Mengapa Anda tidak mencoba model silabus & RPP gabungan 1 halaman berbentuk mindmap?

Ini adalah contoh silabus & RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) gabungan 1 halaman saja berbentuk mindmap dengan topik “TOKO”. Kini dalam berbagai penataran guru di daerah-daerah, seperti di Sipoholon, Tarutung, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, di Tentena, Poso dan di Palu, Sulawesi Tengah, di Flores Timur, di Ambon dan Masohi serta Seram Bagian Barat, Maluku, serta di Merauke Papua, kami perkenalkan sebuah model baru silabus & RPP 1 halaman berbentuk mindmap.

Peserta penataran berlatih melakukan observasi dan wawancara di toko di Kairatu, Seram Bagian Barat, Maluku.

Guru mencatat harga barang yang dipajang di toko.

Hanya dipilih percontoh (sampel) harga barang tertentu saja, terutama sembako.

Ternyata model baru yang kami perkenalkan ini disambut entusias para guru, kepala sekolah, dan pengawas di berbagai daerah. Format yang ditawarkan BSNP pada dasarnya hanyalah sebuah model alternatif. Dalam era otonomi sekolah, para guru bebas mengembangkan model silabus dan RPP yang paling mudah dan cocok dengan situasi dan kondisi mereka. Format silabus dan RPP yang datang dari Pusat bukanlah harga mati. Selain kitab suci agama, apa yang ditulis manusia dapat saja selalu diperbaiki, diadaptasi, dan dikembangkan model yang baru.

Suasana yang terekam dalam observasi kios di Masohi, Kabupaten Maluku Tengah 11 Maret 2010 lalu.

Tak ada toko atau “warung” kelontong, kios pun jadilah. Anak kemudian ditugaskan melakukan seperti yang telah dicobakan para guru, kepala sekolah, dan pengawas.

Guru dan kepala sekolah di Sipoholon, Tapanuli Utara, Sumatera Utara berpraktik observasi ke sebuah toko dekat sekolah.

Berlatih bertanya dan mencatat data kemudian membuat laporan observasi dan menulis sebuah karangan “Sehari dalam Kehidupan …” pemilik toko.

Guru-guru di Palu, Sulawesi Tengahini bangga menunjukkan model baru silabus dan RPP 1 halaman dengan topik “Setek”. Tidak perlu kerja dua kali dengan membuat silabus yang terpisah dengan RPP.

Jika punya komputer / laptop bisa pakai program mindmapping yang bisa didownload gratis dari internet.

Contoh mindmap topik Okulasi / Menempel. Pak guru di Palu, Sulawesi Tengah ini bangga menunjukkan hasil kerja kelompoknya.

Inilah contoh aktivitas belajar anak-anak SD Muhamadiyah 3 Palu, Sulawesti Tengah yang entusias belajar sambil bekerja sama sebagai salah satu contoh praktik kegiatan belajar yang dirancang dalam bentuk silabus & RPP 1 halaman berbentuk mindmap.

Bentuk mindmap meniru gambar sel otak yang terdiri dari inti sel dan percabangan neuron yang diikat dengan sinaps. Dengan mencamtumkan semua unsur silabus & RPP pada 1 halaman guru dapat melihat secara menyeluruh dan melihat hubungan antar-unsur. Digunakan beragam model huruf, gambar, warna-warni, dan kata-kata kunci sehingga dapat dilakukan asosiasi (hubungan) cepat dan berganda dengan gagasan-gagasan lain. Produksi gagasan baru dipicu oleh asosiasi antar-konsep, antar-kata, dan antar-kata dan gambar. Dari pengalamanku, gagasan kegiatan belajar dengan menggunakan mindmap jauh lebih kaya dan bervariasi. Sering muncul gagasan kreatif-tak terduga.

Tony Buzan telah memperkenalkan model mindmap sejak tahun 1995. Sejak waktu itu kini banyak guru di mancanegara telah memanfaatkannya, banyak perusahaan dan organisasi telah menerapkannya dalam membuat rencana pengembangan perusahaan, dan bahkan secara pribadi dapat digunakan untuk memecahkan masalah pribadi dan keluarga. Banyak siswa dan mahasiswa telah menggunakan model mindmap untuk mencatat pelajaran dan kuliah, membuat karya tulis, dan mempersiapkan diri untuk ujian nasional tingkat sekolah atau universitas.

Edward Hughes menjadi mahasiswa juara, amat hebat dan unggul dalam ujian akhir di University of Cambridge dengan mendapatkan nilai fantastis mengalahkan rekor mahasiswa generasi terdahulu karena menggunakan mindmap dalam studinya.

Setelah lulus, ia ditawari pekerjaan sebagai pemikir strategis di sebuah perusahaan swasta multinasional. Pekerjaan ini dilukiskan almamaternya sebagai “salah satu yang terbaik sepanjang masa” yang diraih lulusan Cambridge. Waktu di SMA prestasinya biasa-biasa saja sehingga terancam tak bisa diterima di University of Cambridge. Namun, karena ia gunakan model mindmap dalam belajar akhirnya ia lulus SMA dengan prestasi fantastis dan lolos masuk di Cambridge.

Iklan

ibpI5li7kjnRD9

Sakit maag

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

Sano maag

Kartu nama Yuni 2

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , ,

14 Tanggapan to “Mengapa Anda tidak mencoba model silabus & RPP gabungan 1 halaman berbentuk mindmap?”

  1. Bonefasius Juleman Says:

    Hello….Pak Belen,

    Trims atas infonya. Aku tertarik dengan model RPP dan Silabus satu halaman ini, sangat membantu guru untuk menghemat waktu, dan nantinya akan lebih efektif dan banyak waktu dengan anak-anak di kelas, makasih sekali lagi pak.

    Salam
    Bonito

  2. frida Says:

    Pak Belen…
    Guru-guru dari sekolah dampingan WVI di Palu – Tentena dan Poso beberapa (belum seluruh guru) sudah membuat dan menerapkan Silabus – RPP 1 lembar. Mereka mengakui ini lebih praktis dan mudah, khususnya untuk proses pembelajaran Pendidikan Harmoni di mapel yang bisa tematik, juga di ilmu-ilmu umum/sosial untuk kelas tinggi.

    Walau, di awalnya mereka harus belajar dan terus mencoba untuk menemukan sendiri formula yang pas dan bisa juga dimengerti oleh Kepsek dan pengawas. Namun, saat ini perlu sosialisasi, khususnya kepada pengawas karena kebanyakan pengawas masih minta dibuatkan silabus dan RPP konvensional di mana infomasi dari pengawas bahwa di Silabus & RPP 1 lembar belum tampak jelas tujuan pembelajaran. Ini semua masih perlu masukan dan dukungan semua pihak, ya Pak.

    Salam – Frida Siregar – Sulawesi Tengah

    • S Belen Says:

      Dear Frida, senang membaca komentarnya. Di seluruh dunia, terutama di negara-negara yang leading di bidang inovasi pendidikan, model silabus & RPP 1 halaman malah dibahas dengan anak-anak SD agar mereka tahu ke mana arah pelajaran dan bisa evaluasi kita sudah sampai di mana dan yang mana yang harus diperkaya. Anak-anak ikut menyatakan pendapat. Di Jakarta, di sekolah-sekolah nasional plus dan sekolah internasional, model yang kita tawarkan ini sudah jadi makanan harian mereka.

      Soal pengawas, capek deh! Tapi, itulah ironi di bidang pendidikan. Yang seharusnya membimbing guru malah ketinggalan kereta. Guru lebih maju dan siap berubah. Ya, banyak pengawas cenderung masih nostalgila dengan cara-cara lama yang sudah afkir untuk zaman internet sekarang. Karena itu, dalam inhouse training dan penataran untuk Tentena, Poso, dan Palu kita jangan lupa mengikutsertakan pengawas. Itu ibu pengawas dari Tentena yang jago nyanyi itu, beliau-lah contoh pengawas yang bisa jadi teladan. Beliau siap membimbing guru dengan sabar dan selalu bisa memotivasi. Kalau guru-guru capek, wah malah diajak nyanyi dan bergerak.

      Tetap optimis, tambah semangat. Torang so rindu makan “kaledo” (kaki lembu Donggala). Khawatir kalau terlalu sering ke Palu, banyak lembu yang berkaki buntung karena kakinya sudah jadi sup kaledo. He he he

    • S Belen Says:

      Dear Boni, thanks a lot for your comment. Benar, jika para guru bisa hemat waktu bikin silabus & RPP, mereka bisa fokus dan simpan tenaga untuk mengajar dengan bergairah memotivasi anak-anak belajar.

      Di dunia ini masalahnya bukanlah masalah belajar tapi masalah mengajar. Tiap anak sudah dikaruniai potensi otak yang maha-brilyan. Guru yang kurang tahu teknik mengajar yang benar sesuai dengan cara kerja otak malah membuat kreativitas otak anak terpasung, diblok, dan merana.

      Lebih baik anak belajar di hutan, di kebun, di pantai bersama orang tua di “sekolah alam” daripada diajar guru yang menekankan hafalan dan mengakibatkan anak belajar nyontek, dan selanjutnya menipu sejak kecil. Waktu besar, mereka jadi penerus generasi koruptor sekarang.

      Bravo. Danke pung banyak lai.

  3. Marie Says:

    Pak Belen,

    Model ini sudah diperkenalkan kepada guru-guru, Kepsek dan Pengawas Sekolah di sekolah binaan kami di SBB (Seram Bagian Barat) (walaupun belum semua). Mereka mengakui bahwa ini merupakan cara yang praktis dan efisien sehingga mereka bisa lebih fokus pada persiapan mengajar. Namun begitu, butuh waktu bagi guru-guru untuk melakukannya, mungkin karena belum terbiasa, di samping juga belum semua pengawas mengerti sehingga sekolah merasa enggan untuk membuat silabus & RPP yang demikian.

    Mudah-mudahan di waktu-waktu mendatang, dengan pendampingan yang intensif kepada guru-guru, dan semakin banyak keterlibatan pengawas sekolah dalam kegiatan-kegiatan kami dapat membantu sosialisasi dan pembuatan silabus & RPP model mindmap ini (yang pada dasarnya sama dengan silabus & RPP satu halaman yang diperkenalkan sebelumnya).

    Thanks ya Pak sudah memperkenalkan model ini kepada kepsek, guru & pengawas di sini.

  4. Etty Says:

    Ya.. inovasi yang bagus..!!
    Kadang kita perlu keluar dari zona nyaman, rutinitas, kemapanan….
    Btw.. kreativitas, ide2 baru, inovasi…. perlu dikembangkan di dunia pendidika agar tidak ketinggalan dengan dunia bisnisss…
    Trims Pak Belen… atas semuanya….

  5. Rahmi Alia Asri Says:

    Sangat menginspirasi….kebetulan saya sedang membuat silabus dan RPP untuk semester nanti. Kalau kita membaca silabus yang dibuat diknas, menurut saya bahasanya agak sukar dipahami. Tetapi dengan metode mind map rasanya akan lebih mudah dipahami (saya sendiri sudah menggunakan mindmap untuk mempelajari sesuatu dan merasakan banyak manfaatnya….) Terima kasih ya pak Belen…..

    • S Belen Says:

      Dear Rahmi, baguslah pasti lebih kena jika pengalaman membuat mindmap itu diterapkan juga untuk membuat silabus & RPP 1 halaman. Hari-hari ini kami menatar guru=guru di Tarakan dan mereka entusias menerima model silabus dan RPP berbentuk mindmap.

      Hanya, khusus bagi para guru yang mengirim dokumen untuk mengikuti program sertifikasi guru, jangan lupa bikin beberapa silabus dan RPP dengan mengikuti model Diknas agar bisa lolos, sambil melampirkan model mindmap, agar jika asesor, para dosen yang menilai paham, guru pembuat model mindmap silabus & RPP ini akan diberi bonus.

      Maju terus, pasti sukses. Soal bikin rancangan mengajar saja kok mesti ikut matriks yang disusun Diknas, mungkin dari belakang meja sehingga tidak tahu keinginan para guru yang ingin serba ringkas,n hemat waktu sekaligus memnginspirasi gagasan kreatif.

  6. guss! Says:

    menarik sekali, bisa dicoba ni… trims

  7. lea Says:

    Waaaah, teri makasih sharingnya, menarik sekali, akan saya coba untuk semester depan…. Thanks to internet, thanks to pak Belen.. Semangaatt!!…(^.^)/..

  8. faizamurMurman Says:

    Pak Belen Yth.
    Pembuatan silabus dan RPP ini dibuat untuk satu indikator atau satu KD? Atau, gabungan beberapa indikator dalam satu KD?

  9. beta Says:

    Salam super

  10. apriani Says:

    Masukan yang sangat inovatif dan bermanfaat…. Semoga semua guru bisa sekreatif ini dan semoga salah satunya adalah saya…

  11. Aries Says:

    Mindmap ini seperti diagram tulang ikan (fishbone) yang sudah lama juga diterapkan di dunia pelatihan industri ketika dulu saya bekerja dan mendapatkan pelatihan karyawan….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: