Puisi untuk Like & Wahyu di hari bahagianya

Putri pertamaku, Like dan Wahyu suaminya

Menuju saat janji sehidup-semati

Menuju masa depan

Langkah anggun tangan bergandeng

Oleh Ronny Mng

Gerimis mengundang

Hujan rahmat

Sirami benih-benih cinta

Yang tersemai sekian waktu

Tumbuh subur,

Mekar berbunga

Warnai taman baru ini.

——————————–

Langkah anggun, tangan bergandeng

Satu hati, cerita cinta

Senyum terukir lirikan mata

Pada irama angklung tua

Paduan nada salam bahagia

Menuju pelaminan ucap janji

“Kita bukan lagi dua”

“Kita satu dalam cinta”

———————————

Di Taman Mini ini

Cerita cinta kita teguh erat

Dalam jamuan penuh persaudaraan

Ulurkan tangan berucap salam

Berpotret bersama

Kenangan nanti

Bahagia ini tak terlupakan

————————————-

Salam Bahagia

Ronny Nmg

Asunción-Paraguay

Bergandengan tangan

Pa Sil, ini untuk keluarga baru: LIKE WAHYU

Lembaran hidup baru dimulai
Ibarat bahtera yang mulai didayung
Kemudi hanya ada pada-Nya
Engkau Tuhan, bersama mereka

Walau kehadiranku tidak kelihatan
Apa daya kita berjauhan
Hanya Doa dan Ekaristi suci
Yang kupersembahkan di hari itu
Untukmu berdua, bahagialah selamanya!

——————————————————-
Atulolon from Poland
(Coretan LIKE WAHYU di atas lahir dari cerita berfoto yang dikirim, terima kasih berat buat bapaknya, banyak proficiat buat anaknya!).

Bersandar kepada doa

Mengikat janji

Selamat untuk Like dan Wahyu. Selamat atas jabatan barumu:  pemimpin. Wahyu jadi pemimpin untuk Like dan anak-anak kemudian. Like jadi pemimpin untuk Wahyu dan anak-anak kemudian. Selain selama ini, kamu sudah jadi pemimpin untuk hidupmu sendiri. Selamat saling memimpin! Sebuah kewajiban mulai karena saling memberi arah.  Gemes membayangkan, jika di tahun-tahun mendatang, ketika kamu dikaruniai anak, ‘jagoanmu’ ini tiba-tiba di suatu saat  meminta kepada kalian agar dia jadi bupati atau presiden, tanpa pilkada, tanpa KPU, tanpa seleksi, tanpa kampanye. Pokoknya, mau jadi bupati. Presiden! Pemimpin. Alasan ‘jagoanmu’: “saya kan dilahirkan untuk jadi pemimpin!” Apa jawaban kamu? Mungkin syair-syair berikut menyediakan sesuatu….! Untuk ‘jagoanmu’ kelak. Untuk dirimu berdua. Atau panggil om Gerard di Tmn Aries, nanti aku bisikkan syair-syair ini ke telinganya: ayo jagoan, pandanglah langit!”

Broer-gerardus bibang, svd-a, seanggota serikat dengan ayahmu, Cyril, svd-a:

Optimis menatap ke depan

Keluarga besar Belen di Jakarta

pandanglah langit

oleh gerardus n bibang

(petani humaniora)

———

seorang anak bertanya kepada ayahnya:

“saya mau jadi pemimpin

tanpa pilkada

tanpa kampanye

karena aku dilahirkan sebagai pemimpin!”

sambil memegang pundak anaknya

memandang ke langit angkasa

berkatalah ayah:

“anakku,

lihatlah langit!

memandanglah seperti  langit!

segalanya tanpa batas

tanpa pengkotakan

buatlah keputusan tanpa beban

tidak ada tempat bagi keragu-raguan

pemimpin dilahirkan untuk bertindak

supaya kemiskinan, ketidakadilan dan kebodohan segera dibabat

tanpa terang langit

kau akan seperti serdadu yang menembak kesetanan ke segala arah!”

mendengar itu

anak bertanya lagi:

“bagaimana kalau aku mau jadi koruptor?”

hidup enak, kaya raya!”

sambil mengusap keringat di dagunya

memandang ke bumi

berkatalah ayah:

“anakku,

pandanglah bumi!

bertindaklah membumi!

laksanakanlah hukum bumi :

bila menanam ketela, yah, dapatnya ketela

bila menanam mangga, yah, buahnya mangga

bila korupsi , yah, akan dicaci!

bila mengabdi, yah, akan dihormati

bila pura-pura, yah, akan dihujat!

bila ragu-ragu, yah, akan  di-wlungku*!

—————————————————

kata ayah lagi:

“anakku

memandanglah seperti langit!

bertindaklah seperti bumi!”

——————————————

tmn aries, 30/01/10 (sabtu sebelum misa natal/thn baru KKM)

catatan:

·         wlungku = tonjok

jari jemari saya menari-nari di atas kata-kata di bawah ini karena kata-kata seorang sahabat yang bernama: Syukur. hidupnya tidak pernah tanpa kata. kata-kata-nya memberi kehidupan. untuk orang lain. juga untuk dirinya. Syukur, kau luar biasa! ‘Syukur-Syukur’ lain, banyak. tidak hanya di pang lembor, waemata, malang, lekeba’i atau ndu’a ria. banyak. syukurku bagimu Syukur-Syukur! lantas saya tersadar: “hidupku tidak ada bedanya dengan Syukur. tiada hidup tanpa kata. maka, hati-hatilah dengan kata!” sebuah harapan timbul: semoga kata demi kata yang terucap setiap hari ‘menghidupkan orang lain. sanggen tedeng len, ameng (=sampai selama-lamanya, amin!).

broer- gb

Piala perjanjian menuju piala perjuangan

Syukur kepada-Mu, ya Tuhan. Kami serahkan diri kami ke dalam kasih setiaMU

kata untuk syukur

oleh gerardus n bibang

(petani humaniora)

awal mulanya kata

kata yang tinggal di antara kita

di hati dan lidah pengucap kata

katamu seberkas asa

justru di saat-saat serasa tidak punya harapan

katamu secercah cahaya

justru di saat-saat serasa tidak ada jalan ke luar

serasa terhanyut dalam arus lorong-lorong gulita

syukur bagimu kata

kita memang selalu tergantung pada kata

dari kata ke kata

merangkai harap dan cinta

mengolah suka dan duka

melintasi lima benua

menari-nari bersama mentari

yang datang dan pergi setiap hari

——————————————–

awal mulanya kata

kata itu di antara kita

—————————————————

tmn aries, 03/02/’10

Majulah dengan optimisme

Keluarga besar Jogjakarta

Keluarga besar Kediri

Keluarga besar Pusat Kurikulum Balitbang Kemdiknas

Keluarga besar Penerbit Erlangga

Merangkai harap & cinta

Aku dan 4 anak bersama kakek Turijan dan Andri serta ponakan dari Malang

Tag: , , , , , , , , , , ,

Satu Tanggapan to “Puisi untuk Like & Wahyu di hari bahagianya”

  1. Martín Bhisu Says:

    Salam, doaku untuk mereka sukses selalu.
    Saya kutip Ruben Dario, salah seorang penyair terkenal Amerika Latin:
    “supaya tak terpisahkan, jangan pernah coba untuk bersatu”.
    Hahaha… utk Like dan Wahyu harapanku: Supaya tak terpisahkan, setiap hari harus jatuh cinta kembali, tapi dengan orang yang sama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: