Untuk Frans Seda dan Gus Dur

Hi GB, JDM, BW, Bung Sil Belen manusia ludis dari homo ludens..and allesa. Salam. Setelah membaca puisi GB lalu kami chating dan berikutnya membaca dan mengomentari blog Bung Sil yang inspiratif. Perkenankan saya mengikuti GB dengan Tanpa Judul berikut ini. Untuk Frans Seda dan Gus Dur

TANPA JUDUL 30

Oleh Martin Bhisu

Menjelang tahun berpamit dengan jiwa sejagat
di saat detik demi detik terhitung pasti
suka di hati menyongsong fajar baru di tahun mendatang
jiwamu berpamit dari pergumulan nan panjang
seperti mentari hilang di balik lembah
untuk terbit kembali memancar sinar dari bukit yang tinggi
agar waktu berjalan seperti roda bergulir
tak ada tahun
tak ada umur
tak ada kematian.

——————————————————————————-

Gugur hidupmu fana
tidak di medan perang diberondong senapan otomatis
di sini, di negeri pembaringan kita
medan laga tempat musuh tak bernama berpesta pora
mendendang Indonesia Raya dengan nada korupsi, maling, dan penindasan
kau pamit dari perjuangan
setelah lawan-lawanmu kau rangkul dalam pelukan sahabat.

——————————————————————————————————-

Oh..gugur tahun
gugur jasadmu
meninggalkan negeri yatim
di tangan  perampok kekayaan semua
yang engkau jaga dengan tetes keringat pahlawan.

———————————————————————

Oh..awal tahun
awal hidupmu
di hati kami semua
pencari cinta kemanusiaan dan keadilan
bertarung tak lelah dengan laras cinta di sanubari
dengan kepalan tangan mengacung revolusi damai
kami kebiri maling keparat yang porakporandakan rumahmu
mengajar mereka untuk mencintai yang lemah
dalam rangkulan sahabat kekasih.

———————————————————————————

Pergilah…pergilah pejuang!
engkau pergi tapi tidak meninggalkan kami
cuma sesaat untuk kembali lagi
dalam diri generasi rindu peradaban
merakit bangsa ini dalam semangat yang sama.

—————————————————————-

Kalau para pelacur cinta kesejahteraan tetap ngotot…
generasi ini akan membakar tubuhmu
abu tulangmu kami tebarkan dari Sabang sampai Merauke
di laut
di lembah
di alun-alun
di gubuk para nelayan
di hotel-hotel berbintang lima
rindu rohmu terjelma sejuta pejuang di seluruh pelosok Nusantara
dengan rancang  bangun kasih lintas batas
di atas segalanya hanya cinta dan kemanusiaan
kekal abadi perjuangan hidupmu.

——————————————————————————————

Selamat jalan, Frans Seda dan Gus Dur
que en paz descansen.

—————————————————–

Martin Bhisu, Paraguay, Amerika latin

Tag: , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: