Archive for Desember, 2009

Kenangan humor, joke, cerita lucu Gus Dur

Desember 31, 2009

Dari berbagai alasan kita merasa kehilangan tokoh kita Gus Dur, alasan yang tak kalah pentingnya adalah kita kehilangan seorang humoris yang tak henti-hentinya memproduksi cerita-cerita lucu. Untung mengenang beliau, perkenankan kami sajikan cerita-cerita ini.

1. Berdoa sebelum makan

Waktu Gus Dur menjabat Presiden RI, sekali waktu beliau bertemu dengan para romo (pastor) seluruh Keuskupan Agung Semarang. Dan, tak ketinggalan Gus Dur menyelipkan ceritanya. Ini pastor-pastor itu di sebuah negeri senang berburu binatang buas.

Sekali waktu, selesai misa hari Minggu, seorang pastor pergi ke hutan berburu binatang buas. Ia melihat seekor harimau. Langsung sang pastor mengokang senapannya dan menembak: “Dor – dor!” Wah, ternyata tembakannya meleset dan sang harimau balik mengejar sang pastor. Pastor segera berlari mengambil langkah seribu. Tiba-tiba si pastor berhadapan dengan jurang yang dalam. Si pastor langsung berhenti, berlutut, dan mengatupkan tangannya berdoa sebelum diterkam harimau. Berdoa sebelum mati.

Selesai berdoa, sang pastor terheran-heran karena ternyata ia masih hidup, tidak diterkam harimau. Waktu ia menoleh ke kanan, dilihatnya harimau itu berlutut di sampingnya dan berdoa sambil mengatupkan kedua kaki depannya, seperti orang Katolik mengatupkan kedua tangannya ketika sedang berdoa. Si pastor lalu bertanya kepada harimau, “Harimau, kamu kok tidak menerkam saya, malah malah kamu ikut-ikutan berdoa seperti saya. Mengapa?” Jawab harimau: “Ya, saya sedang berdoa. Berdoa sebelum makan!”

2. Hanya tiga bangsa yang mendarat di bulan

Pernah dalam wawancara di televisi Gus Dur bertanya kepada pewawancara: “Orang dari bangsa apa saja yang telah sampai ke bulan?” Jawab si pewawancara, “Jelas orang Amerika, dong!” Gus Dur bertanya lagi, “Bangsa apa lagi yang lain?” Si pewawancara terdiam tidak tahu.

Jawab Gus Dur. “Ada tiga bangsa yang telah mendarat di bulan. Pertama, jelas orang Amerika yang mendarat di bulan dengan pesawat Apollo. Kedua, orang RRC karena jumlah penduduknya yang terbanyak di dunia. Mereka sepakat satu per satu naik di pundak terus sampai ke atas dan akhirnya mencapai bulan. Ketiga, orang Indonesia. Mengapa? Karena orang Indonesia paling doyan seminar. Kertas-kertas seminar ditumpuk begitu banyak dan saking banyaknya akhirnya sampai ke bulan.”

3. Mendarat di Malang

Pernah waktu Gus Dur menjadi Ketua PBNU, beliau terbang dengan pesawat udara ke Malang dan mendarat di bandara Abdul Rahman Saleh. Dalam perjalanan ke tempat tujuan, seorang anggota panitia menelepon si penjemput yang berada dalam mobil yang membawa Gus Dur, “Apakah pesawat udara yang membawa Gus Dur sudah mendarat?” Jawab si penjemput: “Ya, ya, Abdul Rahman Saleh telah mendarat di Abdurrahman Wahid!”

Berikut ini, perkenankan saya cantumkan cerita lucu Gus Dur berjudul “Kumpulan Anekdot, Joke dan Humor Ala Gus Dur” oleh Nusantaraku dari yang diambil dari:

http://nusantaranews.wordpress.com/2009/12/31/kumpulan-anekdotjoke-gus-dur/

1. Kaum almarhum

Mungkinkah Gus Dur benar-benar percaya pada isyarat dari makam-makam leluhur? Kelihatannya dia memang percaya, sebab Gus Dur selalu siap dengan gigih dan sungguh-sungguh membela “ideologi”nya itu. Padahal hal tersebut sering membuat repot para koleganya.

Tapi, ini mungkin jawaban yang benar, ketika ditanya kenapa Gus Dur sering berziarah ke makam para ulama dan leluhur.

“Saya datang ke makam, karena saya tahu. Mereka yang mati itu sudah tidak punya kepentingan lagi.” Katanya.

******************************

2. Tiga polisi jujur

Gus Dur sering terang-terangan ketika mengkritik. Tidak terkecuali ketika mengkritik dan menyindir polisi.
Menurut Gus Dur di negeri ini hanya ada tiga polisi yang jujur. “Pertama, patung polisi. Kedua, polisi tidur. Ketiga, polisi Hoegeng (mantan Kepala Polisi RI).”
Lainnya? Gus Dur hanya tersenyum

*******************************

3. Kuli dan kyai

Rombongan jamaah haji NU dari Tegal tiba di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah Arab Saudi. Langsung saja kuli-kuli dari Yaman berebutan untuk mengangkut barang-barang yang mereka bawa. Akibatnya, dua orang di antara kuli-kuli itu terlibat percekcokan serius dalam bahasa Arab.

Melihat itu, rombongan jamaah haji tersebut spontan merubung mereka, sambil berucap: Amin, Amin, Amin!

Gus Dur yang sedang berada di bandara itu menghampiri mereka: “Lho kenapa Anda berkerumun di sini?”

“Mereka terlihat sangat fasih berdoa, apalagi pakai serban, mereka itu pasti kyai.”

*******************************

4. Obrolan Presiden

Saking udah bosannya keliling dunia, Gus Dur coba cari suasana di pesawat RI-01. Kali ini dia mengundang Presiden AS dan Perancis terbang bersama Gus Dur buat keliling dunia. Boleh dong, emangnya AS dan Perancis aja yg punya pesawat kepresidenan. Seperti biasa…

Setiap presiden selalu ingin memamerkan apa yang menjadi kebanggaan negerinya.Tidak lama presiden Amerika, Clinton mengeluarkan tangannya dan sesaat kemudian dia berkata: “Wah kita sedang berada di atas New York!”

“Itu.. patung Liberty kepegang!”, jawab Clinton dengan bangganya.
Ngga mau kalah presiden Perancis, Jacques Chirac, ikut menjulurkan tangannya keluar. “Tau nggak… kita sedang berada di atas kota Paris!”, katanya dengan sombongnya.

“Wah… kita sedang berada di atas Tanah Abang!!!”, teriak Gus Dur. “Lho kok bisa tau sih?” tanya Clinton dan Chirac heran karena tahu Gus Dur itu kan nggak bisa ngeliat.

Karena disombongin sama Clinton dan Chirac, giliran Gus Dur yang menjulurkan tangannya keluar pesawat…
“Ini… jam tangan saya ilang…”, jawab Gus Dur kalem.

Presiden Indonesia: “Wah… kok bisa tau juga?”
“Itu… menara Eiffel kepegang!”, sahut presiden Perancis tersebut.
Presiden Indonesia (Gus Dur): “Lho kok bisa tau sih?”

*******************************

5. Sate babi

Suatu ketika Gus Dur dan ajudannya terlibat percakapan serius.
Ajudan: Gus, menurut Anda makanan apa yang haram?
Gus Dur: Babi
Ajudan: Yang lebih haram lagi
Gus Dur: Mmmm … babi mengandung babi!
Ajudan: Yang paling haram?
Gus Dur: Mmmm … nggg … babi mengandung babi tanpa tahu bapaknya dibuat sate babi!

*******************************

6. Lagi Asyik baca….

Bertahun-tahun, saya heran kenapa sih Indonesia “Tidak maju-maju” meski mereka sudah merdeka 60 tahun lebih. Tapi sekarang…saya sudah tahu alasannya. Berdasarkan data statistik:
Jumlah penduduk Indonesia ada 225 juta. 100 juta di antaranya adalah para pensiunan dan anak-anak. Jadi yang kerja cuma 125 juta.

Jumlah pelajar dan mahasiswa adalah 78 juta. Jadi tinggal 47 orang yang kerja. Yang kerja buat pemerintah pusat jadi pegawai negeri ada 31 juta, jadi tinggal 16 juta yang kerja (karena PNS cuma main catur dan baca koran).
Ada 4,5 juta yang jadi TNI dan Polisi. Jadi tinggal 11,5 juta yang kerja (karena TNI dan Polisi tidak ada kerjaan).

Ada lagi yang kerja di pemerintahan daerah dan departemen-departemen lain jumlahnya 10.500.000. Jadi sisanya tinggal 1.000.000. Yang sakit dan dirawat di Rumah Sakit di seluruh Indonesia ada 888.000. Jadi sisa 112.000 orang saja yang kerja.

Ada 111.998 orang yang di penjara. Jadi tinggal sisa dua orang saja yang masih bisa kerja. Siapa mereka??? Yaaa…tentu saja SAYA dan ANDA! Tapi kan sekarang ANDA lagi asyik baca buku sambil cekikak-cekikik sendiri. Jadi tinggal saya sendiri dong yang kerja!!!! Pantes aja kalau begini Indonesia tidak maju-maju……..!

*******************************

7. Membuang Presiden

Apa akibatnya kalau seorang presiden terlampau lama memegang kekuasaan? Apalagi jika ditambah seringnya ia membohongi rakyatnya sendiri? Tentu rakyat akan protes dan marah, karena menganggap presidennya telah berkhianat.

Tapi ini cerita Gus Dur tentang seorang presiden Filipina yang punya tiga orang anak. Merasa ayah mereka adalah orang nomor satu di negerinya, anak-anal sang presiden pun lantas bertingkah neko-neko.

Anak kedua presiden ingin mencari popularitas dengan menyebarkan jutaan lembar uang kertas pecahan 5 peso dari sebuah pesawat terbang.
Kakaknya tak mau kalah pamor. Dengan pesawat yang digunakan adiknya sebelumnya, sang kakak menyebarkan jumlah uang jauh lebih banyak dari adiknya.

Anak perempuan presiden juga ingin populer, tapi tidak mau meniru cara yang dilakukan oleh kedua kakaknya. Karena bingung, ia pun bertanya kepada pilot pesawat yang ikut menyebarkan uang bersama dua kakaknya itu.

“Mas kapten, aku ingin populer seperti dua kakakku sebelumnya, tapi tindakan populer apa yang bisa membahagiakan rakyat?”
“Gampang sekali: Buang saja ayah nona dari atas pesawat.”

*******************************

8. Becak, dilarang masuk

Saat menjadi Presiden, Gus Dur pernah bercerita kepada Menteri Pertahanan Mahfud MD tentang orang Madura yang katanya banyak akal dan cerdik.

Ceritanya ada seorang tukang becak asal Madura yang pernah dipergoki oleh polisi ketika melanggar rambu “Becak dilarang masuk”. Tukang becak itu masuk ke jalan yang ada rambu gambar becak disilang dengan garis hitam yang berarti jalan itu tidak boleh dimasuki becak.

“Apa kamu tidak melihat gambar itu? Itu kan gambar becak tak boleh masuk jalan ini,” bentak Pak polisi. “Oh saya melihat pak, tapi itu kan gambarnya becak kosong tidak ada pengemudinya. Becak saya kan ada yang mengemudi, tidak kosong berarti boleh masuk,” jawab si tukang becak.

“Bodoh, apa kamu tidak bisa baca? Di bawah gambar itukan ada tulisan bahwa becak dilarang masuk,” bentak Pak polisi lagi.

“Tidak pak, saya tidak bisa baca, kalau saya bisa membaca maka saya jadi polisi seperti sampeyan, bukan jadi tukang becak begini,” jawab si tukang becak sambil cengengesan.

*******************************

9. Argometer Japan yang cepat

Di luar Hotel Hilton, Gus Dur bersama sahabatnya yang seorang turis Jepang mau pergi ke Bandara. Mereka naik taksi di jalan, tiba-tiba saja ada mobil kencang banget, menyalip taksi tersebut. Dengan bangga si Jepang berteriak, “Aaaah Toyota made in Japan sangat cepat…!”

Enggak lama kemudian mobil lain nyalip juga taksi tersebut. Si Jepang teriak lagi “Aaaah Nissan made ini Japan sangat cepat.”  Enggak lama kemudian lewat lagi satu mobil menyalip mobil tersebut dan si Jepang teriak lagi “Aaaah Mitsubishi made in Japan sangat cepat…!” Gus Dur dan sopir taksi itu merasa kesal melihat si Jepang ini bener-bener nasionalis.Kemudian, sesampainya di bandara, sopir taksi bilang ke si Jepang.

Supir taksi : “100 dollar, please…”
Si Jepang : 100 dolars…?! It is not that far from the hotel…!!”
Gus Dur : “Aaaah… Argometer made ini Japan kan sangat cepat sekali!!”

*******************************

10. Pikiran porno

Dalam suatu kesempatan Gus Dur mengeluarkan sebuah pernyataan yang sebenarnya tidak dimaksudkan untuk menghina. Namun dengan itu bagian dari upaya Gus Dur menyampaikan joke.”Alquran itu kita suci yang paling porno. Ya kan bener, di dalamnya ada kalimat menyusui. Berarti mengeluarkan tetek. Ya udah, cabul kan?”
Mungkin dengan hanya kalimat guyonan itu sebagian masih ada yang merasa diresahkan. Masa sih ulama yang terkenal wali kaya gitu? Maka, di lain waktu Gus Dur mengulangi penjelasannya dengan memilih bahasa yang lebih sopan.
“Maksudnya, itu ayat jadi porno kalau yang baca lagi punya pikiran yang ngeres. Kalau nggak, ya udah. Berarti beres.”
Masih nggak puas. Karenanya pertanyaan berikutnya segera menyusul. “Tapi Gus, Alquran kan bahasanya sopan?”
“Betul, juga bahasa di luar Alquran banyak yang sopan. Tapi, waktu teman saya naik bus, lihat orang lagi bunting. Terus dia mbatin kenapa bisa bunting? Mendadak ‘barangnya’ (alat kelaminnya) berdiri gara-gara pikirannya itu,” jawab Gus Dur.

*******************************

11. Atlet berlari dikejar serdadu

Hampir tak ada negara yang rela ketinggalan mengikuti Olimpiade . Acara empat tahunan itu merupakan salah satu cara promosi negara masing-masing. Dan tentu saja , peristiwa ini juga sangat bergengsi karena acara ini diliput oleh semua media massa negara peserta. Wajarlah kalau setiap negara berusaha mengirimkan atlet terbaiknya, dengan harapan mereka bisa mendapatkan emas. Begitulah sambutan Gus Dur saat melepas tim Indonesia ke Olimpiade Sidney yang baru lalu.

Gus Dur lalu bercerita tentang peristiwa yang pernah terjadi di Suriah. Pada waktu Olimpiade beberapa tahun yang lalu, tuturnya, kebetulan pelari asal Suriah merebut medali emas. Sang pelari mampu memecahkan rekor tercepat dari pemenang sebelumnya, bahkan selisih waktunya pun terpaut jauh.

Maka, dia langsung dikerubuti wartawan karena punya nilai berita yang sangat tinggi.
“Apa sih rahasia kemenangan anda?” tanya wartawan.
“Mudah saja,” jawab si pelari Suriah, enteng, “Tiap kali bersiap-siap akan start, saya membayangkan ada serdadu Israel di belakang saya yang mau menembak saya.”

*******************************

12. Peluru juga habis…

Ini cerita Gus Dur tentang situasi Rusia, tidak lama setelah bubarnya Uni Soviet. Sosialisme hancur, dan para birokrat tidak punya pengalaman mengelola sistem ekonomi pasar bebas. Di masa sosialisme, memang rakyat sering antre untuk mendapatkan macam-macam kebutuhan pokok, tapi manajemennya rapi, sehingga semua orang kebagian jatah. Sekarang, masyarakat tetap harus antre, tapi karena manejemennya jelek, antrean umumnya sangat panjang, dan banyak orang yang tidak kebagian jatah.

Begitulah, seorang aktivis sosial berkeliling kota Moskow untuk mengamati bagaimana sistem baru itu bekerja. Di sebuah antrean roti, setelah melihat banyaknya orang yang tidak kebagian, aktivis itu menulis di buku catatannya, “roti habis.”

Lalu dia pergi ke antrean bahan bakar. Lebih banyak lagi yang tak kebagian. Dan dia mencatat “bahan bakar habis!”, kemudian dia menuju ke antrean sabun. Wah pemerintah kapitalis baru ini betul-betul brengsek, banyak sekali masyarakat yang tidak mendapat jatah sabun. Dia menulis besar-besar “SABUN HABIS!”.

Tanpa dia sadari, dia diikuti oleh seorang intel KGB. Ketika dia akan meninggalkan antrean sabun itu, si intel menegur “Hey bung! dari tadi kamu sibuk mencatat-catat terus, apa sih yang kamu catat?”.

Sang aktivis menceritakan bahwa dia sedang melakukan penelitian tentang kemampuan pemerintah dalam mendistribusikan barang bagi rakyat .
“Untung kamu ya, sekarang sudah jaman reformasi”, ujar sang intel, “Kalau dulu, kamu sudah ditembak”.

Sambil melangkah pergi, aktivis itu mencatat, “Peluru juga habis!

*******************************

Baca juga: https://sbelen.wordpress.com/2009/12/31/selamat-jalan-gus-dur-pejuang-kemanusiaan-pluralisme-agama/

Advertorial

900x900px-LL-220dee17_AD8pjIu

heart-attack

Kunjungilah posting kami:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

Sano sembuhkan pengapuran tulang

Kartu nama Yuni

Iklan

Selamat jalan, Gus Dur, pejuang kemanusiaan & pluralisme agama!

Desember 31, 2009

Gus Dur adalah seorang manusia yang langka. Dilahirkan, diasuh, dan dibesarkan, dan dididik dalam lingkungan yang relatif ekslusif, yaitu habitat Islam. Namun, riwayat pengabdian dan perjuangannya bergerak secara bertahap dari lingkungan Islam yang eksklusif ke arah lingkungan yang makin inklusif, terbuka, dan demokratis. Ia adalah seorang yang menggambarkan secara jelas dan tegas tanpa diragukan sebagai pribadi yang berkepribadian “kenabian”.

Pembela hak asasi manusia

Gus Dur berfungsi profetis. Ia mampu keluar dari sekat-sekat habitat agamanya. Ia melihat orang-orang yang tak seagama, tak sesuku, tak sebangsa, dan tak sebudaya dengannya sebagai manusia-manusia yang “dirahmati”, yang memiliki hak-hak yang sama sebagai manusia yang berharkat dan bermartabat kemanusiaan.

Gus Dur yang jenaka. Orang yang humoris umumnya memiliki tingkat kecerdasan emosional yang tinggi.

Gus Dur bukanlah seorang yang hanya toleran kepada orang yang beragama lain. Ia menghormati orang-orang yang beragama lain. Lebih jauh lagi, Gus Dur bekerja sama dengan orang-orang dari agama, suku, bangsa, dan budaya lain berdasarkan prinsip saling menghormati. Dan, jauh di lubuk hatinya, ia digerakkan oleh rasa kasih sayang yang amat besar kepada orang-orang dari agama, suku, bangsa, dan budaya lain. Dan rasa kasih sayangnya ini ia wujudnyatakan dalam garis perjuangannya yang pantang mundur dan pantang menyerah untuk membela kaum minoritas yang “tertindas”, “teraniaya”, atau “terpinggirkan”, mulai dari penganut Ahmadiyah, kelompok Kristen dan Katolik, kelompok Hindu dan Buddha, kelompok keturunan Tionghoa, sampai ke kelompok ex-PKI.

Gus Dur, pembela kaum minoritas

Karena itu, tak mengehrankan mengamati, bahwa kaum minoritas yang sebangsa dan setanah air yang hidup di bumi Nusantara ini amat dekat dan “berlari” meminta perlindungan dan memohon Gus Dur untuk membela hak-haknya yang dilanggar sebagai sesama warga NKRI. Lebih jauh lagi, Gus Dur malah tidak mengambil sikap frontal kepada “musuh”, malah berusaha merangkul “musuh” melalui gagasannya untuk membuka hubungan diplomatik dengan Negara Israel. George Soros sebagai pebisnis yang ikut mengobrak-obrik nilai mata uang rupiah sampai Indonesia terjatuh ke dalam krisis moneter malah diangkat menjadi penasihat ekonomi dalam era kepresidenan Gus Dur.

Gus Dur & George Soros

Dari sudut pandang sikapnya membela kelompok minoritas dan upayanya merangkul “musuh”, Gus Dur telah menjalankan peran sesuai dengan zamannya, yang berbeda dengan zaman kakeknya sebagai pendiri NU dan zaman ayahnya sebagai salah seorang pendiri bangsa Indonesia. Tugasnya telah ia selesaikan secara paripurna.

Gus Dur, garis perjuanganmu jelas. Walaupun mata Anda buta, tetapi Anda melihat kepentingan rakyat Indonesia lebih jelas dari para pemimpin yang bermata awas. Selamat jalan, Gus Dur!

Baca juga:

https://sbelen.wordpress.com/2009/12/31/kenangan-humor-joke-cerita-lucu-gus-dur/

Iklan

annie dancing

heart-attack

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

sano-menyuburkan-wanita-juga-pria

Kartu nama Yuni

Apa yang dapat dibeli dengan uang? Seks tapi bukan cinta

Desember 29, 2009

Uang dapat membeli:

Alat bantu dengar tapi bukan pendengaran.

Bayi tapi bukan kesuburan rahim.

Body guard tapi bukan kesetiaan.

Detektor tapi bukan firasat.

Film tapi bukan imajinasi.

Hiburan tapi bukan kebahagiaan.

Hutan tapi bukan pertumbuhan.

Hutang uang tapi bukan hutang budi

Ijasah tapi bukan kecerdasan.

Jabatan tapi bukan kepemimpinan.

Jam tapi bukan disiplin waktu.

Jantung cangkokan tapi bukan jantung hati.

Kekayaan harta tapi bukan kekayaan budi.

Kemewahan tapi bukan peradaban.

Kenalan tapi bukan sahabat.

Kompas tapi bukan insting.

Komputer tapi bukan otak.

Kursi presiden tapi bukan kenyamanan duduk.

Lukisan tapi bukan pemandangan.

Mahkota tapi bukan kehormatan.

Makanan tapi bukan selera makan.

Mata tapi bukan mata hati.

Mesin penghitung uang tapi bukan kejujuran.

Motivator tapi bukan motivasi.

Nilai ujian tapi bukan kepintaran.

Obat tapi bukan kesehatan.

Oksigen tapi bukan nyawa.

Pelindung tapi bukan perlindungan.

Pendoa tapi bukan doa.

Peneduh tapi bukan keteduhan.

Penghangat makanan tapi bukan kehangatan hati.

Pengkotbah tapi bukan sabda.

Peramal mimpi tapi bukan impian.

Perangsang tapi bukan rangsangan.

Pewangi tapi bukan penciuman.

Pintu istana tapi bukan pintu surga.

Perias tapi bukan kecantikan.

Rumah ibadah tapi bukan ibadah.

Senjata tapi bukan keberanian.

Suara pemilih tapi bukan suara hati.

Senjata tapi bukan keberanian.

Sertifikat tapi bukan kompetensi.

Simpati tapi bukan empati.

Tempat tidur tapi bukan tidur.

Seks tapi bukan cinta.

 

Topik posting yang berhubungan:

Sign of love

https://sbelen.wordpress.com/2014/04/30/pernak-pernik-cinta-dari-pengalaman-2/

https://sbelen.wordpress.com/2014/04/30/kata-mutiara-tentang-cinta-apakah-cinta-itu-sebuah-misteri/

https://sbelen.wordpress.com/2014/04/29/makna-cinta-di-hari-ulang-tahun-perkawinan-untuk-suami-dan-istri/

https://sbelen.wordpress.com/2014/02/06/kotak-perkawinan/

https://sbelen.wordpress.com/2009/05/12/the-secret-of-love-rahasia-cinta/

https://sbelen.wordpress.com/2008/09/07/kahlil-gibran-gaya-bahasa-petualangan-cinta-dan-surat-surat-cinta-dengan-mary-haskell/

https://sbelen.wordpress.com/2008/09/02/kata-mutiara-hari-ulang-tahun-perkawinan/

https://sbelen.wordpress.com/2008/08/13/peribahasa-latin-tentang-cinta/

https://sbelen.wordpress.com/2008/08/06/mutiara-kata-dan-pepatah-tentang-cinta-dan-perkawinan/

https://sbelen.wordpress.com/2008/08/06/mutiara-kata-dan-pepatah-tentang-cinta-dan-perkawinan/

https://sbelen.wordpress.com/2008/08/04/kata-mutiara-cinta-dan-perkawinan/

https://sbelen.wordpress.com/2008/07/26/bingung-membedakan-cinta-dan-seks/

https://sbelen.wordpress.com/2008/07/21/hidup-tanpa-cinta-ibarat-sebuah-bintang-tanpa-cahaya/

https://sbelen.wordpress.com/2008/07/16/kata-mutiara-perkawinan/

 

 

 

 

 

Iklan

andydwyer-lapdance

Klik gambar kalau belum bergerak

Obesitas

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

Sano dan obesitas

Kartu nama Yuni 3

Bartender-fire-flaming-fail

Dengan alat peraga, Matematika itu gampang

Desember 27, 2009

Intan mendampingi Ano ponakannya mengerjakan soal Matematika

Intan menunjukkan jam kepada Ano

Ano mencoba menggunakan kartu bilangan

Ano membuat soal dulu

Lalu, mengerjakan soal itu dengan menggunakan kartu-kartu bilangan ratusan

Setelah selesai, Ano menulis hasilnya di buku soal

Flory membantu Ano keponakannya mengerjakan soal Matematika

Flory menunjukkan alat peraga yang dapat digunakan agar Ano berpikir konkret dengan mengunakan benda 3 dan 2 dimensi

Menulis hasil pengerjaan soal pada buku catatan

Hasil yang salah dicoret saja, tak perlu pakai setip atau tipEx, lalu yang benar ditulis atau di samping angka yang dicoret karena salah

Mendampingi anak mengerjakan tugas di rumah amat penting untuk memotivasi anak melalui tindakan nyata, bukan melalui kata-kata, apalagi hardikan

Anak dilatih berpikir menurut prosedur. Untuk Matematika jalan mengerjakan soal sama penting dengan hasilnya, bahkan lebih penting karena justru proses-lah yang memperlihatkan proses berpikir, bukan asal menulis hasil melalui mencontek dari teman

Dua atau tiga dadu dapat digunakan untuk mengajarkan penjumlahan. Cara ini amat efektif, sedangkan kekhawatiran memupuk sikap berjudi sebenarnya tidak beralasan

Menghitung angka-angka yang tertera pada 2 atau 3 dadu membantu anak berpikir dalam perspektif rupa atau objek 3 dimensi

Operasi penjumlahan dapat dilakukan secara horisontal maupun vertika. Biarkan anak memilih langkah yang akan ditempuh, melalui penghitungan mendatar atau menurun

Kit atau paket alat peraga Matematika terbitan Esis, Penerbit Erlangga

Dalam membantu anak, bila perlu dipakai jari tangan

Anak perlu dihargai, dipuji untuk memotivasi semangat belajarnuya

Jika tersedia alat peraga Matematika di rumah, tidak ada salahnya jika kepada anak Balita diperkenalkan alat peraga ini, walaupun ia belum mengerti.

Yanti mendampingi anaknya Rossy mengenalkan alat peraga Matematika. Walaupun belum cukup umur, paling tidak anak sejak dini dibiasakan tidak takut belajar Matematika

Anak melakukan eksplorasi untuk mengenal alat peraga jam. Biarkan ia berpikir sesuai dengan taraf kemampuan berpikirnya.

Biarkan anak mengambil sendiri benda yang menarik perhatiannya. Orang tua tinggal membantu mengarahkan anak tentang cara menggunakan alat peraga yang dipilih. Anak seusia ini telah mampu menyusun beragam alat yang ada dengan menggabungkan benda-benda yang sama besar. Atau, anak bisa menyusun benda-benda yang tidak sama besar yang berbeda warna.

Perlu menunggu dengan sabar selagi anak mengamati benda. Mendampingi anak mengeskpresikan kasih sayang dan perhatian orang tua kepada anak

Usahakanlah membuat Matematika disenangi anak sejak dini! Jika anak senang, ia akan termotivasi untuk belajar sendiri tanpa merasa tertekan atau terpaksa.

Iklan

alison-brie-yes-2

Bronkitis

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

Sano bronkitis

Kartu nama Yuni 2

Filsafat tentang permainan & permainan menurut riset otak

Desember 27, 2009

Bung Martin Bhisu dari Paraguay mengingatkan tulisan Fritz Lake di majalah ACADEMIA, milik Senat STFK Ledalero, Maumere, Flores tentang pemikiran seorang filsuf Belanda. (saya tidak tahu namanya). Menurut filsuf ini, semua kebudayaan berasal dari permainan. Benar, analisis Anda, permainan menanamkan kreativitas, dan semua kebudayan adalah ekspresi dari kreativitas manusiawi.

Saya telepon Fritz Lake tapi teleponnya tak bisa dihubungi, hanya sms menanyakan siapa nama filsuf Belanda itu. Sambil menanti sms balasan, iseng-iseng saya coba browse di google, dan menemukan nama filsuf itu, yaitu Johan Huizinga yang menulis buku Homo Ludens atau “Man the Player” (“Playing Man”), terbit tahun 1938. Beliau sendiri wafat tahun 1945. Lihat http://en.wikipedia.org/wiki/Homo_Ludens_%28book%29.

Huizinga berpendapat bahwa permainan adalah awal pertama dan merupakan suatu kondisi yang perlu bagi lahirnya sebuah kebudayaan. Binatang-lah yang pertama-tama bermain dalam ulasannya tentang kerangka evolusi permainan. Salah satu aspek permainan yang amat signifikan (manusiawi dan kultural) adalah kesenangan. (It is fun). Permainan adalah fungsi manusiawi paling fundamendal yang melahirkan semua kebudayaan sejak dari awal.

Lima ciri khas permainan menurut Huizinga adalah:

  1. Bermain itu bebas, ia dalam kenyataannya adalah kebebasan.
  2. Permainan bukanlah kehidupan yang “biasa” atau “riil”.
  3. Permainan berbeda dari kehidupan “sehari-hari” menurut tempat dan lamanya (durasi).
  4. Permainan menciptakan aturan dan ia adalah aturan itu sendiri. Permainan menuntut keteraturan mutlak dan tertinggi.
  5. Permainan tidak berhubungan dengan kepentingan material dan tak ada keuntungan (profit) yang dapat diperoleh darinya.

Kata dan gagasan tidak lahir dari pemikiran ilmiah atau logis tapi dari bahasa yang kreatif. Dari sekian banyak istilah permainan, terutama dari ludus dalam bahasa Latin, ia menunjukkan persamaan permainan dengan “perjuangan yang serius” dan aplikasi erotis.

Kebudayaan lahir dalam bentuk permainan sejak awal mula. Kehidupan sosial yang lebih tinggi berhubungan dengan bentuk-bentuk suprabiologis, dalam bentuk permainan yang meningkat nilainya. Ia tidak memaknai bahwa permainan berubah menjadi kebudayaan. Ia mensejajarkan permainan dan kebudayaan dan membahasnya sebagai sebuah kesatuan bayi kembar, namun ia menegaskan bahwa permainan-lah yang muncul lebih dulu dari kebudayaan.

Permainan itu menjelma dalam 3 bentuk tuntutan hukum yang didahului masyarakat purba, yaitu the game of chance, kontes, dan perang kata.

Orang dapat menyebut masyarakat sebagai sebuah permainan dalam arti formal jika diingat bahwa sebuah permainan adalah prinsip hidup semua peradaban. Tanpa kehadiran semangat peradaban sebagai permainan tak mungkinlah lahir peradaban.

Bagi manusia purba, berbuat atau melakukan dan keberanian adalah power, tetapi mengetahui adalah kekuatan magis. Mengetahui apa pun berhubungan langsung dengan aturan kosmos itu sendiri.

Puisi lahir dari permainan kata sudah sejak era penyair purba. Karena efek matafora terdiri dari deskripsi hal-hal atau kejadian-kejadian yang berhubungan dengan kehidupan dan gerakan, kita berada di jalan menuju personifikasi. Merepresentasi hal yang bukan jasmaniah dan benda mati sebagai seorang manusia pribadi adalah jiwa seluruh mitos dan hampir semua puisi.

Permainan berhubungan juga dengan musik dan tarian. Arsitek, pematung, pelukis, kartunis, seniman keramik, dan seniman dekorasi walaupun memiliki impuls kreatif, dikuasai, diatur oleh disiplin, “selalu menjadi subjek terhadap keterampilan dan ketangkasan dalam menggunakan tangan.”

Peradaban pada tahap awal tidak datang dari permainan seperti seorang bayi lahir dari rahim ibu, tapi ia lahir dalam dan sebagai permainan dan tidak pernah meninggalkan permainan itu.

Dalam politik zaman modern faktor permainan hadir dalam semua aturan pemilihan umum bahkan lebih jelas. Jauh sebelum sistem dua partai di Amerika Serikat, pemilihan umum di Amerika berkembang seperi sebuah olahraga nasional (national sport).

Kata mutiara:

“Biarlah permainanku menjadi belajarku, dan belajarku menjadi permainanku.”

“Anak tertawa: Permainan adalah kebijaksanaanku dan cintaku.” “Anak muda bernyanyi: Cinta adalah kebijaksanaanku dan permainanku.” “Orang tua diam: Kebijaksaan adalah cintaku dan permainanku.” (Lucian Blaga, 3 wajah).

Bermain mencerdaskan otak anak

Dari segi riset otak disimpulkan bahwa:

  1. DUNIA FISIK ADALAH DUNIA TEMPAT SEMUA AKTIVITAS BELAJAR BERASAL. Gerakan kepala mengarahkan organ indrawi kita – mata, telinga, hidung, dan lidah) terhadap input dari lingkungan.
  2. GERAKAN AMAT VITAL BAGI SEMUA TINDAKAN BELAJAR, pemahaman kita, dan diri kita. Gerakan janin dalam kandungan adalah awal pengetahuan dan pengalaman bagi manusia tentang hukum gravitasi.

“Gerakan adalah pintu menuju aktivitas belajar” (Paul Dennison). Gerakan membangkitkan dan mengaktifkan kapasitas mental kita. Gerakan duduk, berdiri, berjalan, dan berlari waktu bayi membantu kita kelak menciptakan karya seni yang indah lewat proses yang rumit.

Gerakan membuat kita mampu mengungkapkan kesedihan, amarah, kebahagiaan, dan cinta. Menulis angka dan huruf mengikuti gerakan yang dituntut agar terbaca waktu kita melihatnya dengan indra mata. Gerakan yang terpadu dengan pengindraan membuat kita mampu bermain, menghubungkan, dan menciptakan pemahaman baru.

Melalui gerakan kita dapat menyalurkan pikiran dan perasaan kita ke dalam kata-kata dan mimik serta ekspresi tubuh.

Kompetensi dokter, seniman, musikus, ilmuwan, dan profesi lainnya berkembang dalam jaringan internal yang rumit antara PIKIRAN, OTOT, dan EMOSI.

Dalam proses belajar, amat penting membiarkan seseorang bergerak, mengeksplorasi gerakan, dan keseimbangan dalam lingkungannya. Apakah berjalan di titian, memanjat pohon, menyeberangi banjir, berenang, melompati kursi, koprol, berlari, berlutut, merangkak, atau melempar. Karena itu, dalam kegiatan belajar sebaiknya siswa melakukan kegiatan pengamatan atau memegang benda 3 dimensi, membuat gambar 2 dimensi, lalu membuat tulisan 2 dimensi.

Tahapan memperkenalkan tulisan kata kepada anak kelas 1 SD adalah:

☻    Mengamati / memegang buah apel

☻    Menggambar buah apel

☻    Menulis kata apel

Jika seorang anak mengalami ketertinggalan dalam pelajaran di sekolah, karena mengalami hambatan mental atau kesulitan belajar yang serius, solusinya adalah menambah permainan dalam aktivitas bimbingan guru. Anak itu bisa membuat loncatan quantum, misalnya dari tidak bisa membaca, menulis, atau pun berkomunikasi pada level kelas 2 SD sampai ke level kemampuan anak kelas 5 SD yang bisa membaca, menulis, dan berkomunikasi jika ditambahkan gerakan dalam kegiatan sehari-hari, yang dijelmakan dalam bentuk permainan. LONCATAN KEMAMPUAN YANG TIBA-TIBA ITU DISEBABKAN OLEH TAMBAHAN GERAKAN DALAM KEGIATAN SEHARI-HARINYA. Gerakan itu bisa dalam bentuk kegiatan, seperti:

☻    Senam otak

☻    Sepak bola

☻    Seni; dan

☻    Musik.

Ulasan tentang filsafat permainan Huizinga dan paparan hasil riset otak dapatlah disimpulkan pada gambar berikut ini.

Seluruh aktivitas manusia dikendalikan dan bergantung kepada kinerja otak. Imajinasi yang berkembang pada otak mendorong kreativitas berpikir dan bertindak (berbuat). Kreativitas selanjutnya dilaksanakan melalui beragam tindakan manusia yang lahir dari gerakan tubuh. Dari seluruh gerakan tubuh ada gerakan yang diwujudkan dalam bentuk permainan. Ditinjau dari pandangan filsafat Huizinga dapatlah dikatakan bahwa aneka-ragam tindakan (actions) manusia melahirkan kebudayaan. Namun, permainan berperan menciptakan kondisi yang perlu bagi lahirnya sebuah kebudayaan. Mengapa? Karena permainan mengalun mengikuti irama kreativitas dan kreativitas mengalun mengikuti irama imajinasi.

Baca juga Rules, Play and Culture: Towards an Aesthetic of Games, oleh Frank Lantz & Eric Zimmerman dalam

http://www.ericzimmerman.com/texts/RulesPlayCulture.htm

Iklan

Sepeda jatuh di kolam

Sakit herpes

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

sano-sembuhkan-herpes

Kartu nama Yuni 2

andaikan aku seekor burung musim*)

Desember 26, 2009

andaikan aku seekor burung musim*)

oleh gerardus n bibang

(petani humaniora)

.

musim dingin yang senyap

pekat tiada kehidupan

butir-butir salju bercucuran

sekali, dua kali dan berkali-kali

putra- putri bumi  sudah larut dalam mimpi

musim dingin yang senyap

pekat tiada kehidupan

butir-butir salju bercucuran

terhentak aku oleh beberapa detakan:

tak tik tuk, tak tik tak

seekor burung musim terperangkap senyap

tak tik tuk, tak tik tak

seolah mendambakan secercah cahaya di samping jendela

tak tik tuk, tak tik tak

seolah bertanya kepada penghuni rumah:

“boleh kah aku dapatkan kehangatan?”

musim dingin yang senyap

pekat tiada kehidupan

terhanyut aku dalam bisu seribu bahasa

oleh sebuah pertanyaan yang menyesakkan dada:

“mampukah aku menyapanya?”

tak tik tuk, tak tik tak

begitu burung musim bersahut-sahut dari pinggir jendela

menagih jawaban dari penghuni rumah:

“maukah kau beri aku kehangatan?”

tak tik tuk, tak tik tak

tetap tak terjawab dari penghuni rumah

jawaban pas untuk burung musim yang sengsara

karena malam pekat yang senyap

sudah membawa pergi kata-kata yang pas

tiba-tiba terdengar detakan keras:

“tak tik tuk, tak tik plaaaaaaakkkk!

plak plak plaaaaaaaaaaaak!”

burung musim jatuh terkapar

nafasnya yang terakhir terhembus sudah

ditelan larutnya malam pekat

oh, burung musim terperangkap senyap!

maafkan penghuni rumah

yang tidak berbuat apa-apa

di saat-saat kau mulai terkapar

karena aku hanyalah manusia!

oh, burung musim terperangkap senyap!

andaikan aku seekor burung musim

kisah kami tentu sangat lain

mungkin dia tidak terkapar mati

karena aku dan dia sama-sama paham

dalam kata-kata yang pas

karena aku dan dia dalam sehakikat

andaikan aku seekor burung musim

kisah kami tentu tidak jadi begini!

musim dingin yang senyap

pekat tiada kehidupan

meratapi burung musim itu pergi

saat butir-butir salju bercucuran ke perut bumi

sekali, dua kali, dan berkali-kali

terhenyak aku dalam sepi

tang ting tong, tang ting toooonnggg

lonceng katedral berdentang memecah malam sepi

merecehkan gumpalan salju yang berceceran ke perut bumi

tang ting tong, tang ting tooonnggg

lonceng katedral berdentang tanpa henti

makin lama makin nyaring

membawa kabar bagi semesta penghuni:

“telah lahir bagimu bayi mungil

juru selamat putra-putri bumi!”

tang ting tong, tang ting tooonnggg

terhanyut aku dalam syukur ke langit-langit jagad

gloria bagi Tuhan Maha Besar

yang turun ke bumi dalam rupa manusia

menjadi sehakikat sama

untuk mengangkat derajat manusia dina

oh, musim dingin yang senyap

pekat tiada kehidupan

membawa warta  tentang kebenaran:

“ andaikan Tuhan tidak turun ke dunia

sejarah manusia belum tentu seperti sekarang!

andaikan aku seekor burung musim

sejarah kami tidak akan jadi begini! “

catatan:

*) Burung musim adalah terjemahan bebas dari Waldkauz (burung pungguk). Inilah burung musim dingin yang terbang mencari cahaya. Kalau cahaya terang di jendela, dia hinggap ke sana. Burung ini termasuk dalam jenis Eule (burung hantu).

Di Eropa, banyak orang takut, terutama kalau mendengar burung ini bernyanyi di tengah malam senyap: “Kuwitt, kuwitt.” Menurut anggapan orang berbahasa Jerman, dulu bahkan sampai sekarang, bunyi “Kuwitt,” berarti: “Komm mit, komm mit”.(Ikutlah…ikutlah…: suatu panggilan atau tanda kematian). Eule lalu identik dengan nabi kematian!

Burung ini juga mengetahui, kapan salju mulai berangsur cair sebagai tanda musim dingin telah berakhir.  Dia bernyanyi menyongsong matahari serta bernyanyi pada waktunya lagu cintanya (liebeslied): “Huh, huhhhh…!” Orang Jerman mengartikan ini sebagai tawaan ceria menyongsong cahaya matahari di musim semi: “Huhuhuhuhuhuhuhuhuhuhu”, (tawa dan ceria karena bahagia).

Penerbangan damai bebas asap dengki

Desember 26, 2009

Bung S. Belen, pilot tunggal yang terbuai oleh aroma kasih para awak kabin, SMS anda yang kreatif memberi saya inspirasi yang hasilnya adalah TANPA JUDUL berikut ini. Untukmu dan anak-anakmu. Salam kasih dari Paraguay, el corazón de América.

TANPA JUDUL 25

Oleh Martin Bhisu

Hari ini
penerbangan damai
membelah  angkasa biru nan permai
bebas kabut perselisihan dan dengki
setelah rintik hujan jatuh ke bumi
di pangkuan semesta lagi bersemi
berbulan madu dengan keheningan damai.

Hari ini
penerbangan beranjak dari hati
di atas ketinggian jelajah menatap gunung dan lembah
berkelok-kelok terbentang sepandang mata
membentang garis lurus tempat jumpa semua
dan di dalam hati dendang lagu syukur
karena semua akan tiba dengan selamat di hati ini.

Hari ini
penerbangan yang aman
karena semua penumpang mengenakan sabuk iman
menegakan sandaran pengharapan dan kasih
di tangan dan di hati pilot arah kita pasti
dengan aroma parfum cinta awak kabin
semerbak membelai
melantun lagu syukur memecah bising motor pesawat
memenuhi ruangan ketika penumpang lagi tidur pulas
mengusap wajah
satu demi satu
dengan lagu syukur dan sapu tangan hangat
aroma kasih
membangunkan yang lelap dalam mimpi
karena penerbangan kita akan menyentuh bumi
untuk merayakan kelahiran di kampung
tempat hidup baru mulai dari sana
dalam dekap harap dan kasih.

Selamat Natal 2009
Barrio San Pedro, 25 de diciembre de 2009

Terima kasih matahari

Desember 26, 2009

YANG HENDAK LAHIR: LAHIRLAH: TERIMA KASIH MATAHARI!

Martin, rupanya inspirasi setengah maen dari paraguay ini mantaffff betul. seng ada lawan! Sangat tersentuh dengan frase2 berikut:

“yang hendak lahir: lahirlah!
jangan mereka diperangi dengan senjata anti-konseptif
seakan lebih mudah dan murah membantai para gerilyawan sebelum lahir.” (Gerard Bibang)

TERIMA KASIH MATAHARI!

Oleh gerardus n bibang

Terima kasih

karena matahari akan kembali esok hari

menyinari dan terus menyinari bumi

seperti anak sungai mengalir

tanpa arah kembali

terima kasih

karena cinta nyata-nyata ada

yang membuat orang terangkat ke atas, ke kiri dan ke kanan

yang membuat hidupnya tidak terasa hambar

seperti melempar sesendok garam ke lautan luas

terima kasih

karena Tuhan turun ke dunia

mengangkat yang hina dina ke atas

karena andaikan Dia tidak turun ke dunia

‘kan seperti apakah kisah kita sekarang?

terima kasih

terima kasih

matahari akan kembali besok hari

Tuhan datang lagi

Gerard N Bibang

(petani humaniora)

taman aries, jakarta barat daya, 26 dec ’09 (sabtu)

Bayi yang lahir hari ini

Desember 26, 2009

Hei Ben, GB, JDM, Bung Sil y allesa, salam… kebetulan inspirasi datang lagi, saya sambung GB…..

TANPA JUDUL 26

Oleh Martin Bhisu

Bayi yang lahir hari ini
tidak di ranjang empuk rumah sakit mewah
tubuh mungil selembut kapas
pasrah pada rangkulan ibunda
di pancuran dada ibunda menimba hidup
di tengah rebaknya tengik kotoran binatang

Bayi yang lahir hari ini
tidak menarik di pandangan mata
cuma orang-orang yang terbiasa dengan kekerasan di padang gembala
dituntun naluri alam
dengan amis daki di badan
menjenguk ria
lalu gembira dan tengik kotoran binatang
merambah di relung-relung suka
bersama paduan suara belalang dan merdu suara ilahi di langit

Bayi yang lahir hari ini
menghantar aku untuk mengenal Tuhan
tak sesedap glamour hiasan ibadah
dengan jarahan kolonial dari tanah pribumi
menggugat aku mengenal Tuhan yang kotor dan merintih
di wajah yang biasa di hari esok.

Bayi yang akan lahir esok
di kampung kumuh
di samping gedung-gedung pencakar langit
di jalan tol
di penjara
di hutan belantara
semua sama
senasib nada sendu
bersama kekerasan para gembala di padang.

Kepada yang lahir hari ini
kuhunjukan doaku gulana
agar mereka tidak menjelma menjadi gerilyawan
menguasai kota dan kampung
menenteng senjata revolusi.

Kepada yang lahir hari ini
kulambungkan doa mohon
agar yang hendak lahir: lahirlah!
jangan mereka diperangi dengan senjata anti-konseptif
seakan lebih mudah dan murah membantai para gerilyawan sebelum lahir
ketimbang melawan mereka di hutan dan di kota.

Oh..
walau tidak di ranjang empuk
lahirlah mereka
mereguk air susu ibu sejenak
mencicip kasih alam yang permai
yang disediakan untuk kita semua
karena hidup sedari awal memang begitu
tak ada jarak antara tengik kotoran dan wangian semerbak
hidup untuk semua!

Guyaiby, 25 de diciembre de 2009

Chatawa* pada Musim Gugur: Dari Jakarta sampai Nusa Tenggara

Desember 26, 2009

Chatawa* pada Musim Gugur

Oleh B Wego,svd

Dingin dan kabut turun dengan pelan
langgar selokan dan jembatan
kemudian berhenti di atas danau
di sana ada bangau
dengan kedua sayap terbungkus
sebentar-sebentar mematuk terus
tiada bintang, tiada bulan. hanya beku
yang mengendap tak jemu
pada ranting pohon. Pada batu
Pada daun fikiran yang terpelanting
bersama nasib petani yang lengking
ditikung tengkulak dan orang berduit
dengan beli kertas seperti bisluit
kemudian berdiri di atasnya
dengan pagar satpam sanak sendiri
dari kampung. di tempat tambang bumi
bertebaran aset dari Jakarta
sampai Nusa Tenggara
kemudian dari Nusa Tenggara singgah
lagi di Jakarta sebelum ke Swiss
atau ke Wallstreet dengan bus
yang bernama saham dan dana
dengan sayap tiada duanya
terbang.sampai tiba musim gugur
dan semua jadi penganggur
yang tinggal di gubuk-gubuk
dan kalau protes digebuk
kalau lapar diusap-dibuai
sampai hening dan beku mulai

*Sebuah kampung kecil di Negara Bagian Mississippi
Bay St. Louis, MS-09