Pesan Gus Dur & Frans Seda, dua bapak bangsa

Entah apa maksud Tuhan bagi anak-anak Nusantara di penghujung tahun 2009. Cita-cita negeri ini belum selesai. Dua orang bapak bangsa : Gus Dur dan Frans Seda pergi hampir berbarengan. Dua bapak bangsa ini, selama hidup mereka, dengan agama yang berbeda, telah mengimani, menghayati, dan mengartikulasikan yang satu dan sama: kredo tritunggal kemanusiaan: demokrasi, hak asasi, pluriformitas!
dari aku anak nusantara

teruntuk:

dua bapak bangsa

gus dur dan frans seda

pengiman tritunggal kemanusiaan:
demokrasi, hak asasi dan pluriformitas

terima kasih

terima kasih

bagianmu di sini sudah selesai

sampai jumpa di alam abadi!

—-

PESAN TRITUNGGAL DUA BAPAK BANGSA KEPADA ANAK-ANAK NUSANTARA

oleh gerardus n bibang

(petani humaniora)

——–

kalau sudah pilih tritunggal kemanusiaan:

demokrasi, hak asasi, pluriformitas!

mengapa kesejahteraan masih tampak bagai  fatamorgana?

mengapa segala yang kasat mata masih tampak seolah-olah?

———————————————————————————-

kalau sudah pilih demokrasi

jangan ada lagi tebang pilih

jangan ada lagi diskriminasi

jangan ada lagi basa-basi

untuk menarik simpati dan citra diri

———————————————-

kalau sudah pilih hak asasi

jangan jadikan rakyat komoditi

jangan jadikan pekerja alat produksi

jangan gadaikan hak rakyat dalam berbagai transaksi

jangan tukar rasa keadilan dengan prestasi

atas nama pasal-pasal yang diberi label adil

———————————————————–

kalau sudah pilih pluriformitas

jangan ada kesewenang-wenangan negara

jangan ada sekat mayoritas minoritas

jangan ada arogansi dan tirani mayoritas

jangan ada klaim-klaim yang menyesatkan:

klaim monopoli keselamatan!

klaim atas kebenaran mutlak!

kalau sudah pilih pluriformitas

jangan anggap orang lain persetan

jangan jadikan orang miskin romantika untuk analisis

jangan ada yang suka-suka:

suka-suka main kuasa!

suaka-suka main uang!

suka-suka apa saja!

——————————————————-

kalau sudah pilih tritunggal kemanusiaan:

demokrasi, pluriformitas , hak asasi!

jangan sekali-kali kibarkan bendera tirani!

jangan main-main di negeri ini!

kasihan orang-orang kecil!

——————————————————-

kalau sudah pilih tritunggal kemanusiaan

di bawah kolong langit nusantara

semua kita bersaudara

memiliki hak yang sama

menciptakan nusantara yang sejahtera

——————————————————–

taman aries, 02 januari, ’10, Sabtu

(Saat tersiar khabar dua orang bapak bangsa, bapak ‘tritunggal kemanusiaan”  pergi hampir berbarengan: Gus Dur tanggal 30 Desember 2009, hari Rabu, Jam 18.45 WIBdi RSCM dan Frans Seda tanggal 31 Desember 2009, Kamis, Jam 05.05 WIB di rumahnya. Kepada kedua bapak bangsa: terima kasih dan selamat jalan, sampai jumpa di sana!)

Tag: , , , , , , , , , ,

2 Tanggapan to “Pesan Gus Dur & Frans Seda, dua bapak bangsa”

  1. Martín Bhisu Says:

    Luar biasa puisinya, dan ilustrasinya wah, trims pak belen atas upayamu yang kreatif

  2. Vitus Gustama,SVD Says:

    SUARA

    Proficiat untuk puisi pak Gerard Bibang di dalamnya terkandung suara kita.

    Betapa indahnya menjadi suara.
    Betapa hormat melantangkan suara demi kebenaran.
    Kita tak pernah boleh berada di sisi siapa pun selain di sisi kebenaran
    Menghormati kebenaran membuat kita menghargai lawan kalau kebenaran ada dalam kata dan tindakannya.

    Menjadi suara adalah menjadi pesan.
    Bersuara secara benar adalah mengundang orang pada kebaikan.
    Suara dibuat untuk mewartakan dan menuduh yang tidak benar.
    Suara tidak akan menjadi suara kalau diam bersuara, kalau tidak lagi berteriak.
    Suatu suara mampu membaharui bumi.
    Kalau suara tak lagi bersuara, dunia akan kehilangan nurani dan telinganya menjadi tuli.

    Karena itu, betapa pentingnya suara!
    Betapa harganya sebuah pesan!
    Betapa besar nilanya suara anda.
    Betapa kayanya teriakan anda.

    Proficiat untuk Pak Gerard Bibang

    P. Vitus Gustama, SVD
    Rio de Janeiro-BRAZIL

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: