Prinsip konstruktivisme dalam belajar

Konstruktivisme adalah bangunan teori yang melandasi pendekatan belajar aktif (active learning approach). Menurut konstruktivisme, belajar bukanlah transmisi pengetahuan dari guru kepada siswa. Belajar adalah mengalami. Belajar yang bermakna adalah mengalami apa yang dipelajari. Anaklah yang membangun makna melalui mengalami. Siswalah yang membangun makna melalui mengalami. Mahasiswalah yang membangun makna melalui mengalami.

Melalui aktivitas mengalami, anak, siswa atau mahasiswa melakukan proses asimilasi dengan kerangka (skemata) pengetahuan yang telah dimiliki dalam dunia fisik, sosial, dan budayanya dan melakukan proses akomodasi terhadap skemata tatkala ia terpapar atau mengalami sesuatu yang baru atau lain. Semuanya ini terjadi dalam proses mencari equilibrium (keseimbangan) dan untuk mencapai equilibrium, siapa pun yang belajar melakukan proses asimilasi dan akomodasi secara terus-menerus. Proses asimilasi dan akomodasi tidak terjadi secara berurutan tetapi lebih seperti zig-zag, ke sana ke mari sesuai dengan perkembangan pengetahuannya.

Anak-anak SD di Merauke sedang belajar Matematika.

Guna menyelami makna konstruktivisme berikut ini dikemukakan sebuah daftar pernyataan (menurut abjad).

Knowing mathematics is “doing mathematics”. (Agar tahu matematika, “lakukanlah” matematika).

Knowing science is “doing science”. (Agar tahu  sains, praktikkan sains).

Knowing social studies is “doing social studies”. (Agar tahu IPS, praktikkan IPS).

Agar tahu akuntansi, praktikkan akuntansi.

Agar tahu aljabar, berpraktiklah aljabar.

Agar tahu antropologi, beranropologilah.

Agar tahu bahasa Indonesia, berbahasalah bahasa Indonesia.

Anak-anak SD Sumbersono, Mojokerto sedang mengamati dan membuat deskripsi tentang tanaman.

Aga tahu bahasa Inggris, berbahasalah bahasa Inggris.

Agar tahu bakar sate, bakarlah sate.

Agar tahu berbicara bahasa Inggris, berbicaralah bahasa Inggris.

Agar tahu berdoa, berdoalah.

Agar tahu berenang, berenanglah.

Anak-anak di Pulau Bacan, Maluku Utara sedang berenang.

Aga tahu bermain bola kaki, bermainlah bola kaki.

Agar tahu bermain catur, bermainlah catur.

Agar tahu bermain volley, bermainlah volley.

Agar tahu berpidato, berpidatolah.

Agar tahu bikin kue, bikinlah kue.

Agar tahu budi pekerti, praktikkanlah budi pekerti.

Agar tahu drama, bermainlah drama.

Amak-anak kelas I SD Kalumata Ternate sedang bermain drama.

Agar tahu ekonomi, praktikkan ekonomi.

Agar tahu filsafat, berfilsafatlah.

Agar tahu fotografi, praktikkan fotografi.

Agar tahu geografi, praktikkan geografi.

Agar tahu geometri, praktikkan geometri.

Agar tahu gosok gigi, gosoklah gigi.

Anak-anak SD Lumban Baringin, Sipoholon, Kabupaten TApanuli Utara, Sumatera Utara sedang berpraktik menggosok gigi dalam school assembly.

Agar tahu kedokteran, praktikkan kedokteran.

Agar tahu makanan sehat, makanlah makanan yang sehat.

Agar tahu mandi, mandilah.

Agar tahu meditasi, bermeditasilah.

Agar tahu melukis, melukislah.

Agar tahu membuat patung, buatlah patung.

Agar tahu memimpin lagu, pimpinlah orang bernyanyi.

Agar tahu menanam, tanamlah tanaman.

Agar tahu menari, menarilah.

Anak-anak SD Lumban Soit, Sipoholon, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara sedang menari dalam school assembly.

Agar tahu menjahit, menjahitlah.

Anak SD Sumbersono, Mojokerto sedang belajar menjahit.

Agar tahu menulis dalam bahasa Inggris, buatlah tulisan dalam bahasa Inggris.

Agar tahu menulis puisi, tulislah puisi.

Agar tahu menulis surat, tulislah surat.

Agar tahu beryanyi, bernyanyilah.

Agar tahu olahraga, berolahragalah.

Agar tahu panjat pohon, panjatlah pohon.

Agar tahu pendidikan agama, praktikkan agama.

Agar tahu pendidikan jasmani, praktikkan pendidikan jasmani.

Agar tahu seni budaya dan keterampilan, praktikkan seni budaya dan keterampilan.

Agar tahu bermain musik, bermainlah musik.

Agar tahu sopan santun, praktikkan sopan santun.

Agar tahu sosiologi, bersosiologilah.

Agar tahu teologi, berteologilah.

Agar tahu wawancara, lakukanlah wawancara.

Makna pernyataan-pernyataan ini adalah jika Anda ingin mengetahui sesuatu, lakukanlah sesuatu itu. Atau pernyataan ini juga dapat dibalik. Jika Anda melakukan sesuatu, Anda akan tahu sesuatu itu.

Dampak terhadap evaluasi atau ujian terhadap pengetahuan yang bermakna yang dicapai siswa adalah berilah kesempatan kepada siswa itu melakukan dan Anda akan tahu sejauh mana ia tahu atau tidak tahu tentang sesuatu. Evaluasi atau ujian pengetahuan tidak bisa dilakukan melalui tes pilihan ganda atau tes esai (uraian) semata karena orang yang tahu belum tentu mampu melakukan. Namun, jika seseorang mampu melakukan dapat dijamin bahwa ia mengetahui apa yang telah dilakukan atau dipraktikkannya.

Anak-anak SD St Michael Merauke belajar di halaman sekolah.

Iklan

900x900px-LL-92a6f817_girls-football-trick-animation

Osteoporosis

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

Sano sembuhkan osteoporosis

Kartu nama Yuni 2

Tag: , , , , , , , , , , , ,

Satu Tanggapan to “Prinsip konstruktivisme dalam belajar”

  1. BISNIS INVESTASI ONLINE Says:

    Ya, saya setuju. Menurut saya, konstruktivisme memang teori yang relevan dengan zaman sekarang sebagai teori dan landasan dalam pembelajaran agar pengetahuan jadi milik siswa bukan hanya milik guru yang dtransfer ke siswa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: