Perang masa depan karena berebutan air

Tiap kali dalam pelatihan guru dan seminar apa pun sering saya ingatkan peserta agar minum air (“aqua”) dari botol dan gelas kemasan harus habis. Jika tak habis, hendaknya dibawa karena tak ada seorang pun yang akan meminum air yang tersisa pada botol yang telah dipakai orang lain.

Minuman air mineral yang melanda segala penjuru dunia, termasuk setiap titik di bumi Nusantara ini, mencengangkan kita karena betapa hebatnya bisnis dan promosi air minum. Kita baca di koran bahwa di Salatiga, Sukabumi, dan wilayah-wilayah yang direbut pengusaha air minum membuat penduduk menjadi korban. Karena, air irigasi untuk sawah petani semakin berkurang dan kini sudah jamak terlihat petani terpaksa membeli air untuk mengairi sawahnya di musim kemarau. Konflik, bahkan perang antar-kampung dan suku sudah terjadi karena rebutan akses air untuk pertanian.

Hari ini kita peringati World Water Day yang ke-18. Untuk memperingati hari penting ini, kami lampirkan file berikut ini. Selamat menyaksikan!

Year 2070 WATER [1] (1)

iklan

 

bike kiss

Ronald Reagen & Alzheimer

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

gambar spanduk sano

 

Sano menyembuhkan Alzheimer

 

Kartu nama Yuni 2

Tag: , , , , ,

4 Tanggapan to “Perang masa depan karena berebutan air”

  1. kanis Says:

    Pada saat mengikuti pelatihan dan studi banding mengenai Adiwiyata di Malang dan Denpasar bulan November 2009, saya mendapat gambar dan artikel menarik tentang lingkungan hidup, teristimewa AIR. Membaca dan mencermati tulisan-tulisan itu terasa berdosa terhadap alam dan lingkungan. Kita amat egois dan tidak mempertimbangkan kebutuhan anak cucu di kemudian hari. Hemat saya masih ada waktu buat kita untuk membenahi lingkungan. Mulailah dari dalam diri kita, keluarga, sekolah, lingkungan kita masing-masing. Terima kasih om Sirilus untuk gambar dan artikel.

  2. S Belen Says:

    Berikut ini, perkenankan kami sajikan surat tanggapan dari Siberia, Rusia.

    Pak Sil yang baik,

    Mat bertemu, dan salam hangat dari Siberia yang sedang bersalju ria. Terima kasih banyak untuk sharing pengalaman yang bapak tulis. Saya merasa sangat tertarik, bapak mengatakan bahwa kita hendaknya menggunakan hasil bumi, termasuk air minum.

    Sayangnya kami yang hidup di Siberia dilarang minum air keran, katanya banyak racunnya, karena dalam tanah banyak pecahan bom atom yang masih tertinggal semenjak masa komunis dulu. Makanya tiap hari kami masak, minum pakai air aqua yang bergas tinggi.

    Bapak mungkin ada anjuran lain untuk kami? Saya menunggu jawabannya.
    Terima kasih.

    Saudarimu

    Sr Marsela dari Siberia

    • S Belen Says:

      Dear Sr Marsela,

      Prihatin membaca cerita dari Siberia yang dingiiiiinnn sekali. Karena larangan minum air keran ya sulit, terpaksa kita harus keluarkan duit untuk beli aqua. Saya tak tahu kedalaman air tanah di wilayah tempat suster tinggal. Kalau air tanah bisa disedot pakai jet pump, mungkin alternatif ini dapat dicoba, tapi air tanah itu harus diperiksa dulu di lembaga yang mengeluarkan sertifikat air layak minum setelah diteliti di laboratoriumnya. Kalau tak ada kontaminasi nuklir atau logam berat lainnya dari bom atom, ya bisa diminumlah.

      Alternatif yang lain adalah membeli alat penjernih air yang dapat memproses air dari keran untuk membebaskan air itu dari zat-zat berbahaya. Jika di Indonesia harga alat itu cukup mahal, sekitar Rp 6 juta.

      Ada lagi alternatif lain, seperti yang dilakukan di Flores Timur dan wilayah lain di NTT dan provinsi kering lainnya, yaitu membuat bak penampung air hujan. Nah, jika hujan di wilayah suster bukanlah hujan asam, kukira layak untuk diminum setelah air hujan itu direbus.

      Di dunia ini, jumlah solusi selalu lebih banyak dari jumlah masalah. Silahkan suster coba berbagai alternatif. Kutunggu berita baik soal air minum dari Siberia. Mendengar kata “Siberia” saja saya langsung rasa dingiiiiiinnn di suhu panas tanah air.

      Pasti sukses.

  3. Noor Indrastuti Says:

    Romo, surat tahun 2070 untuk memperingati hari air itu aku dah lama punya, malah aku yang ikut menyebarkan ke guru2 kalau pas pelatihan. Anyway, thanks that you’re now getting fall in love with environmental education, I appreciate very much. It means that you contribute to save our earth,

    Salam,
    NI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: