarno, suara Obama lebih bagus karena ada nada bariton dan bas, vibrasi suaranya hebat. Mungkin hanya suara Martin Luther King yang mengalahkan bius suara Obama. Ya, inilah suara khas orang hitam Afro-American, Afro-British, dan suara Obama telah dipoles melalui latihan kontinu.

Bahasa tubuh orang optimis memandang ke depan dan memperjuangkan cita-cita. Sejak kelas 3 di SD Asisi, Tebet, Obama sudah mengarang cita-citanya ingin menjadi presiden. Tidak ada yang tak mungkin di dunia ini. Tergantung Anda mengarahkan otak Anda ke mana harus berpikir dan bertindak.

Nah, ini semua membuat 5000 hadirin di UI terbius. Dan, itu kan sedikit sekali dibandingkan dengan kampanye Obama dalam proses Pemilu presiden. Dua ratus lima puluh ribu orang dibuat terpukau, terbius karena kehebatan Obama sebagai orator.


Salam Obama

Advertorial

900x900px-LL-92a6f817_girls-football-trick-animation

heart-attack

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

Sano mencegah serangan jantung

Kartu nama Yuni 2

Video anak-anak SD di tanah Batak bermain jual-beli

November 10, 2010

Gambar dari video

Batak primary school children of Sipoholon, North Tapanuli in North Sumatra, Indonesia play buy and sell game in traditional market in an outdoor school assembly.

 

Anak-anak SD Garaga di Sipoholon, Tapanuli Utara bermain jual-beli di pasar dalam school assembly di lapangan. Ini adalah salah satu contoh kegiatan dalam upaya pengembangan SD model dalam manajemen berbasis sekolah (MBS) dan belajar aktif (PAKEM) pada 3 SD di Sipoholon, Tapanuli Utara, Sumatra Utara yang disponsori Penrbit Erlangga.

Please click this video!

http://www.youtube.com/watch?v=jzYxUZi54Es&feature=BF&list=UL&index=5

Selamat menyaksikan!

Video Permainan tumbuk-tumbuk belanga populer di tanah air

November 10, 2010

Gambar Video Tumbuk-tumbuk belanga

This is a popular game of Indonesian children with different versions across the archipelago. Here primary teachers in Ambon combine this game with maths questions to make children feel that mathematics is interesting and learning mathematics is a fun.

(Tumbuk-tumbuk blanga adalah permainan anak-anak yang populer di Indonesia dengan beragam versi. Dalam permainan ini, guru-guru SD di Ambon memasukkan soal Matematika agar siswa tertarik belajar matematika dan yakin bahwa belajar matematika itu menyenangkan).

Please click this video!

http://www.youtube.com/watch?v=8TiC9mplz4g&feature=BF&list=UL&index=4

Selamat menyaksikan!

Video Singing skipping Lompat tali & nyanyi di Ambon

November 10, 2010

Video Singing skipping Lompat tali & nyanyi.MPG

Primary teachers in Ambon, Maluku, Indonesia are skipping while singing maths song during active learning training conducted by Save the Children in Indonesia. This is an example of singing games introduced to be practised in schools.

 

(Guru-guru SD di Ambon sedang melompat tali sambil bernyanyi matematika dalam pelatihan belajar aktif. Permainan bernyanyi akan diterapkan di sekolah)

Please click this video!

http://www.youtube.com/watch?v=tJxEFKQ7S1s&feature=BF&list=UL&index=3

Selamat menyaksikan!

Video Gaba-gaba dance by Mangunan Primary School teachers in Yogyakarta

November 10, 2010

Gaba-gaba dance by Mangunan Primary School teachers in Yogyakarta, Indonesia, played during Merapi Volcano eruption (participants using masker). This singing game can be used for child trauma healing in refugee camps.

 

(Guru SD Mangunan sedang berlatih tari gaba-gaba. Tarian ini diterapkan dalam upaya membantu anak-anak yang mengalami trauma akibat letusan Merapi)

Please click this video!

http://www.youtube.com/watch?v=ANeXFq5Aoso&feature=BF&list=UL&index=2

Selamat menyaksikan!