Dengan alat peraga, Matematika itu gampang

Intan mendampingi Ano ponakannya mengerjakan soal Matematika

Intan menunjukkan jam kepada Ano

Ano mencoba menggunakan kartu bilangan

Ano membuat soal dulu

Lalu, mengerjakan soal itu dengan menggunakan kartu-kartu bilangan ratusan

Setelah selesai, Ano menulis hasilnya di buku soal

Flory membantu Ano keponakannya mengerjakan soal Matematika

Flory menunjukkan alat peraga yang dapat digunakan agar Ano berpikir konkret dengan mengunakan benda 3 dan 2 dimensi

Menulis hasil pengerjaan soal pada buku catatan

Hasil yang salah dicoret saja, tak perlu pakai setip atau tipEx, lalu yang benar ditulis atau di samping angka yang dicoret karena salah

Mendampingi anak mengerjakan tugas di rumah amat penting untuk memotivasi anak melalui tindakan nyata, bukan melalui kata-kata, apalagi hardikan

Anak dilatih berpikir menurut prosedur. Untuk Matematika jalan mengerjakan soal sama penting dengan hasilnya, bahkan lebih penting karena justru proses-lah yang memperlihatkan proses berpikir, bukan asal menulis hasil melalui mencontek dari teman

Dua atau tiga dadu dapat digunakan untuk mengajarkan penjumlahan. Cara ini amat efektif, sedangkan kekhawatiran memupuk sikap berjudi sebenarnya tidak beralasan

Menghitung angka-angka yang tertera pada 2 atau 3 dadu membantu anak berpikir dalam perspektif rupa atau objek 3 dimensi

Operasi penjumlahan dapat dilakukan secara horisontal maupun vertika. Biarkan anak memilih langkah yang akan ditempuh, melalui penghitungan mendatar atau menurun

Kit atau paket alat peraga Matematika terbitan Esis, Penerbit Erlangga

Dalam membantu anak, bila perlu dipakai jari tangan

Anak perlu dihargai, dipuji untuk memotivasi semangat belajarnuya

Jika tersedia alat peraga Matematika di rumah, tidak ada salahnya jika kepada anak Balita diperkenalkan alat peraga ini, walaupun ia belum mengerti.

Yanti mendampingi anaknya Rossy mengenalkan alat peraga Matematika. Walaupun belum cukup umur, paling tidak anak sejak dini dibiasakan tidak takut belajar Matematika

Anak melakukan eksplorasi untuk mengenal alat peraga jam. Biarkan ia berpikir sesuai dengan taraf kemampuan berpikirnya.

Biarkan anak mengambil sendiri benda yang menarik perhatiannya. Orang tua tinggal membantu mengarahkan anak tentang cara menggunakan alat peraga yang dipilih. Anak seusia ini telah mampu menyusun beragam alat yang ada dengan menggabungkan benda-benda yang sama besar. Atau, anak bisa menyusun benda-benda yang tidak sama besar yang berbeda warna.

Perlu menunggu dengan sabar selagi anak mengamati benda. Mendampingi anak mengeskpresikan kasih sayang dan perhatian orang tua kepada anak

Usahakanlah membuat Matematika disenangi anak sejak dini! Jika anak senang, ia akan termotivasi untuk belajar sendiri tanpa merasa tertekan atau terpaksa.

Iklan

alison-brie-yes-2

Bronkitis

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

Sano bronkitis

Kartu nama Yuni 2

Tag: , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: