Ingin anak Anda pintar? Buatlah tempat bermain pasir & biarkan anak mandi hujan

Sehari sebelum Natal 2009 saya mengunjungi sebuah keluarga. Alangkah gembiranya melihat seorang anak berusia belum genap 2 tahun yang sudah hampir 1 jam bermain air di waskom plastik besar! Jika dibiarkan ia pasti betah bermain air sampai 2 jam.

Mengapa seorang bayi atau bocah mungil betah bermain air sampai 2 jam? Karena, bayi atau anak amat senang bermain dengan benda alamiah, dalam hal ini air.

Tanti gembira bermain air

Tanti amat senang berinteraksi dengan air, benda ciptaan alam

Dengan benda-benda alamiah apa lagi seorang anak senang bermain? Pasir, tanah, batu, kayu, dedaunan, rerumputan. Coba amati seorang bocah bermain dengan benda mainan buatan pabrik. Berapa lama ia bertahan? Tidak lama. Dalam sehari atau paling lama seminggu ia sudah bosan bermain dengan mainan buatan pabrik.

Berdasarkan pendapat ini, saya usulkan kepada ayah dan ibunya serta kakeknya untuk membuat sebuah tempat main pasir karena kita hidup di kota besar metropolitan, yang untuk ke Pantai Ancol saja kita harus membayar mahal pada setiap pintu masuk. Karena, Pantai Ancol telah direbut oleh kapitalis. Padahal, seharusnya setiap insan metropolitan punya hak, punya akses gratis untuk mencapai pantai, mencapai laut, untuk bermain di pasir dan untuk berenang di laut. Segera kami kerja bakti mencari pasir, batu bata, dan karung goni bekas. Dan, dalam waktu kurang dari 1 jam, selesailah tempat main pasir itu.

Tanti pun langsung bermain pasir di tempat main pasir mungil

Modal untuk membuat tempat bermain ini amat kecil, sedangkan manfaatnya amat besar bagi seorang anak

Ia asyik bermain sendiri karena anak pada usia kurang dari 2 tahun masih senang bermain soliter, sendirian

Mainan plastik lainnya digunakan Tanti untuk bereksplorasi, membuat beragam bentuk dengan pasir. Tanti berkreasi sesuai dengan pikiran dan imajinasinya. Saat Tanti asyik bermain pasir, turun hujan. Kakaknya dan teman kakaknya dilarang bermain tatkala hujan dengan alasan nanti terkena pilek (flu). Diskusi dengan orang tua dan kakeknya kami lanjutkan.

Seperti Tanti, anak usia SD pun senang bermain dengan benda alamiah. Bermain ketika hujan lebat amat menyenangkan anak-anak. Siraman air hujan yang membasahi tubuhnya membuat anak aktif. Anak pun bisa bermain dengan lumpur, membuat model sungai yang airnya mengalir dengan lancar. Anak tak mudah terkena pilek atau flu karena tubuhnya masih kuat. Orang dewasa dan orang tua-lah yang mudah terkena flu jika kehujanan. Anak masih memiliki stamina dan badannya masih bertumbuh-kembang. Sel-sel tubuhnya berkembang pesat. Tubuh anak itu kuat. Mengapa kita samakan kondisi tubuh anak dengan tubuh kita yang sedang merosot?

Rian (berbaju kuning), kakak Tanti, dan temannya Aan gembira bermain di hujan karena bebas beraksi dan berinteraksi dengan air hujan sebagai salah satu benda alamiah.

Melalui aktivitas bermain dengan benda-benda alamiah seperti air, termasuk air hujan, pasir, tanah, lumpur, bebatuan, kayu, dedaunan, dan rerumputan, anak-anak:

  • Berinteraksi dengan alam
  • Bereksplorasi dengan alam
  • Mengembangkan kreativitas mencipta
  • Mereguk kegembiraan saat bermain dengan benda alamiah

Hasilnya adalah berkembangnya belahan kanan otak anak. Dan, itu berarti berkembangnya kecerdasan-kecerdasan belahan otak kanan, yaitu kecerdasan:

  • Intrapribadi
  • Antarpribadi (sosial)
  • Visualvisual-spasial
  • Natural/indrawi
  • Kinestetik (gerak tubuh)
  • Kreatif/mencipta disain, cerita, simfoni, permainan
  • Spiritual/mencari makna kehidupan
  • Tahan banting

Aan & Rian berpose dalam keceriaan menikmati hujan, hadiah alam bagi anak-anak

Kecerdasan otak kanan yang berkembang akan merangsang dan mendinamisasi proses perkembangan kecerdasan otak kirinya, yang terdiri dari kecerdasan bahasa (verbal), kecerdasan numerik, kecerdasan logika-matematika.

Karena itu, jika Anda ingin anak Anda pintar, cerdas mengikuti pelajaran di sekolah, ciptakan dan berilah kesempatan anak bermain dengan benda-benda alamiah. Biarkan anak bermain air, bermain pasir, bermain di luar waktu hujan lebat.

Iklan

Goyang kepala

Gagal ginjal

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

sano-sembuhkan-ginjal

Kartu nama Yuni 2

Tag: , , , , , , ,

Satu Tanggapan to “Ingin anak Anda pintar? Buatlah tempat bermain pasir & biarkan anak mandi hujan”

  1. Eva Says:

    Anak saya 5 tahun. Saya sering izinkan bermain hujan, main pasir dan tanah. Mungkin tidak banyak orang tua zaman sekarang yang mengizinkan anaknya bermain hujan dan pasir…. Belum pernah anak saya sakit setelah mandi hujan. Kita sebagai orang tua yang terlalu khawatir.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: