Archive for Mei, 2010

Mengapa kita pelit memberi pujian?

Mei 25, 2010

Ada satu gejala perilaku orang Indonesia. Jika kita memuji salah seorang teman, lebih sering kita dengar tanggapan: Ya, ya, tapi dia … (menyebutkan kelemahannya).

Kalau kita lihat perilaku guru-guru kita dari SD s.d. PT tampaknya mereka pelit sekali memberi pujian. Di sekolah ada gejala, jika seorang siswa dipuji beberapa guru, lalu kemudian guru-guru yang lain dan kemudian para siswa, banyak orang ramai-ramai seperti koor memuji siswa itu, tapi kasihan mayoritas siswa yang lain, di sekolah hidup merana tanpa pujian. Kalau seorang siswa sering direndahkan guru, guru-guru lain ikut merendahkan dan kemudian para siswa lain ramai-ramai seperti koor ikut merendahkan siswa itu. Mungkin itu latar belakang mengapa orang kita jarang memuji orang lain.

Pujian atau hinaan orang tidak mengubah tingkat kebaikan / keburukan seseorang, Ia akan berada pada status apa adanya, tidak tambah baik atau tambah buruk. Namun, menurut hasil riset otak, otak manusia secara alamiah membutuhkan kata-kata positif, kata-kata pujian dari orang di sekitar.

Ada orang yang menilai bahwa orang Inggris itu kalau memberi pujian cenderung superlatif, dilebih-lebihkan. Sekali dengan teman-teman mahasiswa di London, kita kumpul rayakan hari ulang tahun seorang teman wanita. Saya cuma bawa sebotol anggur Prancis yang murah. Lho, kok mereka puji anggur yang saya bawa, katanya enak sekali, padahal anggur yang mereka bawa lebih mahal dan jelas lebih enak. Saya cuma malu sendiri, mendapat pujian yang tak sepantasnya. Tapi, itulah ciri masyarakat Barat, hidup mereka dari masa kanak-kanak sampai tua selalu berada dalam udara haruam wangi pujian. Di sekolah-sekolah yang saya kunjungi tak pernah saya dengar kata stupid, silly, bad, naughty, apalagi bullshit dari mulut seorang guru. Kalau ada anak yang lemah daya tangkap sang guru tarik kita ke belakang dan sambil berbisik mengatakan anak itu agak lemah, tapi dia bagus dalam …

Nah, dari mereka saya belajar cara mengeritik, “burger appraisal”. Burger itu terdiri dari lapisan atas roti, lapisan tengah sayuran dan daging, dan lapisan bawahnya roti lagi. Jika ingin mengeritik, pertama angkat dulu, puji hal-hal yang positif (roti lapisan atas), lalu sebut satu hal negatif (lapisan sayuran dan daging), tapi jangan lupa diakhiri dengan puji lagi satu hal positif (lapisan roti bagian bawah). Kalau kita angkat orang lalu banting. Kalau mereka, angkat-banting-angkat lagi. Jadi yang dikritik tidak merasa tersinggung.

Burger appraisal saya kenalkan kepada para guru. Guru-guru orang Jawa usul pakai tahu isi saja karena burger tak begitu dikenal. Guru-guru kita cenderung bukan angkat-banting, tapi banting-banting-banting dengan kata-kata kepada siswa-siswa: bodoh, dungu, otak udang, bego, oon, bandel, anjing, babi, monyet, dst., dst. Kosa kata negatif kita jauh lebih banyak dari kosa kata pujian.

Agar cantik / tampan, jangan bangga …

Mei 20, 2010

Renungan:

Ternyata manusia itu nggak ada hebatnya, lho?!

Jangan bangga dengan kecantikanmu atau ketampananmu, karena pada akhirnya akan menjadi TULANG.

Jangan bangga dengan pakaian mewah karena pakaian terakhir adalah KAIN KAFAN.

Jangan bangga dengan mobil dan motormu karena kendaraan kita yang terakhir adalah MOBIL JENAZAH.

Jangan bangga dengan tempat tidur yang empuk karena tempat tidur terakhir adalah TANAH.

Jangan bangga dengan rumah mewah karena rumah terakhir adalah KUBUR.

Jangan bangga dengan titel karena titel kita yang terakhir adalah ALMARHUM.

Di dunia ini tak ada yang sempurna dan abadi.

(Kiriman Stef Rossi, Ende, Flores, NTT)

Jangan bangga dengan istrimu yang cantik atau suamimu yang tampan karena pada akhirnya ia akan menjadi kerangka tulang di dalam kubur.

Jangan bangga dengan uangmu yang berlimpah karena waktu walaupun uang betapa pun banyaknya yang ditaruh dalam peti jenazah atau liang kuburmu tokh tak bisa dibelanjakan.

Jangan bangga dengan berhektar-hektar tanahmu karena kubur sebagai tanah terakhir yang akan Anda huni dapat saja digusur orang yang masih hidup.

Jangan bangga dengan kekuasaanmu karena akhirnya dirimu yang telah jadi jenazah tak mampu Anda kuasai.

Jangan bangga dengan kemampuanmu berkeliling dunia karena setelah menempati “rumah” masa depan (kubur), Anda tidak bisa ke mana-mana lagi.

Jangan bangga dengan kerajaan bisnis yang Anda bangun karena akhirnya Anda tidak bisa berbisnis lagi dari “rumah” masa depanmu.

Silahkan pembaca menambahkan kalimat yang lain dalam komentar di blog ini. Terima kasih.

Laki-laki itu burung … Wanita itu burung …

Mei 18, 2010

Membaca puisi pada bagian akhir posting ini membuat kami berefleksi soal burung, membuat pertanyaan tentang burung.

Maukah kita …?

Maukah kita menjadi burung hantu yang semakin banyak melihat semakin sedikit berbicara dan semakin sedikit berbicara semakin banyak mendengarkan?

Maukah kita menjadi burung beo yang semakin besar semakin cerewet dan semakin cerewet semakin menyebalkan?

Maukah kita menjadi burung walet yang semakin banyak semakin beribut dan semakin beribut semakin banyak membuang ludah dan semakin banyak membuang ludah semakin kaya yang empunya burung?

Maukah kita menjadi burung kakatua yang semakin tua semakin menarik jambulnya dan semakin menarik jambulnya semakin banyak jagung yang dimakan dan semakin banyak jagung yang dimakan semakin membuat petani menderita?

Maukah kita menjadi telur burung puyuh yang semakin kecil semakin banyak gizinya dan semakin banyak gizinya semakin menyehatkan anak manusia?

Maukah kita menjadi burung pelikan yang semakin banyak ikut berbaris semakin kompak jalannya dan semakin jauh terpisah dari barisan semakin bingung hendak berjalan ke mana?

Apakah laki-laki itu burung …?

Lukisan Kahlil Gibran

Apakah wanita itu burung …?


Apakah laki-laki itu burung hantu yang hanya berbicara 25 ribu kata dalam sehari sedangkan wanita itu burung beo yang berbicara 50 ribu kata dalam sehari? Dua kali lipat dari burung hantu?

Apakah wanita itu burung cendrawasih yang jika tersenyum sayap-sayapnya mekar memperlihatkan warna-warni sayap yang mempesona sedangkan laki-laki itu kelelawar yang suka makan buah-buah ranum lalu meninggalkannya tersobek dan terluka?

Apakah laki-laki itu burung rajawali yang gampang tertembak sedangkan wanita itu burung gereja yang sulit tertembak?

Apakah wanita itu burung pelikan yang rela memberikan darah kepada anak-anaknya dengan mengorbankan nyawanya sedangkan laki-laki itu burung bangau yang hanya berdiri dengan satu kaki tapi mudah mencaplok ikan-ikan kecil di laut dangkal?


Apakah laki-laki itu burung puyuh yang jika diburu larinya kencang dan tiba-tiba menghilang entah ke mana sedangkan wanita itu burung pipit yang terbang ke dalam kamar tanpa takut ditangkap karena keluguannya?

Ikutilah kisah nasib burung berikut ini!

TANPA  JUDUL 201

Oleh Martin Bhisu

Bernyanyilah kepada hatiku
burung-burung di menara hotel,melepas rindu
kembali ke lembah dan ngarai, habitatmu seperti dulu
tapi selalu kau tinggalkan lagu yang sama di hatiku, nada sendu.

Burung-burung apa yang bernyanyi di sana?
Tutuplah mulut mereka!
yang menyayat hati dengan gundah gulana
tak tahan lagi, bait-bait lagu yang mengiris sukma.

Kian lama nyanyian mereka memenuhi hidup memelas
seperti titik-titik air yang perlahan jatuh kedalam gelas
tumpah ruah, membasah, tak mengalir deras
tapi nyanyian itu semakin lama semakin keras.

Dan aku turut bernyanyi
lagu yang lunglai
hingga hati tak terurai
terlebur dalam nyanyian burung berderai.

Nyanyian penyesalan jatuh di tanah
amukan diriku tanpa gairah
entah bernyanyi, entah berpasrah
bertekuk lutut, pun maju selangkah.

Burung-burung berkicau, menangis
burung-burung menangis, airmata gerimis
hati yang lumpuh, menepis
rindu kembali ke gunung terkikis.

Guayaybi, PARAGUAY, 23 de abril de 2010.

The latest technology: Kreasi kombinasi teknologi dan seni

Mei 14, 2010

Perkembangan teknologi yang terpadu dengan seni terus diciptakan negara-negara Asia, seperti Taiwan, Korea, China, dan Jepang. Silahkan download file berikut ini!

THE_LATEST_TECH_

Kiriman Rudy Us’Abatan dari Taiwan.

From Flores with love: Sebuah contoh kebijakan inovasi untuk meningkatkan mutu siswa NTT yang terpuruk

Mei 14, 2010

Beratraksi menyilangkan tangan membentuk tanda kali, membentuk tanda tambah, kurang, dan bagi saambil menggunakan 1o jari tangan untuk melakukan operasi bilangan, sambil bergoyang badan.

Membuat hipotesis dan melakukan percobaan “Melayang, terapung, dan tenggelam” di tepi pantai.

Besoknya siswa guru langsung mempraktikkan ide baru yang kemarin dipelajari dalam inhouse training. Siswa membuat hipotesis dan melakukan perocobaan “Melayang, terapung, dan tenggelam”.

Hari-hari ini orang NTT di provinsi ini dan di luar NTT, bahkan sampai di mancanegara diliputi rasa malu luar biasa karena hasil UN SMA & SMK serta SMP tahun 2010 ini benar-benar mencapai titik nadir setelah presentase kelulusan siswanya berbeda amat jauh dari provinsi yang menduduki ranking ke-32 nasional sebelum NTT pada ranking ke-33. Sebenarnya proses kemerosotan ini telah berlangsung sekian lama. Dan, sekarang ternyata lebih jelek dari Papua yang biasa dikenal dulu menempati urutan ekor!

Salah satu faktor penyebabnya adalah mutu pendidikan SD yang amat rendah. Hasil penelitian kemampuan baca-tulis-hitung (Calistung) siswa SD pada sejumlah kabupaten di NTT, yang dilakukan para dosen FKIP Universitas Nusa Cendana Kupang, menunjukkan bahwa banyak siswa kelas 3 SD masih pada taraf menggambar huruf dan angka.

Basis pendidikan SD yang amat buruk akan tercermin dalam prestasi belajar siswa SMP dan SMA & SMK. Jika Calistung sebagai learning tools tak terbenahi bagaimana mengharapkan peningkatan mutu di sekolah menengah?

Para guru melakukan pelatihan di tepi pantai. Angin laut kaya oksigen dan deburan ombak meningkatkan kinerja otak.

Dari hasil analisis faktor penyebab amat rendahnya mutu pendidikan, salah satu langkah yang kami tempuh bersama World Vision Indonesia (WVI) adalah melakukan inhouse training di sekolah model. Salah satu upaya yang diprioritaskan adalah membenahi kemampaun Calistung melalui implementasi belajar aktif yang didukung kemampuan manajemen berbasis sekolah kepala sekolah dan ketua komite sekolah. Setelah para kepala sekolah dan guru SD model diberi contoh bagaimana melakukan inhouse training, diharapkan mereka meneruskan kebiasaan inhouse training melalui saling melatih antar-mereka secara internal di sekolah.

Dari hasil penelitian di Amerika Serikat, terbukti bahwa para siswa sekolah di slum areas yang melakukan inhouse training dalam waktu 4 tahun akan mengalahkan prestasi belajar siswa sekolah favorit di kota besar. Dalam inhouse training kontinu di sekolah, kepala sekolah, guru, dan fasilitas tidak diganti. Tetap. Siswanya juga tetap, demikian pula tingkat kemampuan ekonomi orang tuanya. Hanya dengan intervensi inhouse training, mutu sebuah sekolah yang terpuruk dapat diperbaiki dalam rentang waktu 2 s.d. 4 tahun.

Di Flores Timur, WVI ADP Flores Timur telah memilih 3 SD untuk dikembangkan menjadi SD model. Setelah model ini jadi, ke-3 sekolah ini bertanggung jawab mengembangkan 3 SD model yang lain. Tinggal direkrut kepala sekolah dan guru-guru yang menunjukkan kinerja yang hebat untuk mengembangkan sekolah lain dan berperan sebagai fasilitator penataran tingkat kecamatan / kabupaten dan dalam kegiatan kelompok kerja guru (KKG) di tingkat gugus sekolah.

Bekerja kelompok: Siswa berdiskusi dan belajar mengemukakan pendapat dalam suasana santai

Langkah terobosan WVI ini hendaknya diikuti langkah yang sama pada jenjang SMP serta SMA dan SMK. Di sinilah peran dinas pendidikan untuk mendorong dan membiayai proses inovasi untuk meningkatkan mutu.

Untuk memberi gambaran apa yang kami lakukan, perkenankan men-download file powerpoint ini. Inhouse training kali ini masih dalam bentuk gabungan dengan penataran karena diundang para kepala dinas pendidikan kecamatan, pengawas, kepala sekolah, dan guru dari 5 kecamatan dalam inhouse training di SD Lewotobi di kaki Gunung Lewotobi, Flores Timur, NTT.

Selahkan klik file powerpoint ini!

Guru-guru Flores mengubah diri

Siswa-siswa menari dalam school assembly di SD Lewotobi. Orang tua diundang menyaksikan pentas putra-putrinya.

Iklan

407c0438

heart-attack

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

https://sbelen.wordpress.com/2013/04/15/sano-ramuan-herbal-berkhasiat-mulai-bisnis-di-usia-62-tahun/

Gambar spanduk Sano

sano-kolesterol-tinggi

Kartu nama Yuni

Ganti sistem ujian nasional dengan menerapkan sistem open book test dan tes terstandar

Mei 8, 2010

Sistem ujian nasional kita hanya menjatuhkan sanksi tidak lulus kepada siswa tapi para guru, kepala sekolah, kepala dinas pendidikan provinsi, dan kabupaten / kota serta ketua yayasan pendidikan swasta terbebas dari sanksi.

Tiap anak dilahirkan dengan potensi otak menjadi manusia brilyan. Namun, cara mengajar dan mendidik guru yang kuno dan satu arah mengakibatkan siswa hanya duduk, dengar, catat, dan hafal. Sistem ujian nasional kita justru mendukung cara mengajar kuno ini melalui penggunaan model soal pilihan ganda yang kurang mendorong kreativitas berpikir dan kemampuan memecahkan masalah.

Di dunia ini tidak ada masalah belajar. Yang ada adalah masalah mengajar. Mengapa yang salah mengajar dan mengelola pendidikan tidak terkena sanksi apa pun. Mengapa hanya siswa yang menangis malu dan histeris lalu pingsan mendengarkan namanya termasuk dalam daftar peserta yang tidak lulus diberi sanksi tidak lulus? Adilkan ini?

Sistem ujian nasional sebenarnya mudah sekali diubah untuk menghindari tim sukses yang terdiri dari guru dan kepala sekolah serta pengawas memberikan jawaban kepada siswa setelah soalnya dikerjakan pendidik itu. Atau, siswa mendapatkan bocoran soal sebelum ujian nasional. Pakai saja bentuk soal uraian atau esai. Siswa diperbolehkan membawa buku pelajaran dan membukanya, juga rumus-rumus Matematika dan Fisika. Jika soal esai  yang disusun menuntut penalaran siswa, walaupun ia membuka buku pelajaran dan rumus tak ada gunanya ia membuka buku  karena tuntutan penalaran untuk menjawab soal. Mudah sekali, bukan?

Alternatif solusi yang lain adalah menerapkan tes terstandar (standardized test) yang juga dipakai di Amerika Serikat dan Inggris. Di tengah semester atau setelah satu semester atau satu tahun, di kelas-kelas tertentu di SD, SMP, dan SMA siswa diwajibkan mengerjakan tes terstandar yang dikerjakan dan diterbitkan serta didistribusi Pusat Penilaian Pendidikan Nasional Balitbang Kemdiknas. Dengan memeriksa hasil tes ini, guru dapat mendiagnosis kelemahan siswa dan selanjutnya melakukan perbaikan dalam proses belajar-mengajar.

Pada akhir tiap jenjang SMA siswa mengikuti ujian nasional namun tiap siswa diberi kebebasan memilih mengikuti ujian mata pelajaran yang dia kuasai dan sesuai dengan rencana studinya di perguruan tinggi. Ujian nasional ini hendaknya terdiri dari ujian tulis dan praktik. Jika ia ingin masuk fakultas kedokteran misalnya, ia hanya memilih mengikuti ujian mata pelajaran Kimia, Biologi, dan Matematika. Jika ia ingin masuk fakultas teknik, ia hanya ikut ujian Fisika, Matematika, dan mungkin Bahasa Inggris. Jika ia ingin masuk fakultas sastra, program studi sastra Inggris, ia hanya memilih ikut ujian mata pelajaran Bahasa Inggris, Sejarah, dan Antropologi atau Sosiologi. Dengan mengantongi nilai kelulusan mata-mata pelajaran tertentu ini, lulusan SMA langsung diperbolehkan mendaftar di perguruan tinggi. Apa susahnya sih menempuh alternatif solusi ini?

Karena konsep kita soal UN ini tidak matang dan tidak cerdas, tiap tahun kita saksikan tragedi siswa merasa gagal, kasus pembocoran soal dan jawaban, dan sederet masalah yang membuat siswa merasa trauma dan konsep kegagalan telah kita tanamakan dalam hati sanubarinya. Karena kita kurang cerdas berpikir, tiap tahun tak kunjung berhenti polemik tentang relevan atau tidak relevannya ujian nasional dipertahankan. Jika kami amati betapa susah dan keteter Mendiknas menjawab gugatan anggota DPR dan pertanyaan wartawan. Demikian pun, anggota DPR juga dibuat pusing mempersoalkan sistem ujian yang diskriminatif ini. Seharusnya think tank di Kemdiknas-lah yang mencari solusi yang tepat untuk memperbaiki sistem ujian nasional yang buruk ini. Namun, tampaknya tidak ada think tank itu. BSNP juga bingung hendak berbuat apa dan daripada memikirkan solusi yang lain, lebih baik jalankan sistem yang rutin. Sampai kapan kita terkurung dan tersandera oleh pola pikir konvensional ini?

Sebenarnya, contoh yang baik dari berbagai negara sudah ada. Kita tinggal belajar dari negara-negara itu. Tahun ini India mereformasi sistem ujiannya dan bentuk soal pilihan ganda itu telah mereka kuburkan dalam kubur tradisi pendidikan yang kuno. Sistem ujian nasional Singapura dan Malaysia jauh lebih baik karena ada ujian praktik di samping ujian tulis. Mengapa kita tidak cerdas dan seolah tak bisa melihat negeri tetangga dan meniru yang baik dari mereka? Quo vadis dunia pendidikan Indonesia?

Silahkan baca juga goresan puisi berikut ini!

TANPA JUDUL 192

Oleh Martin Bhisu

Negeriku Indonesia
negeri tumpah darah,
serta air mata rakyat jelata
di sana indahnya bentangan pulau
bersama gunung-gunung yang tinggi dan buas,
tumpukan revolusi anti-korupsi.

Negeriku Indonesia
negeri siang dan malam penuh teror
bayang-bayang kejahatan hingga melacuri mimpi
tentang darah dan keringat rakyat jelata yang mengalir
tumpah ruah di lautan duka,
anakmu menangis, tiada air mata
berjuang hingga tumpah darah, darah tiada.

Negeriku Indonesia
negeri anak-anak suka nyontek
pemerintah dan guru-guru dengan dedikasi yang luntur
menabur benih-benih korupsi sejak dini
hidup enak di negeri ini tanpa kerja keras
mengajar melukis garis-garis pembatas
agar generasi baru selalu berada di bawah garis kemiskinan.

Guayaybi, Paraguay, 07 de mayo de 2010

Kunjungilah posting yang berkaitan:

https://sbelen.wordpress.com/2013/04/20/bagaimana-ujian-nasional-un-di-belanda/

https://sbelen.wordpress.com/2013/04/17/sedih-menyaksikan-amburadulnya-ujian-nasional-un-tahun-ini/

https://sbelen.wordpress.com/2008/12/29/belajar-aktif-pakem-ujian-nasional-un-ibarat-air-dengan-minyak/

https://sbelen.wordpress.com/2011/08/08/mengapa-mutu-pendidikan-finlandia-terbaik-di-dunia/

https://sbelen.wordpress.com/2011/05/15/mengapa-peringkat-kelulusan-un-2011-siswa-smantt-tetap-di-nomor-buntut/

https://sbelen.wordpress.com/2011/01/11/3-tahun-banyak-siswa-tak-lulus-un-pecat-guru/

https://sbelen.wordpress.com/2008/07/30/tes-remidial-di-sd-sma-dan-sma-itu-salah-kaprah/

https://sbelen.wordpress.com/2008/07/09/mengapa-kita-memaksa-siswa-mempelajari-semua-mata-pelajaran/

https://sbelen.wordpress.com/2011/05/16/hasil-un-ntt-jeblok-tas-anak-sekolah-ntt-kempes/

 

 

Iklan

Rumah

Tekanan darah tinggi

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

https://sbelen.wordpress.com/2013/04/15/sano-ramuan-herbal-berkhasiat-mulai-bisnis-di-usia-62-tahun/

Gambar spanduk Sano

Sano darah tinggi

Kartu nama Yuni 3

Janganlah mendayung melawan arus: Didiklah anak sesuai apa maunya otak!

Mei 2, 2010

Atraksi musik biola oleh siswa SD 001 Sangata, Kutai Timur, Kalimantan Timur

Tanggal 1 Mei 2010 dalam rangka peringatan Hardiknas, diselenggarakan National Round Table Seminar dengan tema “Guruku hebat muridku luar biasa” di Sangata, Kutai Timur. Entusiasme guru hebat tapi panitia membatasi hanya menerima 2000 peserta yang datang dari seluruh kabupaten Kutai Timur.

Kami membawakan topik dengan judul seperti tertera di atas. Jika Anda ingin mengetahui ringkasan bahan yang kami sampaikan, silahkan klik file ini!

Didiklah anak sesuai kerja otak 2

Buatlah roket model baru dan lain. Membekali siswa dengan kreativitas dan kemampuan memecahkan masalah relevan untuk menantang kehidupan. Bukan menjejali mata pelajaran. Bukan anak untuk mata pelajaran.

Banyak peserta dari wilayah terpencil. Ada yang dari Sandaran, menempuh perjalanan laut dan darat 7 jam dengan mengerluarkan biaya transpsor Rp 3 juta dari kantong sendiri.

Di tengah keprihatinan dan rasa sedih yang meliputi korps pendidik karena merosotnya persentase kelulusan siswa-siswa SMA & SMK kabupaten ini yang tahun lalu mencapai 90% lebih, tahun ini terjun ke angka 55%, tema seminar ini cukup relevan. Dalam kunjungan perdana kami ke Sangata ini, kami ingin mendapatkan gambaran apakah penambangan batu bara di kabupaten ini telah menyejahterakan penduduknya. Jika Anda ingin mendapatkan gambaran suasana presentasi kami dan kesan kami soal tambang, silahkan klik file powerpoint ini!

Menyoal tambang & didik sesuai kehendak otak

Iklan

Nembak

Sakit maag

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

https://sbelen.wordpress.com/2013/04/15/sano-ramuan-herbal-berkhasiat-mulai-bisnis-di-usia-62-tahun/

Gambar spanduk Sano

Sano maag

Kartu nama Yuni 2

Ilmu barang dagangan: Guru apa ini?

Mei 2, 2010

DI HARIMU INI: Hari Guru. Tanpamu guru, aku tidak seperti sekarang. Tanpamu, tanpa perubahan. Tanpa peradaban. Tanpa ada yang jadi ‘manusia.’ Yah: Guru memanusiakan manusia. Tugas mulia sepanjang masa. Sebatas apakah cinta kami anak-anakmu yang telah kau ‘manusia’kan dengan susah-payah dan derai air mata?

1. DI HARIMU INI: HARI GURU

(Di hari guru: Minggu, 02/05/’10)

di harimu ini…

Hari Guru

kupersembahkan cuma sebuah lagu

kata-kata palsu

karena sesungguhnya aku mencintaimu sebatas wacana

karena sesungguhnya aku mencintaimu sebatas di dunia maya

tanpa tindakan nyata

tanpa memberimu kesejahteraan

oh Langit- Bumi dan Semesta

kembalikanlah aku ke dunia nyata

meyakini guru sebagai medan rahmat

sekolah dan pendidikan sebagai lahan pahala

janganlah dibuat segala-galanya komersial:

“sedikit-sedikit uang

apa-apa harus jadi komoditas

ilmu dijadikan bahan dagangan!”

oh Langit-Bumi dan Semesta

kembalikanlah…

kembalikanlah aku ke dunia nyata

sebelum tubuhku ini diseret kembali ke dunia maya

untuk selama-lamanya…

2. BILA SEJATI: LIHAT APA YANG TERJADI

(untuk: seorang guru perubahan: LKY*)

kau seorang guru…

sederhana dan lugu

bawaanmu tulus-suci-murni

tahun pertama diteriaki

tahun kedua dimaki

tahun ketiga dilempari api

tapi karena kau jujur dan sejati

dan karena watakmu berisikan konsistensi

semua caci-maki tiba-tiba berhenti

dan lihat: apa yang terjadi?

perubahan demi perubahan silih berganti

mengalir bagai anak sungai tanpa arah kembali

menyejukkan seluruh anak negeri

3. DNA PERUBAHAN

perubahan……

kapan kau menjadi DNA?

kapan kau tidak terus-terusan menjadi fatamorgana?

“ah, gampang!, kata seorang tetua bijak*

“ada ilmunya; ilmu perubahan!”

satu: harus ada niat

dua: biasakanlah niat jadi kenyataan

tiga: jadikanlah kenyataan itu sebuah tekad

empat: teruslah memegang dan menjalankan tekad

meski mendung-cerah-siang malam

maka akan berkibar bendera perubahan

begitu berkibar….

tak seorang pun yang kuasa menghentikannya

—–

oleh gerardus n bibang (anak seorang guru di pelosok-udik timur nusantara)

tmn aries, jkt, minggu, 02/05/’10: hari guru.

catatan:

  • LKY = Lee Kuan Yew; mantan PM Singapura; seorang guru; pembawa perubahan Singapura sehingga menjadi negara besar yang disegani dunia

tetua bijak= penutur dalam literatur filsafat timur, yang berkata: “the inner science of transformation: aspiration, habituation, commitment, consistency;” penulis menafsir empat hal ini sebagai DNA perubahan.

Waspada! Ada 13 penyakit yang rentan diderita guru

Mei 2, 2010

Siswa dan guru ke sekolah naik perahu penyeberangan

Himbauan dari Mendiknas dan Menkes RI:

Waspadalah terhadap 11 PENYAKIT yang rentan diderita GURU.

  1. TIPES: tidak punya selera.
  2. MUAL: mutu amat lemah.
  3. KUDIS: kurang disiplin.
  4. ASMA: asal masuk kelas.
  5. KUSTA: kurang strategi.
  6. TBC: tidak bisa computer.
  7. KRAM: kurang trampil.
  8. ASAM URAT: asal sampaikan materi urutan kurang akurat.
  9. LESU: lemah sumber.
  10. DIARE: di kelas anak-anak diremehkan.
  11. GINJAL: gaji nihil jarang aktif dan terlambat.
  12. MAAG AKUT: makan gaji buta suka utang
  13. USUS BUNTU: ujian sekolah susun sendiri bantu anak tatkala UN

Kirimkan kepada teman-teman guru karena penyakit ini amat berbahaya dan menular buat guru.

(Sumber: 1 – 11 kiriman Wilson Sitorus, 12 – 13 tambahan S.Belen)