Guru masuk bui. Pertanyaan tentang UU Perlindungan Anak.

04gusurp

Anak adalah insan yang harus dilindungi, bukan manusia mungil yang dipukul orang tua di rumah dan guru di sekolah.

Dalam mengembangkan SD model Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) & Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAKEM) atau belajar aktif melalui inhouse training atau pendampingan langsung kepada para guru dan kepala sekolah, kami menekankan penghentian kekerasan kepada anak. Kekerasan tidak hanya terbatas kepada kekerasan fisik tetapi juga kekerasan verbal melalui bentakan dan hardikan kepada anak.

Pada tanggal 24 – 27 Agustus kami menatar para guru, kepala sekolah, pengawas SD, kepala dinas pendidikan kecamatan, dan pimpinan yayasan di Hokeng, Flores Timur, yang diselenggarakan World Vision Indonesia (WVI). Di tempat penataran yang sama, berlangsung pelatihan bagi petani penggerak dari berbagai daerah di NTT mengenai pertanian organik.

Khusus mengenai kekerasan kepada anak, kami memanggil 10 anak SD dari kelas III dan V dari 2 SD dekat tempat pelatihan. Anak-anak ini membuat gambar tubuh (body mapping) dan menuliskan pada organ tubuh yang mana mereka mendapatkan pukulan, tamparan, cubitan, jeweran, lemparan dengan penghapus, atau disuruh berlutut. Pada tiap kekerasan pada tiap organ tubuh dituliskan alasan mengapa mereka mendapatkan perlakuan kekerasan fisik serta perasaan yang dirasakan badan dan hati (batin). Setelah itu, dilakukan body mapping para peserta dengan merefleksikan dan menggambar serta menulis kekerasan fisik yang dulu mereka alami di SD tempo dulu.

Ternyata rantai kekerasan belum terputus. Sama seperti orang yang melakukan sodomi adalah korban sodomi waktu kecil, para guru hanya meneruskan tradisi kekerasan.

Pada hari terakhir, kami mengumpulkan para petani penggerak yang dilatih di tempat yang sama untuk melihat gambar dan tulisan kekerasan baik yang dialami anak SD sekarang dan yang dialami pendidik di SD tempo dulu. Anehnya, dalam diskusi masih ada petani (orang tua murid) yang mendukung pukulan kepada anak di sekolah.

Kami berkomentar, mengapa Anda berani hanya kepada anak-anak kecil yang tak berdaya, yang tak kuasa melawan, yang berada dalam kekuasaan Anda. Mengapa Anda tidak berani berhadapan laki-laki sama laki-laki ditantang berkelahi karena sama-sama jantan? Mengapa Anda hanya berani dengan anak-anak yang sebenarnya tidak dilahirkan sebagai anak nakal atau anak bodoh, yang harus Anda lindungi dan kasihi?

2085763115_a85fcae13c

Tak ada anak yang dilahirkan sebagai anak nakal. Kenakalan anak adalah buah kenakalan orang tua dan guru.

Bersama para pendidik yang menjadi peserta penataran kami membahas Undang-Undang Perlindungan Anak No. 23 Tahun 2002. Berikut ini kami lampirkan Pertanyaan tentang UU tersebut pada powerpoint berikut ini. Silahkan klik di sini! Pertanyaan UU Perlindungan Anak

Iklan

1349816165214603_animate

 

Osteoporosis

Kunjungilah posting ini:

https://sbelen.wordpress.com/2013/05/03/bawang-putih-cuka-apel-madu-jahe-lemon-jantung-sehat-tubuh-bugar/

Gambar spanduk Sano

Sano sembuhkan osteoporosis

Kartu nama Yuni 2

Tag: , , , , , , ,

Satu Tanggapan to “Guru masuk bui. Pertanyaan tentang UU Perlindungan Anak.”

  1. Neva Says:

    gambar etika

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: